Anda di halaman 1dari 13

PEMERINTAH KABUPATEN BANTAENG

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS DAMPANG
Jln.Poros Bantaeng Banyorang telp.- Em@il : dampangpkm@gmail.com

KEPUTUSAN

KEPALA PUSKESMAS

NO 018/TU//PKM-DPG/SK/I/2017

TENTANG
PERATURAN INTERNA PUSKESMAS
DI PUSKESMAS DAMPANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA PUSKESMAS DAMPANG

Menimbang :

a. Bahwa agar penyelenggaraan Puskesmas dapat efektif,efisien,dan berkualitas


serta dapat dipertanggung jawabkan secara hukum,perlu adanya peraturan
internal Puskesmas.

b. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu


menetapkan dengan keputusan kepala Puskesmas Tentang peraturan internal
Puskesmas

c. Bahwa seluruh pejabat struksstural, fungsional dan seluruh karyawan harus


melaksanakan serta mentaati peraturan internal Puskesmas.

Mengingat :

a. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah-Daerah


kabupaten dalam linkungan privinsi Bali.
b. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran;
c. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
d. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tenteng Kesehatan;
e. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang tanaga Kesehatan;
f. Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Penyusunan
dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal;
g. Peraturan pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan Dan
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
h. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pembagian Pemeritah
Daerah Kabupaten /Kota;
i. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan
Nasional;
j. Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 971 Tahun 2009 tentang Standar
Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan;
k. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan
Nasional;
l. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 741 / Menkes /
SK/II / 2004 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Di
Kabupaten Kota
m. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 455 / Menkes /
SK/IX / 2013 tentang Asosiasi Fasilitas Kesehatan
n. Keputusan Menteri ; Republik Indonesia Nomor ; 755 / Menkes / PER/IV / 2011
tentang penyelenggaraan komite Medik;
o. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 772 / Menkes / SK /VI 2002 tentang
Pedoman Peraturan Internal Rumah Sakit(Hospital By Laws)
p. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonsia Nomor 631/
MENKES/SK/IV/2005 Tanggal 25 April 2005 tentang Pedoman Peraturan
Internal Staf Medis ( Medical Staff By Laws ) di Puskesmas.
q. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
128/MENKES/SK/II/2004 Tanggal 10 Februari 2004 tentang Kebijaan Dasar
Pusat Kesehatan Masyarakat.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKEMAS


TENTANG
PERATURAN INTERNAL PUSKESMAS DAMPANG

BAB 1

KETENTUAN UMUM

Pasal 1.

Yang dimaksud dalam peraturan ini adalah :


a. Daerah adalah Kabupaten Bantaeng
b. Pemerintah Daerah adalah penyelenggara urusan pemerintah oleh pemerintah daerah dan
DPRD menurut azas otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan
Republik Indonesia sebagaimana di maksud dalam Undang-Undang Dasar 1949
c. Dinas adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng
d. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng
e. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disingkat Puskesmas adalah Unit Pelaksan
Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten beserta jejaringnya (Puskesmas Pembantu, Puskesmas
Keliling,Pustu,Poskesdes).
f. Izin Operasional Puskesmas adaah Izin yang di berikan kepada Puskesmas termasuk
jejaringnya untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan.
g. Izin Operasional Puaskesmas diberikan apabila Puskesmas talah memenuhi persyaratan
meliputi : Administrai dan manajemen Puskesmas, Standar Pelayanan Puskesmas, Sarana
Dan Prasarana Puskesmas serta Sumber daya Manusia.
h. Komite Medik Puskesmas adalah perangkat Puskesmas yang menjamin tata kelola klinis (
clinical governance ) yang baik di Puskesmas dengan menjaga kualitas dan profesionalitas
staf medis, melalui mekanisme kredensial, peningkatan mutu profesi medis, dan penegakan
etika dan disiplin profesi medis.
i. Peraturan Internal Dampang adalah produk hukum yang merupakan anggaran rumah tangga
Puskesmas yang ditetapkan oleh Puskesmas atau yang mewakili, yang mengatur tentang
hubungan antara pemilik, Kepala Puskesmas, Staf Medis, Staf Keperawatan, dan non medis.
j. Kewenangan Klinis ( Clinical Privilege ) adalah hak khusus seorang staf medis untuk
melakukan sekelmpok pelayanan medis tertentu di daam lngkungan Puskesmas untuk suatu
periode tertentu yang dilaksanakan berdasarkan penugasan klinis ( Clinical Appointment ).
k. Jabatan Struktural adalah jabatan yang secara nyata dan tegas diatur dalam lini organisasi.
l. Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab dan
wewenang dari seorang pegawai dalam kesatuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya
di dasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu serta memiliki ijin praktek di
Puskesmas.
m. Profesi kesehatan adalah mereka yang dalam tugasnya telah mendapatkan pendidikan
kesehatan dan melaksanakan fungsi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

BAB II

PERATURAN INTERNAL PUSKESMAS DAMPANG

Pasal 2

Nama, Tujuan, Visi, Misi, Filsofi dan Nilai-Nilai Dasar


1. Nama Puskesmas ini adalah Puskesmas Puskesmas Dampang
2. Peraturan Internal Puskesmas adalah aturan dasar yang mengatur tata cara hubungan dan
penyelenggaraan Puskesmas antara Pemilik, Kepala Puskesmas, dan karyawan Puskesmas
yang di tetapkan dengan Keputusan Kepala Puskesmas.
3. Visi Puskesmas Puskesmas Dampang adalah Menjadikan Puskesmas Dampang sebagai
Pilihan Utama dalam Pelayanan Kesehatan untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat.
4. Misi Puskesmas adalah :
a. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, ramah dan professional.
b. Menggerakkan dan memberdayakan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
c. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan terjangkau.
d. Meningkatkan kemampuan dan profesionalisme petugas puskesmas.
e. Mendorong terciptanya pemeliharaan kesehatan individu keluarga.
5. Tujuan
a. Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
b. Tujuan Khusus
Meningkatkan kualitas SDM melalui pelaksanaan pembelajaran (pendidikan dan
pelatihan agar professional, produktif dan berkomitmen).
Melaksanakan pelayanan prima.
Meningkatkan kemampuan keuangan (financial returns) dan mengelolapuskesmas
secara mandiri.
Meningkatkan kepuasan pelanggan .
6. Motto ( Tata Nilai )
Mewujudkan VSI dan MISI tersebut, UPT Puskesmas II Negara memilik motto
Kepuasan anda adalah kebahagiaan kami . Janji layanan Puskesmas Dampang
adalah : Bekeja Budaya Kerja Pelayanan kepada masyarakat dengan
BERPIKIR CERDAS
a. Bersih Lingkungan
b. Elok Pandanganku
c. Rapi Ruanganku
d. Pelayan Profesional Orientasiku
e. Iman Dasarku
f. Komprehensif Sifatku
g. Ikhlas Tindakanku
h. Respnsif Tindakanku
i. Cepat Pelayananku
j. Efisien Biayaku
k. Ramah Sikapku
l. Disilin Kerjaku
m. Akurat Diagnosaku
n. Sehat Tujuanku

BAB II
PEMILIK

Pasal 3

Pemilik Dampang adalah pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Pasal 4
Pemerintah Kabupaten Bantaeng, berdasarkan kewenangan yang dimilikinya, bertanggung jawab
terhadap kelangsungan hidup serta kemajuan dan perkembangan Puskesmas sesuai yang di
harapkan dan diinginkan masyarakat.

Pasal 5

Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng berwenang :


1. Menentukan kebijakan secara umum Puskesmas.
2. Mengangkat dan memberhentikan Kepala Puskesmas.
3. Mengawasi dan mengevaluasi kinerja Puskesmas

Pasal 6

1. Pemerintah Kabupaten Bantaeng bertanggung jawab kepada rakyat melalui Dewan


Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantaeng atas kelangsungan hidup, kelancaran dan
perkembangan Puskesmas.
2. Pemerintah Kabupaten Bantaeng ikut bertanggung gugat atas terjadinya kerugian akibat
kelalaian atas kesalahan dalam pengelolaan Puskesmas.
3. Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng berkewajiban untuk melalukan pembinaan dalam
peningkatan mutu pelayanan Puskesmas.
4. Puskesmas dalam melaksanakan tugas di wilayah kerjanya berhak mendapatkan Puskesmas
Pembantu, Puskesmas Keliling, Posyandu dan Poskesdes.

BAB III
PENYELENGGARAAN PUSKESMAS

Pasal 7

1. Persyaratan administrasi dan manajemen Puskesmas terdiri dari Struktur Organisasi dan Tata
Kelola.
2. Struktur Organisasi Puskesmas minimal terdiri dari
a. Kepala Puskesmas
b. Unit Tata Usaha yang bertanggung jawab membantu Kepala Puskesmas dalam
pengelolan
c. Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas
d. Jaringan Pelayanan Puskesmas
3. Tata Kelola sebagaimana di maksud ayat satu meliputi tata laksana organisasi, standar
pelayanan, Standar Prosedur Operasional, dan Informasi Manajemen Puskesmas
4. Puskesmas membuat daftar tenaga medis yang melakukan praktek kedokteran atau
kedokteran gigi dan tenaga kesehatan lainnya.
5. Puskesmas memiliki Standar Prosedur Operasional pelayanan Puskesmas

Pasal 8

1. Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan Puskesmas, Puskesmas menyelenggarakan


pelayanan kesehatan lainnya.
2. Pelayanan kesehatan primer sebagaimana dimaksud ayat 1 merupakan pelayanan
3. Upaya pelaksanaan kesehatan sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi:
a. Upaya Kesehatan Wajib
b. Upaya Kesehatan Pengembangan
c. Upaya Kesehatan Perseorangan Primer
4. Upaya pelayanan kesehatan Wajib sebagaimana dimaksud ayat (3) huruf b terdiri dari
a. Upaya Promosi Kesehatan
b. Upaya Kesehatan Lingkungan
c. Upaya Ibu dan Anak serta KB
d. Upaya Upaya Kesehatan Sekolah
e. Perbaikan Gizi Masyarakat
f. Upaya pencegahan dan pemberantasan Penyakit Menular
5. Upaya Kesehatan Pengembangan sebagaimana di maksud pada ayat (3) hurf b terdiri dari
a. Upaya Kesehatan Sekolah
b. Upaya Kesehatan Olahraga
c. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
d. Upaya Kesehatan Kerja
e. Upaya Kesehatan Gigi dan Muut
f. Upaya Kesehatan Jiwa
g. Upaya Kesehatan Mata
h. UpayaKesehatan Usia Lanjut
i. Upaya Pembinaan Pengobat Tadisional
6. Upaya Kesehatan perseorangan Primer sebagaimana di maksud pada ayat (3) huruf c, berupa:
a. Rawat Jalan

Pasal 9
SUMBER DAYA
1. Puskesmas Puskesmas Dampang dipimpin oleh seorang kepala puskesmas,yang secara
teknis fungsional dan taktis operasional bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Banteng.
2. Persyaratan untuk Kepala Puskesmas harus seorang sarjana di bidang kesehatan yang
kurikulum pendidikannya mencakup kesehatan masyarakat.
3. Jabatan Kepala Puskesmas setingkat dengan eselon IV B
4. Dalam hal tidak tersedia tenaga yang memenuhi syarat untuk menjabat eselon IIIB, ditunjik
pejabat sementara yang memiliki persyaratan Kepala Puskesmas sebagaiana di maksud ayat
(2)
5. Pejabat sementara sebagaimana dimaksud ayat (4) memiliki kewenangan yang setara dengan
pejabat tetap
6. Tersedianya tenaga medis, keperawatan yang purna aktu, tenaga kesehatan lain dan tenaga
non kesehatan dipenuhi sesuai dengan jumlah, jenis dan kualifikasnya.
7. Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seoarang Kepala Usaha yang merupakan pejabat
Fungsional, dalam meaksanakan tugas berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Kepala Puskesmas.
8. Uaya pelayanan teknis pengobatan dipimpin oleh seorang dokter yang merupakan Pejabat
Fungsional, dalam melaksanakan tugas berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Kepala Puskesmas.
9. Upaya pelayanan teknis kesehatan lain dipimin oleh seorang Perawat / Bidan atau petugas
kesehatan lain yang merupakan Pejabat fungsional, dalam melaksanakan tugas berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Puskesmas.

Pasal 10
Sumber Daya Alam

1. kepala Puskesmas mempunyai tugas memimpin, menusun kebijakan pelaksanaan,


mengkoordinasikan, membina dan mengevaluasi pelaksana tugas-tugas Puskesmas agar
efektif, efisien dan berkualitas sesuaitujuan Puskesmas.
2. Melaksanakan kebijakan bidang pelayanan kesehatan dan pengembangan Puskesmas
sebagaimana digariskan oleh Bupati Bantaeng atas nama Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
3. Menetapkan kebijakan operasional Puskesmas.
4. Menyusun Rencana Strategis dan Rencana Anggaran Tahunan Puskesmas.
5. Mebuat uraian tugas jabatan serta tata hubungan kerja sesuai struktur organisasi dan tata
kerja Puskesmas.
6. Menyiapkan laporan tahunan dan berkala.
7. Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Puskesmas dibantu Kordinator Upaya Kegiatan dan
Satuan pengawas Internal.
8. Kepala Puskesmas mengangkat dan memberhentikan Ketua dan anggota Satuan Pengawas
Internal, dan Koordinator Upaya Kesehatan dilingkungan Puskesmas.
9. Tugas pokok dan fungsi tanggung Jawab para karyawan ditetapkan oleh Kepala Puskesmas.

Pasal 11

Prosedur Kerja

1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Puskesmas wajib menrapkan prinsip koordinasi,


integrasi dan sinkronisasibaik dalam Puskesmas maupun dengan organisasi dalam
lingkungan Pemerinah Kabupaten Bantaeng sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Koordinator Upaya Kesehatan dalam ingkungan
Puskesmasbertanggung jwab memimpin dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk
bagi pelasanaan tugas bawahan.
3. Setiap laporan yang di terima oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Koordinator Upaya
Kesehatan dari bawahan, wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan menyusun laporan
lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk bawahan.
4. Kepala Sub Bagian Tata Usaha, dan koordinator Upaya Kesehatan, menyampaikan laporan
kepada Kepala Puskesmas.
5. Kepala Sub bagian Tata Usaha dan Koordinator Upaya Kesehatan dalam melaksanakan
tugasnya saling berkoordinasi dengan Pejabat Non Struktural terkait, dan Satuan Kerja terkait
dengan Lingkungan Peerntah Kabupaten Bantaeng.
6. Kepala SUB Bagian Tata Usaha dan Kepala Seksi Upaya pelayanan/Kordinator Pelayanan
wajib mengatakan evaluasi kinerja dan malaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi.

Pasal 12
Minilokakarya Puskesmas

1. Minilkakarya puskesmas merupakakan Pertemuan yang diselenggarakan secara rutin di


Puskesmas yang dihadiri ole seluruh staff di puskesmas, Puskesmas Pembatu dan Bidan di
desa serta dipimin oleh Kepala Puskesmas, marupakan proses penggalangan kerjasama tim
Puskesmas dengan pendekatan sistem.
2. Minilokakarya Puskesmas diselenggarakan sekurangkurangnya 1 (satu) bula sekali.
3. Dalam Rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibicarakan hal-hal yang berhubungan
dengan Puskesmas sesuai dengan tugas, kewenangan dan kewajiban.
4. Keputusan Minilokakarya Puskesmas diambil berdasarkan musyawarah mufakat, bila tidak
tercapai kata mufakat maka diambil berdasarkan suara terbanyak.
5. Hasil Minilokakarya Puskesmas di tuangkan dalam plane of action (POA)
6. Untuk setiapa rapat harus dibuat notulen dan daftar hadir.
BAB IV
PENGAWASAN INTERNAL

Pasal 13
Satuan Pengawas Internal

1. Satuan Pengawas internal adalah kelompok jabatan fungsional yang bertanggung jawab
melaksanakan pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya Puskesmas.
2. Satuan Pengawas Internal dipimpin oleh Ketua,yang berada dibawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala Puskesmas.
3. Pembentukan Satuan Pengawas Internal ditetapkan oleh Kepala Puskesmas.
4. Pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya Puskesmas sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1), meliputi : pengawasan terhadap sumber daya manusia, sarana prasarana, kegiatan
pelayanan serta administrasi keuangan Puskesmas.

BAB V

Kewenangan Klinis (CLINICAL APPOINTMENT)

Pasal 14

1. Untuk mawujudkan tata kelona klinis ( clinical governance )yang baik, semua pelayanan
medis yang dilakukan oleh setiap staf medis diPuskesmas dilakukan atas penegasan klinis (
Clinical Appointment )dari Kepala Puskesmas.
2. Penugasan klinis sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berupa pemberian kewenangan, klinis (
clinical privilege ) oleh Kepala Puskesmas melalui penerbitan surat penugasan klinis kepada
Staf Medis yang bersangkutan.
3. Surat penugasan klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diterbitkan oleh Kepala
Puskesmas setelah mendapat rekomendasidari Komite Medik.
4. Dalam keadaan darurat Kepala Puskesmas dapat memberikan surat penugasan klinis (
clinical appointmet ) tanpa rekomendasi Komite Medik.
BAB V

Penugasan Klinik ( CLINICAL APPOINTMENT )

Pasal 15

Setiap staf medis dan Perawat dan Bidan yang melakukan asuhan medis harus memiliki surat
penugasan klinis dari Kepala Puskesmas atau tenaga medis berdasarkan rincian kewenangan
klinis ( delineation of clinical privilege ) setiapa staf medis yang direkomendasikan oleh
Komite Medik.

Pasal 16

Komite Medis

1. Komite Medik adalah perangkat Puskesmas yang menjamin tata kelola klinis ( clinical
governace )yang baik di Puskesmas, dengan menjaga kualitas dan profesionalitas staf medis,
melalui mekanisme kredensial, peningkatan mutu profesi medis, dan penegakan etika dan
disiplin profesi medis.
2. Komite Medis dipimpin oleh seorang dokter, yang berada dibawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala Puskesmas.
3. Pembentukan Komite Medis Ditetapkan oleh Kepala Puskesmas.
Mengkoordinasi dan mengarahkan kegiatan pelayanan medis.
Menangani hal-hal yang berkaitan dengan etik kedokteran.
Menyusun kebijakan pelayanan medis sebagai standar yang harus dilaksanakan.
5. Tugas Komite Medis :
a. Membantu Kepala Puskesmas menyusun :
Daftar pelayanan Medis
Kebijakan dan prosedur yang terkait dengan medico - legal
Kebijaan dan prosedur yang terkait dengan etiko legal
b. Melaksanakan pembinaan etika profesi, disiplin profesi dan mutu profesi
c. Mengatur kewenangan profesi antar kelompk ataf medis dan staf non medis
d. Melaksanakan koordnasi dalam melaksanakan pemantauan dan pembinaan pelaksanan
tugas sekelompok staff medis
e. Meningkatan program pelayanan, pendididkan dan pelatihan serta penelitian dan
pengembangan dalam pelayanan kesehatan di uskesmas
f. Minotoring dan evaluasi mutu pelayanan
g. Membuat laporan kegiatan

Pasal 17
Mekanisme Pengawasan

1. Peraturan Pengawas Internal (SPI) malakukan pengawasan internal keuangan dan


operasional , menilai pengendalian , pengelolaan dan pelaksanaannya pada Puskesmas
serta memberikan saran-saran perbaikannya
2. Komite Medik melakukan pengawasan internal di bidang praktik kedokteran dalanm
rangka penyelenggaraan pelayan profesi agar sesuai dengan standard an etika profesi

Pasal 18
Tata Urutan Peraturan

1. Peraturan Internal Puskesmas ini selanjutnya akan menjadi pedoman semua peraturan dan
kebijakan Puskesmas yang dibuat dengan Keputusan Kepala Puskesmas.
2. Setiap satuan kerja/seksi harus membuat standart prosedur operasional yang mengacu
pada Peraturan Internal Puskesmas.
3. Semua kebijakan operasional, prosedu tetap administrasi dan dan maajemen puskesmas.
Tata urutan peraturan yang berlaku sebagai berikut:
a. Peraturan Internal Puskesmas.
b. Keputusan Kepaa Puskesmas.
c. Keputusan Koordinator Upaya Kegiatan dalam hirarki structural, Kepala kelompok
Non struktural/ Fungsional untuk hal-hal yang teknis operasional dibidangnnya dan
dipertanggung jawabkan kepada atasan langsung.

BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 19

1. Peraturan-peraturan Puskesmas yang telah ada pada saat Peraturan ini disahkan, masih
tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang tercantum didalam
peraturan ini.
2. Peraturan ini secara berkala dan dievaluasi oleh Tim yang dibentuk oleh Kepala
Puskesmas.
3. Jika dalam evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ditmukan hal-hal yang sudah
tidak sesuai lagi, maka akan dilakukan perbaikan penyampurnaan, yang selanjutnya
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Puskesmas.

Pasal 20
1. Keputusan Kepala Puskesmas ini berlaku pada tanggal ditetapkan.
2. Agar setiap karyawan Puskesmas mengetahuinya, mentaati dan melaksanakan dengan
penuh tanggung jawab.
Ditetapkan : Bantaeng
Pada tanggal : Januari 2017

Kepala Dampang

RINI DARMAYANTI, SKM,M.Kes


Nip. 197600152003122013

1. Dokumen rekam klinik/medik inaktif wajib di simpan sekurang-kurangnya


2dua tahun, terhitung dari tanggal pasien meniggal, atau pindah tempat,setelah
batas waktu sebagaimana di maksud diatas dilampaui, rekam klinis dapat di
musnakan, kecuali persetuan tindkan dan persetujaun lain harus di simpan
jangka waktu 10 tahun,terhitung dari tanggal buatnya
2. Sistem penyimpanan reseb yagan telah di layani di Puskesmas harus di pelihara
dan di simpan minimal dua tahun dan pada setiap resep harus di beri tanda:

a. JKN : Untuk resep yang di terima peserta oleh peserta JKN (Jaminan
Kesehatan Nasional),
b. Gratis/ untuk resep yang di berikan kepada pasien yang di bebeskan dari
pembiayaan retribusi

3.Penyimpanan dokumen/arsip perkantoran sesuai dengan sistem penyimpanan

Dukumen/arsip aturan Pemerintah Daerah,

A. Sistem Penomoran :
1. Urutan Penomoran Surat Perkantoran meliputi :Nomor Surat, Singkatan Nama
Puskesmas, Bulan, Tahun, ;
Contoh : 001/PKM-DPG/1/2016
2. Urutan Penomoran Keputusan Kepala Puskeamas meliputi: Nomor Keputusan ,Tulisan
Kep,Singkatan Nama Puskesmas, Bulan, Tahun
Contoh : 001/PKM-DPG/SK/1/2016
3. Urutan Penomoran Dokumen pendukun lainya meliputi : Nomor Dokumen Singkatan
Nama, Singkatan Nama Dokumen ,Singkatan Nama Puskesmas, Bulan, Tahun
Contoh : 001/PKM-DPG/SOP/1/2016

Ditetapkan : Dampang

Pada Tanggal:14/11/2017

KEPALA PUSKESMAS

RINI DARMAYANTI,SKM,M.Kes

NIP.197606152003122013