Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

HEPATITIS

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 2

1. HARNUM ULISTIA ( A0013023 )


2. IKFI KHOIRO ULIT TAUFIKOH ( A0013025 )
3. ILHAM SUGIARTO ( A0013027 )
4. INDRA WAHYUDI ( A0013029 )
5. IRBAH FATIN ARISKA ( A0013031 )
6. ISTIQOMAH ( A0013033 )
7. KRISETIYO PUJI LAKSONO ( A0013035 )
8. MOHAMMAD CHASANUDDIN ( A0013037 )
9. NIHAYATUL CHAMIDAH ( A0013039 )
10. NUR FADILAH ( A0013041 )
11. NUR MUTRIANA ( A0013043 )

PRODI D III KEPERAWATAN


STIKES BHAKTI MANDALA HUSADA
Jln. Cut Nyak Dhien No. 16, Desa Kalisapu, Kec. Slawi Kab. Tegal 52416
2014
SATUAN ACARA PENYULUHAN
HEPATITIS

I. LATAR BELAKANG
Penyakit hepatitis merupakan suatu kelainan berupa peradangan organ hati
yang dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain infeksi virus, gangguan
metabolisme, obat- obatan, alkohol, maupun parasit. Hepatitis juga merupakan
salah satu penyakit yang mendapatkan perhatian serius di Indonesia, terlebih
dengan jumlah penduduk yang besar serta kompleksitas yang terkait. Selain itu
meningkatnya kasus obesitas, diabetes melitus, dan hiperlipidemia, membawa
konsekuensi bagi kompli kasi hati, salah satunya hepatitis (Wening Sari, 2008)
Hepatitis telah menjadi masalah global. Saat ini diperkirakan 400 juta orang
di dunia terinfeksi penyakit hepatitis B kronis, bahkan sekitar 1 juta orang
meninggal setiap tahun karena penyakit tersebut. Hepatitis menjadi masalah
penting di Indonesia yang merupakan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia
(Wening Sari, 2008)
Infeksi virus hepatitis B (VHB) merupakan infeksi yang unik. Tidak banyak
jenis virus yang menyebabkan infeksi pada seseorang dengan memberikan
dampak sosial ekonomi yang besar karena penyakit ini menyebabkan infeksi pada
populasi dalam skala dunia, dan variasi penampilan kliniknya yang sedemikian
beraneka ragam (bisa dalam bentuk hepatitis akut, hepatitis kronis tidak aktif,
hepatitis kronis aktif, sirosis hati atau kanker hati.
Oleh karena itu kami sebagai tenaga kesehatan memberikan penyuluhan
pendidikan kesehatan tentang penyakit hepatitis dan mengetahui cara penularan
serta cara pencegahan secara tepat agar terhindar dari penyakit tersebut.

II. POKOK BAHASAN


A. Pokok bahasan : Hepatitis
B. Sub pokok bahasan : 1. Pengertian hepatitis
2. Jenis-jenis hepatitis
3. Penyebab hepatitis
4. Tanda dan gejala hepatitis
5. Penatalaksanaan hepatitis
C. Sasaran : Tn. AR usia 42 tahun beserta keluarga
D. Tempat : Rumah Tn. AR
jln. Mayaduta No. 04 Balapulang, Tegal
E. Hari, tanggal : Senin 24 Desember 2014
F. Waktu : 1 x 30 menit
G. Penyaji : Kelompok 2

III. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan pendidikan kesehatan 1 x 30 menit
diharapkan Tn. AR beserta keluarga mampu mengerti dan memahami tentang
penyakit hepatitis.

IV. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan pendidikan kesehatan 1 x 30 menit
diharapkan Tn. AR beserta keluarga mampu :
1. Menjelaskan kembali pengertian hepatitis
2. Menjelaskan kembali jenis-jenis hepatitis
3. Menjelaskan kembali penyebab hepatitis
4. Menjelaskan kembali faktor resiko pada hepatitis
5. Menjelaskan kembali tanda dan gejala hepatitis
6. Menjelaskan kembali penatalaksanaan pada penderita hepatitis

V. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

VI. MEDIA
1. Lembar balik
2. Leafleat
VII. SETTING TEMPAT

Keterangan : : Penyuluh
: Tn. AR
: Ny. AR
: Anak

VIII. KEGIATAN PEMBELAJARAN


No Kegiatan penyuluh Respon peserta Waktu
1 1. Memberi salam 1. Menjawab salam Pembukaan
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan ( 5 menit )
3. Menjelaskan tujuan 3. Mendengarkan
penyuluhan
4. Menyebutkan materi 4. Mendengarkan
pokok bahasan yang akan
disampaikan
5. Kontrak waktu 5. Mendengarkan
6. Apersepsi 6. Menjawab
2 Menjelaskan materi penyuluhan Proses
pendidikan kesehatan secara baik ( 15 menit )
dan benar, meliputi :
1. Pengertian hepatitis 1. Memperhatikan
2. Jenis-jenis hepatitis 2. Memperhatikan
3. Penyebab hepatitis 3. Memperhatikan
4. Faktor resiko hepatitis 4. Memperhatikan
5. Tanda dan gejala hepatitis 5. Memperhatikan
6. Penatalaksanaan hepatitis 6. Memperhatikan
3 1. Memberikan kesempatan 1. Mengajukan Penutup
peserta untuk bertanya pertanyaan ( 5 menit )
2. Evaluasi terhadap materi 2. Menjawab pertanyaan
3. Menyimpulkan materi 3. Memperhatikan
penyuluhan pendidikan
kesehatan yang telah di
sampaikan
4. Mengucapkan 4. Mendengarkan
terimakasih atas perhatian
dan kerjasama kepada
peserta
5. Rencana tindak lanjut 5. Memperhatikan
6. mengucapkan salam 6. Menjawab salam

IX. EVALUASI
A. Evaluasi struktur
1. Satuan Acara Penyuluhan telah di susun
2. Media sudah disiapkan
3. Kontrak sudah di lakukan
4. Tempat sudah di persiapkan
B. Evaluasi proses
1. Waktu pelaksanaan sesuai prosedur
2. 75 % peserta mengikuti kegiatan sesuai prosedur
3. 75 % peserta aktif bertanya
C. Evaluasi hasil
1. 50 % peserta dapat menjeaskan kembali tentang pengertian hepatitis
2. 50 % peserta dapat menjelaskan kembali tentang jenis-jenis hepatitis
3. 50 % peserta dapat menjelaskan kembali tentang penyebab hepatitis
4. 50% peserta dapat menjelaskan kembali tentang faaktor resiko pada
hepatitis
5. 50 % peserta dapat menjelaskan kembali tentang tanda dan gejala hepatitis
6. 50 % peserta dapat menjelaskan kembali tentang penatalaksanaan tentang
hepatitis

X. DAFTAR PUSTAKA
Aguslina, S., 1997, Hepatitis B Ditinjau dari kesehatan Masyrakat dan Upaya
Pencegahan. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.
Depkes RI, 2002, Imunisasi Hepatitis B, Jakarta.
_______,2001, Penanggulangan Penyakit Hepatitis B, Jakarta
XI. LAMPIRAN
Lampiran : terlampir

Tanda tangan

Kelompok 2
Lampiran
MATERI HEPATITIS

A. PENGERTIAN
Hati atau liver adalah salah satu organ tubuh yang penting. Hati dapat
membantu proses metabolisme nutrisi ataupun obat-obatan di dalam tubuh.
Selain itu organ ini juga mempunyai peranan yang penting untuk membersihkan darah
di dalam tubuh dari produk limbah yang beracun. Namun, demikian jika kita tidak
menjaga fungsi hati dengan baik maka organ penting ini akan mengalami kerusakan.
Salah satu penyakit hati yang sering terjadi adalah hepatitis.
Hepatitis yang berarti peradangan dalam hati. Meskipun ada beberapa jenis
hepatitis, pada umumnya ada 3 macam hepatitis yang disebabkan oleh virus dan sering
terjadi yaitu hepatitis A, B, ataupun C.

B. JENIS-JENIS HEPATITIS
1. Hepatitis A
Virus hepatitis A dapat ditularkan melalui feses dari pasien yang sebelumnya telah
terinfeksi dengan penyakit ini. Selanjutnya seseorang dapat terkena hepatitis A
dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi feses
tersebut. Hepatitis A bersifat kurang merusak dibanding hepatitis virus yang
lain. Hal ini karena jenis hepatitis ini jarang menimbulkan kerusakan liver yang
menetap. Bahkan dalam beberapa minggu gejala akan hilang sama sekali dan orang
yang telah terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda
dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.
2. Hepatitis B
Jenis hepatitis ini tergolong infeksi yang lebih serius dan dapat memicu
terjadinya sirosis ataupun kanker hati. Penularan hepatitis B dapat melalui
jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah, ataupun cairan tubuh
yang lain. Pada beberapa kasus seseorang yang terinfeksi hepatitis B dapat sembuh
dari penyakit ini dan kemungkinan tubuhnya telah memiliki imunitas untuk
melawan infeksi tersebut. Namun, ada juga beberapa orang yang akan terinfeksi
virus ini selamanya. Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan
virus kepada bayi selama proses persalinan.
3. Hepatitis C
Seperti halnya hepatitis B, ternyata hepatitis C juga dapat memicu terjadinya
sirosis ataupun kanker hati. Penularan penyakit ini dapat melalui transfusi darah,
cairan tubuh, hubungan seksual dan pemakaian obat dengan jarum yang
dilakukan bersama-sama. Hepatitis C merupakan tipe hepatitis yang sangat
serius dan menjadi alasan utama transplantasi hati pada kebanyakan pasiennya.
Pada hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak.

C. PENYEBAB HEPATITIS
Hepatitis yang berarti peradangan dalam hati dapat diakibatkan oleh berbagai macam
hal, seperti infeksi bakteri, virus, racun, kekurangan vitamin, kekurangan gizi, kuman
penyakit obat-obatan dan alkohol ataupun karena sistem imun di dalam tubuh sendiri
yang dapat menyerang hati. Meskipun ada beberapa jenis hepatitis, pada umumnya ada
3 macam hepatitis yang disebabkan oleh virus dan sering terjadi yaitu hepatitis A, B,
ataupun C.
Peradangan atau inflamasi pada hati biasanya bisa menyebabkan sel-sel mengalami
kerusakan, jaringan atau bahkan juga smeua organ hati. Penyakit hepatitis pada hati ini
bisa terjadi karena memang ada yang menyerang sel-sel hati atau karena juga ada
penyakit yang bisa menyebabkan masalah komplikasi pada hati. Hepatitis yang
berlangsung kurang dari 6 bulan disebut hepatitis akut, hepatitis yang berlangsung
lebih dari 6 bulan disebut hepatitis kronis.

D. TANDA DAN GEJALA HEPATITIS


1. Demam
2. Badan lemah, letihdan lesu
3. Pusing
4. Nyeri pada otot
5. Nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di daerah hati tepatnya pada sisi
kanan bawah tulang rusuk
6. Mual dan muntah
7. Kehilangan nafsu makan
8. Air seni berwarna gelap dan tinja berwarna pucat
9. Kulit badan dan bola mata terlihat kekuning kuningan atau sering disebut jaundice
E. CARA PENULARAN HEPATITIS
1. Orang dengan perilaku seksual beresiko tinggi
2. Berhubungan atau kontak erat dengan anggota keluarga yang menderita hepatitis B
3. Pemakaian obat-obatan narkoba dengan jarum suntik
4. Pasien penerima transfusi darah
5. Resiko pekerjaan yang berhubungan dengan penyakit hepatitis B, termasuk petugas
kesehatan
6. Turis yang bepergian ke daerah endemis hepatitis B
7. Memiliki penyakit menular seksual
8. Penderita hemophilia
9. Penderita liver kronis

F. PENATALAKSANAAN PADA HEPATITIS


1. Hepatitis A Etiologi: virus RNA dari famili enterovirus
a. tirah baring selama stadium akut
pasien di anjurkan isthirahat di tempat tidur sampai hampir bebas dari ikterik
dan transaminase serum sudah menurun mendekati normal
b. diet yang bergizi
yaitu diet rendah lemak dan tinggi karbohidrat selama periode anoreksia pasien
di beri makan sediklit-sedikit tapi sering, bila terus menerus muntah makanan
di beri secara intravena. Bila nafsu makan telah pullih gizi dengan protein
tinggi dapat mempercepat pemulihan
2. Hepatitis B
Etiologi : virus hepatitis B ( virus DNA )
Penatalaksanaan :
a. terapi dini penyuntikan interferon tiap hari ( hanya boleh diberikan pada
kondisi yang terkendali dan cermat)
b. tirah baring sampai geejala mereda, aktivitas dibatasi
c. nutrisi adekuat
d. mengendalikan gejala dispepsia dan malaise
3. Hepatitis C
Etiologi : virus hepatitis C ( virus RNA )
terapi interferon dosis rendah dan nutrisi yang adekuat