Anda di halaman 1dari 44

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri

Modul 10 Analisis Finansial


Kelompok 10 Reguler

BAB I
PENDAHULUAN

1. 2 Latar Belakang

Pada zaman yang penuh dengan dinamika dan perkrmbangan, dunia industri
termasuk salah satu dunia yang mempengaruhi dinamika dan perkembangan zaman saat
ini. Persaingan dalam dunia industry menyebabkan setiap perusahaan berlomba-lomba
untuk meningkatkan kinerjanya dalam semua lini. Menghasilkan keuntungan yang
maksimal merupakan tujuan utama dari suatu perusahaan jasa maupun industri yang
berorientasi pada profit. Setiap perusahaan harus dapat mengatur keuangannya dengan
baik agar tidak terjadi kerugian-kerugian akibat kesalahan pencataan atau perhitungan.
Dalam penaksiran dan analisis finansial perusahaan menganalisa biaya-biaya yang
timbul dari berbagai macam aspek misal biaya produksi, biaya investasi, dll. Perusahaan
yang mampu menganalisis finansialnya dengan baik maka perusahaan tersebut dapat
bertahan dalam dunia industri karena memiliki kiat-kiat atau strategi khusus dalam
pemenuhan demand dan pengaturan pengeluaran dan pemasukan keuangan perusahaan.

1. 2 Tujuan Praktikum
Tujuan umum dari praktikum Penaksiran dan Analisis Finansial ini adalah :
1. Memberikan ketrampilan dalam melakukan perhitungan biaya produksi pabrik
berdasarkan kapasitas produksi.
2. Memberikan ketrampilan mendasar dalam penghitungan alokasi biaya.
Tujuan khusus:
1. Praktikan mampu mengidentifikasi setiap komponen biaya yang mungkin terjadi
2. Praktikan dapat menentukan elemen biaya, aktivitas, dan tujuan biaya
3. Praktikan dapat menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) untuk
menentukan harga produk
4. Praktikan dapat menentukan biaya produksi yang diserap oleh suatu produk
5. Praktikan dapat memperkirakan biaya investasi awal yang diperlukan untuk
memproduksi suatu produk
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
1
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

1. 2 Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Berisi latar belakang, tujuan dan sistematika penulisan modul 10
penaksiran dan analisa finansial
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Berisi tinjauan pustaka dan dasar teori tentang penaksiran dan analisis
finansial yang mendukung laporan.
BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Berisi data-data yang dipakai dalam penelitian. Pada pengolahan data
terdapat dua tahap pengerjaan tahap 1 dan tahap 2.
BAB IV ANALISA
Berisi paparan analisa dari hasil pengolahan data.
BAB V PENUTUP
Berisi kesimpulan dan saran dari praktikum yang sudah dilakukan

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
2
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KLASIFIKASI BIAYA


Menurut hubungan biaya dengan volume produksi, biaya dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :
a. Biaya tetap (Fixed cost), biaya yang besarnya tetap pada periode tidak
bergantung volume produksi.
b. Biaya berubah (variable cost), biaya yang besarnya berubah-ubah tergantung
pada volume produksi.
c. Biaya setengah berubah, biaya yang terdiri dari sebagian biaya tetap dan
sebagian lagi dari biaya yang tidak tetap.
2.2 LANGKAH-LANGKAH ANALISIS FINANSIAL
1. Membuat perencanaan biaya penjualan (sales plan)
Sales plan dibuat setelah melakukan analisis pasar yang nantinya memberikan
informasi yang diperlukan untuk membuat laporan keuangan. Sales plan berisi
tentang :
a. perkiraan penerimaan dari pemjualan
b. biaya iklan dan pro,osi
c. pengeluaran untuk penjualan dan distribusi
2. Membuat perencanaan baiaya fabrikasi
Dilakukan setelah melakukan analisis teknik. Langkah ini berisi 3 elemen biaya
utama :
a. biaya bahan langsung
yaitu nilai semua bahan yang masuk kedalam proses produksi dan
menjadi bagian integral dari produk.
b. biaya pekerja langsung
yaitu insentif/upah dari semua pekerja yang terlibat langsung dalam
proses produksi. Biaya bahan langsung dan biaya pekerja langsung
disebut biaya primer.
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
3
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

c. biaya pabrik tak langsung (overhead)


yaitu semua biaya yang terjadi di pabrik, tetapi tidak termasuk kategori
biaya bahan langsung dan biaya pekerja langsung, seperti :
- biaya bahan tak langsung
- biaya perawatan bangunan atau mesin
- biaya pekerja tak langsung
- depresiasi
- pajak bangunan, asuransi
3. Membuat rencana umum administrasi
Bagian ini berisi tentang hal-hal yang tidak termasuk dalam sales atau
perencanaan biaya fabrikasi yang berhubungan dengan keadministrasian,
perizinan, kesekretariatan dan kebijakan service lainnya.
4. merencanakan biaya proyek total
merupakan gabungan dari ketiga perencanaan yang telah disebutkan
sebelumnya. Bagian ini menentukan berapa besarnya nilai investasi total yang
diperlukan untuk menjalankan suatu bisnis.
5. menetukan sumber pembiayaan
investasi dapat dianggap sebagai pengorbanan atau pengeluaran pada saat
sekarang untuk suatu hasil di masa yang akan datang dan dilain pihak muncul
resiko karena penanaman modal (investasi) tersebut.
Perkiraan sumber dana untuk pembiayaan usaha secara keseluruhan dapat
menjadi dua kelompok besar yaitu sumber dana modal tetap dan untuk modal
kerja netto (untuk keperluan operasional perusahaan). Sering terjadi, modal kerja
dihitung terlalu kecil dari kebutuhan semestinya atau tidak dihitung sama sekali.
Salah satu sumber pembiayaan investasi berasal dar pinjaman pihak luar.
Metode pengembalian pinjaman dari pihak luar terdiri dari :
a. tiap tahun dibayarkan bunganya saja, sedangkan pokok pinjamannya
dibayarkan sekaligus pada akhir jangka waktu pengembalian
b. tiap tahun dibayarkan bunganya dan angsuran sama rata dari pokok
pinjamannya

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
4
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

c. tiap tahun dibayarkan suatu angsuran sama rata untuk pokok pinjaman
beserta seluruh bunganya di akhir periode peminjaman
d. taiap tahun tidak dibayarkan apa-apa samapi akhir jangka waktu
pengembalian, baru dibayarkan sekaligus pokok pinjaman beserta
seluruh biayanya.
6. Membuat pernyataan rugi laba performa
Perhitungan rugi laba (income statement) adalah laporan keuangan yang
menggambarkan profitabilitas (tingkat laba) perusahaan selama suatu periode
waktu tertentu (biasanya selama satu tahun anggaran atau periode akuntansi).
Perhitungan rugi laba terdiri dari :
- hasil penjaualan, yaitu hasil penjualan produk-produk perusahaan
- harga pokok penjualan (cost of good sold)
- pendapatan kotor (gross profit)
- pengeluaran operasional (biaya administrasi dan pemasaran)
- pendapatan dari operasi sebelum pajak (income from operation before taxes)
- pajak pendapatan (income taxes)
- laba bersih (net income)

Contoh Laporan Laba Rugi

Pendapatan xxx
Biaya produksi xxx
Gross margin xxx
Biaya komersial xxx
Pendapatan xxx
sebelum bunga & pajak
bunga dibayar xxx
pendapatan xxx
sebelum pajak
pajak xxx
pendapatan xxx

Gambar 1 Contoh Laporan Rugi Laba

Perhitungan harga pokok penjualan (cost of good sold)

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
5
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Adalah laporan keuangan yang menggambarkan rekapitulasi biaya-biaya produksi


yang terkandung pada produk-produk yang telah terjual selama suatu periode waktu
tertentu. Perhitungan hrga pokok penjualan terdiri dari lima bagian utama :
- biaya bahan langsung
- biaya pekerja langsung
- biaya pabrik tak langsung (overhead)
- biaya produk setengah jadi
- biaya produk jadi
Untuk mengerti kondisi bisnis perusahaan yang memproduksi multiproduk, dapat
digunakan gross profit analisis. Gross profit analisis adalah laporan keuangan yang
menggambarkan rekapitulasi biaya dan pendapatan yang diharapkan dari set5iap
produk yang diproduksi. Jika produk yang dihasilkan beraneka ragam, disini dapat
diketahui perbandingan gross profit tiap produknya.

Perhitungan pajak pendapatan


Setiap pendapatan dikenai pajak. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut :
- pendapatan 0-25 juta pertahun dikenai pajak 25%
- pendapatan 25-50 juta pertahun dikenai pajak sebesar 15%
- pendapatan lebih dari 50 juta pertahun dikenai pajak sebesar 30%

7. membuat proyeksi aliran kas


Suatu proyek investasi perusahaan akan mengalami aliran kas keluar (Cash
Outflow) dan aliran kas masuk (Cash Inflow). Cash Flow (aliran kas) secara
umum terdiri dari 3 komponen yaitu :
a. Aliran kas awal, yaitu aliran kas yang terjadi di awal proyek, misalnya
pembelian mesin, pembangunan gedung, pembelian lahan, pengankutan, dan
pemasangan mesin, dan sebagainya.
b. Aliran kas operasi, yaitu aliran kas yang terjadi pada masa pengoperasian
mesin. Pada umumnya terdiri atas perubahan penerimaan dan pengeluaran
perusahaan sebagai akibat dari investasi baru.

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
6
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

c. Aliran kas akhir, terjadi pada akhir masa pemanfaatan mesin, misalnya
hasil penjualan aset yang dimiliki perusahaan.
Ekivalensi nilai
Adalah suatu rancangan teknis atau rencana invesatsi yang mengandung
sejumlah transakasi baik penerimaan maupun pengeluaran, selama masa pakai
atau masa operasi. Semua transaksi bisa diekivalensi kebentuk transaksi A (sama
rata tiap tahun selama jangka waktu tertentu) atau kebentuk transaksi P (tunggal
diawal periode waktu analisis). Ekivalensi nilai dari transaksi-transaksi kesalah
satu bentuk transaksi dasar kan memudahkan proses pengambilan keputusan,
karena bentuk transaksi dasar yang diekivalensikan itu bisa dijadikan sebagai
kriteria tunggal dalam pemilihan alternatif-alternatif.
Dalam proses ekivalensi niali ini digunakan suatu MARR (Minimum Attractive
Rate of Return) sebagai suku bunga analisis. Besar MARR dipengaruhi oleh
beberapa hal, antara lain :
1. laju inflasi
2. suku bunga bank
3. peluang atau resiko usaha
Rumus Bunga
Penurunan rumus bunga didasarkan pada asumsi bahwa perubahan nilai uang
yang berlangsung dengan laju tetap sebesar i % per periode.
Hubungan antara nilai masa depan (F) dengan nilai sekarang (P)
Jika tingkat bunga besarnya i %, maka uang sejumlah P yang diterima sekarang
ekivalen dengan P( i + 1 ) setelah satu periode. Jika jumlah uang dimasa depan
F, diperoleh hubungan F = P( 1 + i )n. Faktor pengali ( 1 + i )n disebut faktor nilai
masa depan (future worth factor) dan diberi simbol (F/P;i;n). Nilai faktor ini
untuk beberapa harga telah ditabelkan. Hubungan diatas dapat ditulis F =
P(F/P,i,n). Penjelasan yang sama juga berlaku untuk sebaliknya.
Hubungan antara sejumlah uang dimasa depan, dimana sekarang dengan
seri pembiayaan/penerimaan tetap
Kadang-kadang dijumpai aliran kas yang teratur, yaitu merupakan pembayaran
ataupun penerimaan yang besarnya konstan dan terjadi setiap akhir periode
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
7
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

waktu, dari periode i smapai periode n. Hubungan antara P, F, dengan A dapat


dijelaskan dengan cara yang sama dengan hubungan antara F dan P.
Aliran Gradien
Aliran gradien adalah suatu rangkaian aliran kas yang meningkat ataupun
menurun secara teratur dengan kecepatan konstan. Penjelasan tentang hubungan
antara aliran gradien (G) dengan nilai uang yang lainnya, sama dengan
penjelasan sebelumnya.
8. membuat neraca performa (performa balance sheet)
adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan
pada suatu titik waktu tertentu (biasanya pada akhir tahun anggaran atau akhir
periode akuntansi).
Neraca terdiri dari dua bagain yang utama, yaitu :
a. AKTIVA (ASET)
Bagian ini mencantumkan semua rekapitulasi data tentang hak-hak
perusahaan. Aktiva ini terbagi menjadi tiga bagian :
aktiva lancar (current asset), aset perusahaan yang mengalami
perubahan dalam jangka waktu pendek (kurang dari satu tahun)
aktiva tetap (fixed asset), aset perusahaan yang biasanya tidak
mengalami perubahan dalam jangka waktu yang pendek.
Other Assetlintangible Asset, aset perusahaan selain current dan fixed
asset (berkaitan dengan paten, copyright, reputasi perusahaan).
b. PASIVA
Bagian ini mencantumkan semua rekapitulasi dana tentang kewajiban
perusahaan terhadap pihak-pihak lain, selain dari pemilik perusahaan sendiri.
Passiva terdiri dari :
Hutang (liabilities) terbagi menjadi :
o hutang lancar (current liabilities), yaitu hutang yang berjangka waktu
pendek (kurang dari satu tahun).
o Hutang tetap (long term liabilities), yaitu hutang yang berjangka
waktu lebih dari satu tahun
Modal (equity)
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
8
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Mencantumkan semua rekapitulasi data tentang kewajiban-kewajiban


perusahaan terhadap pemilik perusahaan sendiri seperti modal awal (nilai
nominal dari saham) dan modal tambahan (laba ditahan) dan laba.
Dalam neraca selalu berlaku persamaan :
Aktiva lancar + aktiva tetap = hutang lancar + hutang tetap + aktiva lian + modal
awal + modal tambahan + laba

Contoh neraca
Aktiva Pasiva
Kas xxx Utang dagang xxx
A/R xxx
Persediaan xxx Utang bank xxx
Total aktiva lancar xxx
Tanah xxx Modal akhir xxx
Gedung xxx
Total aktiva tetap xxx
Total aktiva xxx Total passiva xxx
Gambar 2 Contoh Neraca

9. mengevaluasi kelayakan proyek (project feasibility)


Aliran kas mengandung multi dimensi yang harus dibandingkan, yaitu besarnya
aliran dan dimensi waktu, maka sulit dibandingkan secara langsung untuk itu
kita menggunakan indicator. Indicator yang sering digunakan dalam analisis
investasi adalah :
a. analisa periode pengembalian investasi (pay back period)
b. analisa nilai sekarang (net present value atau disingkat dengan NPV)
c. analisa biaya tahunan ekivalen (annual ekivalent)
d. analisa tingkat pengembalian investasi (internal rate of return, IRR)
dari indikator inilah nantinya kita dapat menilai apakah kita sebaiknya
melaksanakan proyek tersebut atau justru tidak sama sekali.

Penjelasan indikator-idikator tersebut adalah sebagai berikut :


1. Metode pay back period

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
9
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan


investasi semula. Dengan demikian kriteria keberhasilan metode ini adalah
jangka waktu yaitu meminimumkan payback periode tersebut. Adapun
perhitungannya sebagai berikut :
a. jika memperhitungkan tingkat suku bunga (i)
n

C 1 i
t
t 0
t 0

b. Jika tidak memperhitungkan tingkat suku bunga (i)


n

C
t 0
t 0

Latar belakang penggunaan metode ini adalah :


bila investasi yang dianalisis sangat tidak pasti hasilnya
setelah jangka waktu tertentu.
Bila dana yang dimiliki perusahaan jumlahnya terbatas,
sehingga pertimbangan ditujukan terutama kepada investasi yang dapat
memberikan hasil secepatnya.
Investasi yang mempunyai payback period yang pendek
memberikan earning pershare yang lebih menarik dalam jangka pendek.
Jika perusahaan menggunakan metode ini, sebenarnya perusahaan
mengorbankan pertumbuhan di masa depan.
Kesederhanaan analisisnya.
Kelemahan indikator ini adalah tidak diperhatikannya apa yang akan tercapai
setelah payback periode tercapai.
2. Metode net present value
Didefinisikan sebagai metode dimana net cash flow di masa depan
didiskontokan menjadi nilai sekarang dengan menggunakan suku bunga
tertentu (biaya modal) dikurangi dengan biaya investasi awal. Persamaannya
adalah :

Net present value = present value of benefit present value of cost

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
10
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Apabila alternative-alternatif yang dianalisis bersifat mutually exclusive,


maka criteria penerimaannya adalah sebagai berikut :
Umur yang diharapkan =n
Tingkat suku bunga yang berlaku = N
Nilai aliran kas pada period ke-t, dari t = 0 sampai t=N=Ct
Panjang waktu pemanfaatan dalam satuan periode yang dipilih = N
n
NPV C t 1 i
t

t 0

Jika NPV positif maka dapat disimpulkan bahwa pada tingkat suku bunga j
yang berlaku maka investasi tersebut menghasilkan keuntungan. Sedangkan
jika NPV negatif maka investasi tersebut bila dijalankan akan menimbulkan
kerugian. Perbandingan dengan menggunakan NPV hanya dapat digunakan
jika masa guna proyek sama panjang.
3. metode biaya ekivalen tahunan (annual equivalent)
karena A = NPV (A/P, 1, n), maka keputusan berdasarkan
annual equivalent selalu konsisten dengan keputusan berdasarkan NPV.
Seperti pada NPV, kita menerima proyek yang mempunyai nilai ekuivalen
positif dan ditolak jika sebaliknya.
4. Metode internal rate of return
Pada metode ini, suku bunga investasi haruslah dicari, kemudian tingkat
suku bunga yang sudah didapatkan dibandingkan dengan tingkat suku bunga
yang telah ditetapkan (MARR).
IRR didefinisikan sebagai tingkat suku bunga yang dihasilkan oleh suatu
investasi yang menjadikan NPV aliran kas bernilai nol. Berikut ini adalah
persamaan untuk rencana IRR :
Present value of benefit present value of cost (NPV) = 0
Jika IRR > MARR berarti investasi tersebut layak secara ekonomis. Untuk
menghitung harga IRR pada umumnya dilakukan dengan cara coba-coba.

10. break event analisis dan profit volume analisis

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
11
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

titik impas (break event) adalah volume output yang membuat pendapatan
operasi persis menutup biaya operasi. Untuk menjelaskan konsep ini kita review
sekilas laporan laba rugi yang formatnya secara umum sebagai berikut :
Laba Operasi = Pendapatan [HPP + Biaya Umum + Biaya Penjualan]
Dikaitkan dengan sifatnya, cost of good sold, biaya umum dan biaya penjualan
terdiri atas biaya-biaya yang bersifat variable (ikut berubah jika volume output
berubah). Pada situasi tertentu dijumpai pula kelompok biaya yang bersifat
semivariabel yaitu mengandung sifat-sifat biaya tetap dan variabel.
Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang terkait dengan periode waktu dan
tidak terkait dengan volume penjualan, misalnya penyusutan aktiva tetap, sewa
gedung, dan seterusnya.
Biaya variabel adalah biaya yang terkait dengan volume penjualan karena
besarnya ditentukan oleh jumlah output yang diproduksi, misalnya biaya bahan
baku dan biaya tenaga kerja langsug.
Biaya semivariabel adalah biaya yang mempunyai unsur tetap dan variabel,
misalnya saja imbalan untuk salesman yang terdiri atas gaji tetap bulanan
ditambah komisi penjualan yang variabel. Biaya semi variabel ini dapat
dialokasikan ke dalam biaya tetap dan biaya variabel.
Dengan mereklasifikasi biaya cost of goods sold serta biaya operasi menjadi
biaya tetap dan variabel, maka :
[cost of the goods sold + biaya umum + biaya penjualan]
=
[biaya tetap operasi + biaya variable operasi]
Sehingga laba operasi pada persamaan (1) dapat dinyatakan juga sebagai :
Laba operasi = pendapatan [biaya tetap operasi + biaya variabel operasi]
Pada umumnya digunakan model linier dimana diasumsikan bahwa biaya
variabel berubah secara linier dengan perubahan output, demikian juga
pendapatan berubah secra linier dengan perubahan output. Berdasarkan asumsi
itu dapat dituliskan persamaan sebagai berikut :
Pendapatan =PxQ
Biaya tetap =F
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
12
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Biaya variabel =vxQ


Keterangan :
P = harga jual per unit
v = biaya variabel per unit output
Q = volume output

Biaya total

Biaya variabel

Biaya tetap

Gambar 3 Grafik Biaya tetap dan variable

Dengan menggunakan model biaya seperti di atas maka laba operasi dapat
dinyatakan dengan persamaan :
Laba operasi = P.Q [F + v.Q]
Titik impas (break event point) adalah tingkat output Q yang menjadikan
pendapatan operasi yang diterima impas dengan biaya operasi atau dengan
perkataan lain titik impas adalah output yang menghasilkan laba operasi sebesar
nol. Jadi:
P.Q [F + v.Q] = 0, atau
F
Qbe
P.v
Selisih antara harga jual dengan biaya variabel perunit [P.v] dikenal dengan
istilah marjin kontribusi. Informasi tentang titik impas dapat digunakan sebagai
slah satu pertimbangan dalam menentukan volume output dan harga jual.
Perusahaan tentu saja berusaha menghindari beroperasi pada tingkatoutput sama
atau lebih rendah dari titik tersebut. Perusahaan berusaha agar outputnya diatas
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
13
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

titik impas dan akan merasa lebih aman jika outputnya semakin jauh di atas titik
impas tersebut.

2.3 DEPRESIASI
Depresiasi adalah pembebanan biaya yang berkaitan dengan penurunan nilai
aktiva karena keausan, penurunan kondisi aktiva atau karena uang. Walaupun
ada kaitannya dengan pengoperasian aktiva tetapi pada umumnya berkaitan
dengan waktu. Depresiasi bukan merupakan aliran kas, karena berupa
pembebanan biaya yang terjadi diatas kertas. Berikut ini adalah beberapa metode
yang digunakan untuk menghitung besarnya depresiasi :
a. metode straight line
pada metode ini, depresiasi tiap tahun dianggap sama. Perhitungannya
adalah sebagai berikut :

di
I L
N
t
Dt d i
i 1

Bt I Dt

Keterangan :
I = harga awal
N = masa pakai
L = harga akhir
di = depresiasi tahun ke-i
Dt = akumulasi depresiasi sampai pada tahun ke-t
Bt = nilai buku pada akhir tahun ke-t

b. metode sum of the years digit


pada metode ini, depresiasi dihitung berdasarkan rasio tahun depresiasi yang
tersisa dengan jumlah angka tahun sepanjang periode depresiasi. Rumus
perhitungannya sebagai berikut :

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
14
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

N 1 t
di 1 L
N N 1 / 2

t N 1 t t 1 / 2
Dt 1 L
N N 1 / 2
Bt I Dt

c. metode declining balance


Disini terdapat persentase tetap (depreciation rate) dimana depresiasi suatu
periode dihitung dengan jalan mengalikan persentase tetap tersebut dengan
nilai buku periode sebelumnya. Depresiasi besar pada permulaan kemudian
menurun. Perhitungannya adalah sebagai berikut :
1/ N
L
f 1
I

d i I 1 f
t 1
f


Dt If 1 1 f 1 f ... 1 f
2 t 1

Bt I 1 f
t

d. metode sinking fund


Biaya depresiasi pada metode ini ditabung tiap periode sama rata, sehingga
mengalami proses pembungaan. Oleh karena itu, besarnya dana depresiasi
berbeda dengan besarnya biaya depresiasi. Pada metode ini diasumsikan
bahwa penurunan nilai aktiva linier terhadap waktu dan besarnya depresiasi
per tahun adalah konstan.
d ' t d ' I L A / F ; i; N

d t d ' F / P; i; t 1

Dt d ' F / A; i; t

Bt I Dt

Dimana dt = dana depresiasi pada tahun ke-t.

BAB III
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
15
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

PENGOLAHAN DATA

TAHAP I
3.1 Penentuan Rencana Produksi
Data demand hasil forecast adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Demand Forecast
Periode Jumlah Produksi
1 25028
2 24472
3 24963
4 24946
5 24941
6 24940
7 24940
8 24940
9 24940
10 24940
11 24940
12 24940

Untuk rencana produksi digunakan data hasil JIP sebagai berikut :


Tabel 3.2 Jadwal Induk Produksi
Periode Tamiya Hitam Tamiya Putih
1 8716 15172
2 8737 15208
3 8731 15197
4 8729 15194
5 8729 15194
6 8729 15194
7 8729 15194
8 8729 15194
9 8729 15194
10 8729 15194
11 8729 15194
12 8729 15194

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
16
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Sementara kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan meliputi kapasitas


produksi Reguler Time dan Over Time sebagai berikut :
Tabel 3.3 Kapasitas Produksi Perusahaan
Kapasitas Kapasitas
Periode
RT (unit) OT (unit)
1 23360 5840
2 22192 5548
3 23360 5840
4 22192 5548
5 24528 6132
6 21024 5256
7 24528 6132
8 24528 6132
9 23360 5840
10 22192 5548
11 24528 6132
12 22192 5548

3.2 Perhitungan Kebutuhan Biaya Bahan Langsung


Tabel 3.4 Kebutuhan Bahan Langsung untuk Tamiya Hitam

Jumlah Komponen harga/satuan TOTAL Biaya


Nama per unit rupiah
Roda assy 4 800 3200
Eyelet 4 100 400
As roda 2 500 1000
Pink gear 2 300 600
Yellow gear 1 300 300
Roller besar 4 200 800
Bantalan roller 4 100 400
Ring kecil 6 100 600
Baut panjang 4 100 400
Roller kecil 2 200 400
Baut pendek 4 100 400
Dynamo 1 1500 1500
Gear dynamo 1 300 300
Plat belakang besar 1 300 300
Rumah dynamo 1 1000 1000
Plat belakang kecil 1 300 300
Blue gear 1 200 200
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
17
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Poros blue gear 1 200 200


Pengunci dynamo 1 300 300
Plat depan 1 300 300
Tutup chasis depan 1 800 800
Tuas on/off 1 500 500
Garden 4WD 1 1000 1000
Penutup baterai 1 600 600
Sayap belakang hitam 1 700 700
Body atas hitam 1 1700 1700
Pengunci body 1 500 500
Chasis 1 2500 2500
Total 21200

Tabel 3.5 Kebutuhan Bahan Langsung untuk Tamiya Putih

Jumlah Komponen harga/satuan TOTAL Biaya


Nama per unit rupiah
Roda assy 4 800 3200
Eyelet 4 100 400
As roda 2 500 1000
Pink gear 2 300 600
Yellow gear 1 300 300
Roller besar 4 200 800
Bantalan roller 4 100 400
Ring kecil 6 100 600
Baut panjang 4 100 400
Roller kecil 2 200 400
Baut pendek 4 100 400
Dynamo 1 1500 1500
Gear dynamo 1 300 300
Plat belakang besar 1 300 300
Rumah dynamo 1 1000 1000
Plat belakang kecil 1 300 300
Blue gear 1 200 200
Poros blue gear 1 200 200
Pengunci dynamo 1 300 300
Plat depan 1 300 300
Tutup chasis depan 1 800 800
Tuas on/off 1 500 500
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
18
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Garden 4WD 1 1000 1000


Penutup baterai 1 600 600
Sayap belakang putih 1 800 800
Body atas putih 1 2000 2000
Pengunci body 1 500 500
Chasis 1 2500 2500
Total 21600

Tabel 3.6 Perhitungan Kebutuhan Biaya Bahan Langsung per tahun


Jumlah Produksi Harga Per Unit Total
Periode Tamiya Tamiya Tamiya Tamiya Tamiya Tamiya
Hitam Putih Hitam Putih Hitam Putih
1 8716 15172 21200 21600 184779200 327715200
2 8737 15208 21200 21600 185224400 328492800
3 8731 15197 21200 21600 185097200 328255200
4 8729 15194 21200 21600 185054800 328190400
5 8729 15194 21200 21600 185054800 328190400
6 8729 15194 21200 21600 185054800 328190400
7 8729 15194 21200 21600 185054800 328190400
8 8729 15194 21200 21600 185054800 328190400
9 8729 15194 21200 21600 185054800 328190400
10 8729 15194 21200 21600 185054800 328190400
11 8729 15194 21200 21600 185054800 328190400
12 8729 15194 21200 21600 185054800 328190400
Total Biaya Bahan Langsung 2220594000 3938176800

3.3 Perhitungan Kebutuhan Biaya Bahan Tak Langsung


Tabel 3. 7 Kebutuhan Bahan Tak Langsung
Keterangan Biaya (Rp) per bulan biaya (Rp) per tahun
Peralatan perakitan 150000 1800000
Perlengkapan perakitan 100000 1200000
Pengepakan 500000 6000000
Total 750000 9000000

3. 4 Perhitungan Kebutuhan Biaya Tenaga Kerja Langsung


Tabel 3. 8 Kebutuhan Operator
SK OPERATOR Transfer LINI TOTAL Satuan Gaji total BKL (Rp)
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
19
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

perakitan Batch (rupiah)


1 1 2 1 4 750.000 3.000.000
2 1 2 1 4 750.000 3.000.000
3 1 2 1 4 750.000 3.000.000
4 1 2 1 4 750.000 3.000.000
5 1 2 1 4 750.000 3.000.000
6 1 2 1 4 750.000 3.000.000
7 1 2 1 4 750.000 3.000.000
8 1 2 0 2 750.000 1.500.000
9 1 2 1 4 750.000 3.000.000
10 1 2 1 4 750.000 3.000.000
11 1 2 1 4 750.000 3.000.000
12 1 2 0 2 750.000 1.500.000
13 1 2 1 4 750.000 3.000.000
14 1 2 1 4 750.000 3.000.000
Inspeksi Raw Material 1 1 750.000 750.000
Inspeksi Finished
1 2 2 750.000 3.000.000
Produk
TOTAL BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG (per bulan) 42.750.000
TOTAL BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG (per tahun) 513.000.000

3.5 Perhitungan Kebutuhan Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung


Tabel 3. 9 Kebutuhan Biaya Kerja Tak Langsung
Satuan Gaji
JABATAN JUMLAH (rupiah) TOTAL
Direktur 1 7.500.000 7.500.000
Manager (divisi) 9 6.500.000 58.500.000
Supervisor divisi 19 2.000.000 38.000.000
Staff Divisi 36 1.500.000 54.000.000
Kemanan 4 750.000 3.000.000
Office Boy 3 750.000 2.250.000
Total biaya kerja tak langsung (per bulan) 161.000.000
Total biaya kerja tak langsung (per tahun) 1.932.000.000

3. 6 Perhitungan Depresiasi
Data Depresiasi
Tabel 3.10 Data Depresiasi
Keterangan Bangunan Alat-alat Kendaraan
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
20
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Harga Awal (I) 1,800,000,000 500,000,000 200,000,000


Harga Akhir (L) 710,000,000 220,000,000 30,000,000
Masa Pakai (N) 20 8 10
a) Bangunan
Metode Straight Line

di =
I L
N
t
Dt = d i
i=1
B t= I D t

Keterangan :
I = harga awal
N = masa pakai
L = harga akhir
di = depresiasi tahun ke-i
Dt = akumulasi depresiasi sampai pada tahun ke-t
Bt = nilai buku pada akhir tahun ke-t
Contoh perhitungan untuk tahun ke-1 :

d1 =
1800000000 710000000 = 54500000
20
1
D1 = d1 = 54500000
i=1

B1 = 1800000000 54500000 = 1745500000


Tabel 3. 11 Depresiasi Bangunan (dalam Rupiah)
Tahun biaya
Ak depresiasi Nilai Buku
Ke Depresiasi
1 54500000 54500000 1,745,500,000
2 54500000 109000000 1,691,000,000
3 54500000 163500000 1,636,500,000
4 54500000 218000000 1,582,000,000
5 54500000 272500000 1,527,500,000
6 54500000 327000000 1,473,000,000
7 54500000 381500000 1,418,500,000
8 54500000 436000000 1,364,000,000
9 54500000 490500000 1,309,500,000
10 54500000 545000000 1,255,000,000
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
21
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

11 54500000 599500000 1,200,500,000


12 54500000 654000000 1,146,000,000
13 54500000 708500000 1,091,500,000
14 54500000 763000000 1,037,000,000
15 54500000 817500000 982,500,000
16 54500000 872000000 928,000,000
17 54500000 926500000 873,500,000
18 54500000 981000000 819,000,000
19 54500000 1035500000 764,500,000
20 54500000 1090000000 710,000,000
b) Alat-alat

Contoh perhitungan untuk tahun ke-1 :

d1 =
500000000 220000000 = 35000000
8
1
D1 = d1 = 35000000
i=1
B1 = 500000000 35000000 = 465000000
Tabel 3. 12 Depresiasi Alat-alat (dalam Rupiah)
Tahun biaya
Ak depresiasi Nilai Buku
Ke Depresiasi
1 35000000 35000000 465000000
2 35000000 70000000 430000000
3 35000000 105000000 395000000
4 35000000 140000000 360000000
5 35000000 175000000 325000000
6 35000000 210000000 290000000
7 35000000 245000000 255000000
8 35000000 280000000 220000000
c) Kendaraan

Contoh perhitungan untuk tahun ke-1 :

d1 =
200000000 30000000 = 17000000
10
1
D1 = d1 = 17000000
i=1

B1 = 200000000 17000000 = 183000000

Tabel 3. 13 Depresiasi Kendaraan (dalam Rupiah)

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
22
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Tahun biaya
Ak depresiasi Nilai Buku
Ke Depresiasi
1 17000000 17000000 183000000
2 17000000 34000000 166000000
3 17000000 51000000 149000000
4 17000000 68000000 132000000
5 17000000 85000000 115000000
6 17000000 102000000 98000000
7 17000000 119000000 81000000
8 17000000 136000000 64000000
9 17000000 153000000 47000000
10 17000000 170000000 30000000

3.7 Perhitungan biaya Sarana dan prasarana


Total Asset = nilai awal bangunan + nilai awal alat-alat + nilai awal kendaraan
= 1.800.000.000 + 500.000.000 + 200.000.000
= 2.500.000.000
Asuransi Asset = 2.5% dari total asset
= 2.5% x 2.500.000.000
= 62.500.000
Tabel 3.14 Biaya sarana dan prasarana
Sarana dan Prasarana Biaya (Rp) per bulan biaya (Rp) per tahun
Listrik dan air serta telp 2000000 24000000
Asuransi asset 5208333.333 62500000
Perawatan Kendaraan 28333.33333 340000
Perawatan Alat 58333.33333 700000
Perawatan Gedung 90833.33333 1090000
Pajak Bumi dan Bangunan 908333.33 10900000
Biaya Pelatihan Pegawai 1000000 12000000
Total 9294166.66 111530000

3.8 Perhitungan Biaya Administrasi dan Biaya Pemasaran


Tabel 3.15 Biaya Administrasi dan Biaya Pemasaran

Keterangan Biaya (Rp) per bulan Biaya (Rp) per tahun


Promosi 1000000 12000000

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
23
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Transportasi dan Distribusi 2000000 24000000


Administrasi 500000 6000000
Total 3500000 42000000

3.9 Perhitungan Biaya Overhead


Tabel 3.16 Biaya Overhead

Keterangan Biaya (Rp) per bulan biaya (Rp) per tahun


Bahan Tak Langsung 750000 9000000
Pekerja Tak Langsung 161000000 1932000000
Depresiasi alat 2916666.667 35000000
Depresiasi kendaraan 1416666.667 17000000
Depresiasi bangunan 4541666.667 54500000
Perawatan Kendaraan 28333.3333 340000
Perawatan Alat 58333.3333 700000
Perawatan Gedung 90833.3333 1090000
Pajak Bangunan 908333.333 10900000
Asuransi asset 5208333.333 62500000
Total 176919166.7 2123030000

Biaya overhead dihitung untuk kedua jenis tamiya, yaitu tamiya hitam dan
tamiya putih. Berikut ini adalah perhitungan untuk masing-masing jenis tamiya:
Overhead Tamiya hitam = 35% x Rp 2123030000 = Rp 743.060.500
Overhead Tamiya putih = 65% x Rp 2123030000 = Rp 1.379.969.500

3.10 Perhitungan HPP


Perhitungan Biaya bahan langsung :
Biaya bahan tamiya hitam per unit = Rp 21,200
Biaya bahan tamiya putih per unit = Rp 21,600
Produksi tamiya hitam per tahun = 104745 unit
Produksi tamiya putih per tahun = 182323 unit
Total biaya bahan langsung tamiya hitam = (Rp 21,200 x 104745 unit)
= Rp 2.220.594.000
Total biaya bahan langsung tamiya hitam = (Rp 21,600 x 182323 unit)

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
24
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

= Rp 3.938.176.800
Perhitungan Biaya Pekerja Langsung
Tamiya hitam = 35 % x Rp 513.000.000 = Rp 179.550.000
Taniya putih = 65 % x Rp 513.000.000 = Rp 333.450.000
Tabel 3.17 HPP Tamiya Hitam

Keterangan Nominal (Rp) Per Tahun


Biaya Bahan Langsung 2220594000
Biaya Pekerja Langsung 179550000
Biaya Pabrik Tak Langsung (Overhead) 743060500
Total 3143204500

Tabel 3.18 HPP Tamiya Putih

Keterangan Nominal (Rp) Per Tahun


Biaya Bahan Langsung 3938176800
Biaya Pekerja Langsung 333450000
Biaya Pabrik Tak Langsung (Overhead) 1379969500
Total 5651596300

HPP tamiya hitam per Unit = Total HPP : Unit = Rp 3.143.204.500 : 104745
= Rp 30.008,15791
HPP tamiya putih per Unit = Total HPP : Unit = Rp 5.651.596.300 : 182323
= Rp 30.997,7145

3.11 Perhitungan Harga Jual Produk ke Konsumen


Tamiya Hitam
Laba Produk = 50% dari HPP tamiya hitam
= 0.5 x Rp 30.008,15791
= Rp 15.004,07896
Harga Jual (per unit) = HPP + Laba Produk
= Rp 30.008,15791 + Rp 15.004,07896
= Rp 45.012,23687 = Rp 46.000
Tamiya Putih

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
25
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Laba Produk = 50% dari HPP tamiya putih


= 0.5 x Rp 30.997,7145
= Rp 15.498,85725
Harga Jual (per unit) = HPP + Laba Produk
= Rp 30.997,7145 + Rp 15.498,85725
= Rp 46.496,57175 = Rp 47.000
TAHAP II
3.12 Perhitungan Biaya Investasi Awal dan Sumber Pembiayaan
3.12.1 Biaya Investasi Awal
a) Investasi Barang dan Instalasi
Tabel 3.19 Investasi barang dan Instalasi
No Deskripsi Biaya (Rp)
1 Pembelian Alat-alat 500000000
2 Pembelian Kendaraan 200000000
3 Instalasi listrik,air,telepon 10000000
4 Pembelian Gedung 1800000000
TOTAL 2560000000
b) Modal Kerja
Modal Tetap
Tabel 3. 20 Modal Tetap
Keterangan Biaya (Rp)/tahun
Listrik dan air serta telp 15000000
Pajak Bumi dan Bangunan 10900000
Promosi 12000000
Perawatan Kendaraan 340000
Perawatan Alat 700000
Perawatan Gedung 1090000
Administrasi 6000000
Depresiasi 106500000
Biaya Transportasi dan Distribusi 24000000
Total modal tetap 176530000

Modal Variabel
Tabel 3. 21 Modal Variabel
No Keterangan Total MV (Rp/tahun)
1 Biaya Bahan Langsung 6158770800

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
26
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

2 Biaya Bahan Tak Langsung 9000000


3 Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung 1932000000
4 Biaya Tenaga Kerja Langsung 513000000
Total MV 8612770800

TOTAL MODAL
Tabel 3. 22 Total Modal
No Keterangan Total Biaya (Rp/Tahun)
1 Investasi Barang dan Instalasi 2560000000
2 Modal Tetap 176530000
3 Modal Variabel 8612770800
Total 11349300800

TOTAL INVESTASI
Tabel 3. 23 Total Investasi
No Keterangan Total Biaya (Rp/Tahun)
1 Modal 11349300800
2 Cadangan 2269860160
Total 14689764960

3.12.2 Sumber Pembiayaan


Salah satu sumber investasi adalah berasal dari pihak luar, sebesar 60 % dari
total investasi, sehingga untuk sumber pembiayaan yang berasal dari pinjaman pihak
luar adalah sebesar Rp 8.171.496.576 . Utang usaha ini dibayarkan setiap tahun
dengan bunga tetap sebesar 14%, dan jatuh tempo 10 tahun. Sedangkan 40% berasal
dari modal sendiri yaitu Rp 5.447.664.384.

3.13 Perhitungan Rencana Pengembalian Hutang dengan Bunga Sederhana


Dengan syarat pinjaman waktu jatuh tempo pinjaman 10 tahun dengan bunga
pinjaman tetap 14 %. Untuk cicilan per tahunnya adalah :
0.14
= jumlah hutang
1 ( 1 0.14 )( 10 )
0.14
= x 8.171.496.576
1 ( 0.86 )( 10 )

= 1566586543
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
27
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Tabel 3. 24 Pengembalian Hutang


Bunga Pengembalian Jumlah
No Cicilan 14% pinjaman pengembalian Sisa kredit
0 0 0 0 0 8171496576
1 1566586543 1144009521 422577022 422577022 7748919554
2 1566586543 1084848738 481737805 904314827 7267181749
3 1566586543 1017405445 549181098 1453495925 6718000651
4 1566586543 940520091 626066451 2079562376 6091934200
5 1566586543 852870788 713715755 2793278131 5378218445
6 1566586543 752950582 813635960 3606914091 4564582485
7 1566586543 639041548 927544995 4534459085 3637037491
8 1566586543 509185249 1057401294 5591860379 2579636197
9 1566586543 361149068 1205437475 6797297854 1374198722
10 1566586543 192387821 1374198722 8171496576 0

3.14 Perhitungan Pendapatan selama 12 Periode


Tabel 3.25 Perhitungan Pendapatan
harga
periode forecast jml hitam jml putih hitam harga putih total
25 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
26 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
27 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
28 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
29 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
30 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
31 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
32 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
33 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
34 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
35 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
36 24940 8729 16211 46000 47000 1163451000
total 13961412000

3.15 Perhitungan Biaya Fabrikasi Selama 12 Periode


Biaya Fabrikasi selama 12 periode
Tabel 3.26 Biaya Fabrikasi

Biaya Fabrikasi Pertahun


Biaya Bahan Langsung 6158770800
Biaya Tenaga Kerja Langsung 513000000
Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
28
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Biaya Overhead 2123030000


Total 8794800800

Teknik Industri
Universitas diponegoro 2009
29
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

30
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler
PENDAPATAN
TAHUN 0 1 2 3 4 5
HASIL
PRODUKSI 13063572000 13063572000 13063572000 13063572000 13063572000
SALVAGE
VALUE
GROSS BENEFIT 13063572000 13063572000 13063572000 13063572000 13063572000

INVESTASI
AWAL 5447664384

OPERATING
COST
MODAL TETAP 176530000 176530000 176530000 176530000 176530000
MODAL VARIABEL 8612770800 8612770800 430638540 430638540 21531927
KREDIT BANK
BUNGA BANK 1144009521 1084848738 1017405445 940520091 852870788
POKOK PINJAMAN 422577022 481737805 549181098 626066451 713715755
TOTAL COST 10355887343 10355887343 2173755083 2173755083 1764648470

BENEFIT -5447664384 2707684657 2707684657 10889816917 10889816917 11298923530


PAJAK 17% 460306392 460306392 1851268876 1851268876 1920817000
NET BENEFIT -5447664384 2247378266 2247378266 9038548041 9038548041 9378106530

TAHUN 6 7 8 9 10 11 12
HASIL 13063572000 13063572000 13063572000 13063572000 13063572000 13063572000 13063572000

31
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler
PRODUKSI
SALVAGE
220000000 30000000
VALUE
GROSS
13063572000 13063572000 13283572000 13063572000 13093572000 13063572000 13063572000
BENEFIT

INVESTASI
AWAL

OPERATING
COST
MODAL TETAP 176530000 176530000 176530000 176530000 176530000 176530000 176530000
MODAL
21531927 21531927 21531927 21531927 21531927 21531927 21531927
VARIABEL
KREDIT
BANK
BUNGA BANK 752950582 639041548 509185249 361149068 192387821
POKOK
813635960 927544995 1057401294 1205437475 1374198722
PINJAMAN
TOTAL COST 1764648470 1764648470 1764648470 1764648470 1764648470 198061927 198061927

BENEFIT 11298923530 11298923530 11518923530 11298923530 11328923530 12865510073 12865510073


PAJAK 17% 1920817000 1920817000 1958217000 1920817000 1925917000 2187136712 2187136712
NET BENEFIT 9378106530 9378106530 9560706530 9378106530 9403006530 10678373361 10678373361

32
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Tabel
3.17 3. 29 Perhitungan
Perhitungan MetodeKelayakan
Analisa Net Present Value
Pabrik
TAHUN 0
3.17.1 Metode Payback1 Period 2 3 4 5
NET Tabel 3. 18 Perhitungan Metode Payback Period
BENEFIT -5447664384 2247378266 2247378266 9038548041 9038548041 9378106530
DF 18% 1 0.847 0.718 0.609 0.516 0.437
PV -5447664384 1904557852 1904557852 6491344471 5501139382 4837123018

6 7 8 9 10 11 12
9378106530 9378106530 9560706530 9378106530 9403006530 10678373361 10678373361
0.370 0.314 0.266 0.225 0.191 0.162 0.137
4099256795 3473946437 3001345115 2494934241 2119964908 2040257714 1729031961

NPV
28400030666
TOTAL

Karena NPV Total positif maka investasi diterima.

3.17.3 Metode Annual Equivalent


Annual Equivalent = NPV (A/P, 18%, 12)
= 5786902318 (0.2086)
= 5924246397
Karena Annual Equivalent bernilai positif, maka investasi dinyatakan Diterima

3.17.4 Metode Internal Rate of Return


Tabel 3.30 Perhitungan Internal Rate of Return
TAHUN NET BENEFIT DF 18% PV DF 21% P KREDIT
0 -5447664384 1.00 -5447664384 1 -5447664384
1 2247378266 0.847 1904557852 0.826 1574014754
2 2247378266 0.718 1614032078 0.683 1102405627
3 9038548041 0.609 5501139382 0.564 3105249767
4 9038548041 0.516 4661982527 0.467 2174849255
5 9378106530 0.437 4099256795 0.386 1580440949
6 9378106530 0.370 3473946437 0.319 1106906394
7 9378106530 0.314 2944022404 0.263 775253112
8 9560706530 0.266 2543512809 0.218 553542495
9 9378106530 0.225 2114351051 0.180 380284622
10 9403006530 0.191 1796580430 0.149 267050233

33
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

11 10678373361 0.162 1729031961 0.123 212404615


12 10678373361 0.137 1465281323 0.102 148763563
28400030666 7533501000

dengan rumus :
= [NPV I / (NPV I NPV II)] (21% - 18%) + 0.18
= [28400030666 / (28400030666 7533501000)](0.21 - 0.18) + 0.18
= 0.220830983 = 22.08%
karena nilainya bernilai positif maka investasi Diterima.
diketahui MARR 7,5 % dan IRR 22.08%, sehingga IRR > MARR dan investasi
diterima.

BAB IV

34
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

ANALISA

TAHAP I
4. 1 Analisa Perkiraan Kebutuhan Bahan Langsung Dan Tak Langsung
Kebutuhan bahan langsung merupakan kebutuhan akan komponen-komponen
penyusun tamiya. Jumlah komponen penyusun mobil tamiya adalah 28 komponen.
Biaya kebutuhan langsung untuk tamiya hitam adalah Rp 21.200/unit. Sedangkan untuk
tamiya putih adalah Rp 21.600/unit.
Rencana produksi tiap periodenya didapat dari JIP (Jadwal Induk Produksi) yang
telah didapatkan di modul 5 Perencanaan Produksi. Berdasarkan perhitungan tersebut
didapatkan rencana produksi tiap tahunnya untuk tamiya hitam sebanyak 104745 unit
dan untuk tamiya putih sebanyak 182323. Sehingga biaya bahan langsung untuk tamiya
hitam adalah Rp 2.220.594.000/tahun dan biaya langsung untuk tamiya putih adalah Rp
3.938.176.800/tahun.
Dalam modul ini, kebutuhan tak langsungnya per tahun berupa peralatan
perakitan sebesar Rp 1.800.000, perlengkapan perakitan sebesar Rp 1.200.000, dan
untuk pengepakan sebesar Rp 6.000.000 sehingga biaya bahan tak langsungnya adalah
Rp9.000.000/tahun.

4. 2 Analisa Penentuan Kebutuhan Operator


Operator merupakan karyawan perusahaan yang bekerja langsung di lantai
produksi. Penentuan kebutuhan operator di perusahaan ini berdasarkan pada jumlah
stasiun kerja yang ada dan juga berdasarkan jumlah lini yang diterapkan dalam proses
produksi. Pada kasus ini, juga terdapat operator yang bertugas untuk transfer batch di
tiap stasiunnya. Kebutuhan operator perakitan sebanyak 14 orang dan kebutuhan
operator untuk kegiatan transfer batch sebanyak 12 orang tiap lininya. Oleh karena itu,
jumlah operator untuk 2 lini dibutuhkan 52 orang. Di samping itu juga terdapat operator
yang bertugas sebagai inspeksi raw material yang berjumlah 1 orang dan inspeksi
finished produk yang berjumlah 2 orang untuk 2 lini sehingga total operator yang
dibutuhkan dalam proses produksi tersebut adalah 55 orang.

35
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Gaji dari masing-masing operator adalah sebesar Rp 750.000/bulan, sehingga


total biaya perusahaan untuk gaji operator sebesar Rp 42.750.000/bulan atau
Rp513.000.000/tahun.

4. 3 Analisa Perhitungan Perkiraan Tenaga Kerja


Tenaga kerja merupakan karyawan perusahaan yang bekerja di kantor. Untuk
tenaga kerja ini, gaji per bulannya disesuaikan dengan jabatan mereka di perusahaan.
Untuk direktur utama mendapatkan gaji sebesar Rp 7.500.000/bulan, sedangkan tenaga
kerja setingkat manager mendapatkan gaji sebesar Rp 6.500.000/bulan. Untuk tenaga
kerja setingkat Supervisor divisi memperoleh gaji sebesar Rp 2.000.000/bulan, Staff
masing-masing Rp 1.500.000/bulan, dan untuk Office Boy dan bagian keamanan
mendapatkan gaji Rp 750.000/bulan. Jumlah total tenaga kerja di perusahaan ini
diperkirakan sebanyak 72 orang, sehingga total biaya perusahaan untuk menggaji tenaga
kerja adalah sebesar Rp 161.000.000/bulan atau Rp 1.932.000.000/tahun.

4. 4 Analisa Perhitungan Depresiasi


Berdasarkan data depresiasi, pada perusahaan ini yang mengalami depresiasi ada
3 yaitu bangunan, alat-alat dan kendaraan. Dalam menghitung depresiasi menggunakan
metode straight line dimana dalam metode ini depresiasi tiap tahun dianggap sama.
Untuk depresiasi bangunan, berdasarkan perhitungan dengan metode Straight Line
didapat nilai depresiasi tiap tahunnya adalah Rp 54.500.000. Dengan memiliki nilai
depresiasi Rp 54.500.000/tahun, bangunan yang dimiliki perusahaan masih memiliki
nilai hingga lebih dari 20 tahun, karena pada tahun ke-20, nilai bangunan masih
Rp710.000.000. Untuk alat-alat diperoleh nilai depresiasi tiap tahunnya adalah
Rp35.000.000. Dengan memiliki nilai depresiasi Rp 35.000.000/tahun, alat-alat yang
dimiliki perusahaan masih memiliki nilai hingga lebih dari 8 tahun, karena pada tahun
ke-8, nilai alat-alat dan kendaraan masih Rp 220.000.000. Sedangkan untuk kendaraan,
nilai depresiasi tiap tahunnya adalah Rp 17.000.000. Dengan memiliki nilai depresiasi
Rp17.000.000/tahun, bangunan yang dimiliki perusahaan masih memiliki nilai hingga
lebih dari 10 tahun, karena pada tahun ke-10, nilai alat-alat dan kendaraan masih
Rp30.000.000. Dengan adanya depresiasi di nilai bangunan, nilai alat-alat dan nilai

36
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

kendaraan, maka ketika nilai tersebut mendekati nol atau bahkan hingga mencapai nol,
perusahaan harus membeli lagi atau mengganti dengan yang baru.

4. 5 Analisa Perhitungan Biaya Sarana Dan Prasarana


Biaya sarana dan prasarana merupakan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan
tiap periodenya yang berkaitan dengan sarana-sarana yang dibutuhkan perusahaan, dan
prasarana yang mendukung perusahaan selama proses produksi. Biaya sarana prasarana
dari bangunan ini, terdiri dari biaya listrik, air dan telepon , asuransi asset, perawatan
gedung, perawatan kendaraan, perawatan alat, biaya pelatihan pegawai dan pajak bumi
dan bangunan. Total biaya sarana dan prasarana perusahaan ini adalah Rp
111.530.000/tahun.

4. 6 Analisa Perhitungan Biaya Aministrasi dan Biaya Pemasaran


Biaya administrasi dan biaya pemasaran pada perusahaan ini terdiri dari biaya
promosi, biaya transportasi dan distribusi, dan biaya administrasi. Total biaya tersebut
adalah Rp 42.000.000/tahun. Kegunaan dari biaya ini adalah untuk menunjang kegiatan
produksi dari perusahaan agar produk bisa sampai ke tangan konsumen dengan lancar,
konsumen dapat mendapatkan informasi mengenai produk dengan cepat dan hasil
penjualan dari produk tersebut sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Pada intinya
biaya ini sangat dibutuhkan untuk keberhasilan suatu perusahaan dalam hal administrasi
dan pemasaran produk.

4. 7 Analisa Perhitungan Biaya Overhead


Biaya overhead adalah semua biaya yang terjadi di pabrik, tetapi tidak termasuk
kategori biaya bahan langsung dan biaya pekerja langsung. Biaya overhead dari
perusahaan ini terdiri dari biaya bahan tak langsung, biaya pekerja tak langsung, biaya
perawatan alat-alat, kendaraan dan gedung, biaya depresiasi alat, gedung dan kendaraan,
dan biaya pajak bangunan, asuransi asset. Total biaya overheadnya adalah
Rp2.123.030.000/tahun. Untuk biaya overhead tamiya hitam adalah Rp 743.060.500
dan untuk tamiya putih adalah Rp 1.379.969.500.

37
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

4. 8 Analisa Perhitungan HPP


Harga pokok penjualan adalah harga dari produk sebelum ditambah dengan laba
produk, jadi HPP merupakan harga netto (bersih) dari produk tersebut.
Perhitungan HPP diperoleh dari penjumlahan biaya bahan langsung, biaya
pekerja langsung, dan biaya pabrik tak langsung (overhead). Total HPP per tahun untuk
tamiya hitam adalah Rp 2.220.594.000 dan untuk tamiya putih adalah Rp
3.938.176.800. Oleh karena rata-rata demand per tahun untuk tamiya hitam adalah
104.745 unit dan untuk tamiya putih adalah 182.323 unit, maka HPP per unit untuk
tamiya hitam adalah Rp 30.008,15791 dan HPP per unit untuk tamiya putih adalah Rp
30.997,7145.

4. 9 Analisa Perhitungan Harga Jual Produk Ke Pasaran


Untuk harga jual produk ke pasaran diperoleh dari penjumlahan antara HPP per
unit dengan laba tiap unitnya. Perusahaan menetapkan laba per unitnya adalah 50% dari
HPP, sehingga harga jual per unit untuk tamiya hitam adalah Rp 45.012,23687 = Rp
46.000 dan untuk tamiya putih adalah Rp 46.496,57175 = Rp 47.000. Dengan
mengetahui harga jual per unitnya, perusahaan dapat mengetahui sumber pembiayaan
perusahaan dari hasil penjualan produknya.

TAHAP II
4.10 Analisa Perhitungan Jumlah Tenaga Kerja Aktual
4.10. 0 Analisa Penentuan Kebutuhan Pekerja Langsung
Di dalam perhitungan kebutuhan biaya tenaga kerja langsung tiap stasiun kerja
memiliki satu operator dan terdapat 2 lini, namun untuk stasiun kerja 8 dan 12 tidak
terjadi transfer batch. Gaji yang ditetapkan untuk tiap operator sebesar Rp.750.000,00.
dari tabel 3.8 didapat total biaya tenaga kerja langsung per bulan sebesar
Rp.42.750.000,00 dan per tahunnya sebesar Rp. 513.000.000,00

4.10. 0 Analisa Perkiraan Perhitungan Tenaga Kerja Tak Langsung


Perhitungan jumlah tenaga tidak langsung didapat dari jumlah tenaga kerja tiap
jabatan dengan gaji tiap jabatan. Jabatan yang ada adalah direktur, manager, supervisor

38
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

divisi, staff divisi, keamanan, dan office boy. Dari tabel 3.9 didapat total biaya kerja tak
langsung untuk per bulan sebesar Rp. 161.000.000 dan per tahun adalah Rp.
1.932.000.000,00

4.11 Analisa Perhitungan Biaya Investasi Awal dan Sumber Pembiayaan


4.11. 0 Analisa Biaya Investasi Awal
a. Analisa Investasi Barang dan Instalasi
Investasi barang dan instalasi pada perusahaan ini meliputi pembelian
alat-alat, kendaraan, gedung dan instalasi listrik, air dan telepon. Investasi
barang dan instalasi tersebut diperlukan pada saat pendirian sebuah organisasi,
modal yang berhubungan dengan pengadaan asset perusahaan, cenderung
sebagai first cost atau modal awal Dari tabel 3.19 didapatkan biaya untuk
investasi barang dan instalasi adalah Rp 2.560.000.000
b. Analisa Perhitungan Modal Tetap
Modal tetap terdiri dari biaya bahan tak langsung, pekerja tak langsung,
listrik, air dan telepon, pajak bumi dan bangunan, promosi, perawatan
kendaraan, alat dan gedung, administrasi dan depresiasi. Modal tetap
merupakan besarnya modal yang dikeluarkan perusahaan yang nilainya tidak
berubah dengan berubahnya volume penjualan Dari tabel 3.20 ditunjukkan
nominal biaya dari beberapa komponen, jumlah modal tetap yang diperlukan
yaitu sebesar Rp 176.530.000.
c.Analisa Perhitungan Modal Variabel
Modal variabel merupakan modal yang terkait dengan volume penjualan
karena besarnya ditentukan oleh jumlah output yang diproduksi. Pada tabel
3.21 menunjukkan bahwa modal variabel terdiri dari biaya bahan langsung,
biaya tenaga kerja langsung, biaya pengepakan dan biaya transportasi &
distribusi, biaya-biaya tersebut dipengaruhi oleh volume produksi perusahaan.
Total modal variabel yang didapatkan yaitu sebesar Rp. 8.612.770.800
Dengan demikian, total modal yang diperlukan oleh PT. TenAr
didapatkan dengan menjumlahkan investasi barang dan instalasi, modal tetap
dan modal varabel. Didapatkan hasil modal total yaitu sebesar Rp

39
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

11.349.300.800. Dan total investasi yang diperlukan yaitu didapat dari total
modal dan cadangan modal yang diperoleh dari 20% dari modalnya. Total
investasi yang didapat yaitu sejumlah Rp14.689.764.960.
4.11. 0 Sumber Pembiayaan
Salah satu sumber pembiayaan dari pihak luar yaitu berupa hutang usaha
sebesar 60% modal. Hutang usaha yang didapatkan yaitu sejumlah Rp
8.171.496.576. Utang usaha ini dibayarkan setiap tahun dengan bunga tetap sebesar
14%, dan jatuh tempo 10 tahun. sedangkan 40% dari total investasi merupakan
modal sendiri yaitu Rp 5.447.664.384.

4.12 Analisa Perhitungan Rencana Pengembalian Hutang


Hutang yang dimiliki PT. TenAr merupakan jenis hutang tetap (Long term
Liabilities), yaitu hutang yang berjangka waktu lebih dari satu tahun, dengan jangka
waktu pengembalian atau waktu jatuh tempo pinjaman adalah 10 tahun dan bunga
pinjaman sebesar 14%. Setelah dilakukan perhitungan maka ditetapkan bahwa untuk
melunasi hutang prusahaan tersebut harus melakukan penyicilan hutang tiap tahun yaitu
sebesar Rp. 1.566.586.543.

4.13 Analisa Perhitungan Pendapatan Selama 12 Periode


Pendapatan PT. TenAr selama 12 periode didapatkan dari hasil perkalian antara
demand yang didapatkan hasil forecasting dengan harga jual per unit yang telah
ditetapkan oleh perusahaan. Dikarenakan harga tiap tamiya putih dan hitam berbeda,
maka demand dibagi sesuai dengan presentase produksi antara tamiya hitam dan putih
yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu untuk tamiya hitam sebesar 35% dari
demand dan tamiya putih sebesar 65% dari demand. Pada tabel perhitungan pendapatan
didapatkan total hasil pendapatan sebesar Rp. 13.961.412.000 Pendapatan tersebut
sudah termasuk perhitungan laba yang diinginkan oleh perusahaan.

4.14 Analisa Biaya Fabrikasi Selama 12 Periode

40
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Biaya rekapitulasi fabrikasi didapatkan dari penjumlahan antara biaya Bahan


Langsung, biaya Tenaga Kerja Langsung dan biaya overhead. Pada tabel 3.26 biaya
fabrikasi menunjukkan total biaya fabrikasi PT. TenAr yaitu sebesar Rp.8.794.800.800

4.15 Analisa Perhitungan Proyeksi Laba Rugi Selama 12 Periode


Pada tabel 3.27 menunjukkan net benefit PT. TenAr. Nilai Net benefit
didapatkan dari pengurangan benefit perusahaan dengan besar pajaknya yang sebesar
17%. benefit sendiri didapat dari pengurangan Gross benefit oleh Total cost. gross
benefit diperoleh dari total hasil produksi dikurangi oleh salvage value. dan total cost
diperoleh dari penjumlahan antara modal tetap, modal variabel, pokok pinjaman, dan
bunga bank. dari perhitungan ini dibperoleh net benefit yang berbeda-beda tiap
tahunnya, dan total net benefit selama 12 periode dari PT. TenAr senilai Rp.
12.692.433.153,00

4.16 Analisa Perhitungan Kelayakan Pabrik


4.16. 0 Analisa Metode PayBack Periode
Pada tabel 3.28 ditunjukkan bahwa dengan nilai investasi awal sebesar Rp.
13.619.160.960 laba bersih yang didapatkan awal tahun yaitu sebesar Rp.
2.247.378.266,00 dan laba berubah pada tahun ke-3 dan ke-5, dengan akumulasi laba
tiap tahunnya didapatkan bahwa untuk akumulasi laba antara periode tahun ke 3 dan 4.
Setelah dilakukan interpolasi, maka dapat ditentukan waktu pengembalian investasi
semula yaitu pada 3 tahun 4.99 bulan setelah proyek berlangsung.
4.16. 0 Analisa Metode Net Present Value
Pada metode net present value, net cash flow di masa depan didiskontokan
menjadi nilai sekarang dengan menggunakan suku bunga sebesar 18% dikurangi dengan
biaya investasi awal sebesar Rp. 13.619.160.960 Dari tabel 3.29 didapatkan nilai NPV
(Net Present Value) sebesar Rp 28.400.030.666, nilai tersebut bernilai positif sehingga
dapat disimpulkan bahwa proyek dapat menghasilkan keuntungan, dengan kata lain
proyek ini dapat dijalankan

4.16. 0 Analisa Metode Annual Equivalent

41
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Setelah melakukan perhitungan Annual equivalent dengan perkiraan umur


perusahaan 12 tahun, suku bunga 18% dan nilai NPV sebesar Rp 28.400.030.666,
didapatkan hasil A yaitu Rp 5.924.246.397. Nilai A yang positif disimpulkan bahwa
proyek diterima. Keputusan Annual Equivalent selalu konsisten dengan keputusan yang
berdasarkan NPV, penerimaan proyek berdasarkan nilai ekivalen yang positif sedangkan
ditolak apabila negative.
4.16. 0 Analisa Metode Internal Rate of Return
Pada metode Internal Rate of Return, nilai suku bunga yang telah ditetapkan
(MARR) yaitu sebesar 7.5%. IRR atau suku bunga investasi ditentukan dengan
mencoba-coba, menggunakan interpolasi antara suku bungan 18% dengan 21%. Dan
didapatkan nilai IRR sebesar 22.08%. Nilai IRR lebih besar dari nilai MARR, yaitu
22.08% > 7.5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa investasi tersebut layak
secara ekonomis.

BAB V

42
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

PENUTUP

5. 6 Kesimpulan
1. Harga jual produk tamiya mini 4WD PT. TenAr untuk tamiya hitam yaitu
sebesar Rp 46.000 dan untuk tamiya putih yaitu sebesar Rp 47.000
2. Proyek yang akan dijalankan oleh PT. TenAr dinyatakan diterima setelah
dihitung kelayakan proyeknya dengan menggunakan metode Pay Back Period,
Net Present Value, Annual equivalent dan Internal Rate of Return.
3. Dengan menggunakan metode Pay back period didapatkan waktu yang
diperlukan untuk kembalinya modal investasi awal yaitu dalam kurun waktu 3
tahun 4.99 bulan.

5. 6 Saran
1. Praktikan paham betul mengenai keadaan financial perusahaan agar tidak
terjadi kekeliruan dalam menentukan biaya tetap, variabel, modal kerja dll.
2. Praktikan lebih banyak membaca referensi agar dalam penyusunan laporan
dapat mengetahui informasi yang benar.
3. Dalam perhitungan cashflow membutuhkan ketelitian agar tidak membuat
kesalahan perhitungan.

43
Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri
Modul 10 Analisis Finansial
Kelompok 10 Reguler

Teknik Industri 44
Universitas diponegoro 2008