Anda di halaman 1dari 2

1.

Bukti dari Tsabit ibn Qorra


Bukti berikut berasal dari Tsabit ibn Qorra (836-901) dan merupakan generalisasi Teorema
Pythagoras. Diberikan sebarang segitiga ABC. Buatlah titik A dan B pada AB sedemikian
sehingga < BAC = < ABC = < CAB (untuk gambar atas <CAB tumpul dan untuk gambar
bawah < CAB lancip). Dengan demikian tampak bahwa segitiga ABC, segitiga CBA dan
segitiga ACB saling sebangun.

Kesebangunan ini mengakibatkan:


AC/BA = AB/CB (pandang segitiga CBA dan ABC )
AC/AB = AB/AC (pandang segitiga ACB dan ABC)

Sehingga akan diperoleh BC2 + AC2 = AB(AB + AB)


Apabila sudut C siku-siku maka A = B dan Teorema Pythagoras terpenuhi.

2. Bukti dengan Trigonometri


Buat segitiga siku-siku dengan panjang sisi a, b, dan, c seperti gambar berikut.
Kemudian dengan menggunakan trigonometri untuk menentukan sinus dan cosinus sudut yaitu
sebagai berikut.
Hubungan antara sinus dan cosinus dinamakan sebagai identitas trigonometri Pythagoras yang
mendasar. Sehingga pada trigonometri kita ketahui bahwa

Hubungan antara sinus dan cosinus dinamakan sebagai identitas trigonometri Pythagoras yang
mendasar. Sehingga pada trigonometri kita ketahui bahwa.