Anda di halaman 1dari 35

PEDOMAN KERJA

ASESOR LAM-PTKes

LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI


PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN
(LAM-PTKes)

JAKARTA 2014
i

KATA PENGANTAR

Penilaian / asesmen yang dilakukan oleh Tim Asesor terhadap dokumen akreditasi program
studi meliputi Asesmen Kecukupan / Desk Evaluation dan Asesmen Lapangan / Visitasi.
Salah satu dari sekian inovasi yang akan diterapkan oleh LAM-PTKes adalah Asesmen
Kecukupan secara on-line.

Untuk memandu pelaksanaan asesmen oleh Tim Asesor, BAN-PT telah mengembangkan
seperangkat instrumen dan pedoman akreditasi program studi yang dituangkan dalam delapan
buku, yaitu:
BUKU I NASKAH AKADEMIK
BUKU II STANDAR DAN PROSEDUR
BUKU III BORANG PROGRAM STUDI DAN UNIT PENGELOLA
PROGRAM STUDI
BUKU IV PANDUAN PENGISIAN BORANG
BUKU V PEDOMAN PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI
BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI
BUKU VII PEDOMAN ASESMEN LAPANGAN
BUKU ED PEDOMAN EVALUASI-DIRI (ED) UNTUK AKREDITASI
PROGRAM STUDI DAN INSTITUSI PERGURUAN TINGGI

Sebagai suplemen terhadap kedelapan buku tersebut di atas, buku Pedoman Kerja Asesor
LAM-PTKes ini dimaksudkan untuk memberikan penajaman bagi asesor dalam melakukan
asesmen untuk akreditasi program studi. Sesuai dengan perkembangan kebutuhan program
studi dan teknologi, maka buku pedoman ini akan diperbaiki secara periodik.

Diharapkan buku pedoman ini dapat bermanfaat sebagai panduan bagi asesor LAM-PTKes
dalam melaksanakan tugasnya. Semua masukan dalam rangka perbaikan buku pedoman ini
sangat kami hargai dan harapkan.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemdikbud), Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Direktur Pembelajaran
Mahasiswa (Belmawa) Direktorat Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), seluruh pimpinan Proyek Peningkatan Kualitas
Pendidikan Tenaga Kesehatan (Health Professional Education Quality Improvement/ HPEQ)
Ditjen Dikti Kemdikbud khususnya kepada Komponen 1, Liason Committee on Medical
Education (LCME), dan pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas
dukungannya dalam penyusunan Pedoman Kerja Asesor LAM-PTKes ini.

Ketua Umum LAM-PTKes

Prof. dr. Usman Chatib Warsa, Sp.MK, Phd.


ii

DAFTAR ISI
hal.
KATA PENGANTAR................................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii
Daftar Gambar.......................................................................................................................... ii
Daftar Tabel.............................................................................................................................. ii
Daftar Lampiran........................................................................................................................ iii
I. PENDAHULUAN................................................................................................................. 1
II. PROSES KERJA AKREDITASI LAM-PTKes.................................................................. 3
III. PROSEDUR ASESMEN OLEH LAM-PTKes.................................................................. 9
3.1 Prosedur Asesmen Kecukupan / Desk Evaluation............................................................ 9
3.2 Prosedur Asesmen Lapangan / Visitasi............................................................................. 9
IV. FOKUS ASESMEN .......................................................................................................... 12
4.1 Fokus Asesmen Kecukupan............................................................................................... 12
4.2 Fokus Asesmen Lapangan................................................................................................. 12
V. TANGGUNG JAWAB, TUGAS, DAN PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR
(SOP) ASESOR ................................................................................................................. 14
5.1 Tanggung Jawab dan Tugas Asesor ................................................................................. 14
5.2 Prosedur Operasional Standar (SOP) Asesor ................................................................... 15
VI. PENILAIAN....................................................................................................................... 17
6.1 Kriteria Penilaian Instrumen Akreditasi........................................................................... 17
6.2 Keputusan Penilaian Akreditasi........................................................................................ 18
6.3 Penilaian Pakar (Expert Judgement)................................................................................. 18
VII. KODE ETIK ASESOR...................................................................................................... 21
VIII. PELAPORAN.................................................................................................................... 22
8.1 Pelaporan Asesmen Kecukupan........................................................................................ 22
8.2 Pelaporan Asesmen Lapangan........................................................................................... 22
Referensi................................................................................................................................... 23

DAFTAR GAMBAR
hal.
Gambar 2.1 : Peta Proses Kerja Akreditasi LAM-PTKes..................................................... 8

DAFTAR TABEL
hal.
Tabel 2.1 : Tahap-Tahap Proses Kerja Akreditasi LAM-PTKes.......................................... 3
iii

DAFTAR LAMPIRAN
Hal.
Lampiran 1 : SOP Koordinasi Keberangkatan Asesor dari Masing-Masing Lokasi............ 25
Lampiran 2 : Jadwal Kegiatan Asesmen Lapangan.............................................................. 26
Lampiran 3 : Rambu-Rambu Wawancara............................................................................ 27
Lampiran 4 : Keharusan dan Larangan bagi Asesor LAM-PTKes..................................... 28
Lampiran 5 : Pernyataan Kepatuhan Asesor terhadap Kode Etik......................................... 30
Lampiran Format 1 : Penilaian Borang Program Studi (F1)
Lampiran Format 2 : Penilaian Evaluasi Diri (ED) Program Studi (F2)
Lampiran Format 3 : Penilaian Borang Unit Pengelola Program Studi (F3)
Lampiran Format 4 : Berita Acara Asesmen Lapangan Program Studi (F4)
Lampiran Format 5 : Berita Acara Asesmen Lapangan Unit Pengelola Program Studi (F5)
Lampiran Format 6 : Laporan Penilaian Akhir Borang Program Studi (F6)
Lampiran Format 7 : Laporan Penilaian Akhir Evaluasi Diri (ED) Program Studi (F7)
Lampiran Format 8 : Laporan Penilaian Akhir Borang Unit Pengelola Program Studi (F8)
Lampiran Format 9 : Rekomendasi Pembinaan Untuk Program Studi (F9)
1

BAB I
PENDAHULUAN
Sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi terdiri atas sistem penjaminan mutu internal
(SPMI) yang dikembangkan oleh perguruan tinggi dan sistem penjaminan mutu eksternal
(SPME) yang dilakukan melalui akreditasi. Akreditasi merupakan kegiatan penilaian sesuai
dengan kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi [1].

Akreditasi perguruan tinggi dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
Sedangkan akreditasi program studi sebagai bentuk akuntabilitas publik dilakukan oleh
lembaga akreditasi mandiri [1].

Akreditasi adalah proses evaluasi dan penilaian mutu institusi atau program studi yang
dilakukan oleh suatu tim pakar sejawat (tim asesor) berdasarkan standar mutu yang telah
ditetapkan, atas pengarahan suatu badan atau lembaga akreditasi mandiri di luar institusi atau
program studi yang bersangkutan. Hasil akreditasi merupakan pengakuan bahwa suatu
institusi atau program studi telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan itu, sehingga
layak untuk menyelenggarakan program-programnya. [2]

Penilaian mutu dalam rangka akreditasi program studi harus dilandasi oleh standar yang
lengkap dan jelas sebagai tolok ukur penilaian tersebut, dan juga memerlukan penjelasan
operasional mengenai prosedur dan langkah-langkah yang ditempuh, sehingga penilaian itu
dapat dilakukan secara sistemik dan sistematis. [Buku 2 : Standar dan Prosedur]

Standar akreditasi adalah tolok ukur yang harus dipenuhi oleh program studi. Standar
akreditasi terdiri atas beberapa parameter (indikator kunci) yang dapat digunakan sebagai
dasar untuk hal-hal sebagai berikut : [2]
1. penyajian data dan informasi mengenai kinerja, keadaan dan perangkat kependidikan
program studi, yang dituangkan dalam instrumen akreditasi;
2. evaluasi dan penilaian mutu kinerja, keadaan dan perangkat kependidikan program studi;
3. penetapan kelayakan program studi untuk menyelenggarakan program-programnya; dan
4. perumusan rekomendasi perbaikan dan pembinaan mutu program studi.

Standar akreditasi program studi mencakup standar tentang komitmen program studi terhadap
kapasitas institusional (institutional capacity) dan komitmen terhadap efektivitas program
pendidikan (educational effectiveness), yang dikemas dalam tujuh standar akreditasi, yaitu:
[2]

Standar 1. Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian


Standar 2. Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu
Standar 3. Mahasiswa dan lulusan
Standar 4. Sumber daya manusia
Standar 5. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik
Standar 6. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi
Standar 7. Penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama

Instrumen yang digunakan dalam proses akreditasi dikembangkan berdasarkan standar,


elemen dan butir. Data, informasi dan penjelasan setiap standar dan elemen serta butir yang
diminta dalam rangka akreditasi dirumuskan dan disajikan oleh program studi dalam
instrumen yang berbentuk laporan evaluasi-diri dan borang. [2]
2

Secara keseluruhan, dokumen akreditasi program studi terdiri atas :


1. Laporan evaluasi diri program studi;
2. Borang akreditasi program studi;
3. Borang akreditasi unit pengelola program studi ; dan
4. Lampiran borang akreditasi

Evaluasi-diri adalah proses yang dilakukan oleh suatu badan atau program untuk menilai
secara kritis keadaan dan kinerja diri sendiri. Hasil evaluasi-diri digunakan untuk
memperbaiki mutu kinerja dan produk institusi dan program studi. Laporan evaluasi diri
merupakan bahan untuk akreditasi.

Borang akreditasi adalah dokumen yang berupa laporan diri (self-report) suatu program
studi, yang dirumuskan sesuai dengan petunjuk dan digunakan untuk mengevaluasi dan
menilai serta menetapkan status dan peringkat akreditasi program studi yang diakreditasi.
Borang akreditasi merupakan kumpulan data dan informasi mengenai masukan, proses,
keluaran, hasil, dan dampak yang bercirikan upaya untuk meningkatkan mutu kinerja,
keadaan dan perangkat kependidikan program studi secara berkelanjutan. Isi borang
akreditasi mencakup deskripsi dan analisis yang sistematis sebagai respons yang proaktif
terhadap berbagai indikator yang dijabarkan dari standar akreditasi program studi.

Penilaian / asesmen yang dilakukan oleh Tim Asesor terhadap dokumen akreditasi program
studi meliputi Asesmen Kecukupan / Desk Evaluation dan Asesmen Lapangan / Visitasi.
Untuk memandu pelaksanaan asesmen oleh Tim Asesor, BAN-PT telah mengembangkan
seperangkat instrumen dan pedoman akreditasi program studi yang dituangkan dalam delapan
buku, yaitu:
BUKU I NASKAH AKADEMIK
BUKU II STANDAR DAN PROSEDUR
BUKU III BORANG PROGRAM STUDI DAN UNIT PENGELOLA
PROGRAM STUDI
BUKU IV PANDUAN PENGISIAN BORANG
BUKU V PEDOMAN PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI
BUKU VI MATRIKS PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI
BUKU VII PEDOMAN ASESMEN LAPANGAN
BUKU ED PEDOMAN EVALUASI-DIRI (ED) UNTUK AKREDITASI
PROGRAM STUDI DAN INSTITUSI PERGURUAN TINGGI

Sebagai suplemen terhadap kedelapan buku tersebut di atas, buku Pedoman Kerja Asesor
LAM-PTKes ini dimaksudkan untuk memberikan penajaman bagi asesor dalam melakukan
asesmen untuk akreditasi program studi. Buku pedoman ini memuat berbagai penjelasan
sebagai berikut :
1. Proses Kerja Akreditasi LAM-PTKes;
2. Prosedur Asesmen;
3. Fokus Asesmen;
4. Tugas dan Prosedur Operasional Standar (SOP) Asesor;
5. Penilaian;
6. Kode Etik Asesor;
7. Pelaporan.
3

BAB II
PROSES KERJA AKREDITASI LAM-PTKes
Proses Kerja Akreditasi LAM-PTKes terdiri atas 6 tahap sebagai berikut :
1. Tahap Persiapan
2. Tahap Asesmen Kecukupan / Desk Evaluation
3. Tahap Asesmen Lapangan / Visitasi
4. Tahap Validasi
5. Tahap Keputusan Status dan Peringkat Akreditasi
6. Tahap Pengajuan Keberatan Prodi atas Keputusan Akreditasi

Tabel 2.1 : Tahap-Tahap Proses Kerja Akreditasi LAM-PTKes


NO. WAKTU TAHAPAN AKREDITASI
(Bulan)
I. PERSIAPAN
1 -12 s/d +1 Sekretariat mempelajari profil Program Studi yang akan habis masa
berlakunya 12 bulan yang akan datang berdasarkan Pangkalan Data
Pendidikan Tinggi (PDPT).
2 Idem Dua belas (12) bulan sebelum masa berlaku akreditasi berakhir,
Sekretariat LAM-PTKes memberitahu program studi untuk meminta
diakreditasi melalui surat elektronik yang dikonfirmasi melalui SMS.
3 Idem Setelah menerima pemberitahuan dari Sekretariat, Program Studi
bersama Unit Pengelola Program Studi membentuk Tim Persiapan
Akreditasi yang minimal terdiri atas : 1) Ketua Program Studi / Wakil
Dekan / Wakil Ketua Sekolah Tinggi sebagai Ketua Tim Persiapan; 2)
Sekretaris Program Studi sebagai Sekretaris Tim Persiapan; 3) Dosen di
Program Studi yang memiliki pengalaman di dalam sistem penjaminan
mutu internal dan eksternal (asesor).
4 Idem Ketua Tim Persiapan Akreditasi mengangkat penanggung jawab
untuk masing-masing : 1) Evaluasi Diri Program Studi; 2) Borang
Program Studi; 3) Borang Unit Pengelola Program Studi; dan 4) Data.
5 Idem Program Studi menanggapi surat LAM-PTKes dengan menyampaikan
susunan Tim Persiapan Akreditasi untuk komunikasi selanjutnya dengan
Sekretariat.
6 Idem Ketua Tim Persiapan Akreditasi mendiseminasi data yang sudah
lengkap dari Penanggung Jawab Data Program Studi dan Unit Pengelola
Program Studi kepada Penanggung Jawab Laporan Evaluasi Diri
Program Studi; Borang Program Studi; Borang Unit Pengelola Program
Studi.
7 Idem Program Studi dengan Tim Persiapan Akreditasi menyusun jadwal
pendampingan oleh fasilitator yang disampaikan ke Sekretariat LAM-
PTKes dengan permintaan untuk didampingi persiapan akreditasinya
melalui surat elektronik.
8 Idem Jika Sekretariat menerima permintaan untuk didampingi persiapan
akreditasinya, maka disiapkan daftar fasilitator yang akan bertugas
berdasarkan usulan ketua divisi. Keputusan penugasan adalah
berdasarkan database fasilitator yang sudah disetujui oleh Ketua
Pengurus dan ditembuskan kepada Majelis Akreditasi.
4

NO. WAKTU TAHAPAN AKREDITASI


(Bulan)
9 Idem Fasilitator (pendamping) menyatakan kesediaannya ke Sekretariat.
10 Idem Sekretariat menyiapkan surat tugas yang berlaku selama 3 bulan (untuk
fasilitasi tahap pertama) dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.

11 Idem Sekretariat mengirimkan surat jawaban secara elektronik kepada


Program Studi yang dikonfirmasi melalui SMS tentang nama fasilitator
yang telah ditunjuk serta jadwal pendampingan sesuai dengan jadwal
yang diminta Program Studi (lihat Langkah 6) atau jadwal yang
diusulkan Fasilitator.
12 Idem Program Studi mengkonfirmasi jadwal pendampingan dan
menyampaikannya ke LAM-PTKes.
13 Idem Ketua Tim Persiapan Akreditasi bersama anggota timnya melakukan
pemutakhiran, analisis dan perbaikan pengisian Evaluasi Diri Program
Studi; Borang Program Studi; Borang Unit Pengelola Program Studi.
14 -6 Pendampingan oleh fasilitator dapat dilakukan melalui Sistem Informasi
Akreditasi secara online
Tugas Fasilitator antara lain adalah:
1. Memberi penjelasan tentang proses akreditasi dan hal-hal yang
perlu dipersiapkan;
2. Memperkenalkan lebih jauh tentang standar yang harus dipenuhi;
3. Mengevaluasi kesiapan untuk akreditasi;
4. Jika semua dokumen sudah memenuhi syarat, fasilitator
merekomendasi kelengkapan dokumen akreditasi ke LAM-PTKes.
15 Idem Program Studi melakukan perbaikan dokumen akreditasi sesuai hasil
pendampingan
16 Idem Fasilitator membantu melakukan identifikasi mulai dari keabsahan
program studi, evaluasi diri, borang Program Studi, borang pengelola,
renstra, rencana operasional, dll.
17 Idem Jika dalam 3 bulan pertama pendampingan oleh Fasilitator, Program
Studi telah melengkapi dokumen usulan akreditasi, maka Program
Studi dapat mengajukan akreditasi kepada LAM-PTKes.
Jika Fasilitator menyatakan dokumen usulan akreditasi program studi
belum lengkap, maka Fasilitator merekomendasikan untuk
pendampingan tahap 2 selama 3 bulan lagi, dan seterusnya.
18 Idem Berkas akreditasi yang sudah lengkap dikirim oleh Program Studi ke
Sekretariat LAM-PTKes berikut dengan Formulir Evaluasi Kinerja
Fasilitator.
II. ASESMEN KECUKUPAN / DESK EVALUATION
19 0 s/d +1 Setelah dipastikan bahwa berkas sudah lengkap, maka Sekretariat
menyiapkan daftar Tim Asesor yang akan bertugas berdasarkan database
asesor yang diusulkan oleh Ketua Divisi untuk ditetapkan oleh Ketua
Pengurus dengan tembusan kepada Majelis Akreditasi.
20 Idem Tim Asesor menyatakan kesiapannya ke Sekretariat setelah melihat
Pedoman Kerja Asesor.
21 Idem Sekretariat mengirimkan file (dalam bentuk PDF) meliputi: Laporan
evaluasi diri, borang program studi, borang unit pengelola program studi
(fakultas/sekolah tinggi/politeknik/akademi), lampiran-lampiran,
informasi jadwal lama waktu pemeriksaan/penilaian, rencana waktu
5

NO. WAKTU TAHAPAN AKREDITASI


(Bulan)
visitasi program studi kepada para asesor secara elektronik yang
dikonfirmasi melalui SMS.
22 Idem Tim Asesor membuka file yang telah dikirimkan dengan kode/password
yang dimiliki setiap asesor kemudian melakukan pemeriksaan dan
penilaian satu persatu mulai dari Format 1: Penilaian Borang Program
Studi, Format 2: Penilaian Evaluasi Diri Program Studi dan Format 3:
Penilaian Borang Unit Pengelola Program Studi.
23 Idem Tim Asesor diberikan waktu 1 minggu untuk melakukan Asesmen
Kecukupan per program studi di lokasi keberadaan asesor secara
elektronik.
24 Idem Hasil penilaian kemudian dikirim oleh Tim Asesor kembali ke
Sekretariat melalui Sistem Informasi Akreditasi online
25 Idem Sekretariat memeriksa kelengkapan dokumen yang diterima dari Tim
Asesor.
26 Idem Tim Asesor menyepakati antar mereka jadwal visitasi dan melaporkan
ke Sekretariat.
III. ASESMEN LAPANGAN / VISITASI
27 0 s/d +1 Setelah berkas Asesmen Kecukupan dinyatakan lengkap, Sekretariat
menginformasikan ke program studi tentang jadwal visitasi.
28 Idem Program Studi mengkonfirmasi jadwal visitasi, informasi tentang hotel
dan transportasi serta menyampaikannya ke Sekretariat LAM-PTKes.
29 Idem Sekretariat LAM-PTKes mengirimkan kepada Tim Asesor dan
program studi surat tugas visitasi Tim Asesor, nama dan alamat Program
Studi serta nomor telepon kontak, surat pemberitahuan resmi ke program
studi berikut nama, dan nomor telepon kontak Tim Asesor.
30 Idem Sekretariat mempersiapkan dokumen visitasi (format penilaian lengkap
dalam bentuk program Microsoft Excel, termasuk berita acara),
dokumen-dokumen asesmen kecukupan Program Studi pada laptop
masing-masing asesor dan biaya perjalanan bagi Tim Asesor.
31 Idem Program Studi yang telah menerima surat pemberitahuan resmi dari
LAM-PTKes mempersiapkan sarana yang meliputi dokumen pendukung
dan ruang khusus yang dilengkapi dengan peralatan kantor (printer,
kertas, proyektor LCD, dan wifi) di kampus untuk digunakan sebagai
ruang kerja tim asesor termasuk ruangan untuk pertemuan dengan dosen,
mahasiswa, alumni, dan pemangku kepentingan.
32 Idem Sekretariat melakukan koordinasi persiapan visitasi Tim Asesor.
33 Idem Tim Asesor berangkat dari tempat masing-masing langsung menuju
lokasi visitasi.
34 Idem Sehari sebelum asesmen lapangan, Tim Asesor melakukan pertemuan
untuk menyamakan persepsi dan membahas pembagian tugas tim
sebelum bertemu pimpinan unit pengelola program studi dan pimpinan
program studi di hari pertama pukul 16.00.
35 Idem Tim Asesor menemui pimpinan unit pengelola program studi, yang
didampingi oleh pimpinan program studi dan tim penyusun borang
akreditasi, untuk memperkenalkan diri, menjelaskan maksud, tujuan,
dan rangkaian kerja visitasi serta membacakan Kode Etik Asesor.
36 Idem Presentasi dan penjelasan dari pimpinan unit pengelola Program Studi
dan pimpinan program studi, yang dihadiri oleh pimpinan unit
6

NO. WAKTU TAHAPAN AKREDITASI


(Bulan)
pendukung program studi (misal: kepala lab, kepala perpustakaan,
kepala bagian akademik, kepala bagian kemahasiswaan, dan kepala
departemen).
37 Idem Tim Asesor memeriksa data, informasi, dan bukti yang telah disiapkan
oleh program studi dan keadaan lapangan lainnya, di lokasi yang terkait
(Tim Asesor dapat membagi tugas untuk mengunjungi tempat yang
berbeda).
38 Idem Tim Asesor mengobservasi/meninjau kegiatan pembelajaran dan
fasilitas/instalasi pendukung, seperti: ruang pimpinan, ruang dosen,
ruang administrasi, perpustakaan dan aksesnya, laboratorium yang
sesuai, ruang kuliah, fasilitas mahasiswa, fasilitas alumni, dan wahana
praktek (rumah sakit, puskesmas, klinik, atau laboratorium lapangan).
39 Idem Tim Asesor mewawancarai dosen tahap akademik, dosen/pembimbing
klinik, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, pengguna lulusan dan
mitra kerja yang dianggap perlu.
40 Idem Tim Asesor melakukan pertemuan harian untuk membahas hasil visitasi
dan menyusun Berita Acara.
41 Idem Tim Asesor mengadakan pertemuan dengan pimpinan program studi,
pimpinan unit pengelola program studi dan dosen untuk mendiskusikan
Berita Acara hasil visitasi.
42 Idem Tim Asesor menandatangani Berita Acara visitasi dengan ketua program
studi untuk borang program studi dan dengan pimpinan unit pengelola
program studi untuk borang unit pengelola program studi.
43 Idem Tim Asesor menyusun rekomendasi dan hal-hal yang mendesak untuk
ditindaklanjuti Program Studi yang disampaikan pada acara penutupan
asesmen lapangan serta menyerahkan form evaluasi kinerja LAM-PTKes
(fasilitator, asesor, dan sekretariat) ke program studi.
44 Idem Tim Asesor mengisi dokumen format penilaian dan rekomendasi hasil
visitasi, Laporan Penilaian Akhir Evaluasi Diri (ED) Program Studi,
serta Laporan Penilaian Akhir Borang Program Studi.
45 Idem Tim Asesor mengirim berita acara dan seluruh hasil penilaian secara
elektronik serta dokumen perjalanan (tiket, boarding pass, kuitansi
transportasi lokal dan kuitansi penginapan) melalui pos kepada
Sekretariat LAM-PTKes , selambat-lambatnya satu minggu setelah
visitasi di program studi.
46 Idem Program Studi mengirim form evaluasi kinerja LAM-PTKes ke
sekretariat paling lambat 1 minggu setelah hari terakhir asesmen
lapangan dilakukan.
IV. VALIDASI
47 +1 s/d 2 Sekretariat LAM-PTKes memeriksa kelengkapan hasil asesmen
lapangan termasuk evaluasi kinerja LAM-PTKes (fasilitator, asesor, dan
sekretariat). Setelah dipastikan bahwa berkas sudah lengkap, maka
Sekretariat menyiapkan daftar Validator yang akan bertugas
berdasarkan database Tim Validator yang diusulkan oleh Ketua Divisi
untuk ditetapkan oleh Ketua Pengurus dengan tembusan kepada Majelis
Akreditasi. Sekretariat mengirim berkas ke validator secara elektronik
dan meng-entry rekap data hasil asesmen lapangan.
48 Idem Tim Validator LAM-PTKes melakukan validasi hasil asesmen
7

NO. WAKTU TAHAPAN AKREDITASI


(Bulan)
kecukupan dan lapangan tim asesor untuk kemudian dilaporkan ke
Sekretariat melalui Sistem Informasi Akreditasi secara online.
49 Idem Laporan yang valid dikirim oleh Tim Validator ke Sekretariat.
50 Idem Setelah menerima berkas program studi dari Tim Validator, Sekretariat
mengirim berkas ke Ketua Divisi.
51 Idem Setelah menerima berkas program studi dari Sekretariat, Ketua Divisi
mempersiapkan rapat pleno Majelis Akreditasi.
V. KEPUTUSAN STATUS DAN PERINGKAT AKREDITASI
52 Idem Rapat Pleno Majelis Akreditasi memutuskan status dan peringkat
A akreditasi program studi berdasarkan hasil asesmen lapangan yang sudah
divalidasi untuk dikirim ke sekretariat.
52 Idem Jika Rapat Pleno Majelis menghasilkan keputusan status dan peringkat
B akreditasi yang berbeda (naik ataupun turun peringkat) dengan status dan
peringkat akreditasi hasil asesmen lapangan tim asesor, maka Rapat
Pleno Majelis akan memutuskan untuk dilakukan revalidasi oleh Tim
Validator lain.
53 Idem Sekretariat LAM-PTKes membuat dan mengirim SK dan Rekomendasi
Tindak Lanjut bagi program studi yang Terakreditasi dan Tidak
Terakreditasi.
54 Idem Fasilitator memantau kepatuhan program studi terhadap Rekomendasi
Tindak Lanjut yang diberikan oleh LAM-PTKes.
55 Idem Sekretariat membuat sertifikat bagi Program Studi terakreditasi yang
tidak mengajukan keberatan dalam waktu 3 bulan setelah keluarnya SK.
VI. PENGAJUAN KEBERATAN PROGRAM STUDI ATAS KEPUTUSAN
AKREDITASI
56 +2 s/d +5 Jika Program Studi keberatan terhadap keputusan tentang
status/peringkat akreditasi, maka mengajukan surat keberatan terhadap
keputusan akreditasi dengan dokumen pendukung keberatannya
selambat-lambatnya 3 bulan setelah SK diterbitkan dan dikirim secara
elektronik.
57 Idem Sekretariat LAM-PTKes menerima dan mengajukan surat keberatan
yang masuk ke Rapat Pleno Majelis bagi pengajuan yang tidak melebihi
batas waktu 3 bulan setelah SK diterbitkan dan dikirim secara elektronik.
58 Idem Ketua Divisi mengkaji dokumen keberatan dari Program Studi.
59 Idem Jika keputusan Rapat Pleno Majelis Akreditasi adalah keberatan itu
A LAYAK dilakukan asesmen lapangan ulang dengan Tim Asesor yang
berbeda.
59 Idem Jika keputusan Rapat Pleno Majelis Akreditasi adalah bahwa keberatan
B itu TIDAK LAYAK Sekretariat LAM-PTKes membuat surat
pemberitahuan penolakan keberatan program studi.
60 Idem Sekretariat membuat surat pemberitahuan kepada Program Studi bahwa
A akan dilakukan asesmen lapangan ulang dengan Tim Asesor yang
berbeda.
60 Idem Sekretariat LAM-PTKes mengirim surat penolakan keberatan Program
B Studi.
61 - Program Studi mengajukan akreditasi ulang paling cepat 1 (satu) tahun
setelah penetapan status terakreditasi untuk meningkatkan peringkat
terakreditasinya.
8

Gambar 2.1 di bawah memperlihatkan Peta Proses Kerja Akreditasi oleh LAM-PTKes untuk
memberi ilustrasi yang lebih jelas mengenai tahap-tahap proses kerja akreditasi oleh LAM-
PTKes.
Gambar 2.1 : Peta Proses Kerja Akreditasi LAM-PTKes
Program Studi Sekretariat Fasilitator Asesor Validator Divisi/Pleno Majelis
/Tim Persiapan LAM-
PTKes
1
3 2
4
5
6
7 8 9
10
12 11
13
14
15
16
17
18 19 20
21
22
23
25 24
26
28 27
29
30
31 32 33
34
35
36 37
38
39
40
41
42
43
44
46 45
47 44
48
50 49
51
52A
53 52B
54
56 55
57 58
59A
60A 59B
61 60B
9

BAB III
PROSEDUR ASESMEN OLEH LAM-PTKes

3.1. PROSEDUR ASESMEN KECUKUPAN / DESK EVALUATION


1. Setelah menerima berkas dari prodi, Sekretariat memastikan semua dokumen sudah
lengkap dan memenuhi persyaratan.
2. Setelah dipastikan bahwa berkas sudah lengkap, maka dalam 1 bulan Sekretariat
menyiapkan daftar Tim Asesor yang akan bertugas berdasarkan keputusan penugasan
menurut rapat pleno Majelis Akreditasi yang diteruskan oleh Ketua Divisi untuk
diinformasikan ke Tim Asesor.
3. Tim Asesor menyatakan kesiapannya ke Sekretariat setelah melihat Pedoman Kerja
Asesor.
4. Sekretariat mengirimkan file (dalam bentuk PDF) meliputi: Laporan evaluasi diri,
borang program studi, borang unit pengelola program studi (fakultas/sekolah
tinggi/politeknik/akademi), lampiran-lampiran, informasi jadwal lama waktu
pemeriksaan/penilaian, rentang waktu visitasi program studi kepada para asesor secara
elektronik yang dikonfirmasi melalui SMS.
5. Tim Asesor membuka file yang telah dikirimkan dengan kode/password yang dimiliki
setiap asesor kemudian melakukan pemeriksaan dan penilaian satu persatu mulai dari
Format 1: Penilaian Borang Program Studi, Format 2: Penilaian Evaluasi Diri Program
Studi dan Format 3: Penilaian Borang Unit Pengelola Program Studi.

6. Tim Asesor diberikan waktu 2 minggu untuk melakukan Asesmen Kecukupan per
program studi di lokasi keberadaan asesor secara elektronik.
7. Tim Asesor dapat meminta klarifikasi kepada Fasilitator , bila diperlukan.
8. Hasil penilaian kemudian dikirim oleh Tim Asesor kembali ke Sekretariat melalui surat
elektronik.
9. Sekretariat memeriksa kelengkapan dokumen yang diterima dari Tim Asesor.
10. Tim Asesor menyepakati antar mereka jadwal visitasi dan melaporkan ke Sekretariat.

3.2. PROSEDUR ASESMEN LAPANGAN / VISITASI


1. Dua (2) minggu setelah berkas Asesmen Kecukupan dinyatakan lengkap, Sekretariat
menginformasikan ke program studi tentang jadwal visitasi.
2. Program Studi mengkonfirmasi jadwal visitasi, informasi tentang hotel dan transportasi
serta menyampaikannya ke Sekretariat LAM-PTKes.
3. Sekretariat LAM-PTKes mengirimkan kepada Tim Asesor dan program studi surat
tugas visitasi Tim Asesor, nama dan alamat prodi serta nomor telepon kontak, surat
pemberitahuan resmi ke program studi berikut nama, dan nomor telepon kontak Tim
Asesor.
4. Sekretariat mempersiapkan dokumen (tiket, hotel, surat tugas, format laporan visitasi
(termasuk berita acara), dokumen-dokumen asesmen kecukupan prodi pada laptop
masing-masing asesor dan biaya perjalanan bagi Tim Asesor.
10

5. Program Studi yang telah menerima surat pemberitahuan resmi dari LAM-PTKes
mempersiapkan sarana yang meliputi dokumen pendukung dan ruang khusus yang
dilengkapi dengan peralatan kantor (printer, kertas, proyektor LCD, dan wifi) di kampus
untuk digunakan sebagai ruang kerja tim asesor termasuk ruangan untuk pertemuan
dengan dosen, mahasiswa, alumni, dan pemangku kepentingan.
6. Tim Asesor melakukan koordinasi persiapan visitasi yang difasilitasi oleh Sekretariat.
7. Tim Asesor berangkat dari tempat masing-masing langsung menuju lokasi visitasi.

8. Sehari sebelum asesmen lapangan, Tim Asesor melakukan pertemuan untuk


menyamakan persepsi dan membahas pembagian tugas tim sebelum bertemu pimpinan
unit pengelola program studi dan pimpinan program studi.
9. Tim Asesor menemui pimpinan unit pengelola program studi, yang didampingi oleh
pimpinan program studi dan tim penyusun borang akreditasi, untuk memperkenalkan diri,
menjelaskan maksud, tujuan, dan rangkaian kerja visitasi serta membacakan Kode Etik
Asesor.
10. Presentasi dan penjelasan dari pimpinan unit pengelola Program Studi dan pimpinan
program studi, yang dihadiri oleh pimpinan unit pendukung program studi (misal: kepala
lab, kepala perpustakaan, kepala bagian akademik, kepala bagian kemahasiswaan, dan
kepala departemen).
11. Tim Asesor memeriksa data, informasi, dan bukti yang telah disiapkan oleh program
studi dan keadaan lapangan lainnya, di lokasi yang terkait (Tim Asesor dapat membagi
tugas untuk mengunjungi tempat yang berbeda).
12. Tim Asesor mengobservasi/meninjau kegiatan pembelajaran dan fasilitas/instalasi
pendukung, seperti: ruang pimpinan, ruang dosen, ruang administrasi, perpustakaan dan
aksesnya, laboratorium yang sesuai, ruang kuliah, fasilitas mahasiswa, fasilitas alumni,
dan wahana praktek (rumah sakit, puskesmas, klinik, atau laboratorium lapangan).
13. Tim Asesor mewawancarai dosen tahap akademik, dosen/pembimbing klinik,
mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, pengguna lulusan dan mitra kerja yang
dianggap perlu.
14. Tim Asesor melakukan pertemuan harian untuk membahas hasil visitasi dan menyusun
Berita Acara.
15. Tim Asesor mengadakan pertemuan dengan pimpinan program studi, pimpinan unit
pengelola program studi, dosen, alumni, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk
mendiskusikan Berita Acara hasil visitasi.
16. Tim Asesor menandatangani Berita Acara visitasi dengan ketua program studi untuk
borang program studi dan dengan pimpinan unit pengelola program studi untuk borang
unit pengelola program studi.
17. Tim Asesor menyusun rekomendasi dan hal-hal yang mendesak untuk ditindaklanjuti
prodi yang disampaikan pada acara penutupan asesmen lapangan serta menyerahkan form
evaluasi kinerja LAM-PTKes (fasilitator, asesor, dan sekretariat) ke program studi.
11

18. Tim Asesor mengisi dokumen format penilaian dan rekomendasi hasil visitasi, Laporan
Penilaian Akhir Evaluasi Diri (ED) Program Studi, serta Laporan Penilaian Akhir Borang
Program Studi.
19. Tim Asesor mengirim berita acara dan seluruh hasil penilaian secara elektronik serta
dokumen perjalanan (tiket, boarding pass, kuitansi transportasi lokal dan kuitansi
penginapan) melalui pos kepada Sekretariat LAM-PTKes , selambat-lambatnya satu
minggu setelah visitasi di program studi.
20. Program Studi mengirim form evaluasi kinerja LAM-PTKes ke sekretariat paling
lambat 1 minggu setelah hari terakhir asesmen lapangan dilakukan.
12

BAB IV
FOKUS ASESMEN

4.1. FOKUS ASESMEN KECUKUPAN / DESK EVALUATION


Fokus Asesmen Kecukupan adalah pada penilaian Laporan Evaluasi-Diri (ED) program
studi, Borang Program Studi, dan Borang Unit Pengelola Program Studi secara kualitatif dan
kuantitatif oleh masing-masing anggota Tim Asesor dengan bantuan Buku VI: Matriks
Penilaian Instrumen Akreditasi [4].

Penilaian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan expert
judgment yang hasilnya dituangkan dalam Format 1, Format 2, dan Format 3. Format 1
berupa penilaian terhadap Borang Program Studi, Format 2 berupa penilaian terhadap
Laporan Evaluasi-Diri Program Studi, dan Format 3 berupa penilaian terhadap Borang Unit
Pengelola Program Studi (fakultas/sekolah tinggi). Ketiga format ini dilakukan secara
mandiri oleh masing-masing asesor dan ditandatangani. Penilaian terhadap ketiga dokumen
di atas menggunakan kriteria yang diberikan pada Buku VI: Matriks Penilaian Instrumen
Akreditasi.

4.2. FOKUS ASESMEN LAPANGAN / VISITASI


Fokus Asesmen Lapangan adalah sebagai berikut : [4]
1. Penilaian secara kualitatif dan kuantitatif oleh Tim Asesor;
2. Penyusunan berita acara antara Tim Asesor dengan pimpinan program studi;
3. Penyusunan berita acara antara Tim Asesor dengan pimpinan unit pengelola program
studi;
4. Penyusunan komentar dan rekomendasi oleh Tim Asesor.

1. Penilaian secara kualitatif dan kuantitatif oleh Tim Asesor


Informasi dari Evaluasi-Diri (ED) program studi, borang program studi, dan borang unit
pengelola program studi yang telah diverifikasi dan divalidasi selanjutnya dinilai dengan
menggunakan kriteria yang diberikan pada Buku VI: Matriks Penilaian Instrumen Akreditasi.
Hasil penilaian bersama dari Tim Asesor ini dituangkan pada Format 6 [Penilaian Akhir
Borang Program Studi], Format 7 [Penilaian Akhir Evaluasi Diri (ED) Program Studi], dan
Format 8 [Penilaian Akhir Borang Unit Pengelola Program Studi], dan ditandatangani
bersama oleh Tim Asesor.

2. Penyusunan Berita Acara antara Tim Asesor dengan pimpinan program studi
Asesmen Lapangan dilakukan untuk verifikasi, validasi, dan penilaian kinerja program studi
dengan merujuk pada substansi yang ada dalam borang dan evaluasi-diri program studi.
Penilaian pakar (expert judgment) sangat diperlukan pada saat kunjungan di lapangan
terhadap kesahihan, keandalan dan keunggulan program studi tersebut. Penilaian kualitatif
terhadap borang program studi ini dituangkan dalam bentuk deskripsi pada Format 4 (Berita
Acara Asesmen Lapangan Program Studi), yang ditandatangani oleh semua anggota Tim
Asesor dan pimpinan program studi.
13

3. Penyusunan Berita Acara antara Tim Asesor dengan pimpinan unit pengelola
program studi
Asesmen lapangan dilakukan untuk validasi, verifikasi dan penilaian kinerja program studi
dengan merujuk pada substansi yang ada dalam borang unit pengelola program studi.
Penilaian pakar (expert judgment) sangat diperlukan pada saat kunjungan di lapangan
terhadap kesahihan, keandalan dan keunggulan program studi tersebut. Penilaian kualitatif ini
dituangkan dalam bentuk deskripsi pada Format 4 (Berita Acara Asesmen Lapangan Program
Studi) yang ditandatangani oleh semua angggota Tim Asesor dan pimpinan program studi,
dan Format 5 (Berita Acara Asesmen Lapangan Unit Pengelola Program Studi), yang
ditandatangani oleh semua anggota Tim Asesor dan pimpinan unit pengelola program studi.

4. Penyusunan komentar dan rekomendasi oleh Tim Asesor


Komentar dan rekomendasi terhadap kinerja mutu program studi dituangkan dalam Format 9
(Rekomendasi Pembinaan Program Studi), yang ditandatangani bersama oleh Tim Asesor.
14

BAB V
TANGGUNG JAWAB, TUGAS, DAN PROSEDUR OPERASIONAL
STANDAR (SOP) ASESOR
Tim Asesor LAM-PTKes terdiri atas 3 orang yang meliputi :
1. Ketua
Pada Asesmen Kecukupan Ketua tim harus secepatnya menilai database dan dokumen
Evaluasi Diri prodi. Halhal yang ditemukan oleh Ketua tim dari data dan Evaluasi Diri prodi
mengenai derajat kepatuhan prodi terhadap standar harus dikomunikasikan kepada Sekretaris
tim sebelum dilakukan asesmen lapangan agar dapat dicatat sebagai temuantemuan awal
untuk didiskusikan dengan pimpinan prodi saat pertemuan pertama. Ketua tim juga harus
mencatat informasi informasi penting lain yang dibutuhkan tetapi tidak ditemukan pada data
dan dokumen Evaluasi Diri. Hal ini perlu disampaikan kepada Sekretaris tim.
Pada Asesmen Lapangan ketua tim memimpin aktivitas Tim Asesor dan menjadi juru bicara
tim di lapangan. Setiap malam Ketua tim harus mensupervisi kerja anggota timnya,
mengkonsolidasi hasil observasi dan temuan tim setiap hari agar dapat mengidentifikasi
derajat kepatuhan prodi terhadap standar dan masalahmasalah yang ditemui pada hari itu.
Ketua tim harus memastikan bahwa seluruh anggota timnya sudah diperkenalkan pada semua
pertemuan dengan berbagai kelompok dalam prodi.
Ketua tim harus memberi tahu pimpinan prodi dan unit pengelola prodi bahwa laporan
temuan Tim Asesor masih akan mengalami perubahan sesuai dengan hasil keputusan sidang
Majelis Akreditasi.
2. Sekretaris
Tugas Sekretaris tim pada Asesmen Kecukupan adalah mencatat semua temuantemuan awal
dari data dan Evaluasi Diri prodi mengenai derajat kepatuhan prodi terhadap standar dari
seluruh Tim Asesor. Sekretaris tim juga harus merekap informasiinformasi penting lain
yang dibutuhkan tetapi tidak ditemukan pada data dan dokumen Evaluasi Diri.
Tugas Sekretaris tim pada Asesmen Lapangan adalah menyiapkan agenda pertemuan
penyamaan persepsi antar Tim Asesor pada hari pertama kedatangan di lokasi. Selanjutnya
Sekretaris tim bersama dengan prodi menyelaraskan jadwal visitasi. Sekretaris tim juga harus
menyiapkan agenda pembahasan antar Tim Asesor setiap malam.
3. Anggota
Bertugas melakukan tugas standar asesor sambil membantu Ketua dan Sekretaris tim.

5.1. TANGGUNG JAWAB DAN TUGAS ASESOR


Tanggung jawab Asesor adalah terselenggaranya analisis kondisi program studi melalui
proses kecukupan (desk evaluation) dan asesmen lapangan (visitasi).

Tugas Asesor adalah sebagai berikut :


a. Mengisi dokumen format penilaian borang program studi, evaluasi diri program studi,
dan unit pengelola (F1 F3) hasil pemeriksaan asesmen kecukupan
15

b. Mengisi dokumen berita acara asesmen lapangan program studi dan unit pengelola (F4
dan F5)
c. Mengisi dokumen format penilaian akhir borang program studi, evaluasi diri program
studi, dan unit pengelola (F6 F8) hasil pemeriksaan asesmen lapangan
d. Mengisi dokumen rekomendasi pembinaan program studi (F9)

5.2. PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (SOP) ASESOR


5.2.1. ASESMEN KECUKUPAN / DESK EVALUATION
1. Tim Asesor menyatakan kesiapannya ke Sekretariat setelah melihat Pedoman Kerja
Asesor.
2. Tim Asesor membuka file yang telah dikirimkan dengan kode/password yang dimiliki
setiap asesor kemudian melakukan pemeriksaan dan penilaian satu persatu mulai dari
Format 1: Penilaian Borang Program Studi (Lihat Lampiran F1); Format 2: Penilaian
Evaluasi Diri (ED) Program Studi (Lihat Lampiran F2) dan Format 3: Penilaian Borang
Unit Pengelola Program Studi (Lihat Lampiran F3) .
3. Tim Asesor diberikan waktu 2 minggu untuk melakukan asesmen kecukupan per program
studi di lokasi keberadaan masing-masing asesor.
4. Tim Asesor dapat meminta klarifikasi kepada fasilitator bila diperlukan.
5. Hasil penilaian kemudian dikirim oleh Tim Asesor kembali ke Sekretariat melalui surat
elektronik.
6. Tim Asesor menyepakati antar mereka jadwal visitasi dan melaporkan ke Sekretariat.

5.2.2. ASESMEN LAPANGAN / VISITASI


1. Tim Asesor melakukan koordinasi persiapan visitasi yang difasilitasi oleh Sekretariat.
2. Tim Asesor berangkat dari tempat masing-masing langsung menuju lokasi visitasi (lihat
Lampiran 1: SOP Koordinasi Keberangkatan Asesor dari Masing-Masing Lokasi).
3. Tim Asesor menemui pimpinan unit pengelola program studi, yang didampingi oleh
pimpinan program studi dan tim penyusun borang akreditasi, untuk memperkenalkan diri,
menjelaskan maksud, tujuan, dan rangkaian kerja visitasi serta membacakan kode etik
asesor (lihat Lampiran 2: Jadwal Kegiatan Asesmen Lapangan).
4. Tim Asesor memeriksa data, informasi, dan bukti yang telah disiapkan oleh program
studi dan keadaan lapangan lainnya di lokasi yang terkait. Tim Asesor dapat membagi
tugas untuk mengunjungi tempat yang berbeda. (Lihat Lampiran 2: Jadwal Kegiatan
Asesmen Lapangan)
5. Tim Asesor mengobservasi/meninjau kegiatan pembelajaran dan fasilitas/instalasi
pendukung, seperti: ruang pimpinan, ruang dosen, ruang administrasi, perpustakaan dan
aksesnya, laboratorium yang sesuai, ruang kuliah, fasilitas mahasiswa, fasilitas alumni,
dan wahana praktek (rumah sakit, puskesmas, klinik, atau laboratorium lapangan). (Lihat
Lampiran 2: Jadwal Kegiatan Asesmen Lapangan)
16

6. Tim Asesor mewawancarai dosen tahap akademik, dosen/pembimbing klinik, mahasiswa,


tenaga kependidikan, alumni, pengguna lulusan dan mitra kerja yang dianggap perlu.
(Lihat Lampiran 3: Rambu-Rambu Wawancara)
7. Tim Asesor melakukan pertemuan harian untuk membahas hasil visitasi dan menyusun
Berita Acara. (Lihat Lampiran F4).
8. Tim Asesor mengadakan pertemuan dengan pimpinan program studi, pimpinan unit
pengelola program studi, dosen, alumni, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk
mendiskusikan berita acara hasil visitasi Program Studi dan Unit Pengelola Program Studi.
(Lihat Lampiran F5)
9. Tim Asesor menandatangani berita acara visitasi dengan ketua program studi untuk
borang program studi dan dengan pimpinan unit pengelola program studi untuk borang
unit pengelola program studi. (Lihat Lampiran F4 dan Lampiran F5).
10. Tim Asesor menyusun rekomendasi dan hal-hal yang mendesak untuk ditindaklanjuti
prodi yang disampaikan pada acara penutupan asesmen lapangan serta menyerahkan
Formulir Evaluasi Kinerja LAM-PTKes (fasilitator, asesor, dan sekretariat) ke program
studi.
11. Tim Asesor mengisi dokumen format penilaian dan rekomendasi hasil visitasi. (lihat
Lampiran F6; Lampiran F7; Lampiran F8; dan Lampiran F9)

12. Tim Asesor mengirim berita acara dan seluruh hasil penilaian secara elektronik serta
dokumen perjalanan (tiket, boarding pass, kuitansi transportasi lokal dan kuitansi
penginapan) melalui pos kepada Sekretariat LAM-PTKes, selambat-lambatnya satu
minggu setelah visitasi di program studi.
17

BAB VI
PENILAIAN
6.1. KRITERIA PENILAIAN INSTRUMEN AKREDITASI

Tim Asesor bertugas untuk melakukan Asesmen Kecukupan / Desk Evaluation dan Asesmen
Lapangan / Visitasi yang diisi ke dalam format-format sebagai berikut:

1. Format 1: Penilaian Borang Program Studi (Lihat Lampiran F1);


2. Format 2: Penilaian Evaluasi Diri (ED) Program Studi (Lihat Lampiran F2);
3. Format 3: Penilaian Borang Yang Diisi Unit Pengelola Program Studi (Lihat Lampiran
F3);
4. Format 4: Berita Acara Asesmen Lapangan Program Studi (Lihat Lampiran F4);
5. Format 5: Berita Acara Asesmen Lapangan Unit Pengelola Program Studi (Lihat
Lampiran F5);
6. Format 6: Laporan Penilaian Akhir Borang Program Studi (Lihat Lampiran F6);
7. Format 7: Laporan Penilaian Akhir Evaluasi Diri (ED) Program Studi (Lihat Lampiran
F7);
8. Format 8: Laporan Penilaian Akhir Borang Unit Pengelola Program Studi (Lihat Lampiran
F8);
9. Format 9: Rekomendasi Pembinaan Untuk Program Studi (Lihat Lampiran F9).

Format-format tersebut dapat dilihat dalam Buku V (Pedoman Penilaian Instrumen


Akreditasi). Penilaian instrumen akreditasi program studi ditujukan pada tingkat komitmen
terhadap kapasitas dan efektivitas program studi yang dijabarkan menjadi 7 standar akreditasi
di bawah ini.

Standar 1. Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian


Standar 2. Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu
Standar 3. Mahasiswa dan lulusan
Standar 4. Sumber daya manusia
Standar 5. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik
Standar 6. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi
Standar 7. Penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama

Di dalam instrumen akreditasi, setiap standar dirinci menjadi sejumlah elemen penilaian dan
deskriptor yang harus ditunjukkan secara obyektif oleh program studi dan unit pengelola
program studi. Analisis setiap elemen dalam instrumen yang disajikan harus mencerminkan
proses dan pencapaian mutu penyelenggaraan program studi dibandingkan dengan target
yang telah ditetapkan. Analisis tersebut harus memperlihatkan keterkaitan antara berbagai
standar, dan didasarkan atas evaluasi-diri.

Setiap standar dan atau elemen dalam instrumen akreditasi dinilai secara kualitatif maupun
kuantitatif dengan menggunakan quality grade descriptor sebagai berikut: Sangat Baik,
Baik, Cukup, Kurang, dan Sangat Kurang. Untuk menetapkan peringkat akreditasi, hasil
penilaian kualitatif tersebut pada umumnya dikuantifikasikan sebagai berikut : [4]
Skor 4 (Sangat Baik), jika semua kinerja mutu setiap standar atau elemen yang diukur
sangat baik.
18

Skor 3 (Baik), jika semua kinerja mutu setiap standar atau elemen yang diukur baik dan
tidak ada kekurangan yang berarti.
Skor 2 (Cukup), jika semua kinerja mutu setiap standar atau elemen yang diukur cukup,
namun tidak ada yang menonjol;
Skor 1 (Kurang), jika semua kinerja mutu setiap standar atau elemen yang diukur
kurang.
Skor 0 (Sangat Kurang), jika semua kinerja mutu setiap standar atau elemen yang
diukur sangat kurang atau tidak ada.

Secara lebih rinci kriteria khusus penilaian instrumen akreditasi disajikan pada Buku VI,
berupa matriks penilaian.

6.2. KEPUTUSAN PENILAIAN AKREDITASI


Hasil akreditasi institusi program studi dinyatakan sebagai terakreditasi dan tidak
terakreditasi [4].
- Yang terakreditasi diberi peringkat:
A (Sangat Baik) dengan nilai akreditasi 361 - 400
B (Baik) dengan nilai akreditasi 301 - 360
C (Cukup) dengan nilai akreditasi 200 300

- Yang Tidak Terakreditasi memiliki nilai akreditasi kurang dari 200

Penentuan skor akhir merupakan jumlah dari hasil penilaian (1) Evaluasi-diri program studi
(10%), (2) Borang program studi (75%), dan (3) Borang unit pengelola program studi (15%).

6.3. PENILAIAN PAKAR (EXPERT JUDGEMENT)

Tim asesor diharapkan memberikan penilaian pakar (expert judgement) dalam bentuk uraian
menyeluruh dan kualitatif mengenai masukan, proses dan keluaran, dengan menggunakan
indikator sebagai berikut: [5]

1. Relevansi
2. Suasana Akademik
3. Manajemen Internal
4. Keberlanjutan
5. Efektivitas dan Efisiensi
6. Kepemimpinan
7. Aksesibilitas dan Pemerataan (Terutama bagi Mahasiswa Baru)

1. Relevansi
Relevansi adalah tingkat keterkaitan hasil/keluaran dengan tujuan program studi dan tuntutan
masyarakat nasional maupun internasional, yang terwujud dalam upaya untuk memperbaiki
proses pembelajaran, sehingga kompetensi lulusan sesuai dengan standar kompetensi
pendidikan dokter Indonesia. Mengupayakan peningkatan kemungkinan lulusan untuk
bekerja sesuai dengan kompetensinya, mengurangi masa tunggu lulusan untuk memperoleh
pekerjaan, dan memperbaiki hubungan antara program studi dengan bidang pekerjaan;
19

sebagai upaya untuk memperbaiki proses pembelajaran, sehingga kompetensi lulusan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat.

2. Suasana Akademik
Suasana Akademik merupakan iklim yang mendukung interaksi antar sivitas akademika
untuk mengoptimumkan proses pembelajaran. Suasana akademik merupakan fungsi
kepemimpinan dan manajemen program studi yang berkenaan dengan perbaikan proses
pembelajaran, termasuk manajemen pengembangan dan implementasi kurikulum, penelitian
dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dengan penyediaan sumber daya yang
bermutu.

Suasana akademik dikembangkan melalui hal-hal berikut ini:


hubungan yang sehat antara dosen-mahasiswa, antara pada dosen, antara mahasiswa;
hubungan yang sehat untuk mengembangkan mutu proses pendidikan yang didukung oleh
semua staf pengajar dan staf administrasi;
keterbukaan dan akuntabilitas dalam semua kehidupan akademik;
semangat dan motivasi semua dosen untuk bekerja dalam semua kegiatan akademik;
keterlibatan masyarakat dalam proses akademik dan pembelajaran.

3. Manajemen Internal
Manajemen internal adalah upaya program studi untuk hal-hal berikut ini:
memperbaiki manajemen dan organisasi;
memperbaiki semangat dan motivasi staf;
menata alokasi/mekanisme pendanaan yang lebih baik;
mengoptimalkan alokasi dan pemanfaatan sumber daya;
aliran sumber daya yang diperoleh dari kegiatan lain dapat dimanfaatkan untuk
keseluruhan program;
pendekatan dari bawah ke atas untuk mengembangkan rencana; dan
inisiatif dan tanggung jawab setiap unsur.

4. Keberlanjutan
Keberlanjutan upaya program studi untuk mempertahankan kelanggengan penyelenggaraan
program studi, yang mencakup penyelenggaraan sistem karir dan upaya menyediakan
pekerjaan bagi lulusan; pemberdayaan partisipasi masyarakat; mengembangkan dan
memanfaatkan jaringan kerjasama dan kemitraan; membangun dan memanfaatkan dukungan
wilayah regional.

5. Efisiensi dan Efektivitas


Efektivitas dan efisiensi berkenaan dengan upaya berikut ini:
perbaikan proses dan hasil pembelajaran bagi mahasiswa, terutama mahasiswa baru,
melalui interaksi kelas;
pembelajaran di perpustakaan;
pekerjaan laboratorium dan tugas akhir;
penyelenggaraan program bantuan bagi mahasiswa, tutorial dan tugas di luar kelas;
akses kepada rujukan dan sumber di luar program studi;
interaksi teman sebaya;
20

kegiatan di laboratorium;
membangun sistem evaluasi yang objektif, komprehensif dan transparan; serta
menyelenggarakan sertifikasi bagi lulusan.

6. Kepemimpinan
Kepemimpinan meliputi hal-hal berikut ini:
keseluruhan pendirian individu kunci, yaitu orang-orang dalam organisasi, yang terlibat
dalam perumusan, operasi, dan interaksi dengan lingkungan;
kekuatan visi yang memberikan arah pada penyusunan rencana pengembangan,
membimbing pelaksanaan rencana ke arah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan;
komitmen kelembagaan;
pengembangan hubungan dan nilai kompetitif yang memperlihatkan nilai tambah dan
kompetitif.
Dalam rangka pengelolaan program studi, elemen-elemen kepemimpinan itu diwujudkan
dalam pengelolaan kurikulum, penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat,
yang didukung oleh penyediaan sumber daya yang bermutu.

7. Aksesibilitas dan Pemerataan (Terutama bagi Mahasiswa Baru)


Aksesibilitas dan pemerataan pendidikan adalah kondisi yang memungkinkan peningkatan
dan pemerataan kesempatan calon mahasiswa untuk memasuki program studi, terutama calon
mahasiswa yang tidak beruntung secara ekonomis, dan partisipasi serta kesempatan kaum
perempuan untuk belajar pada tingkat pendidikan tinggi; meningkatkan kapasitas penerimaan
calon mahasiswa; dan meningkatkan upaya penelurusan bakat calon mahasiswa secara
terbuka.
21

BAB VII
KODE ETIK ASESOR
1. Asesor harus menyatakan secara tertulis bahwa ia bebas dari hubungan kerja dengan
institusi yang akan diakreditasi yang diperkirakan atau patut diduga menimbulkan conflict
of interest.
2. Asesor harus menolak tugas akreditasi dari LAM-PTKes, jika asesor yang bersangkutan
pernah membantu institusi yang akan diakreditasi dalam waktu kurang dari dua tahun.
3. Asesor harus menolak setiap tawaran untuk bertugas di program studi yang sedang
diakreditasi minimal untuk masa dua tahun setelah keluarnya sertifikat akreditasi.
4. Asesor harus bekerja secara objektif tanpa memandang reputasi program studi yang
dievaluasinya.
5. Asesor harus menjaga kerahasiaan setiap informasi/dokumen maupun hasil penilaian
(nilai/score) proses akreditasi, kecuali kepada LAM-PTKes.
6. Asesor tidak diperkenankan mengambil keuntungan pribadi/ keluarga/kelompok dari
kegiatan akreditasi.
7. Asesor tidak diperkenankan menyampaikan pendapat pribadi yang mengatasnamakan
LAM-PTKes.
8. Asesor tidak diperkenankan meminta atau menerima pemberian hadiah dalam bentuk
apapun yang patut diduga ada kaitannya dengan tugasnya sebagai asesor.
9. Asesor tidak diperkenankan mengubah atau memperbaiki data dan informasi, termasuk
hasil penilaian yang berkaitan dengan proses evaluasi yang telah diserahkan kepada
LAM-PTKes.

Setiap asesor LAM-PTKes yang melakukan pelanggaran kode etik dapat dikenakan sanksi
sebagai berikut:
a. Peringatan biasa;
b. Peringatan keras;
c. Pembebasan tugas sementara;
d. Pemberhentian.
22

BAB VIII
PELAPORAN
Tim Asesor menyusun laporan asesmen yang dituangkan dalam format-format sebagai
berikut:
1. Format 1: Penilaian Borang Program Studi (Lihat Lampiran F1);
2. Format 2: Penilaian Evaluasi Diri (ED) Program Studi (Lihat Lampiran F2);
3. Format 3: Penilaian Borang Unit Pengelola Program Studi (Lihat Lampiran F3);
4. Format 4: Berita Acara Asesmen Lapangan Program Studi (Lihat Lampiran F4);
5. Format 5: Berita Acara Asesmen Lapangan Unit Pengelola Program Studi (Lihat
Lampiran F5);
6. Format 6: Laporan Penilaian Akhir Borang Program Studi (Lihat Lampiran F6);
7. Format 7: Laporan Penilaian Akhir Evaluasi Diri (ED) Program Studi (Lihat Lampiran
F7);
8. Format 8: Laporan Penilaian Akhir Borang Unit Pengelola Program Studi (Lihat Lampiran
F8);
9. Format 9: Rekomendasi Pembinaan Untuk Program Studi (Lihat Lampiran F9).

8.1. PELAPORAN ASESMEN KECUKUPAN / DESK EVALUATION

Tim Asesor menyusun Laporan Asesmen Kecukupan yang dituangkan dalam format-format
sebagai berikut:
1. Format 1: Penilaian Borang Program Studi (Lihat Lampiran F1);
2. Format 2: Penilaian Evaluasi Diri (ED) Program Studi (Lihat Lampiran F2);
3. Format 3: Penilaian Borang Unit Pengelola Program Studi (Lihat Lampiran F3);

Tim Asesor diberikan waktu 2 minggu untuk melakukan Asesmen Kecukupan per program
studi di lokasi keberadaan asesor secara elektronik.

8.2. PELAPORAN ASESMEN LAPANGAN / VISITASI

Tim Asesor menyusun Laporan Asesmen Lapangan yang dituangkan dalam format-format
sebagai berikut:

1. Format 4: Berita Acara Asesmen Lapangan Program Studi (Lihat Lampiran F4);
2. Format 5: Berita Acara Asesmen Lapangan Unit Pengelola Program Studi (Lihat
Lampiran F5);
3. Format 6: Laporan Penilaian Akhir Borang Program Studi (Lihat Lampiran F6);
4. Format 7: Laporan Penilaian Akhir Evaluasi Diri (ED) Program Studi (Lihat Lampiran
F7);
5. Format 8: Laporan Penilaian Akhir Borang Unit Pengelola Program Studi (Lihat
Lampiran F8);
6. Format 9: Rekomendasi Pembinaan Untuk Program Studi (Lihat Lampiran F9).

Tim Asesor mengisi dokumen format penilaian dan rekomendasi hasil visitasi, Laporan
Penilaian Akhir Evaluasi Diri (ED) Program Studi, serta Laporan Penilaian Akhir Borang
Program Studi. Selanjutnya Tim Asesor mengirim berita acara dan seluruh hasil penilaian
secara elektronik serta dokumen perjalanan (tiket, boarding pass, kuitansi transportasi lokal
dan kuitansi penginapan) melalui pos kepada Sekretariat LAM-PTKes , selambat-lambatnya
satu minggu setelah visitasi di program studi.
23

REFERENSI

1. Undang-Undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.


2. BAN-PT. Buku 1 : Naskah Akademik. Jakarta 2013.
3. BAN-PT. Buku 2 : Standar dan Prosedur. Jakarta 2013.
4. BAN-PT. Buku 5 : Pedoman Penilaian Instrumen Akreditasi. Jakarta 2013.
5. BAN-PT. Buku 7: Pedoman Asesmen Lapangan. Jakarta 2013.
24

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 25

SOP KOORDINASI KEBERANGKATAN ASESOR DARI


MASING-MASING LOKASI

Dikarenakan asesor berasal dari institusi pendidikan yang berbeda-beda maka untuk
menunjang kelancaran keberangkatan Tim Asesor menuju lokasi yang di visitasi
maka perlu koordinasi antara lain:

1. Setelah Tim Asesor mendapatkan pemberitahuan dari Sekretariat LAM-


PTKes bahwa hasil Asesmen Kecukupan layak untuk divisitasi, maka antara
asesor melakukan komunikasi untuk menyepakati waktu/tanggal
keberangkatan menuju lokasi asesmen.

2. Masing-masing asesor melaporkan rencana keberangkatan kepada


Sekretariat LAM-PT Kes minimal 3 minggu sebelum pelaksanaan.

3. Sekretariat mengontak institusi pendidikan yang akan di visitasi minimal 2


minggu sebelum pelaksanaan.

4. Asesor berada di lokasi/ Program Studi yang di akreditasi 1 hari sebelum


pelaksanaan akreditasi.
Lampiran 2 26

JADWAL KEGIATAN ASESMEN LAPANGAN

Hari Jam Acara


Hari 1 Para asesor berangkat ke lokasi
dan membahas rencana
kunjungan bersama.

Setelah semua asesor tiba, maka


mereka membahas rencana
visitasi, kemudian menyampaikan
hal itu kepada prodi.

Hari 2 08:00 09:00 Courtesy call kepada pimpinan


perguruan tinggi.
09:00 11:00 Presentasi dan diskusi dengan
tim akreditasi prodi dan SPMI.
11:00 12:00 Orientasi lokasi prodi
12:00 13:00 ISHOMA
13:00 14:00 Pertemuan dengan alumni dan
pemangku kepentingan
(concerns)
14:00 15:00 Pertemuan dengan staf pengajar
(concerns)
15:00 16:00 Pertemuan dengan tenaga
kependidikan (concerns)
16:00 17:00 Pertemuan dengan mahasiswa
(concerns).
17:00 20:00 ISTIRAHAT
20:00 23:00 Diskusi antar asesor

Hari 3 08:00 12:00 Tinjauan lapangan 1


12:00 13:00 ISHOMA
13:00 17:00 Pemeriksaan dokumen
17:00 20:00 ISTIRAHAT
Lampiran 2 26

20:00 23:00 Diskusi antar asesor penyusunan


berita acara, dan penyusunan
rekomendasi pembinaan.
Berita acara yang sudah selesai
diberikan kepada prodi untuk
ditanggapi.

Hari 4 08:00 12:00 Diskusi tentang berita acara


dengan prodi.
Diskusi dan penandatanganan
berita acara dengan prodi.
12:00 13:00 ISHOMA
13:00 17:00 Penyusunan laporan visitasi.
17:00 Para asesor kembali ke tempat
masing-masing.
Lampiran 3 27

RAMBU RAMBU WAWANCARA

1. Rambu-Rambu Wawancara
Wawancara dengan Dosen
Kepemimpinan
Suasana kerja
Hubungan dengan pimpinan dan sesama anggota
Beban kerja
Sistem kesejahteraan, termasuk penggajian/honor
Masalah akademik lain yang relevan
Prasarana dan sarana akademik
Pelayanan administrasi terhadap dosen
Wawancara dengan Pimpinan Program Studi
Suasana kerja
Hubungan pimpinan dan bawahan
Hubungan antara sesama sivitas akademika
Beban kerja
Sistem kesejahteraan, termasuk penggajian/honor
Kelengkapan prasarana dan sarana
Wawancara dengan Mahasiswa
Suasana belajar
Kelengkapan prasarana dan sarana akademik
Kepuasan belajar
Fasilitas kemahasiswaan (asrama, klinik, fasilitas olahraga, fasilitas
hiburan, dll.)
Organisasi mahasiswa
Layanan bantuan (bimbingan dan konseling, beasiswa, dsb.)
Informasi karir dan pasar kerja
Lampiran 4 28

KEHARUSAN DAN LARANGAN BAGI ASESOR LAM-PTKes

I. KEHARUSAN ASESOR
1. Asesor harus melaksanakan tugas asesmen dalam koridor sebagai peer
reviewer, sehingga harus bekerja secara obyektif tanpa mempertimbangkan
reputasi program studi dan/atau satuan pendidikan tinggi yang dinilainya.
Obyektif dalam memberikan penilaian. Membawakan diri sebagai peer reviewer
yang berperilaku baik, yaitu, antara lain: jangan sampai berbaik hati yang
berlebihan atau sebaliknya,--bermuka masam, murung, kejam atau
memperlihatkan kekuasaan--, sehingga pihak program studi dan atau satuan
pendidikan tinggi merasa terancam dan proses asesmen berjalan dengan
suasana yang tidak sehat.
2. Asesor harus tegas dalam memberikan saran atau kritik yang membangun
kepada setiap program dan atau satuan pendidikan tinggi yang dinilainya,
termasuk yang memiliki nama besar atau reputasi yang tinggi, jika memang
program dan atau satuan pendidikan tinggi tersebut memiliki masalah atau hal
yang memerlukan perbaikan.
3. Asesor harus mendapatkan izin dari atasannya ketika akan melaksanakan tugas
akreditasi
4. Asesor harus tepat waktu pada setiap perjanjian dan rapat/pertemuan asesmen
5. Asesor harus bersedia menerima dan mempertimbangkan secara sungguh-
sungguh setiap keluhan dan keberatan yang dikemukakan oleh pihak program
dan atau satuan pendidikan tinggi yang dinilainya.
6. Asesor harus menjamin kerahasiaan semua dokumen dan informasi yang
disampaikan oleh program dan atau satuan pendidikan tinggi yang dinilainya.
7. Asesor harus menjamin kerahasiaan hasil akreditasi dan semua hal yang rahasia
(confidential) pada semua tahap dalam proses akreditasi.
8. Asesor harus memperhatikan dan menerapkan tatakrama, sopan santun dan
menghormati serta menghargai tradisi lokal dan adat istiadat setempat selama
melakukan asesmen lapangan (site visit)
9. Asesor harus menepati waktu pada setiap perjanjian dan rapat/pertemuan
asesmen. Jika seorang asesor berhalangan karena kejadian-kejadian yang tidak
diharapkan, yang bersangkutan harus memberi tahu contact person LAM-
PTKes secepat mungkin.

II. LARANGAN ASESOR


1. Asesor tidak boleh memiliki afiliasi dengan program dan atau satuan pendidikan
tinggi yang dinilainya.
2. Asesor tidak boleh memiliki komitmen antara lain berupa janji atau kesediaan
untuk melakukan sesuatu yang tidak pada tempatnya, atau memberikan
informasi yang konfidensial untuk kepentingan program dan atau satuan
pendidikan tinggi yang dinilainya.
3. Asesor tidak boleh menerima tawaran untuk terlibat dalam kegiatan program
dan atau satuan pendidikan tinggi yang dinilainya.
4. Asesor tidak boleh memanfaatkan kedudukan dan mengambil keuntungan
pribadi dari kegiatan akreditasi.
Lampiran 4 29

5. Asesor tidak boleh bekerja sebagai konsultan akreditasi pada program dan atau
satuan pendidikan tinggi yang dinilainya.
6. Asesor tidak boleh memberi pernyataan pribadi dan atau mengatasnamakan
LAM-PTKes mengenai prediksi hasil akreditasi program dan atau satuan
pendidikan tinggi yang dinilainya.
7. Asesor tidak boleh memberitahukan cara pengisian insrumen akreditasi dan
cara penilaiannya agar dapat memperoleh hasil akreditasi yang baik.
8. Asesor tidak boleh menerima layanan, pemberian dan atau hadiah (suap)
dalam bentuk apapun pada saat akan, selama, dan atau setelah melakukan
penilaian program dan atau satuan pendidikan tinggi yang yang patut diduga
ada kaitannya dengan tugasnya sebagai asesor.
9. Asesor tidak boleh memalsukan atau terlibat dalam pemalsuan data dan
informasi yang berhubungan dengan akreditasi.
10. Asesor tidak boleh mengubah atau memperbaiki data dan informasi yang
berkaitan dengan proses evaluasi (kecuali perubahan data yang harus
dilakukan sebagai hasil visitasi dan hal ini harus dicantumkan di dalam Berita
Acara Visitasi)
Lampiran 5 30

PERNYATAAN KEPATUHAN ASESOR

Saya telah membaca, mengerti, memahami dan menyetujui kode etik serta apa yang
harus dan tidak boleh dilakukan asesor seperti tertulis di atas. Saya memahami, jika
saya melanggar kode etik dan keharusan serta larangan bagi asesor ini, maka saya
bersedia diberhentikan dari proses asesmen yang ditugaskan, dan LAM-PTKes tidak
akan menugaskan saya lagi sebagai asesor LAM-PTKes.

Tanggal : _______________________

Nama Jelas: _______________________

Tandatangan Asesor: ___________________