Anda di halaman 1dari 24
 

PERMINTAAN DAN PENAWARAN ATAS JASA TRANSPORTASI

Bagus Hario

DASAR-DASAR REKAYASA TRANSPORTASI

Setiadji

SUB POKOK BAHASAN PERKULIAHAN

TRANSPORTASI Setiadji SUB POKOK BAHASAN PERKULIAHAN Permintaan jasa transportasi/permintaan perjalanan (
TRANSPORTASI Setiadji SUB POKOK BAHASAN PERKULIAHAN Permintaan jasa transportasi/permintaan perjalanan (

Permintaan jasa transportasi/permintaan perjalanan (transport demand/travel demand)

Penawaran jasa transportasi Keseimbangan fungsi permintaan dan penawaran

Permintaan Transportasi
Permintaan Transportasi

Permintaan Perjalanan

Permintaan Transportasi Permintaan Perjalanan Teori permintaan jasa transportasi berasal dari teori ekonomi dan dalam
Permintaan Transportasi Permintaan Perjalanan Teori permintaan jasa transportasi berasal dari teori ekonomi dan dalam

Teori permintaan jasa transportasi berasal dari teori ekonomi dan dalam perjalanannya diperkaya oleh teori dari bidang- bidang lain (psikologi, sosiologi, pemasaran).

Permintaan perjalanan (transport demand) merupakan kebutuhan turunan (derived demand) kebutuhan yang timbul guna memenuhi kebutuhan lain

Kebutuhan manusia untuk memenuhi kegiatannya Permintaan akan barang tertentu supaya tersedia di tempat tertentu

Permintaan Perjalanan Faktor-faktor penting yang mempengaruhi jumlah perjalanan orang ke suatu tempat: Jenis dan
Permintaan Perjalanan
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi jumlah perjalanan
orang ke suatu tempat:
Jenis dan intensitas kegiatan yang akan dilakukan di tempat tersebut
Biaya/waktu/jarak/hambatan untuk mencapai tujuan
Karakteristik alat transportasi yang menuju ke tempat tujuan
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi jumlah perjalanan
angkutan barang adalah sebagai berikut:
Karakteristik jaringan transportasi yang menghubungkan wilayah asal
dan tujuan
Sarana transportasi
Prasarana transportasi
Permintaan barang di tempat tujuan
Tersedianya barang di tempat asal
FUNGSI PERMINTAAN
Kurva permintaan: menghubungkan jumlah komoditi (Q) dan
harga (P).
Kecenderungan: harga menurun, permintaan komoditi akan
bertambah.
Q = f(P)

Fungsi Permintaan Perjalanan

Fungsi Permintaan Perjalanan Dalam permintaan perjalanan, Q adalah jumlah perjalanan yang akan terjadi, dan P adalah
Fungsi Permintaan Perjalanan Dalam permintaan perjalanan, Q adalah jumlah perjalanan yang akan terjadi, dan P adalah

Dalam permintaan perjalanan, Q adalah jumlah perjalanan yang akan terjadi, dan P adalah hambatan perjalanan.

Hambatan dapat berupa biaya perjalanan (P), jarak (D) ataupun waktu tempuh (T).

Apakah kurva permintaan juga berlaku di dalam permintaan jasa transportasi?

Semakin rendah hambatan (jarak/waktu/biaya), jumlah perjalanan akan meningkat, dan sebaliknya

Hubungan antara Q AB dan T QAB dalam fungsi permintaan

500 450 400 Demand 350 300 250 200 150 100 50 0 T (Waktu Tempuh
500
450
400
Demand
350
300
250
200
150
100
50
0
T (Waktu Tempuh - menit)
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
4500
5000
5500
6000
6500
7000
7500
8000
8500
9000
9500
10000

Q (Kendaraan per jam)

Fungsi Permintaan Perjalanan

Fungsi Permintaan Perjalanan Untuk kondisi jaringan transportasi yang sama, perubahan jumlah pergerakan akan menggeser
Fungsi Permintaan Perjalanan Untuk kondisi jaringan transportasi yang sama, perubahan jumlah pergerakan akan menggeser

Untuk kondisi jaringan transportasi yang sama, perubahan jumlah pergerakan akan menggeser kurva demand ke kanan ataupun ke kiri

Ketika pergerakan bertambah, kurva akan bergeser ke mana?

Hubungan antara Q AB dan T QAB dalam fungsi permintaan

500 450 Demand 400 Demand Baru 350 300 250 200 150 100 50 0 T
500
450
Demand
400
Demand Baru
350
300
250
200
150
100
50
0
T (Waktu Tempuh - menit)
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
4500
5000
5500
6000
6500
7000
7500
8000
8500
9000
9500
10000

Q (Kendaraan per jam)

 

Fungsi Permintaan Perjalanan

 
 

Paramater penting dari kurva permintaan: elastisitas harga, yaitu perbandingan antara perubahan kuantitas permintaan terhadap perubahan harga.

Secara matematika dinyatakan dengan persamaan berikut:

Secara matematika dinyatakan dengan persamaan berikut:   Fungsi Permintaan Perjalanan   Ilustrasi
 

Fungsi Permintaan Perjalanan

 
 

Ilustrasi elastisitas bernilai konstan, dari fungsi:

  Fungsi Permintaan Perjalanan   Ilustrasi elastisitas bernilai konstan, dari fungsi: Dari definisi elastisitas:
  Fungsi Permintaan Perjalanan   Ilustrasi elastisitas bernilai konstan, dari fungsi: Dari definisi elastisitas:

Dari definisi elastisitas:

  Fungsi Permintaan Perjalanan   Ilustrasi elastisitas bernilai konstan, dari fungsi: Dari definisi elastisitas:
  Fungsi Permintaan Perjalanan   Ilustrasi elastisitas bernilai konstan, dari fungsi: Dari definisi elastisitas:
 

Fungsi Permintaan Perjalanan

 
 

Contoh:

Suatu angkutan penumpang dapat mengangkut 2000 orang per hari dengan ongkos 2000 rupiah per perjalanan. Apabila ongkos angkutan itu akan dinaikkan menjadi 2500 rupiah per perjalanan, berapakah penurunan penumpang yang akan terjadi? (diasumsikan elastisitas konstan ε p = β = -3)

 

Fungsi Permintaan Perjalanan

 
 

Penyelesaian

-3)   Fungsi Permintaan Perjalanan   Penyelesaian 2000 = α (2000) - 3 Maka α =

2000 = α (2000) -3

Maka α = 1.6 x 10 13 Dan Q = 1.6 x 10 13 (P) -3 Apabila P = 2500 rupiah per perjalanan, maka Q = 1.6 x 10 13 (2500) -3 = 1024 penumpang. Artinya, dengan kenaikan harga 25%, maka akan terjadi penurunan jumlah penumpang sebesar 48.8%.

Fungsi Permintaan Perjalanan Kurva permintaan dengan variasi β Beta = -3.1 -3.0 -2.9 (mendekati kondisi
Fungsi Permintaan Perjalanan
Kurva permintaan dengan variasi β
Beta = -3.1 -3.0 -2.9
(mendekati kondisi tidak
elastik)
Fungsi Permintaan Perjalanan Pengertian beberapa kondisi elastisitas: Relatif elastik Relatif tidak elastik ε p
Fungsi Permintaan Perjalanan Pengertian beberapa kondisi elastisitas: Relatif elastik Relatif tidak elastik ε p

Fungsi Permintaan Perjalanan

Fungsi Permintaan Perjalanan Pengertian beberapa kondisi elastisitas: Relatif elastik Relatif tidak elastik ε p

Pengertian beberapa kondisi elastisitas:

Relatif elastik

Relatif tidak elastik

kondisi elastisitas: Relatif elastik Relatif tidak elastik ε p = -1 ε p = 0 (tidak
kondisi elastisitas: Relatif elastik Relatif tidak elastik ε p = -1 ε p = 0 (tidak
kondisi elastisitas: Relatif elastik Relatif tidak elastik ε p = -1 ε p = 0 (tidak
kondisi elastisitas: Relatif elastik Relatif tidak elastik ε p = -1 ε p = 0 (tidak

ε p = -1

ε p = 0 (tidak elastik)

permintaan tidak elastik = konsumen mau membeli komoditi dengan harga berapapun (kenaikan harga hanya menyebabkan penurunan permintaan yang kecil) Permintaan elastik = konsumen mau membeli komoditi pada harga tertentu (kenaikan harga menyebabkan penurunan permintaan secara drastis)

ε p = -(elastis sempurna)

Fungsi Permintaan Perjalanan Pengertian beberapa kondisi elastisitas: P P ε p ~ -∞ (elastis sempurna)
Fungsi Permintaan Perjalanan
Pengertian beberapa kondisi elastisitas:
P
P
ε p ~ -∞
(elastis
sempurna)
ε p ~ 0
(tidak
elastik)
Q
Q
Perubahan harga
perubahan demand kecil
Perubahan harga
perubahan demand besar
Penawaran Transportasi
Penawaran Transportasi
PENAWARAN JASA TRANSPORTASI Fungsi penawaran atau kurva penawaran (menurut teori ekonomi) merupakan hubungan antara
PENAWARAN JASA TRANSPORTASI
Fungsi penawaran atau kurva penawaran (menurut teori
ekonomi) merupakan hubungan antara harga pasar untuk
suatu barang/jasa dengan jumlah barang/jasa yang
dihasilkan dan dijual oleh produsen.
Kurva penawaran kenaikan jumlah barang/jasa yang
ditawarkan akan mengakibatkan meningkatnya harga
(merupakan sudut pandang supplier).
Kurva permintaan kenaikan harga akan mengakibatkan menurunnya
permintaan akan jumlah barang/jasa (merupakan sudut pandang user ).
FUNGSI PENAWARAN
P = harga/biaya (price), atau bisa
Kurva penawaran
juga tingkat pelayanan
(P)
Q = jumlah barang/jasa yang
ditawarkan (quantity)
P = f(Q)
Kurva permintaan
Q = f(P)
(Q)
 

PENAWARAN JASA TRANSPORTASI

 
 

Aplikasi penawaran jasa transportasi

Sarana transportasi: benda bergerak (kendaraan)

Prasarana transportasi: benda tidak bergerak (infrastruktur)

Supplier:

Public: pemerintah, BUMN

Private: swasta

 

PENAWARAN JASA TRANSPORTASI

 
 

Fungsi penawaran: sarana dan prasarana transportasi darat (misalnya: jalan raya, jalan rel)

Supplier prasarana untuk jalan raya: Pemerintah (obligation), BUMN dan perusahaan swasta (profit) pada jalan tol

Fungsi penawaran pada infrastruktur jalan raya: tidak selalu harus berupa pembangunan jalan baru, tetapi bisa juga berupa optimalisasi fungsi infrastruktur jalan

Supplier prasarana untuk jalan rel: Pemerintah (heavy rail), BUMN atau perusahaan swasta (MRT, LRT, kereta cepat)

Supplier sarana untuk jalan raya: banyak pihak.

Supplier sarana untuk jalan rel: BUMN ( PT. KAI), atau swasta atau joint company antara swasta dan BUMN.

PENAWARAN JASA TRANSPORTASI

PENAWARAN JASA TRANSPORTASI Fungsi penawaran: sarana dan prasarana transportasi udara Supplier prasarana: Pemerintah
PENAWARAN JASA TRANSPORTASI Fungsi penawaran: sarana dan prasarana transportasi udara Supplier prasarana: Pemerintah

Fungsi penawaran: sarana dan prasarana transportasi udara

Supplier prasarana: Pemerintah (Kementerian Perhubungan) atau BUMN (PT. Angkasa Pura)

Supplier sarana: BUMN (Garuda Indonesia group), Swasta (Lion group, Sriwijaya, dll.)

Mengapa peningkatan kuantitas akan menaikkan harga?

Keterbatasan sumber daya yang dimiliki, namun jumlah demand meningkat, sehingga kenaikan harga dibebankan kepada pengguna

Meningkatnya jumlah perjalanan akan menyebabkan hambatan (waktu tempuh/biaya perjalanan) bertambah, sehingga selalu ada konsekuensi biaya.

Kenaikan harga sangat jelas terasa pada terutama apabila operator/supplier harus mencari profit (BUMN/swasta). Untuk supplier pemerintah, semua kenaikan barang/jasa umumnya diterapkan adanya subsidi.

Hubungan antara Q AB dan T QAB dalam fungsi penawaran

500 450 400 Supply 1 350 300 250 200 150 100 50 0 T (Waktu
500
450
400
Supply 1
350
300
250
200
150
100
50
0
T (Waktu Tempuh - menit)
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
4500
5000
5500
6000
6500
7000
7500
8000
8500
9000
9500
10000

Q (Kendaraan per jam)

Penawaran Transportasi

Penawaran Transportasi Perubahan kondisi infrastruktur akan menggeser kurva supply ke kanan/bawah ataupun ke kiri/atas
Penawaran Transportasi Perubahan kondisi infrastruktur akan menggeser kurva supply ke kanan/bawah ataupun ke kiri/atas

Perubahan kondisi infrastruktur akan menggeser kurva supply ke kanan/bawah ataupun ke kiri/atas

Ketika kondisi infrastruktur bertambah baik, kurva akan bergeser ke mana?

Hubungan antara Q AB dan T QAB dalam fungsi penawaran

500 450 400 Supply 1 350 Supply 2 Supply 3 300 250 200 150 100
500
450
400
Supply 1
350
Supply 2
Supply 3
300
250
200
150
100
50
0
T (Waktu Tempuh - menit)
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
4500
5000
5500
6000
6500
7000
7500
8000
8500
9000
9500
10000

Q (Kendaraan per jam)

Keseimbangan fungsi permintaan dan penawaran
Keseimbangan fungsi permintaan
dan penawaran

KESEIMBANGAN FUNGSI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

dan penawaran KESEIMBANGAN FUNGSI PERMINTAAN DAN PENAWARAN Arus lalu lintas terjadi karena terjadi keseimbangan antara
dan penawaran KESEIMBANGAN FUNGSI PERMINTAAN DAN PENAWARAN Arus lalu lintas terjadi karena terjadi keseimbangan antara

Arus lalu lintas terjadi karena terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran transportasi perlu penggabungan kurva permintaan dan kurva penawaran

Keseimbangan sistem dimaksudkan sebagai terjadinya penggunaan infrastruktur yang optimal Bermanfaat untuk: peramalan jumlah pengguna sarana/prasarana transportasi dan penentuan biaya operasional Keseimbangan sistem bersifat dinamis, tergantung kepada perubahan yang terjadi di sistem permintaan dan penawaran

Perubahan fungsi permintaan

P

Perubahan fungsi permintaan P Q P Q Perubahan fungsi penawaran P Q P Q

Q

P

Perubahan fungsi permintaan P Q P Q Perubahan fungsi penawaran P Q P Q

Q

Perubahan fungsi penawaran

P

Perubahan fungsi permintaan P Q P Q Perubahan fungsi penawaran P Q P Q

Q

P

Perubahan fungsi permintaan P Q P Q Perubahan fungsi penawaran P Q P Q

Q

Keseimbangan Fungsi Permintaan Dan Penawaran

P Q P Q Keseimbangan Fungsi Permintaan Dan Penawaran Keseimbangan fungsi permintaan dan penawaran P Q
P Q P Q Keseimbangan Fungsi Permintaan Dan Penawaran Keseimbangan fungsi permintaan dan penawaran P Q

Keseimbangan fungsi permintaan dan penawaran

P

P Q P Q Keseimbangan Fungsi Permintaan Dan Penawaran Keseimbangan fungsi permintaan dan penawaran P Q

Q

P

P Q P Q Keseimbangan Fungsi Permintaan Dan Penawaran Keseimbangan fungsi permintaan dan penawaran P Q

Q

Hubungan antara Q AB dan T QAB

500 450 Demand Supply 1 400 Supply 2 350 Supply 3 300 Supply 1+2 Supply
500
450
Demand
Supply 1
400
Supply 2
350
Supply 3
300
Supply 1+2
Supply 1+2+3
250
Demand Baru
200
150
100
50
0
T (Waktu Tempuh - menit)
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
4500
5000
5500
6000
6500
7000
7500
8000
8500
9000
9500
10000

Q (Kendaraan per jam)

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Ilustrasi jaringan transportasi C A , C B , C C =
KESEIMBANGAN JARINGAN
TRANSPORTASI
Ilustrasi jaringan transportasi
C A , C B , C C = centroid
zona A, B dan C

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Jaringan tunggal Fungsi permintaan baru, volume meningkat biaya meningkat Fungsi
KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Jaringan tunggal Fungsi permintaan baru, volume meningkat biaya meningkat Fungsi

Jaringan tunggal

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Jaringan tunggal Fungsi permintaan baru, volume meningkat biaya meningkat Fungsi
KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Jaringan tunggal Fungsi permintaan baru, volume meningkat biaya meningkat Fungsi

Fungsi permintaan baru, volume meningkat biaya meningkat

Fungsi permintaan baru, volume meningkat biaya meningkat Fungsi penawaran baru, volume meningkat biaya menurun

Fungsi penawaran baru, volume meningkat biaya menurun

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

biaya menurun KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Jaringan tunggal Contoh: Dua buah simpul, yaitu simpul 1 dan
biaya menurun KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Jaringan tunggal Contoh: Dua buah simpul, yaitu simpul 1 dan

Jaringan tunggal

Contoh:

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Jaringan tunggal Contoh: Dua buah simpul, yaitu simpul 1 dan 2, terhubungkan oleh

Dua buah simpul, yaitu simpul 1 dan 2, terhubungkan oleh sebuah ruas jalan yang mempunyai volume q 12 . Waktu perjalanan pada ruas tersebut adalah sebesar t 12 . Fungsi permintaan (volume) pada sistem di atas adalah q 12 = 2000 – 15 t 12 dan fungsi waktu pemakai (fungsi penawaran) adalah t 12 = 20 + 0.04 q 12 . Tentukan besarnya volume lalu lintas dan waktu pemakai pada ruas jalan yang menghubungkan simpul 1 dan 2.

 

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

 
 

Penting untuk diperhatikan:

Perlu dibedakan antara q ij dan q rs . q ij adalah volume lalu lintas dari simpul i ke j, sedangkan q rs adalah volume lalu lintas pada suatu ruas jalan yang merupakan komponen dari q ij .

Pada contoh di atas, karena hanya terdapat satu ruas jalan yang menghubungkan 1 dan 2, maka q 12 = q 12 . Tetapi apabila terdapat dua ruas jalan yang menghubungkan simpul 1 dan 2, misalkan ruas jalan a dan ruas jalan b, maka q 12 = q a + q b

 

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

 
 

Jaringan Tunggal

Penyelesaian:

q 12 = 2000 – 15 t 12 t 12 = 20 + 0.04 q 12

(1)

(2)

Substitusikan (2) ke (1) sehingga diperoleh:

q 12 = 2000 – 15 (20 + 0.04 q 12 )

Jadi, q 12 = 1062.5 1063 kendaraan/jam, dan t 12 = 62.5 menit.

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Perubahan fungsi permintaan menjadi : q 1 2 = 2000 – 20 t
KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Perubahan fungsi permintaan menjadi : q 1 2 = 2000 – 20 t

Perubahan fungsi permintaan menjadi : q 12 = 2000 – 20 t 12

(berkurangnya demand, misalnya volume lalu lintas di hari libur).

q 12 = 2000 – 20 t 12 t 12 = 20 + 0.04 q 12

(3)

(2)

Substitusikan (2) ke (3) sehingga diperoleh:

q 12 = 2000 – 20 (20 + 0.04 q 12 )

Jadi, pada kondisi keseimbangan, q 12 = 889 kend/jam, sehingga t 12 = 55.56 menit (awalnya q 12 = 1063 kend/jam dan t 12 = 62.5 menit). Atau pada t 12 = 62.5 menit, hanya akan ada = ~ 750 kend/jam).

Fungsi permintaan awal: q 12 = 2000 – 15 t 12

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

= 2000 – 15 t 1 2 KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Perubahan fungsi permintaan menjadi : q
= 2000 – 15 t 1 2 KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Perubahan fungsi permintaan menjadi : q

Perubahan fungsi permintaan menjadi : q 12 = 2000 – 20 t 12

t 12 = 20 + 0.04 q 12 62.5 55.6 q 12 = 2000 –
t 12 = 20 + 0.04 q 12
62.5
55.6
q 12 = 2000 – 15 t 12
q 12 = 2000 – 20 t 12
889 1063
KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Perubahan fungsi penawaran menjadi : t 12 = 25 + 0.05 q
KESEIMBANGAN JARINGAN
TRANSPORTASI
Perubahan fungsi penawaran menjadi : t 12 = 25 + 0.05 q 12
(kondisi jalan menurun, sehingga waktu tempuh lebih lama).
q 12 = 2000 – 15 t 12
(1)
t 12 = 25 + 0.05 q 12
(4)
Substitusikan (4) ke (1) sehingga diperoleh:
q 12 = 2000 – 15 (25 + 0.05 q 12 )
Jadi, t 12 = 71.45 menit sehingga q 12 = 929 kend/jam (awalnya t 12 = 62.5
menit, dan q 12 = 1063 kend/jam). Atau pada t 12 = 71.45 menit hanya
akan terjadi = ~ 725 kend/jam).
Fungsi penawaran awal: t 12 = 20 + 0.04 q 12
KESEIMBANGAN JARINGAN
TRANSPORTASI
Perubahan fungsi penawaran menjadi : t 12 = 25 + 0.05 q 12
t 12 = 25 + 0.05 q 12
t 12 = 20 + 0.04 q 12
71.5
62.5
q 12 = 2000 – 15 t 12
929
1063

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Dua alternatif rute yang menghubungkan dua simpul KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI
KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Dua alternatif rute yang menghubungkan dua simpul KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

Dua alternatif rute yang menghubungkan dua simpul

Dua alternatif rute yang menghubungkan dua simpul KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Dua alternatif rute yang

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

menghubungkan dua simpul KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Dua alternatif rute yang menghubungkan dua simpul Contoh:
menghubungkan dua simpul KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Dua alternatif rute yang menghubungkan dua simpul Contoh:

Dua alternatif rute yang menghubungkan dua simpul

Contoh:

Dua alternatif rute yang menghubungkan dua simpul Contoh: Fungsi permintaan dan penawaran dari sistem ini: q

Fungsi permintaan dan penawaran dari sistem ini:

q 12 = 2500 – 10 t 12 t a = 20 + 0.04 q a t b = 25 + 0.05 q b

(1)

(2)

(3)

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Dua alternatif rute yang menghubungkan dua simpul Penyelesaian: Kurva penawaran rute a
KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Dua alternatif rute yang menghubungkan dua simpul Penyelesaian: Kurva penawaran rute a

Dua alternatif rute yang menghubungkan dua simpul

Penyelesaian:

alternatif rute yang menghubungkan dua simpul Penyelesaian: Kurva penawaran rute a Kurva penawaran rute b KESEIMBANGAN

Kurva penawaran rute a

dua simpul Penyelesaian: Kurva penawaran rute a Kurva penawaran rute b KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

Kurva penawaran rute b

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

a Kurva penawaran rute b KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Penyelesaian: Volume OB pada kurva penawaran a: Terjadi
a Kurva penawaran rute b KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI Penyelesaian: Volume OB pada kurva penawaran a: Terjadi

Penyelesaian:

Volume OB pada kurva penawaran a:

Terjadi pada saat t a = t b = OA = 25 menit, dimana q b = 0

Dengan t a = 25 menit, maka dengan menggunakan (2) akan diperoleh q a = 125 kendaraan.

Pada titik keseimbangan: t 12 = t a = t b sehingga

20 + 0.04 q a = 25 + 0.05 q b q a = 125 + 1.25 q b

(4)

 

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

 
 

Penyelesaian:

 

Substitusikan (1) dan (4) ke q 12 = q a + q b sehingga diperoleh

2500

– 10 t 12 = 125 + 2.25 q b

(5)

Karena pada titik keseimbangan t 12 = t b = 25 + 0.05 q b , maka (5) menjadi

2500

– 10 (25 + 0.05 q b ) = 125 + 2.25 q b

Selesaikan persamaan di atas, akan diperoleh q b = 773 kendaraan dan t b = 63.65 menit

 

KESEIMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

 
 

Penyelesaian:

 

Karena t b = t a sehingga diperoleh: t a = 63.65 menit, dan q a = 1092 kendaraan, sehingga q a + q b = q 12 = 1865 kendaraan.

END OF PRESENTATION

END OF PRESENTATION Thank you for your attention. 24
END OF PRESENTATION Thank you for your attention. 24

Thank you for your attention.