Anda di halaman 1dari 1

Anemia

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit :
Halaman :

UPT Hudaefah, SKM. Mkes


PUSKESMAS Tanda tangan : NIP.
KESUGIHAN II 197101201995031003

1. Pengertian Suatu kondisi tubuh yang terjadi ketika sel-sel darah merah (eritrosit)
dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada di bawah
nilai normal (kurang darah).
2. Tujuan Sebagai acuan oleh petugas UPT. Puskesmas Kesugihan II untuk
dapat memberikan penatalaksanaan terhadap pasien anemia
3. Kebijakan
4. Referensi KMK Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan KesehatanTingkat Pertama
5. Prosedur 1. Petugas Kesehatan melakukan anamnesis dan pemeriksaan yang
sesuai dengan tanda-tanda anemia, diantaranya adalah lemah,
lesu, letih, lelah, konjungtiva anemis, dan anemis pada telapak
tangan.
2. Melakukan pemeriksaan darah yaitu Hemoglobin (Hb).
3. Menentukan diagnose anemia
4. Pemberian sulfat ferrosus 3x200mg
5. Menentukan kriteria rujukan :
- Anemia tanpa gejala dengan kadar Hb < 8 gr/dL.
- Anemia dengan gejala tanpa melihat kadar Hb segera dirujuk.
- Anemia berat dengan indikasi transfusi (Hb<7 gr/dL)
- Anemia karena penyebab yang tidak termasuk kompetensi
dokter di layanan tingkat pertama
- Jika didapatkan kegawatdaruratan
6. Melakukan pemasangan iv line dengan transfusi set sebelum
pasien dirujuk.

6. Unit terkait 1. Ruang Bersalin


2. IGD
7. Dokumen 1.
Terkait