Anda di halaman 1dari 7

Satuan Acara Penyuluhan Kesehatan Gigi

Karies Gigi

1. Bidang Studi : Pendidikan Kesehatan Gigi II ( PKL Rumah Sakit )


2. Pokok Bahasan : Karies gigi
3. Sub Pokok Bahasan : - Menjelaskan pengertian karies gigi
- Menjelaskan penyebab karies gigi
- Menjelaskan tanda dan gejala karies gigi
- Menjelaskan cara pencegahan karies gigi
- Menjelaskan pengobatan karies gigi
4. Sasaran : Pengunjung rumah sakit ambarawa
5. Waktu : Kamis, 08.00-08.30 WIB
6. Tempat : Ruang Tunggu Rumah Sakit Ambarawa
7. Pelaksana : Agung Aji Sadewa
8. Penanggungjawab : Drg Sri Rahayu
9. Tujuan
A. Tujuan Intruksional Umum
Setelah diberi penyuluhan Bapak dan Ibu pengunjung Rumah Sakit
Ambarawa dapat memahami tentang penyakit karies gigi.
B. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan pengunjung Rumah Sakit Ambarawa
mampu:
1. Menjelaskan tentang pengertian karies dengan tepat
2. Menjelaskan tentang penyebab karies dengan benar
3. Menyebutkan tentang tanda dan gejala dari karies dengan tepat
4. Menjelaskan tentang pencegahan karies dengan benar
5. Menjelaskan tentang pengobatan karies dengan tepat
10. Proses Belajar Mengajar (PBM)
No Kegiatan Respon peserta penyuluhan Waktu
1 Pembukaan Menjawab salam
Mengucapkan salam Mendengarkan
Perkenalan
Menyampaikan Maksud dan 5 menit
Tujuan
Menyatukan apersepsi

2 Penyampaian materi
Menjelaskan pengertian karies Memperhatikan
gigi,faktor penyebab terjadinya penjelasan
Bertanya
karies, .gejala dan tanda
Memperhatikan
tanda karies gigi, cara
penjegahan karies gigi, dan 30 17 menit
cara pengobatan karies gigi
Memberikan kesempatan
untuk bertanya
Menjawab pertanyaan peserta
3 Evaluasi
Memberikan kesempatan Bertanya 5 menit
pengunjung untuk bertanya
Menanyakan kepada peserta
tentang materi yang telah
diberikan dan reinforcement
kepada karies gigi
4 Penutup
Kesimpulan Memperhatikan
Harapan Menjawab salam
Ucapan terimakasih 10 3 menit
Salam

Materi Penyuluhan
1. Definisi Karies
Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi dan ditandai dengan kerusakan
jaringan. Karies gigi disebabkan karena sukanya memakan makanan yang manis
dan malas menggosok gigi sehingga sisa makanan akan bersarang di sela-sela
gigi, lama kelamaan sisa makanan dan bakteri yang ada di gigi berubah menjadi
asam. Asam memiliki kemampuan melarutkan jaringan otot yang paling keras
yakni email gigi. Asam akan mengikis email gigi yang bisa menyebabkan gigi
berlubang yang sering disebut dengan karies gigi. Lubang pada gigi merupakan
tempat kuman- kuman bersarang yang ada di mulut. (Tarigan, 1995)
Menurut Suwelo (1992) karies gigi adalah proses kerusakan gigi yang di mulai
dari enamel terus ke dentin. Sedangkan pendapat lain menyatakan bahwa karies
suatu proses pathologis yang datang dari luar
2. Penyebab Karies Gigi
Ada empat hal utama yang berpengaruh pada karies:
- Permukaan gigi
Terdapat penyakit dan gangguan tertentu pada gigi yang dapat
mempertinggi faktor risiko terkena karies. Amelogenesis imperfekta, yang
timbul pada 1 dari 718 hingga 14.000 orang, penyakit di mana enamel tidak
terbentuk sempurna. Dentinogenesis imperfekta adalah ketidaksempurnaan
pembentukan dentin. Anatomi gigi juga berpengaruh pada pembentukan
karies. Celah atau alur yang dalam pada gigi dapat menjadi lokasi
perkembangan karies. Karies juga sering terjadi pada tempat yang sering
terselip sisa makanan.
- Bakteri kariogenik
Mulut merupakan tempat berkembanganya banyak bakteri, namun
hanya sedikit bakteri penyebab karies, yaitu Streptococcus mutans dan
Lactobacilli. Khusus untuk karies akar, bakteri yang sering ditemukan adalah
Lactobacillus acidophilus, Actinomyces viscosus, Nocardia spp., dan
Streptococcus mutans. Contoh bakteri dapat diambil pada plak.
- Karbohidrat yang difermentasikan
Bakteri pada mulut seseorang akan mengubah glukosa, fruktosa, dan
sukrosa menjadi asam laktat melalui sebuah proses glikolisis yang disebut
fermentasi. Bila asam ini mengenai gigi dapat menyebabkan demineralisasi.
Proses sebaliknya, remineralisasi dapat terjadi bila pH telah dinetralkan.
Mineral yang diperlukan gigi tersedia pada air liur dan pasta gigi berflorida
dan cairan pencuci mulut. Karies lanjut dapat ditahan pada tingkat ini. Bila
demineralisasi terus berlanjut, maka akan terjadi proses pelubangan.
- Waktu
Tingkat frekuensi gigi terkena dengan lingkungan yang kariogenik
dapat memengaruhi perkembangan karies. Setelah seseorang mengonsumsi
makanan mengandung gula, maka bakteri pada mulut dapat memetabolisme
gula menjadi asam dan menurunkan pH. pH dapat menjadi normal karena
dinetralkan oleh air liur dan proses sebelumnya telah melarutkan mineral gigi.
Demineralisasi dapat terjadi setelah 2 jam.
3. Gejala karies
Gejala karies gigi adalah sebagai berikut :
1. Nyeri baru timbul jika pembusukkan sudah mencapai dentin.
2. Nyeri yang timbul telah mencapai pulpa.
3. Nyeri saat dipakai menggigit karena bakteri masuk ke pulpa dan pulpa mati.
Seseorang sering tidak menyadari bahwa ia menderita karies sampai penyakit
berkembang lama. Tanda awal dari lesi karies adalah sebuah daerah yang tampak
berkapur di permukaan gigi yang menandakan adanya demineralisasi. Daerah ini
dapat menjadi tampak coklat dan membentuk lubang. Proses tersebut dapat
kembali ke asal atau reversibel, namun ketika lubang sudah terbentuk maka
struktur yang rusak tidak dapat diregenerasi. Sebuah lesi tampak coklat dan
mengkilat dapat menandakan karies. Daerah coklat pucat menandakan adanya
karies yang aktif.
Bila enamel dan dentin sudah mulai rusak, lubang semakin tampak. Daerah
yang terkena akan berubah warna dan menjadi lunak ketika disentuh. Karies
kemudian menjalar ke saraf gigi, terbuka, dan akan terasa nyeri. Nyeri dapat
bertambah hebat dengan panas, suhu yang dingin, dan makanan atau minuman
yang manis. Karies gigi dapat menyebabkan napas tak sedap dan pengecapan yang
buruk. Dalam kasus yang lebih lanjut, infeksi dapat menyebar dari gigi ke
jaringan lainnya sehingga menjadi berbahaya.
4. Pencegahan Karies
Pemeriksaan gigi sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan. Rontgen gigi bisa
dilakukan setiap 12-36 bulan, tergantung kepada hasil pemeriksaan gigi oleh
dokter gigi. Lima strategi umum yang merupakan kunci dalam mencegah
terjadinya karies gigi :
- Menjaga kebersihan mulut
Kebersihan mulut yang baik mencakup menyikat gigi sebelum atau setelah
sarapan dan sebelum tidur di malam hari serta membersihkan plak dengan benang
gigi (flossing) setiap hari. Hal ini sangat efektif dalam mencegah terjadinya
pembusukan permukaan yang licin. Menyikat gigi mencegah terbentuknya karies
di pinggir gigi dan flossing dilakukan di sela-sela gigi yang tidak dapat dicapai
oleh sikat gigi. Menyikat gigi yang baik memerlukan wakyu selama 2 menit.
Pada awalnya plak agak lunak dan bisa diangkat dengan sikat gigi yang berbulu
halus dan benang gigi minimal setiap 24 jam. Jika plak sudah mengeras maka
akan sulit untuk membersihkannya.
- Makanan
Semua karbohidrat bisa menyebabkan pembusukan gigi, tetapi yang paling
jahat adalah gula. Semua gula sederhana, termasuk gula meja (sukrosa), gula di
dalam madu (levulosa dan dekstrosa), buah-buahan (fruktosa) dan susu (laktosa)
memiliki efek yang sama terhadap gigi. Jika gula bergabung dengan plak, maka
dalam waktu sekitar 20 menit, bakteri Streptococcus mutans di dalam plak akan
menghasilkan asam. Jumlah gula yang dimakan tidak masalah, yang memegang
peran penting adalah lamanya gula berada di dalam gigi. Orang yang cenderung
mengalami karies harus mengurangi makanan yang manis-manis. Berkumur-
kumur setelah memakan makanan manis akan menghilangkan gula, tetapi cara
yang lebih efektif adalah dengan menyikat gigi. Untuk menghindari terbentuknya
karies, sebaiknya meminum minuman dengan pemanis buatan atau minum teh
atau kopi tanpa gula
- Flour
Flour menyebabkan gigi, terutama email, tahan terhadap asam yang menyebabkan
terbentuknya karies. Sangat efektif mengkonsumsi flour pada saat gigi sedang
tumbuh dan mengeras, yaitu sampai usia 11 tahun. Panambahan flour pada air
adalah cara yang paling efisien untuk memenuhi kebutuhan flour pada anak-anak.
Tetapi jika terlalu banyak mengandung flour, bisa menyebabkan timbulnya bintik-
bintik atau perubahan warna pada gigi. Jika air yang diminum mengandung sedikit
flour, bisa diberikan obat tetes atau tablet natrium florida. Flour juga bisa
dioleskan langsung oleh dokter gigi pada gigi yang cenderung mengalami
pembusukan. Akan lebih baik jika menggunakan pasta gigi yang mengandung
flour.
- Penambalan
Penambalan dapat digunakan untuk melindungi lekukan pada gigi belakang
yang sulit dijangkau. Setelah dibersihkan, daerah yang akan ditambalditutup
dengan plastic cair. Setelah cairan plastic mengeras, akan terbentuk penghalang
yang efektif, dimana bakteri di dalam lekukan akan berhenti menghasilkan asam
karena makanan tidak dapat menjangkau lekukan tersebut. Sebuah tambalan
bertahan cukup lama; sekitar 90% bertahan sampai 1 tahun dan 60% bertahan
sampai 10 tahun; tetapi kadang perlu dilakukan perbaikan atau penggantian.
- Terapi antibakteri
Beberapa orang memilki bakteri penyebab pembusukan yang sangat aktif di
dalam mulutnya. Orang tua bisa menularkan bakteri ini kepada anaknya melalui
ciuman. Bakteri tumbuh di dalam mulut anak setelah gigi pertama tumbuh dan
kemudian bisa menyebabkan terjadinya karies. Karena itu kecenderunag bahwa
pembusukan gigi terjadi dalam satu keluarga, tidak selalu menunjukkan
kebersihan mulut maupun kebiasaan makan yang jelek.
Pada orang-orang yang cenderung menderita karies gigi perlu diberikan terapi
antibakteri. Setelah daerah yang membusuk dibuang dan semua lubang serta
lekukan ditambal, maka diberikan obat kumur yang kuat (klorheksidin) selama
beberapa minggu untuk membunuh bakteri di dalam plak yang tersisa. Diharapkan
bakteri yang tidak berbahaya akan menggantikan bakteri penyebab karies. Untuk
membantu mengendalikan bakteri, bisa digunakan obat kumur fluor setiap hari
dan mengunyah permen karet yang mengandung xilitol.
5. Pengobatan
Jika pembusukan berhenti sebelum mencapai dentin, maka email bisa
membaik dengan sendirinya dan bintik putih pada gigi akan menghilang. Jika
pembusukan telah mencapai dentin, maka bagian gigi yang membusuk harus
diangkat dan diganti dengan tambalan (restorasi). Mengobati pembusukan pada
stadium dini bisa membantu mempertahankan kekuatan gigi dan memperkecil
kemungkinan terjadinya kerusakan pulpa.
1. Penambalan
Tambalan terbuat dari berbagai bahan dan dimasukkan ke dalam gigi atau di
sekitarnya. Perak amalgam merupakan tambalan yang paling banyak digunakan
untuk gigi belakang, karena sangat kuat dan warnanya tidak terlihat dari luar.
Perak amalgam relatif tidak mahal dan bertahan sampai 14 tahun. Tambalan emas
lebih mahal, tetapi lebih kuat dan bisa digunakan pada karies yang sangat besar.
Campuran damar dan porselin digunakan untuk gigi depan, karena warnanya
mendekati warna gigi, sehingga tidak terlalu tampak dari luar. Bahan ini lebih
mahal daripada perak amalgam dan tidak tahan lama, terutama pada gigi belakang
yang digunakan untuk mengunyah. Kaca ionomer merupakan tambalan dengan
warna yang sama dengan gigi. Bahan ini diformulasikan untuk melepaskan fluor,
yang memberi keuntungan lebih pada orang-orang yang cenderung mengalami
pembusukan pada garis gusi. Kaca ionomer juga digunakan untuk menggantikan
daerah yang rusak karena penggosokan gigi yang berlebihan.
2. Pengobatan saluran akar dan pencabutan
Jika pembusukan menyebar sampai ke pulpa, satu-satunya cara untuk
menghilangkan nyeri adalah mengangkat pulpa melalui saluran akar (endodontik)
atau mencabut gigi. Gigi belakang yang telah menjalani pengobatan saluran akar
sebaiknya dilindungi oleh sebuah mahkota, yang akanmenggantikan keseluruhan
permukaan untuk mengunyah. Metoda restorasi untuk gigi depan yang telah
menjalani pengobatan saluran akar tergantung kepada jumlah gigi yang tersisa.
Kadang timbul demam, sakit kepala dan pembengkakan rahang, dasar mulut atau
tenggorokan, dalam waktu 1-2 minggu setelah pengobatan saluran akar. Jika gigi
dicabut, harus segera diganti. Jika tidak, gigi di sebelahnya posisinya akan
berubah dan mengganggu proses menggigit.

11. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
12. Alat Peraga
1. Flipchart
2. Leaflet
3. Poster
13. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Ruangan kondusif untuk penyuluhan
b. Pengunjung hadir ditempat penyuluhan
c. Peralatan memadai dan berfungsi
d. Media an materi tersedia dan memadai
2. Evaluasi proses
a. Ketepatan pelaksana
b. Peran serta aktif peserta
c. Antusiasme sasaran tinggi
d. Kesesuaian peran dan fungsi mahasiswa
e. Faktor pendukung dan penghambat kegiatan
3. Evaluasi hasil
Terkait dengan tujuan yang ingin dicapai :
a.Jangka panjang
Meningkatkan pengetahuan menegenai pentingnya kesehatan gigi
b. Jangka pendek
Sasaran mengerti lebih dari 70% materi yang telah disampaikan . Sasaran
memahami pentingnya merawat gigi agar tidak terkena karies gigi.
4. Pembiayaan
No. Kegiatan Biaya
1 Penyiapan alat peraga
Flipchart @ Rp 20.000 Rp 20.000
Leaflet @ Rp 3.000 Rp 3.000
Poster @ Rp 4.000 Rp 4.000
TOTAL Rp 69.000

5. Rujukan
Pengertian karies gigi, http://wikipedia.com diunduh pada tanggal 28 April
2017
Karies gigi, http://kariesgigi.com diunduh pada tanggal 28 April 2017
6. Pengesahan
Mengetahui,
Penanggungjawab Penyuluh

Drg sri rahayu Agung Aji Sadewa