Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY I, 1 HARI P2A3 PARTUS PREMATURUS DENGAN

SECTIO SESARIA ATAS INDIKASI GAWAT JANIN DAN PREEKLAMPSIA BERAT


DI GEDUNG KEMUNING LANTAI III KEBIDANAN RSUP HASAN SADIKIN
BANDUNG

DI SUSUN OLEH :

NAMA : FITRIANTI HASANAH

NIM : 105011132

YAYASAN PENDIDIKAN CENDRAWASIH

AKADEMI KEBIDANAN PALU

T.A 2012/2013
TINJAUAN TEORI

SECSIO CAESAREA

A. PENGERTIAN
1. Suatu Persalinan Buatan,Dimana Janin Dilahirkan Melalui Suatu Insisi Pada Perut
Dan Dinding Rahim Dengan Syarat Rahim Dalam Keadaan Utuh Serta Berat Janin
Diatas 500 Gram (Prawirohardjo,Sarwono,1998,133)
2. Suatu tindakan untuk melahirkan bayi dengan berat diatas 500 gram melalui sayatan
dinding uterus yang masih utuh (Prawirohardjo,Sarwono,1998,134)
3. Persalinan melalui sayatan pada dinding abdomen dan uterus yang masih utuh
dengan berat janin > 1000 gram atau umur kehamilan > 28 minggu (Manuabua
:1999,257 )

B. INDIKASI SC
1. Plasenta previa
2. Panggul sempit
3. Dispropporsi cephalopelvik
4. Ruptur uteri mengancam
5. Partus lama
6. Distosia servik
7. Preeklamsi dan hipertensi
8. Kelainan letak (sungsang,lintang)
9. Gawat janin

C. JENIS JENIS OPERASI SC


1. seksio caesarea Klasik atau korporal dengan insisi memanjang pada korpus uteri
2. seksio caesarea Ismika atau profumda dengan insisi pada segmen bawah rahim
3. seksio caesarea Ekstra peritonealis,yaitu membuka peritoneum parteralis dengan
demikian tidak membuka kavum abdominalis

D. KOMPLIKASI
1. Infeksi puerpuralis (nifas)
2. Perdarahan
3. Kemungkinan rupture spontan pada kehamilan mendatang
E. PERAWATAN SETALAH OPERASI
1. Kesadaran penderita
2. Pengukuran dan memerikasi TTV
Pengukuran :
- Tekana darah,suhu,nadi,pernafasam
- Keseinbangan cairan meliputi produksi urine,dengan perhitungan
Produksi urine : 500-600 cc
Penguapan badan : 900-1000 cc
- Penberian cairan pengganti sekitar 2000-2500 cc dengan perhitungan 20
tetes/menit (1 cc/menit)
- Infus setelah operasi

F. NASIHAT BAGI IBU YANG TELAH DILAKUKAN OPERASI


1. Sedapat-dapatnyan jangan hamil dulu selama 2 tahun setelah SC
2. Kehamilan dan persalinan berikutnya harus diawasi dan berlangsung di RS yang lebih
lengkap,untuk mengetahui apakah pada persalinan berikutnya dilaksanakan SC lagi
atau tergantung dari indikasi dilakukan SC sebelumnya
DAFTAR PUSTAKA

Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk
Pendidikan Bidan. Cetakan I.jakarta:EGC

Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC, Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.

Sarwono P. 2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan


Neonatal, Jakarta:
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY I, 1 HARI P2A3 PARTUS PREMATURUS DENGAN
SECTIO SESARIA ATAS INDIKASI GAWAT JANIN DAN PREEKLAMPSIA BERAT
DI GEDUNG KEMUNING LANTAI III KEBIDANAN RSUP HASAN SADIKIN
BANDUNG

No register : 000 130 425 95

Tanggal masuk : 19 juli 2013

Tanggal pengkajian : 19 juli 2013

Jam : 16.50 WIB

I. PENGUMPULAN DATA
A. Identitas / biodata
Nama istri : Ny I
Umur : 35 tahun
Agama : islam
Suku / bangsa : Sunda / Indonesia
Pend terakhir : SMP
Alamat : Jl PSM dalam III

Nama suami : Tn D
Umur : 35 tahun
Agama : islam
Suku / bangsa : Sunda / Indonesia
Pend terakhir : SMA
Alamat : Jl PSM dalam III

B. Keluhan utama
Ibu merasakan ketidak nyamanan (kaku) dalam bergerak atu beraktivitas
C. Riwayat menstruasi
Menarche : 15 tahun
Lamanya : 4-5 hari
Siklus : 28 hari
Dismenorhoe : ada

D. Riwayat pernikahan
Status pernikahan : menikah
Umur menikah : 22-nya 23 tahun, pernikahan yang pertama
Lamanya menikah : 12 tahun
E. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu

Tahun Tempat Umur Jenis Keadaan


No Penolong Penyulit BB bayi
partus persalinan kehamilan persalinan bayi
1 2001 RS 7 bulan spontan dokter eklampsi 1,1 kg hidup
2 2006 abortus
3 2010 abortus
4 2010 abortus
5 2013 RS 8 bulan SC Dokter eklampsi 1,8 kg hidup

F. Riwayat keluarga berencana


Metode yang pernah digunakan : IUD
Lamanya : 3 tahun
Keluhan selama ber-KB : tidak ada

G. Kebiasaan sehari hari


Pola makan :-
Pola minum :-
Pola eliminasi : BAK (+), BAB (+)
Pola istirahat : siang 2 jam, malam 8 jam
Psikososial : suami dan keluarga sangat mendukung
II. DATA OBJEKTIF
KU : baik
Kesadaran : komposmentis
TTV :
TD : 180 / 100 mmHg
N : 90 x/m
S : afebris
R : 24 x/m
TB : 160 cm
BB : 135 kg
Mata
Sklera : putih
Konjungtiva : merah muda
Leher
Pembesaran kelenjar tyroid : tidak ada
Pembesaran kelenjar limfe : tidak ada
Dada
Bentuk : simetris
Puting susu : menonjol
Benjolan : tidak ada
ASI : colostrum (+)
Rasa nyeri : tidak ada
Abdomen
Bising usus : baik
TFU : 2 jari bawah pusat
Kontraksi uterus : baik
Terdapat luka bekas operasi yang tertutup verban
Ekstremitas
Atas : di tangan kiri terpasang infud RL 20 tts/m drips ketorolac 1 amp,
terdapat oedema
Bawah : di kaki kiri terpasang infus RL 20 tts/m, terdapat oedema
Genetalia : terlihat kateter yang menjulur dari vulva
Perineum tidak ada robekan
Lochea rubra
Pemeriksaan penunjang, 13 juli 2013-12-10
HB : 13,4 g/dl
Protein urine : + 3
Therapy
- Metildopa 3x500 gram
- Nifedipin 3x1 10 mg
- Kaltopren 2x100 mg

III. ANALISA
P2A3 partus prematurus dengan SC H1 atas indikasi gawat janin dan pre-eklampsia
berat.

IV. PENATALAKSANAAN
Jam 16.00 mengatur posisi ibu dalam posisi semi fawler dan ibu merasa nyaman
dengan posisinya.
Jam 16.15 mengobservasi Tanda Tanda Vital
TD : 180 / 100 mmHg
N : 90 x/m
S : afebris
R : 24 x/m
Jam 16.45 memberitahu ibu hasil pemeriksaan, ibu memehami keadaannya
Jam 17.00 anjurkan ibu untuk mobilisasi agar mempercepat proses
penyembuhan, ibu mengerti dan melakukannya.
Jam 18.15 memeberithu ibu tentang perawatan luka operasi, ajari ibu cara
membersihkan luka dan cara mengganti verban di rumah, ibu mengerti
apa yang di ajarkan.
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY I, 1 HARI P2A3 PARTUS PREMATURUS DENGAN
SECTIO SESARIA ATAS INDIKASI GAWAT JANIN DAN PREEKLAMPSIA BERAT
DI GEDUNG KEMUNING LANTAI III KEBIDANAN RSUP HASAN SADIKIN
BANDUNG

S
Ibu merasakan ketidak nyamanan (kaku) dalam bergerak atu beraktivitas
O
KU : baik
Kesadaran : komposmentis
TTV :
TD : 180 / 100 mmHg
N : 90 x/m
S : afebris
R : 24 x/m
TB : 160 cm
BB : 135 kg
Mata
Sklera : putih
Konjungtiva : merah muda
Leher
Pembesaran kelenjar tyroid : tidak ada
Pembesaran kelenjar limfe : tidak ada
Dada
Bentuk : simetris
Puting susu : menonjol
Benjolan : tidak ada
ASI : colostrum (+)
Rasa nyeri : tidak ada
Abdomen
Bising usus : baik
TFU : 2 jari bawah pusat
Kontraksi uterus : baik
Terdapat luka bekas operasi yang tertutup verban
Ekstremitas
Atas : di tangan kiri terpasang infud RL 20 tts/m drips ketorolac 1 amp,
terdapat oedema
Bawah : di kaki kiri terpasang infus RL 20 tts/m, terdapat oedema
Genetalia : terlihat kateter yang menjulur dari vulva
Perineum tidak ada robekan
Lochea rubra
Pemeriksaan penunjang, 13 juli 2013-12-10
HB : 13,4 g/dl
Protein urine : + 3
Therapy
- Metildopa 3x500 gram
- Nifedipin 3x1 10 mg
- Kaltopren 2x100 mg
A
P2A3 partus prematurus dengan SC H1 atas indikasi gawat janin dan pre-eklampsia
berat.

P
Jam 16.00 mengatur posisi ibu dalam posisi semi fawler dan ibu merasa nyaman
dengan posisinya.
Jam 16.15 mengobservasi Tanda Tanda Vital
TD : 180 / 100 mmHg
N : 90 x/m
S : afebris
R : 24 x/m
Jam 16.45 memberitahu ibu hasil pemeriksaan, ibu memehami keadaannya
Jam 17.00 anjurkan ibu untuk mobilisasi agar mempercepat proses
penyembuhan, ibu mengerti dan melakukannya.
Jam 18.15 memeberithu ibu tentang perawatan luka operasi, ajari ibu cara
membersihkan luka dan cara mengganti verban di rumah, ibu mengerti
apa yang di ajarkan.