Anda di halaman 1dari 102

Tuak Ilahi 1

1. BAHARU VS KADIM
Tuak ilahi, 7 Januari
Sangat sulit menjelaskan hakikat dan ma'rifat kepada
orang-orang yg mempelajari Agama hanya pada tataran
syariat saja.
Menghafal ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadist akan tetapi tidak
memiliki Ruh daripada Al-Qur'an itu sendiri.
Padahal hakikat dari Al-Qur'an itu adalah Nur Allah yg tidak
berhuruf dan bersuara
Dengan Nur itulah Rasulullah saw memperoleh
pengetahuan yg luar biasa dari Allah
Hafalan tetaplah hafalan dan itu tersimpan di otak yg
dimensinya rendah tidak akan mampu menjangkau hakikat
Allah.
Otak itu baharu sedangkan Allah itu adalah Kadim, sudah
pasti baharu tidak akan sampai kepada Kadim. (Tuak ilahi)

2. DEDENGKOT KAMPRET
Tuak ilahi, 7 Januari
Kita tidak bisa menilai orang lain sesat, karena kebenaran
hanyalah pada Allah
Manusia paling KAMPRET dimuka bumi ialah para tokoh
Agama, karena sudah berani mengatakan sesat bagi yg tidak
sepaham dengan mereka, dan mereka telah berani
menyimpulkan atas nama Allah
Sesat itu menurut siapa? kan menurut pendapat mereka?
Mereka sudah menyamakan pendapat mereka seperti
kemauan Allah
Di Al-Qur'an tidak ada dasarnya untuk menuduh orang
sesat! ... Yang ada ialah mengajak mereka ke jalan Tuhan,
apa tidak GOBLOK namanya. (Tuak ilahi)

3. RASA DAN MERASAKAN


Tuak ilahi, 7 Januari
Ingatlah bahwa sesungguhnya petunjuk Allah itulah yg
sebenarnya petunjuk.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 2

Sedangkan petunjuk itu tidak akan pernah ada kecuali


pada orang yg bertakwa.
Tiada orang yg bertakwa kecuali orang itu kontra terhadap
dunia.
Tiada orang yg kontra terhadap dunia kecuali orang yg
menghina dirinya.
Tidak ada orang yg menghina dirinya kecuali orang yg tahu
akan dirinya.
Tidak pula orang yg tahu akan dirinya kecuali mengenal
akan Allah.
Tidak ada yg mengenal akan Allah kecuali orang yg
mencintainya.
Dan tidak ada orang yg mencintainya kecuali orang yg
telah dipilih dan dikasihi Allah.
Dan disini tidak ada lagi membicarakan dalil-dalil
bagaimana pohon itu tumbuh, cara merawatnya, pupuk apa
yg cocok dan bibit mana yg bisa cepat menghasilkan buah yg
manis dan ranum, disini hanya membicarakan tentang
"RASA" dan pengalaman "MERASAKAN" karna tasawuf
adalah dunia rasa, sebagaimana ungkapan: "TIDAK AKAN
TAHU KALAU TIDAK MERASAKAN". (Tuak ilahi)

4. WUJUD ITU ADALAH AL HAQ


Tuak ilahi, 6 Januari
Apa saja yg ada selain Allah sebenarnya tidak ada, wujud
selain Allah hanyalah sebagai bayangan wujud yg berdiri dan
memberi wujud bagi yg lain, yg demikian itu adalah wujud Al
Haq
Bayang-bayang seorang itu bukan terwujud dengan
sendirinya melainkan wujud karna adanya orang itu sendiri,
Yg ada itu adalah orangnya saja, sekalipun bayangan itu
terlihat dengan mata, Jadi sesungguhnya wujud Allah itu telah
jelas tidak membutuhkan penguat semacam syahadat dan
agama.
"Kini padu sudah dirimu dengan jasadku jadi satu bagaikan
air dengan garam terpadu satu...
Dan jika sesuatu menyentuhmu, maka tersentuhlah aku
karna itu adalah kau, dalam segala hal adalah aku...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 3

Kau antara kalbu dan denyutku, berlaku bagaikan air mata


menetes dari kelopak mataku...
Bisikmu pun tinggal dalam relung kalbuku, bagaikan ruh yg
hulul dalam tubuh jadi satu...
Aku adalah rahasia yg maha benar, dan bukanlah yg maha
benar itu aku...
Aku hanya dari yg benar, maka bedakanlah antara
kami"...(Tuak ilahi)

5. KEMELUT DIPUNCAK RUHANI


Tuak ilahi, 6 Januari
O.. ILAHI, dalam hidup ini aku telah berpuasa dan
menderita, tetapi belum pernah aku menderita seperti ini,
APAKAH AKU DALAM LINGKARAN AZAB MU,?
Dalam kegelapan malam, dimanakah lampu syurga yg kau
janjikan,?
Adakah keluhan-keluhanKu telah memadamkanNya,?
ataukah lampu itu telah menyembunyikan diri lantaran
cemburu,?
Dimanakah letaknya nasib baikKu selaku khalifah,?
mengapakah engkau tidak menolongKu mendapatkan cinta
itu,?
Dimanakah akal budiKu, agar dapat aku mempergunakan
pengetahuanku,?
Dimanakah tanganku untuk mensucikan kepalaKu,?
dimanakah kakiKu untuk berjalan mendapatkan kasihMu,?
dan mataKu untuk melihat wajahMu,? dimanakah engkau yg
akan memberikan kasih sayangMu padaKu,? apakah Artinya
cinta ini,? duka ini,? dan kepedihan ini,?
WAHAI TUAK, kebahagiaanMu kini bercampur dengan
kesengsaraanMu, bila kau belum pernah mengalami
kegelisahan, bagaimana kau menghargai ketenangan,?
Kau rentangkan tanganMu hendak mencapai kilat, tetapi
terhalang oleh timbunan salju yg tersapu
Berusahalah dengan berani, bakar dan musnahkan pikiran,
dan serahkan diriMu pada kedunguan
Bila kau ingin menggunakan ilmuKu ini, renungkanlah
sedikit, dan ikutilah contohku

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 4

Tinggalkan diriMu sendiri, dari pikiranMu yg mengelana,


dan hendaklah kau menarik diri kedalam jiwaMu agar kau
dapat sampai pada KE PAPAAN ROHANI
Ingatlah bahwa, jika kau katakan diriMu bukan selain aku,
maka kau akan tersesat dari diriMu sendiri, dan tidak akan
mendapat penawar lain kecuali putus asa. (Tuak ilahi)

6. DIALOG ANTARA AKAL, TUAK, DAN ILAHI


Tuak ilahi, 5 Januari
AKAL: sadarlah tuak dan enyahkanlah godaan itu,
berpeganglah pada diri tuak sendiri dan lakukan sesuci yg
ditetapkan
TUAK: tidakKah kau tahu bahwa selama ini aku telah
melakukan ribuan kali sesuci, dengan darah dan hatiku
AKAL: dimanakah untaian tasbih tuak,? Bagaimana tuak
dapat berdo'a tanpa itu,?
TUAK: telah kucampakKan untaian tasbihKu agar aku
dapat mengenakan pakaian keTuhanan
AKAL: O,,,tuak yg gila, bila tuak berdosa lekaslah bertobat
TUAK: kini aku berhenti bertobat, karna telah mengikuti
hukum yg benar, dan aku hanya ingin meninggalkan hal yg
bukan urusanku
AKAL: tinggalkanlah tempat itu dan pergilah menyembah
Tuhan
TUAK: kalau saja pujPaanKu disini, akan layaklah bagiku
untuk bersujud dihadapanNya
AKAL: kalau demikian, tuak tidak berusaha untuk
bertobat,! Apakah tuak bukan lagi berAgama islam,?
TUAK: tiada orang yg bertobat lebih dari aku, aku
menyesal bahwa selama ini aku tidak pernah mengenal yg
aku cintai
AKAL: neraka menunggu tuak bila tuak terus juga dijalan
ini, jagalah diri tuak, maka tuak pun akan terhindar
daripadanya
TUAK: jika adalah neraka, maka itu hanyalah dari keluhan-
keluhanKu, yg akan mengisi ke tujuh neraka tersebut
ILAHI: O Tuak, bagaimana kau yg seorang jahil, begitu
mabuk dengan anggur kemusyrikan, dan duduk disebuah

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 5

jalan dalam keadaan demikian,? Bila kau memujaku seperti


ini, kau akan jadi Gila
TUAK: ini karna kau telah mencuri hatiku, kembalikan
hatiku itu atau sambutlah cintaku, bila kau menghendaki akan
ku kor-bankan hidupku untukMu, tetapi kau dapat
memulihkanNya kembali dengan senTuhan kasihmu, karna
kau hatiku terba-kar, telah kutumpahkan air mata bagai hujan,
dan mataku tak dapat melihat lagi, dimana hatiku, disana
hanyalah darah, andaikan aku dapat menjadi satu denganMu,
hidupku akan pulih kembali, kau matahari aku bayang-
bayangnya, aku orang yg tiada berarti lagi, tetapi bila kau mau
mengindahkan diriku, aku akan menguasai tujuh kubah dunia
dibawah kakiKu, kumohon padaMu, jangan tinggalkan aku,!
ILAHI: O kau tuak tua kering kerempeng,! TidakKah kau
malu menggunakan kapur barus untuk kain kafanMu,?
Mestinya kau malu menyarankan hubungan mesra padaku
dengan nafasMu yg bau,! Lebih baik kau bungkus dirimu
dengan kain kafan ketimbang kau habiskan waktuMu
memikirkan aku, kau tak mungkin menimbulkan cinta,
pergilah,!
TUAK: katakan sesukaMu, namun aku cinta padamu, tak
peduli apakah aku tua atau muda, cinta mempengaruhi segala
hati
ILAHI: baiklah, kalau kau tak bisa ditolak, dengarkan aku,
kau harus meninggalkan islam, karna cinta tak menyamakan
dirinya dengan yg dicintainya hanyalah sekedar warna dan
wangian
TUAK: akan kulakukan apa yg kau inginkan, kusanggupi
segala yg kau perintahkan, kau dengan tubuhku bagaikan
mata hitam diantara mata putih
ILAHI: jika kau seorang pengamal dari apa yg kau katakan,
kau harus melakukan Empat perkara ini:
1. Carilah wajahku melalui wajahmu
2. Bakarlah Qur'an
3. Minumlah anggur
4. Dan tutuplah mata terhadap agama apapun
TUAK: aku mau minum anggur demi kau, tetapi ketiga
perkara yg lain tidak dapat kulakukan

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 6

ILAHI: baiklah, mari minum anggur bersamaku, kemudian


kaupun akan segera mau menerima syarat-syarat yg lain itu.
(Tuak ilahi)

7. HAKIKAT SEMATA
Tuak ilahi, 5 Januari
Hamba dan Allah itu adalah sama, Allah adalah aku
sendiri. Tidak ada gunanya menjalankan shalat karna itu
hanyalah basa basi yg tidak ada artinya, yg ada hanyalah
HAKIKAT SEMATA, karna itu aku tidak mau mengerjakan
shalat.
Apa gunanya shalat,? Allah dan aku sudah bersatu, kalau
aku menyembah Allah, itu berarti Allah menyembah Allah, ITU
NAMANYA AJARAN SESAT,!
Ada yg berkata: JANGAN HANYA MEMENTINGKAN
HAKIKAT SAJA, HARUS KAU PENUHI SYARIATNYA
SUPAYA MASJID TIDAK KOSONG DARI PARA JEMAAH"
Itu namanya hanya berbuat kesia-siaan, kalau umur ini
hanya dipergunakan untuk syariat berarti waktu hanya habis
untuk bersopan santun, itu ilmunya orang bodoh dan kafir,
kalau orang itu benar-benar paham pada hakikatnya adalah
persatuan karna jasad adalah hamba, jiwa adalah rasul dan
aku adalah Allah maka semua pada hakikatnya adalah satu
kesatuan, jadi bagi yg paham ilmunya mau menjadi Allah bisa
sekehendaknya, BUAT APA LAGI ALLAH MENGERJAKAN
SHALAT,? (Tuak ilahi)

8. AKULAH TUAK SIWAJAH TUHAN


Tuak ilahi, 5 Januari
Menyatunya manusia dengan Tuhan itu ibarat cermin
dengan orang yg bercermin, bayangan dalam cermin itu
adalah manusia, Laksana api dengan nyalanya, laut dengan
ombaknya, atau kembang dengan sarinya
Mengenal Tuhan berarti mengenal asal kejadian yg
sekaligus tempat kembalinya manusia dikemudian hari, inilah
merupakan pemahaman dari firman Allah: "INNALILLAHI WA
INNA ILAIHI RAJIUN" (QS. Al Baqarah: 156)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 7

ILAHI: Wahai tuak, mana mungkin ada hubungan yg mesra


antara kau dan aku,? Pergilah, atau kau akan kubunuh,
jangan lagi kau mengemis cintaku, tetapi bangkit dan
pergilah"
TUAK: pada hari ketika aku jatuh cinta padamu, aku
bersuci tangan dari kehidupan ini, beribu-ribu orang yg seperti
aku mengorbankan diri kehariban keindahanMu, karna kau
hendak membunuhku maka jawablah kiranya pertayaanku yg
biasa ini, "PADA HARI KETIKA ENGKAU MENJADI SEBAB
BAGI KE MATIANKU, MENGAPA DULU ENGKAU MAU
MENZAHIRKAN AKU,?
ILAHI: O kau si tuak gila, ketika aku ingin dikenal maka
kuzahirkanlah engkau, ketika engkau merasa dekat kepadaku
maka kau akan kubunuh, sehingga akulah gantinya, akulah yg
jadi pendengaranmu yg dengan itu engkau mendengar,
akulah yg jadi matamu yg dengan itu engkau melihat, akulah
yg menjadi lidahmu yg dengan itu engkau berkata, aku pula
yg menjadi hatimu yg dengan itu engkau bercita-cita
TUAK: ternyata dalam fanaku, lalu fana pulalah fanaku itu,
dikefanaanku ini kudapati engkau, engkau itu ialah aku, ya
aku inilah Allah, aku ini hakikat yg maha mulia, akulah tuak
wajah Tuhan sejati. (Tuak ilahi)

9. JUBAH KETUHANAN
Tuak ilahi, 5 Januari
ILAHI: O tuak gila, kau hanya pura-pura mencintai aku, kau
tak mengerti rahasia cinta, jika kau merasa yakin akan
cintaMu, maka kau akan dapat menemukan jalan ke urat
lehermu yg berlingkar-lingkar, tenggelamkan dirimu dalam
kekufuran lewat urat nadimu yg kusut, selusuri urat nadimu
dan tanganmu pun akan dapat menyentuh leherku, tapi jika
kau tak mau mengikuti cara yg kutunjukan itu, bangkitlah dan
pergi, dan pakailah jubah serta tongkat orang fakir"
TUAK: O seri cahaya Tuhan, katakan padaku apa yg kau
inginkan, jika aku bukan penyembah selagi aku masih sadar,
maka kini disaat aku mabuk akan kubakar rumah tempat
pemujaanMu"

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 8

ILAHI: kini kau benar-benar kekasihku, kau pantas bagiku,


selama ini kau mentah dalam cinta, tapi setelah memperoleh
pengalaman kau pun matang"
TUAK: O Tuhan yg menawan hati, tiada seorang pun yg
pernah berbuat bagi seorang hamba sejauh yg kulakukan itu,
aku telah menyembahMu, aku telah minum anggur, dan aku
telah meninggalkan agamaku yg sejati, karna engkau telah
berkata: "AGAMA ITU UNTUK ORANG YG BERTUHAN,
ORANG YG BERTUHAN ITU TIADA AGAMA BAGINYA"
semua ini kulakukan demi cinta padamu dan agar aku dapat
memakai jubah keTuhananMu". (Tuak ilahi)

10. TUAK YG FAKIR


Tuak ilahi, 4 Januari
ILAHI: O tuak gila, budak cinta, bagaimana mungkin aku
menyatukan diri dengan seorang fakir,? Aku maha kaya dan
kau tak punya apa-apa, enyahlah kau sama sekali"
TUAK: O Tuhan yg maha ahad, jika kau tolak aku, maka
samalah kau akan mendorongku kedalam lembah durhaka,
pikiran untuk menyatu denganMu telah melemparkan aku
dalam ke gilaan, lantaran kau kawan-kawanku telah menjadi
musuh, seperti kau, demikianlah mereka, lalu apa dayaku,? O
TUHANKU, LEBIH BAIK AKU DI NERAKA BERSAMAMU,
KETIMBANG DI SURGA TANPA MU". (Tuak ilahi)

11. KAFIRNYA AKU


Tuak ilahi, 4 Januari
SAHABAT: O tuak, ceritakan padaku rahasia peristiwa itu
agar aku dapat menjadi orang-orang yg mahabbah
bersamaMu. Aku tak ingin meninggalkan engkau disaat
orang-orang mengatakan engkau sesat dan murtad seorang
diri, maka aku akan ikut menggunakan pakaian keTuhanan
itu. Jika tuak tak berkenan maka aku akan kembali
menghabiskan waktu-ku dalam berdo'a agar tak melihat apa
yg aku lihat sekarang ini"
TUAK ILAHI: Sahabatku, jiwaku penuh duka, pergilah
kemana kau suka. Adapun bagiku jalan sesat dan kemurtadan

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 9

inilah tempatku, dan pakaian keTuhanan itulah jubah tertakdir


untuk-ku
tahukah kau kenapa kau bebas,? Itu karna kau tak berada
dalam keadaan seperti aku, jika kau berada dalam keadaan
demikian tentulah aku akan mempunyai kawan dalam
percintaanku yg malang. Maka kembalilah sahabat-ku kejalan
syariat Allah, karna tak seorangpun akan dapat ikut pula
merasakan keadaanku yg sekarang ini, jika mereka nanti
menanyakan tentang diriku katakanlah:
"Matanya berlumur darah, mulutnya penuh racun, ia
tetap berada dalam kobaran api neraka jahanam"
Tiada kafir yg akan bersedia melakukan apa yg telah
kuperbuat lantaran pengaruh iradat ini. (Tuak ilahi)

12. BAHASA SANG PENCIPTA


Tuak ilahi, 4 Januari
Jangan pernah bermimpi bisa memahami bahasa sang
pencipta jika kau sendiri belum pernah mengalami cinta itu
Jangan pernah kau anggap hasrat birahimu pada
sesamaMu kau samakan dengan cintamu pada ilahi
Karna bagaimanapun cintanya pasti akan memanggilmu
setelah pertemuan (penyaksian), bukan karna ketaatan dari
syariatMu, itu hasil dari kebodohanmu sendiri
Sebaiknya engkau harus banyak belajar disiplin ilmu untuk
berkomentar, agar tidak terjebak wasangka yg buruk, yg lahir
dari nafsumu dan kau pun tidak memahami tentang kehidupan
dahulu, lalu bagaiman kau akan memaknai kehidupan yg
sekarang,?
Ingatlah bahwa: "barang siapa yg mampu mengenal
dirinya itu tandanya ia telah kafir, dan barang siapa yg
mengaku telah mengenal tuhannya, itu tandanya ia telah
kufur namanya". (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 10

13. CAHAYANYA
Tuak ilahi, 4 Januari
Ketika Tuhan berkenan melemparkan pandangan pada
diriku, ia memusnahkan dadaku dengan kegemilangan
cahayanya.
Karna dalam cahaya mataharinya yg gemilang itu, aku tak
ada lagi, bagaimana aku akan bersujud diri,?
Aku adalah bayang-bayangnya yg hilang dalam matahari
wajahnya. (Tuak ilahi)

14. ALLAH ITU TIDAK TULI


Tuak ilahi, 4 Januari
Abu Musa Al-Asy'ari berkata: "kami datang bersama
dengan rasulullah, ketika kami dekat dengan Madinah para
penduduk membaca takbir dan mengeraskan suara mereka.
Maka beliau Nabi Muhammad saw bersabda: "wahai
manusia, sesungguhnya dzat yg kamu berdoa (kepadanya)
tidak tuli dan ghaib. sesungguhnya dzat yg kamu berdoa
(kepadanya) itu diantara kamu dan diantara urat - urat leher
kendaraanmu". (Tuak ilahi)

15. TUAK VS ILAHI


Tuak ilahi, 4 Januari
TUAK: "O sahabatku, bila kukatakan padamu tentang
cintaku, tak sangsi lagi engkau akan melakukan sesuatu yg
kurang berpikir, kau akan menghalalkan darahku
TUAK: " O Tuhan, bila kau tak menjemput cintaku, aku
akan mati merana dibalik tabir, aku telah membaca seratus
kitab tentang kesabaran, namun aku tetap tidak memiliki
kesabaran itu, apalah dayaku,? Aku harus mendapatkan jalan
untuk menikmati rasa dari cinta itu, sehingga gairah jasmaniku
akan sejalan dengan kerinduan jiwaku"
ILAHI: "wahai tuak gila, dalam fitrahmu selaku manusia
ada seratus babi yg harus kau pelajari
wahai kalian yg gila seperti tuak, kalian tak mengerti apa-
apa, kalian hanya memikirkan bahaya yg melibatkan tuak,
sedangkan bahaya itu terdapat dalam diri kalian masing-

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 11

masing, dan menegakkan kepala sejak saat engkau mulai


melangkah dijalan pengenalan diri.
Jika kalian tak mengenal babi-babi kalian sendiri, maka
kalian tak akan mengenal jalan itu, tetapi jika kalian tempuh
perjalanan itu, kalian akan menemukan seribu babi dan seribu
patung berhala pujaan kalian
Halau babi-babi itu, bakar patung-patung berhala itu di
atas altar cinta, atau jika tidak, kalian akan serupa dengan
tuak ilahi yg dihinakan cinta". (Tuak ilahi)

16. RATAPAN UNTUK MERDEKA


Tuak ilahi, 4 Januari
Wahai tuak yg bodoh, waspadalah! Jangan cepat kau
merasa puas dengan apa yg kau cari, "DALAM DIRIMU ADA
NAMRUDZ"
Jangan kau terjun dalam kobaran Api, jika kau ingin terjun,
jadilah ibrahim terlebih dahulu
Jika kau bukan perenang atau pelaut ulung, janganlah kau
buang dirimu kedalam laut kesombongan diri
Kau adalah pemuja hawa nafsu, minumlah darah, fanakan
dirimu diantara debu keberadaan jasmanimu, sebab jika kau
merasa pencinta Tuhan sejati, minumlah racun, maka racun
akan menjadi anggur yg memabukKan untukmu
Wahai tuak, kau telah menempuh perjalanan jauh dalam
hidupmu, mencoba menyatukan diri dengan TuhanMu,
ingatlah bahwa ada pepatah mengatakan "matahari
bersembunyi dibalik awan, sementara ruh ingin
melepaskan diri dari jasadnya"
Kau adalah setitik air dilautan khayal, ingin kembali
kelautan hakiki, dan kau juga akan berlalu bagaikan angin,
peristiwa-peristiwa demikian sering terjadi dijalan cinta
ada keputusan dan belas kasihan, angan-angan dan
kepastian, meskipun jasad nafsu tak dapat memahami
rahasia-rahasia itu, namun kau harus mendengar dengan
telinga hati dan pikiran, bukan dengan telinga jasmani
Ingatlah wahai tuak, pergulatan jiwa dan jasad nafsu tiada
akhirnya, MERATAPLAH, MERATAPLAH, MERATAPLAH,!

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 12

Karna dalam ratapanmu ada alasan untuk M E R D E K A.


(Tuak ilahi)

17. PERJALANAN MENUJU AL HAQ


Tuak ilahi, 3 Januari
Dalam rangka memasuki dunia ma'rifat diperlukan
berbagai upaya, sarana dan cara, antara lain dengan
TELANJANG, DZIKIR, SULUK, MURAQABAH,
MUSYAHADAH, dan MUKASYAFAH
DZIKIR adalah rukun yg sangat penting dalam perjalanan
menuju Al Haq, bahkan keberadaanNya merupakan tiang
penyangga dalam kehidupan tasawuf
Selanjutnya sebagian kaum sufi mengatakan bahwa
rahasianya marifat adalah Ruhnya ilmu tauhid, yaitu jika anda
telah menyucikan sifat-sifat maha hidup, ilmu, qudrat, iradat,
sama, bashar, dan kalam Allah dari segala keserupaan
dengan sifat-sifat mahluk, dengan pengesaan tiada satu pun
yg menyamaiNya maka dibalik kecepatan cahaya dan getaran
semesta yg berada pada puncaknya akan sampailah sufi
pada hal-hal yg abstrak dan ghaib, disanalah akhir dari
penyelidikan yg dilakukan para ahli hakikat tersebut. (Tuak
ilahi)

18. HAWA NAFSU


Tuak ilahi, 3 Januari
Betapa banyak orang yg tertutup direnggut oleh hawa
nafsunya hingga dia telanjang dari pakaian yg menutupinya,
Orang yg menuruti hawa nafsunya adalah racun yg akan
membunuhnya, Jika dia mampu menguasai hawa nafsunya,
maka itu akan menjadi obat baginya. (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 13

19. TUHAN DAN HAMBA ADALAH SATU


Tuak ilahi, 3 Januari
Hakikat wujud ini adalah hakikat wujud Tuhan dengan
hamba yg mesra, tentang wujudnya keTuhanan itu orang
awam tidak melihat apa-apa kecuali wujud hamba
Tuhan adalah Tuhan tidak akan pernah dapat memisahkan
diri dari hamba, dan tidak pula hamba bisa memisahkan diri
dari Tuhan
Hamba dan Tuhan tak lain adalah "PENGUNGKAPAN"
Tuhan Kedalam bentuk hamba, selanjutnya bisa dikatakan
bahwa "HAMBA BUKANLAH TUHAN", tapi disisi lain
kesemuanya itu sesungguhnya satu jua yakni "TUHAN"
Tuhan jika ditetapkan bentuknya sebagai hamba, disebut
hamba, jika ditetapkan dalam bentuk Tuhan, ia menjadi Tuhan
Dengan cara yg sama hamba juga bisa disebut RAHMAN,
RAHIM, dan sebagainya, tapi dalam hakikatnya sama sekali
tidak ada sesuatu yg lain kecuali Tuhan, itulah hakikat antara
hamba dan Tuhan yg sulit diterima oleh sebagian kaum
fanatik dan kaum kampret, kalau tidak percaya coba tanya
sama rumput yg bergoyang. (Tuak ilahi)

20. DOA
Tuak ilahi, 3 Januari
Ya Allah, ampunilah dosa kami, belas kasihanilah kami,
dan cukupkanlah segala kekurangan kami, dan angkatlah
derajat kami, dan berilah rezeki kepada kami, dan berilah
kami petunjuk dan berila kesehatan kepada kami, dan berilah
ampunan kepada kami.
Alhamdlh Selamat sore menuju malam member
semuanya, semoga kita semua dalam keadaan sehat
semuanya, kita absen dulu ya, daerah mana aja yg hadir
memantau FP Tuak ilahi ini?
Admin : Yan Faqih Al Banjari, murid dari tuak ilahi

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 14

21. INSAN KAMIL


Tuak ilahi, 2 Januari
Tubuh manusia mengandung tiga unsur yaitu jasad, hati
dan ruh, didalam ruh terdapat hakikat, didalam hakikat
tersimpan rahasia, rahasia itulah yg dinamakan ma'rifat Allah,
didalam ma'rifat itu pula ada dzat yg tak menyerupai sesuatu
apa pun, rahasia atau ma'rifat Allah inilah yg dinamakan insan
kamil.
Insan kamil ini dijadikan dari nur yg melimpah dari dzat
haq, maka jadilah nur tersebut berkeliling dengan qudratnya,
dari nur inilah kemudian diciptakan qalam, lauh mahfuzh dan
arsy.
Tak ada kekuasaan mahluk yg melebihinya, semuanya
tunduk mengitarinya, karna ia kutub dari segenap penjuru, ia
disebut Al haq (pencipta) dan dia dsebut juga dengan Tajalli
Al Haq yg paling sempurna, dinamailah dia nur muhammad.
dan nur muhammad ini telah ada sejak sebelum alam ini
ada, ia bersifat kadim lagi azali, dan nur muhammad itu
berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan dia
ada sekarang sebagaimana dia ada di masa lampau, dia tidak
tersusun dari nama dan yg diberi nama, karna namanya
adalah dia dan yg dinamakan pun adalah dia
karna itu pahamilah dia bukan melalui akal, bukan melalui
pemahaman, bukan imajinasi, bukan indra, dan bukan pula
melalui persepsi lainNya, tak ada yg bisa mengetahuinya
kecuali dirinya sendiri, dengan dirinya dia melihat dirinya, dan
dengan dirinya dia mempersepsi dirinya, tak ada yg
mengetahuinya kecuali dirinya. (Tuak ilahi)

22. BAHASA RUH


Tuak ilahi, 2 Januari
Siapa yg berkata-kata dengan bahasa Ruh, ia tidak akan
berkata-kata kepada manusia tetapi hanya kepada Allah
Sebab tidak ada seorang pun yg mengerti bahasanya,
karna bahasa Ruh banyak mengucapkan hal-hal yg bersifat
Rahasia.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 15

Berbicara tentang hal-hal yg Rahasia yg di ucapkan oleh


orang sufi yg berbahasa Ruh, sehingga tidak akan dimengerti
oleh orang awam
Jika tidak ada seorangpun yg dapat menafsirkanNya,
makanya mereka berdiam diri karna hanya dia yg berkata-
kata kepada dirinya sendiri. (Tuak ilahi)

23. MENGENAL DIRI, MENGENAL ALLAH


Tuak ilahi, 2 Januari
AWALUDDIN MA'RIFATULLAH: Awal Agama Mengenal
Allah. Mengenal diri sekaligus mengenal Allah, berlakunya
sembah kepada Allah atas kenal, kalau tidak kenal maka itu
cuma hayalan belaka.
MAN ARAFA NAFSAHU FAQAD ARAFA RABBAHU:
Barang siapa mengenal dirinya maka akan kenal pada
TuhanNya
INNALILLAH: Sesungguhnya kita berasal dari Allah
WA ILAIHI ROJIUN: Akan kembali kepada Allah
Pembuktian sesungguhnya kita berasal dari Allah, kata
Allah dalam hadist qudsi: AKU ADALAH PERBENDAHARAAN
YG TERSEMBUNYI, AKU INGIN DIKENAL MAKA
KUCIPTAKAN MAHLUK (Adam) DAN SEGALA ALAM
BESERTA ISINYA
Kata Allah: AKU INGIN MELIHAT DIRI DILUAR DIRIKU
Sebenarnya sebelum ada langit dan bumi, sebelum ada
syurga dan neraka, dan juga sebelum ada mahluk, dan Allah
pun belum dikenal sudah adakah kita,?.... Dan adanya kita
dimana,?
Jawab: ADANYA KITA SEMUA YAITU DI DALAM
PERBENDAHARAAN ALLAH (di dalam kunhi dzat Allah)
Sedangkan Allah masih seorang diri, apakah Ruh kita
sudah ada,?.... Apakah sama usia Allah dengan Ruh kita,?....
Sama-sama tiada awal tiada akhir
Kata Allah: WAHAI SEGALA PERBENDAHARAAN RUH
MANUSIA, AKU INGIN MENCIPTAKAN ALAM, PERHATIKAN
DAN SEBUT KUN SECARA BERSAMA-SAMA

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 16

1. KUN: jadilah tujuh lapis bumi dan isinya serta tumbuh-


tumbuhan, dan binatang di darat dan dilaut
2. KUN: jadilah tujuh lapis langit dan planet serta tata surya
dan gugusan bintang
3. KUN: jadilah syurga
4. KUN: jadilah neraka
5. KUN: jadilah malaikat
6. KUN: jadilah jin
7. KUN: jadilah iblis, maka sudah tujuh kali kun
Kesemunya tersebut kata Allah adalah berdiri sendiri
dengan nyawa masing-masing, kesemuanya aku yg
mengendalikan-nya yg sudah diberi tugas sesuai perjanjian
dalam bahasa ilmu AR-RUH NUR MUHAMMAD
Sekarang kata Allah, aku ingin melihat diriku diluar diriku,
dan aku mau menciptakan Adam
WAHALAQTA ADAMA KASURATIHI: kuciptakan Adam
seperti rupaku kata Allah, atau seperti bentukKu, atau seperti
aku kata Allah
Allah memerintahkan jibrail untuk mengambil TANAH-AIR-
ANGIN-API, dipertengahan dunia di negeri mekkah, dimana
nanti dibangun ka'bah baitullah oleh nabi ibrahim
Proses penciptaan Adam, kata Allah "AKAN KUBUAT
ADAM SEPERTI UJUDKU" baiklah kata malaikat
Setelah Adam dibentuk persis Allah Ta'ala, maka Allah
Ta'ala meniupkan Ruh kepada Adam lalu Adam bersin, apa
gerangan yg terjadi,?
Adam cuma bisa bernapas saja, nama napasnya idhofi,
WAHAI JIBRAIL, AKU SUDAH BISA MELIHAT DIRIKU
DILUAR DIRIKU, dan Allah Ta'ala pun sangat senang sekali
Walaupun sudah hidup namun Adam masih belum bisa
berjalan dan bergerak, berkata, belum bisa mendengar dan
merasa, alias Adam masih kaku
HAI JIBRAIL BAGAIMANA INI,?.... ADAM MASIH TAK
BISA APA-APA
Sekarang kata Allah: "KUN, SEMPURNALAH ADAM"
setelah di KUN Adam tetap saja belum sempurna
Kata Allah: WAHAI JIBRAIL, KAU DIAM-DIAM SAJA
KARNA AKU AKAN BERTAJALLI DI UJUD ADAM BIAR
ADAM SEMPURNA, BIAR AKU GHAIB DI DIRI ADAM DAN

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 17

AKU JUGA INGIN DIKENAL, MAKA AKU AKAN MENJADI


RAHASIA DIRI MANUSIA, DAN AKU AKAN MENETESKAN
PERBENDAHARAAN DZATKU MELEWATI SULBI ADAM
Setelah Adam sudah sempurna, Adam tinggal didalam
syurga seorang diri, bagaimana biar Adam tak kesepian di
syurga, status Adam belum tahu entah laki-laki atau wanita,
jadi Adam yatim tak punya bapak dan tak punya ibu, lalu
Adam itu binnya siapa ya,?
Sulbi Adam belum memanjang.
ADAM MALIKUL JASAD: Adam raja sekalian Jasad
MUHAMMAD MALIKUL ARWAH: Muhammad raja
sekailan Ruh
ALLAH MALIKUL DZAT: Allah raja sekalian Dzat
Sekarang Adam ditidurkan oleh Allah, Adam tidur pulas,
dengan kuasa Allah dicabutlah tulang rusuk Adam disebelah
kiri untuk dijadikan SITI HAWA (nur sia) pemula asal,
sekarang Adam tidak kesunyian lagi di syurga, dan Adam pun
dimuliakan para malaikat dan kalangan jin kenapa,?
Sebab hanya bangsa malaikat yg melihat Allah bertajalli
penuh ke diri Adam, karna itulah Adam dimuliakan betul oleh
para malaikat
iblis iri dengki dengan Adam dan hawa, lalu iblis menipu
daya Adam, apa sebabnya iblis mau menipu daya Adam,?
Sebenarnya itu hanya cara Allah saja yg ingin dikenal, biar
cepat turun ke bumi
Adapun iblis diciptakan dari Api, dia disipati Allah dengan
AL-MUTAKBBIRIN tambah TAKBUR...... Sebenarnya Adam
mau dikirim ke bumi sebagai khalifah di muka bumi, atau wakil
Allah di muka bumi,,,,,, jadi AL-WAKIL dengan AL-BATHIN
adalah satu
ZAHIRRU RABBI FI BATHINI ABDI: zahir Allah pada
bathin hambanya
Lalu Adam diberi: nama-nama segala sesuatu
WA ADAMU ASMA AKULLAHA
WA ADAMU SIFAT AKULLAHA
WA ADAMU WUJUD AKULLAHA
WA ADAMU SYIR AKULLAHA
WA ADAMU ZAUK AKULLAHA

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 18

Jadi Adam diberi segala nama, segala sifat, segala


rahasia, segala rasa
Wal hasil iblis menggoda, mau menipu Adam memakan
akan buah khuldi, lalu terbukalah nafsu birahi, dan sulbi Adam
memanjang, sulbi siti hawa terbuka, dan tak pantas lagi
tinggal di syurga karna telah mengotori syurga
Dengan izin Allah Adam turun ke dunia bersama ada tiga
unsur diri Adam: TUBUH-NYAWA-ALLAH TA'ALA, yg tidak
bisa dipisahkan.
Adam dan hawa dibekali rasa syurga jannatun naim biar
dia ingat pulang ke syurga, yaitu rasanya pada waktu Adam
kumpul sama hawa di dunia
Waktu kita kumpul bersama istri atas nikmat syurga
jannatun naim, sekarang diri kita ada diperbendaharaan Adam
yaitu ghaib di sulbi Adam, sulbi Nuh, terus sulbi Ibrahim
sampailah ke sulbi Abdullah dan dikandung rahim Siti Aminah,
lahirlah Rasulullah saw di kota Mekkah.
Jadi kita ghaib dari sulbi kesulbi 25 nabi menyebar sampai
kesulbi orang tua kita, lahirlah kita sama unsur JASAD-RUH
dan ALLAH TA'ALA, satu batang tubuh.
Mencari Allah diluar diri syirik, mencari Allah didalam diri
sindik.
MISAL kapas berlindung dibenang, benang berlindung
dikain, seakan-akan kapas dan benang tidak nampak, yg
nampak adalah kain, atau ghaib Allah yg nyata hamba, sebab
terdinding kita kepada Allah, selain ujud Allah masih ada rasa
ujud kita, selain sifat Allah masih ada rasa sifat kita
Misal ujud artinya ada, mustahil tiada, bararti nyata ada
lawanNya Adam (tiada), berarti Adam cuma hanya nama saja,
yg ada Allah Ta'ala saja
Sekarang Allah Ta'ala tidak bisa menyamar lagi, karna
sandiwara Allah sudah ketahuan, dan Allah sangat senang
sekali kalau kita mengenali dia, daripada kita tidak kenal
akhirnya terdinding merupakan najis dihadapan Allah
Unsur manusia: ADA TUBUH, ADA RUH, ADA NYAWA,
ADA ALLAH TA'ALA
Rasulullah berkata: TIADA ADA AKU LIHAT PADA
HAMBA, MELAINKAN ALLAH TA'ALA PADA ZAHIR DAN
BATHINNYA. (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 19

24. DIAMLAH
Tuak ilahi, 2 Januari
DIAM itu berhujung kepada hilangnya semua perasaan
dan pikiran, sehingga tercapai keadaan ketiadaan RASA.
DIAM itu tidak bergerak, tidak bergerak itu MATI, mati itu
hakikat TIADA, tiada itu adalah KEKOSONGAN.
Maqam diam ini melepasi tahapan cinta dunia, karna DIAM
itu adalah SINGASANANYA, diam itu adalah HAKIKATNYA,
diam itu sumber KUN FAYAKUN, diam itu mengangkat derajat
ke maqam INSAN KAMIL.
TANPA PROSES DIAM KEPOMPONG TIDAK AKAN
MENJADI KUPU-KUPU. (Tuak ilahi)

25. PUJI AKU BAGI AKU


Tuak ilahi, 2 Januari
Makilah namaku jika itu bisa membuat kau puas, karna
pembicaraan tentang kekasihku adalah anggurku
mungkin ia mendengarkan celotehku, meski ia jauh,
sebagaimana bayangan dipanggil oleh kesalahan, BUKAN
OLEH TIDUR
Karna namanya dalam segala hal adalah manisan
untukKu, bahkan jika para penudingku berbaur dalam
pertengkaran
Di dalam berhubungan dengan Allah diam pada
rahasianya, sebab di nafasku ada nafas naik, dan ada nafas
turun, ada pula nafas yg tidak naik dan tidak turun, seperti
mati atau bertahan
Manakala nabi sebelum mikraj, atau sebelum menerima
shalat lima waktu, ada yg namanya shalat tubuh, shalat
nyawa dan shalat rahasia, Inilah kesempurnaan daripada
shalat, ditambah shalat yg lima waktu
Adapun shalat tubuh: gerak tubuh tiada lainNya, iradah
Allah semata-mata
Adapun shalat nyawa: puji dinafas, tiada lain Allah memuji
dirinya, apa lagi disaat terjaga maupun tertidur

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 20

Adapun shalat rahasia: segala puji tiada lainNya, disaat


sampai waktu yg dinamakan puji qadim bagi qadim, ANA
WALA ANA
Wahai engkau yg dengan curang mencuri hatiku, teganya
kau mengambil bagian tubuhku yg lain yg kau pinjamkan
Sebagian dari tubuhku dibuat cemburu kepadamu oleh
bagian tubuhku yg lain
Dan lahiriahku dengki dengan bathiniahku karna engkau
ada disana
Aku begitu mabuk meminum kerasnya anggur cinta,
sehingga mereka melihat dan menilaiku kehilangan jalan yg
lurus.
Bagaimana mereka itu bisa melihat seseorang dimabuk
cinta yg tak melihat bayanganNya,? (Tuak ilahi)

26. ANTARA RAHASIA DAN SIRR


Tuak ilahi, 2 Januari
Kan kutuangkan anggur kedalam gelas kehidupan, kukan
minum sepuasnya.
Akan kuruntuhkan atap langit hingga sampai menjadi
kerangka dan akan kubuatkan pondasi yg baru.
Jika tubuh dan kecantikan membangkitkan gairah kaum
kampret, sehingga hidup dijadikan untuk menumpahkan darah
para pemabuk.
Maka aku akan bergabung bersama para pembawa
anggur, sehingga aku bisa merobohkan tubuhmu dengan
ocehan-ocehan sumpah serapahku.
Wahai para pemabuk, nyanyikanlah lagu untuk Ku tentang
kemerdekaan diri, sehingga aku bertepuk tangan sambil
mabuk dalam tarian.
Wahai para pemabuk, aku ada dengan sendirinya, jika kau
bertanya kenapa begitu dan bagaimana pula dengan wujud
insan itu ada dengan dia, dan siapakah insan itu,?.
Cobalah engkau cari jawabanNya sendiri, karna jawaban
yg didapati dengan usaha sendiri itu adalah lebih bermakna.
Wujud itu bermaksud ada, maka yg ada itu adalah dzat
karna dengan itulah wujudnya, dan itu adalah bagi
menyatakan dzatnya.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 21

Sedangkan wujud insan dapat dilihat pada sifatnya, karna


wujud insan adalah dengan dzatnya, dan dzatnya itu adalah
sirr kepada insan.
Firman Allah: INSAN ITU RAHASIAKU, DAN AKU
RAHASIA INSAN, dan lagi SIFATKU ADALAH SIFAT INSAN
Oleh itu perjalanan insan adalah satu proses untuk
mengenal dirinya, siapa mengenal jasadnya maka mengenal
nyawanya, siapa mengenal nyawanya maka mengenal ia
sirrnya dan siapa mengenal sirrnya maka mengenal ia akan
TuhanNya, karna insan itu adalah rahasianya dan sirrnya itu
adalah dzatnya. (Tuak ilahi)

27. JALAN KESEMPURNAAN


Tuak ilahi, 2 Januari
Wahai tuak ilahi, Jika kau telah mengenal diriMu yg sejati
maka kau bukan lagi seonggok daging atau sekujur tubuh
Apabila saat perkenalan itu telah tiba, maka zikirMu tak
lagi dengan suara atau dengan gerak, tetapi zikirMu adalah
melihat siapa yg kau ingat
Kau akan melihat wajah Allah dimanapun kau berada, dan
kau tak lagi akan melihat mati itu satu kematian, karna
sesungguhnya ketika itu kau menyusuri ruang waktu, ketika
itu kau adalah cahaya Allah di bumi ini
Dan kau akan tetap menjadi cahaya milik Allah saat di
akhirat nanti, dan sesungguhnya karna kau adalah milik Allah,
terserah kepada Allah mau dibuat apa kau itu karna kembali
kepada AsalMu
Setelah itu baru apa yg kelihatan itu akan berwajah kau,
dan disitu jugalah keadaan yg mana yg memandang dan yg
dipandang itu adalah kau yg esa, Kau melihat wajahMu
sendiri ketika pandang memandang itu
Jikalau kau sudah paham dan yakin segala sesuatu selain
kau telah fana, itulah tandanya hatiMu itu telah mencapai
ketahap puncak Ma'rifat, tahap mengenal dia dengan
sebenar-benarnya pengenalan
Jika kau masih juga tidak faham dan yakin, maka akan
kuterangkan seperti ini untukMu yaitu berawal dari mengenal

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 22

mani adalah penjelmaan dari bapak dan ibu atau yg disebut


sulbi dan taraib
Jadi mani itu adalah mulanya seberkas cahaya yg
dikeluarkan oleh Allah dari mutu manikam sehingga para
ulama berpendapat yaitu:
Mani adalah salah satunya dzat penjelmaan dari dua
macam dzat (sulbi dan taraib).... Dengan adanya
KUDRATILLAHI yaitu berasal dari sulbi bapak, dan yg
menjadi IRADATILLAHI yaitu berasal dari ibu.
Oleh sebab itu bagaimanapun birahinya kaum ibu, hal ini
tidak terlalu nampak karna birahinya kaum ibu ini tidak dapat
melampaui batasnya kudrat kaum bapak, Karna kaum ibu ini
hanyalah iradat, maka ulama mengistilahkan "SYURGA ITU
DI ATAS TELAPAK KAKI IBU"
Untuk lebih jelasnya aku akan terangkan bagian-bagian
dari maksud yg di atas:
BAGIAN BAPAK: wadi, madi, mutu, mani, atau disebut
sulbi
BAGIAN IBU: tanah, air, angin, api, atau disebut taraib
BAGIAN ALLAH: ruh idhafi, ruh ruhani, ruh rahmani, ruh
jasmani
BAGIAN DARI GUDANG RAHASIA DISEBUT MUTU
MANIKAM YAITU:
Tanah itu ialah badan muhammad
Air itu ialah nur muhammad
Angin itu ialah nafas muhammad
Api itu ialah penglihatan muhammad
Awal itu ialah nurani
Akhir itu ialah ruhani
Zahir itu ialah insani
Bathin itu ialah rabbani
Nurani itu ialah nyawa
Ruhani itu ialah hati
Insani itu ialah tubuh
Rabbani itu ialah rahasia
Nyawa itu ialah idhafi
Hati itu ialah ruhani
Tubuh itu ialah jasmani
Rahasia itu ialah aku yg sejati

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 23

Tubuh itu menyatu kepada hati


Hati itu menyatu kepada nyawa
Nyawa itu menyatu kepada rahasia
Rahasia itu menyatu kepada nur
Nur itulah bayang-bayang Allah yg sebenar-benarnya
Wadi... kalimahnya: LAA ILAHA
Madi... kalimahnya: ILALLAH
Mutu... kalimahnya: ALLAH
Mani... Kalimahnya: HU
Ruh jasmani kalimahnya: YAHU
Ruh rahmani kalimahnya: IYAHU
Ruh ruhani kalimahnya: YAMANIHU
Ruh idhafi kalimahnya: YAMAN LAYISALAHU
Mutu manikam kalimahnya: MA'DAHU

TUJUH PETALA BUMI DIJADIKAN TUJUH TINGKATAN


MARTABAT YAITU:
1. Sifat amarah
2. Sifat lawwamah
3. Sifat mulhimah
4. Sifat mutmainah
5. Sifat radhiyatan
6. Sifat mardhiyah
7. Sifat ubudiyah

TUJUH PETALA LANGIT YG DIMAKSUD DENGAN


TUJUH MARTABAT YAITU:
1. Lathifatul qolbi
2. Lathifatul ruuhi
3. Lathifatul sirri
4. Lathifatul ahfa
5. Lathifatul hafi
6. Lathifatul nafsu natika
7. Lathifatul kullu jasad

JIKALAU TINGKATAN SEMACAM INI YG KITA AMBIL


HAKIKATNYA PADA ALAM KECIL YG TERSEMBUNYI
(terahasia) DALAM DIRI, MAKA ULAMA MENAMAKAN
SEBAGAI BERIKUT:

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 24

1. Hayatun jasadi bin-nafasi


2. Hayatun nafasi bir-ruhi
3. Hayatun ruhi bis-sirri
4. Hayatun sirri bil-imani
5. Hayatun imani bin-nuri
6. Hayatun nuri bil-qudrati
7. Hayatun qudrati bi mu'alamullahi ta'ala dzatullah

ARTINYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:


1. Asalnya jasad dari nafas
2. Asalnya nafas dari ruh
3. Asalnya ruh dari dalam rahasia
4. Asalnya rahasia dari dalam iman
5. Asalnya iman dari nur atau cahaya
6. Asalnya nur atau cahaya dari qudrat
7. Asalnya qudrat dari ke baqaan Allah

KALIMAHNYA SEPERTI INI:


1. Hayatun jasadi hurufnya Alif kalimahnya LA
2. Hayatun nafasi hurufnya Lam Awal kalimahnya ILAHA
3. Hayatun ruhi hurufnya Lam Akhir kalimahnya ILLA
4. Hayatun sirri hurufnya Ha kalimahnya ALLAH
5. Hayatun imani hurufnya Alif (Allah) kalimahnya YAHU
6. Hayatun nuri hurufnya Lam (jibril) kalimahnya IYAHU
7. Hayatun qudrati hurufnya Mim (muhammad) kalimahnya
IYAHU YAMANIHU.

Dengan demikian apabila kesemuanya ini kau leburkan


kedalam ke-baqaan DZAT ALLAH, maka ulama
menamakanNya sebagai berikut:
1. Watujibul wajasadi fi fasaral qolbi
2. Watujibul qolbi fi fasaral ruhi
3. Watujibul ruhi fi fasaral sirri
4. Watujibul sirri fi fasaral imani
5. Watujibul imani fi fasaral nuri
6. Watujibul nuri fi fasaral qudrati
7. Watujibul qudrati fi fasaral dzati fil dzati
Maka sempurnalah jalannya orang arif billah. (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 25

28. SEKALIAN YG ADA


Tuak ilahi, 1 Januari
Ketika Adam siap diciptakan, dipaksa masuklah Ruh
(nyawa) kedalam jasad
Di hentakKan dari ubun-ubun, langsung kejantung masuk
ke hati sanubari, disitulah bersemayamnya nyawa (Ruh)
Tidak muat aku dilangit, tidak muat aku dibumi, muat aku
di hati anak Adam
NYAWA DI KITA
TUBUH DI MUHAMMAD
RAHASIA DI TUHAN
Adapun insan itu nama yg zahir, adapun Allah itu nama yg
bathin, nama yg zahir pada insan itu TUBUH, HATI, NYAWA,
RAHASIA. Nama yg bathin pada Allah itu DZAT ALLAH,
SIFAT ALLAH, ASMA ALLAH, AF'AL ALLAH
Disinilah baru dapat mengetahui bahwa huruf yg pertama
dijadikan itu huruf BA, kemudian BA itu menjadi TITITK
kemudian TITIK pecah menjadi sekalian Alam, dalam TITIK
sudah ada ALIF, karna kuatnya tekanan keTuhanan pecah
TITIK jadi ALIF, NUR MUHAMMAD pecah jadilah sekalian
Alam.
Disinilah rupanya sifat yg zahir kenyataan pada sifat nafas,
kalau tidak ada nafas tentu tidak dapat bergerak, sifat nafas
kenyataanNya pada sifat nyawa, sifat nyawa kenyataanNya
pada Tuhan, makanya nafas masuk itu dijadikan dzat, dan
nafas keluar itu dijadikan Allah, kalau sudah kembali kepada
dzat, tentulah kita sudah kembali jadi Adam (tiada). (Tuak
ilahi)

29. NAMA DAN EMPUNYA NAMA


Tuak ilahi, 1 Januari
ALIF, LAM, LAM, HA, itu hanya menunjukan nama, nama
menunjukan adanya dzat, dan adanya Tuhan itu bukan pada
lafal Allah
Kalau pada lafal Allah keyakinan seseorang, berarti ia
berTuhankan lafal, jikalau sudah tahu lafal itu hanya

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 26

namanya, namanya itu bukanlah Tuhan, cuma nama dengan


yg punya nama itu tidak terpisah
Dzikir itu cukup dengan perasaan, tak perlu lagi dibaca
atau diucapkan, karna pada perasaan SUDAH ALLAH SAJA
YG ADA, oleh sebab itu berlakulah dua perkara yaitu NAMA
DENGAN YG PUNYA NAMA TAK BERCERAI.
Wahai kawan, kini aku bernyanyi dalam sunyi...
Meneguk secawan anggur kehidupan...
Waktu kian berlalu...
Menenggelamkan aku kedalam lautan rindu...
Ayo kawan, mari mabuk bersamaku...
Melayang diantara neraka dan syurgawi...
Menyongsong hari esok...
Dalam keluhan fana yg bisu...
Rasa itu menyelinap berkalam...
Menyuarakan ANA AL HAQ...
Sambil kureguk anggur yg kental...
Menjelmalah rindu yg kekal... (Tuak ilahi)

30. ALLAH DAN MUHAMMAD


Tuak ilahi, 1 Januari
Menarilah dalam tarian diri...
Bersama wajah penuh rindu...
Menyelam dalam telaga asmara...
Terbakar oleh anggur yg diteguk...
Dari fana menuju batas waktu...
Malam pun tanpa cahaya...
Burung-burung berkicau mabuk ria...
Mencabik lembar-lembar dosa...
Minuman ini kerasnya membakar jiwa...
Wirid mata yg songsang...
Menyingkap jejak...
Mencari jalan kembali...
Aku karam dengan kerasnya anggur keTuhanan...
Dalam mabukKu...
Kulihat Alam ini Esa...
Maka esalah yg kucari...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 27

Esa yg kutahu...
Esa yg kulihat...
Esa yg kupanggil...
Karna aku yg pertama...
Aku juga yg terakhhir...
Aku yg zahir...
Aku juga yg bathin...
Tak ada yg kuketahui kecuali: YA HU, YA MAN HU...
Kini aku telah mabuk oleh anggur cinta...
Kini aku tak berbuat apa pun kecuali mabuk Gila...
Oo diri, aku begitu mabuk...
Tak ada yg bisa kukisahkan lagi...
Kecuali tentang mabuk terus sampai Gila...
Wahai diri, Inilah celotehku :
MAKAN NASI BUNGKUS DAUN KELADI...
BERULAM MAKAN DENGAN KESUMAT...
DUA 'ARASY DENGAN KURSY...
BERJUMPALAH ALLAH DENGAN MUHAMMAD.. (Tuak
ilahi)

31. PUJIAN DIRI


Tuak ilahi, 1 Januari
Jeritan puja...
Jeritan puji...
Jeritan jiwa...
Penuh dengan gelora...
Mati diri lebur nafsu...
Ditelan kalam ayat ilahi...
Ya Hu, Ya Hu, Ya Hu...
Itulah jeritan diri...
Terdengar ditelinga...
Penuh makna...
Dalam rasa...
Terus menerus diucapkan tanpa henti...
Sampai terbakar jiwa...
Ya Hu, Ya Hu, Ya Hu...
Itulah kalam kadim...
Yg terus bergema...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 28

Hingga merasuk setiap jengkal lekukan raga...


Mulai dari bulu, kulit, daging, otot, darah, tulang, sumsum,
jantung, hati...
Hingga mencapai pada titik penyatuan...(Tuak ilahi)

32. ANA AL HAQ


Tuak ilahi, 31 Desember 2015
Aku ada dan nyata...
Tiada di atas...
Tiada di bawah...
Tiada jauh...
Tiada dekat...
Tiada penyatuan...
Tiada juga perpisahan...
Tiada bagaimana...
Tiada juga dimana...
Tiada kapan...
Tiada juga ada waktu...
Saat atau pun zaman...
Bagiku tak ada keberadaan atau tempat...
Dan aku ada sekarang...
Sebagaimana aku ada dimasa lampau...
Aku yg satu tanpa kesatuan...
Dan sang tunggal tanpa ketunggalan...
Aku tak tersusun dari nama...
Dan yg diberi nama...
Karna namaku adalah aku...
Dan yg dinamakanpun adalah aku jua...
Karna itu pahamilah...
Bahwa aku tidak berada dalam sesuatu...
Dan sesuatu tidak berada dalam aku...
Ana Al Haq...
Ana Al Haq...
Ana Al Haq... (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 29

33. JARI-JARI ALLAH


Tuak ilahi, 31 Desember 2015
Seorang biarawan yahudi berkata : "NANTI PADA HARI
KIAMAT, SESUNGGUHNYA ALLAH MELETAKKAN LANGIT
DIATAS SATU JARINYA DAN BUMI JUGA DIATAS SATU
JARINYA YG LAIN. SEMUA GUNUNG DIATAS SATU
JARINYA YG LAIN, POHON DAN SUNGAI DIATAS SATU
JARINYA YG LAIN DAN SEMUA MAKHLUK DIATAS SATU
JARINYA YG LAIN, KEMUDIAN ALLAH MENGGETAR-
KANNYA DAN BERFIRMAN: "AKULAH SANG RAJA,
AKULAH RAJA"
Maka Rasulullah saw tertawa sebagai pertanda beliau
(Rasulullah saw) membenarkan ucapan biarawan yahudi
tersebut. (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim). (Tuak ilahi)

34. ALLAH TERTAWA


Tuak ilahi, 31 Desember 2015
Telah bercerita kepada 'Abdullah bin Yusuf, telah
mengabarkan kepada Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al-A'raj,
dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
"ALLAH TERTAWA TERHADAP DUA ORANG DIMANA YG
SATU MEMBUNUH YG LAINNYA, NAMUN YG SATU
BERPERANG DIJALAN ALLAH HINGGA TERBUNUH.
KEMUDIAN ALLAH MENERIMA TAUBAT ORANG YG
MEMBUNUHNYA LALU DIAPUN (berperang) HINGGA MATI
SYAHID". (Hadist Shahih Riwayat Bukhari)
Syaik Ibnu 'Utsaimin berkata: "PARA SALAF TELAH
BERSEPAKAT MENETAPKAN "tertawa" ADA PADA DIRI
ALLAH (Allah Ta'ala juga bisa tertawa) OLEH SEBAB ITU
WAJIB MENETAPKANNYA (untuk di imani) TANPA
MENYELEWENGKAN MAKNANYA, TANPA MENOLAKNYA,
TANPA MEMBAGAIMANAKAN SIFATNYA, ITU MERUPA-
KAN TERTAWA YG HAKIKI YG SESUAI DENGAN
KEAGUNGAN ALLAH TA'ALA. (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 30

35. GULUNGAN DZAT


Tuak ilahi, 29 Desember 2015
Jauhar awal ini sifatnya terang benderang, cahayanya
gilang gemilang yaitu GULUNGAN DZAT BERSAMA
SIFAT YG MAHA SUCI, setelah itu barulah ada ASMA
ALLAH, dimana dinyatakan bahwa :
JAUHAR AWAL ISINYA ADALAH : Ruh Ilmu
Rasulullah...
BENDA RASULULLAH ITU : Merah, kuning, putih dan
hitam...
DAN CAHAYA YG EMPAT ITU DISEBUT : Hakikat
Adam...
BARANG GHAIB YG DISEBUT : Ismu Dzat...
BIBIT ALAM ZAHIR ATAU ASMA MAHA SUCI, SATU
ASMA ALLAH TA'ALA ADALAH : Sifat Ruh (Adam Hakiki)
menjadi, Sifat Iradat Allah Ta'ala
Sifat dan Asma Allah Ta'ala yaitu JAUHAR AWAL
RASULLULLAH (satu cahaya halus yg mencukupi untuk
seluruh ciptaan)
Sifat Qudrat yg menghidupkan manusia,
Sifat Iradat (Ruh) Yg menjadikan :
RUHUL BASHAR = penglihatan
RUHUS SAMMA =pendengaran
RUHUN NAFASI =penciuman
RUHUL KALAM = perkataan

Jadi, manusia berasal dari Qudrat dan Iradat Allah


Ta'ala
Tidak ada jarak (DARI ROH) Wujud rupa jasad, kembali
kepada SIFAT FITRAH RUH
Suci dan bersihnya jiwa (wujud rupa rasa) yg terdiri dari
RUH, NYAWA, BATHIN, HATI, QOLBU, PENGLIHATAN,
PENDENGARAN, PENCIUMAN, PERKATAAN
Kembalinya RASA SEJATI keasalnya KUBUR SEJATI
yaitu MARTABAT NURULLAH (jauhar awal) cahaya empat
rupa, dan Ruh pulang kembali kepada DZAT SUCI seperti
didalam kandungan (Alam Rahim)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 31

Kembali yg sempurna inilah jalan pulang para nabi dan


rasul, para sahabat, ulama sejati dan para wali, kembali ke
MARTABAT MANUSIA SEJATI (insan kamil mukamil)
Sabda rasulullah: "APABILA CAHAYA ALLAH TELAH
MASUK KEDALAM QALBI, MAKA DADAPUN MENJADI
LAPANG DAN TERBUKA"
"Seorang sahabat bertanya: "APAKAH YG DEMIKIAN
ITU TANDA-TANDANYA YA RASULULLAH ?"
Rasulullah menjawab: "YA, ORANG-ORANG YG
MENGALAMINYA LALU MERENGGANGKAN PANDANG-
ANNYA DARI NEGERI TIPUAN (dunia) DAN BERSIAP
MENUJU KE NEGERI ABADI (akhirat) SERTA MEM-
PERSIAPKAN MATI SEBELUM MATI"

NABI ADAM pangkatnya adalah KHALIFATULLAHU


NABI NUH pangkatnya adalah HABIBULLAHI
NABI IBRAHIM pangkatnya adalah
KHALILLULLAHU
NABI MUSA pangkatnya adalah KALAMULLAHU
NABI ISA pangkatnya adalah RUHULLAHI
NABI MUHAMMAD pangkatnya adalah
RASULULLAH SHALALLAHU A'ALAIHI WASSALAM

=> MUHAMMAD MAJAZI adalah rupa jasmani:


MIM AWAL lafaz MUHAMMAD menjadi KEPALA
ADAM...
HA lafaz MUHAMMAD menjadi DADA ADAM...
MIM AKHIR lafaz MUHAMMAD menjadi PUSAR
ADAM...
DAL lafaz MUHAMMAD menjadi KAKI ADAM...
Sudah menjadi MIM-HA-MIM-DAL...
Hadistnya yg wafat, sementara rasul tidak wafat,
hakikatnya masih berjalan atau Muhammad Af'al =
pekerjaan, kumpul pada diri manusia, ke Enam rasul
"BERGULUNG" didalam hidup, hidup adanya pasti,
sifatnya ada pada diri manusia di dunia ini.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 32

=> MUHAMMAD HAQ adalah dzat sifat maha agung,


rupanya terang benderang yaitu SAMUDRA HIDUP, bibit
nyawa semuanya, itulah barangnya dari DZAT SIFAT,
sirnanya menjadi CAHAYA EMPAT RUPA disebut
MUHAMMAD HAKIKI.
=> MUHAMMAD HAKIKI yaitu:
NARUN sifat CAHAYA MERAH menjadi huruf MIM
AWAL...HAWAUN sifat CAHAYA KUNING menjadi huruf
HA...MA'UN sifat CAHAYA PUTIH menjadi huruf MIM
AKHIR...TUROBUN sifat CAHAYA HITAM menjadi huruf
DAL...
Ke Empat CAHAYA menjadi lafaz MUHAMMAD.
=> MUHAMMAD HARID yaitu nyatanya RASA pribadi,
yaitu RASA JASMANI, sifatnya pasti, nabi muhammad saw
yg berada di madinah disebut MUHAMMAD PANGKAT,
pangkat nabi rasulullah di utus oleh yg maha suci untuk
membawa rukun Agama yaitu SYARIAT - THARIKAT -
HAKIKAT - MARIFAT, agar manusia selamat dunia dan
akhirat, dan supaya TAHU dan PERCAYA adanya Allah
Ta'ala.
Pada waktu baginda rasulullah saw masih hidup, ilmu ini
tidak di umumkan kepada umat-umat semuanya, ilmu ini
hanya diberikan kepada para sahabat terutama
SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB supaya bisa turun
temurun kepada anaknya SAYYIDINA HASSAN WAL
HUSAIN dan terus kepada PARA WALI dan akhirnya
sampai kepada kita. (Tuak ilahi)

36. SINDIRAN SANG PENDOSA


Tuak ilahi, 29 Desember 2015
Kau kira syurga hanya tempatMu seorang,?
Bukan tempatKu atau mereka juga begitu...
Tinggallah kau disana sendiri...

Kau menganggap diriMu paling bersih...


Tak punya cela setitik pun debu...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 33

Suci kerlip berlian ditelaga nan bening...


Samakah dengan para kekasih dambaan nabi dan rasul...

Kau menganggap diriMu paling benar...


Berdebat mengadu ilmu, berkalam bak kuda ganas yg liar...
Memandang aku dan mereka begitu rendah tak punya arti...

Wahai kawan yg merasa kotor...


Putus asa pada rahmat ampunan Allah...
Merasa neraka akan jadi tempat akhir abadi...
Sungguh Allah mencinta, berdoa dan berzikir...
Dia menanti ingin kau segera kembali berlari...

Bukan dia yg menganggap diri tinggi di sukai Allah...


Enggan mohon dan minta khusuknya keinginan...
Bukan dia yg sibuk menyendiri dan ibadah tiap waktu merasa
paling utama...

Bukan dia sibuk maksiat hati rela...


Namun dia perindu Allah...
Getaran takut kulitnya...
Hatinya...
Nafasnya...

Aliran darah dan detak jantungnya...


Terbuai indah dalam ketenangan...
Kedamaian...
Keramaian dan sepi...

Allah pemilik syurga yg indah...


Allah pemilik neraka merah menyala...
Dengan kehendaknya...
Relakanlah dimana kau akan ditempatkanNya... (Tuak ilahi)

37. NYANYIAN RINDU


Tuak ilahi, 29 Desember 2015
Bergetar bibir melafazkan nyanyian kalam kadim...
Dalam tarian sekujur tubuh basah keringat...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 34

Putaran demi putaran tak terasa...


Mengalih matahari sekejap berpindah...
Di punggung hamba pencinta...

Lembut syahdu dalam tarian jiwa...


Memanggil cinta lirih merintih...
Kokoh bertahan tak berpaling...
Di bibir apa lagi di hati...
Penuh yakin, pasti aku tak diam...

Menanti ketentuan harap terima...


Kalam kadim terucap melepas siksa...
Hu..Hu..Hu..Allah...
Bebas merdeka itulah cinta...
Atas cinta dari pemilik nama yg Agung...

Hu Allah..Hu Allah..Hu Allah...


Dalam cinta ada pengorbanan...
Pada cinta ada pengujian...
Di sana cinta ada keikhlasan...
Ketabahan, kesulitan, kesabaran...
Sungguh tauladan cinta nyata pada Aulia... (Tuak ilahi)

38. SYURGA YG RAPUH DICELAH PAHA


Tuak ilahi, 28 Desember 2015

Aku bagai gelombang samudra tiada henti...


Cintaku tiada pernah surut abadi...
Ya Aku, Ya Hu, Ya Allah...
Memandang bingkai tubuh yg tak pernah usang...
Aku begitu tegar dan lembut...
Membimbing menunjukan arah tujuan...
Hakikat makna kebenaran...

Ya Aku, Ya Hu, Ya Allah...


Saat diri bingkai lemah...
Sampai kapanpun akan lemah tanpa aku...
Sang pencipta mengirim seorang malaikat...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 35

Bidadari cantik anggun mengalahkan semesta...

Ya Aku, Ya Hu, Ya Allah...


Katanya syurga berada dicelah paha...
Yg aku tak pernah sekalipun melihatnya...
Bahkan saat usia kini kian renta...

Aku ingin pulang sekarang...


Memeluk dalam rindu kehangatan...
Bingkai yg kian lemah dalam umur terus bertambah...
Masih terdengar jelas kalam kadim dalam hati...
Menembus relung dasar sanubari...
Hu Allah.. Hu Allah.. Hu Allah

Aku selalu bahagia walau diri jasad rapuh...


Sebelum berganti sesal, menuju ke asal...
Aku kan berputar bersama bulan matahari beriringan...
Hingga tak kuasa waktu berhenti...
Ya Hu, Ya Hu, Ya Hu... (Tuak ilahi)

39. LAUNGAN JIWA


Tuak ilahi, 28 Desember 2015

Hatiku mampu memeluk jiwa...


Bernyanyi bersama tarian sufi...
Berputar indah dengan ketulusan...
Meluap nikmat karunia...
Tiada dusta, tak terdustakan...

Berputar tak terhingga bersama jiwa...


Laungan puji tiada henti...
Hu... Hu... Hu...
Aku adalah dia berputar tiada hingga...
Tertumpah tetes air mata bahagia...
Menembus raga...
Tertakung di muara jiwa...

KeTuhananku tak terdinding...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 36

Tak terkekang nafas berhembus...


Bebas merdeka tanpa hukuman...
Itulah sesungguhnya diri merindu...

Wahai diri perindu...


Dalam pencarian yg tak bertepi...
Nyata merasuk ilmu hakiki...
Mengenal diri itulah dambaan...

KepadaMu wahai pendamba...


Yg jenuh lelah penantian tak tergambar...
Memenuhi ruang kosong membuai hati...
Melayang menuju tujuan...

ALLAH bersama saat engkau sendiri...


HU penawar saat engkau terluka...
HAQ merengkuh saat rasa hampa...
Membawa, bangkit tersenyum mesra di jiwa... (Tuak ilahi)

40. ANTARA GARAM DAN SAYUR


Tuak ilahi, 28 Desember 2015
Jadilah GARAM untuk orang lain, disetiap masakan tak
ada yg memujinya, yg ada SAYURNYA yg enak, dan lain
sebagainya, tak ada yg mengatakan GARAMNYA enak, coba
jikalau tak ada GARAM, yg pertama kali kita katakan kurang
GARAMNYA, semua tergantung padanya, pelajaran apakah
yg anda dapatkan dari postingan ini,? (Tuak Ilahi)

41. BERHATI-HATILAH
Tuak ilahi, 27 Desember 2015
Jangan TERTAWA melihat orang jatuh,,,,,,,, SEBAB tidak
ada kejahatan yg disengaja,,,,,,,,,, TETAPI bersyukurlah
kepada Tuhan karna kau sendiri tidak jatuh.........
Didalam HAL jatuh janganlah terlalu percaya kepada diri
sendiri dan kepada datarnya jalan-jalan KARNA MENURUT
LAPORAN DINAS LALU LINTAS lebih banyak mobil yg jatuh
ditempat datar JIKA DIBANDINGKAN dengan yg jatuh

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 37

ditempat pendakian atau penurunan yg berbelok-belok.(Tuak


ilahi)

42. TABIR RAHASIA


Tuak ilahi, 27 Desember 2015
Aku bukan pencinta kemunafikan...
Dari semua yg dibanggakan ulama...
Diberi anggur secawan setinggi langit kupuja...
Dan itu sudah cukup bagiku...

Yg namanya ulama itu orang bijak...


Mahligai kebun di syurga ganjaranNya...
Bagi sipemabuk sepertiku dan menadah rahmat Tuhan...
Beri saja aku secangkir anggur tinggi menjulang...

Aku telah banyak kehilangan akun...


Namun banyak pula yg kudapatkan...
Kumiliki cinta lalu kugenggam erat-erat...
Apa lagi yg bisa kudapatkan selain dari itu,?

Kekayaanku hanyalah tawaku...


Dan rasa nikmat bersahabat denganku...
Tapi kumohon jangan bawa hatiku telanjang...
Dari lobang hina menuju syurga...
Walau langit dan bumi membuka gulungan...
Ruhku akan kembali pulang kerumahku...

Telah banyak orang memusuhiku...


Dan mereka menghukum dengan menghecker akun-ku
dengan keji...
Tapi cintaku tak berpaling meninggalkan mereka...
Sebab Tuhan mendengar dan cermat menghitung air
mataku...

Karna itu jangan berduka jika derita datang...


Ambil saja minuman anggur...
Lalu menarilah dengan tarian abadi...
Jangan lupa katakan Haq.. Haq.. Haq...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 38

Maka Tuhan akan mengajarimu keArifan...

Wahai diri-diri yg gila...


Mari tuangkan anggur keAbadian diri...
Mari kita minum anggur keTuhanan...
Melayang tinggi menuju ke baqaan...
Jangan pada tikar sembahyang saja kau terikat...
Jangan dalam dzikir saja kau terkurung...
Bukan disini tempatMu...
Terbang.. Terbanglah tinggi !

Aku ini orang pemabuk...


Jangan harapkan jawaban dari pertanyaanMu...
Karna aku telah meneguk anggur dari piala keAbadian...
Yg diambil dari telaga asyik masyuk...
Lalu kutakbirkan kalimah Hu..Huu..Huuu..Rabbi...
Karna itu jika kau inginkan rahasia keTuhanan...
Yg menyebabkan aku linglung dan mabuk...
Hidangi aku segelas anggur...
Hingga gunung lebih ringan dari nyamuk...
Wahai diri, mulutMu adalah sumber air hayat...
Mengalir dibawahnya sumur yg dalam berongga-rongga...
Dan ingatlah ajal tak begitu jauh dari rongga tersebut...
Sudahkah kau menyingkap tabir rahasia itu,? (Tuak ilahi)

43. DIRI YG MAJNUN


Tuak ilahi, 26 Desember 2015
Aku malu saat melihat lalat...
Yg katanya jorok suka menjilat...
Tapi kubaca ia banyak manfaat...
Sedangkan aku menjilat-jilat maksiat...
Untuk orang lain kubuat mudarat...
Keadaanku tanpa ilmu benar-benar melarat...
Tapi lagakKu melebihi konglomerat...

Benar, katanya aku berlumpur...


Benar, katanya aku dari air hina...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 39

Benar, katanya aku takabur...


Benar, katanya aku rakus...
Kata cermin aku tak pernah bersyukur...

Duhai diri tinggalkanlah busana srigala...


Tinggalkanlah jubah angkara murka...
Bukankah ibrahim telah diperintahkan...
Untuk menyembelih binatang kebodohan diri...

Wahai diri maknailah karunia Tuhanmu...


Hingga kau temui kerinduan...
Cinta yg bermakna...
Logika hilang dan sirna...
Lebur fana kedalam baqa...

Dia adalah engkau...


Engkau adalah dia...
Yg nampak adalah drama dia dan engkau...
Sehingga engkau tidak dinilai setia...
Jika mencintai dia yg baru...
Hakikatnya, engkau mencintai engkau...
Sehingga apa yg kau mau ada kata setia...

Tak perlu lagi rumah sakit jiwa...


Jika semua sadar bahwa gila adalah irama jiwa...
Bukan genderang perang menuju kebencian...
Tak diperlukan lagi ustad...
Tak diperlukan lagi mursyid...
Tak diperlukan lagi ulama...
Jika semua sadar bahwa cinta adalah tarian dalam jiwa...
benar kata jalalaluddin rumi...
"SAAT KEBENINGAN DIMANGSA WARNA, MAKA MUSA
MENYAPA MUSA"...

HA..HAA..HAAA Akhirnya...
Lepas juga dahaga dari ceritaku...
Menggelepar-lah engkau mabuk gila...
Melangkah-lah aku meninggalkan deritamu...
Seraya berteriak MERDEKA!. (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 40

44. LOLONGAN JIWA


Tuak ilahi, 26 Desember 2015

Sempurnanya aku...
Aku tak butuh semua pujian...
Aku tak butuh kesaksian diri...
Aku tetap ada dan esa...
Hidupku kekal abadi...
Tiada sholat, aku tetap agung...

Penyayangnya aku...
Aku tak butuh puasa...
Sinar aura terpancar...
Menanam tumbuh rasa...
Meliputi di jiwa...
Tiada puasa aku tetap penyayang...

Pengasihnya aku...
Aku tak butuh zakat untuk diri kembali...
Menguji ketamakan harta...
Sanggup berbagi...
Pada diri yg terperi...
Tiada zakat aku tetap pengasih...

Kayanya aku...
Tak perlu haji untuk kehormatan...
Panggilan suci kemuliaan...
Menjadi tamu agung, baitullah...
Meniti tilas jejak kekasih...
Teladan sepanjang masa...
Tiada haji aku tetap kaya...

Dalam tarian jiwa...


Hati tersentak merindu...
Yg ku rindu adalah aku...
Inilah tanda bukti cintaku untuk ku...

Saat melihat diri...


Pantaskah mengingkari...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 41

Bila bersaksi atas asmaku sendiri...


Pantaskah menolak perintah diri...
Bila segala warna kehidupan adalah aku...
Di hamparan ruang dimensi...

Syukur nikmat tak terperi...


Hidayah masuk aku tak terganti...
Harap tetapkan diri...
Menjadi aku yg sejati...
Hu... Huu... Huuu...
Senandung rindu terus bergolak...
Menjerit, merintih memuja aku...
Bagai petir menghantam bumi...
Huwa ha haa haaa haaaa haaaaak...

Anggur mana, anggur...


Tuangkan lagi biar alam semakin bergoncang....
Glug.. Glug.. Gluk...
Irama anggur tercurah...
Membuai diri semakin parah...
Bersama jeritan kesegala arah...
Huwaaaaa haa haaa haaaa... (Tuak ilahi)

45. TIADA RAHASIA


Tuak ilahi, 26 Desember 2015
Tarian sufi ini memang sengaja membuat jiwa terbang
melayang...
Seperti burung menari diantara awan dan bintang...

Seperti melodi kematian yg mengiringi sinar kehidupan...


Seperti anggur yg dimasak dengan api neraka...
Terasa bau dan berlendir...

Hahaha, agak lucu jika mengingat...


Ketika aku menjilati dan menelan semua kepahitan...
Dari tetesan yg terakhir...
Meski aku tahu kalau itu bisa membuat ragaku hancur...
Bercampur sedikit khayal yg terjadi...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 42

Ini tentang jeritan hari esok...


Bukan masa lalu yg kelam...
Cobalah untuk menapakKan kaki...
Diantara teduh dan panas...

Jangan menghindar dari sang hujan...


Karna dengan sedikit air...
Hati kalian akan lebih lentur dari rotan...
Tidak keras bagaikan batu...

Hujan itu mencoba untuk berkata tentang perjuangan...


Kepada kita semua...
Kepada kita yg rapuh...
Tertindas oleh dunia...
Dan tergilas oleh sang waktu...

Maka air pun berkata...


"MENARILAH BERSAMAKU"...
Melewati awan...
Dan berteriaklah dengan riang...
Menapak jalan diantara syurga dan neraka...

Hingga lenyap ketika mentari mulai memanas diufuk timur...


Biarkan binasa untuk tenggelam...
Dan menghilang dari separuh diri ini...

Biarkan binasa dan lenyap dari semua kenyataan...


Biarkan binasa untuk menghilang...
Atau mungkin untuk tidak kembali...
Jika memang tidak di ingini...

Kita disini bukan untuk binasa dan mati...


Makanya cinta itu diam ketika kebenaran itu samar...
Bahkan akan tetap terdiam ketika kebenaran itu berdiri kokoh
di atas tebing...

Cinta akan tersenyum ketika kita berada dalam ilusi...


Kadang cinta tertawa terbahak-bahak...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 43

Dan mengucurkan kalam yg mulai edan dari celah bibir...


Lalu bernyanyi ketika semua menangis...

Karna cinta itu adalah


C-erita
I-lusi
N-amun
T-erasa
A-badi

Bagaikan cermin diatas air...


Yg sedang menikmati alunan kehidupan...
Bagaikan suara Tuhan diantara urat nadi yg bergema...

Sungguh jelas terang diantara sinar mentari...


Bahkan mentaripun malu untuk tertawa...
Bukan khayal yg terjadi dalam mata...
Inilah nyata adanya...
Tentang cahaya yg indah...

Ingin kulantunkan sebait kata rahasia...


Agar kalian menjadi gila...
"SEBENARNYA AKULAH ALLAH, YG INGIN MENJADI
MANUSIA, bukan sebaliknya manusia yg ingin menjadi
Allah".(Tuak ilahi)

46. JANGAN LAGI ADA KATA


Tuak ilahi, 26 Desember 2015

Dalam diam terpaku...


Berjuta rasa menyatu...
Semilir dalam tiupan angin...
Tenggelam disamudra rasa...
Dalam dada yg merindu...

Dalam desiran rasa tersembunyi...


Pikiran dan jiwa menyatu bertanya...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 44

Sedang mulut terkatup mengunci...


Diam hening mematung rasa...

Kemana akan melangkah...


Bila tak tahu arah...
Dimana persiapan bekal...
Bila hilang keinginan...
Kemana akan kembali...
Bila gelap pemaknaan hakikat diri...

SYAHADAT itu seutas tali tanda diri pernah berjanji...


SHOLAT itu saat dekatnya diri hakiki...
PUASA itu saat diri inginkan bukti...
ZAKAT itu demi kebersihan diri...
HAJI itu panggilan diri mengunjungi hati...

Barulah rindu merindui...


Cinta hangat tiada keraguan...
Cinta tinggi murni suci...
Berbalut kasih sayang...
Keikhlasan hati...
Pancaran raut wajah senyum keindahan...

Inilah tarian kalbu...


Berputar menggores sukma...
Bersenandung dalam rasa...
Hingga yg hina menjadi mutiara...
Bukan mutiara yg menjadi hina...
Pada hakikatnya diri...
Hina dan mutiara adalah aku...
Lebur ia dalam ke Esaan...
Lebur ia dalam ketunggalan...
Maka tak ada lagi mutiara...
Maka tak ada lagi hina...
Maka tak ada lagi kata dalam kata...

Karna Akulah Tuhan yg ingin menjadi manusia...


Bukan manusia yg ingin menjadi Tuhan...
Maka ku kiaskan ia dalam hadist qudsi...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 45

Akulah rahasia insan...


Dan insan itulah rahasia aku...

Maka aku adalah nyatamu...


Maka mu adalah nyataku...
maka jangan ada lagi kata pandang...
Maka jangan ada lagi kata menyatu...
Maka jangan ada lagi kata kenal...
Maka jangan ada lagi kata berpisah... (Tuak ilahi)

47. RINDU MEMBUAI JIWA


Tuak ilahi, 26 Desember 2015
Kerinduan, keajaiban diri...
Hidup dalam tiupan ruh...
Dirahim ibu...
Bersaksi atas diri sendiri...
Kecintaan, harapan...
Dalam kembali...
Yg tiada awal permulaan...
Melewati berkali-kali mati...
Dan kebangkitan...
Dalam kesibukKan...
Masing-masing diri...
Tak lagi mengenal...
melainkan aku sejati...
Kembalinya semua...
Rengkuh diri dalam dekap...
Buai bimbingan...
Ajari diri dalam titik pencapaian...
Hakikat makna sungguh berarti...
Dalam terawang menembus batas...
Rindu selalu menyelimuti...
Bersama masa untuk selamanya...
Pekik tangis menyayat jiwa...
Rasa baru terdengar meronta...
Tersedu basah air mata...
Ingin menari dan berkata...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 46

Gemulai membuai jiwa...


Dalam buaian jiwa...
Kudendangkan lagu cinta...
Keinginan obati kerinduan...
Langkah berpijak pada titian ilmu...
Dalam kedewasaan berpikir...
Menggapai keridhaan...
Dalam kenikmatan...
Dan indahnya taman firdausi...
Senyumku membangkitkan...
Bara kekuatan diri...
TegakKan sendi tulang baja...
Menghimpunkan makna ilahi...
YaHu... YaHuu... YaHuuu...
Tiada yg kau punya...
Dalam jasad cipta paling sempurna...
Bersama jiwa yg diam didalamNya...
Aku adalah aku...
Kemuliaan menutupi kelemahan...
Tenar menutupi kesalahan...
Akal menganugerahi kepintaran...
Kasih sayang menganugerahi hati...
Dalam dada jiwa sepi tersembunyi...
Karna Akulah gerak yg bergerak...
Diam yg berdiam...
Karna sesungguhnya...
Aku adalah sejatinya diri...
Yg meliputi...
Satu tanpa menyatu...
Tunggal tanpa menunggal...
Itulah aku yg ada dan tiada...
Huu ila Huuu...
Tiada mengenal aku kecuali aku...
Hanya tunggal aku sendiri...
Tetapkan hakikat sudah berdiri...
Kemana lagi mau mencari,?...
Jika aku telah zahir di diri...
Maka zahirlah aku di badan...
Menjadi nyata...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 47

Menjadi rasa...
Maka akulah dzat...
Maka nyatalah asma dan sifat...
Jika telah satu semuanya...
Jika telah tunggal semuanya...
Maka akulah Dzat...
Akulah Sifat...
Akulah Asma...
Akulah Af'al...
Hahaha... Inilah mutiara tersimpan...
Indah nian jika dipandang...
Dibaca berulang-ulang...
Agar menyatu kedalam badan...
"GHAIBKANLAH TUBUHKU...
CAHAYAKANLAH DIRIKU...
LAH BERDIRI KATA AKU...
AKU DIKANDUNG CAHAYA...
CAHAYA DIKANDUNG KALIMAH...
LA ILAHA ILALLAHUuuu"... (Tuak ilahi)

48. WASIAT SANG GURU


Tuak ilahi, 25 Desember 2015
Dalam perjalanan diri...
Mengembara ditiap-tiap lembah...
Menjelajah mengarungi sudut dunia...
Keinginan tak terhalang batasan...
Bebas berkata menerjang liar...
Tanpa tahu lagi...
Puas dan lepas binal mengumbar...
Dalam keakuan Tuhan...
Merengkuh dalam kesesatan...
Lelah membawa ke gilaan...
Perjalanan masih jauh...
Mencari tetesan air...
Dipenghujung dunia...
Rupanya ternyata dekat...
Merengkuh dalam kemabukKan...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 48

Gejolak keinginan membuatku murka...


JiahahaHaHaHaHaHaHaH...
Aku kembali meneguk anggur...
Dalam perjalanan akhir...
Dalam peradaban masa kini...
Hiruk-pikuk keramaian sekitar...
Sambil mengenangkan petuah guru...
Menuju Alam penantian...
Guruku berkata: "Wahai tuak ilahi...
Saat kau terperosok...
Kedalam lembah...
Dalam sangat dalam...
Gelap sangat gelap...
Galau dalam takut...
Yakinlah bahwa aku tak meninggalkan...
Jangan kegagalan membuatmu putus asa...
Menyerang diri pada titik terendah...
Seiring datangnya hinaan bertubi...
Dari sekitar yg mengatakan sempurna...
Mengarah bak duri dalam daging...
Sekali, dua kali, berkali-kali...
Nyaris deretan rentetan cercaan...
Bak peluru ditembakKan...
Jangan kau takut...
Jangan kau gentar...
Namun itu sesuatu yg mahal...
Yg harus kau jalani dengan berani...
Lupakan yg mencerca tanpa solusi...
Birkan mereka dan berlalulah...
Dalam semangat...
Ingat-ingatilah pelajaran...
Yg pernah kuberikan ini: ...
"SEKALIAN ALAM BESERTA ISINYA YG DIPANDANG ADA
PADA TIAP-TIAP YG MAUJUD DI ALAM INI,,,,,, tiada lain nur
semata-mata,,,,,,, MAKA DENGAN KESADARAN
KEMBALIKAN KE BATHIN itulah yg esa,,, esa penglihatan,,,
esa pendengaran,,, esa penciuman,,, esa perasaan,,,
KEMBALIKAN SELURUHNYA ITU KE BATHIN,,,
LEBURKANLAH SEMUANYA ITU MENJADI SATU UJUD,,,

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 49

maka esa lahir dan bathin itulah yg dikatakan bertubuh


MUHAMMAD ZAHIR DAN BATHIN."
Mengertikah engkau wahai tuak ilahi,?...
Jika engkau sudah mengerti...
Maka tutuplah...
Jangan diributkan lagi...
Tunduklah seperti padi...
Dicupak datuk temenggung...
Hidup kalau tak berbudi...
Duduk tegak kemari canggung...(Tuak ilahi)

49. PEMIKIRAN YG SEMPIT


Tuak ilahi, 25 Desember 2015
Dalam pikiran yg dangkal dan pandangan yg sempit,
JANGANLAH BERANI MEMUTUSKAN HUKUM
AGAMA SENDIRI ADALAH LUAS, yg Halal nyata dan yg
Haramnya termasuklah kedalam masalah ijtihadiyah YG
MEMINTA PERTIMBANGAN DAN PEMIKIRAN
Dalam hal seperti ini berbeda-bedalah hasil pendapat
menurut luas sempitnya pikiran orang yg meninjaunya, Itulah
yg menyebabkan timbul berbagai mazhab dalam islam
Orang yg pengetahuanNya baru sedikit kerapkali
menyangka dirinya telah mengetahui semuanya, TETAPI
ORANG YG LUAS PANDANGANNYA DAN MENDALAM
ILMUNYA TIDAKLAH BERANI LAGI MENGATAKAN BAHWA
dia tahu segala-galanya, bahkan dia lebih suka berkata
"BANYAK YG BELUM SAYA KETAHUI". (Tuak ilahi)

50. KIAS AIR MATA


, 25 Desember 2015
Siapa Allah itu,?
Yg memberi jalan...
Hingga mudah menyeberang dengan tenang...
Saat hiruk pikuk pengendara sibuk tiada henti...
Yg aku lama terdiam tersengat sinar mentari...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 50

Siapa Aku itu,?


Yg membantu belajar dengan sabar...
Pada pelajaran yg tak mengerti...
Hingga bisa berlari...
Siapa Batin itu,?
Yg memberi air segar...
Saat raga haus dahaga...
Memberi teduh payung diri...
Saat hujan badai menerpa...

Siapa Zahir itu,?


Yg selalu diseret-seret setiap hari...
Saat takut menyerang tengah malam...
Dan bayang-bayang puaka siang hari...
Membuntuti dekat langkahku...

Siapa pula puaka itu,?


Selalu menghantui segala kelemahan...
Menakuti karna ada kekurangan...
Senyum pada segala cela...
Wahai Tuak ilahi...
Jangan berlabuh dilaut rasa...
Sedalam ketulusan tak terjangkau sauh kapal...
Seindah rasa tak terasa di celah mana sarang nikmat...
Kelu lidah tak mampu terucap...
Rahasia didalam rahasia...
Kecuali dikiaskan oleh air mata...
Tanda kias akan bermula...
Awal kias akan bermula...
Aku bertanya kepada Aku...
Kiasnya kubuka dengan pertanyaan...
Kutanya: "JIKA DIRI ADA ZAHIR DAN BATHIN... MAKA YG
TERLIHAT HANYA SI ZAHIR...LALU DIMANAKAH SI
BATHINNYA,?
Kujawab: " bathin itu telah masuk kedalam zahir menunggal
menjadi satu...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 51

Kutanya: "JIKA TERLIHAT HANYA SI BATHIN LALU


DIMANAKAH ZAHIRNYA,?
Kujawab: "telah masuk kedalam zahir tunggal-lah satu...

Kutanya: "BILA ZAHIR DAN BATHIN HILANG, BERADA


DIMANAKAH KE DUANYA,?
Kujawab: "keduanya berada di dalam hidup yg tak pernah
mati...

Kutanya: "LALU DIMANAKAH TEMPATNYA DIAM HIDUP


ITU,?
Kujawab: "tempat diam hidup itu berada pada Alif, Lam, Lam,
Ha...

Kutanya: "JIKA ALIF, LAM, LAM, HA, ITU HILANG


KEMANAHKAH HILANGNYA,?
Kujawab: "hilangnya Alif menjadi Dzat, hilangnya Lam Awal
menjadi Sifat, hilangnya Lam Akhir, menjadi Asma, dan
hilangnya Ha menjadi Af'al...

Kutanya: "DIMANAKAH TERHIMPUNYA DZAT, SIFAT,


ASMA, DAN AF'AL ITU,?
Kujawab: "terhimpun semuanya itu pada diri hakiki dan diri
majazi, maka bernamalah diri hakiki itu dengan nama HU, dan
diri majazi itu dengan nama Allah, maka terangkumlah ia pada
nafas...

Kutanya: "JIKA TERANGKUMNYA IA PADA NAFAS, MAKA


KEMANA HILANGNYA NAFAS DISAAT
TERPISAHNYA DIRI ZAHIR DAN DIRI BATHIN TERSEBUT,?
Kujawab: jiahahaHaHaHaHaH.... dasar Kampret, Bahlol,
Jiancok ente...

Terima kasih brade...


KiasanNya susah tapi indah...
Indah disenyum, di diam, di rasa...
Kekuatan semangat terlahir kembali...
Menggapai ketentuan anugerah...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 52

Hikmah meluap berapi...(Tuak Ilahi)

51. BAYANGAN SEMATA


Tuak ilahi, 25 Desember 2015
Hidup bukanlah PILIHAN, dan bukan pula sebuah
TUJUAN, namun sebuah PERSINGGAHAN untuk mencapai
KESEMPURNAAN dengan melalui ILUSI rintangan nyata yg
berlindung DIBALIK TIRAI DUNIAWI yg begitu halus Manusia
bukanlah mahluk hidup yg sedang berjuang menuju CAHAYA,
melainkan mahluk cahaya yg sedang berada dalam TUBUH
MANUSIA, untuk hidup dan menjalani peran keduniawianNya.
Bukankah tubuh manusia adalah kitab suci tertua yg ditulis
sendiri oleh sang pencipta,?
Manusia tak lain adalah ALAM SEMESTA yg sedang
memahami dirinya sendiri, maka dari itu manusia adalah
TIADA yg berawal dari suatu KETIADAAN, manusia hanyalah
sebuah wayang dari bayang yg empunya bayang. Sebab itu
aku tak marah akun-ku selalu di BLOKIR dan menjadi mangsa
oleh jari jari lentik tangan manusia, Salam secangkir tuak.
(Tuak ilahi)

52. DENDAM TAK SUDAH


Tuak ilahi, 24 Desember 2015
MabukKu semakin menjadi...
Semenjak Tuhan hadir dalam mimpi...
Kucoba untuk mengerti...
Apalah arti sebuah mimpi...
Disini kusendiri...
Merenungi sebuah mimpi...
Disuatu lautan darah yg tak bertepi...
Untuk mentajalikan wujud hakiki...
Mungkin disana jawab menanti...
Atau hanya kiasan mimpi...
Tentang engkau Tuhan yg misteri...
Yg pernah singgah dialam mimpi...
Mengapa pertemuan ini hanyalah sebatas mimpi...
Yg akan sirna dipagi hari...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 53

Hangus dalam sengatan mentari...


Dan tak akan pernah untuk kembali... (Tuak ilahi)

53. JENGGOT SANG TAUHID


Tuak ilahi, 24 Desember 2015
Kemarau diam dijiwaku...
Serangkai bayang-yg jalang datang padaku...
Ada yg mencaci dan ada juga yg meratap dengan pilu...
Pahamilah bagaimana makna Aku...
Menyusuri jalanan sepanjang malam...
Meskipun aku telah meninggalkan diriMu...
Sepanjang keriuhan lolongan serigala malam...
Seluruh kesumat dan derita memacu pengetahuanku...
Arwah dari mayat terpencil memanggil namaku...
Sementara aku lagi diselimuti panorama lebur...
Selangkah-demi selangkah hilang dan lenyap...
Menjadi ilahi didasar pijaran kabut misteri...
Aku adalah jenazah, aku adalah mayat...
Tapi mengapa ingus para pejalan tauhid bergayutan
dijenggotKu...
Tenggelamku dipusar rindu, berzikir diam didalam kalbu...
Ahadlah aku...
Ahadlah aku...
Ahadlah aku... (Tuak ilahi)

54. RAMUAN ABADI


Tuak ilahi, 24 Desember 2015
Kebahagiaan yg menyenangkan adalah koyaknya kulit
pembungkus kesadaran, SEPERTI PECAHNYA KULIT BUAH
SUPAYA INTINYA TERBUKA MEREKAH BAGAI SINAR
MENTARI YG MENYINARI.
Aku memiliki takdir kepastian untuk merasakan
penderitaan dan kebahagiaan, JIKA HATIKU MASIH
TERGETAR OLEH RASA TAKJUB MENYAKSIKAN
KEAJAIBAN YG TERJADI DALAM KEHIDUPAN, MAKA
PEDIHNYA PENDERITAAN TIDAK KALAH MENAKJUBKAN
DARIPADA KESENANGAN.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 54

Banyak diantara pilihan agar manusia sembuh dari luka


hati dan penyakit jiwa, PERCAYALAH BAHWA TABIB
KEHIDUPAN MEMILIKI RAMUAN ABADI DAN TEGUKLAH
RAMUAN ABADI YG PAHIT ITU DENGAN CEPAT TANPA
BICARA, setelah itu diamlah, diamlah, dan diamlah...(Tuak ilahi)

55. GERBANG FIR'AUN


Tuak ilahi, 24 Desember 2015
Raut wajahku masih seperti yg dulu...
Selalu ceria dan tak pernah sendu...
Tapi mengapa kau simpan dendam menggebu...
Padaku yg tak tahu...
Kau tatap aku dengan sinarMu yg tajam...
Bagai panah yg siap menghunjam...
Tanpa merasa ada batas yg menghadang...
Apakah karna aku dekat pada sang kalam??...
Ingatlah bahwa aku adalah sang pemuja cinta...
Dan kebenaran cinta itu sendiri sangatlah perkasa...
Walaupun kelelahan akan menimpaku...
Namun tiada aku akan binasa...
Ooh... Kurindu kawan yg mengerti perumpamaan ini...
Dan mencampur Ruhnya dengan RuhKu...
Karna api cintalah yg membakar diriKu...
Dan MINUMAN tuak ilahi-lah yg telah membuat aku jazab
kelangit yg tinggi...
Alunan syair dan sajak yg kucurahkan mampu menghidupkan
bangkai-bangkai...
Demikian saktinya rangkaian kalam KAF dan NUN...
Hingga Alam berguncang bersama lolongan gemuruh jalang...
Telaga kalkausar sumber wudhu Ku...
nur haq sumber sholat daimKu...
Kalam sang Alam sumber talkinKu...
Dunia kelak hanya kelam yg melaungkan kengerian...
Akhirat menghirup mayat-mayat yg tak bermakna...
Kini kudiam dilembaga keTuhanan...
Untuk menapak jalan menuju kegerbang fir'aun... (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 55

56. JASAD DAN RUH


Tuak ilahi, 23 Desember 2015
JASAD: mengapa kau diam wahai Ruh ??
RUH: Aku diam karna aku tak ingin bicara, aku menikmati
suasana hening, karna hening dapat memberikan nuansa
JASAD: tidakKah kau lihat mereka berbicara
merendahkanMu, tapi mengapa kau memilih selalu diam??
RUH: aku bukan mereka, aku tidak suka banyak bicara, itu
menunjukan mereka tidak mempunyai makna
JASAD: tidakKah engkau tersinggung atau marah atas
ulah mereka??
RUH: marah??.. Kenapa harus marah... TidakKah engkau
lihat aku hanya tertawa melihat tingkah mereka, dalang-
dalang panggung sedang melakonkan drama dan itulah
kwalitas mereka yg bijaksana
JASAD: bukanKah diam tidak menyelesaikan masalah??
RUH: kau salah,,, diam menjawab dengan seribu bahasa...
Apakah tidak kau lihat mulut mereka berbusa dengan kata-
kata yg hanya seperti angin lalu
JASAD: lalu apa yg akan kau lakukan wahai Ruh??
RUH: aku hanya akan melihat dan terus tertawa melihat
ocehan dalang-dalang panggung itu disana, tidakKah kau
merasa terhibur oleh mereka wahai jasad??
JASAD: kau benar wahai sahabatku yg sangat aku cintai,
memang dengan banyak berbicara kita terlihat merana,
dengan diam kita bisa memaknai yg ada... Kau memang
sahabatku yg bijaksana
RUH: dasar jasad kampret... Bisanya cuma protes doank
!!!. (Tuak ilahi)

57. NYANYIAN RINDU


Tuak ilahi, 23 Desember 2015
TuhanKu marilah menari bersamaKu...
Karna aku telah jazab bersamaMu...
Seperti karang yg tenggelam di telan gelombang...
Menimbulkan nada-nada dibalik segala rahasia...
TuhanKu marilah berdendang ria agar terbuka segala yg
ada...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 56

Dalam ke asyikKan itu aku menemukan engkau...


Dalam ke masyukKan itu aku berkata...
"AKULAH YG DIKATAKAN AL HAQ dan ENGKAU TIADA
LAIN DARIPADA KU dan AKU TIADA LAIN DARIPADA
MU"(Tuak ilahi)

58. MUSAFIR
Tuak ilahi, 23 Desember 2015
Hati-ku adalah sumber mata air dari telaga kalkautsar...
Kan kuberikan agar dapat membahagiakan mereka yg
kehausan...
Akal-ku bagaikan pelita penuh dengan minyak mahabbah
dan akan kuletakKan dijendela hatiku...
Agar musafir berkelana dikegelapan malam menemui
jalannya...
KulakuKan semua itu karna mereka adalah DIRIKU...
Andaikan nasib membelenggu tanganku dan aku tak bisa
lagi memberikan setitik dari air telaga, maka yg tertinggal
dalam hasratku hanyalah MATI...
Aku seorang pujangga dari tanah indragiri, apa bila aku tak
bisa memberi, akupun tak mau menerima apa-apa...
Kalamku ini senada dengan suara hatiku, dimana aku
nyata dalam hatimu...
Jika tidak, maka aku akan terhijab daripadamu dengan
diriku...
Resapilah kalamku ini keseluruh kulitmu, dan dalamilah
hingga keseluruh tulang-belulangMu... (Tuak ilahi)

59. SANG SUFI


Tuak ilahi, 22 Desember 2015
Sufi adalah orang yg tidak bahagia, karna betapapun tinggi
jiwa mereka, mereka tetap diselubungi air mata.
Sufi adalah adunan kegembiraan dan kepedihan dan
ketakjuban, dengan sedikit gelar ahli makrifat
Sufi adalah raja yg tak bertahta, yg duduk didalam ilmu
istana dan coba membangun khayalan daripada ilmu itu

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 57

Sufi adalah burung yg membawa keAjaiban, dia lari dari


kerajaan syurga lalu tiba di dunia ini untuk berkicau semerdu-
merdunya dengan suara bergetar
Bila engkau tidak memahaminya dengan cinta di hati, dia
akan kembali mengepakKan sayapnya, lalu terbang kembali
kenegeri asalnya.(Tuak ilahi)

60. TARIAN YG TAK SUDAH


Tuak ilahi, 22 Desember 2015
Penari sufi itu milik Alam semesta...
Dia yg tidak menari tidak akan tahu apa yg terjadi dengan
kaum sufi...
Sekarang jika kau mengikuti tarianku, kau sendiri ada
dalam diriku yg sedang berbicara...
Kau yg menari, pikirkan apa yg kulakukan...
Sebab milikKulah hasrat yg harus kuderita...
Sebab kau sama sekali tidak memahami apa yg kau
derita...
Kecuali jika kau menyelami tarian sufiKu...
Pelajarilah bagaimana menderita itu dan kau akan mampu
untuk tidak menderita...
Ingatlah bahwa rasa takut yg dibangunkan oleh
kesementaraan dalam diri...
Bahwa tidak ada sesuatu yg nyata dan tidak ada yg
abadi...
Jika segala sesuatu mati dan berubah, lalu apa yg
sesungguhnya yg benar???
Adakah sesuatu dibalik penampilan, sesuatu yg tidak
berbatas dan luas tanpa batas...
Sesuatu ketika tarian perubahan dan kesementaraan
berlangsung...(Tuak ilahi)

61. TAWANAN SI JAHIL


Tuak ilahi, 21 Desember 2015
Tuhan... bukankah ini hasratMu secara tidak terlihat...
Didalam diriku untuk menegakKan keberadaanMu...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 58

Tuhan... Bukankah kehendakMu suatu hari nanti berdiri


disini tanpa terlihat...
Aku tahu engkau tidak lagi terlihat, dan jika bukan
kemauan, apa yg kau tetapkan untukKu sebagai tugas
seorang khalifah???
Tuhan... Mereka tidak lagi mempercayaiku, dan semua
musim semi tidak lagi dibutuhkan...
Mereka masing-masing bangga dengan ilmu di dada
daripada yg dapat ditahan darah... Untuk menyerangKu, dan
menjadikan aku tawananNya...
MilikMu sejak awal mula tak bernama, namun telah ada...
Kau tak pernah salah, dan kematian itu hanya kau untukKan
milik kami...
Aku Adalah karuniaMu, penemuanMu yg suci... Lihatlah
aku hidup, lalu apa yg membuatKu hidup???
Masa anak-anak, maupun masa depan tiada yg kurang,
melampaui semua angka, keberadaan engkau semata-mata
meliputi seluruh jasadKu... dengan jahilnya pantaskah mereka
menghujahKu??? (Tuak ilahi)

62. HIDUP DAN MATI


Tuak ilahi, 21 Desember 2015
Aku adalah bagian dari suatu sejarah panjang berupa
penciptaan dan penghancuran...
Materi dan kesadaran akibat adanya hampa kuantum yg
melintasi ruang dan waktu untuk sementara, dan kemudian
kembali lagi pada kehampaan...
Aku adalah bentuk-bentuk ringkas dari potensi tak
terbatas, sebelum ia meminjamKu kembali untuk menciptakan
bentuk-bentuk lain...
Proses kehidupan dan kematian mengandung arti bahwa
Energi pinjaman yg menjadikan aku ini akan mengambil
bentuk lain pada suatu hari nanti...
KeberadaanKu yg mendalam dan lautan potensi yg lebih
dalam ketika kehidupanKu saat ini tidak lain dari sebuah
Gelombang, TIADA MEMPUNYAI AWAL DAN TIADA
MEMPUNYAI AKHIR...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 59

Oleh karna itu kehidupan dan kematian semuanya


merupakan bagian proses siklus energi yg timbul dari hampa
kuantum...
Yg dalam waktu singkat mengambil suatu bentuk dan
kemudian larut kembali kedalam kehampaan lagi, demikian
seterusnya, selamanya...yaitu selama Alam semesta
dilahirkan dan mati...(Tuak ilahi)

63. JALAN SYARIAT TANPA HATI


Tuak ilahi, 20 Desember 2015
Tiada gunanya menyia-nyiakan hidupMu disatu jalan
syariat...
Terutama jika jalan itu tidak punya hati...
Sebelum engkau mulai melangkah disebuah jalan,
ajukanlah pertanyaan "APAKAH JALAN INI PUNYA HATI,
???...
Jika jawabanNya tidak, engkau akan mengetahuinya, dan
kemudian engkau harus memilih jalan yg lain...
Jalan tanpa hati tidak pernah bisa engkau nikmati, untuk
melangkah kesitu saja, engkau harus bekerja...
Sebaliknya jalan dengan hati itu mudah, engkau tidak perlu
bersusah payah untuk menyukainya...(Tuak ilahi)

64. BAGAIKAN KAIN DENGAN BENANG


Tuak ilahi, 20 Desember 2015
Tuhan, jauhkanlah aku dari manusia yg tidak mau
menyatakan kebenaran kecuali jika ia berniat menyakiti hati,
Dan dari manusia yg bersikap baik tapi berniat buruk, dan dari
manusia yg mendapatkan penghargaan dengan jalan
memperlihatkan pembangkanganNya
Tuhan, tulisanku bukanlah pendapat yg dinyatakan, ia
adalah syair yg muncul daripada luka yg berdarah, atau mulut
yg tersenyum, coba engkau periksalah postingan kenanganku
dan engkau akan tahu bahwa aku bukanlah seorang hamba
yg menentangMu, aku cuma berinspirasi akan selalu

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 60

bernyanyi, karna inspirasi tidak pernah menjelaskan bekerja


dengan rasa cinta, tapi menyatukan diri dengan diriku sendiri
Bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu ?
Bagaikan menenun kain dengan benang yg ditarik dari
jantungMu, seolah-olah kekasihmu yg akan memakainya
kelak. (Tuak ilahi)

65. LAUTAN KEABADIAN


Tuak ilahi, 20 Desember 2015
Jika aku kehilangan harta maka aku akan melihat
disekitarku dan akan melihat sahabat-sahabatku yg akan
datang untuk menghiburku
Akan tetapi apabila hatiku kehilangan keyakinan terhadap
Tuhan, dimanakah aku akan menemukanNya, bagaimanakah
aku akan bisa memperolehnya kembali, ??
Aku akan berjalan dipantai, antara pasir dan buih, air
pasang bakal menghapus jejakKu, dan angin kencang
menyembur hilangkan buih putih namun LAUTAN DAN
PANTAI AKAN TINGGAL ABADI. (Tuak ilahi)

66. IBLIS DITANAH ARAB


Tuak ilahi, 20 Desember 2015
Ku hanya mencoba untuk menuangkan perasaan hati pada
goresan tinta hitam diatas putih dalam dunia maya
Walau ku hanya seorang anak manusia yg di anggap kafir
oleh ulama dan kaum penguasa, namun aku tak perduli
dengan semua ocehan itu
Seiring waktu kucoba tertatih mencari cinta dalam hidupku,
satu persatu rasa keTuhanan itu merengkuh relung jiwaku dan
merampas semua bagian dalam tiap mimpiku
Inilah jeritan pena dari kaum yg dianggap murtad oleh
ulama, ku hanya mencoba merangkai rindu menjelma dalam
tinta yg akhirnya menyisakan jejak-jekak rasa dalam hatiku
Kucoba menerawang jauh kedasar lubuk hatiku sendiri,
dimana tempat yg tak akan mungkin dapat kulihat, tapi getar
hatiku dapat merasakan getaran yg lain disana

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 61

Tuhan yg selama ini direbutkan oleh anjing-anjing bak


bangkai yg tak pernah kukenal, yg pernah kulihat hanyalah
lukisan pada awan, yg penah kudengar dari berita yg dibawa
iblis ditanah Arab yg jauh diseberang samudra. (Tuak ilahi)

67. MAHABBAH
Tuak ilahi, 20 Desember 2015
Salahkah bagi orang yg mengatakan bahwa MAHABBAH
itu datang karna kehendak dan rayuan yg terus menerus
MAHABBAH itu adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas
ini tak tercipta dalam sesaat ia tak akan tercipta bertahun-
tahun atau bahkan berabad-abad
Ketika MAHABBAH telah memanggilmu, maka dekatilah
dia walau jalanNya terjal berliku, jika MAHABBAH
memelukMu maka dekaplah ia walaupun pedang disela-sela
sayapnya melukaimu
MAHABBAH tidak menyadari kedalamanNya dan terasa
pada saat perpisahan pun tiba, dan saat tangan laki-laki
menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah
menyentuh hati ke abadian
MAHABBAH itu adalah satu-satunya kebebasan didunia
karna MAHABBAH itu membangkitkan semangat hukum-
hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu
mengubah perjalananNya
Jika penyiksaan tidak membuat manusia tak bersalah jadi
menderita, penindasan pun tak dapat menghancurkan
manusia yg berada dipihak MAHABBAH
SOCRATES tersenyum ketika disuruh minum racun, dan
AL HALLAJ tersenyum ketika dihujani dengan lemparan batu,
yg benar-benar menyakitkan hati ialah KESADARAN KITA YG
MENENTANG KEBENARAN YG TELAH DISAMPAIKAN.
(Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 62

68. PEMAHAMAN DIRI


Tuak ilahi, 20 Desember 2015
Orang-orang berkata, JIKA ADA YG DAPAT MEMAHAMI
DIRINYA SENDIRI, IA AKAN DAPAT MEMAHAMI
TUHANNYA
Tapi aku berkata, JIKA ADA YG DAPAT MENCINTAI
ORANG LAIN, IA DAPAT MEMPELAJARI SESUATU
TENTANG DIRINYA SENDIRI
Ingatlah bahwa do'a dari orang lain adalah lagu hati yg
membimbing ke arah singasana Tuhan, meskipun dilangkahi
oleh suara ribuan orang yg sedang meratap. (Tuak ilahi)

69. BAWALAH AKU KEPERADUANMU


Tuak ilahi, 19 Desember 2015
Ruh yg perkasa adalah kekasihku...
Jasad yg gagah adalah sayangku...
Dan akhirnya kami dipertautkan oleh cinta...
Namun kemudian kematian menjarakKan cinta kami...
Kami berpisah dengan berat hati...
MembisikKan selamat tinggal berulang kali...
Aku segera bergerak diam-diam dari balik kebiruan
cakrawala...
Kini jasadku tak seindah dulu...
Selalu ceria dan tak pernah sendu...
Kini kau tatap aku dengan sinar yg tajam...
Bagai peluru yg siap menghunjam...
Tanpa merasa ada batas yg menghadang...
Apakah aku slalu jauh dari sang khalam...
Wahai kekasihku, ku kan berlutut menjamah kakimu...
Memanjatkan do'a meratap padamu...
Bawalah aku...
Ahadkanlah aku...
Seperti ahad dengan ahadnya...
Agar tiada ku kan binasa...
Ya Allah, engkau berikanlah kepada jasadku cahaya...
Dan engkau tambah padaku cahaya...
Dan engkau jadikan bagiku dalam hatiku cahaya...
Dan dalam kuburku cahaya...

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 63

Dan dalam pendengaranku cahaya...


Dan dalam penglihatanku cahaya...
Sehingga nabimu berkata...
Pada rambut dan buluku...
Pada kulitku...
Pada dagingku...
Pada darahku...
Dan pada tulang belulangku...
Ya Allah, semuanya limpahkanlah cahaya... (Tuak ilahi)

70. TETESAN AIR MATA


Tuak ilahi, 19 Desember 2015
Ketika aku mengaku cinta,,,, cinta pun berkata: "KAU
DUSTA PADAKU,,,, AKU TIDAK MELIHAT SELURUH
ANGGOTA TUBUHMU TELANJANG,,,, KECUALI ADA
PAKAIAN YG MELEKAT DI TUBUHMU"
Tiadalah cinta sehingga hati melekat pada isi perut dan
menjadi layu sampai tak sanggup menjawab suara panggilan
INGATLAH BAHWA CINTA ITU BISA MENJADIKAN MU
KURUS SAMPAI TAK TERSISA karna cinta adalah tetesan
air mata yg menangis
WAHAI TUHAN YG MULIA,,,, CINTA-MU TELAH
MENETAP DIANTARA ISI PERUT DAN HATI-KU,,,,, wahai
Tuhan pencabut tidur dari pelupuk mataku,,,, engkau maha
tahu dengan apa yg telah terjadi padaku. (Tuak ilahi)

71. CAHAYA DI ATAS CAHAYA


Tuak ilahi, 19 Desember 2015
Aku meliputi segala sesuatu termasuk Agama apapun di
dunia ini
Mereka berkata Agama dan Alam menjadi dalil wujudku
Jika mereka pandang pada Agama dan Alam namun aku
tidak akan kelihatan
Mana mungkin ada kekuatan Agama dan Alam,,, ingatlah
bahwa aku yg zahir dan aku jua yg batin,,, aku yg awal dan
aku jua yg akhir

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 64

Cobalah engkau pandang kedalam hatimu,,, zat rahasiamu


diterangi oleh zat rahasiaku
Kemudian coba engkau pandang kepada Alam,,, engkau
akan melihat cahayaku meliputi
Cahayaku akan kembali terhijab dari pandanganmu,,,
cobalah engkau pindahkan Alam ke dalam hatimu,,, Engkau
akan kembali melihat cahayaku meliputi Alam semesta
Cahayaku hanya bisa dipandang oleh zat rahasiaku,,,
apabila engkau menyatu dengan zat rahasiaku tanpa takwil,,,
tanpa hujah,,, tanpa huraian,,, tanpa kupasan,,, hanya yakin
dan larut di dalam keyakinan bahwa engkau tidak terpisah
daripada zat rahasiaku
Baru dapat engkau saksikan cahayaku tanpa rupa,,, tanpa
warna hanya cahaya di dalam cahaya
Sesungguhnya cahaya aku yg engkau pandang,,, apa jua
yg nyata,,, bila engkau hadapkan pandangan engkau kesana,
engkau tidak akan melihat wujud disitu
Hinggalah engkau hadapkan pandangan kedalam hatimu,
baru aku nyata meliputi dirimu. (Tuak ilahi)

72. HAKIKAT SH0LAT


Tuak ilahi,18 Desember 2015
Bila berdiri untuk sembahyang pada hakikatnya ALIF itulah
yg berdiri untuk sholat
maksudnya naikkan terdahulu nafas, kemudian berdiri.
Nyawa yg terdahulu berdiri, kemudian tubuh.
Karna tidak mungkin tubuh yg mendirikan nyawa,
sebaliknya nyawa itulah yg mendirikan tubuh.
Jangan bertentangan perbuatan tubuh dengan nyawa, yg
demikian itu sama halnya mensyarikatkan TUHAN.
Hal inilah yg menunjukan bahwa nyawa itu ibarat IMAM dalam
sholat, sudah tentu imam itu terdahulu berdiri, kemudian
ma'muman, itulah sebabnya maka IMAM itu wajib di ketahui.
Bilamana ada orang bertanya, "SIAPAKAH IMAM MU
DALAM SH0LAT ?"
Jawablah, bahwa AL QUR'AN itulah IMAM saya.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 65

AL QUR'AN itu adalah KALAMULLAH perkataan Tuhan,


dan Tuhan itu bersifat QADIM, jadi AL QUR'AN itu Qadim.
Jadi pada hakikatnya Tuhan itulah imam, tanpa demikian
ini berarti sholat tidak sah.
Sebab yg di maksud sholat ialah dzahirnya perbuatan,
dzahir Artinya perbuatan Tuhan pada kita, Allah jua pada
hakikatnya sehingga kita bersatu kata atau sekata dengan
imam (imam dan ma'mum).
Dikatakan IMAMAN LILLAHI TA'ALA Artinya imam karna
Allah, imam itulah yg menggerakkan TUBUH dan tidaklah
nyawa itu dapat bergerak jika tidak karna kehendak TUHAN.
Bila ruku' turunkan nafas terlebih dahulu, kemudian badan
ruku' begitu pula i'tidal (bangun dari ruku') naikkan kembali
nafas.
Waktu sujud juga demikian, nafas turun kemudian naikkan
nafas pada saat bangun dari sujud, demikianlah nafas itu
mengikuti naik turunNya dalam sholat.
Inilah yg dikatakan IMAM TANPA DI IMAMI.
Ada orang telah memiliki hal ini, itulah orang yg sah jadi
imam, bila orang tidak mengetahui jadi imam, dapat dikatakan
imam yg di imami oleh ma'mum, lalu bila telah membuang
takbiratul ihram, tahanlah nafas sebentar, INILAH YG
DINAMAKAN LENYAP PADA NUR MUHAMMAD.(TUAK ILAHI)

73. ASAL SEMBAHYANG


Tuak ilahi, 18 Desember 2015
Barang siapa mengenal diri dengan hakikatnya yg benar,
maka orang itulah yg putus makrifatnya kepada Allah.
Tetaplah orang itu yg bisa mengusulkan sekalian ilmu ini,
maka bertanyalah SYEH ABD KADIR JABAL orang ilmu
syariat kepada SYEH KARAMI wali makrifat.
Soal: "APAKAH ASAL SEMBAHYANG ITU DENGAN
SEBAB LIMA WAKTU SEHARI SEMALAM"
jawab: " YAITU DARIPADA EMBUN YG MENGADAKAN
NUKTAH, asal sembahyang yg lima waktu itu ialah ASAL
TITIK YG TIGA, MAKA DINAMAKAN RUKUN TIGA
BELAS, kedatanganNya itu ialah:

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 66

1. EMPAT DARI BAPAK IALAH:


* MANI jadi urat dan tulang
* MANIKAM jadi otak dan sumsum
2. EMPAT DARI IBU IALAH:
* WADI jadi bulu roma dan kulit
* MADI jadi darah dan daging
3. LIMA DARI TUHAN IALAH:
* pendengaran
* penglihatan
* penciuman
* perasaan
* penjabatan

INILAH YG DINAMAKAN PANCA INDRA, YAITU WAKIL


TUHAN KEPADA KITA
~> PENDENGARAN terbagi empat: dua mata - dua
telinga itulah sembahyang Asyar
~> PENCIUMAN terbagi empat: kiri kanan - depan
belakang itulah sembahyang Zohor
~> PENGLIHATAN terbagi tiga: dua lubang hidung - satu
mulut itulah sembahyang Magrib
~> PERASAAN terbagi empat: dua anggota kaki - dua
anggota tangan itulah sembahyang Isya
~> PENJABATAN terbagi dua: satu lubang kencing - satu
lobang berak itulah sembahyang Subuh

1. LIMA DARI TUHAN YAITU: wujud dzat namanya


2. EMPAT DARI BAPAK YAITU: wujud mani namanya
3. EMPAT DARI IBU YAITU: wujud akli namanya

" DIMANAKAH TEMPAT WUJUD ITU ?


"Tempatnya dalam diri kita, maka wujud yg tiga itu ialah:
1. WUJUD DZAT tempatnya pada nafas kita yg menjadi
ucapan yg tiada berkeputusan kepada Allah yaitu nyawa
kita.
2. WUJUD MANI Tempatnya pada urat yg putih yg tiada
berdarah yakni benih dalam diri kita.
3. WUJUD AKLI tempatnya pada pusat kita yaitu jalan roh
awal mula kita zahir dari ibu kita ke dunia.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 67

Adapun DZATI ialah tiang Agama yg zahir, Wujud MANI


ialah tiang Agama yg batin.
Dua perkara yg harus kita ketahui ialah:
1. BAPAK SEGALA ROH ITU RASULULLAH.
2. BAPAK SEGALA JASAD ITU ADAM.
Hendaklah kita ketahui benih turun dari ADAM yaitu
EMBUN SETITIK, air rohani asalnya, MANIKAM AWAL
terjadi.
Sabda Nabi Saw: "HUDSUNAMA 'ANU ILLA A BANI
ADAM"
Sekalian yg menanggung jasad itulah semata mata pada
benih A D A M, bermula orang yg BERAKAL itu jika tiada
ilmunya yaitu DUSTA YG AMAT SANGAT. (TUAK ILAHI)

74. HAKIKAT NIAT


Tuak ilahi, 18 Desember 2015
Artinya USALI, yaitu sebenar benarnya hidup yg di usulkan
Agama itu.
Artinya FARDU, yaitu wajib nyawa masuk dalam tubuh kita
itu itulah awalnya fardhu.
Artinya ZUHRI, yaitu kenyataan Tuhan kita zahir dan
bathin.
Artinya ARBA'A RAKA 'ATIN, itu mempunyai rakaat
dengan sebab itu nyawa kita maknanya empat perkara:
1. BERDIRI ITU NYAWA.
2. RUKUK ITU NYAWA.
3. SUJUD ITU NYAWA.
4. DUDUK ITU NYAWA.
Arti ADAM, itu sudah ada pada NYAWA dan HATI.
tatkala kita mengatakan "ALLAHU AKBAR" itu sudah
bertempat nyawa itu R0HANIAH nya.
tatkala kita mengatakan "KABIRAW WAL HAMDULILLAHI
KASYIR0W WASUBHA NALLAHI BUKROTAW WA ASILA"
Artinya: telah mengaku nyawa kita tiada menyangkal akan
dirinya ZAHIR dan BATHIN.
demikianlah sifat kita di dalam sembahyang itu dengan diri,
TIADA BOLEH BERCERAI.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 68

Tatkala kita zahir ke dunia keluar dari dalam perut ibu kita
dengan nyawa kita dengan diri kita.
Adapun TUBUH itu bagian nabi kita awal, terbit dari
kalimah RASULULLAH, dan zahirnya dari MANIKAM.
Adapun NYAWA itu ialah rahasia Tuhan kita awal, terbit
daripada kalimah TAUHID.
Apabila bercerai NYAWA itu dengan TUBUHNYA maka
bercerailah kalimah yg dua itu. Karna tiada tempat lagi segala
amalan.
Adapun orang yg awam (0RANG KEBANYAKAN) tiada
dapat mengenal jikalau tiada ilmunya.
kata dalil: "WAHUWA MA'AKUM AINAMA KUNTUM"
Artinya: "MENGAPAKAH KAMU TIADA MENGETAHUI,
DIDALAM DIRI ENGKAU RAHASIA KU" (TUAK ILAHI)

75, HAKIKAT KEJADIAN SHOLAT


Tuak ilahi, 18 Desember 2015
Allah swt menciptakan sholat dari empat huruf nama
Muhammad yaitu:
1. ALIF
2. HA
3. MIM
4. DAL
ALIF: ialah berdiri
Rahasia pada kita
Dzat pada Tuhan
HA: ialah ruku
Nyawa pada kita
Sifat pada Tuhan
MIM: ialah sujud
Hati pada kita
Nama pada Tuhan
DAL: ialah duduk
Tubuh pada kita
Ciptaan pada Tuhan
-> bila telah berdiri sholat tetapkan pandangan mu pada
DZAT ALLAH semata mata

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 69

-> bila telah ruku' tetapkan pandangan mu pada SIFAT


ALLAH semata mata
-> bila telah sujud tetapkan pandangan mu pada NAMA
ALLAH semata mata
-> bila telah duduk tetapkan pandangan mu pada
CIPTAAN ALLAH semata mata
-> bila diluar sholat takutlah pada Tuhan, serta merasa
malu padanya.
Sabda Nabi Muhammad SAW: "SESUNGGUHNYA
SEMBAHYANG ITU MEMBANGKITKAN NYAWA
MENYEMBAH ALLAH".
Adapun tubuh itu bila telah berdiri sembahyang, kemudian
mengucapkan TAKBIR, maka tiadakanlah sifat anda, tinggal
DZAT ALLAH semata mata yg meyakinkan, bila berdiri itu
dinamakan MI'RAJ, maksudnya Tuhan telah ada,
bila sujud dinamakan BERMUNAJAT (bermohon) kita telah
berdialog dengan Tuhan, bila duduk itulah namanya kita
mendengar dengan pendengaranNya dan melihat dengan
penglihatanNya.
Para ulama berkata: "SESUNGGUHNYA SEMBAHYANG
ITU LEBIH MULIA DARIPADA ISI ALAM SEMESTA".
Dikatakan bahwa gerak itu, bukan gerak sendiri tapi Allah
swt itulah yg menjadikan engkau beserta gerakmu, bagi
mereka yg tidak memahami i'tiqad sholat, SAMA HALNYA
MENYEMBAH BERHALA. (TUAK ILAHI)

76. SUMBER SHOLAT 5 WAKTU


Tuak ilahi, 18 Desember 2015
Adapun sholat lima waktu itu bersumber dari surah Al
Fatihah, Lima pasal yg terbuka menjadi hakikat sholat lima
waktu:
1. PERKATAAN
2. PENGLIHATAN
3. PENDENGARAN
4. PENCIUMAN
5. PERASAAN

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 70

Allah menjadikan keterbukaan didalam jiwa (NYAWA)


sehingga mata dapat melihat, telinga dapat mendengar,
hidung dapat mencium, lidah dapat berkata kata, serta hati
dapat merasa, inilah sebabnya saidina Ali berkata:
"AKU TIDAK AKAN MENYEMBAH ALLAH JIKA AKU
TIDAK MELIHATNYA"
Sehingga dalam pengucapan TAKBIR habislah segala hal,
tiada suara apa apa lagi, hanya melihat dengan mata hati
maka sampailah niat, dan terikat kedalam ALIF ALLAH,
kemudian diserahkan NYAWA kedalam TABIR NUR,
demikianlah perpaduan atau penunggalan TAUHID hamba
dengan Tuhan, itulah yg dinamakan SHOLAT yg mempunyai
tiga isi :
1. MENYEMBAH
2. DISEMBAH
3. DISEMBAHKAN
-> TUBUH itulah yg menyembah
-> NYAWA itulah yg disembahkan kepada Allah swt
-> ALLAH itulah yg sebenarnya disembah
sesudah membuang TAKBIR apapun yg terlintas didalam
sholat tidak usah di hiraukan, HIMPUNKAN ingatan semata
mata pada Allah sampai KHUSYU', tetapkan hadapanMu
pada Allah, inilah yg dinamakan dalil:
"MENGENAL DIRI MENGENAL TUHAN"
MATIKAN DIRI, SEBELUM MATI Artinya: yg menyembah
dan yg disembah satu,
maksudnya bila TAKBIR itu telah diangkat, maka DIA YG
MEMUJI DIRINYA SENDIRI. (TUAK ILAHI)

77. APAKAH SEMBAHYANG ITU ??


Tuak ilahi, 18 Desember 2015
Arti sembahyang itu ialah ( SEMBAH_YG_ESA ), yg
sebenarnya disembah ialah DZAT, dan yg menyembah itu
SIFAT, dan yg sebenarnya buah persembahan itu ialah
AF'AL, dan sebenarnya menyembah itu ialah ASMA, Inilah yg
sebenarnya bernama SEMBAHYANG.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 71

Arti sebenarnya menyembah itu ialah TUHAN YG


WAJIBUL WUJUD yg kadim lagi baka
YG MENYEMBAH ITU FANA YG DISEMBAH ITU BAKA
yg hamba itu pulang kepada ADAM, maka yg ada itu
TUHAN semata mata
pada syuhud kita yg menyembah yg disembah ia jua dan
yg memuji pula ia dan yg dipuji pun ia jua
karna ia memuji dirinya sendiri di atas lidah hambanya
maka dilihat keadaan dirinya hapus, berpulang kepada
Allah ta'ala
maka tetaplah fana diri kita di dalam menyembah Tuhan yg
tiada seumpamanya, yg tiada dikiri dan kanan, tiada
dihadapan dan dibelakang, tiada pula diatas dan dibawah,
HANYALAH HAMBA TIADA LAIN. (TUAK ILAHI)

78. USUL TAHKIK SEMBAHYANG


Tuak ilahi, 17 Desember 2015
Pasal menyatakan usul takik bagi sembahyang lima waktu
dalam pardhu yg lima oleh Allah kepada kita yg dihukum oleh
nabi Muhammad saw dengan menuntut SEMBAHYANG
DALAM DIRI KITA seperti kata dalil:
"AWWALUDIN MAKRIFATULLAH" bermula Agama itu
mengenal Allah
(SEMBAHYANG)
Arti yg AWAL itu NUR MUHAMMAD yaitu CAHAYA seperti
kata:
"KULLU SYAI IN AHAD WA KALIMAH"
NUR itulah yg terlebih besar daripada perkataan Al
Fatihah, adapun Fatihah itu yaitu PATI sekalian huruf, adapun
yg terkandung dalam Fatihah itu ada lima huruf yaitu:
1. ALIF
2. LAM
3. HA
4. MIM
5. DAL

-> keluar dari huruf ALIF ada lima yaitu:

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 72

1. WUJUD
2. DZAT
3. SIFAT
4. ASMA
5. AF'AL

-> keluar dari huruf LAM ada lima yaitu:


1. HATI atau roh
2. PARU PARU atau nur
3. LIMPA atau akal
4. EMPEDU atau iman
5. JANTUNG atau rahasia

-> keluar dari huruf HA ada lima yaitu:


1. DIRI YG TERDIRI
2. DIRI YG TAJALI
3. DIRI YG SEBENARNYA
4. DIRI YG ASLI
5. DIRI YG BERDIRI SENDIRI

-> keluar dari huruf MIM ada lima yaitu:


1. ALLAH
2. MUHAMMAD
3. ADAM
4. NYAWA
5. DIRI KITA

-> keluar dari huruf DAL ada lima yaitu:


1. BERDIRI BETUL
2. RUKUK
3. SUJUD
4. TAHYAT
5. SALAM

Inilah yg keluar dalam huruf F A T I H A H yg lima itu, Yg


melimpah Agama islam dalam dunia.
Sebab itulah kita difardukan Tuhan pada tiap tiap orang
islam sembahyang lima waktu dengan syaratnya dan syah
batalnya supaya jangan sia sia pekerjaan kita itu.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 73

Seperti jalan hukum orang yg Ahli syariat dan Ahli hakikat,


hendaklah kita samakan timbangan itu barulah sempurna,
seperti kata Hadist nabi saw:
" SYARIAT ITU JIKALAU TIADA HAKIKAT MAKA TIADA
BERTEMPAT "
maka hendaklah kita ketahui jalan ke duanya itu supaya boleh
sempurna Amal kita.
Adapun syariat itu ialah kelakuan yg zahir dan hakikat itu
kelakuan yg bathin, maka tiadalah boleh bercerai ia keduanya,
jikalau bercerai keduanya itu tentulah tiada boleh berdiri
barang sesuatu jua pun. (TUAK ILAHI)

79. MAKNA TERSIRAT AL FATIHAH


Tuak ilahi, 17 Desember 2015
Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin: DZAT MEMUJI
SENDIRINYA, DAN AKULAH DZAT YG WAJIBUL WUJUD
YG MENGETAHUI ZAHIR DAN BATHIN
Ar-rahmaanir-rahiim: PENGETAHUANMU NYATA
KEBESAR-ANKU, YG SEBENARNYA HANYALAH AKU
Maaliki yaumid-diin: RAJA DUNIA DAN AKHIRAT YG
MEM-PUNYAI KEBESARAN AKU ZAHIR DAN BATHIN
Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin: AKU YG
MENYEMBAH AKU, KEADAANKU ITU YG KAMU LAKUKAN
Ihdinash-shiraathal-mustaqiim: KENYATAANKU ATAS MU
DAN MUTLAK GANTIKU YAITU KELAKUAN KU TELAH
SATU PADAMU
Shiraathal-ladziina an'amta 'alaihim: SUATU ENGKAU
BIRAHI RUPAKU SEPERTI RUPA MU
Ghairil-maghdhuubi 'alaihim: ADAM ITU SEPERTI AKU
Wa ladh-dhaalliin: TIADA PERBEDAAN ENGKAU
DENGAN AKU
Aamiin: ENGKAU RAHASIAKU DAN AKU RAHASIA MU.
(TUAK ILAHI)

80. AL FATIHAH PADA DIRI


Tuak ilahi, 17 Desember 2015
Bismillaahir: KEPALA

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 74

Rahmaanir-rahiim: 0TAK
Al-hamdu lillaahi: MUKA
Rabbil-'aalamiin: TELINGA KANAN
Ar-rahmaanir: TELINGA KIRI
Rahiim: TANGAN KANAN
Maliki: TANGAN KIRI
Yaumid-diin: BELAKANG
Iyyaaka na'budu: LEHER
Wa iyyaaka nasta'iin: DADA
Ihdinash-shiraathal-mustaqiim: URAT DAN LIDAH
Shiraathal-ladziina an'amta 'alaihim: PUSAT
Ghairil-maghdhuubi: EMPEDU
'Alaihim: HATI
Wa ladh-dhaalliin: DARAH
Aamiin: JANTUNG. (TUAK ILAHI)

81. PUJIAN YG TERHIMPUN DALAM FATIHAH


Tuak ilahi, 17 Desember 2015
Bismillaahir: AKU MENJADIKAN DIRIKU
Rahmaanir: AKU MENGADAKAN MUHAMMAD
Rahiim: AKU MENGATAKAN RAHASIAKU
Al-hamdu lillaahi: YA MUHAMMAD AKU JUA YG
MEMUJI DIRIKU
Rabbil 'aalamiin: YA MUHAMMAD PEKERJAAN ITU
AKU JUA ZAHIR DAN BATHIN
Ar-rahmaanir-rahiim: YA MUHAMMAD YG MEMBACA
FATIHAH ITU AKU JUA MEMUJI DIRIKU
Maaliki yaumid-diin: YA MUHAMMAD ENGKAU JUA
GANTI KERAJAANKU TIADA LAIN YG SEMBAHYANG
ITU AKU JUA
Iyyaaka na'budu: YA MUHAMMAD AKU MEMUJI
AKAN DIRIKU
Wa iyyaaka nasta'iin: YA MUHAMMAD TIADA YG
TAHU AKAN DIRIKU KECUALI ENGKAU
Ihdinash-shiraathal-mustaqiim: YA MUHAMMAD YG
GHAIB ITU AKU DENGAN ENGKAU TERLETAK DALAM
KEMULIAANKU

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 75

Shiraathal-ladziina an'amta 'alaihim: YA MUHAMMAD


DENGAN KARNA SABDAKU MAKA JADILAH SEMUA YG
ADA INI
Ghairil-maghdhuubi 'alaihim walad-dhaalliin: YA
MUHAMMAD TIADA AKU KATAKAN KEPADA MEREKA
AKAN RAHASIAKU, KARNA AKU KASIH KEPADA UMAT
Aamiin: YA MUHAMMAD GANTI RAHASIAKU.
(TUAK ILAHI)

82. TAKBIRATUL IHRAM DAN AL FATIHAH


Tuak ilahi, 17 Desember 2015
Bermula syarat pada TAKBIRATUL IHRAM itu ada empat
perkara yaitu:
1. MI'RAJ
2. MUNAJAH
3. TAWAKKAL
4. BERKATA-KATA DENGAN ALLAH
adapun tempat MI'RAJ itu yaitu ketika kita mengucapkan
USALLI, maka kita i'tikatkan telah naik ke ARASY, dan telah
melihat CAHAYA yg sangat terang dan teramat indahnya
adapun tempat MUNAJAH itu yaitu ketika kita
mengucapkan ALLAH AKBAR, maka kita i'tikatkan telah
bertemu dengan Allah
adapun TAWAKKAL itu tempatnya YAKIN ketika kita
mengucapkan WAJJAHTU hingga akhirnya, maka kita
i'tikatkan menyerahkan diri sepenuhnya
adapun tempat BERKATA-KATA DENGAN ALLAH itu
ialah sewaktu kita membaca AL FATIHAH hingga akhirnya,
maka kita i'tikatkan telah BERKATA-KATA DENGAN ALLAH,
berhadapan langsung serta bersatu.
Tatkala kita mengucapkan: BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-
RAHIIM, maka kata Tuhan telah menyebut akan daku oleh
hambaku.
Tatkala kita mengucapkan: AL-HAMDU LILLAAHI RABBIL-
'AALAMIIN, maka kata Tuhan telah memuji hambaku akan
daku

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 76

Tatkala kita mengucapkan: AR - RAHMAANIR - RAHIIM,


maka kata Tuhan telah datang puji atasku oleh hambaku akan
daku
Tatkala kita mengucapkan: MAALIKI YAUMID-DIIN, maka
kata Tuhan telah membesarkan akan daku oleh hambaku
Tatkala kita mengucapkan: IYYAAKA NA'BUDU WA
IYYAAKA NASTA'IIN, maka kata Tuhan inilah antara aku
dengan hambaku, bagi hambaku adakah yg dipintanya
Tatkala kita mengucapkan: IHDINASH-SHIRAATHAL-
MUSTAQIIM, SHIRAATHAL-LADZIINA AN'AMTA 'ALAIHIM
GHAIRIL-MAGHDHUUBI 'ALAIHIM WALADH-DHAALLIIN,
maka kata Tuhan inilah antara hambaku, barang apa yg
dipintanya aku jua yg memberikanNya
Tatkala kita mengucapkan: AAMIIN, dengan tulus ikhlas
maka firman Allah ta'ala:
"AAMIIN ITU EMPAT HURUFNYA, DAN AKU AKAN
MEMBERI EMPAT FAEDAH DARIPADANYA,,
Maka sabda nabi saw : "BARANG SIAPA YG MEMBACA
EMPAT HURUF ITU DENGAN TULUS IKHLAS YAKIN AKAN
DIA, MAKA MEWARISKAN ALLAH TA'ALA AKAN DIA
DENGAN EMPAT KEMULIAAN yaitu :
1. Selamat pada titian siratal mustaqim.
2. Dimasukkan kedalam syurga tanpa dikira-kira.
3. Terlepas dari neraka jahim.
4. Diwahyukan untuk dapat melihat TuhanNya.
itulah kelebihan daripada AAMIIN itu, sabda nabi saw
Artinya : "AKAN ENGKAU LIHAT TUHANMU SEBAGAI
MANA ENGKAU MELIHAT BULAN PURNAMA". (TUAK ILAHI)

83. MENGHADAPI AKHIR KEHIDUPAN


Tuak ilahi, 17 Desember 2015
Bila keadaan kita semakin lemah, sehingga tidak dapat
melaksanakan zikir TUBUH, zikir NYAWA dan zikir RAHASIA,
maka pindah pada "A" "I" "U"
Dan bila tidak mampu lagi, perhatian berpindah kepada
KELUAR MASUKNYA NAFAS, dengan disertai keyakinan :
"DIA JUGA YG KELUAR, DIA JUGA YG MASUK, DIA JUGA
YG TIDAK KELUAR DAN TIDAK MASUK"

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 77

akhirnya perhatian kepada yg tidak BERSUARA, yg bukan


DENGUNGAN, bukan pula PENDENGARAN, bukan pula
NAFAS, tidak tersentuh oleh LIDAH, itulah yg dinamai dengan
istilah : "RAMBUT SELEMBAR"
ghaibkan dirimu kepada NUR, nanti MUHAMMAD yg
meneruskan kepada yg tidak terbatas yaitu DZAT, maka
dengan demikian DZAT TUHAN-NYA ia melihat kepada
TUHAN-NYA.
Firman Allah, Artinya : "HAI MUHAMMAD, BILA ENGKAU
DITANYAI TENTANG AKU KATAKAN BAHWA AKU LEBIH
DEKAT DENGAN URAT NADI". (TUAK ILAHI)

84. SYARAT MEMANDIKAN MAYAT


Tuak ilahi, 17 Desember 2015
1. KeislamanNya yg dimandikan oleh ABU BAKAR
2. Malunya yg dibungkus oleh UMAR
3. Cahayanya MUHAMMAD yg diniatkan membungkus
atau menyelimuti
4. Kemudian diniatkan lagi nama ALLAH yg tertulis
diwajah orang mati tersebut
5. ImamNya yg disembahyangi oleh USMAN
6. Baunya yg busuk dikuburkan oleh ALI
7. PendengaranNya dibacakan talqin, MUHAMMAD yg
menyampaikan
8. PerasaanNya dibacakan doa oleh MALAIKAT
9. Tanda-tandanya sudah bersih betul, bila telah
dirasakan ada sesuatu gerak yg terdapat dipusatnya. (TUAK
ILAHI)

85. DIRI RAHASIA INSAN


Tuak ilahi, 17 Desember 2015
Adapun yg disebut SIRR yaitu bathin mu itu melulu bathin
ku jua kata Allah.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 78

Adapun yg terhimpun di dalam tubuh kita ini ada dua ROH


yg harus di ketahui yaitu RUHUL KUDUS yg ke dua di
namakan R0HANI.
Adapun sebutan RUHUL KUDUS itu ialah HU dan sebutan
ROHANI itu ialah ALLAH, inilah yg kita cari yg di namakan
RAHASIA ALLAH dan MUHAMMAD.
INDUK RASA atau DIRI RAHASIA disebut R0H KUDUS
yaitulah HU, dari R0H KUDUS jualah R0HANI yg di sebut
ALLAH yaitu NYAWA sekalian manusia.
INDUK RASA yg disebut BABUNING R0H, atau RUHUL
KUDUS yg disebut HU.
RUH itu ada empat unsur yaitu:
1. Nafas
2. Tanafas
3. Ampas
4. Nufus

inilah yg disebut JAUHAR AWAL atau CAHAYA PERTAMA


atau NYAWA atau NUR MUHAMMAD.
Masuk nafas sirr yaitu HU yg disebut RUHUL KUDUS atau
WUJUD. Keluar nafas ghaib atau DZAT atau ALLAH, jadi
R0HANI adalah pancaran NUR DZAT yaitu HU.
RUHUL KUDUS Artinya roh yg suci dan juga disebut R0H
IDHAFI... jadi ROH IDHAFI lah yg memiliki sifat tujuh.
R0H IDHAFI disebut HU AHMAD inilah DIRI BATHIN kita
yg maha suci.
(RUHUL KUDUS) atau HU,, jadi HU mau dikenal lalu
bernama ia AHMAD (R0H IDHAFI)
Maka Allah itu maha suci (KUDUS DALAM BAHASA
IBRANI DAN KUDSI DIDALAM BAHASA ARAB)
jadi yg disebut sirr yaitu DIRI BATHIN, yg disebut DIRI
BATHIN yaitu RUHUL KUDUS, maka ia hendak menjadi
manusia disebut R0H IDHAFI bernama AHMAD dan ia zahir
bernama MUHAMMAD.
Maka dzikir "HU" itulah dzikir sirr, ia disebut juga dzikir
R0H yaitu RUHUL KUDUS, roh yg suci inilah bernama
AHMAD. (Tuak Ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 79

86. ALLAH ; MUHAMMAD ; INSANI


Tuak ilahi, 17 Desember 2015

~> BAGI ALLAH:


1. NURANI itu sifatku kata Allah.
2. ROHANI itu asmaku kata Allah.
3. INSANI itu af'alku kata Allah.
4. RABBANI itu dzatku kata Allah.

~> BAGI MUHAMMAD:


1. MUHAMMAD YG AWAL itu adalah Nurani.
2. MUHAMMAD YG AKHIR itu adalah Rohani.
3. MUHAMMAD YG ZAHIR itu adalah Insani.
4. MUHAMMAD YG BATHIN itu adalah Rabbani.

~> BAGI INSANI:


1. NURANI itu nyawa pada kita.
2. R0HANI itu hati pada kita.
3. INSANI itu tubuh pada kita.
4. RABBANI itu sir pada kita.

~> TERHIMPUN:
1. DZAT bagi Allah, DIRI bagi Muhammad.
2. SIFAT bagi Allah, RUPA bagi Muhammad.
3. ASMA bagi Allah, NAMA bagi Muhammad.
4. AF'AL bagi Allah, KELAKUAN bagi Muhammad.(TUAK ILAHI)

87. KAFIRNYA AKU


Tuak ilahi, 17 Desember 2015
Tuhan aku bingung, kalau bisa Tambahi lagi kebingungan-
ku. Jika aku kafir, maka tambahi lagi kekafiranku, Aku telah
mengkafiri agamaMu, dan Kekufuran bagiku adalah satu
kewajiban, Meski mereka menilaiku gila. (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 80

88. SELAMKAN DIRIMU DILAUTAN IKHLASH


Tuak ilahi, 3 Desember 2015
Sesungguhnya IKHLAS itu adalah menyatu dalam
DzatNya, hanya orang-orang yang tidak ikhlas yang tidak
akan bisa menyatu denganNya, karena ikhlas adalah intisari
dari rasa, jika kita belum memakan ikhlas maka kita tidak akan
bisa mengenalNya dengan akal pikiran kita
Sesungguhnya akal itu hanya alat untuk mengenalNya, jika
sudah berakal dan banyak akal namun tidak ikhlas,
sesungguhnya akal kita telah terhijab olehNya karena akal kita
berbau busuk sehingga menolak eksistensi ikhlas dalam
segala hal dalam jiwa kita
Hanya orang-orang yang mencapai AKU yang bisa Ikhlas,
karena sejatinya ikhlas adalah sejatinya AKU, Pada
hakikatNya Esa jua tak ada di bawah dan tak ada dimana-
mana, kesemuanya hanya berada dalam ESANYA, Ahad
dalam wahid dan wahid dalam ahad, ada dalam tiada dan
tiada dalam ada
Ikhlas itu adalah rasa artinya ikhlas itu adalah perasaan
Allah, akalNya Allah dan hatinya Allah semua serba ikhlas,
maka barang siapa yang punya sifat ikhlas dalam segala hal
maka dia telah memiliki sifat hati dan budi pekerti yang di
ridhoi Allah. (Tuak ilahi)

89. DIRI ITU ADALAH TUHAN


Tuak ilahi, 3 Desember 2015
Semakin Allah itu KAU cari DIA akan semakin jauh dan
tidak akan ketemu pangkal ujungya selain empiris dan ilmu
semata, namun jika kau yakini DIA dalam hatimu dalam
segala indramu dalam apapun disetiap langkahmu maka kau
akan tahu sesungguhnya DIA itu adalah AKU dalam dirimu
AKU kadang sebagai TUHAN, kadang sebagai IBLIS
kadang sebagai ANJING kadang sebagai BINATANG kadang
sebagai BATU yang ada dalam dirimu
karena AKU dalam dirimu seumpama wayang dan dalang,
AKU yang harus engkau Tauhidkan, Esakan, Ikhlaskan

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 81

Setiap diri adalah Tuhan bagi dirinya sendiri, karena diri


yang berTuhan selain pada dalam dirinya maka tidak akan
menemukan realitas Tuhan yang nyata, sebab ia hanya
menemukan Tuhan dalam teori dan teori belaka
Tuhan itu yang disebut diri, Karna diri akan menemukan
dirinya, dan setelah mengenali diri maka semuanya adalah
diri, tidak ada yg bukan diri, melainkan diri itu sendiri
karena diri itulah esensi ESA, dan tidak ada diri yang tidak
ESA, karena diri itu sesungguhnya DIA, hanya diri yang tidak
kenal dirinya yang tidak akan mengenal TuhanNya
DIRI = TUHAN = ALLAH = PENCIPTA = ESA = AKU =
DIRI.
Diri itu TUHAN, sedang Allah itu AKU, maka SAYA itu
adalah egois dalam diri yang harus ditauhidkan kepada AKU
kepada DIRI kepada TUHAN dalam diri yang menyatu dalam
AKU. (Tuak ilahi)

90. SALIB DIRI


Tuak ilahi, 30 November 2015
Setiap manusia sejak dilahirkan sudah memiliki pondasi
atau bibit al insanul kamil, namun eksisteni ini harus dibuka
dari segala sesuatu yang menghijab pada diri, qolbu, akal,
panca indra, dimana kesemuanya itu sangat tergantung pada
setiap butiran aliran darah yang secara berkesinambungan
mengaliri seluruh organ tubuh kita
Terkait dengan hal ini darah mengalir sangat banyak
dipengaruhi oleh faktor gerakan rohani dan jasmani, salah
satunya adalah perbuatan lisan kita. Perbuatan lisan yang
terbaik salah satunya adalah Dzikir
Tanpa kita sadari sebenarnya setiap jasad diri kita
membawa misi lambang yang mirip salib, cobalah kita
bentangkan kedua tangan kita, ternyata membentuk salib
bukan?
Tapi bukan hanya salib saja yang menjadi lambang ummat
kristiani, dalam sejarahnya kita dapat melihat bahwa bahwa
lambang bulan bintang atau bulan sabit yang sering di atas

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 82

masjid pertama kali yang menggunakan lambang ini adalah


dari salah satu gereja tua di palestina
Tanpa kita sadari jika kita tidak fanatisme membabi buta
kalau kita hayati diri kita sebenarnya membentuk salib,
tergantung kita mau mengakuinya atau fanatisme buta
sehingga setiap segala sesuatu yang menyerupai salib harus
kita benci kita hancurkan kita musuhi
Sifat fanatisme seperti ini adalah arogansi dalam bersyariat
yang timbul bukan dari semangat iman tetapi semangat iman
yang terbungkus oleh nafsu amarah sifat iri dengki yang tanpa
didasari oleh rasa syukur dan ikhlas karenaNya
Pada lambang insanul kamil yang mirip dengan salib
secara isyaroh oleh Allah swt sebenarnya telah di ukir dengan
lafal Allah pada kepala Muhammad, pada dada Abu Bakar,
Umar bin Khottob, Usman bin Affan, dan Saidina Ali RA,
Dimana ke empat tokoh ini adalah sahabat Muhammad
Rosulullah saw yang sering disebut tokoh khulafaaur rosyidin
Ke empat tokoh ini terukir pada kedua tangan al insanul
kamil. Mengapa harus beliau? sebab ini adalah simbol dan
identitas bahwa suri tauladan yang terbaik dan yang pantas
menghiasi tangan tangan kita adalah sifat dan prilaku seperti
beliau semasa hidupnya
Pada perut terukir nama Imam Syafii, pada kemaluan
Imam Maliki, pada lutut terukir nama Imam Hambali, dan pada
kaki terukir nama Imam Hanafi
Keempat tokoh ini adalah layak menjadi imam setiap
muslim dan yang seharusnya mengisi segenap dari gerakan
perut, kemaluan, serta kaki dengan segala prilaku serta ajaran
para imam yang mulia ini
Dengan semangat khulafaur rosyidin serta imam empat
insya Allah pola pembentukan dasar dasar al insanul kamil
akan mudah tercemin disetiap diri yang sedang berupaya
membuka segala hijab diri dari kebodohan serta kelemahan
kelemahan diri dari pengetahuan hakekatullah
Lambang dan simbol salib sebenarnya mengalir darahnya
yang terangkum asmanya dalam asmaul khusna adalah lafal
dzikir yang harus kita alirkan dari mulut kita menuju kepala,
dada, hati, perut, kemaluan, kaki, hingga menembus seluruh
sel darah kita

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 83

Dengan wasilah butiran butiran dzikir yang mengandung


asmaNya insya Allah akan dapat membuka banyak tabir hijab
hijab diri dari segala belenggu dan permasahalan hidup untuk
menuju pola hidup jasmani menuju pola hidup dan kehidupan
rohani yang maha luas maha luar biasa yang tidak mungkin
dapat kita uraikan dalam bahasa tulis dan lisan
Pada tahap seperti inilah akal akan menjadi wujudNya
pada tahap awal. (Tuak ilahi)

91. SANG PENCIPTA NAMA


Tuak ilahi, 29 November 2015
ALLAH itu telah diciptakan oleh akal, Jika Allah tidak
diciptakan oleh akal manusia maka sungguh tidak akan ada
nama Allah
karena Allah itu sesungguhnya bukan Tuhan, dia hanya
sekedar namaNya bukan Tuhan yang sebenarnya
barang siapa berniat menyembah Allah sungguh dia tak
ubahnya menyembah patung atau berhala belaka alias
manusia manusia yang tertipu
Padahal Tuhan sebenarnya ada pada titik lafal
BASMALAH yaitu pada BI, inilah hakekatNya
Bagaimana menurut anda? silahkan berpendapat bebas
sesuai keilmuan masing-masing. (Tuak ilahi)

92. berkhayALLAH
Tuak ilahi, 28 November 2015
Ketika Al-Quran diberhalakan oleh para logika penyembah
berhala ALLAH saat itu Al-Quran benar benar menjadi koran
koran yang tidak berguna, hingga pada akhirnya Al-Quran
benar benar hanya tulisan biasa sama persis dengan koran
nach ketika ALLAH swt menjadi Tuhan masih berhala,
maka arsyNya Allah berada di istana yang bernama akal
logika, namun dengan akal logika ini jika akan terus
melanjutkan IQRO' Nya maka barulah berhala ALLAH itu akan

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 84

diganti dengan DzatNya yang sudah terlepas dari berhala


berhala akal
Akal sebagai mediasi atau sebagai arsy berhalaNya selalu
penuh dengan kenikmatan kenikmatan, nach.. kenikmatan
kenikmatan akal disini sering kali disebut dengan surga atau
neraka, jika akalnya berfikir positif maka dia akan mendaptkan
surga akal, jika akalnya selalu negatif maka dia akan
mendapatkan neraka akal dan seterusnya
satu kunci kejahatan dari berhala akal adalah susah di
taklukkan untuk menjadi IKHLAS, sebab ketakutan akal
terhadap mahluk yang bernama IKHLAS adalah karena akal
takut dirinya akal itu akan di kosongkan atau di netralkan oleh
mahluk yang bernama IKHLAS, makanya tidak semua akal
logika manusia bisa IKHLAS hanya yang mendapat
hidayahNya semata saja yang bisa masuk dalam zona ikhlas
ini.
Apa yang anda baca ini sebenarnya masih berhala berhala
akal logika saya untuk anda, JANGAN TERTIPU OLEH
KEJAHATAN BERHALA AKAL WAHAI SAUDARAKU
soal surga dan neraka itu ada dalam berbagai maujudNya
misalnya ketika maujudNya ada di alam dunia maka surga
dan neraka juga ada, ini adalah surga dan neraka dunia, dan
ketika logika sudah mati alias kosong melompong tanpa isi
apapun termasuk segala ilmu, syariat, thariqat dan makrifat,
maka yang tinggal hanya HAKEKAT, pada titik inilah akal
akan mati dan barulah kita akan masuk dalam pintu pintu
surga hakekat alias surga yang sebenarnya
maka tidak salah alias benar sekali jika dalam Al-Quran
disebutkan ada beberapa surga, surga surga inilah
sebenarnya hakekat diriNya DzatNya Allah swt
dari itulah mengapa nama ALLAH di era modern ini tidak
memiliki karismatik dan karomah, karena nama ALLAH telah
diliberalisasi menjadi Tuhan yang disamakan dengan
BERHALA
Jadi sampai kiamat konsep ini tidak akan tuntas, karena
terlalu ALLAHU AKBAR terlalu SUBHANALLAH, maka
sebenarnya kita hanya perlu AL HAMDULILLAH hingga
terciptalah LA ILLAHA ILLALLAH dalam akal dalam qolbu
dalam segalaNya. (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 85

93. PENYEMBAH BERHALA


Tuak ilahi, 27 November 2015
BISMILLAH : dengan nama Allah, ARTINYA Dzat Tuhan
untuk memudahkan akal manusia memahami diriNya kita di
suruh menyebut namaNya sebagai ALLAH, artinya disini
DzatNya menyadari bahwa diriNya harus di logikakan atau
bahasa kasarnya di bendakan atau di maujudkan dalam
bahasa akal, untuk memudahkan manusia maka DzatNya
menyebut diriNya dengan nama ALLAH, artinya nama ALLAH
disini masih bermaujud alias berhala
AKU adalah ALLAH sementara engkau bukanlah Allah
hanya AKU dan AKU saja yang pantas disebut ALLAH SWT,
Artinya AKU adalah penguasa dari berhala berhala yang
bernama ALLAH
ALLAH itu sebenarnya serupa dengan LATTA UJJA dan
MANNA hanya bedanya nama nama itu belum di
TAUHIDKAN atau belum tauhid dalam keesaan berfikir logika
pada jaman jahiliyah ketika itu
Maka dari itu Aku tidak menyembah berhala yang bernama
ALLAH, sebab berhala LATTA UJJA MANNA telah mati di era
jahiliyah, namun masih hidup dan digantikan berhala yang
bernama ALLAH dizaman moderen
ketika engkau sedang menyebut nama ALLAH disetiap
kehidupan ini dan bahkan engkau dzikirkan hingga berjuta juta
kali, namun tidak sedikir saja manusia yang mengucapkannya
tetap saja tidak mendapatkan apa apa, hal ini terjadi karena
pikiran logika dan qolbunya masih memberhalakan ALLAH
sebagai Tuhanya, nach pada takaran seperti inilah sehingga
banyak muslim mentalnya dan moralnya menjadi maling
penipu koruptor dll karena dia sebenarnay bukan muslim
tetapi para penyembah berhala yang durjana. (Tuak ilahi)

94. TOLONG JELASKAN


JIKA AJARAN ANDA ITU BENAR
Tuak ilahi, 26 November 2015
Semua ucapan, pandangan, tulisan, langkah, apapun
gerak kerik diri dan kiprah jiwa raga adalah doa kepadaNya,
termasuk prasangka prasangka dalam diri yang terucap

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 86

maupun yang sekedar terlintas dalam akal diri. Maka yang


terbaik bagi diri adalah meluruskannya seperti IHDINAS
SHIROTHOL MUSTAKIM. Karena semua unsur diri unsur jiwa
akan menuntut kita kelak jika kita tidak mengajak kepadaNya.
Padahal yang menuntut itu siapa? Yang dituntut itu juga
siapa? Tolong kaum syariat jelaskan hal ini lebih detil lagi biar
kami yang sesat dapat pencerahanNya..! (Tuak ilahi)

95. AKU ADALAH ALLAH


Tuak ilahi, 26 November 2015
AKU adalah ALLAH,,, Aku adalah diri,,, Aku akan fana
dalam AKU,,, maka AKU adalah hakekat ESA,,, AKU adalah
puncak IKLHAS,,, AKU adalah ALLAH,,, AKU yang telah
mengesakan aku dalam AKU,,, AKU adalah ALLAH...
AKU adalah esaNya,,, AKU adalah DzatNya,,, AKU adalah
hakekatNya,,, AKU adalah diriNya,,, AKU adalah DIA,,, AKU
adalah ALLAH,,, ALLAH adalah AKU...
Esaku bukan satu,,, ESaku bukan bilangan,,, Esaku bukan
tunggal,,, Esaku bukan jumlah,,, Esaku bukan kata,,, Esaku
bukan termaknai,,, Esaku bukan dimaknai,,, Esaku adalah
AKU,,, AKU hanya AKU...
AKU hanya dalam diriku dalam diriNya,,, AKU telah
membunuh aku dalam fanaku,,, AKU telah bercermin dalam
diriku,,, AKU telah singgah dalam hatiku,,, AKU telah
menguasaiku,,, AKU hakekatnya diriku,,, AKU adalah ALLAH
SWT... (Tuak ilahi)

96. SEMUANYA ADALAH HIJAB


Tuak ilahi, 25 November 2015
Semua pengetahuan ma'rifat itu adalah hijab, maka
lepaskan ma'rifat itu, Lepaskan pula "keadaan" ma'rifat itu,
lalu teruskanlah perjalananmu menuju Dia.
Engkau berzikir kepadaNya itu hanyalah pintu, jangan
berdiri terus di pintu zikir, jalanlah dan masuklah ke dalam
zikir itu, temuilah sumber zikir itu.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 87

Zikir itu ternyata figur yang engkau kenal, Menyatulah


dengannya jangan pernah berpisah, karena zikir adalah
engkau dan engkau adalah zikir.
Berjalanlah tuk meninggalkan maqam zikir, karena maqam
itu adalah hijab, Berjalanlah terus sampai engkau
meninggalkan Dirimu, karena Dirimu adalah hijab.
Kosong...kosong...kosong...sebagaimana seorang bayi
mungil, tanpa apa-apa, tanpa pengetahuan, tanpa mengenal
dirinya... tanpa... tanpa.... Kosong lalu kembali berisi.
Kosong, lalu terbitlah noktah atau titik, lalu terbentuklah
kun Alif, lalu terbentuklah kun alam semesta.
Alam semesta yang luas tiada terbatas, sebagaimana Dia
yang tiada terbatas oleh prasangka, perkiraan, praduga, maka
disebutlah Dia SUBHANALLAH, Dia Allah, Dia Aku
Aku adalah Allah, Berapa banyak Aku yang ada didunia,
begitulah banyaknya Allah. Makanya Allah yang mana mau di
ikuti ??? (Tuak ilahi)

97. KONSEP PARA PENDAHULU


Tuak ilahi, 25 November 2015
Dalam memahami AKU adalah ALLAH dan ALLAH adalah
AKU sungguh dalam konsep ini saya 100% membenarkan
ajaran kanjeng Syehk Siti Jenar, Mansyur Al Halaq, Rumi
dll...
Sudah saatnya ajaran ini menjadi pemikiran bagi setiap
muslim dan mukmin dalam beriman. Jika seorang mukmin
tidak menggunakan konsep ini di era modern, maka akan
hanya melahirkan seorang muslim yang ahli sholat tapi hobi
maksiat, ahli syariat tapi suka korupsi, pinter baca Al - Quran
tapi hobinya pacaran, mengaku beriman tapi masih hobi
perempuan. semua ini karena dampak hilangnya AKU
sebagai ALLAH dalam dirinya telah lenyap. (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 88

98. CAHAYA RABBANI


Tuak ilahi, 24 November 2015
Satu kunci rahasia dalam pemahan AKU sebagai esensi
tuhan, engkau semua sudah tahu bahwa hati adalah
merupakan cahaya rabbaniyah yang mampu mempengaruhi
akal yang pada esensinya sebagai cahaya tuhan.
Dari makna ini dapat engkau pahami bahwa hakekat hati
adalah hakekat esensi dzat tuhan, sedang dzat tuhan telah
memancarkan diriNya pada akal sebagai cahayanya.
Jika engkau mampu menangkap cahaya tuhan dalam akal,
maka hasil yang akan keluar ada dua yaitu akal positif dan
akal negatif. kedua akal ini adalah sama sama refleksi dari
cahaya tuhan. namun ternyata memiliki dampak dua sisi yang
berbeda.
maka disinilah peran AKU dalam dirimu sebagai esensi
tuhan untuk dapat mengendalikannya. Jika engkau semua
mampu maka kalian akan menjadi AKU sebagai esensi dan
realitas tuhan dan sungguh kalian akan mampu menggali diri
secara obtimal hingga sedetikpun kalian tidak pernah terlepas
dari penggalian diri sendiri, sungguh luar biasanya AKU dalam
diri yang telah menajdi esensi tuhan.
Dalam formulasi ini jangan lupa satu syarat lagi bawah
esensi tuhan bertumpu pada Qs. Al-Ikhlas dimana surat ini
adalah kunci dalam pemahaman esensi dari tuhan yang ada
dalam istananya yaitu QOLBU.
Jika ikhlas sudah menjadi tumpuan dalam penghayatan
pemahaman AKU sebagai esensi tuhan, maka semua orang
tidak akan terjebak pada syirik, fasik, dll karena AKU telah
masuk dalam koridor batas ruang dan waktu IKHLAS yaitu
mengesakan ALLAH dalam segala hal
dan segala hal engkau esakan dengan ALLAH yang
bersemayam dalam AKU dan ke akuan diri telah lenyap
masuk dalam ke AKU an tuhan yang sebenarnya.(Tuak ilahi)

99. MANUNGGAL KAWULA GUSTI


Tuak ilahi, 23 November 2015
Aku adalah tuhan, tuhan adalah aku, pencipta dan ciptaan
adalah satu, manunggal kawula gusti

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 89

sebuah kesucian yang tiada terikat ruang dan waktu, yang


tidak menemukan batasanNya dalam sebuah dimensi wujud
Alam semesta adalah syareat dari Allah dimana hakekat
yang berada didalamnya membuat alam semesta itu kekal
dalam kesucian yaitu sejarahnya yang tiada diawali dan tiada
diakhiri
maka garis besar agama yang membahas tentang iman
adalah menselaraskan seluruh syareat kedalam hakekat...
yaitu mensucikan hidup dan kehidupan.... Orang yang mampu
menembus hal itu disebut sebagai orang yang mukmin
Sebuah titik yang maha tinggi yang dalam islam disebut
sebagai Allah, atau dalam budha sebagai anatta, atau tuhan
atau yahweh atau gusti murbeng dumadi atau sang hyang
widi atau apa saja yang menggambarkan sebuah kemuliaan
yang tiada terbatas itu... Ternyata menyatu dalam sebuah
hakikat....
Totalnya ada sebagai jagat raya dan sebagai haq pribadi,
adalah pribadiMu sendiri... maka hakekat hukum Allah adalah
kesucian dalam pribadiMu yang harus engkau jaga.... dalam
konsekwensi dan keberadaanMu dialam semesta ini. (Tuak
ilahi)

100. RASA TAKUT


Tuak ilahi, 23 November 2015
Jika engkau masih memiliki rasa takut dikafirkan orang,
takut dikatakan sesat, takut tidak makan, takut jatuh miskin,
takut tidak punya duit dan tidak berani melakukan segala
perbuatan karena ALLAH.
Maka sebenarnya engkau perlu belajar diri lagi untuk
meningkatkan keikhlasan diri kepada ALLAH secara totalitas,
Allah disini adalah AKU yang ada didalam dirimu sendiri,
sehingga dirimu sudah terbebas dari dimensi ruang dan waktu
Pada saat seperti itulah kau akan mampu bersikap bijak
dan ikhas, hal ini sudah pernah diberikan isyarat oleh
Rosulullah SAW, ketika dia diludahi orang tetapi dia tetap
tersenyum, artinya disini telah berlaku hukum makrifat diri

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 90

rosulullah yang sudah pada tahap ke akuan diri sebagai


realitas Tuhan. (Tuak ilahi)

101. FIRMAN-KU
Tuak ilahi, 22 November 2015
Jika engkau memahami ke esaan dan ke tauhidan AKU
sebagai esensi dari hakekat tuhan, sudah pasti engkau masuk
dalam dimensi ruang dan waktu, maka wajar sekali barometer
ini menjadi kepribadian dirimu. masih ingatkah engkau dengan
firman-Ku,?
"Sesungguhnya AKU adalah sesuai dengan
prasangkamu". Masih ingatkah engkau atas firman-Ku ?
"Sesungguhnya apapun yang kau lihat itu adalah
wajahKu".
Dari kedua ayat ini memiliki penafsiran yang sangat luar
biasa dan tidak tak terbatas pada sekedar pemahaman logika
saja.
Jika engkau hanya sekedar sebatas pemahaman logika
maka sebesar itulah esensi AKU pada diriMu. (Tuak ilahi)

102. AKU-LAH RABB


Tuak ilahi, 22 November 2015
Aku adalah Rabb kalian yang tertinggi (QS. an-Naziat: 24)
Aku tidak mengetahui bagi kalian ada ilah atau
sesembahan selain diri-Ku (QS. al-Qoshosh: 38)
Tapi kaum syariat menentang hal itu, padahal
sesungguhnya mereka telah meyakininya di dalam hatinya, itu
semua karena sifat zalim dan karena mereka merasa lebih
tinggi di hadapan manusia (QS. an-Naml: 14)
Iman mereka terhadapKu belumlah cukup untuk
memasukkan mereka ke dalam Islam.
Aku telah berfirman (yang artinya), Dan tidaklah
kebanyakan mereka beriman kepadaKu, melainkan mereka
juga terjerumus dalam kemusyrikan (QS. Yusuf: 107)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 91

seharusnya mereka sadar bahwa hakekat diri itu adalah


AKU dan tuhan yang sebenarnya itu adalah AKU dalam
dirimu.
Karena esensi AKU dalam diri adalah ESA, ESA dalam
pengertian ketauhidan adalah SATU, satu dalam ilmu makrifat
dan makrifat diri bukan satu bilangan tapi satu dalam segala
hal, yakni mengesakan AKU dalam segala hal dan Aku di
esakan dalam segala perbuatanNya. Sehingga orang awam
mengatakan ikhlas adalah sebuah sikap dan perbuatan luhur.
Padahal ikhlas itu adalah KE-ESAAN-KU, jika kau pahami
dengan benar hakekat ikhlas dalam surat Al-Ikhlas maka kau
akan lebih banyak menemukan keAKUan mu sebagai esensi
Tuhan.
Memang sebenarnya Tuhan itu semakin kau gali dalam
dirimu maka secara jujur pada esensinya hakekat tuhan itu
ialah AKU... AKU tuhan dan AKU yang ada didalam diri itulah
realitas Tuhan, barang siapa yang mampu mengenali AKU
maka 100% akan mengenali Tuhan beserta dzatNya. (Tuak
ilahi)

103. SIRNA
Tuak ilahi, 20 November 2015
Dalam diam aku ingin bercinta, dalam hitam aku ingin
tiada, dalam gelap aku ingin tafakur, zikir dan doa. Dalam
terang hanya kuingin Engkau yang satu adanya, lainnya tiada.
Dalam keramaian aku tak ingin semua ada, kecuali Engkau
yang nampak. Dalam terang ini, dalam gelap ini, dalam
semuanya, kuingin diriku sirna tenggelam dalam Engkau.
(Admin: Cacing Merah, muridnya Tuak ilahi)

104. ELING LAN WASPODO


Tuak ilahi, 5 November 2015
Telah kubaca sejumlah karya Saat membaca buku
filsafat, kujumpai berbagai pengembaraan alam pikir

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 92

Saat membaca beberapa karya Khalil Gibran, kulihat


luasnya pengembaraan jiwa
Saat membaca karya Jalaluddin Rumi, kulihat indahnya
tarian cinta yang penuh totalitas
Saat membaca karya Bahauddin Naqsyabandi, kulihat
kedalaman cinta yang terukir
Saat membaca karya Ibnu Athaillah As-Sakandari,
kudapati mutiara-mutiara cinta
Saat membaca karya Abd al-Qadir al-Jaelani, kulihat kilau
cahaya cinta
Saat membaca serat leluhur jawa, terdapat bening-nya
rohso yang menyatu dalam nafas cinta
Selanjutnya membaca diri-ku sendiri, Yang terlihat hanya
buntalan daging yang bau dan gampang membusuk
Jika Luasnya langit menjadi dinding jiwa Bumi yang
menghampar membalut raga Api amarah telah dibasuh
menjadi bara suci Udara menyatu dalam hembusan nafas
kehidupan Beningnya air bersenyawa dengan darah yang
mengalir
Dan Cahaya telah menyatu dengan sumber cahaya
Hidup dalam kehidupan yang maha hidup Kuasa-Nya
mewujud dalam gerak... Maka Mekarlah bunga alam
semesta... Sebagaimana tujuan ia mencipta
Awalnya Kosong dalam keberadaan-Mu Hidup berada
dalam kehidupan-Mu Semesta mewujud atas keagungan-
Mu Awal dan akhir bersimpul pada dzat-Mu
Dzat yang tunggal Bertahta dalam singgasana
keabadian Maha-daya dalam mencipta kehidupan
Meliputi segala ruang hidup tanpa batas... Membangun garis
edar atas semua gerak Menggelar, menata dan
menggulung jagad
Dari dzat yang tunggal Tergelar jagad dalam peraduan
cinta-Mu Terbangun gerak hidup atas kasih sayang-Mu...
Terwujud keselamatan atas curahan keridloan-Mu Tersuguh
keindahan sebagai perwujudan atas rahmat-Mu... Terlahir
kemuliaan yang hadir sebagai tanda atas keberkahan-Mu
Maka berbagilah dalam diam, Bersuaralah dalam diam,
Bergeraklah dalam diam, Mengertilah dalam diam, Memahami

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 93

dalam diam, Membangun dalam diam, Diam dalam dekap,


Diam dalam hening, Diam dalam kerinduan
Melihat dengan diam, Membaca dengan diam, Merasakan
dengan diam, Diam melebur, Diam membatu, Diam
membangun
Dalam diam, merajut, Dalam diam, menyemai, Dalam
diam, menyelam, Hidup dalam kediaman, menata keindahan,
Hidup dalam kediaman, menikmati kedamaian Hidup dalam
kediaman, merasakan kedalaman hidup
Wasiat leluhur Jawa : eling lan waspodo
Eling atau ingat, akan asal dan tujuan hidup Waspodo
atau waspada, pada tiap gerak dan jengkal langkah
Eling lan waspodo Begitu penting dalam menapak dan
menjalani proses kehidupan ini(Tuak ilahi)

105. TUHAN DAN BAYANG-BAYANG


Tuak ilahi, 5 November 2015
Wahai diri, Mengapa engkau mengendap-endap di sana
memburu jalanku berkelana?
Ternyata dialah bayangku yang setia, mengekorku dalam
dosa dan kenang, kini kulihat Tuhan dalam batinku, Satu
pertemuan yang tak terpisahkan
Tuhan dan bayang-bayang bertemu siang dan malam,
Tuhan dan bayang adalah Kau dan aku dalam kasih sayang
Terasa bahwa engkau kan berkata dan mesti berkata
padaku, Tuhan kalam apa kan kuucapkan, sedang lidah dan
tanganku semakin fana?
Sekali pertemuan ini dan selamanya kan bertemu, tanpa
akhir perpisahan, karna tiada jarak antara kita
Wabud Rabbaka hatta yatiyaka al-yaqin : Dan sembahlah
Tuhanmu sehingga Rabb-mu itu hadir (terasa hadir) dalam
rasa hatimu. (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 94

106. AKU ANTARA ADA DAN TIADA


Tuak ilahi, 2 November 2015
Sebuah ledakan besar merisaukanku, pada awalnya hanya
satu, negatif memutari inti sampai kiamat, Serupa aku
mengitari Kau dengan puisi, Hingga kau makrifat
Menjawab seribu pertanyaan dan tantangan dari sepotong
kalimat yang tak jelas ujung pangkalnya, Sesuatu bukan hal
yang beku sebelum mati, Ia adalah air dan udara yang
berubah bentuk menjadi apa, buat apa, demi apa, dan apa-
apa.
Tiada yang lebih bijak daripada kediaman cinta dan rindu
yang membara, Membakar diri menjadi abu, menjadi baru,
menjadi kisah, menjadi kasih, Sampai hilang diri, sampai
lebur, kini Aku adalah Allah dalam raga, Dan kau adalah
materi cahaya meluruh di sekitarku, PilihanMu cuma
menunggu, Tuhan siap membuka, Aku itu ada atau tiada. (Tuak
ilahi)

107. HAKIKAT CINTA


Tuak ilahi, 2 November 2015
Abdul Faidh Dzun Nuun Al-Mishry Ketika ditanya apa
sesungguhnya hakikat cinta itu beliau menjawab :
"Bahwa engkau harus mencintai apa yang dicintai Allah
SWT, engkau membenci apa yang dibenci-Nya, engkau
memohon ridho-Nya, engkau tolak apa sekalian yang akan
merintangi engkau menuju Dia. Dan jangan takut kebencian
orang yang membenci. Dan janganlah melihat diri sendiri.
Karena dinding yang amat tebal untuk melihat-Nya ialah
lantaran melihat diri sendiri."
Pada suatu hari beliau berjumpa dengan seorang rahib.
Kemudian Dzun Nuun bertanya kepadanya : "Apa arti cinta
menurut pendapat tuan?"
Kemudian rahib tersebut menjawab : "Cinta sejati tidak
mau dibelah dua. Kalau cinta telah tertumpah kepada Allah,
tidaklah ada cinta kepada yang lain lagi. Kalau cinta
bertumpah kepada yang lain, tidaklah mungkin dipersatukan
cinta itu kepada Allah. Oleh karena itu bertafakkurlah engkau
meneliti dirimu siapakah sesungguhnya yang engkau cintai?"

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 95

Kemudian Dzun Nuun meminta pula supaya diterangkan


apa sebenarnya sari (inti) cinta. Rahib itu menjawab : "Akal
pergi, air mata jatuh, mata tak mau tidur, rindu dendam
memenuhi jiwa, dan kecintaan berbuat apa yang
sekehendak."
Setelah itu Dzun Nuun pun berpisah. Beberapa lama
ketika menunaikan ibadah haji ke Mekkah Dzun Nuun melihat
rahib itu sedang tawaf. Aku temui dia. Badannya terlihat lebih
kurus dibandingkan dahulu. Ia berkata kepadaku :
"Hai Abdul Faidh! Janji perdamaian telah ditandatangani,
pintu telah terbuka dan Dia telah menganurahikan jalan
bagiku agama Islam..."
Menurut Dzun Nuun Al-Mishry, Makrifat itu terbagi tiga :
1. Makrifat orang mukmin biasa : Orang ini mengenal Allah
karena ajaran yang memang telah diterimanya.
2. Makrifat orang yang ahli bicara (Mutakallimun) dan
hukama (Filosof) : Mereka mencari Allah dengan perjalanan
akalnya.
3. Makrifat Waliyullah : Yang dekat kepada ALLAH, dan
kenal akan ALLAH dari qalbunya. Pandangan cinta dan
makrifat inilah yang menjadi sandaran para ahli tasawuf atau
tarekat sesudahnya. (Tuak ilahi)

108. RAHASIA TETAPLAH RAHASIA


Tuak ilahi, 1 November 2015
Beberapa ucapan sahabat yang menggambarkan betapa
rahasianya Ilmu Hakikat itu antara lain ucapan Abu Hurairah,
Apabila aku ceritakan niscaya Halal darahku,
Apabila hakikat itu diceritakan dengan bahasa salah maka
nyawa sebagai taruhan, atau ucapan saidina Husaen ra,
Apabila aku jelaskan hakikat itu kepada kalian niscaya kalian
akan menuduh aku sebagai penyembah berhala.
Orang yang telah mencapai kaji disana akan tersenyum
membaca ucapan dari saidina Husein, dan andai hakikat itu
dibuka di zaman sekarang pasti orang akan menuduh yang
sama yaitu dianggap orang yang mengamalkan hakikat itu
sebagai penyembah berhala.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 96

Sungguh luar biasa Allah melindungi ilmu-ilmu berharga


tersebut demikian rahasianya, ditempatkan di dalam qalbu
para hamba-Nya sehingga tidak seorangpun bisa
mengambilnya.
Allah telah melindungi ilmu-ilmu berharga tersebut dengan
hijab (penghalang) cahaya sehingga manusia tidak akan
melihat karena begitu terangnya cahaya tersebut.
Rahasia itu hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang telah
bermandikan cahaya, larut dalam Dzat-Nya sehingga apa
yang menjadi rahasia tidak lagi menjadi rahasia.
Apa yang pernah saya sampaikan bukanlah hakikat, tapi
tulisan-tulisan ilmu hakikat untuk memberikan semangat untuk
mencari kebenaran, mencari pembimbing yang menuntun dan
membimbing kepada Allah.
Dengan mendapat bimbingan dari Allah sehingga tidak lagi
tersesat dibelantara jalan tanpa arah dan dengan tenang
kembali kepada asal kita masing-masing.
Rahasia tetaplah rahasia dan tetap akan menjadi rahasia
sepanjang masa kecuali orang-orang yang telah berada
dalam rahasia tersebut.
Rahasia tersebut hanya bisa terbuka lewat Qalbu kepada
Qalbu, ditransfer dengan teknik khusus yang diajarkan
Rasulullah saw kepada para sahabat dan dari para sahabat
kepada sekalian Guru Mursyid sampai saat sekarang ini.
Rahasia itu tidak akan pernah bisa ditembus kecuali oleh
orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah SWT. Semoga
Allah yang Maha Pemurah selalu berkenan membuka hijab-
Nya sehingga bisa memandang keindahan wajah-Nya dari
dunia sampai akhirat., Amin ya Rabbal Alamin!. (Tuak ilahi)

109. SIMPLE
Tuak ilahi, 16 Agustus 2014
Orang berilmu berjaga malam karna ilmunya, Orang jahil
berjaga malam karna jahilnya.... (Tuak ilahi)

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 97

110. HAKIKAT ILMU


Tuak ilahi, 19 Juli 2014
Abu Ja'far Ash-Shaidalani berkata: "ADA TIGA JENIS
HAKIKAT YAITU: HAKIKAT BERSAMA ILMU,,, HAKIKAT YG
ILMU BERSAMANYA,,, DAN HAKIKAT TANPA ILMU". (Tuak
ilahi)

111. BERDOALAH DENGAN LIDAH KEHINAAN


Tuak ilahi, 2 Juli 2014
Wahai tuak, hendaklah engkau berdoa tidak
membebankan diri dengan bersajak dan hafalan, karna
sesungguhnya orang yg berdoa itu KEADAAN ORANG YG
MERENDAHKAN DIRI, membebankan diri itu tidak sesuai
dengan doa.
Sadarkah engkau wahai tuak, bahwa Allah telah
menyindirmu dengan firmanNya: "BERDOALAH KEPADA
TUHANMU DENGAN MERENDAHKAN DIRI DAN SUATU
(suara) YG LEMBUT. SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK
MENYUKAI ORANG-ORANG YG MELAMPAUI BATAS"
(Qs. Al-A'raaf: 55).
Dan ingatlah juga bahwa sebagian kaum sufi ada berkata:
"BERDOALAH DENGAN LIDAH KEHINAAN DAN
KEBUTUHAN, BUKAN DENGAN LIDAH FASIH DAN
LANCAR". (Tuak ilahi)

112. FANA
Tuak ilahi, 1 Juli 2014
Barang siapa meninggalkan tingkah laku dengan lidah
syariatnya, maka dia fana (kosong, sirna, tiada, atau gugur)
dari syahwatnya.
Barang siapa fana dari syahwatnya, maka dengan niat yg
ikhlas dia menjadi baqa' dengan kebenaran tobatnya.
Barang siapa zuhud dalam dunia dengan hatinya, maka ia
fana dari kesenanganNya.
Jika fana dari kesenangan dunia, maka ia baqa dengan
tobatnya.

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 98

Barang siapa terobati akhlaknya, sehingga hatinya fana


dari sifat hasud, dendam, bahil, rakus, marah, sombong, dan
sifat-sifat lainnya yg merupakan jenis kebodohan nafsu, maka
dia fana dari akhlak yg tercela.
Jika fana dari ketercelaan akhlak, maka dia baqa' dengan
fatwa dan kebenaran.
Barang siapa telah mampu menyaksikan gerak aliran
kekuasaanNya dalam manifestasi pemberlakuan hukum-
hukum ketuhanan, maka dia dikatakan sebagai orang yg fana
dari perhitungan dua kejadian (AWAL KEJADIAN DAN
PROSES PENGGANTIAN ATAU PENGULANGAN) yg
berlaku pada semua makhluk.
Barang siapa fana dari bayangan pengaruh-pengaruh
sesuatu yg berubah-rubah, maka dia baqa dengan sifat-sifat
Al Haq.
Barang siapa yg dikuasai oleh kekuasaan hakikat
(PENAMPAKAN AL HAQ) sehingga tidak bisa menyaksikan
hal-hal yg berubah-rubah, baik berupa dzat, bekas-bekas,
tapak-tapak, catatan, maupun peruntukannya, maka fana dari
mahluk dan baqa dengan Al Haq. (Tuak ilahi)

113. HATI ITU TEMPAT KASYAF


Tuak ilahi, 29 Juni 2014
"KETAHUILAH, BAHWASANYA DIDALAM TUBUH
SESEORANG ITU ADA SEGUMPAL DAGING, YANG
APABILA SEGUMPAL DAGING ITU BERSIH, BERSIHLAH
TUBUH SEMUANYA, DAN APABILA RUSAK, RUSAKLAH
TUBUH SEMUANYA, DAN KETAHUILAH, DIA ADALAH
HATI".Dan selanjutnya menurut pandangan sufi, hati adalah
tempat kedatangan kasyaf (membuka hijab rahasia Allah) dan
ilham (tempat petunjuk).
Ia berfungsi sebagai alat untuk marifat dan menjadi cermin
yg memantulkan (tajalli) makna-makna yang sirr
Adapun yang dimaksud dengan tempat kasyaf atau ilmu
batin adalah cahaya yang terang dalam hati yang bersih yang
mendatangkan marifatullah yang hakiki, dia adalah suatu
cahaya yang menghilangkan tutup (tabir) hingga menjadi jelas

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 99

kenyataan Allah, sangat jelas sekali sama dengan penglihatan


mata yang tidak diragu-ragukan lagi.
Sedangkan yang dimaksud dengan ilham adalah petunjuk
dari Allah secara insting atau secara spontanitas yang
merupakan perwujudan ilmu laduni.
Hati agar dapat selalu bersinar perlu dibersihkan dan alat
pembersihnya adalah dzikir kepada Allah, sebagaimana
disebutkan dalam hadist :
"BAHWASANYA BAGI TIAP-TIAP SESUATU ITU ADA
ALAT UNTUK MENSUCIKAN DAN ALAT UNTUK
MENSUCIKAN HATI ITU IALAH ZIKRULLAH". (Tuak ilahi)

114. RAHASIA KEHIDUPAN


Tuak ilahi, 26 Juni 2014
KALAU BUKAN KARNA ENGKAU, WAHAI RAHASIA
KEHIDUPAN MAKA HIDUP DAN WUJUDKU TIDAK AKAN
MENJADI BAIK, DAN AKU TIDAK AKAN BERDENDANG
DALAM TARIANKU, TIDAK PULA DALAM AKAL DAN
HATIKU...(Tuak ilahi)

115. TUAK ILAHI


Tuak ilahi, 25 Juni 2014
Minum arak pahit rasanya...
Tidak cocok untuk anak minahasa...
Tuak ilahi terbahak-bahak...
Karna jasad sudah binasa... (Tuak ilahi)

Suka

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 100

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 101

Catatan Pribadi :

...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan


Tuak Ilahi 102

...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................

Bukan untuk umum & tidak untuk diperdebatkan