Anda di halaman 1dari 2

Hipertensi

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit :
Halaman :

UPT Hudaefah, SKM. Mkes


PUSKESMAS Tanda tangan : NIP.
KESUGIHAN II 197101201995031003

1. Pengertian Meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan
atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran
dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat.
2. Tujuan Sebagai acuan oleh petugas UPT. Puskesmas Kesugihan II untuk
dapat memberikan penatalaksanaan terhadap pasien hipertensi.
3. Kebijakan
4. Referensi KMK Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan KesehatanTingkat Pertama
5. Prosedur 1. Petugas Kesehatan melakukan anamnesis dan pemeriksaan yang
sesuai dengan tanda dan gejala hipertensi, diantaranya mata
berkunang-kunang, nyeri tengkuk, ataupun tanpa ada gejala.
2. Kriteria Hipertensi

3. Penatalaksanaan dengan mengubah pola gaya hidup.


4. Algoritma tatalaksana hipertensi
Hipertensi tanpa compelling indication
a. Hipertensi stage1
Dapat diberikan diuretik (HCT 12.5-50mg/hari, atau pemberian
penghambat ACE (captopril 3x12,5-50 mg/hari), atau nifedipin long
acting 30-60 mg/hari) atau kombinasi.
b. Hipertensi stage 2
Bila target terapi tidak tercapai setelah observasi selama 2 minggu,
dapat diberikan kombinasi 2 obat, biasanya golongan diuretik, tiazid
dan penghambat ACE atau penyekat reseptor beta atau penghambat
kalsium.
c. Pemilihan anti hipertensi didasarkan ada tidaknya kontraindikasi
dari masing-masing antihipertensi diatas. Sebaiknya pilih obat
hipertensi yang diminum sekali sehari atau maksimum 2 kali sehari.
5. Memberikan konseling dan edukasi kepada pasien tentang faktor-
faktor yang dapat menyebabkan terjadinya dan memperburuk
keadaan pasien.
6. Unit terkait 1. IGD
2. Poli Umum
7. Dokumen 1.
Terkait