Anda di halaman 1dari 8

SEBUAH STUDI TENTANG PRESENTASI KLINIS HERPES ZOSTER DI SEBUAH

RUMAH SAKIT REGIONAL DI INDIA UTARA

Abstrak: Herpes zoster adalah erupsi vesikular akut yang menyakitkan. Distribusinya

sepanjang satu dermatom dan dikaitkan dengan gejala prodrom demam, malaise, sakit kepala,

dan nyeri pada dermatom. Vesikel biasanya akan sembuh dalam 2-6 minggu.Tujuan utama

jurnal ini untuk mempelajari manifestasi klinis pasien herpes zoster. Metode yang dipilih

untuk penelitian ini adalah studi prospektif terkontrol secara acak.

Hasil nyeri terlihat pada 90% pasien, parastesia terlihat pada 50% pasien, insomnia terlihat

pada 20% pasien. PHN terlihat pada 80% pasien dengan usia di atas 50 tahun. HIV positif

terlihat pada 4 (8%) pasien. Mengenai keterlibatan dermatomal terlihat bahwa dermatom

toraks yang paling umum yang terlibat pada 40% pasien yang diikuti oleh segmen saraf

trigeminal pada 36% pasien, lumbar 16% pasien, dermatom serviks terlibat pada 8% pasien,

terlibat pada 16% pasien.

Dermatom cervicothoracic dan thoracolumbar terlibat pada 4% pasien masing-masing.

Kesimpulannya, pendidikan pasien dan konseling sangat penting, sehingga pasien dapat

mengidentifikasi erupsi awal dan tanda dan gejala prodromal dan terapi antiviral dapat

diberikan secara cepat.

Kata kunci: herpes zoster; Dermatom; virus; simpul saraf; saraf; rasa sakit

PENGANTAR

Herpes zoster sering disebut sebagai sinanaga. Herpes zooster adala hasil dari

reaktivasi varicella laten. Virus zoster berada di akar dangkal sensorik atau saraf kranial

ganglia, dan biasanya bermanifestasi nyeri.


Herpes Zoster biasanya dimulai dengan gejala prodrom, seperti rasa sakit, gatal atau

kesemutan di daerah yang terkena. Hal ini mungkin mendahului sebelum tanda ruam

karakteristik, dibutuhkan waktu beberapa hari atau berminggu-minggu. Reaktif virus

varicella zoster biasanya pasien akan mengalami sakit kepala, malaise dan fotosensitif.

Sensasi abnormal atau nyeri sering digambarkan sebagai terbakar, berdenyut atau menusuk,

terjadi di sekitar 75% pasien dan paling mencolok.

Sering terdapat pruritus di bagian yang terkena adalah manifestasi yang paling

menonjol. Allodynia, atau sakit karena sentuhan ringan, bisa juga dijelaskan. Sebelum

terdapat onset ruam dan lokasinya, gejala yang didapat bisa seperti rasa sakit yang

disebabkan oleh jantung iskemik, kolesistitis atau kolik ginjal. Ruam biasanya unilateral dan

dapat mempengaruhi dermatom yang berdekatan, dengan Toraks, serviks dan ophthalmic.

Penyembuhan biasanya 2-4 minggu. Saat semua lesi dianggap tidak menular. Manifestasi

umum sisa jaringan parut dan pigmentasi [5].

Tujuan

Untuk mempelajari manifestasi klinis pasien herpes zoster

Untuk melihat adanya komplikasi herpes zoster.

BAHAN DAN METODE

Lima puluh pasien menderita herpes zoster secara acak dipilih untuk penelitian ini. Studi

perspektif kontrol. Izin dari Komite etik rumah sakit diambil untuk penelitian ini. Informed

consent tertulis diambil dari semua pasien sebelum memulai penelitian. Penelitian ini

dilakukan dilakukan untuk melihat profil klinis pasien Herpes zoster dengan riwayat penyakit

secara rinci termasuk usia pasien dan tanda dan gejala prodromal dicatat pada Pasien. Data

demografi, gejala, lokasi lesi, faktor risiko, penyakit sistemik dan komplikasi dicatat.
Pemeriksaan dilakukan pada semua pasien untuk melihat morfologi lesi dan dermatom

terlibat. Investigasi rutin bersama dengan pemeriksaan liver dan tes fungsi ginjal dilakukan

pada semua pasien. Pemeriksaan Tzanck dilakukan dalam kasus yang meragukan.

Gambar 1. Herpes zoster optalmikus pada Laki-laki berusia 66 tahun

Gambar 2.
Gambar 3.

HASIL

Data dikumpulkan, ditabulasikan dan hasilnya dianalisis secara statistik.

Tabel 1. Distribusi Umur Pasien

No Umur Jumlah Persentase


1 0-20 5
2 21-40 15
3 41-60 25
4 >60 5
5 Total 50

Tabel 2. Dermatom yang Terlibat

No Segmen yang Jumlah Persentase


Terkena
1 Torakal 20
2 Lumbal 8
3 Area N. Trigeminus 12
4 Sakrum 2
5 Cervikal 4
6 Torakolumbal 2
7 Cervikotorakal 2
Tabel 3. Manifestasi klinis dan komplikasi

No Manifestasi klinis Jumlah Persentase


dan komplikasi
1 Nyeri 45
2 Demam 5
3 Gatal 12
4 Kebas 25
5 Ulkus / Nekrosis 5
6 Insomnia 10
7 Infeksi Sekunder 5
8 Herpes Zoster Diseminata 3
9 Sindrom Ramsay Hunt 8

DISKUSI

Pada distribusi usia pasien, terlihat bahwa pasien paling banyak (50%) berusia antara

41 - 60 tahun, 30% pasien berusia antara 21 - 40 tahun, 10% pasien berusia antara 0 - 20

tahun dan 10% pasien lainnya berusia di atas 60 tahun. Terdiri dari 36 laki-laki dan 14

perempuan, dan perbandingan antara laki-laki: perempuan adalah 2,57: 1. Dari 50 pasien [8].

(16%) pasien memiliki keterlibatan multidermatomal. Pada Gambar 1 terlihat bahwa Post

Herpetic Neuralgia (PHN) banyak diderita oleh pasien yang lebih tua. PHN 80% diderita

oleh pasien usia di atas 50 tahun. HIV positif terlihat pada 4 (8%) pasien. Pada keterlibatan

dermatomal terlihat bahwa dermatom toraks (Gambar 2) adalah dermatom paling umum yang

terlibat pada 40% pasien yang diikuti oleh segmen saraf trigeminal pada 36% pasien, segmen

lumbar (Gambar 3) terlibat pada 16% pasien, dermatom serviks terlibat pada 8% pasien,

dermatom cervicothoracic dan thoracolumbar terlibat pada 4% pasien masing-masing. Nyeri

diderita oleh 90% pasien, parastesia diderita oleh 50% pasien, insomnia diderita oleh 20%

pasien.

Herpes zoster adalah penyakit terlokalisasi yang ditandai dengan nyeri radikuler

unilateral dan kumpulan erupsi vesikular yang umumnya terbatas pada dermatom yang

diinervasi oleh ganglion sensorik tulang belakang tunggal atau tengkorak [6, 7]. Hal ini
terjadi sebagai hasil reaktivasi virus varicella zoster (VZV) yang bertahan dalam bentuk laten

di dalam ganglion sensorik setelah serangan varicella sebelumnya.

Ruam biasanya unilateral dan biasanya dapat mempengaruhi dermatom yang

berdekatan, dengan keterlibatan toraks, serviks dan ophthalmic menjadi yang paling sering.

Morfologi tersebut berkembang dari ruam makulopapular menjadi suatu kelompok vesikel

yang mengalami ulserasi dan kerak selama 7- 10 hari. Penyembuhan biasanya sempurna

dalam 2-4 minggu [8]. Bila semua lesi telah berkulit, ruam dianggap tidak menular.

Pembentukan jaringan parut dan pigmentasi sering terjadi [8]. Sistem kekebalan disini sangat

berperan; Pasien yang diobati dengan obat imunosupresif memiliki peningkatan risiko herpes

zoster secara signifikan. Pasien dengan immunocompromised lebih cenderung mengalami

sakit yang berkepanjangan, lebih sering kambuh, dan lebih sering untuk berkembang menjadi

myelitis dan vasculopathy. Risiko herpes zoster 15 kali lebih besar pada laki-laki dengan HIV

dibandingkan laki-laki tanpa HIV [9, 10, 11].

Virus ini diaktifkan kembali dari keadaan yang tidak aktif di ganglion sensorik,

bereplikasi di sel saraf, dan melepaskan virion dari sel-sel yang dibawa ke akson ke kulit

yang dibantu oleh ganglion tersebut. Respon kekebalan lokal menyebabkan lecet pada kulit

atau peradangan mata tergantung pada jaringan mana yang terpengaruh. Perineuritis

menyebabkan rasa sakit yang hebat di sepanjang distribusi saraf. Penuaan, terapi

imunosupresi, dan stres psikologis, semuanya bisa menjadi faktor yang mengakibatkan

reaktivasi virus.

Post Herpetic Neuralgia dianggap sebagai komplikasi yang paling umum dan

meningkat seiring bertambahnya usia, mempengaruhi hingga 30% orang dengan herpes

zoster yang berusia di atas 80 tahun [12, 13, 14]. Post Herpetic Neuralgia biasanya

didefinisikan sebagai rasa sakit dengan paling tidak intensitas sedang, bertahan selama tiga

bulan atau lebih, meskipun berbagai definisi (dan ukuran keparahan nyeri) telah digunakan
dalam uji coba. Post Herpetic Neuralgia kadang berlangsung bertahun-tahun. Post Herpetic

Neuralgia ditandai dengan nyeri konstan atau intermiten, biasanya parah, rasa seperti

terbakar atau nyeri perih yang terjadi hampir setiap hari.

Allodynia terjadi pada banyak kasus dan bahkan membuat pasien mengalami

kesulitan dalam mengenakan pakaian. Kualitas hidup selalu berkurang. Fitur yang prediktif

untuk perkembangan Post Herpetic Neuralgia meliputi nyeri awal yang sangat parah, ruam

yang luas dan usia di atas 50 tahun.

Keterlibatan okular pada herpes zoster atau yang disebut juga herpes zoster

ophthalmic terjadi pada 10-25% kasus [15, 16]. Herpes Zoster Ophthalmic melibatkan

cabang oftalmik saraf trigeminal dan mengakibatkan komplikasi yang tidak terlalu parah

(50% jika tidak ada obat antiviral) dengan mata terkena beberapa kemungkinan cara [17].

Manifestasi zoster yang kurang umum salah satunya yaitu sindrom Ramsay Hunt

(keterlibatan ganglion geniculate nervus fasial) yang bermanifestasi sebagai vesikula di

saluran pendengaran eksternal dan palatum yang dapat membuat hilangnya sensasi rasa pada

dua pertiga bagian depan lidah dan kelemahan pada wajah. Sebagian besar individu dengan

herpes zoster akan memiliki beberapa lesi di luar dermatom primer. Disseminated Zoster

didefinisikan sebagai 20 lesi atau lebih di luar dermatom yang terlibat [18] dan cenderung

terjadi pada pasien dengan immunocompromised dan dapat melibatkan organ viseral (paru-

paru, hati, usus dan otak) [19].

Dalam sebuah penelitian oleh Goh dan Khoo, dermatom yang paling sering terlibat

adalah toraks dengan persentasi 45% dan serviks 23% [20]. Ophthalmic zoster hanya terlihat

pada 3% kasus. Unidermatomal, tetapi bisa juga multidermatomal, dapat berulang atau

menyebar luas. Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Dubey dkk; Gejala prodromal

yang paling umum terlihat adalah paresthesia pada 25 (23,36%) kasus diikuti oleh gatal pada

[21] (19,62%) kasus [21]. Keluhan yang paling umum terjadi adalah nyeri pada 97 (90,65%)
kasus yang disertai dengan dermatom cervikal pada 17 (15,8%) kasus. Unidermatomal

terlihat pada 81 (75,7%) kasus dan multidermatom pada 18 (16,8%) kasus dan menyebar

luas terjadi pada 8 (7,4%) kasus. Dalam studi lain yang dilakukan oleh Latheef dkk,

dermatom torakal biasanya terpengaruh dan segmen T4 adalah yang paling sering terjadi,

diikuti oleh saraf Trigeminal [cabang oftalmik, maksila, dan mandibula] [22].

Terdapat dua kasus keterlibatan saraf wajah dengan sindrom Ramsay Hunt. Dua puluh

lima pasien memiliki keterlibatan dermatom servikal, 16 lumbal, dan 10 memiliki

keterlibatan saraf sakral. Sembilan pasien memiliki lebih dari satu keterlibatan dermatom.

Dua puluh tujuh kasus memiliki vesikel yang menyimpang mulai dari 2-16 daerah yang jauh.

KESIMPULAN

Edukasi dan konseling pasien sangat penting, sehingga pasien dapat mengidentifikasi

erupsi dini, tanda dan gejala prodromal, serta terapi antiviral tepat waktu yang dapat

dilakukan. Penatalaksanaan dini dengan antivirus dan analgesia penting dan dapat

mengurangi kejadian neuralgia pasca herpetik.