Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era modern, seorang konsumen selalu membutuhkan barang yang akan dipakai
dan digunakan dalam waktu jangka panjang dan jangkan pendek, terkadang juga
dibutuhkan pada saat yang bersamaan saat membeli tergantung fungsi barang yang akan
dibeli dengan kondisi atau manfaat dari lokasi tempat itu sendiri, lokasi usaha adalah
salah satu aspek terpenting dalam suatu perencanaan ekonomi agar suatu usaha yang
dijalankan mendapat keuntungan yang diharapkan.
Dalam membuat suatu usaha, merencanakan suatu lokasi usaha adalah hal yang
sangat penting untuk dikaji karna penentuan lokasi usaha dapat mempengaruhi resiko dan
keuntungan dari barang yang akan dijual pada konsumen, banyak sekali hal yang dapat
dijual seperti fashion, otomotif, properties, serta sajian makanan.
Banyak sekali seseorang untuk membuka usaha makanan dan prinsip dari lokasi
usaha sangatlah berpengaruh pada bisnis tersebut, salah satu dari banyak perusahaan
adalah Whats Up Caf. Seorang pengusaha muda bernama Ayu Zulia Shafira adalah
Founder dan Co-Owner dari caf ini, Whats Up Caf adalah tempat yang ramai
dikunjungi, banyak dijumpai orang khususnya bagi kalangan anak muda, dan penyediaan
makanan dari berbagai macam mie yang bervariasi, serta lokasi usaha yang sangat
strategis adalah hal utama yang diperhitungkan dalam membangun suatu usaha.
Kesuksesan perusahaan ini membuat kami ingin mengetahui bagaimana penentuan
lokasi usaha dari Whats Up Caf yang sudah banyak membuka cabang dimana mana,
dan sudah menjadi salah satu destinasi bagi utama bagi kalangan anak muda.

1.2 Rumusan Masalah


1. Mengapa lokasi usaha itu menjadi peranan penting dalam menentukan keberhasilan
suatu usaha dari perusahaan tersebut?
2. Bagaimana Whats Up caf menentukan letak perusahaan ?
3. Apa Saja metode metode dari penentuan lokasi usaha dari perusahaan tersebut?
4. Apa saja faktor faktor yang mempengaruhi dalam penentuan lokasi usaha?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui seberapa jauh peran penting dalam menentukan lokasi usaha dari Whats
Up caf
2. Dapat mengetahui apa saja cara perusahaan tersebut untuk menentukan lokasi usaha
3. Memiliki wawasan mengenai beberapa metode dari penentuan lokasi usaha
4. Mengetahui faktor faktor yang berkaitan dengan lokasi usaha
BAB II

LANDASAN TEORI

Lokasi adalah tempat untuk setiap bisnis dan merupakan suatu tugas penting bagi pemasar,
karena keputusan yang salah dapat mengakibatkan kegagalan sebelum bisnis dimulai. Memilih
lokasi berdagang merupakan keputusan penting pada bisnis yang harus membujuk pelanggan
untuk datang ke tempat bisnis dan memenuhi kebutuhannya.

Menurut Lupiyoadi dalam Yuliani (2005:13) mendefinisikan lokasi adalah tempat


dimana perusahaan harus bermarkas melakukan operasi. Dalam hal ini ada tiga jenis yang
mempengaruhi lokasi, yaitu:

1. Konsumen mendatangi pemberi jasa (perusahaan)

Apabila keadaanya seperti ini maka lokasi menjadi sangat penting. Perusahaan sebaiknya
memilih tempat dekat dengan konsumen sehingga mudah dijangkau, dengan kata lain harus
strategis;

1. Pemberi jasa mendatangi komsumen

Dalam hal ini lokasi tidak terlalu penting, tetapi yang harus diperhatikan adalah penyampaian
jasa harus tetap berkualitas.

1. Pemberi jasa dan konsumen tidak bertemu langsung

Berarti service provider dan konsumen berinteraksi melalui sarana tertentu seperti
telepon,komputer, dan surat.

Lokasi usaha adalah pemacu biaya yang begitu signifikan, lokasi usaha sepenuhnya memiliki
kekuatan untuk membuat atau menghancurkan strategi bisnis sebuah usaha. Disaat pemilik usaha
telah memutuskan lokasi usahanya dan beroperasi di suatu lokasi tertentu, banyak biaya yang
akan tetap dan sulit untuk dikurangi. Pemilihan lokasi usaha mempertimbangkan antara strategi
pemasaran jasa dan prefensi pemilik.

Kedekatan dengan pasar memungkinkan sebuah organisasi memberikan pelayanan


yang lebih baik kepada pelanggan, dan akan menghemat biaya pengiriman. Dari kedua
keuntungan tersebut, memmberikan layanan yang lebih baik biasanya adalah lebih penting.
Usaha-usaha yang bergerak dibidang jasa harus lebih mendekatkan diri dengan semua pelanggan
mereka sehingga mereka akan lebih dekat dengan pasar mereka.
Didalam bukunya Harding (Harding, 1976 : 67) menjelaskan beberapa faktor yang
mempengaruhi pemilihan lokasi, yaitu :

Lingkungan Masyarakat
Sumber-sumber Alam
Tenaga kerja
Pasar
Transportasi
Pembagkit tenaga
Tanah untuk ekspansi

Lingkungan masyarakat merupakan suatu syarat untuk dapat atau tidaknya suatu usaha didirikan
didaerah tersebut, karena masyarakat didaerah tersebut harus bisa menerima segala konsekuensi
baik kosenkuensi positif ataupun kosenkuensi negative. Besarnya populasi, kepadatan penduduk,
dan karakteristik masyarakat menjadi faktor dalam mempertimbangkan suatu area perdagangan.
Basis ekonomi yang ada seperti industri daerah setempat, potensi pertumbuhan, fluktuasi karena
faktor musiman, dan fasilitas keuangan didaerah sekitar juga harus diperhatikan oleh pengusaha
dalam memilih lokasi usahannya

Suatu perusahaan juga senang berdekatan dengan pesaingnya. Tren ini disebut juga sebagai
clustering, sering terjadi jika sumber daya utama ditemukan di wilayah tersebut. Sumber daya ini
meliputi sumber daya alam, informasi, modal proyek, dan juga bakat. Menurut Alcacer (2004)
dengan lokasi yang berdekatan dengan pesaing usaha, perusahaan dapat melakukan strategi
kompetisi total baik delam kepemimpinan harga atau jasa lain yang diberikan. Seorang
pengusaha harus mengenali jumlah dan ukuran usaha lain serta situasi persaingan yang ada
didaerah tersebut.

Kedekatan dengan pasar memungkinkan sebuah organisasi memberikan pelayanan yang lebih
baik kepada pelanggan, dan sering menghemat biaya pengiriman. Dari kedua keuntungan
tersebut, memberikan layanan yang lebih baik biasanya adalah lebih penting. Usaha-usaha yang
bergerak dibidang jasa harus lebih mendekatkan diri dengan semua pelanggan mereka sehingga
mereka bisa dekat dengan pasar mereka.

Biaya tanah dan pajak lokal kadang-kadang merupakan salah satu faktor pemilihan lokasi,
meskipun pada umumnya kedua hal tersebut relatif tidak penting. Biaya tempat, termasuk pajak,
mungkin hanya 3% dan biasanya kurang dari 10% dari total biaya fasilitas. Pada kenyataannya,
kadang-kadang seperti faktor kecil bahwa masyarakat industri menginginkan untuk
menyumbangkan tanah (atau menawarkannya dengan harga spesial) untuk suatu organisasi yang
mau mencari di daerah tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya suatu usaha didaerah tersebut
akan membawa keuntungan bagi masyarakat disekitarnya. Suatu usaha apabila terletak jauh
daripada suppliernya maka akan semakin tinggi biaya transportasi dan distribusi barang.

Harga jual barang akan sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya bahan dasar dan bahan-bahan
lainnya yang diperlukan dalam proses produksi. Harga daripada bahan-bahan dasar dan bahan-
bahan pembantu dipengaruhi pula oleh biaya yang harus ditanggung oleh supplier untuk
mendistribusikan barang tersebut. Pemasok mempunyai pengaruh pada usaha dalam hal
kecepatan penyediaan, kualitas produk yang terjaga, biaya pengiriman, dan lain-lain sehingga
kedekatan dengan sumber pemasok perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi usaha.

Tersedianya tenaga kerja baik tenaga kerja terdidik ataupun tenaga kerja terlatih yang cukup
banyak merupakan faktor yang terpenting. Di dalam penentuan lokasi usaha harus
dipertimbangkan besarnya kebutuhan tenaga kerja baik tenaga kerja skilled, trained dan
unskilled. Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan maka harus dipertimbangkan kemungkinan
tersedianya tenaga-tenaga tersebut. Hampir setiap usaha memerlukan tenaga listrik yang sering
di dalam hal ini mempengaruhi pula letak usaha yang ekonomis. Oleh karena itu, kedekatan
dengan infrastruktur perlu diperhatikan.

Tersedianya pembangkit tenaga listrik dan air, faktor lebar jalan, kondisi jalan, dan juga sarana
dan prasarana transportasi akan menjadi nilai tambah atau nilai kurang dan harus menjadi
perhatian penting dalam pemilihan lokasi usaha.

Harga tanah dan sewa bangunan di perkotaan harganya lebih mahal dibandingkan didaerah
pedesaan. Oleh karena itu, ketersediaan tanah yang luas perlu dipertimbangkan dalam pemilihan
lokasi usaha jika dimasa yang akan datang pemilik usaha memiliki rencana untuk melakukan
ekspansi.

Layout atau penataan ruang usaha perlu dipertimbangkan oleh pemilik usaha. Hal ini selain
memudahkan dalam alur pergerakan pegawai dalam bekerja juga dapat memberikan kenyamanan
pada pelanggan serta memberikan ciri khas tempat usaha yang dapat membedakannya dengan
para pesaingnya. Tiap-tiap jenis usaha memerlukan penataan ruang yang berbeda, namun satu
hal yang sama adalah mempertimbangkan kemudahan pergerakan karyawan dan kenyamanan
pelanggan.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi suatu usaha :

Tabel 2.1

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi

Faktor Penelitian/Buku
Kedekatan dengan konsumen Schmenner (1994), Chase et all (2006), Handoko (2000)
Kedekatan dengan OMara (1999)

sekolah/universitas
Kedekatan dengan Schmenner (1994), Assauri (1980)

perumahan/pemukiman
Kedekatan dengan pesaing Schmenner (1994), Alcacer (2004), Tjiptono (2007),
Handoko (2000)
Kemampuan peralatan/perlengkapan Schmenner (1994)
Usaha
Adanya lahan parkir yang memadai Schmenner (1994), Tjiptono (2007)
Infrastruktur yang lengkap OMara (1999), Kuncoro (2003),

Assauri (1980), Chase et all (2006)


Kedekatan dengan supplier Chase et all (2006), Handoko (2000)
Kedekatan dengan jalan Schmenner (1994)
Faktor Penelitian/Buku
Besarnya pajak Chase et all (2006), Handoko (2000)
Tingkat keamanan Handoko (2000)
Harga sewa tempat usaha Schmenner (1994), Assauri (1980), Handoko (2000)

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa terdapat banyak faktor harus yang dipertimbangkan dalam
memilih lokasi usaha. Tentunya pertimbangan faktor-faktor dalam pemilihan lokasi usaha
tergantung dari jenis usaha yang akan didirikan.
BAB III
PEMBAHASAN

2.1. Peran Penting Menentukan Lokasi Usaha


Beragam lokasi yang dapat dimiliki perusahaan dari Whats Up Cafe disesuaikan pula
dengan kebutuhan perusahaan. Pendirian suatu lokasi harus memikirkan nilai pentingnya karena
akan menimbulkan biaya bagi perusahaan. Penentuan suatu lokasi usaha whats Up caf ini juga
harus tepat sasaran karena lokasi yang tepat akan memberikan berbagai keuntungan bagi
perusahaan, baik dari segi financial maupun nonfinansial. Keuntungan yang diperoleh dengan
pemilihan lokasi Whats Up caf Tebet yang tepat antara lain :
1) Pelayanan yang diberikan kepada konsumen dapat lebih memuaskan;
Dalam hal ini whats Up caf dapat lebih memuaskan seluruh pelanggan baik pelanggan
tetap dari whats up caf dan bahkan pelanggan baru, salah satu contoh kenapa hal tersebut
terjadi adalah whats Up caf menyediakan parkir yang cukup luas dan memadai sehingga
pengunjung diberi kemudahan dan kenyamanan saat parkir dan satu lagi whats up caf
memilih lokasi usaha dimana letaknya berada di jalan protocol atau jalan jalan utama
sehingga pelanggan baru yang ingin mengunjungi whats Up caf Tebet tidak harus bersusah
payah dan mudah menemukan alamat caf ini. Itu semua hal-hal yang menguntungkan
pelanggan Whats Up caf Tebet dari penentuan lokasi yang tepat.

2) Kemudahan dalam memperoleh tenaga kerja yang diinginkan baik jumlah maupun
kualifikasinya;
Whats Up caf Tebet adalah salah stu caf yang membutuhkan banyak tenaga kerja yang
berkualitas terutama dari segi pelayanan dan lokasi di Tebet banyak memudahkan Whats
Up caf dalam memperoleh tenaga kerja dan tenaga kerja sejauh ini cukup memuaskan
pelanggan, itu dibuktikan dari banyaknya pelanggan yang telah mengunjungi Whats Up
caf Tebet yang merasa puas dan menikmati sajian di caf ini.
3) Kemudahan dalam memperoleh bahan baku atau bahan penolong dalam jumlah yang
diinginkan secara terus-menerus;
Bahan baku adalah hal penting jalannya produksi dari suatu usaha, sehingga Whats Up caf
yang bergerak dalam usaha makanan juga sangat membutuhkan kemudahan dalam mencari
berbagai bahan baku untuk produksi. Dan wilayah Tebet adalah lokasi strategis di Jakarta
selatan yang mudah mendapat bahan baku makanan baik makanan belum jadi ataupun
setengah jadi. Salah satu nya pasar jati negara, senen, kramat jati dll.
4) Kemudahan untuk mendapat konsumen dikarenakan dari tempat lokasi usaha yang sangat
strategis dan ramai dijumpai orang banyak ;
Whats Up caf ini juga membuktikan hal tersebut dimana semakin hari pengunjung dari
caf ini semakin banyak dan itu karena pentuan lokasi usaha ini yang berada di Tebet dimana
lokasi tersebut merupakan wilayah perkantoran,wilayah penduduk dan sekolah sekolah
sehingga konsumenpun banyak berdatangan.
5) Memiliki nilai atau harga ekonomi yang lebih tinggi di masa yang akan datang;
Whats Up caf Tebet terletak diwilayah perkantoran, wilayah padat penduduk dengan
pendapatan perkapita yang cukup tinggi dibanding wilayah lain sehingga untuk harga dari
whats Up caf itu sendiri saat ini cukup bersahabat untuk seluruh lapisan masyarakat dari
low budget hingga high. Untuk kenaikan harga dirasa mudah karena lokasinya yang tepat
bahkan untuk masa mendatang.

2.3. Penentuan Lokasi Usaha


Dengan semakin tajamnya persaingan serta banyaknya perusahaan yang saat ini bermunculan,
maka pemilihan lokasi perusahaan ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba.
Karena dengan cara itu perusahaan akan kalah dalam bersaing disamping waktu harus berpacu,
juga efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu pemilihan letak
perusahaan Whats Up caf Tebet ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa
pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.
Penentuan lokasi harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Kesalahan dalam
menentukan lokasi akan berakibat fatal bagi suatu usaha. Kerugian yang diderita perusahaan
sangatlah besar. Oleh karena itu, prioritas untuk menentukan lokasi sebelum ditetapkan perlu
dianalisis secara baik.
Dalam menentukan lokasi usaha ini, tentu harus mempertimbangkan beberapa faktor
tertentu, seperti:
1) Peluang usaha
Faktor ini sangat penting untuk diperhatikan dan dianalisis apakah daerah tersebut akan
dijadikannya lokasi usaha yang memiliki peluang baik untuk perusahaan dimasa depan atau tidak.
Untuk whats Up Caf ini dilihat bahwa Tebet sudah merupakan salah satu wilayah yang maju dari
segi ekonomi, pendidikan, dll sehingga peluang usaha untuk sekarang dan dilihat kedepannya akan
baik dan meningkat.

2) Tenaga kerja
Faktor tenaga kerja juga dibutuhkan karena suatu usaha tentu membutuhkan tenaga kerja.
Faktor tenaga kerja ini dilihat dari mudah atau tidaknya untuk mencari tenaga kerja didaerah
tersebut, bagus atau tidaknya kualitas kinerja dari para tenaga yang ada disana, berapa bayaran
yang biasanya diberikan untuk para tenaga kerja didaerah tersebut, dan sebagainya. Disni Whats
Up caf Tebet cukup mudah mendapat tenaga kerja dan rata rata tenaga kerja yang telah bekerja
di caf ini bagus dalam pelayanannya terbukti dari kami sendiri dan banyak pelannggan lain yang
telah mengunjungi caf ini,bahkan dari opening hingga sekarang Whats Up caf pelanggannya
semakin meningkat.maka dari itu faktor Tenaga kerja dan kemudahan memperolehnya adalah hal
penting dalam menentukan lokasi usaha

3) Transportasi
Kemudahan untuk akses transportasi dalam penentuan lokasi usaha juga penting karena
konsumen tentu akan memikirkan bagaimana cara mereka untuk sampai ke tempat usaha kita
nantinya, apakah mudah atau sulit. Karena jika akses transportasi saja sudah susah, ketertarikan
konsumen pun dapat berkurang. Sehubungan dengan itu Whats Up caf Tebet karena letaknya
yang berada dijalan utama sehingga kemudahan dalam transportasipun telah dicapai. Macam
transportasi yang bisa mengakses Whats Up caf Tebet diantaranya angkot, ojek, bajai, taxi,
mikrolet dan transportasi online.
4) Akses Parkir
Akses parkir untuk para konsumen juga sangat diperlukan karena apabila ada konsumen
yang membawa kendaraan pribadi dan ternyata tidak ada akses untuk parkir kendaraan tersebut,
tentu konsumen akan merasa kecewa dan konsumen bisa kurang puas terhadap pelayanan usaha
tersebut. Untuk caf ini walau letaknya di wilayah padat penduduk dan perkantoran tetapi owner
dan managernya tetap mengutamakan akses parkir sehingga Whats Up Caf Tebet tetap memberi
space besar untuk area parkir dimana memang ini merupakan salah satu faktor penting dalam
penentuan lokasi usaha.

5) Kepadatan penduduk
Tingkat kepadatan penduduk didaerah tersebut sangat diperlukan, karena semakin banyak
penduduk yang ada didaerah tersebut, kemungkinan besar bisa menambah jumlah konsumen
nantinya. Kaitannya untuk penentuan usaha Whats Up caf Tebet sudah sesuai karena kepadatan
penduduk di Tebet yang cukup padat membuat lokasi ini adalah lokasi yang baik dalam
mmebangun usaha caf ini terbukti pula jumlah konsumen yang selalu menigkat setiap bulannya.

6) Kekuatan daya beli masyarakat


Kemampuan masyarakat terhadap Whats Up Caf di daerah Tebet dapat dinilai cukup tinggi
dibanding wilayah lain dalam membeli suatu barang, karena dalam penentuan aspek ini,
kemampuan masyarakat yang tidak sesuai dengan target harga jual perusahaan akan
mengakibatkan barang tersebut tidak akan terjual karena kurangnya kemampuan masyarakat untuk
membeli barang tersebut.

7) Ketersediaan bahan baku


Ketersediaan bahan baku disekitar lingkungan tersebut juga penting karena tanpa adanya
bahan baku, perusahaan tentu akan sulit memproduksi barang lagi nantinya sehingga aktivitas
produksi perusahaan bisa terhenti. Dalam studi kasus ini, daerah Tebet sangatlah strategis dalam
segi ketersediaan bahan baku, seperti di Pasar PSPT, pasar Tebet Barat, Pasar Bukti Duri, dan
sebagainya
Secara umum pertimbangan untuk menentukan lokasi adalah sebagai berikut:
1) Jenis usaha yang dijalankan
2) Dekat konsumen atau pasar
3) Dekat dengan bahan baku
4) Ketersediaan tenaga kerja
5) Sarana dan prasarana (transportasi, listrik dan air)
6) Dekat dengan pusat pemerintahan
7) Dekat lembaga keuangan
8) Kemudahan untuk melakukan ekspansi atau perluasan
9) Kondisi adat istiadat, budaya dan sikap masyarakat setempat
10) Hukum yang berlaku di wilayah setempat.

2.4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Perusahaan


Kesuksesan suatu usaha jasa sangat dipengaruhi oleh lokasinya. Usaha jasa merupakan usaha
yang berfokus pada pendapatan, oleh karenanya lokasi usaha jasa sebisa mungkin mendekat
kepada konsumennya. Dalam memilih lokasi usahanya, pemilik usaha harus mempertimbangkan
11actor-faktor pemilihan lokasi. Karena lokasi usaha akan berdampak pada kesuksesan usaha itu
sendiri. Terdapat banyak 11actor yang mempengaruhi pemilihan lokasi usaha, diantara 11actor-
faktor tersebut adalah kedekatan dengan infrastruktur, lingkungan bisnis, dan biaya lokasi.
Infrastruktur yang lengkap dan memadai dapat menunjang keberlangsungan kegiatan bisnis.
Ketersediaan listrik dan air merupakan hal pokok dalam menjalankan kegiatan suatu usaha,
sebagai contoh apabila listrik di area Pleburan padam, maka otomatis kegiatan bisnis usaha
fotocopy akan terhenti.
Lingkungan bisnis yang kondusif bagi jalannya kegiatan usaha perlu dipertimbangkan oleh
pemilik usaha dalam memilih lokasi usahanya. Lingkungan bisnis yang kondusif dapat
memperlancar kegiatan bisnis. Usaha jasa yang berfokus pada pendapatan sebisa mungkin
memilih lokasi usaha yang dekat dengan konsumen.
Dengan mendekat pada konsumennya, usaha jasa dapat memiliki competitive positioning
dan memberikan pelayanan yang cepat kepada konsumennya. Biaya yang harus dikeluarkan untuk
memperoleh lokasi usaha yang strategis juga harus menjadi pertimbangan pemilik dalam memilih
lokasi usahanya, karena akan berpengaruh terhadap investasi awal usaha. Apabila investasi awal
usaha terlalu besar dan tidak diperhitungkan secara cermat maka dapat menghambat pencapaian
sukses usaha.
Teori Lokasi dan analisa spasial dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor utama yang
menentukan pemilihan lokasi kegiatan ekonomi, baik pertanian, industri dan jasa. Disamping itu,
pada umumnya faktor yang dijadikan dasar perumusan teori adalah yang dapat diukur agar menjadi
lebih kongkrit dan operasional. Namun demikian, tidak dapat disangkal bahwa dalam
kenyataannya pemilihan lokasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi saja, tetapi
juga oleh faktor sosial, budaya maupun kebijakan pemerintah. Secara garis besarnya terdapat 6
(enam) faktor ekonomi utama yang mempengaruhi pemilihan lokasi kegiatan ekonomi yang
masing-masing diuraikan berikut ini :

1) Ongkos Angkut
Ongkos angkut merupakan faktor atau variabel utama yang sangat penting dalam pemilihan
lokasi dari suatu kegiatan ekonomi. Alasannya adalah karena ongkos angkut tersebut merupakan
bagian yang cukup penting dalam kalkulasi biaya produksi. Hal ini terutama sangat dirasakan pada
kegiatan industri pertanian maupun pertambangan yang umumnya, baik bahan baku dan hasil
produksinya kebanyakan merupakan barang yang cukup berat sehingga pengangkutannya
memerlukan biaya yang cukup besar. Walaupun dewasa ini penggunaan komputer dalam kegiatan
perdagangan (e-commerce) sudah mulai berkembang dengan pesat, namun demikian hal tersebut
hanya dilakukan dalam kegiatan administrasinya. Termasuk ke dalam ongkos angkut ini adalah
biaya untuk membawa bahan baku ke pabrik dan hasil produksi ke pasar serta biaya muat bongkar.
Besar kecilnya angkos angkut tersebut akan mempengaruhi pemilihan lokasi kegiatan ekonomi
karena pengusaha akan cenderung memilih lokasi yang dapat memberikan ongkos angkut
minimum guna meningkatkan keuntungan secara maksimum.
Dalam hal ini menyangkut dengan Whats Up Caf di cabang Tebet dimana wilayah tersebut
merupakan wilayah yang sangat strategis sehingga tidak diperlukan ongkos angkut yang banyak
untuk mengangkut bahan atau keperluan untuk whats up caf.

2) Perbedaan Upah Antar Wilayah


Sudah menjadi kenyataan umum bahwa upah buruh antar wilayah tidaklah sama. Perbedaan
ini dapat terjadi karena variasi dalam biaya hidup, tingkat inflasi daerah dan komposisi kegiatan
ekonomi wilayah. Bagi negara sedang berkembang, dimana fasilitas angkuttasi masih belum
tersedia keseluruh pelosok daerah dan mobilitas barang dan faktor produksi antar wilayah belum
begitu lancar, maka perbedaan upah antar wilayah akan menjadi lebih besar. Upah yang
dimaksudkan dalam hal ini bukanlah upah nominal, tetapi upah riil setelah diperhitungan
produktivitas tenaga kerja.
Perbedaan upah ini mempengaruhi pemilihan lokasi kegiatan ekonomi karena tujuan utama
investor dan pengusaha adalah untuk mencari keuntungan secara maksimal. Bila upah di satu
wilayah lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lain, maka pengusaha akan cenderung memilih
lokasi di wilayah tersebut karena akan dapat menekan biaya produksi sehingga keuntungan
menjadi lebih besar. Sebaliknya, pengusaha akan cenderung tidak memilih lokasi pada suatu
wilayah bila upah buruhnya relatif Iebih tinggi.
Namun, pada kasus ini Whats Up Caf yang berwilayah di tebet dengan gaji rata rata UMR
yang lebi tinggi dibandingkan wilayah lain karna tebet merupakan wilayah perkantoran. Tapi,
whats up caf berani mengambil keputusan ini dikarnakan target market yang banyak dari
kalangan remaja atau anak sekolahan sampai usia lanjut pun dapat nongki di tempat ini.

3) Konsentrasi Permintaan
Faktor keempat yang ikut menentukan pemilihan lokasi kegiatan ekonomi adalah
konsentrasi permintaan antar wilayah (Spatial Demand). Dalam hal ini pemilihan lokasi akan
cenderung menuju tempat dimana terdapat konsentrasi permintaan yang cukup besar. Bila suatu
perusahaan berlokasi pada wilayah dimana terdapat konsentrasi permintaan yang cukup besar,
maka jumlah penjualan diharapkan akan dapat meningkat. Disamping itu, biaya pemasaran yang
harus dikeluarkan perusahaan menjadi lebih kecil karena pasar telah ada pada lokasi dimana
perusahaan berada. Keadaan ini selanjutnya akan dapat pula meningkatkan volume penjualan yang
selanjutnya akan dapat pula memperbesar tingkat keuntungan yang dapat diperoleh oleh
perusahaan bersangkutan.
Konsentrasi permintaan antar wilayah merupakan hal yang wajar terjadi. Untuk barang
konsumsi, keadaan ini terutama terjadi karena konsentrasi penduduk pada wilayah-wilayah
tertentu misalnya di daerah perkotaan, daerah pertambangan, pertanian, didekat pelabuhan dan
lainnya. Sedangkan untuk barang-barang setengah jadi (intermediate inputs), konsentrasi
permintaan antar wilayah ini terjadi karena adanya konsentrasi industri yang menggunakan barang
setengah jadi tersebut. Pada negara sedang berkembang, dimana fasilitas angkuttasi belum
menyebar secara luas ke seluruh pelosok daerah, maka konsentrasi permintaan antar wilayah ini
akan cenderung lebih tinggi.
Di wilayah tebet yang merupakan salah satu cabang dari Whats Up Caf, orang cenderung
memilih tempat ini selain harganya terjangkau bagi anak sekolahan bias juga menjadi tempat
nongkrong yang asik. Wilayah whats up caf sendiri dekat dengan SMPN 115 Jakarta, SMAN 26
Jakarta dan juga berada di wilayah perkantoran sehngga target market banyak.

4) Kompetisi Antar Wilayah


Pengertian persaingan antar wilayah sedikit berbeda dengan pengertian persaingan yang
biasa dalam ilmu ekonomi. Persaingan dalam pengertian Ilmu Ekonomi dapat diukur dengan
perbandingan harga jual produk yang sama antar perusahaan yang bersaing. Suatu perusahaan
dapat dikatakan mempunyai daya saing tinggi bila harganya lebih rendah dari harga produk
saingan dan sebaliknya. Tetapi tidak dijelaskan lebih lanjut harga dimana, apakah harga pabrik
atau harga di tempat pembeli. Dalam pengertian persaingan antar wilayah, harga yang dimaksud
adalah harga ditempat pembeli yang merupakan harga pabrik ditambah dengan angkos angkut ke
tempat pembeli. Dengan demikian, dalam pengertian harga persaingan antar wilayah telah
termasuk unsur lokasi perusahaan, dimana daya saing perusahaan akan menjadi lebih kuat bila
berlokasi dekat dengan konsumennya.
Karena persaingan yang menjual makanan banyak terdapat di tebet, whats up caf
menyajikan hal yang unik dibandingkan restoran lainnya yaitu menyajikan mie dengan tampilan
yang berbeda dengan suasana caf yang nyaman cocok untuk tempat hangout bersama teman.
Inilah mengapa semakin ketat persaingan dagang maka semakin kreatif orang menciptakan
lapangan usaha.
5) Harga dan Sewa Tanah
Faktor keenam yang mempengaruhi pemilihan lokasi kegiatan ekonomi adalah tinggi
rendahnya harga atau sewa tanah. Dalam rangka memaksimalkan keuntungan, perusahaan akan
cenderung memilih lokasi dimana harga atau sewa tanah lebih rendah. Hal ini terutama akan terjadi
pada perusahaan atau kegiatan pertanian yang memerlukan tanah relatif banyak dibandingkan
dengan perusahaan industri atau perdagangan. Pemilihan lokasi dalam hal ini menjadi penting
karena harga tanah biasanya bervariasi antar tempat. Harga tanah akan tinggi bila terdapat fasilitas
angkuttasi yang memadai untuk angkutan orang atau barang.
Disamping itu, khusus untuk daerah perkotaan, harga tanah bervariasi menurut jarak ke
pusat kota. Bila sebidang tanah berlokasi dekat dengan pusat kota, maka harga per meter
perseginya akan sangat mahal. Sebaliknya harga tanah tersebut akan jauh lebih murah bila tanah
tersebut terletak jauh di pinggir kota. Karena itu, faktor harga tanah ini juga merupakan faktor
penting dalam penentuan lokasi dan penggunaan tanah (land-use) untuk kegiatan ekonomi dan
perumahan di daerah perkotaan.
Dengan Harga sewa yang tinggi karena lokasinya yang strategis tidak menutup peluang
usaha dari Whats Caf yang kebanyakan membuka cabang di lokasi yang strategis maka dari itu
harga beli dan atau sewa menjadi tingi.
BAB IV
Kesimpulan

Dalam menentukan lokasi usaha, Whats Up Caf dapat dikatakan sudah


mempertimbangkan beberapa faktor tertentu, seperti: peluang usaha yang telah mereka
perhitungkan, kemudahan tenaga kerja yang mereka rekrut, daerah yang sering dilewati berbagai
transportasi, akses parkir yang cukup luas, kepadatan penduduk, kekuatan daya beli masyarakat
yang sangat bervariasi, ketersediaan bahan baku yang mudah di akses, serta kebudayaan yang
terdapat dalam masyarakat sekitarnya.
DAFTAR PUSTAKA

Fauzi, Achmad. 2015. http://m.wartaekonomi.co.id (26 November 2015)

Anwar, Fahrul. 2016. http://youngsters.id (29 Agustus 2016)