Anda di halaman 1dari 31

6 Januari 2012

 Angka kematian akibat penyakit infeksi


menurun
 Angka kematian akibat kanker meningkat
 3 jenis terapi kanker yg utama:
Pembedahan: solid kanker
Iradiasi: solid kanker
Kemoterapi (terapi obat): kanker yg dpt menyebar
(leukemia)
 TUMOR adalah pertumbuhan abnormal
jaringan tubuh
 Tumor dapat bersifat kanker (malignant) atau
non-kanker (benign)
 Tumor terjadi jika sel membelah di dalam
tubuh secara berlebihan
 Secara normal, pembelahan sel sangat
terkontrol
 Sel-sel baru yg terbentuk mengganti sel-sel
yg sudah tua
 Sel yg sdh rusak atau tidak diperlukan lagi
akan mati dan digantikan oleh sel baru
 Jika keseimbangan antara pembelahan sel
dengan kematian sel terganggu, bisa
terbentuk tumor
 Proliferasi persisten:
persisten pertumbuhan dan
pembelahan sel yg pesat, sel kanker tidak
responsif thd mekanisme feedback yg
mengatur proliferasi sel pd sel normal
 Pertumbuhan invasive:
invasive dapat menyerang
jaringan lainnya
 Metastase:
Metastase tumor sekunder yg terjadi pd
organ yg jauh dari tumor primernya
 Benzene, senyawa kimia lain dan toksin
 Minum alkohol terlalu banyak
 Toksin lingkungan: jamur beracun, aflatoksin
(kacang)
 Paparan sinar matahari yg berlebihan
 Masalah genetik
 obesitas
 Radiasi
 Virus (hepatitis B virus, human papiloma
virus)
 Toksisitas thd sel normal: membatasi dosis obat
 Kesembuhan memerlukan 100% sel yg terbunuh
(tdk bisa tercapai)
 Gagalnya deteksi dini
 Solid tumor kurang respon thd antikanker:
karena tdd byk sel G0
 Resistensi dapatan thd antikanker: uptake obat
menurun oleh sel kanker, konversi obat mjd btk
aktif menurun, meningkatnya kemampuan sel
utk mmperbaiki kerusakan akibat obat
 Akses obat yg terbatas thd sel kanker: lokasi
kanker dan suplai darah
 Toksik thd sel normal terutama sel yg kecepatan
proliferasenya tinggi: sumsum tulang, folikel rambut,
saluran cerna,
 Supresi sumsum tulang
Leukopenia, Limfopenia: resiko infeksi meningkat
Trombositopenia: pendarahan (berkurangnya platelet)
Menurunnya eritrosit: anemia
 Kerusakan mukosa saluran cerna
Stomatitis: inflamasi mukosa oral
Diare: mengganggu absorpsi cairan dan nitrisi lainnya
 Mual muntah krn stimulasi kemoreseptor trigger zone
 Alopesia: kerusakan pd folikel rambut
 Toksik thd reproduksi
 Hiperurikemia
 Pengalkilasi agent: (1) the nitrogen mustards,
 (2) the ethyleneimines, (3) the alkyl
sulfonates, (4) the nitrosoureas, and (5) the
triazenes
 Antimetabolit
 Antitumor Antibiotik
 Inhibitor mitosis
 Hormon, antagonis hormon
 Obat sitotoksik lainnya
 Obat yg bekerja pd fase spesifik siklus sel
Menghambat mitosis: efektif selama fase M
(vinkristin)
Mengganggu sintesis DNA: efektif pd fase S
(sitarabin, metotreksat)
 Obat yg bekerja pd fase non-spesifik siklus
sel
Bekerja pd bbg fase siklus sel termasuk G0 :
pengalkilasi (procarbazin), antitumor antibiotik
Kombinasi dgn obat fase spesifik: meningkatkan
daya bunuh thd sel
 Mekanisme kerja:
Transfer gugus alkil thd komponen sel
Mengganggu sintesis DNA dan pembelahan sel
Efektif pd fase siklus sel non spesifik
 Resistensi:
Meningkatnya produksi enzim yg berperan dlm DNA
repair
Menurunnya uptake obat
 Toksisitas:
Toksik thd jaringan dengan tingkat pertumbuhan yg
tinggi
Toksik thd sumsum tulang, folikel rambut, mukosa
saluran cerna
 Aktif thd bbg penyakit kanker
 Hodgkins desease, non-hodgkins
lymphoma, solid tumor kepala, leher,
ovarium, payudara
 Agen pengalkilasi yg paling banyak
digunakan
 Prodrug: aktivasi di hati, onset kerja lambat
 Dpt diberikan peroral atau iv
 Toksisitas: depresi sumsum tulang, mual
muntah, alopesia, kerusakan ginjal,
imunosupresan, reaksi sensitifitas
 Struktur mirip dgn metabolit yg penting
 Menghambat enzim yg berperan dalam
sintesis komponen sel
 Aktif thd fase S spesifik
 Aktif thd bbg fase siklus sel (kecuali G0)
 Dibagi 3 jenis:
Analog asam folat
Analog purin
Analog pirimidin
 Mencegah asam folat mjd bentuk aktifnya
 Metotreksat
 Resistensi
Menurunnya uptake metotreksat
Meningkatnya sintesis dihidrofolat reduktase
(enzim target metotreksat)
Sintesis btk modifikasi dihidrofolat reduktase yg
memiliki afinitas rendah thd metotreksat
 Farmakokinetik:
Diberikan oral, im, iv, dam intratekal untuk tumor
di CNS
Eliminasi melalui renal
 Penggunaan:
neoplastic deseases: non hodgkins limfoma, akut
linfositik leukemia pd anak-anak, sarcoma kepala
dan leher
Psoriasis
Rheumatoid arthritis
 Sitosin, timin dan urasil: basa yg diperlukan
utk sintesis asam nukleat DNA dan RNA
 Mekanisme kerja:
Menghambat sintesis pirimidin
Menghambat sintesis asam nukleat
Dpt bergabung dgn DNA dan RNA sehingga
mengganggu fungsi assam nukleat
 Analog pirimidin: sitarabin, fluorourasil,
floksuridin
 Adenin, guanin, hipoxantin: basa yg
digunakan untuk sintesis asam nukleat
 Analog purin: merkaptopurin, tioguanin
 Senyawa sitotoksik yg dihasilkan oleh
mikroorgaisme
 Bleomisin, daktinomisin, daunorubisin,
doxorubisin, mitomisin, plikamisin
 Diberikan scr iv krn absorpsinya rendah dari
saluran cerna
 Aktif thd fase M: mencegah pembelahan sel
 Vinkristin, vinblastin (vinca rosea, dikenal sbg
alkaloid vinca)
 Vinkristin:
toksik thd saraf perifer, sedikit efek thd sumsum tulang
Penggunaan: hodgkin dan non-hodgkin limfoma, akut
limfositik leukemia, kanker paru, ovarium, payudara
 Vinblastin:
relatif aman thd sel neuron tetapi menyebabkan depresi
sumsum tulang yg signifikan
Penggunaan: sarkoma kaposi, hodgkin dan non-hodgkin
limfoma, kanker payudara dan kanker testis
 Hidroksi urea
Mekanisme kerja: menghambat replikasi DNA dgn
menghambat enzim ribonukleosida difosfat
reduktase
Spesifik utk fase S siklus sel
Farmakokinetik: absorpsi cepat stlh oral, melintasi
sawar darah otak, metabolisme di hati
Penggunaan: leukemia mielositik kronis, melanoma,
karsinoma ovarium,
 Tamoxifen (antiestrogen)
Berikatan dgn reseptor estrogen, mencegah
stimulasi reseptor oleh estradiol
Penggunaan: kanker payudara
 Prednison (glukokortikoid)
Efek toksik thd jaringan limfoid, supresi mitosis,
disolusi limfosit, regresi jaringan limfatik dan
kematian sel
 Estrogen
Terapi kanker payudara, kankr prostat lanjut
 Androgen
Terapi kanker payudara (namun lebih efektif
tamoxifen)
 Siklus sel dan karakteristik sel tumor,
 dampak pertumbuhan sel tumor,
 prinsip pengobatan,
 evaluasi keberhasilan terapi