Anda di halaman 1dari 10

Penggunaan Aturan Trapezoidal (Aturan

Trapesium), dan Aturan Simpson Sebagai


Hampiran Dalam Integral Tentu

Fendi Al Fauzi


15 Desember 2012

1 Pengantar
Persoalan yang melibatkan integral dalam kalkulus ada kalanya tidak hanya per-
soalan yang mudah-mudah saja. Untuk fungsi-fungsi yang rumit adakala nya kita
akan kesulitan dalam mengintegralkannya. Sebagai contoh
 1  2  1
x2 sin(x) q
e dx, dx, 1 cos(x)dx
0 0 x 0

sangat sulit kita integralkan. Bahkan dengan menerapkan teorema Fundamental


Kalkulus dasar Kedua kita mungkin akan kerepotan dengan fungsi-fungsi diatas.
Padahal integral pertama sangat penting dalam bidang statistika dan integral ke-
dua sangat penting dalam bidang optik. Akan tetapi bukan berarti integral tersebut
tidak dapat kita selesaikan. Penyelesaian integral diatas adalah dengan menggunak-
an solusi hampiran berupa pengintegralan secara numerik.

Jika yang kita bahas adalah pengintegralan secara numerik, maka hasilnya akan ber-
upa angka. Solusi dalam pengintegralan numerik akan berupa hampiran. Namanya
hampiran berarti akan ada error (galat). Namun semua kesalahan (galat) dapat kita
kontrol untuk mendapatkan hasil yang mendekati nilai eksak.

2 Aturan Trapezoidal (Aturan Trapesium)


Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang aturan Trapesium. Jika
pada kuliah kalkulus kita sudah menghampiri integral dengan aturan integral Rie-

1
mann, maka sekarang kita akan mencoba dengan aturan trapezoidal.

Pada aturan ini, fungsi f (x) pada [a, b] dibagi dalam beberapa selang (n). Perha-
tikan gambar berikut:

Kita tahu bahwa integral dari suatu fungsi adalah luas daerah pada fungsi tersebut
yang dibatasi oleh selang pengintegralan. Gambar diatas menunjukkan bahwa fungsi
f (x) di hampiri dengan luasan trapesium. Jadi menghitung integral fungsi f (x)
dengan batas [a, b] adalah jumlah dari luas trapesium.

h
Kita juga ketahui bahwa rumus dari luas trapesium adalah L = (c + d). Rumus
2
luas ini akan membantu kita untuk mencari luas pada gambar pertama.

Karena a = x0 dan b = xn maka luas sebuah trapesium pada gambar diatas adalah

h
Ai = (f (xi1 ) + f (xi ))
2

Untuk lebih akurat, maka kita harus memperbanyak trapesium dalam fungsi terse-
but sehingga luas seluruhnya adalah

Atotal = A1 + A2 + + An

2
Dengan

h
A1 = (f (x0 ) + f (x1 ))
2
h
A2 = (f (x1 ) + f (x2 ))
2
..
.
h
An = (f (xn1 ) + f (xn ))
2

Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa


 b
f (x)dx = A1 + A2 + + An
 a
b
h h h
f (x)dx = (f (x0 ) + f (x1 )) + (f (x1 ) + f (x2 )) + + (f (xn1 ) + f (xn ))
a 2 2 2

Sehingga hasil diatas dapat kita sederhanakan menjadi


 b
h
f (x)dx [f (x0 ) + 2f (x1 ) + 2f (x2 ) + + 2f (xn1 ) + f (xn )]
a 2
n1
" #
h X
f (x0 ) + 2 f (xi ) + f (xn )
2 i=1

ba
Dengan h =
n
Sekarang kita akan menguji coba aturan ini dengan integral yang kita ketahui nilai
eksaknya.
1. Dengan menggunakan aturan Trapezoidal dengan n = 8 hampirilah nilai
 2
x2 dx
0

Penyelesaian:
20 1
Karena n = 8, maka h = = = 0, 25
8 4

3
i xi f (xi ) ci ci f (xi )
0 0 0 1 0
1 0,25 0,0625 2 0,125
2 0,5 0,25 2 0,5
3 0,75 0,5625 2 1,125
4 1,00 1,00 2 2
5 1,25 1,5625 2 3,125
6 1,5 2,25 2 4,5
7 1,75 3,0625 2 6,125
8 2,00 4,00 1 4
Jumlah 21,5

Jadi
 2
0, 25
x2 dx = (21, 5)
0 2
= 0, 125 (21, 5)
= 2, 6875

Jika kita bandingkan dengan nilai eksaknya yaitu

 2
x3 2

2
x dx =
0 3 0
8
=
3
= 2, 666666667

Kesalahan pada aturan Trapezoidal En dinyatakan dengan

(b a)3 00
En = f (c)
12n2

dengan c adalah suatu titik tengah diantara a dan b.

Jika dibandingkan dengan nilai eksaknya maka masih terdapat perbedaan yang cu-
kup signikan. Sehingga kita akan mencoba beralih pada aturan selanjutnya.

4
3 Modikasi Aturan Trapezoidal
Aturan Trapezoidal diatas dapat dimodikasi sebagai berikut.
 b
[f 0 (b) f 0 (a)] h2
f (x)dx T
a 12
h [f 0 (b) f 0 (a)] h2
[f (x0 ) + 2f (x1 ) + 2f (x2 ) + + 2f (xn1 ) + f (xn )]
2 12

Sekarang kita akan mencoba mengaplikasikannya dalam contoh diatas.


1. Dengan menggunakan aturan Trapezoidal yang dimodikasi dengan n = 8 ham-
pirilah nilai  2
x2 dx
0

Penyelesaian:
20 1
Karena n = 8, maka h = = = 0, 25
8 4

i xi f (xi ) ci ci f (xi )
0 0 0 1 0
1 0,25 0,0625 2 0,125
2 0,5 0,25 2 0,5
3 0,75 0,5625 2 1,125
4 1,00 1,00 2 2
5 1,25 1,5625 2 3,125
6 1,5 2,25 2 4,5
7 1,75 3,0625 2 6,125
8 2,00 4,00 1 4
Jumlah 21,5

Jadi
0, 25
T = (21, 5)
2
= 0, 125 (21, 5)
T = 2, 6875

Selanjutnya f 0 (x) = 2x f 0 (0) = 0 dan f 0 (2) = 4 maka

[f 0 (b) f 0 (a)] h2 (4 0)(0, 25)2 4(0, 0625)


= = = 0, 020833
12 12 12

5
Sehingga
 2
x2 dx 2, 6875 0, 020833
0
2, 666667

hasilnya sama dengan nilai eksak.

4 Aturan Simpson (Parabolik)


Jika pada aturan Trapezoidal, kurva f (x) dihampiri dengan ruas-ruas garis. Kali
ini kita akan mencoba menghampirinya dengan ruas-ruas parabola dengan partisi
(pembagian) selang [a, b] menjadi n subselang dengan panjang h = (ba)
n
. Akan teta-
pi pada hampiran kali ini n haruslah bilangan genap. Kemudian kita mencocokkan
ruas-ruas parabola dengan titik-titik yang ada di dekatnya. perhatikan gambar.

Dengan menggunakan rumus luas sebagai berikut

6
maka akan menuntun kita pada sebuah hampiran yang disebut Aturan Barabolic
(Parabolic Rule). Aturan ini disebut juga Aturan Simpson berdasarkan nama ahli
matematikawan Inggris, Thomas Simpson (1710-1761).
 b
h
f (x)dx [f (x0 ) + 4f (x1 ) + 2f (x2 ) + + 2f (xn2 ) + 4f (xn1 ) + f (xn )]
a 3

2. Dengan menggunakan aturan Parabolic dengan n = 8 hampirilah nilai


 2
x2 dx
0

Penyelesaian:
20 1
Karena n = 8, maka h = = = 0, 25
8 4

i xi f (xi ) ci ci f (xi )
0 0 0 1 0
1 0,25 0,0625 4 0,25
2 0,5 0,25 2 0,5
3 0,75 0,5625 4 2,25
4 1,00 1,00 2 2
5 1,25 1,5625 4 6,25
6 1,5 2,25 2 4,5
7 1,75 3,0625 4 12,25
8 2,00 4,00 1 4
Jumlah 32

Jadi,

 1
0, 25
x2 dx (32)
0 3
0, 083333333(32)
2, 666666667

Luar biasa. Hasilnya sama dengan nilai eksak. Kesalahan pada aturan Parabolik
adalah 5
(b a) (4)
En = f (c)
180n4
dengan f (4) (x) adalah turunan keempat dan c adalah suatu titik tengah diantara a
dan b.

7
Dari kesalahan diatas dapat kita simpulkan bahwa jika turunan keempat dari fungsi
f (x) bernilai 0 maka kita akan mendapatkan nilai eksak.

5 Contoh Soal Terapan


Setelah kita mempelajari kedua metode diatas maka kini saatnya kita aplikasikan
dalam memecahkan masalah integral.

1. Gunakan aturan Trapezoidal dan aturan Parabolik untuk menghampiri luas


daerah di pinggir danau seperti pada gambar berikut. Dengan satuan yang
digunakan adalah kaki (feet).

Penyelesaian :
Dengan aturan trapezoidal mudah saja kita mendapatkan hampiran luas da-
nau tersebut.
h
A [f (x0 ) + 2f (x1 ) + 2f (x2 ) + + 2f (xn1 ) + f (xn )]
2
10
[75 + 2(71) + 2(60) + 2(45) + 2(45) + 2(52) + 2(57) + 2(60) + 59]
2
5 [914]
A 4570

Jadi, Dengan menggunakan aturan Trapezoidal Luas Danau tersebut adalah


4570 kaki2
Dengan aturan Parabolik kita dapatkan

8
h
A [f (x0 ) + 4f (x1 ) + 2f (x2 ) + + 2f (xn2 ) + 4f (xn1 ) + f (xn )]
3
10
[75 + 4(71) + 2(60) + 4(45) + 2(45) + 4(52) + 2(57) + 4(60) + 59]
3
10
(1370)
3
4566, 66667

Jadi, Dengan menggunakan aturan Parabolik Luas Danau tersebut adalah


4566,6667 kaki2

2. Gunakan aturan Parabolik untuk menghampiri jumlah air yang diperlukan


untuk mengisi kolam renang yang mempunyai bentuk seperti pada gambar
dibawah. dengan kedalaman 6 kaki. Satuan yang digunakan adalah kaki.

Penyelesaian:
Dengan aturan Parabolik kita dapatkan

h
A [f (x0 ) + 4f (x1 ) + 2f (x2 ) + + 2f (xn2 ) + 4f (xn1 ) + f (xn )]
3
3
[23 + 4(24) + 2(23) + 4(21) + 2(18) + 4(15) + 2(12) + 4(11) + 2(10) + 4(8) + 0]
3
465

Luas kolam renang tersebut adalah 465 kaki2 . Jumlah air yang diperlukan
untuk mengisi kolam tersebut adalah

V = Lkolam kedalaman
V = 465 6
= 2790

9
jadi, Jumlah air yang diperlukan untuk mengisi kolam tersebut adalah 2790
kaki3

Sumber :

1. Purcell, Varberg, Rigdon . 2007. Calculus 9th . Prentice Hall.

10