Anda di halaman 1dari 8

Laporan Pendahuluan

Pekerjaan Pembuatan RTT Sisi Darat Bandar Udara


Bintan Resort Cakrawala

BAB II. PEKERJAAN SIPIL STRUKTUR

2.1. Konsep Perencanaan Struktur


Konsep struktur fasilitas sisi darat pada bangunan Bandar Udara Bintan
Resort Cakrawala, direncanakan sebagai struktur bangunan yang dapat
menahan/menyokong beban gravity (termasuk finishing arsitektur), beban hidup
(tergantung fungsional bangunan), dan beban lateral baik yang disebabkan oleh
beban angin maupun beban gempa yang terjadi sebagai akibat pemancaran energi
yang disebabkan oleh percepatan getaran bangunan sebagai pengaruh gerakan
tanah dasar yang terjadi karena gempa maupun waktu getar bengunan tersebut
harus memenuhi kenyamanan bagi penggunannya. Namun demikian struktur
bangunan ini selain secara fungsional terpenuhi, tetap harus direncanakan
seoptimal dan seekonomis mungkin.
Secara garis besar konsep perencanaan struktur ini harus memenuhi
kriteria sebagai berikut :
a. Kuat terhadap beban gravitasi, baik beban mati maupun beban hidup
b. Kuat terhadap beban lateral yang diakibatkan oleh angin
c. Kuat terhadap beban gempa sesuai dengan pedoman perencanaan
gempa di Indonesia
d. Secara struktural dapat memberikan kenyamanan terhadap
penggunanya.
e. Direncanakan seekonmis mungkin
Untuk memenuhi konsep perencanaan tersebut, maka dalam proses
perencanaan struktur, harus mengacu pada pedoman-pedoman dan peraturan yang
berlaku baik secara nasional maupun internasional.
Khusus untuk perencanaan struktur tahan gempa, sesuai dengan
pembagian zone gempa di Indonesia, maka dalam proses perencanaan struktur
bangunan ini direncanakan dengan koefisien dasar gempa yang ditentukan
berdasarkan waktu getar struktur bangunan
Demi keselamatan terhadap penggunanya (manusia) dan lingkungan serta
prasarana setempat, maka bangunan ini direncanakan dengan konsep desain
Laporan Pendahuluan
Pekerjaan Pembuatan RTT Sisi Darat Bandar Udara
Bintan Resort Cakrawala

kapasitas, yang mana dalam konsep ini diatur sedemikian rupa sehingga dibentuk
sendi-sendi plastis pada balok, sehingga bila terjadi over loading terhadap
bangunan ini, tidak terjadi keruntuhan total terhadap struktur bangunan tersebut
(balok akan runtuh terdahulu dan kolom diharapkan tetap berdiri/tidak mengalami
keruntuhan), sehingga keselamtan jiwa manusia dan pengaruh keruntuhan gedung
terhadap lingkungan (prasarana lain) dilingkungannya dapat diminimumkan.

2.2. Pedoman Perencanaan


Perencanaan struktur dan pondasi bangunan ini telah mengikuti semua
peraturan yang berlaku di Indonesia, khususnya yang tercantum di dalam
peraturan-peraturan sebagai berikut :
1) Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIG), 1983
2) Standar Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung,
(SNI-287-2002)
3) ACI 318-79 Building Code Requirement for Reinforcement Concrete
Design Aplication
4) Pedoman Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung, SKBI-1.3.55.1987,
UDC=693.814
5) Peraturan Beton Indonesia 1971, PBI-71 (NI-71)
6) Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung (SNI-
03-1726-2002)
7) American Institute Standart Code (AISC)
8) Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI-03-
1729-2002)
9) Peraturan dan ketentuan lain yang relevan.
2.3. Sistem Struktur Bangunan
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan sistem struktur
bangunan dalam Rancangan Teknis Terinci Sisi darat Bandar Udara Bintan
Resort Cakrawala, secara garis besar sebagai berikut :
- jumlah lantai bangunan
- kemudahan memperoleh material dan harganya yang murah
Laporan Pendahuluan
Pekerjaan Pembuatan RTT Sisi Darat Bandar Udara
Bintan Resort Cakrawala

- pola arsitektur yang mana secara struktur effisien dan masih memenuhi
apa yang dikehendaki perencana arsitektur
- kondisi lapisan tanah dimana bangunan tersebut akan dibangun
- kebutuhan disiplin lain, seperti perencanaan M & E dll.
- kemudahan mobilisasi material struktur
- kemampuan pengawasan teknis di wilayah dimana bangunan akan
dibangun
- fungsi bangunan

Berdasarkan beberapa pertimbangan diatas, ada beberapa alternatif konsep


sistem struktur bangunan Bandar Udara Bintan Resort Cakrawala sebagai
berikut :
- Struktur beton atau baja open frame tanpa dinding geser
- Lantai dengan atau tanpa plat beton bertulang
- Atap dak beton betulang dan atap ringan (spandek) dengan frame
pendukung rangka kayu/baja.
- Pondasi dangkal atau tiang pancang

2.4. Alternatif Material Struktur


Selain material harus kuat dan memiliki elastisitas tinggi, material juga
harus ekonomis dalam arti harga yang kompetitif, ada dipasaran dan mudah
pengangkutannya. Berikut alternatif material yang bisa dipakai dalam
perencanaan struktur :

1). Beton bertulang


Berdasarkan PBI 1971, untuk beton struktural disarankan memiliki kualitas
minimal K175
2). Baja Propil
Sesuai standar SNI 03-1729-2002 pada tabel 5.3, hal 11 dari 183 dan yang
umum ada dipasaran ditetapkan
Laporan Pendahuluan
Pekerjaan Pembuatan RTT Sisi Darat Bandar Udara
Bintan Resort Cakrawala

- Baja ST-37 : Tegangan leleh minimum, Fy = 2.400 kg/cm2


- Modulus Elastisitas Baja, Es = 2000000 kg/cm2
3). Kayu kelas II
Tegangan ijin lentur (lt) = 100 kg/cm2
- Tegangan ijin tekan/tarik // serat (tk=tr) = 85 kg/cm2
- Tegangan ijin tekan tegak lurus serat (tk) = 25 kg/cm2
- Tegangan ijin geser // serat kayu () = 12 kg/cm2
- Modulus Elastisitas kayu, E = 100000 kg/cm2
4). Sambungan baja
- Baut mutu tinggi : ASTM A-325 ( ASTM A-449 untuk baut angkur)
- Elekroda las : E60 xx

2.5. Konsep Pembebanan


Berdasarkan standar PPIG, 1983, beberapa pembebanan yang harus
dipertimbangkan dalam desain sruktur adalah
1) Beban gravitasi
a. Beban mati (D)
b. Beban Hidup (L)
2) Beban Lateral
a. Beban Gempa (E)
Berdasarkan SNI 03-1726-2002, tiap-tiap wilayah memiliki potensi
gempa yang berbeda-beda. Berikut ini adalah mekanisme awal
penentuan lokasi dan potensi gempa Bandara sahu sebagaimana
diperlihatkan gambar ......
Laporan Pendahuluan
Pekerjaan Pembuatan RTT Sisi Darat Bandar Udara
Bintan Resort Cakrawala

Bandara Suhu

Gambar ..... Wilayah Gempa Indonesia dengan percepatan puncak batuan


dasar dengan periode ulang 500 tahun

0,90
Wilayah gempa 5
0,83 0,90
C= (Tanah lunak)
T
0,70 0,50
C= (Tanah sedang)
T
c C=
0,35
(Tabah keras)
T

0,36
0,32
0,28

0 0,2 0,5 0,6 1,0 2,0 3,0

Gambar ..... Respon Spektrum Gempa Rencana

Bila respons statis struktur gedung dinyatakan dalam gaya geser dasar
nominal (V), maka

CI
V= Wt
Rw

dimana
Laporan Pendahuluan
Pekerjaan Pembuatan RTT Sisi Darat Bandar Udara
Bintan Resort Cakrawala

Koefisien gempa dasar (c) = Tergantung nilai T bangunan


Faktor keutamaan (I) = 1 (Tabel 1 pada hal 7 dari 85)
Faktor reduksi gempa (Rw) = 5,5 (Tabel 3 pada hal 12 dari 85)
Berat Total (Wt) = Beban adalah berat total gedung
termasuk beban hidup yang sesuai

Mulai
b. Angin (W)
Informasi
Berdasarkan PPIGPerencanaan
1983, potensi
Umum
angin sangat tergantung keberadaan
bangunan. Berikut adalah beberapa alternatif mekanisme penentuan
Persyaratan
beban angin Tataletak Struktur

- Tekanan tiup harus


Elemendiambil
Dimensi minimum 25 kg/m2, bilamana lokasi
Elemen Struktur
bangunan jauh dari pantai (> 5km), atau
- Tekanan tiup harus diambil minimum 40 kg/m2, bilamana lokasi
Beban Angin Waktu Getar
bangunan dekat pantai (< 5 km) Alami
Beban Gravitasi
Dalam kondisi apapun, penentuan alternatif Beban
diatasGempa
sebaiknya dapat
W (K = 1)
dikonfirmasi
D, L, (G) melalui survey klimatologi.

M>N
Mu, Balok
2.6. Diagram Perencanaan
= 1,2 Db + 1,6Lb E, 4,0 E
Mengingat tingkat elastisitas beton bertulang yang relatif lebih kecil daripada
= 1,05(Db+LbEb)
= 0,9Dbbaja,
Eb maka beton bertulang direkomendasikan memakai konsep duktilitas
N & M Kolom u u
penuh
= 0,75(1,2D sedang
b +1,6Lb1,6Wbstruktur
) baja memakai konsep elastisitas. Selain itu penerapan
1,05(Dk+Lk4,0/K.Ek)
= 0,9 Dbkonsep
1,3Wb perencanaan yang disesuaikan dengan tingkat elastisitas material,
diharapkan
Penulangan dapat
Lentur Balok diperoleh struktur yang ekonomis.Penulangan Longitudinal Kolom
(As dan As)

Untuk Kolom Dasar


Mkap,b = 1,25Mnak
Mkap,b = 1,25Mnak,k
a. Beton Bertulang dengan daktilitas penuh (Elastisitas rendah)
Vu,b, Balok
Vu,k, Kolom
1,05(Db+Lb4,0/K.Eb)
= (Mu,k,a + Mkap,k,b)/Ln
= 1,05(Db+Lb1,2(Mu,ki+Mu,ka)/Li
1,05(Dk+Lk4,0/K.Ek)

Penulangan Geser Balok

Tulangan
Hubungan
Tranversal
Balok-Kolom
Kolom

Penulangan

Selesai
Laporan Pendahuluan
Pekerjaan Pembuatan RTT Sisi Darat Bandar Udara
Bintan Resort Cakrawala

Mulai

Informasi
Perencanaan Umum

Persyaratan
Tataletak Struktur

Elemen Dimensi
Elemen Struktur

Beban Angin Waktu Getar


Alami
Beban Gravitasi
Beban Gempa
W (K = 1)

D, L (G)
M>N
b. Struktur Baja dengan Elastis (Elastisitas
Kombinasi Tinggi)
E
= Db + Lb
= 0,75 (Db+LbEb)

= 0,75(Db+LbWb)

Cek Profil
Ratio 1

Desain
Sambungan

Selesai
Laporan Pendahuluan
Pekerjaan Pembuatan RTT Sisi Darat Bandar Udara
Bintan Resort Cakrawala