Anda di halaman 1dari 109

HAND OUT PKN

HADI RIANTO, M.Pd

Disampaikan Pada Perkuliahan


Pendidikan Kewarganegaraan
IKIP PGRI Pontianak
Pontianak 2015
Substansi Materi Perkuliahan
1. Filsafat Pancasila
2. Pancasila sebagai Ideologi Negara
3. Identitas Nasional
4. Politik dan Strategi Nasional
5. Demokrasi Indonesia
6. Kemanusiaan dan HAM
7. Hak dan Kewajiban Warga Negara
8. Geopolitik & Geostrategi Indonesia
9. Azas-azas Kewarganegaraan
10. Wawasan Nusantara
11. Ketahanan Nasional
12. Bela Negara
Substansi Materi PKn DIKTI
SK N0. 43/2006

HAK ASASI MANUSIA


FILSAFAT PANCASILA (RULE OF LAW)

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA


IDENTITAS NASIONAL SERTA NEGARA

NEGARA DAN KONSTITUSI GEOPOLITIK INDONESIA

DEMOKRASI INDONESIA GEOSTATEGI INDONESIA


NOMENKLATUR/TERMINOLOGI:
PENDIDIDKAN KEWARGANEGARAAN DI DUNIA

CIVICS, CIVIC EDUCATION (USA)


CITIZENSHIP EDUCATION (UK)
TALIMATUL MUWWATANAH, (TIM-TENG)
TARBIYATUL WATONIYAH
EDUCACION CIVICAS (MEXICO)
SACHUNTERRICHT (JERMAN)
CIVICS, SOCIAL STUDIES (AUSTRALIA)
SOCIAL STUDIES (USA, NEW ZEALAND)
LIFE ORIENTATION (AFRIKA SELATAN)
PEOPLE AND SOCIETY (HONGARIA)
CIVICS AND MORAL EDUCATION (SINGAPORE)
OBSCESVOVEDINIE (RUSIA)
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (INDONESIA)
Landasan Pendidikan kewarganegaraan

UUD 1945 PEMBUKAAN:


1. Alenia ke -2.
HUKUM 2. Alenia ke-4
UU 20/2003 Ttg
Sisdiknas BATANG TUBUH:
1.Pasal 27 (1)
2.Pasal 27 (3)
SK DIRJEN DIKTI
3.Pasal 30 (1)
NO.43/Kep/2006
4.Pasal 31 (1)
IDIL

DASAR NEGARA

PANCASILA
PANDANGAN
HIDUP

IDEOLOGI
NEGARA
Landasan Hukum
1. Pasal 27 (1): segala warga negara bersamaan
kedududkannya di dalam hukum dan pemerintahan serta
wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan
tidak ada kecualinya.
2. Pasal 27 (3): Setiap warga negara berhak dan wajib ikut
serta dalam upaya pembelaan negara.
3. Pasal 30 (1): Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut
serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
4. Pasal 31 (1): Setiap warga negara berhak mendapat
pendidikan.
Landasan Idil
1. Pancasila sebagai dasar negara: dasar pemikiran tindakan negara
dan menjadi sumber segala sumber hukum negara Indonesia.
Pancasila dijadikan dasar untuk mengatur Pemerintahan Negara.
Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan
ketatanegaraan negara yang meliputi bidang ideologi, politik, sosial,
budaya, pertahanan, dan keamanan.
2. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yaitu Pancasila
merupakan pedoman dan petunjuk arah perilaku bagi setiap
WNI dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
3. Pancasila sebagai ideologi negara yaitu kesatuan konsep-
konsep dasar yang memberikan arah dan tujuan dalam
mencapai cita-cita bangsa dan negara.
TUJUAN
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi adapun
tujuan diberikan Pendidikan Kewarganegaraan agar peserta didik
memiliki kemampuan; 1) Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif
dalam menggapai isu kewarganegaraan; 2) Berpartisipasi secara aktif
dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi; 3)
Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri
berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup
bersama dengan bangsa-bangsa lainnya; dan 4) Berinteraksi dengan
bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak
langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
TUJUAN
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Wahab dan Sapriya, (2011; 99). Menjadikan warga negara
yang baik (to be good citizens), yakni warga negara yang memiliki
kecerdasan (civic intellegence) baik intelektual, emosional, sosial,
maupun spiritual; memiliki rasa bangga dan tanggung jawab
(civic responsibility) dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan
masyarakat dan bernegara (civic partisipation) agar tumbuh rasa
kebangsaan dan cinta tanah air.
Budimansyah dan Suryadi (2008: 55). Partisipasi yang
bermutu dan bertanggung jawab dari warga negara dalam
kehidupan politik dan masyarakat baik pada tingkat lokal
maupun nasional.
Warga Negara Yang Cerdas
Memiliki sejumlah kompetensi dasar warga negara dan
memiliki beberapa kecerdasan baik cerdas moral, cerdas
spiritual, dan cerdas emosional.

Kecerdasan moral adalah kemampuan memahami hal yang


benar dan yang salah: artinya, memiliki keyakinan etika yang
kuat dan bertindak berdasarkan keyakinan tersebut, sehingga
orang bersikap benar dan terhormat
Cerdas spiritual, yakni mampu beraktualisasi diri melalui olah
hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan,
ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan
kepribadian unggul.
Warga Negara Yang Cerdas
Cerdas emosional, yakni mampu beraktualisasi diri melalui olah rasa
untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan
keindahan seni dan budaya, serta kompetensi untuk
mengekspresikannya.
Cerdas sosial, yakni mampu beraktualisasi diri melalui interaksi
sosial yang: mampu membina dan memupuk hubungan timbal balik;
demokratis; empatik dan simpatik; menjunjung tinggi hak asasi
manusia; ceria dan percaya diri; mengahargai kebhinnekaan dalam
bermasyarakat dan bernegara; serta berwawasan kebangsaaan dengan
kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara.
Cerdas intelektual, yakni mampu beraktualisasi diri melalui olah
pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu
pengetahuan dan teknologi; dan aktualisasi insan intektual yang
kritis, kreatif dan imajinatif.
Warga Negara Yang bertanggung Jawab
civic responsibility yaitu warga negara yang berupaya seoptimal
mungkin untuk melaksanakan dan menggunakan hak dan
kewajibannya sesuai dengan cara menurut aturan-aturan yang
berlaku.
Nurmalina dan Syaifullah, (2008: 46). Tanggung jawab yang
dimaksud meliputi: Tanggung jawab pribadi (Self-responsibility);
seperti tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
tanggung jawab terhadap diri sendiri, dan Tanggung jawab sosial
(social-responsibility) seperti tanggung jawab terhadap
masyarakat, tanggung jawab terhadap lingkungan, tanggung
jawab terhadap bangsa dan negara.
Warga negara Partisipatif

Warga negara yang senantiasa melibatkan diri dalam berbagai


kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan
budaya. Adapun dalam penelitian ini dibahas secara singkat
tentang partisipasi politik.
Partisipasi politik secara teoritis dapat dibedakan ke dalam
dua bagian yaitu partisipasi politik yang konvensional dan
partisipasi politik yang non konvensional.
TEORI KEWARGANEGARAAN

Secara substantif Pendidikan kewarganegaraan di desain untuk


mengembangkan warga negara yang cerdas dan baik, melalui
jalur dan jenjang pendidikan

Dengan mempelajari teori kewarganegaraan secara mendalam


dapat menciptakan generasi penerus yang mampu bersaing dalam
kehidupan yang selalu berorientasi pada kebaikan dan kebenaran
ONTOLOGI /OBJEK TELAAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Seven Core Elements of Civic Education)

CIVIC CIVIC
CIVIC CONFIDENCE DISPOSITIONS
KNOWLEDGE
CIVIC VIRTUE
&
CULTURE
CIVIC
CIVIC
COMMITTMENT
COMPETENCE

CIVIC SKILLS

(CCE; 1998;
Udin : 2006)
VISI DAN MISI
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Sebagai wahana substantif, pedagogis dan sosial-kultural untuk membangun cita-cita,
nilai, konsep, prinsip, sikap, dan keterampilan demokrasi dalam diri warganegara melalui
pengalaman hidup dan berkehidupan demokrasi dalam berbangsa dan bernegara
kebangsaan Indonesia.
Memfasilitasi warganegara untuk mendapatkan berbagai akses dan menggunakan
secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktek
untuk berbagai konteks kehidupan sehingga ia memiliki wawasan kebangsaan yang luas
dan memadai (well-informed).
Memfasilitasi warganegara untuk dapat melakukan kajian konseptual dan operasional
secara cermat dan bertanggung jawab terhadap berbagai cita-cita, instrumentasi dan
praksis demokrasi negara kebangsaan Indonesia, guna mendapatkan keyakinan dalam
melakukan mengambilan keputusan individual dan atau kelompok dalam kehidupannya
sehari-hari sebagai komponen bangsa serta beragumentasi atas keputusan itu.
Memfasilitasi warganegara untuk memperoleh dan memanfaatkan kesempatan
berpartiipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam praksis kehidupan demokrasi
negara kebangsaan Indonesia di Lingkungannya, seperti mengeluarkan pendapat,
berkumpul dan berserikat, memilih serta memonitor dan mempengaruhi kebijakan
publik.
(Winataputra, 2012; 8).
KOHERENSI MUATAN PKn

BHINNEKA
TUNGGAL
NKRI IKA
UUD 1945

PANCASILA
MISI AKADEMIS DAN PEDAGOGIS PKn?
Partikular-terbatas
COMUNITARIAN
POLITICAL
CULTURE
CULTURE
(Keluarga, suku, NILAI-NILAI
(Negara, PANCASILA SBG
etnis, kelompok,
Lembaga CORE PERADABAN
daerah)
Politik)
CIVIC
VIRTUE PERADABAN
(Kebajikan BANGSA YG
Wn) BERMARTABAT

CIVIC CULTURE
Makro - Nasional Psikososial
(Individu, Warga)

(Udin : 2006)
Pendidikan Kewarganegaraan
Usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses
PENDIDIKAN UU No. 20 Th pembelajaran agar peserta didik secara
2003 aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
KEWARGANEGARAAN akhlak mulia serta keterampilan yan
gdiperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
WARGA NEGARA negara

NEGARA Sekelompok manusia yg menjadi anggota


suatu negara.

KEWARGANEGARAAN
Organisasi dlm suatu wilayah tertentu yg
ber-tujuan kesejahteraan umum, dimana
semua hub individu dan sosial-nya dlm
Kesadaran dan kecintaan serta hidup sehari-hari diatur dan dilaksana-kan
berani membela bgs dan negara. dgn peraturan perun-dangan.
Ragam Pengertian
Pendidikan Kewarganegaraan
Winataputra (2001, 2007). Secara keilmuan Pendidikan
Kewarganegaraan merupakan bidang pendidikan yang memiliki tiga
domain yakni Pendidikan Kewarganegaraan persekolahan (school
civics), Pendidikan Kewarganegaraan kemasyarakatan (community
civics), dan Pendidikan Kewarganegraan akademik (academic civics).
Somantri (2001: 299) Pendidikan Kewarganegaraan adalah
program pendidikan yang berintikan demokrasi politik yang
diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya, pengaruh-
pengaruh positif dan pendidikan sekolah, masyarakat, dan orang tua,
yang kesemuanya itu diproses guna melatih siswa untuk berpikir
kritis, analitis, bersikap dan bertindak dalam mempersiapkan hidup
demokratis yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Ragam Pengertian
Pendidikan Kewarganegaraan
Winataputra dan Budimansyah, (2007:4). Istilah citizenship
education didefinisikan secara luas untuk mencakup proses penyiapan
generasi muda untuk mengambil peran dan tanggung jawabnya
sebagai warga negara, dan secara khusus, peran pendidikan termasuk
didalamnya persekolahan, pengajaran, dan belajar, dalam penyiapan
warga negara tersebut.
Cogan (1999:4) bahwa civic education,the foundation course work
in school designed to prepare young citizens for an active role in their
communities in their adult live. Pendidikan Kewarganegaraan adalah
mata pelajaran dasar yang di rancang untuk mempersiapkan warga
negara muda melalui sekolah agar dapat berperan aktif di dalam
kehidupan masyarakat kelak setelah mereka dewasa.
Apa perbedaan antara
Pendidikan Kewarganegaraan dengan
Pendidikan Untuk Warga negara?
Perbedaanya adalah,...
Civic education merupakan mata pelajaran dasar yang
dirancang untuk mempersiapkan para pemuda warga negara
untuk dapat melakukan peran aktif dalam masyarakat, setalah
mereka dewasa dengan tujuan untuk mengembangkan
peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik.
Sedangkan citizenship education atau education for citizenship
merupakan istilah yang mencakup pengalaman belajar di
sekolah dan luar sekolah, seperti yang terjadi di lingkungan
keluarga, dalam organisasi keagamaan, dalam organisasi
kemasyarakatan dan dalam media dan lain sebagainya yang
berperan membantu proses pembentukan totalitas atau
keutuhan sebagai warga negara.
APA ITU FILSAFAT
DAN FILSAFAT PANCASILA ???
Pengertian Filsafat
Istilah filsafat secara etimologis merupakan padanan
kata falsafah (Arab) dan philosophy (Inggris) yang berasal
dari bahasaYunani (philosophia).
Kata philosophia merupakan kata majemuk yang
terususun dari kata philos atau philein yang berarti kekasih,
sahabat, mencintai dan kata sophia yang berarti
kebijaksanaan, hikmat, kearifan, pengetahuan.
Dengan demikian philosophia secara harafiah berarti
mencintai kebijaksanaan, mencintai hikmat atau mencintai
pengetahuan.
Pengertian Filsafat
Cinta mempunyai pengertian yang luas. Sedangkan
kebijaksanaan mempunyai arti bermacam-macam yang
berbeda satu dari yang lainnya.
Istilah philosophos pertama kali digunakan oleh
Pythagoras.
Ketika Pythagoras ditanya, apakah engkau
seorang yang bijaksana?
Dengan rendah hati Pythagoras menjawab, saya
hanyalah philosophos, yakni orang yang mencintai
pengetahuan.
Filsafat Pancasila
Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti
produk, dan dalam arti praktis sebagai pandangan hidup,.
Filsafat Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai
pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan
perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa
Indonesia.
Pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan, nilai,
dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi
pembentukan ideologi Pancasila.
Filsafat Pancasila
Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas
sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai
dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk
mendapatkan pokok-pokok pengertian yang mendasar dan
menyeluruh.
Pancasila dikatakan sebagai filsafat, karena Pancasila
merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang
dilakukan oleh the faounding father kita, yang dituangkan
dalam suatu sistem (Ruslan Abdul Gani).
Filsafat Pancasila memberi pengetahuan dan penngertian
ilmiah yaitu tentang hakikat dari Pancasla (Notonagoro).
Pancasila Sebagai Suatu Sistem Filsafat
Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya
merupakan sistem filsafat.
Yang dimaksud sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian
yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk tujuan
tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu
kesatuan yang utuh.
Sila-sila Pancasila yang merupakan sistem filsafat pada
hakikatnya merupakan suatu kesatuan organis. Artinya,
antara sila-sila Pancasila itu saling berkaitan, saling
berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Pemikiran
dasar yang terkandung dalam Pancasila, yaitu pemikiran
tentang manusia yang berhubungan dengan Tuhan, dengan
diri sendiri, dengan sesama, dengan masyarakat bangsa
yang nilai-nilai itu dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Susunan Isi arti Pancasila

Isi arti Pancasila yang umum universal, yaitu hakikat sila-sila


Pancasila yang merupakan inti sari Pancasila sehingga merupakan
pangkal tolak dalam pelaksanaan dalam bidang kenegaraan dan tertib
hukum Indonesia serta dalam realisasi praksis dalam berbagai bidang
kehidupan konkrit.
Isi arti Pancasila yang umum kolektif, yaitu isi arti Pancasila sebagai
pedoman kolektif negara dan bangsa Indonesia terutama dalam tertib
hukum Indonesia.
Isi arti Pancasila yang bersifat khusus dan konkrit, yaitu isi arti
Pancasila dalam realisasi praksis dalam berbagai bidang kehidupan
sehingga memiliki sifat khhusus konkrit serta dinamis (lihat
Notonagoro, 1975: 36-40)
Makna Sistematika Pancasila
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa memberi landasan kebenaran
pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi.
Manusia pada hakikatnya kedudukan dan kodratnya adalah sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Esa, maka sesuai dengan sila pertama
Pancasila, epistemologi Pancasila juga mengakui kebenaran wahyu yang
bersifat mutlak. Hal ini sebagai tingkat kebenaran yang tinggi.
Dengan demikian kebenaran dan pengetahuan manusia merupapakan
suatu sintesa yang harmonis antara potensi-potensi kejiwaan manusia
yaitu akal, rasa dan kehendak manusia untuk mendapatkankebenaran
yang tinggi.
Selanjutnya dalam sila ketiga, keempat, dan kelima, maka epistemologi
Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan
hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Makna Sistematika Pancasila
Sebagai suatu paham epistemologi, maka Pancasila mendasarkan pada
pandangannya bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas
nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia
serta moralitas religius dalamupaya untuk mendapatkan suatu tingkatan
pengetahuan yang mutlak dalam hidup manusia.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa memberi landasan kebenaran
pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi.
Manusia pada hakikatnya kedudukan dan kodratnya adalah sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Esa, maka sesuai dengan sila pertama
Pancasila, epistemologi Pancasila juga mengakui kebenaran wahyu yang
bersifat mutlak. Hal ini sebagai tingkat kebenaran yang tinggi.
Makna Sistematika Pancasila
Dengan demikian kebenaran dan pengetahuan manusia merupapakan
suatu sintesa yang harmonis antara potensi-potensi kejiwaan manusia
yaitu akal, rasa dan kehendak manusia untuk mendapatkankebenaran
yang tinggi.
Selanjutnya dalam sila ketiga, keempat, dan kelima, maka epistemologi
Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan
hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Sebagai suatu paham epistemologi, maka Pancasila mendasarkan pada
pandangannya bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai
karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta
moralitas religius dalamupaya untuk mendapatkan suatu tingkatan
pengetahuan yang mutlak dalam hidup manusia.
Tingkatan Nilai dalam Filsafat Pancasila

Nilai dasar, adalah asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat
mutlak, sebagai sesuatu yang benar atau tidak perlu dipertanyakan lagi.
Nilai-nilai dasar dari Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan,
nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.
Nilai instrumental, adalah nilai yang berbentuk norma sosial dan norma
hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan
mekanisme lembaga-lembaga negara.
Nilai praksis, adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam
kenyataan. Nilai ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan nilai
instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat.
APA IDEOLOGI BANGSA
INDONESIA ???
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA

Pengertian Ideologi
Istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti
gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita dan logos yang
berarti ilmu. Jadi secara harafiah ideologi berarti ilmu
tentang pengertian dasar, ide atau cita-cita. Cita-cita yang
dimaksudkan adalah cita-cita yang tetap sifatnya dan
harus dapat dicapai sehingga cita-cita itu sekaligus
merupakan dasar, pandangan, paham.
Ideologi yang semula berarti gagasan, ide, cita-cita itu
berkembang menjadi suatu paham mengenai seperangkat
nilai atau pemikiran yang oleh seseorang atau
sekelompok orang menjadi suatu pegangan hidup.
Beberapa pengertian ideologi:
A.S. Hornby mengatakan bahwa ideologi adalah seperangkat gagasan yang
membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi oleh
seorang atau sekelompok orang.
Soerjono Soekanto menyatakan bahwa secara umum ideologi sebagai
kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan
sistematis, yang menyangkut bidang politik, sosial, kebudayaan, dan
agama.
Gunawan Setiardja merumuskan ideologi sebagai seperangkat ide asasi
tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-
cita hidup.
Frans Magnis Suseno mengatakan bahwa ideologi sebagai suatu sistem
pemikiran yang dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi
terbuka.

37
Ideologi tertutup, merupakan suatu sistem pemikiran tertutup. Ciri-
cirinya: merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan
memperbarui masyarakat; atas nama ideologi dibenarkan pengorbanan-
pengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat; isinya bukan hanya
nilai-nilai dan cita-cita tertentu, melainkan terdiri dari tuntutan-
tuntutan konkret dan operasional yang keras, yang diajukan dengan
mutlak.
Ideologi terbuka, merupakan suatu pemikiran yang terbuka. Ciri-cirinya:
bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar,
melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri;
dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil
musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut; nilai-nilai itu sifatnya
dasar, secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional.

38
Fungsi utama ideologi dalam masyarakat menurut Ramlan Surbakti
(1999) ada dua, yaitu: sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak
dicapai secara bersama oleh suatu masyarakat, dan sebagai pemersatu
masyarakat dan karenanya sebagai prosedur penyelesaian konflik yang
terjadi dalam masyarakat.
Pancasila sebagai ideologi mengandung nilai-nilai yang berakar pada
pandangan hidup bangsa dan falsafat bangsa. Dengan demikian
memenuhi syarat sebagai suatu ideologi terbuka.
Sumber semangat yang menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka
adalah terdapat dalam penjelasan UUD 1945: terutama bagi negara
baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya
memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang
menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang
lebih mudah caranya membuat, mengubah dan mencabutnya

39
Sifat Ideologi
Ada tiga dimensi sifat ideologi, yaitu dimensi realitas, dimensi idealisme,
dan dimensi fleksibilitas.
1. Dimensi Realitas: nilai yang terkandung dalam dirinya, bersumber dari
nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, terutama pada waktu ideologi itu
lahir, sehingga mereka betul-betul merasakan dan menghayati bahwa nilai-
nilai dasar itu adalah milik mereka bersama. Pancasila mengandung sifat
dimensi realitas ini dalam dirinya.
2. Dimensi idealisme: ideologi itu mengandung cita-cita yang ingin diicapai
dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pancasila bukan saja memenuhi dimensi idealisme ini tetapi juga berkaitan
dengan dimensi realitas.
3. Dimensi fleksibilitas: ideologi itu memberikan penyegaran, memelihara dan
memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu sehingga bebrsifat dinamis,
demokrastis. Pancasila memiliki dimensi fleksibilitas karena memelihara,
memperkuat relevansinya dari masa ke masa.

40
Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila
Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika
masyarakat yang berkembang secara cepat.
Kenyataan menujukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang
tertutup danbeku cendnerung meredupkan perkembangan
dirinya.
Pengalaman sejarah politik masa lampau.
Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar
Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan
secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan
nasional.

41
Sekalipun Pancasila sebagai ideologi bersifat terbuka, namun ada
batas-batas keterbukaan yang tidak boleh dilanggar, yaitu:
Stabilitas nasional yang dinamis
Larangan terhadap ideologi marxisme, leninnisme dan
komunisme
Mencegah berkembangnya paham liberalisme
Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan
kehidupan bermasyarakat
Penciptaan norma-norma baru harus melalui konsensus.

42
Makna Pancasila sebagai Ideologi Bangsa
Makna Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia adalah
bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila itu
menjadi cita-cita normatif bagi penyelenggaraan bernegara.
Dengan kata lain, visi atau arah dari penyelenggaraan
kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah
terwujudnya kehidupan yang ber-Ketuhanan, yang ber-
Kemanusiaan, yang ber-Persatuan, yang ber-Kerakyatan, dan
yang ber-Keadilan.
Pancasila sebagai ideologi nasional selain berfungsi sebagai
cita-cita normatif penyelenggaraan bernegara, nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila merupakan nilai yang disepakati
bersama, karena itu juga berfungsi sebagai sarana pemersatu
masyarakat yang dapat memparsatukan berbagai golongan
masyarakat di Indonesia.
43
IDENTITAS NASIONAL
Pengertian Identitas Nasional
Identitas Nasional yang menyangkut proses berbangsa dan
bernegara melalui proses berbangsa dan bernegara melalui
pembentukan jati diri bangsa, paham nasionalisme Indonesia
dan Integrasi Nasional.
Terminologis (kamus antropologi) : Sifat khas yang
menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi
sendiri, golongan sendiri, kelompok sendiri, komunitas
sendiri, atau negara sendiri.
Harafiah : ciri-ciri atau tanda-tanda atau jati diri yang
melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya
dengan yang lainnya.
Unsur Pembentuk Identitas Nasional

Suku Bangsa adalah golongan sosial yang khusus bersifat askriptif ( ada
sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis
kelamin.
Agama
Bahasa, Sistem perlambangan yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-
unsur bunyi ucapan manusia, dan yang digunakan sebagai sarana
berinteraksi antar manusia. Bahasa nasional merupakan salah satu wujud
rill persatuan dari berbagai suku yang ada di suatu negara.
Kebudayaan adalah kompleks keseluruhan dari pengetahuan, keyakinan,
kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan semua kemampuan dan
kebiasaan yang lain yang diperoleh oleh seseorang sebagai anggota
masyarakt (Sir Edward Taylor, Sosiologi, Jilid 1, hal 58). Kebudayaan
biasanya digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak di
dalam suatu lingkungan masyarakat
Identitas Nasional Indonesia
Indonesia bersifat pluralistik baik menyangkut sosiokultural atau
reliogiositas.
Identitas fundamental/ ideal : Pancasila
Identitas instrumental : alat untuk menciptakan
Indonesia yang dicita-citakan, berupa UUD 1945, lambang negara,
bahasa Indonesia, dan lagu kebangsaan.
Identitas religiusitas : Indonesia pluralistik dalam agama dan
kepercayaan.
Identitas sosiokultural : Indonesia pluralistik dalam suku dan
budaya
Identitas alamiah : Indonesia merupakan negara kepulauan
terbesar di dunia.
Pengertian Nasionalisme
Situasi kejiwaaan dimana kesetiaan seseorang secara total diabdikan
langsung kepada negara bangsa atas nama sebuah bangsa.
Negara bangsa/ nation-state : sebuah bangsa yang memiliki
bangunan politik (politic building) seperti ketentuan-ketentuan
perbatasan teritorial, pemerintahan yang sah, pengakuan luar
negeri, dsb
Bangsa atau nation : suatu wadah atau badan yang didalamnya
terhimpun orang-orang yang memiliki persamaan keyakinan dan
persamaan lain yang mereka miliki, seperti ras, etnis, agama,
bahasa dan budaya.
Nasionalisme menurut Soekarno adalah bukan yang berwatak
chauvinisme, bersifat toleren, bercorak ketimuran, hendaknya
dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila.
DEMOKRASI INDONESIA
Peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan
Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah pusat dan
pemerintah daerah. Untuk memilih presiden dan wakil
presiden serta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD di tahun 2004.
Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004, mulai bulan Juni 2005 lalu
di 226 daerah meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota,
diadakan Pilkada untuk memilih para pemimpin daerahnya.
Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya menurut
hati nuraninya sendiri. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang
menggunakan perwakilan dari partai. Namun dalam pelaksanaan
pilkada ini muncul penyimpangan penyimpangan. Mulai dari
administrasi bakal calon hingga berhubungan dengan pemilih.
Patrick, J.J. (1997). Global Trends in
Civic Education for Democracy.
Proposed nine global trends that have broad potential for influencing citizenship
education in the constitutional democracies of the world. They are:
Conceptualising of citizenship education in terms of the three interrelated
components of civic knowledge, civic skills and civic virtue.
Systematic teaching of core concepts about democratic governance and
citizenship.
Analysis of case studies by students to apply core concepts or principles.
Development of decision-making skills.
Comparative and international analysis of government and citizenship.
Development of participatory skills and civic virtues through cooperative
learning activities.
The use of literature to teach civic virtues.
Active learning of civic knowledge, skills and virtues.
The connection of content and process in teaching and learning of civic
knowledge, skills and virtues.
Bagaimana Demokrasi di Indonesia
Sekarang Ini?
Menurut Internasional Commision of Jurits
Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyar dimana
kekuasaan tertinggi ditangan rakyat dan di jalankan langsung oleh
mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem
pemilihan yang bebas. Jadi, yang di utamakan dalam pemerintahan
demokrasi adalah rakyat.
Menurut Lincoln
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk
rakyat (government of the people, by the people, and for the people).
Menurut C.F Strong
Suatu sistem pemerintahan di mana mayoritas anggota dewasa dari
masyarakat politik ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin
bahwa pemerintahan akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-
tindakan kepada mayoritas itu.
Sejarah Demokrasi
Istilah demokrasi berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno
pada abad ke-5 SM. Kata demokrasi berasal dari dua kata, yaitu demos
yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan,
sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita
kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Sejak abad ke-18, bersa-maan dengan perkembangan sistem demokrasi di
banyak negara. Demokrasi berkembang menjadi sebuah bentuk atau
mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan
kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan
oleh pemerintah negara tersebut.
Pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga
kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk
diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas
(independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain.
Demokrasi Di Indonesia Saat Ini
Demokrasi Indonesia pasca kolonial, kita mendapati peran
demokrasi yang makin luas. Di zaman Soekarno, kita
mengenal beberapa model demokrasi. Partai-partai
Nasionalis, Komunis bahkan Islamis hampir semua
mengatakan bahwa demokrasi itu adalah sesuatu yang ideal.
Bahkan bagi mereka, demokrasi bukan hanya merupakan
sarana, tetapi demokrasi akan mencapai sesuatu yang ideal.
Bebas dari penjajahan dan mencapai kemerdekaan adalah
tujuan saat itu, yaitu mencapai sebuah demokrasi. Oleh
karena itu, orang makin menyukai demokrasi.
Demokrasi yang berjalan di Indonesia saat ini dapat
dikatakan adalah Demokrasi Liberal.
Pemilu multi partai yang diikuti oleh sangat banyak partai. Paling sedikit
sejak reformasi, Pemilu diikuti oleh 24 partai (Pemilu 2004), paling
banyak 48 Partai (Pemilu 1999). Pemilu bebas berdiri sesuka hati, asal
memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan KPU. Kalau semua partai
diijinkan ikut Pemilu, bisa muncul ratusan sampai ribuan partai.
Pemilu selain memilih anggota dewan (DPR/DPRD), juga memilih
anggota DPD (senat). Selain anggota DPD ini nyaris tidak ada guna dan
kerjanya, hal itu juga mencontoh sistem di Amerika yang mengenal
kedudukan para anggota senat (senator).
Pemilihan Presiden secara langsung sejak 2004. Bukan hanya sosok
presiden, tetapi juga wakil presidennya. Untuk Pilpres ini, mekanisme
nyaris serupa dengan pemilu partai, hanya obyek yang dipilih berupa
pasangan calon. Kadang, kalau dalam sekali Pilpres tidak diperoleh
pemenang mutlak, dilakukan pemilu putaran kedua, untuk mendapatkan
legitimasi suara yang kuat.
Pemilihan pejabat-pejabat birokrasi secara langsung (Pilkada),
yaitu pilkada gubernur, walikota, dan bupati. Lagi-lagi
polanya persis seperti pemilu Partai atau pemilu Presiden.
Hanya sosok yang dipilih dan level jabatannya berbeda.
Disana ada penjaringan calon, kampanye, proses pemilihan,
dsb.
Adanya badan khusus penyelenggara Pemilu, yaitu KPU
sebagai panitia, dan Panwaslu sebagai pengawas proses
pemilu. Belum lagi tim pengamat independen yang dibentuk
secara swadaya. Disini dibutuhkan birokrasi tersendiri untuk
menyelenggarakan Pemilu, meskipun pada dasarnya birokrasi
itu masih bergantung kepada Pemerintah juga.
Adanya lembaga surve, lembaga pooling, lembaga riset, dll.
yang aktif melakukan riset seputar perilaku pemilih atau
calon pemilih dalam Pemilu. Termasuk adanya media-media
yang aktif melakukan pemantauan proses pemilu, pra
pelaksanaan, saat pelaksanaan, maupun paca pelaksanaan.
Demokrasi di Indonesia amat sangat membutuhkan modal
(duit). Banyak sekali biaya yang dibutuhkan untuk
memenangkan Pemilu. Konsekuensinya, pihak-pihak yang
berkantong tebal, mereka lebih berpeluang memenangkan
Pemilu, daripada orang-orang idealis, tetapi miskin
harta.Akhirnya, hitam-putihnya politik tergantung kepada
tebal-tipisnya kantong para politisi.
Semua ini dan indikasi-indikasi lainnya telah terlembagakan secara kuat
dengan payung UU Politik yang direvisi setiap 5 tahunan. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa sistem demikian telah menjadi realitas politik legal
dan memiliki posisi sangat kuat dalam kehidupan politik nasional.
Pesta demokrasi yang kita gelar setiap 5 tahun ini haruslah memiliki visi
kedepan yang jelas untuk membawa perubahan yang fundamental bagi
bangsa Indonesia yang kita cintai ini, baik dari segi perekonomian,
pertahanan, dan persaiangan tingkat global. Oleh karena itu, sinkronisasi
antara demokrasi dengan pembangunan nasional haruslah sejalan bukan
malah sebaliknya demokrasi yang ditegakkan hanya merupakan untuk
pemenuhan kepentingan partai dan sekelompok tertentu saja.
Jadi, demokrasi yang kita terapkan sekarang haruslah mengacu pada
sendi-sendi bangsa Indonesia yang berdasarkan filsafah bangsa yaitu
Pancasila dan UUD 1945.
KEMANUSIAAN DAN
HAK ASASI MANUSIA (HAM)
MENAMPILKAN PERAN SERTA DALAM UPAYA
PEMAJUAN,PENGHORMATAN DAN PERLINDUNGAN
HAK ASASI MANUSIA
Menampilkan perta serta dalam upaya
pemajuan,penghormatan,dan penegakan HAM di
Indonesia
Menunjukan peran serta dalam
upaya pemajuan HAM
pemajuan, penghormatan, dan
penegakan HAM di Indonesia
HAK

Hak Karena Pemberian Orang


Hak karena Aturan Hukum/Perjanjian
Hak karena pemberian Masyarakat
Hak karena pemberian Negara

HAK ASASI MANUSIA ?


HAK AZASI MANUSIA

Menurut Undang-Undang No 39 tahun 1999


tentang HAM dalam pasal 1

Hak Asasi Manusia adalh :


seperangkat hak yang melekat pada hakikt dan
keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang
Maha Esa, dan merupakan anugerah-Nya yang
wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi
oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang
demikehormatan dan perlindunganharkat dan
martabat manusia.
Jenis Hak-hak Asasi Manusia :

Hak-hak asasi pribadi (personal rights), yang meliputi


kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memeluk
agama, dan kebebasan bergerak.
Hak-hak asasi ekonomi (property rights), hak untuk Memiliki
sesuatu, membeli dan menjual serta memanfaatkannya.
Hk-hak asasi politik (political rights), hak untuk ikut Serta
dalam pemerintahan, hak pilih (dipilih dan memilih dalam
suatu pemilihan umum), dan hak untuk mendirikan partal
politik.
Hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama
dalam hukum dan pemerintahan (rights of legal equality).
Hak-hak asasi sosial dan kebudayaan (social and culture
rights). hak untuk memilihpendidikan dan hak untuk
mengembangkan Kebudayaan.
Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan tata-cara peradilan
dan perlindungan (procedural rights). peraturan dalam hal
penahanan, Penangkapan, penggeledahan, dan peradilan.
Undang-Undang No 39 tahun 1999 tentang HAM

HAK AZASI MANUSIA

HAK ANAK
HAK ATAS KEBEBASAN PRIBADI
HAK ATAS KESEJAHTERAAN
HAK ATAS RASA AMAN
HAK BERKELUARGA MELANJUTKAN KETURUNAN
HAK MENGEMBANGKAN DIRI
HAK TURUT SERTA DALAM PEMERINTAHAN
HAK UNTUK HIDUP
HAK WANITA
PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN HAM

Keseimbangan antara hak dan kewajiban


Bersifat relatif
Keterpaduan
Kerjasama internasional yang saling menghormati
Taat pada aturan
Keterkaitan dengan sistem politik
Kesamaan harkat dan martabat
Memperoleh dan menuntut perlakuan yang sama
Perlindungan masyarakat adat
Mendahulukan hukum nasional
Tanggung jawab pemerintah
UPAYA PENEGAKAN HAM
A. PENCEGAHAN

1. Penyusunan Perundang-Undangan HAM


2. Pembentukan Lembaga Pemantau HAM baik LSM maupun Lembaga
Independen
3. Pembentukan Peradilan HAM
4. Pelaksanaan Pendidikan HAM

B. PENINDAKAN
1. Pendampingan bagi masy yg terkena kasus HAM
2. Penerimaan Pengaduan korban pelanggaran HAM
3. Investigasi
4. Penyelesaian perkara
INSTRUMUN HUKUM HAM NASIONAL

Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak


Asasi Manusia.
UU No. 5 Tahun 1998 tentang pengesahan
Convention Against Torture and Other Cruel,
Inhuman or Degrading Treatment or Punishment
(Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan
atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak
Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia).
UU No. 11 Tahun 2005 Konvenan internasional
Tentang Hak Ekonomi, sosial, dan budaya/ICESCR.
UU No. 12 Tahun 2005 Konvenan tentang
internasional tetang Hak Sipil dan Politik/ICCPR
Keppres No. 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasional
Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.
Keppres No. 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi
Nasional Hak-Hak Asasi Manusia Indonesia.
Inpres No, 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan
Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam
Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan,
Perencanaan Pro-gram, ataupun Pelaksanaan Kegiatan
Penyelenggaraan Pemenintahan.
UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi
Manusia.
Amandemen kedua UUD 1945 (2000) Bab XA Pasal 28A
28J mengatur secara eksplisit Pengakuan dan
Jaminan Perlindungan Terhadap Hak Asasi Manusia.
ORGANISASI LSM YANG BERGERAK DALAM PENEGAKAN
HAM

1. KONTRAS
2. IMPARSIAL
3. YLBHI
4. PBHI
5. ELSAM

ORGANISASI DALAM PENEGAKAN HAM YANG DIBENTUK PEMERINTAH

KOMNAS HAM
CONTOH KASUS PELANGGARAN HAM DI INDONESIA

1.KASUS MARSINAH-1993
2.KASUS TIMOR-TIMUR-1999
3.KASUS TANJUNG PRIOK-1984
4.KASUS TRI SAKTI-1998
5.KASUS SEMANGGI I DAN II
Hambatan penegakkan HAM
a.Faktor Kondisi Sosial-Budaya.

b.Faktor Komunikasi dan Informasi,


1)Letak geografis Indonesia yang luas
2)Sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang belum
terbangun secara baik
3)Sistem informasi untuk kepentingan sosialisasi yang masih
sangat terbatas.
C.Faktor Kebijakan Pemerintah.
1) Tidak semua penguasa memiliki kebijakan yang sama tentang
pentingnya jaminan hak asasi manusia.
2) Ada kalanya demi kepentingan stabilitas nasional, persoalan hak
asasi manusia sering diabaikan.

d.Faktor Perangkat Perundangan.


1)Pemerintahan tidak segera meratifikasi hasil-hasil konvensi
internasional tentang hak asasi manusia.
2)Kalaupun ada, peraturan perundang-undangannya masih sulit
untuk diimplementasikan.
e.Faktor Aparat dan Penindakannya (Law Enforcement).

1)Masih adanya oknum aparat yang secara institusi atau pribadi


mengabaikan prosedur kerja yang sesuai dengan hak
asasi manusia.
2)Tingkat pendidikan dan kesejahteraan sebagian aparat yang dinilai
masih belum layak sering membuka peluang jalan
pintas untuk memperkaya din.
3)Pelaksanaan tindakan pelanggaran oleh oknum aparat masih
diskriminatif, tidak konsekuen, dan tindakan
penyimpangan berupa KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).
INSTRUMEN HAM INTERNASIONAL

1. Deklarasi Universal HAM /DUHAM


2. Konvenan Int. Hak-hak Ekonomi,Sosial dan Budaya (ICESCR).
3. Konvenan Int. Hak-hak Sosial dan Politik (ICCPR)
4. Konvensi Int. Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial
5. Konvensi Int. Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan
6. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan Lain yang kejam, Tidak
Manusiawi, dan Merendahkan Martabat Manusia
7. Konvensi Hak-Hak Anak
8. Konvensi Int. tentang Buruh Migran dan Anggota Anggota Keluarga
3.Pelanggaran HAM berat

Perihal pelanggaran berat yang dimaksudkan, sesuai dengan


UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia,
mencakup Kejahatan Qenosida dan Kejahatan
Kemanusiaan.
I) Kejahatan Genosida

Adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud


untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau
sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnik,
kelompok agama, dengan cara:

a.membunuh anggota kelompok;

b.mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat


terhadap anggota-anggota kelompok;

c.menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan


mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau
sebagiannya;

d.memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah


kelahiran di dalam kelompok; atau

e.memindahkan secara paksa anak-anak dan kelompok


tertentu ke kelompok lain.
2)Kejahatan Terhadap Kemanusiaan
Adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dan serangan yang
meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan
langsung terhadap penduduk sipil, berupa:
a.pembunuhan
b. pemusnahan
c. perbudakan;
d.pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa;
e.perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-
wenang
f.penyiksaan;
g.perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan kehamilan,
pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual
lain yang setara;
h.penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari
persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama, jenis kelamin, tau
alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut
hukum internasional;
i.penghilangan orang secara paksa; atau
j.kejahatan apartheid.
PERADILAN HAM BERAT

Pemeriksaan perkara pelanggaran hak asasi manusia yang


berat, dilakukan oleh majelis hakim pengadilan HAM yang
berjumlah lima orang terdiri atas dua orang hakim pada
Pengadilan HAM yang bersangkutan dan tiga orang hakim ad
hoc.

Hakim ad hoc adalah hakim yang diangkat dan luar hakim


karier yang memenuhi persyaratan profesional, berdedikasi
tinggi, menghayati cita-cita negara hukum dan negara
kesejahteraan yang berintikan keadilan, memahami dan
menghormati hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia.
Proses Peradilan HAM Internasional

Dalam rangka menyelesaikan masalah pelanggaran HAM mi


pula, PBB membentuk Komisi PBB untuk Hak Asasi manusia
(The United Nations Commission on Human Right)
Cara kerja Komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia untuk sampai pada proses
peradilan internasional,
Melakukan pengkajian (studies) terhadap pelanggaran-pelanggaran yang
dilakukan, baik dalam suatu negara tertentu maupun secara global.
Terhadap kasus-kasus pelanggaran yang terjadi, kegiatan Komisi terbatas
pada himbauan serta persuasi. Kekuatan himbauan dan persuasi terletak
pada tekanan opini dunia internasional terhadap pemerintah yang
bersangkutan.
Seluruh temuan Komisi mi dimuat dalam Yearbook of Human Rights yang
disampaikan kepada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Mahkamah Internasional sesuai dengan tugasnya, segera


menindakianjuti baik pengaduan oleh anggota maupun warga negara
anggota PBB, serta hasil pengkajian dan temuan Komisi Hak Asasi
Manusia PBB untuk diadakan penyidikan, penahanan, dan proses
peradilan.
Peradilan HAM Internasional
1948 PBB mengeluarkan Dekiarasi Universal Hak Asasi
Manusia (Universal Declaration of Human Rights) yang menjadi
dasar hukum internasional baru bagi persoalan HAM.
Lembaga bernama International Criminal Court mulai bekerja
pada 2002 untuk mengadili kejahatan perang, pembersihan
etnik (genosida), kejahatan terhadap kemanusiaan, dan
kejahatan agresi .
ICC berkedudukan di Belanda

Peradilan lain yang dibentuk oleh PBB:

1. Mahakmah Internasional untuk bekas Yugoslavia(Int.


Criminal Tribunal for The Former Yogoslavia)1993
2. Mahkamah Internasional untuk Rwanda (Internasional
Tribunal for Rwanda) 1994
PERADILAN HAK AZASI MANUSIA INTERNASIONAL

DibentukICC ( INTERNATIONAL CRIME COURT) 17 Juni 1998 di Roma.


Dalam konferensi / sidang Unitet Nations Diplomatic Conference On
Criminal Court.

Disepakati bahwa kejahatan kejahatan itu adalah:


1.The Crime Of Genocide (permusuhan masal thd kelompok etnis atau
agama tertentu
2.Crime Against Humanity (kejahatan melawan kemanusiaan)
3.War Crimes (kejahatan perang)
4.The Crimes of Agression (penyerangan suatu bangsa atau negara
terhadap negara )lain
SANKSI INTERNASIONAL ATAS PELANGGARAN HAM

1. Di berlakukannya travel warning terhadap warga negaranya


2. pengalihan investasi atau penanaman modal asing
3. Pemutusan hubungan diplomatik
4. Pengurangan bantuan ekonomi
5. Pengurangan tingkat kerjasama
6. Pemboikotan produk eksport
7. Embargo Ekonomi
Geopolitik & Geostrategi Indonesia
WASANTARA Sebagai Geopolitik Indonesia
Jika nusantara adalah konsep kewilayahan nasional dengan
penekanan bahwa wilayah Indonesia terdiri dari pulau-pulau
yang dihubungkan oleh laut yang mempersatukan pulau-
pulau yang tersebar ini. Wawasan nusantara (wasantara)
adalah konsep politik bangsa indonmesia yang memandang
Indonesia sebagai :
Satu kesatuan wilayah meliputi daratan & lautan (termasuk
dasar laut, tanah dibawahnya, serta udara diatasnya) tidak
terpisahkan yang menyatukan bangsa & negara secara utuh
menyeluruh
Mencakupi segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi
aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, & Hankam Wasantara
sebagai konsep politik & kenegaraan merupakan manifestasi
pemikiran politik bangsa Indonesia dan telah ditegaskan
dalam GBHN dengan Tap. MPR No. IV tahun 1973
Penetapan ini merupakan tahap terakhir perkembangan
konsepsi negara kepulauan yang telah diperjuangkan sejak
Deklarasi Juanda.
Tantangan Ke Dalam & Ke Luar Bangsa Indonesia
Dengan perubahan zama & masuknya era globalisasi
ekonomi, semakin banyak pula tantangan bagi bangsa
Indonesia ancaman & kecenmasan yang disebabkan oleh issue-
issue seperti ancaman bahya terroisme, komunisme &
fundamentalisme sering berkecambuk pada pikiran bangsa &
pimpinan pimpinan Selain dan itu, patut juga diwaspadai
hal-hal seperti pengelompokan suku bangsa di Indonesia yang
semakin kuat, sering terjadi konflik vertikal, mulai dari
pandangan budaya sampai pandangan terhadap Ketuhan Yang
maha Esa
Disaat negara membutuhkan kesatuan &
kekokohan sebagian masyarakat kecil justru
lebih mengutamakan kelompoknya sendiri,
bahkan ada yang lebih mementingkan negara
lain dibandingkan negara sendiri. Dianjurkan
setiap komponen masyarakat untuk saling
berintropeksi diri & bersatu untuk membawa
bangsa Indonesia dari kerisauan, keterpurukan
& krisis multidimensi dimana kita berada
sekarang ini.
Otonomi Daerah
Secara bahasa
Pegertian Otonomi adalah berdiri sendiri atau
dengan pemerintah sendiri sedangkan pengertian
daerah adalah wilayah atau lingkungan
pemerintah
Dengan demikian, Otonomi daerah bisa
diartikan sebagai kekuasaan pad suatu daerah
yang mengatur & mengelola untuk kepentingan
mayaraklat daerah itu sendiri. Dan mencakup
kepentingan dari segi :
Ekonomi
Politik
Pengaturan sosial
Budaya
Ideologi
Sesuai dengan
adat-istiadat daerah
lingkungannya
Pelaksanaan otonomi daerah dipengaruhi oleh
faktor-faktor yang meliputi kemampuan di
pelaksanan seperti :
Kemampuan dalam keuangan
Ketersediaan alat & bahan
Kemampuan dalam ber-organisasi
Hakikat Otonomi Derah
Terdapat 3 hakikat otonomi daerah :
Hak mengurus rumah tangganya sendiri bagi
suatu daerah otonom
Dalam kebebasan menjalankan hak mengurus
dan mengatur rumah tangga sendiri, daerah
tidak dapat menjalankan hak dan wewenang
otonominya diluar batas-batas wilayah
daerahnya.
Otonomi satu daerah tidak boleh mencampuri
hak mengatur dan mengurus rumah tangga
daerah lain sesuai dengan wewenang pangkat
dan urusan yang diserahkan kepadanya.
SIAPA WARGA NEGARA
INDONESIA???
WARGA NEGARA INDONESIA
Penduduk adalah mereka yang bertempat tinggal atau berdomisili di dalam suatu
wilayah negara/menetap untuk jangka waktu yang lama.
Bukan penduduk adalah mereka yang berada di dalam suatu wilayah negara hanya
untuk sementara waktu.
Warga Negara adalah mereka yang berdasarkan hukum tertentu merupakan
anggota dari suatu negara, dengan status kewarganegaraan warga negara asli atau
warga negara keturunan asing.
Bukan warga negara adalah mereka yang berada pada suatu negara tetapi secara
hukum tidak menjadi anggota negara yang bersangkutan namun tunduk pada
pemerintah di mana mereka berada.
Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan
perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum Undang-Undang
ini berlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia;
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara
Indonesia;
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia
dan ibu warga negara asing;
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu
Warga Negara Indonesia;
WARGA NEGARA INDONESIA
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara
Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal
ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut;
Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya
meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnyaWarga Negara Indonesia;
Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara
Indonesia;
Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing
yang diakui oleh seorang ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan
itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum
kawin;
Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak
jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya;
Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama
ayah dan ibunya tidak diketahui;
Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak
mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya;
Azas-azas Kewarganegaraan
Asas ius sanguinis (law of the blood) adalah asas yang
menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan
keturunan, bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.
Asas ius soli (law of the soil) adalah asas yang menentukan
kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat
kelahiran.
Asas kewarganegaraan tunggal adalah asas yang menentukan
satu kewarganegaraan bagi setiap orang.
Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang
menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai
dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang ini.
Syarat memperoleh Kewarganegaraan
Telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin;
Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di
wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun
berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak
berturut-turut;
Sehat jasmani dan rohani;
Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila
dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945;
Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang
diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih;
Jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia,
tidak menjadi berkewarganegaraan ganda;
Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap; dan
Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara.
Kehilangan Kewarganegaraan

Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri;


Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan
orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu;
Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas
permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah berusia 18 (delapan
belas) tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan
dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak
menjadi tanpa kewarganegaraan;
Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden;
Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam
dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh Warga Negara Indonesia;
WAWASAN NUSANTARA
Wawasan Nusantara adalah sesuatu yang dimiliki oleh
(hampir) setiap bangsa termasuk bangsa Indonesia .Wawasan
Nusantara bukan sekedar cara bangsa memandang negerinya
melainkan terdiri dari beberapa unsur-unsur yang perlu
diperhatikan agar mencapai kesatuan & keserasian tidak hanya
pada sesama bangsa Indonesia, akan tetapi juga dengan bangsa
yang lain. Tahap legitimisasi bahwa sebuah budaya adalah milik
suatu bangsa mungkin perlu diterapkan agar menjauhi konflik
antar bangsa berdekatan (secara geopolitik) seperti pada kasus
Indonesia & Malaysia.
SIAPA YANG WAJIB
MELAKUKAN BELA NEGARA???
KETENTUAN DASAR HUKUM UPAYA BELA NEGARA

PASAL 27 AYAT 3 UUD 1945 BERBUNYI : SETIAP WARGA NEGARA


BERHAK DAN WAJIB IKUT SERTA DALAM UPAYA PEMBELAAN NEGARA
PASAL 30 AYAT 1 UUD 1945 BERBUNYI :TIAP TIAP WARGA NEGARA
BERHAK DAN WAJIB IKUT SERTA DALAM USAHA PERTAHANAN DAN
KEAMANAN NEGARA
UU NO. 3 TAHUN 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA
PEMBUKAAN UUD 1945 ALINIA IV :
MELINDUNGI SEGENAB BANGSA INDONESIA DAN SELURUH TUMPAH DARAH
INDONESIA.
IKUT SERTA MELAKSANAKAN KETERTIBAN DUNIAYANG BERDASARKAN
KEMERDEKAAN, PERDAMAIAN ABADI DAN KEADILAN SOSIAL.
PENYELENGGARAAN UPAYA BELA NEGARA DALAM
BENTUK PENGABDIAN SESUAI DENGAN PROFESI

1. Pendidikan kewarganegaraan
2. Pelatihan dasar kemiliteran
3. Pengabdian sebagai prajurit TNI dan POLRI
4. Pengabdian sesuai profesi sesuai dengan psl. 9 ayat 2
UU no. 3 th. 2002)

Pengabdian warga negara yang mempunyai profesi


tertentu untuk kepentingan pertahanan negara
termasuk dalam menanggulangi dan / atau
memperkecil akibat yang ditimbulkan oleh perang,
bencana alam atau bencana lainnya
WUJUD BELA NEGARA ?
BELA NEGARA DIWUJUDKAN DALAM
PENYELENGGARAAN PERTAHANAN NEGARA (Ps. 9
AYAT 1 UU No. 3 TH. 2002)

PERTAHANAN NEGARA ?
Segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan
negara, keutuhan wilayah negara kesatuan republik
indonesia dan keselamatan segenab bangsa dari
ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa
dan negara. (Ps. 1 AYAT 1 UU no. 3 th. 2002)
PELAKSANAAN PERTAHANAN NEGARA ?
Sishankamrata ( sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta)
yaitu suatu sistem pertahanan yang melibatkan seluruh warga
negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya yang
diselenggarakan secara total, terarah, terpadu dan berkelanjutan
untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan
keselamatan segenab bangsa dari segala ancaman.

APA ITU ANCAMAN ?


Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari
dalam maupun dari luar negeri yang dinilai
membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah
negara, dan keselamatan segenab bangsa.
KLASIFIKASI ANCAMAN ?
Menurut bentuknya:

Ancaman militer yaitu ancaman yang menggunakan


kekuatan bersenjata yang terorganisasi yang dinilai
mempunyai kemampuan yang membahayakan
kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan
keselamatan segenab bangsa.

Ancaman non militer yaitu ancaman yang tidak


menggunakan kekuatan senjata tetapi jika dibiarkan
akan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan
wilayah negara, dan keselamatan segenab bangsa.
KLASIFIKASI ANCAMAN ?

Menurut sifatnya :
Ancaman tradisional : yaitu ancaman yang berbentuk
kekuatan militer negara lain berupa agresi atau invasi
yang membahayakan kemerdekaan, kedaultan dan
keutuhan wilayah negara kesatuan RI.
Ancaman non tradisional : yaitu ancaman yang
dilakukan oleh aktor non negara berupa aksi teror,
perampokan dan pembajakan, penyulundupan,
imigrasi gelap, perdagangan narkotika dan obat
obatan terlarang, penangkapan ikan secara ilegal, serta
pencurian kekayaan negara.
PENYELENGGARAAN UPAYA BELA NEGARA DALAM
BENTUK PENGABDIAN SESUAI DENGAN PROFESI

1. Pendidikan kewarganegaraan
2. Pelatihan dasar kemiliteran
3. Pengabdian sebagai prajurit TNI dan POLRI
4. Pengabdian sesuai profesi sesuai dengan psl. 9 ayat 2
UU no. 3 th. 2002)

Pengabdian warga negara yang mempunyai profesi


tertentu untuk kepentingan pertahanan negara
termasuk dalam menanggulangi dan / atau
memperkecil akibat yang ditimbulkan oleh perang,
bencana alam atau bencana lainnya
WUJUD BELA NEGARA ?
BELA NEGARA DIWUJUDKAN DALAM
PENYELENGGARAAN PERTAHANAN NEGARA (Ps. 9
AYAT 1 UU No. 3 TH. 2002)

PERTAHANAN NEGARA ?
Segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan
negara, keutuhan wilayah negara kesatuan republik
indonesia dan keselamatan segenab bangsa dari
ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa
dan negara. (Ps. 1 AYAT 1 UU no. 3 th. 2002)
PELAKSANAAN PERTAHANAN NEGARA ?
Sishankamrata ( sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta)
yaitu suatu sistem pertahanan yang melibatkan seluruh warga
negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya yang
diselenggarakan secara total, terarah, terpadu dan berkelanjutan
untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan
keselamatan segenab bangsa dari segala ancaman.

APA ITU ANCAMAN ?


Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari
dalam maupun dari luar negeri yang dinilai
membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah
negara, dan keselamatan segenab bangsa.
KLASIFIKASI ANCAMAN ?
Menurut bentuknya:

Ancaman militer yaitu ancaman yang menggunakan


kekuatan bersenjata yang terorganisasi yang dinilai
mempunyai kemampuan yang membahayakan
kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan
keselamatan segenab bangsa.

Ancaman non militer yaitu ancaman yang tidak


menggunakan kekuatan senjata tetapi jika dibiarkan
akan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan
wilayah negara, dan keselamatan segenab bangsa.
KLASIFIKASI ANCAMAN ?

Menurut sifatnya :
Ancaman tradisional : yaitu ancaman yang berbentuk
kekuatan militer negara lain berupa agresi atau invasi
yang membahayakan kemerdekaan, kedaultan dan
keutuhan wilayah negara kesatuan RI.
Ancaman non tradisional : yaitu ancaman yang
dilakukan oleh aktor non negara berupa aksi teror,
perampokan dan pembajakan, penyulundupan,
imigrasi gelap, perdagangan narkotika dan obat
obatan terlarang, penangkapan ikan secara ilegal, serta
pencurian kekayaan negara.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi. tanggal 21 April
2009 pukul. 19.20 WIB
Dahlan, Saronji, , S.Pd, M.Pd. Pendidikan
Kewarganegaraan,Yogyakarta,2003
Alfian dan Oetojo Oesman, Demokrasi Indonesia,
Jakarta,2002
Wijianti, S.Pd. dan Aminah Y., Siti, S.Pd
Kewarganegaraan (Citizenship). Jakarta,2006
http://dondsor.blogster.com/demokrasi_dan_Konstitusi.ht
ml. tanggal 21 April 2009 pukul 19.20 WIB

Beri Nilai