Anda di halaman 1dari 8

SMA MUHAMMADIYAH RAMBAH PASIR PENGARAIAN

TP 2017/2018
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Spanyol adalah sebuah Negara yang pernah ditaklukkan oleh islam untuk
mengembangkan agama islam di negri terebut. Ketika islam masuk ke negri
spanyol, negri ini banyak mengalami perkembangan peradaban yang pesat
baik dari kebudayaan maupun pendidikan islam, karena spanyol didukung
oleh negrinya yang subur ddengan penghasilan ekonomi yang cukup tinggi
sehingga menghasilkan pemikir yang hebat.
Spanyol mengalami perkembangan pesat dalam kebudayaan dan
pendidikan islam yang dimulai dengan mempelajari ilmu agama dan sastra,
kemudian meningkat dengan mempelajari ilmu-ilmu akal. Karena dalam
waktu relatif singkat cardova dapat menyaingi Baghdad dalam bidang ilmu
pengetahuan dan kesustraan. Karena itu kehadiran islam di Spanyol banyak
menarik perhatian para sejarawan.

2. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah:
a. Kemunculan daulah umayyah II, serta cara-cara yang ditempuh hingga
ddaulah umayyah II berdiri
b. Kejayaan daulah umayyah, mengenai pada masa khalifah dan prestasi
yang diraih
c. Runtuhnya daulah umayyah II,sebab-sebab daulah umayyah runtuh.

B. PEMBAHASAN
1. Berdirinya daulah umayyah II
a. Islam masuk di Andalusia yang semula bernama Vandal, pada abad ke-2
sampai ke-5 Masehi. Setelah itu datanglah bangsa Gothia ke Andalusia.
Pada awalnya bangsa Gothia ini kuat sekali tapi kemudian banyak
perpecahan dan menyebabkan kemunduran kerajaan itu.
Kemudian setelah witiza, raja Gothia meninggal digantikan oleh
Roderick. Kenaikan Roderick ini tidak disukai oleh putra witiza, ddan
untuk merebut kekuasaan mereka bekerja sama dengan Graf Julian yang
meminta bantuan pada Musa bin Nusahir, gubernur muawiyah di Afrika.
Musa kemudian meminta izin pada khalifah walid bin Abdul Malik yang
berkedudukan di Damascus, dan segera dikirimlah pasukan sebaanyak
500 orang dibawah pimpinan Tharif bin Malik untuk menyerbu Spanyol.
Setelah kemenangan pasukan ini, Musa mengirimkan pasukan gerak cepat
di bawah komando Thariq bin Ziyad, yang kemudian terkenal dengan
selat Gibraltar atau Jabal Thariq.
Mendengar kemenangan Thariq, Musa akhirnya tertarik untuk melakukan
penyerangan terhadap Spanyol. Jika Thariq menaklukkan kota bagian
barat maka musa menaklukkan bagian timur seperti Sevilla, Marida, dan
Toled. Dan setelah keduanya bergabung mereka menaklukkan Aragon
Castilia, Katalona, Saragosa dan Barcelona hingga ke pegunungan
pyirenia. Hingga akhirnya Musa wwafat di penjara akibat korban sepucuk
surat. Setelah jatuhnya wilayah Andaluisa ke tangan pemerintah Daulah
Umayyah, diperkirakan terdapat enam orang gubernur yang bertugas
mewakili pemerintah Umayyah di Damascus, mereka adalah:
a. Abdul Aziz bin Musa Bin Nushair, yang berkuasa selama 2 tahun
(715-717 M). pada masa ini dapat dikuasai beberapa wilayah seperti
Evora, Santarem, Cainbra, Malaga, dan Ellira.
b. Ayub bin Habib, pada masa pemerintahannya cordova dijadikan
sebagai pusat pemerintahan.
c. Al-harun bin Abdurrahman Al-Tsafiqi (716-719 M)
d. Saman in Malik Al-Chaulanyn (719-721 M)
e. Anbasah (723-726 M ), pada masa pemerintahannya ia berhasil
menguasai wilayah Gallia, Setpimia dan terus ke lembah sungai
Rhone.
f. Abdul Rahman al-ghifaqi (730 M), pada massa ini ia dapat menguasai
hengtordom dan Aquitania yang termasuk wilayah kekuasaan Prancis.

2. Perkembangan islam di Spanyol


Sejak pertama kkali menginjakkan kaki di tanah Spanyol hingga jatuhnya
kerajaan islam terakhir di sana, islam memainkan peran yang sangat besar.
Masa itu berlangsung selama hampir 8 abad (711-1429 M ). Sejarah panjang
yang dilalui umat isla di Spanyol itu dapat dibagi menjadi enam periode,
yaitu:
1. Periode pertama (711-755 M)
Pada periode ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali
yang diangkat oleh khalifah Bani Umayyah yang berpusat di
Damascus. Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum
terkendali akibat gangguan keamanan di beberapa wilayah, karena
pada masa ini adalah masa peletakan dasar, asas dan invasi islam di
Spanyol. Hal ini ditandai dengan adanya gangguan dari berbagai ihak
yang tidak senang kepada islam. Sentralisasi kekuasaan masih
dibawah daulat umayyah di Damascus.
2. Periode kedua (755-912 M )
Pada masa ini Spanyol berada di bawah pemerintahan seseorang yan
bergela amir (panglima atau gubernur), tetapi tidak tunduk kepada
pusat pemerintahan islam yang ketika itu dipegang oleh khalifah
Abbasiyah di Bagdad. Amir pertama adalah Abdurrahman I yang
memasuki spanyol tahun 138 H/ 7555 M dan diberi gelar Al-dakhil
(yang masuk ke Spanyol). Dia adalah keturunan Bani Umayyah yang
berhasil lolos dari kerajaan Bani abbas, ketika Bani Abbas berhasil
menaklukkan Bani umayyah di Damascus. Selanjutnya, ia berhasil
mendirikan Dinasti Bani Umayyah di Spanyol.
Pada masa ini umat islam di Spanyol mulai memperoleh kemajuan
-kemajuan, baik dalam bidang politik, peradaban serta pendidikan.
Abdurrahman mendirikan masjid cardova dan sekolah-sekolah di kota-
kota bessar di Spanyol. Kemudia penerus-penerusnya yang lain seperti
Hisyam dikenal berjasa dalam menegakkan hokum islam, dan Hakam
dikenal sebagai pembaharu dalam bidang kemiliteran, sedangkan
Abdurrahman al-Ausath diknal sebagai penguasa yang cinta ilmu.
Pada masa Abdurrahma al-Ausath ini pemikiran filsafat mulai masuk,
mka ia mengundang para ahli dari dunia islam lainnya untuk dating ke
Spanyol sehingga kegiatan ilmu pengetahuan di spanyol mulai
semarak.
3. Periode ketiga (12-1013 M )
Periode ini berlangsung mulai dari pemerintahan Abdurrahman III,
yang bergelar An-Nasir sampai munculnya muluk at-thawif ( raja
raja kelompok). Pada periode ini umat islam di spanyol mencapai
puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi daulat Abbasiyah di
Bagdad. Abdurrahman an-Nasir mendirikan universitas cordova.
Perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku. Hakam II juga
seorang kolektor buku dan pendiri perpustakaan.
4. Periode keempat (1013-1086 M)
Pada periode ini spanyo terpecah menjadi lebih dari 30 negara kecil di
bawah pimpinan raja-raja golongan atau al-muluk at-thawaif, yang
berpusat di suatu kota seperti Sevilie, Toledo dan sebagainya. Yang
terbesar adalah Abbadiyah di selivie
5. Periode kelima (1086-1248 M) masa dinasti kecil
Pada periode ini erdapat suatu kekuatan yang dominan, yaitu
kekuasaan dinasti Murabbitun (1146-1235 M). dinasti Murabbitun
pada mulanya adalah sebuah gerakan agama di Afrika Utara yang
didirikan oleh Yusuf bin Tasyifin. Pada tahun 1062 M, ia berhasil
mendirikan sebuah kerajaan yang berpussat di Marakesh.
Pada tahun 1143 M, kekuasaan dinasti murabbitun berakhir, baik di
Afrika Utara maupun spanyol dan digantikan oleh dinasti
Muwahhidun. Dinasti muwahhidun dating ke spanyol di bawah
pimpinan Abdul Munim sekitr tahun 1114 dan 1154 M, kota-kota
penting umat isam di Cordova, Almeria, dan Granada jatuh dibawah
kekuasaannya. Unttuk beberapa decade dinasti ini banyak mengalami
kemajuan.
6. Periode keenam (1248-1492 M)
7. Pada masa perode ini islam hanya berkuasa di daerah Granada di
bawah dinasti Bani ahmar 91232-1492 M). peradaban kembali
mengalami kemajuan seperti di zaman Abdurrahman an-Nasir. Namun
secara politik dinasti ini hanya berkuasa di wilayah yang kecil. Pada
periode ini adalah akhir dari ekstensi umat islam di spanyol. Menurut
Harun Nasution, pada sekitar 1609 M boleh dikatakn tidak ada lagi
umat islam di daerah ini.
3. Masa kejayaan daulah umayyah II
a. Perkembangan kota dan seni bangun
Ketika al-dakhil berkuasa, cordova menjadi ibu kota Negara, ia
membangun kembali kota ini dan memperindahnya, serta membangun
benteng di sekeliling kota dan istananya
a. Pada masa hisyam 1
Dimana ia memugar kembali jembatan tua yang dibangun oleh al-
khaulani, di samping menambah bangunan-bangunan megah dan
taman-taman yang indah. Pemugaran selanjutnya pada masa al-
mustashir dan al-manshur.
b. Pada masa al-mustanshir dan al-muayyah
Yang merupakan perkembangan palig pesat yang terjadi pada saat itu
dimana pusat kota yang dikelilingi oleh tembok dengan tujuh pintu
gerbangnya, pada waktu itu sudah berada di tengah, karena
berkembangnya daerah pinggiran di sekitarnya.
Kebanggan cordova tidak lengkap tanpa:
1. Al-Qashr al-kabir
2. Al-rhusafah
3. Masjid jami cordova
4. Jembatan cordova
5. Al-zahrar
6. Al-zahirah

perkembangan ilmu pengetahuan


pemisahan Andalusia dari bagdad secara politis, tidak
berpengaruh terhadap transmisi keilmuan dan peradaban antara
keduanya. Banyak muslimi Andalusia yang menuntut ilmu di negeri
islam belahan timur itu, dan tidak sedikit pun pula para ulama dari
timur yang mengembangkan ilmunya di Andalusia.
Kebanyakan umat islam menganut paham maliki dimana dasar
pemikiran hukumnya adalah hadits. Perhatian muslim Andalusia
terhadap hadits Rasulullah SAW amat besar pada waktu itu. Mazhab
ini diperkenalan pertama kali oleh ziyad ibn abd al-Rahman ibn
ziyad al-lahmi.tokoh lain yang ikut dalam pengembangan ilmu fikih
ialah Abu Bakar Muhammad ibn Marwan ibn Zuhr.
b. Runtuhnya daulah umayyah II
Keruntuhan daulah umayyah II di Andalusia dipengaruhi oleh banyak
faktor, antara lain:
1. Konflik islam dengan Kristen
Pada penguasa muslim tidak melakuakn islamisasi secara sempurna.
Mereka sudah merasa puas dengan hanya menagih upeti dari kerajaan-
kerajaan Kristen taklukannya dan membiarkan mereka mempertahankan
hukum dan adat mereka, termasuk posisi hirarki tradisional, assal tidak
ada perlawanan bersenjata. Namun demikian, kehadiran Arab islam telah
memperkuat rasa kebangsaan orang-orang spanyol Kristen. Hal itu
enyebabkan kehidupan Negara islam di spanyol tidak pernah berhenti dari
pertentangan tentara islam dan Kristen. Pada abad ke-11 M umat Kristen
memperoleh kemajuan pesat, seentara umat islam sedang mengalami
kemunduran.
2. Tidak adanya ideology pemersatu
Di spanyol sebagaimana politik yang dijalankan Bani Umayyah di
Damascus, orang-orang arab tidak pernah menerima orang-orang pribumi.
Setidak-tidaknya sampai abad ke-10 M, mereka masih member istilah
ibad danmuwalladun kepada para mukalaf, suatu ungkapan yang dinilai
merendahkan. Akibatnya, kelompk-kelompok etnis noj-arab yang ada
sering enggorogoti dan merusak perdamaian.
Hal ini menunjukkan tidak adanya ideology yang dapat member makan
persatuan, disammping figure yang dapat menjadi personifikasi ideologi
itu.
3. Kesulitan ekonomi
Di paruh ke dua masa islam di spanyol, para penguasa membagun kota
dan mengembangkan ilmmu pengetahuan dengan sangat serius,
sehingga lalai membina perekonomian. Akibatnya timbl kesulitan konomi
yang amat memberatkan dan mempengaruhi kondisi politik mmiliter.
4. Tidak jelasnya system peraliahn kekuasaan
Hal ini menyebabkan perebutan diantara ahli waris. Bahkan, karena inilah
kekuasaan Bani Umayyah runtuh dan muluk Al-Thawif muncul. Granada
yang merupakan pusat kekuasaan islam terakhir di spanyol jatuh ketangan
Ferdinand an Isabella, diantaranya juga disebabkann permasalahan ini.
5. Keterpencilan
Spanyol islam bagaikan terpencil dari dunia islam yang lain. Ia selau
berjuan sendirian, tanpa mendapat bantuan kecuali dari Afrika Utara.
Dengan demikian tidak ada kekuatan alterrnatif yang mampu
membendung kebangkitan kristen disana.

C. PENUTUP
1. Kesimpulan
Daulah Bani Umayyah II didirikan oleh salah seorang keluarga bani
umayyah yang berhasil meloloskan diri dari kerajaan orang-orang bani
abbasiyah, yaitu Abdurrahman. Selanjutnya karna kemampuannya
meloloskan diri ke Andalusia dia diberi julukan Ad- Dakhil. Dalam
perkembangan selanjutnya daulah umayyah di Andalusia meneruskan usaha
perluasan wilayah islam ke beberapa daerah di Eropa. Bukan hanya usaha
perluassan wilayah saja yang mereka lakukan, melainkan juga pengembangan
seni, kebudayaan, dan ilmun pengetahuan. Hal ini bisa mereka lakukan
karena daulah inii bisa bekerja sama dengan negeri-negeri tetangganya,
termasuk daulah abassiyah yang semula menjadi musuh mereka
Letak Andalusia yang beraada di benua eropa memungkinkan
berkembangnya ilmu pengetahuan ke berbagai wilayah eropa. Sehingga bisa
dikatakan kemajuan yang dicapai daulah umayyah II hampir sama dengan
kemajuan daulah abbasiyah di Baghdad.
Sepertinya hal nya daulah-daulah islam yang dahulu, daulah umayyah I
juga mengalami keruntuhan akibat perebutan kekuassaan . meskipun
penyebab terburuknya adalah serangan kaum Kristen, namun kondisi umat
islam di Andalusia saat itu sedang melemah sedangkan kondisi umat Kristen
berada dalam kemajuan yang pesat.
2. Saran
Harapan kami makalah ini bisa dijadikan sebagai literature perbandingan
mengalami peristiwa maupun aspek yang melingkupi tema masa daulah
umayyah II itu sendiri, hal ini dikarenakan dalam pembuatan makalah ini
berdasar pada berbgai buku-buku menganai sejarah perkembangan pada masa
daulah umayyah II.

Anda mungkin juga menyukai