Anda di halaman 1dari 3

Syarat dan Izin Menjadi Sub Agen Elpiji 3Kg

Pada postingan sebelumnya, telah dijelaskan secara singkat tentang berwirausaha sebagai sub agen
gas LPG 3 Kg, maka sebagai kelanjutannya akan diuraikan sekilas tentang pengurusan izin menjadi
sub agen (pangkalan) Elpiji tabung 3 kg sehingga usaha anda menjadi berstatus resmi. Seperti jenis
usaha yang lain, menjadi seorang wirausaha dalam bidang perdagangan tentu harus memiliki izin-
izin tertentu.

Begitu juga halnya jika anda ingin berwirausaha sebagai agen penyalur atau sub agen tabung gas
Elpiji. Dokumen-dokumen perizinan yang wajib anda miliki tersebut ibarat sebuah SIM bagi seorang
pengendara mobil atau motor. Jika tidak punya, maka siap-siap kena tilang oleh Dinas
Perindustrian dan Perdagangan setempat.

Berikut adalah sedikit gambaran tentang dokumen yang harus dimiliki agar bisa lolos
menjadi sub agen elpiji (pangkalan) yang resmi. Jumlah dokumen perizinan dan persyaratan
bagi masing-masing daerah kabupaten/kota sedikit berbeda-beda. Namun, secara umum dapat
dideskripsikan seperti berikut:

Izin Sub Agen (Pangkalan) Elpiji


Menurut beberapa Perda di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa Izin Sub Agen Elpiji adalah
izin yang wajib dimiliki oleh orang pribadi atau badan hukum untuk melaksanakan kegiatan
penyimpanan dan penyaluran elpiji kepada pengecer dan atau masyarakat/konsumen dengan
kapasitas penjualan kurang dari 1 (satu) ton per hari. Jadi Pangkalan Elpiji merupakan ujung
tombak dari Pertamina dalam menyalurkan elpiji tersebut ke para pedagang kelontong, toko,
ataupun langsung kepada konsumen.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi, umumnya terdiri dari:

Anda mempunyai Surat Keterangan memiliki kerjasama dengan Agen LPG 3 Kg


yang ada di daerah anda (kabupaten/kota). Jadi mintalah surat tersebut ke agen anda.
(Lihat daftar nama agen)
Anda mempunyai SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar
Perusahaan), dan Surat Izin Gangguan atau disebut HO (Hinderordonnantie) yang
biasanya diperoleh di Dinas perizinan di kabupaten/kota anda.
Melampirkan Surat Keterangan Izin dan Rekomendasi Mendirikan Pangkalan LPG 3
Kg dari kelurahan setempat.
Menyiapkan fotocopy KTP, Foto berwarna berbagai ukuran, dan membuat surat
pernyataan sanggup mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Jika telah lengkap, maka anda bisa mengajukan dokumen tersebut ke dinas perizinan di
kota/kabupaten di wilayah anda. Persyaratan di atas hanya gambaran umum, mungkin di
daerah anda akan ada tambahan atau pengurangan dokumen persyaratan, karena masing-
masing daerah tidak sama persis. Namun, jika anda tidak ingin repot, anda bisa
memanfaatkan biro jasa tentu dengan biaya ekstra.

Jadi secara gamblangnya, untuk memulai bisnis ini, yang pertama anda lakukan adalah
menyiapkan modal, menyiapkan tempat usaha, mendatangi agen elpiji di daerah anda,
memohon kerjasama dengan agen, kemudian agen akan mengecek permohonan anda
(termasuk mereview rencana tempat usaha anda), jika lolos, anda akan diterima sebagai sub
agen (pangkalan), kemudian usaha anda siap beroperasi sembari pengurus perizinan ke dinas
setempat.

Setelah izin keluar, usaha anda telah dapat dikatakan sebagai Sub Agen Elpiji Resmi. Untuk
semakin memajukan usaha tersebut, silahkan disimak tips-tips umum berikut ini. Selamat
berwirausaha, sukses!
Beberapa kendala yang sering dihadapi oleh para sub agen (pangkalan) gas lpg antara lain:

1. Masih adanya stigma negatif atau kesan sebagian masyarakat yang mengganggap
penggunaan kompor dengan bahan gas lpg sangat berbahaya. Hal ini banyak dijumpai
di wilayah pedesaan, sehingga sebagian warganya lebih memilih untuk menggunakan
kayu bakar untuk memenuhi keperluan masak-memasak mereka. Ini merupakan
sebuah tantangan yang harus dipecahkan oleh para agen pangkalan di daerah-daerah
guna memperluas pasar.
2. Jalur distribusi tabung gas lpg yang terkadang tidak lancar terutama untuk daerah-
daerah terpencil sehingga terkadang satu dua minggu stock belum datang dari agen
utama. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya cuaca dan keadaan alam
yang menyebabkan transportasi yang tidak lancar, perbaikan pada sumber bor atau
perawatan depot pertamina sehingga produksi berkurang untuk sementara waktu,
ataupun agen lpg anda mengurangi jumlah pesanan karena alasan tertentu.
3. Resiko kerusakan/bocornya tabung gas lpg saat proses bongkar muat. Sering kali para
petugas bongkar muat barang (tabung) kurang memperhatikan cara pendistribusian
yang baik, sehingga tanpa disadari terjadi kebocoran kecil pada beberapa tabung gas.
Hal ini selain mengurangi jumlah takaran yang dibeli konsumen, juga bisa berbahaya
bagi keselamatan gudang anda dari adanya ledakan. Untuk itu, diperlukan kepekaan
dalam mengecek tabung-tabung yang masih bagus, dan segera laporakan ke agen jika
dijumpai beberapa tabung yang tidak layak edar.
4. Modal yang dibutuhkan lumayan besar, seperti pembuatan gudang yang aman,
persediaan stock tabung (100 tabung x Rp 150.000 = 15 juta rupiah), dan memiliki
kendaraan angkut untuk pendistribusian ke pelanggan anda
(toko/warung/pengecer/konsumen akhir).
5. Keluhan dari warga sekitar tentang ketidaknyaman ketika terjadi proses bongkar muat
terutama tempat usaha yang berdampingan dengan rumah penduduk. Maka, usahakan
lakukan proses bongkar muat tidak di saat jam-jam untuk istirahat, serta lengkapi
pangkalan anda dengan berbagai surat izin, misalnya Surat izin gangguan usaha
(HO).

Tips usaha
Untuk semakin meningkatkan usaha penjualan tabung gas tersebut, anda bisa mempraktikan
beberapa tips umum berikut ini:

1. Anda sebaiknya mampu memberi informasi dan edukasi kepada pelanggan tentang
cara menggunakan kompor lpg dengan aman, cara mengganti tabung gas, cara
perawatan dan info-info yang berguna lainnya untuk para konsumen. Dengan
demikian mereka akan mengenal dan mempercayakan pada perusahaan anda sebagai
salah satu tempat yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan mereka terkait dengan
urusan gas lpg.
2. Untuk menambah celah pemasukan, anda juga boleh melengkapi usaha anda dengan
menjual assesoris untuk kompor lpg, misalnya menjual regulator, selang gas, atau
detektor gas lpg.
3. Lakukan promosi dan jual dengan harga yang kompetitif.
4. Agar tidak kalah dalam persaingan, lakukan sistem jemput bola dengan cara
mendistribusikan langsung ke pengecer dan warung-warung.
5. Menjalani usaha dengan ujur untuk membangun citra positif. Hindari tindakan
mencari keuntungan dengan cara ilegal (melanggar hukum) seperti suntik tabung
untuk mengurangi isi tabung gas lpg.

Demikian sekilas tips membangun usaha menjadi pangkalan gas lpg khususnya ukuran 3 kg.
Semoga bermanfaat, salam sukses!