Anda di halaman 1dari 29

Sabtu, 3 April 2016

NAMA : AGNESIA ANGELIA DHAI Dirumah/Kamar


Waktu : 12.45 WITA
KELAS : REGULER B

NIM : 1305015057

BOTANI TINGKAT TINGGI

TUGAS MANDIRI 2

Apetalae

Dikotil adalah daun lembaga dua. Tumbuhan-tumbuhan yang tergolong dalam anak
kelas dicotyledonae kebanyakan berupa pohon-pohon atau tumbuhan-tumbuhan yang
batangnya berkayu, bunga berkelamin tunggal dengan penyerbukan anemogami, hiasan
bunga tidak terdapat.
Tumbuhan dikotil dibedakan lagi menjadi tiga subkelas berdasarkan ada tidaknya dain-
dain mahkota (petalae) yakni apetalae, dialypetalae, dan sympetalae. Apetalae adalah hiasan
bunga yang tubggal yang biasanya menyerupai kelopak, jarang menyerupai mahkota.
Apetalae terbagi kedalam beberapa ordo yakni Casuarinales, Fragales, Myricales,
Juglandales, Salicales, Urticales, Piperales, Proteales, Santalales, Polygonales,
Caryophyllales, Euphorbiales, dan Hammalidales. Ciri-ciri dari subclass Apetalae yaitu :
Kebanyakan berupa pohon ( batang berkayu )
Bunga berkelamin tunggal
Penyerbukan anemogami
Tidak terdapat hiasan bunga, atau kalau ada hanya tunggal ( mono ) kebanyakan
menyerupai kelopak
Hanya ada pada suku Caryophyllaceae terdapat hiasan bunga

1. Ordo Casuarinales
Ordo Casuarinales adalah salah satu bangsa/ordo anggota tumbuhan berbunga.
Ordo ini hanya terdiri dari satu famili, yaitu : Famili Casuarinaceae.

Subclassis APETALAE Page 1


a) Famili Casuarinaceae
Batangnya berkayu, cabang-cabang yang muda berwarna hijau dan
cabangnya kecil.
Daun termodifikasi seperti sisik, daunnya tersusun secara berkarang, dan
memiliki biji yang bersayap.
Batangnya berbuku-buku dengan daun-daun yang amat tereduksi menjadi
seperti selaput kecil dan tersusun berkarang.
Bunga uniseksualis, bunga jantan di ujung dahan dan bunga betina di ujung
cabang pendek dalam karangan spika.
Buahnya buah kurung yang bersayap dan diselubungi oleh dua daun
pelindungnya yang menjadi berkayu.
Habitusnya perdu dan pohon.
Penyebarannya di belahan bumi selatan, terutama di wilayah tropis dunia
lama, termasuk indo-malaysia, australia, dan kepulauan pasifik.
Klasifikasi Casuarina excelsa L. :
Kingdom : Plantae
Divisi :Spermatophyta
Kelas :Dicotyledoneae
Subkelas :Monochlamydeae
Ordo : Casuarinales
Famili : Casuarinaceae
Genus : Casuarina
Spesies : Casuarina excelsa L.
Nama Lokal : Cemara Norfolk

2. Ordo Fagales
Ordo fagales adalah salah satu bangsatumbuhan berbunga. Ordo ini meliputi
tumbuh-tumbuhan yang berbatang kayu dengan daun serta daun-daun penumpu yang
lekas runtuh. Bunga berkelamin tunggal tersusun dalam majemuk yang menyerupai
bangunan lada dengan penyerbukan secara anemogami. Buahnya buah keras yang
berisi 1 biji. Biji tanpa endosperm dengan lembaga yang lurus.Ordo Fagalesmeliputi
beberapa suku (familia):
a) Suku (Familia) Betulaceae

Subclassis APETALAE Page 2


Terdiri atas pohon-pohon atau perdu dengan daun tunggal yang tersebar dan
daun penumpu yang lekas runtuh.
Bunga berkelamin tunggal berumah 1, tersusun dalam bunga majemuk yang
menyerupai bunga lada dan terdiri atas bagian-bagian yang bersifat simos
Hiasan bunga tidak ada atau berupa tenda bunga yang kecil, berbilangan 4,
bebas atau berlekatan satu sama lain.
Bunga jantan melekat pada daun pelindungnya dengan 2-12 benang sari
yang seringkali terbelah, dalam bunga-bunga yang berbilangan 4 duduknya
berhadapan dengan daun-daun tenda
bunga.
Bunga betina dengan putik yang terdiri
atas 2 daun buah dan mempunyai 2
kepala putik, bakal buah beruang 2,
tiap ruang dengan 2 atau 1 bakal biji,
masing-masing dengan 1 selaput biji.
Buahnya buah keras dengan 1 biji, biji tanpa endosperm
Daun pelindung pada pertumbuhan buah membesar seperti sayap.
Suku ini meliputi 6 marga dengan 100 jenis yang tersebar di sebelah utara
khatulistiwa.

b) Famili Fagaceae
Tumbuh tumbuhan berkayu dengan daun
daun tunggal yang kedudukannya tersebar
dan daun penumpu yang lekas gugur.
Bunga berkelamin tunggal dan berumah satu.
Uniseksual, bunga jantan tunggal/ karangan
capitulum/ amentumm dan bunga betina :
tunggal/ berkelompok.
Habitunya semak dan pohon.
Tumbuhan asli kawasan tropis dan subtropis asia, penyebaran di Indonesia
yaitu Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
Tumbuh di daerah dataran rendah sampai 2000 m di atas permukaan laut.

Subclassis APETALAE Page 3


Manfaat saninten yaitu untuk balok pada perumahan dan jembatan, papan,
tiang dan rusuk dan baik untuk dijadikan sirap. Kayu saninten tidak mudah
pecah.

3. Ordo Myricales
Bangsa ini hanya terdiri atas satu suku yaitu suku Myricaceae, yang terdiri atas
tumbuh-tumbuhan berkayu dengan daun-daun tunggal yang tersebar, mempunyai daun-
daun penumpu atau tidak ada. Pada daun terdapat sel-sel minyak. Bunga berkelamin
tunggal. Tersusun dalam bulir-bulir tunggal atau majemuk. Bunga tanpa hiasan bunga,
pada jantan memiliki 2-16 benang sari. Pada betina dengan bakal buah menumpang
yang terdiri atas 2 daun buah. Mempunyai 1 ruangan dan 1 bakal biji dengan 1 selaput
biji. Buahnya buah batu, biji tanpa endosperm. Suku ini meliputi marga Myrica dengan
kurang lebih 50 jenis yang tersebar di Eropa, Asia dan Amerika, misalnya: Myrica
cerifera yang bermanfaat menghasilkan lilin
Klasifikasi dari Myrica cerifera
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Classis : Dicotylodineae
Subclassis : Apetalae
Ordo : Myricales
Familia : Myricaceae
Genus : Myrica
Species : Myrica cerifera

4. Ordo Juglandales
Bangsa ini meliputi pohon-pohon dengan daun-daun majemuk menyirip gasal
yang duduknya tersebar, kadang-kadang berhadapan. Daun penumpu tidak terdapat.
Bunga berkelamin tunggal, anemogami, berumah satu. Buahnya buah semu yang
menyerupai buah batu atau buah keras yang diselubungi semacam kupula dengan kulit
luar tipis atau berdaging dan kulit dalam yang keras. Biji tanpa endosperm. Bunga
jantan dengan tenda bunga yang biasanya berbilangan 4 yang beserta daundaun
pelindung berlekatan dengan bakal buahnya. Bakal buah tenggelam, beruang 1 dengan
1 bakal biji yang mempunyai 1 selaput biji. Buahnya buah semu yang menyerupai buah
Subclassis APETALAE Page 4
batu atau buah keras yang diselubungi semacam kupula dengan kulit luar tipis atau
berdaging dan kulit dalam keras. Biji tanpa endosperm. Dalam ordo Juglandales
terdapat suku (Familia) Juglandaceae Ciri-cirinya sebagai berikut :
a) Pohon-pohon dengan daun majemuk menyirip gasal yang tersebar atau
berhadapan tanpa daun penumpu, daun kaya akan zat-zat yang berbau sedap.
Bunga berkelamin tunggal, berumah satu,anemogami.
b) Bunga jantan tersusun dalam bulir yang terdiri atas banyak bunga, kebanyakan
dengan hiasan bunga, bunga betina dalam bulir yang lebih sedikit akan bunga.
c) Masing-masing bunga betina dengan hiasan bunga, pada bagian bawah
diselubungi badan yang menyerupai kupula, yang nanti akan menjadi selubung
buah yang berdaging atau berubah menjadi alat untuk beterbangan.
Suku ini terdiri atas 6 marga,dengan 50 jenis yang tersebar di daerah-daerah
iklim sedang di belahan bumi utara dan daerah Asia tropika dan Amerika Selatan.
Klasifikasi Carya ovata.
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Classis : Dicotylodineae
Subclassis : Apetalae
Ordo Juglandales
Familia : Juglandaceae
Genus : Carya
Species : Carya ovata

5. Ordo Salicales
Bangsa terdiri hanya atas suku Salicaceae, yang meliputi tumbuh-tumbuhan yang
berbatang kayu dengan daun-daun tunggal yang tersebar dan mempunyai daun-daun
penumpu. Bunga berkelamin tunggal, berumah dua, jarang sekali berumah satu,
tersusun dalam bulir tanpa hiasan bunga atau jika ada amat tereduksi dan tidak pernah
menyerupai mahkota. Pada pangkal bunga terdapat suatu badan seperti piala atau
cakram yang sering dipandang sebagai hiasan bunga yang tereduksi. Bunga jantan
dengan 2-8 benang sari, bunga betina dengan satu putik yang terdiri atas dua buah
deengan bakal buah yang duduknya menumpang. Mempunyai 1 ruang yang

Subclassis APETALAE Page 5


mengandung banyak sekali bakal biji yang anatrop dengan 2-4 papan biji yang parietal.
Bakal biji dengan 1 selaput biji.
Penyerbukan secara anemogami atau entomogami. Buahnya bunga kendaga yang
membuka dengan 2 katup. Biji amat kecil dengan seberkas rambut dari tali pusarnya,
endosperm sedikit atau tidak ada. Suku ini hanya terdiri atas 2 marga dengan 300 jenis
yang tersebar di daerah beriklim sedang di bagian belahan utara bumi dan beberapa
jenis di daerah tropik. Beberapa jenis sebagai contoh :
Populus : P. nigra, P. balsamifeera, P. deltoids
Salix : S. alba, S. fragillus, S. purpurea, S. Amygdalina
Cabang-cabang muda berbagai jenis mudah dibengkokkan seperti rotan dan
banyak pula digunakan sebagai bahan anyaman. Adapun ciri-ciri Salix alba sehingga
dimasukkan ke dalam ordo Salicales dan familia Salicaceae adalah daun-daun tunggal
yang tersebar dan mempunyai daun-daun penumpu. Bunga tersusun dalam bulir tanpa
hiasan bunga atau jika ada amat teerduksi dan tidak pernah menyerupai mahkota. Pada
pangkal bunga terdapat suatu badan seperti piala atau cakram yang sering dipandang
sebagai hiasan bunga yang tereduksi. Bunga jantan dengan 2 benang sari. Manfaat Salix
alba sebagai obat pengurang rasa sakit dan penurun panas, menghasilkan senyawa aktif
salisin (Salix) jika diekstrak.Salix alba juga disebur willow putih.
Klasifikasi Salix alba
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Classis : Dicotylodineae
Subclassis : Apetalae
Ordo : Salicales
Familia : Salicaceae
Genus : Salix
Species : Salix alba

6. Ordo Urticales
Ordo urticales adalah salah satu bangsa/ordo anggota tumbuhan berbunga. Ordo
ini meliputa terna, semak-semak maupun pohon-pohon dengan kebanyakan daun-daun
tunggal yang tersebar dan mempunyai daun penumpu. Bunga kebanyakan berkelamin

Subclassis APETALAE Page 6


tunggal, tersusun dalam bunga majemuk terbatas, biasanya kecil-kecil, aktinomorf
dengan tenda bunga yang berwarna hijau.
Penyerbukan secara anemogami, pembuahan kalazogami atau bentuk-bentuk
peralihan ke porogami. Buahnya buah keras atau buah batu. Ordo urticales ini meliputi
Famili Moraceae, Famili Cannabiaceae, dan Famili Urticaceae.
a) Famili Moraceae
Habitusnya berupa pohon.
Bergetah putih atau bening.
Daun-daun tunggal yang duduknya tersebar dengan daun-daun penumpu
yang lebar yang kadang-kadang memeluk batang.
Stipula besar melindungi batang, daun tersebar.
Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga majemuk berbatas, yang
berbentuk bongkol, tongkol, atau periuk.
Bunga uniseksual ukurannya kecil. Brachtea besar melindungi batang
muda.
Organ vegetatif : bergetah susu (putih), berdaun penumpu berbentuk
tudung, bila gugur meninggalkan bekas perlekatan apda ranting berupa
lingkaran cincin di ketiak keduduakn daun.
Organ generatif : bunga/buah semu, dasar bunga (receptaculum) pada
marga ficus tumbuh keluar melanjut, melingkar bentuk bulat, pada bagian
atasnya terdapat pintu tempat masuknya serangga (semut)
Bunga jantan dengan tenda bunga yang berbilangan 2 6, kebanyakan 4,
benang sari sama dengan daun hiasan bunga.
Bunga dengan bakal buah yang tenggelam sampai menumpang, dengan 1
atau 2 tangkai putik.
Bunga jantan dan bunga betina terletak di luar dasar bunga.
Penyebarannya di seluruh wilayah Indonesia dan daerah tropis.

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta

Subclassis APETALAE Page 7


Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Urticales
Famili : Moraceae
Genus : Ficus
Spesies : Ficus benjamina

b) Famili Cannabiaceae
Tumbuhan yang mirip dengan famili moraceae.
Terdiri dari 2 marga yaitu cannabis (herba tegak) dan humulus (memanjat).
Terna berbau aromatik tanpa getah.
Daun tunggal bertoreh menjari, uduknya tersebar atau berhadapan, dengan
daun-daun penumpu yang bebas dan tidak gugur.
Bunga berkelamin tunggal, berumah 2, tersusun dalam bungan majemuk
berbatas yang menyerupai tandan, bongkol, atau bunga lada.
Bunganya actinomorphic (radial simetris) dan tidak mencolok, karena
tanaman ini diserbuki oleh angin. Kelopak pendek dan tidak ada mahkota.
Putik terbuat dari dua bawaan karpel , ovarium biasanya unggul adalah
unilocular dan tidak ada jumlah tetap pada benang sari.
Buahnya buah keras dengan biji yang mempunyai lembaga yang bengkok
atau tergulung.

Klasifikasi Cannabis sativa :


Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Urticalaes
Famili : Cannabiaceae
Genus : Cannabis
Spesies : Cannabis sativa

c) Famili Urticaceae
Kebanyakan berupa terna dan semak yang tidak bergetah.
Daun tunggal, tersebar atau berhadapan dengan penumpu/stipula yang
seringkali tidak sama besar.

Subclassis APETALAE Page 8


Bunga berkelamin tunggal jarang banci, tersusun dalam tukal tukal atau
bongkol yang simos dan selanjutnya terkumpul dalam rangkaian yang
menyerupai tandan atau bunga lada.
Bunga dengan tenda bunga yang berjumlah 4 5 (kadang kadang 2
3), benang benang sari sama banyaknya dengan daun tenda bunga,
berhadapan dengan daun tenda bunga, dalam kuncup membengkok ke
dalam, pada waktu bunga mekar lalu membengkok keluar.
Putik dengan 1 kepala putik yang berbentuk seperti bulu atau seberkas
rambut rambut.
Bunga dalam perbungaan ( cymosa, spika, capitulum ).
Umumnya uniseksualis, bunga jantan 4 stamen.
Seringkali ada stamenodium, berupa sisik terdapat pada bagian basis dari
pistilum

Klasifikasi tanaman Laportea interrupta :


Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Urticalaes
Famili : Urticaceae
Genus : Laportea
Spesies : Laportea interrupta

7. Ordo Piperales
Ordo piperales adalah salah satu bangsa tumbuhan berbunga. Kebanyakan berupa
terna, hanya kadang-kadang berupa tumbuh-tumbuhan dengan batang yang berkayu.
Daun tunggal, bunga amat kecil berkelamin tunggal atau banci tanpa hiasan bunga.
Dalam ordo ini terdapat 3 famili : Famili Piperaceae, Famili Saururaceae, dan Famili
Chloranthaceae.
a) Famili Piperaceae
Terna atau tumbuh-tumbuhan berkayu seringkali memanjat dengan
menggunakan akar-akar pelekat.
Umumnya memiliki daun berbentuk jarum dan batang berbuku.
Memiliki bau aromatis karena ada sel minyak.

Subclassis APETALAE Page 9


Biseksual dan uniseksual
Daun tunggal bentuk jantung, yang duduknya tersebar atau berkarang
dengan atau tanpa daun daun penumpu.
Perbungaan berupa spika dengan ukuran bunga yang kecil dan brakhteatus.
Bunga tersusun dalam bunga majemuk yang disebut bunga lada (amentum),
masing masing kecil tanpa hiasan bunga, berkelamin tunggal atau banci
dengan 1 10 benang sari ; putik terdiri 1 6 bakal biji yang tegak pada
dasarnya.
Buahnya buah batu atau buah buni, jadi dengan endosperm dan perisperm.

Klasifikasi tanaman Piper bettle L.:


Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Magnoliidae
Ordo : Piperales
Famili : Piperaciae
Genus : Piper
Spesies : Piper bettle L.
Nama Lokal : Sirih

8. Ordo Proteales
Bangsa ini hanya terdiri dari satu suku yaitu Proteaceae, dengan ciri-ciri habitus
pohon atau perdu, jarang berupa terna. Daun tunggal, bertorah pertualangan menyirip,
daun kaku atau seperti belulang, duduk tersebar atau berhadapan tanpa daun penumpu.
Bunga hemaprodit atau berubah menjadi uniseksual karena adanya reduksi pada salah
satu kelamin bunga. Bunga tersusun bentuk bulir, tandan atau tongkol. Masing-masing
bunga dengan hiasan bunga menyerupai mahkota berbilangan 4, aktinomorf atau
zigomorf. Benang sari berhadapan dengan daun tajuk hiasan bunga dan berlekatan tetap
kepala sari bebas. Bakal buah menumpang, beruang 1 dengan 1 sampai banyak bakal
buah yang parietal. Tiap bakal biji dengan 2 selaput. Buahnya buah kendaga atau buah
kurung, biji tanpa endosperm. Lembaga dengan lebih katiledon. Suku ini terdiri dari 50
marga dengan 1200 jenis yang tersebar di daerah sebelah selatan khatulistiwa terutaman
didaerah Australia dan Afrika selatan.

Subclassis APETALAE Page 10


Klasifikasi Leucodendron argentum
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Proteales
Famili : Proteaceae
Genus : Leucodendron
Spesies : Leucodendron argentum

9. Bangsa Santales
Merupakan tumbuh-tumbuhan berbatang kayu atau terna yang sering bersifat
sebagai parasit dengan daun-daun tunggal yang tersebar atau berhadapan, tanpa daun
penumpu. Bunga mempunyai tenda bunga dengan benang-benang sari yang berhadapan
dengan daun-daun tenda bunga, seringkali terdapat hiasan bunga yang rangkap dan
benang benang sari yang tersusun dalam 1 sampai 2 lingkaran. Bakal buah tenggelam,
beruang 1 sampai 3 tiap ruang dengan 1 bakal biji dengan tembuni di pusat. Kadang-
kadang bakal biji tidak jelas terpisah dari papan bijinya tanpa selaput. Bangsa ini
mempunyai beberapa famili, yaitu :
a) Suku santalaceae
Terna, perdu, atau pohn-pohon yang kadang-kadang hidup sebagai setengah
parasit, dengan daun-daun tunggal yang duduknya tersebar atau
berhadapan.bunga amat kecil, banci atau berkelamin tunggal, terpisah-pisah
atau berkelompok dalam ketiak-ketiakdaun.
Kelopak seringkali menyerupai mahkota, mahkota tidak ada. Benang sari
sama banyaknya dengan jumlah daun kelopak, berhadapan dengan daun-
daun kelopak tadi.
Bakal buah tenggelam, beruang 1 dengan 2-4 bakal biji dengan tembuni di
pusat, bakal biji tanpa selaput atau dengan 1 selaput.
Buahnya buah keras atau buah batu dengan 1 biji tanpa kulit biji,
endosperm besar berdaging, lembaga kecil.

Suku ini meliputi 400 jenis terbagi dalam 30 marga yang kebanyakan terdapat di
daerah tropika, di antaranya : Santalum : S. album (cendana) yang banyak terdapat di

Subclassis APETALAE Page 11


Nusa Tenggara Timur (Sumba, Timor) untuk diambil kayunya dan minyak. Santalum
album.

Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Santales
Famili : Santalaceae
Genus : Santalum
Spesies :Santalum album

b) Suku loranthaceae
Setengah parasit yang batangnya berkayu, tumbuh pada dahan anggota-
anggotaGymnospermae dan Dicotyledoneae yang berkayu, dengan daun-
daun tunggal yangkaku seperti belulang, duduknya bersilang/berhadapan
atau berkarang, tanpa daunpenumpu.
Kadang-kadang tidak terdapat daun-daun, dalam hal itu ruas-ruas cabang-
cabangnya berwarna hijau dan berfungsi sebagai alat untuk asimilasi.
Tumbuh-tumbuhan membentuk alat penghisap yang beraneka rupa
Pada perkecambahan alat pelekatnya ada yang lalu membentuk alat
penghisap yang pipih dan meluas melekat pada kayu inangnya. Adapula
yang dari alat pelekat itu tumbuh streng-streng penghisap seperti akaryang
meluas pada permukaan gelam tumbuh-tumbuhan inangnya dan dari streng-
streng tersebut masuk ke dalam kayu alat penghisap yang disebut penyelam,
ada pul yang langsung dari cakram pelekatnya mengeluarkan penyelam ke
bagian kayu inangnya.
Bunga banci atau berkelamin tunggal
Berumah 1 atau 2
Aktinomorf dengan tenda bunga yang sedikit terdiferensiasi atau jelas
mempunyai hiasan bunga yang rangkap, hiasan bunga berbilangan 2-3.
Benang sari sama banyaknya dengan taju-taju tenda bunga dan berhadapan
dengan taju-taju tersebut, bebas atau sedikit banyak berlekatan dengan
tenda bunga tadi.

Subclassis APETALAE Page 12


Bakal buah tenggelam dalam sumbu bunganya, biasanya tidak jelas
diferensiasi antara tembuni dengan bakal bijinya
Buahnya menyerupai buah batu, bagian pusat mengandung 1 atau tidak
jelas diferensiasi antara papan biji dengan bakal bijinya k. Buahnya
menyerupai buah batu, bagian pusat mengandung 1 atau beberapa lembaga
dan biasanya diselubungi oleh suatu substansi seperti lendir yang berasal
dari lapisan dalam sumbu bunga l. Lembaga mempunyai 2 kadang-kadang
3-6 daun lembaga Penyerbukan biasanya secara entomogami atau
ornitogami, tetapi terdapat pula anemogami. Antara penyerbukan dan
pembuahan terdapat perbedaan waktu yang lama. Penyebaran biji/buah
biasanya secara ornitokori.86 Loranthaceae terdiri atas + 40 marga dengan
1.300 jenis yang tyersebar luas di daerah tropika, hanya sebagian kecil
terdapat di luar tropika.

Klasifikasi Loranthus sp
Kerajaan :Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Kelas :Magnoliopsida
Ordo :Santalales
Famili :Loranthaceae
Genus :Loranthus
Spesies :Loranthus sp

c) Suku balanophoraceae
Parasit-parasit sejati, yang sama sekali tak mempunyai klorofil lagi,
biasanya hidup pada akar tumbuh-tumbuhan yang berkayu dengan bagian-
bagian vegetatif yang mengalami reduksi yang amat mendalam.
Pada tumbuh-tumbuhan inang terdapat semacam rimpang yang serupa umbi
dengan percabang-cabangan serupa yang langsung bersambungan dengan
akar tumbuhan inangnya, tanpa penyelam, daun-daun tereduksi berupa
sisik-sisik atau sama sekali tidak ada.
Pada ujung umbi atau percabangannya terdpat bunga majemuk yang nanti
muncul di atas tanah, berupa bongkol atau bulir, kadang-kadang mulai
rapat.

Subclassis APETALAE Page 13


Bunga telanjang atau dengan tenda bunga yang kecil, dengan tenda bunga
yang berbilangan 3-4 atau kadang-kadang 2-8 seringkali berlekatan.
Benang sari berhadapan dengan daun-daun tenda bunga, jumlahnya sama
dengan daun-daun tenda bunga atau kurang
Kepala sari dengan 1 atau beberapa ruang sari
Bunga betina biasanya telanjang, bakal buah menumpang, terdiri atas 1-3
daun buah,beruang 1 dengan 1-3 bakal biji tanpa selaput.
Kadang-kadang bakal biji tidak jelas, dalam tembuni atau dinding bakal
buah lalu terdapat kandung lembaga Penyerbukan secara entomogami atau
anemogami. Buahnya buah keras berisi 1 biji dengan endosperm dan
lembaga kecil yang belum terdiferensi. Penyebaran dengan perantaraan
semut.
Suku ini meliputi lebih dari 100 jenis yang terbagi dalam 17 marga terutama
dalam hutan-hutan di daerah tropika, a.l. : Balanophora: B. globosa, B.elongata.
Lophophyum: L. leandri Langsdorffia: L. hypogea Helosis: H. Brasiliensis
Klasifikasi B.elongata
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Santales
Famili : balanophoraceae
Genus : Balanophora
Spesies : B.elongata

d) Suku cynomoriaceae
Parasit-parasit akar yang berwarna perang kemerahan-merahan, tanpa
klorofil mempunyai rimpang yang mengeluarkan akar-akar adventif dan
akar-akar inilah timbul haustoria yang melekat pada tumbuhan inangnya.
Batang tidak bercabang dengan daun-daun yang berbentuk sisik. Bunga
banci atau berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga maemuk yang
berbentuk tongko,l atau menyerupai gada.
Mempunyai tenda bunga, 1 benang sari, bakal buah yang tenggelam
beruang 1 dengan 1 bakal biji yang mempunyai 1 selaput. Habitus

Subclassis APETALAE Page 14


menyerupai Balanophoraceae, tetapi jelas berbeda dalam bentuk susunanm
rimpang dan terdapatnya selaput bakal biji. Suku ini bersifat monotipik,
hanya terdiri atas 1 marga dengan 1 jenis: Cynomorium coccineum, yang
hidup sebagai parasit pada akar berbagi macam tumbuhan halofita di pantai
Laut Tengan dan padang-padang rumput di Asia Barat. Dalam bangsa
Santales masih termasuk beberapa suku yang belum mendapatkan perhatian
yang cukup dari para ahli ilmu tumbuhan : Suku : Grubbiaceae,
Octocnemaceae, Olacaceae, Opiliaceae, dan Myzidendraceae.

10. Bangsa Polygonales


Ordo ini hanya terdiri atas 1 suku Polygonaceae dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Terna, perdu atau pohon-pohonan dengan daun-daun yang duduknya tersebar dan
mempunyai omrea yang memeluk batang. Bunga dengan tenda bunga atau jelas dengan
kelopak dan mahkota, banci (hemaprodit) atau erkelamin tunggal, aktinomorf,
berbilang 2 sampai 3 atau 5. Benang sari 4 sampai 12, kebanyakan 6 sampai 9. Putik
terdiri atas 2 sampai 4 daun buah dengan tangkai putik yang sama dengan jumlah daun
buahnya, bakal buah menumpang, dikelilingi oleh sebuah cakram, beruang 1 dengan 1
bakal biji yang atrop atau kadang-kadang anatrop. Buahnya buah keras berbentuk pipih
atau segi tiga, kadangkadang diselubungi tenda bunganya. Biji mempunyai endosperm
tanpa perisperm. Suku ini meliputi 800 jenis yang terbagi dalam 32 marga kebanyakan
tersebar disebelah utara khatulistiwa.
Beberapa contoh : Rheum ; Rheum palmatum, Rheum officinale, keduannya
menghasilkan radix rhei yang berguna untuk obat-obatan. Di Jawa Tengah untuk
industry rokok klemak menyan. Rheum raponticum, Rheum rhabarbarum (sayuran)
Fagopyrum : Fagopyrum esculentum (soba), dapat dimakan. Antigonon : A. leptopus
(Air mata pengantin , banyak ditanaman sebagai tanaman hias). Polygonum : P.
umplexicaule, P. aviculare, P. perfoliatum.Rumex : R. crispus, R. ambiguous, R.
sagittatus ( Sayuran )

Subclassis APETALAE Page 15


Contoh Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Diviso : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Polygonales
Familia : Polygonaceae
Genus : Rheum
Species : Rheum palmatum

11. Bangsa Caryophyllales


Umumnya berupa terna, jarang sekali tumbuh-tumbuhanyang berkayu. Daun
tunggal, biasanya tanpa daun penumpu. Bunga banci ataukarena adanya reduksi
menjadi berkelamin tunggal, aktinomorf, dengan tenda bunga yangrangkap atau tunggal
atau jelas dengan kelopak dan mahkota. Benang sari dalam satulingkaran, berhadapan
dengan tenda bunga atau dalam dua lingkaran. Bakal buahtenggelam atau menumpang,
kebanyakan beruang satu dengan banyak 1 bakal biji yangkampilotrop, yang hampir
selalu mempunyai 2 selaput biji, terletak pada tembuni yang sentral. Biji dengan
lembaga yang bengkok mengelilingi perispermnya. Ordo ini mencakup beberapa famili,
diantaranya :
a) Suku (Familia) Chenopodiaceae
Terna atau kadang-kadang tumbuhan berbatang kayu (yang sering
memperlihatkancara penebalan yang abnormal) dengan daun-daun tunggal yang
duduknya tersebar, jarangsekali berhadapan, kadang-kadang bersifat sukulen.
Tanpa daun penumpu. Bunga kecilkehijau-hijauan, tersusun dalam bunga
majemuk yang rasemos, kebanyakan aktinomorf 90dengan tenda bunga yang
tunggal, banci, atau berkelamin tunggal. Tenda bunga berbilangan 1 sampai 5
atau sama sekali tidak ada. Benang sari sama atau kurang daripada jumlah daun
tenda bunga duduknya berhadapan dengan daun-daun tenda bunga, dalam kuncup
membengkok ke dalam. Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, terdiri
atas 2 daun buah dengan 2 sampai 5 kepala putik, beruang 1 dengan 1 bakal biji
yang kamilotrop dengan tali pusar yang basal. Buahnya buah keras atau buah
yang kalau masak membuka dengan sebuah tutup, biasanya diselubungi daun

Subclassis APETALAE Page 16


daun tenda bunga yang berdaging. Bunga dengan perisperm yang dikelilingi oleh
lembaga yang tergulung. Suku ini meliputi 1400 jenis, dari 100 marga.
Contoh: Chenopodium abrosioides, Beta vulgaris, spinocia oleracea,
Salicorniaherbacea, salsola soda, Holoxylon ammodendron dll.
Klasifikasi Bit gula Beta vulgaris :
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Diviso : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Caryophyllales
Familia : Chenopodiaceae
Genus : Beta
Spesies : Beta vulgaris

b) Suku (Familia) Amaranthaceae


Terna berumur pendek atau tumbuh-tumbuhan berbatang kayu, dengan
daun-daun yang kadang-kadang bersifat sukulen,duduknya berhadapan atau
tersebar tanpa daun penumpu. Susunan bunga menyerupai bunga
Chenopodiaceae. Bunga terdapat dalam ketiak-ketiak daun atau tersusun dalam
bunga majemuk yang bersifat seperti dikasium yang selanjutnya tersusun lagi
dalam rangkaian-rangkaian yang menyerupai bulir, seringkali berwarna kehijau-
hijauan. Benang sari pada pangkalnya seringkali berlekatan menjadi buluh,
seringkali diantaranya terdapat pseudostaminodium yang bersifat petaloid. Bakal
buah menumpang, beruang 1 dengan 1 bakal biji. Tangkai putik tidak ada atau
berbentuk benang dengan kepala putik yang berbentuk kancing atau terbelah.
Bakal biji kampilotrop, tegak atau bergantungan pada tali pusar yang basal.
Buahnya buah buni, 91 buah keras atau buah kering yang membuka dengan
sebuah tutup, kadang-kadang diselubungi tenda bunga. Biji dengan lembaga yang
bengkok melingkari endospermnya. Suku ini memiliki 850 jenis.Contoh:
Amaranthus spinosus, Celosia cristata, Alternanthera sessilis, Gomphrena
globosa.Celosia cristata Celosia Plumosa
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Diviso : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae

Subclassis APETALAE Page 17


Sub Classis : Apetalae
Ordo : Caryophillales
Familia : Amaranthaceae
Genus : Amaranthus
Spesies : Amaranthus spinosus L

c) Suku( Familia) Phytolaccaceae


Terna atau tumbuh-tumbuhan berbatang berkayu dengan daun daun tunggal
yang tersebar dan hampir selalu tanpa daun-daun penumpu. Bunga amat kecil
tersusun dalam bunga majemuk yang bersifat simos atau rasemos, banci, kadang-
kadang karena terjadi reduksi menjadi berkelamin tunggal, aktinomorf, tenda
bunga tunggal, hanya kadang-92 kadang saja mempunyai hiasan bunga yang
rangkap, berbilangan 4 sampai 5, biasanya tetap tinggal menyelubungi buah.
Susunan benang sari macam-macam ada yang sama jumlahnya dengan jumlah
daun-daun hiasan bunga, duduknya berseling atau berhadapan dengan daun-daun
hiasan bunga tersebut, dapat juga terdapat jumlah benang sari yang besar. Bakal
buah buah menumpang terdiiri dari 1 atau tak terhitung daun buah, sinkarp atau
apokarp, tiap ruang dengan 1 bakal biji. Buahnya buah buni atau buah kendaga,
beruang 1 atau beruang banyak yang dapat pecah menjadi bagian-bagian buah
yang masing-masing berisi 1 biji. Biji mempunyai salut, perisperm bertepung,
lembaga bengkok melingkari perispermnya.
Meliputi 120 jenis dari 17 marga. Contoh Phytolacca decandra, P.
Americana. Rivina humilis L Klasifikasi Getih getihan Rivina humilis L :
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Diviso : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Caryophillales
Familia : Phytolaccaceae
Genus : Rivina
Spesies : Rivina humilis

d) Suku (Familia) Nyctaginaceae


Terna atau tumbuhan berkayu dengan daun-daun tunggal yang duduknya
berhadapan, tanpa daun penumpu. Bunga tersusun dalam kelompok-kelompok
kecil yang seringkali diselubungi oleh daun-daun pelindung yang berwarna

Subclassis APETALAE Page 18


menarik, banci atau karena adanya reduksi berkelamin tunggal, aktinomorf, atau
sedikit zigomorf. Hiasan bugna tunggal, kebanyakan menyerupai mahkota,
kadangkadang kecil sekali, berbilangan 5 dan berlekatan satu sama lain, di
luarnya sering terdapat daun-daun pembalut yang menyerupai kelopak. Bagian
bawah hiassan bunga tinggal sebagai selubung buah. Benang sari 1 10, tersusun
dalam 2 lingkaran, duduk berseling dengan taju-taju hiasan bunga. Bakal buah
menumpang, beruang satu yang basal. Penyerbukan secara entomogami atau
kleistogami. Buahnya buah kurung, dinding buah rapat dan berlekatan dengan
kulit biji. Lembaga lurus atau bengkok, biji mempunyai perisperm.93 Suku ini
meliputi 30 marga dengan 300 jenis. Contoh: Bougenvillea spectabilis,
Mirabilis jalapa dll
Klasifikasi :
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Diviso : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Caryophyllales
Familia : Nyctaginaceae
Genus : Mirabilis
Spesies : Mirabilis jalapa

e) Suku (Familia) Aizoaceae


Terna berumur pendek atau panjang atau tumbuh-tumbuhan berkayu
dengan daundaun yang berhadapan, jarang sekali tersebar, biasanya sukulen dan
merupakan rozet akar, kadang-kadang terduksi, dengan daun-daun penumpu.
Bunga hampir selalu banci, aktinomorf dengan tenda bunga yang berbilangan 5
sampai 8, bebas atau berlekatan, kadang-kadang jelas dengan kelopak dan
sejumlah besar daun daun mahkota yang merupakan metamorfosis benang-
benang sari yang paling luar. Benang sari 5, duduk berseling dengan daun daun
tenda bunga, atau banyak dan berlekatan pada pangkalnya. Bakal buah
menumpang sampai tenggelam, beruang 1 sampai 20. Dengan tembuni disudut,
basal, atau perial bakal biji tak terhingga, anatrop atau kamilotrop. Buahnya buah
kendaga atau buah keras atau berdaging seperti buah buni. Biji dengan perisperm
yang bertepung dan lembaga yang bengkok, seringkali mempunyai salut biji.

Subclassis APETALAE Page 19


Suku ini meliputi 600 jenis. Contoh: Mesembryanthemum edule, Tetragonia
expansa,Mollugo pentaphylla.
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Diviso : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Caryophyllales
Familia : Aizoaceae
Genus : Tetragonia
Spesies : Tetragonia expansa

f) Suku (Familia) Cactaceae


Batang Sukulen, kebanyakan xerofita atau kadang-kadang epifita, tanpa
daun daun. Batang tebal berdaging (dengan jaringan air) dengan bentuk yang
beraneka ragam, bulat, bersegi, silinder, seperti pilar, dll. Daun-daun telah
tereduksi menjadi duri-duri, jarang sekaliterdapat daun-daun yang normal, di
dalam ketiaknya seringkali terdapat berkas rambut-rambut.
Bunga relatif besar, duduk diatas bantalan-bantalan daun, aktinomorf atau
sedikit zigomorf, banci, dengan sumbu bunga yang panjang berbentuk buluh..
Hiasan bunga terdiriatas sejumlah besar daun-daun hiasan bunga yang biasanya
sukar dibedakan antar kelopak dan mahkotanya, di bagian bawah seringkali
berlekatan menjadi suatu buluh. Benang sari , bakal buah tenggelam, mempunyai
satu tangkai putik, tersusun atas beberapa daun buah, beruang 1 dengan tembuni
di dinding. Bakal biji dengan 2 selaput biji, buahnya buah buni yang berisi
banyak biji, biji dengan sedikit atau tanpa endosperm. Suku ini meliputi 100
marga dengan 1500 jenis .Contoh: Cereus giganteus,Opuntia vulgaris,
Nopaleacoccinellifera
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Diviso : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Caryophyllales
Familia : Cactaceae

Subclassis APETALAE Page 20


Genus : Nopalea
Spesies : Nopalea coccinellifera

g) Suku (Familia) Portulacaceae


Terna atau semak-semak kecil dengan daun-daun tunggal yang tebal
berdaging, duduknya tersebar atau berhadapan atau dalam rozet,dengan daun-
daun penumpu yang tipis seperti selaput atau mengalami metamorfosis menjadi
seberkas rambut-rambut,jarang sekali tanpa daun penumpu. Bunga banci
aktinomorf. Bunga dengan 2 sampai 5 daun-daun pembalut atau lebih yang
menyerupai kelopak: tenda bunga berbilangan 4 sampai 6, biasanya lekas gugur.
Benang sari sama dengan jumlah daun hiasan bunga atau lebih banyak atau
kurang. Biasanya duduk berhadapan dengan daun-daun gtenda bunga. Bakal buah
menumpang atau setengah tenggelam, mulamula beruang banyak, kemudian
menjadi beruang 1 karena lenyapnya sekat-sekat, berisi 1 bakal biji yang
kampilotrop dengan tembuni yang sentral. Buahnya buah kendaga yang membuka
dengan katup-katup atau dengan sebuah tutup biasanya mengandung banyak biji.
Biji dengan perisperm yang besar, lembaga bengkok mengelilingi perisperm.
Suku ini meliputi 19 marga dengan 500 jenis yang sebagian besar Xerofita.
Contoh: Portulacaoleraceae, P. grandiflora, Talinum triangulare, montia minor
dll
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Diviso : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Caryophyllales
Familia : Portulacaceae
Genus : Portulaca
Spesies : Portulaca grandifloraa

h) Suku (Familia) Basellaceae


Terna berumur panjang, batang membelit, kaang-kadang sedikit berkayu,
dengan daun-daun tunggal yang tersebar, seringklai bersifat sukulen, tanpa daun
penumpu, bunga dalam bunga majemuk yang rasemos, banci, jarang sekali
berkelamin tunggal, aktinomorf, dengan 5 daun tenda bunga yang berlekatan pada
pangkalnya serta 2 daun pembalut yang 96 seringkali dikira daun-daun kelopak.

Subclassis APETALAE Page 21


Benang sari 5, berhadapan dengan daun-daun tendabunga, pada pangkal
berlekatan dengan daun-daun tenda bunga. Daun buah menumpang, mempunyai
1 tangkai putik, dengan 1 bakal biji yang kamilotrop dengan tembuni didasarnya.
Buahnya buah buni atau buah batu, berdaging, diselubungi oleh daun-daun tenda
bunga yang tidak gugur. Biji dengan sedikit endosperm dan lembaga yang
bengkok. Suku ini meliputi 5 marga dengan 20 jenis. Contoh: Basella alba, B.
rubra: Ullucus tuberosus: Boussingaultia baselloides.
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Diviso : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Caryophyllales
Familia : Basellaceae
Genus : Basella
Spesies : Basella rubra L

i) Suku (Familia) Caryophyllaceae


Terna atau kadang-kadang semak-semak kecil dengan daun-daun yang
sempit yangduduknya tersebar, dengan atau tanpa daun-daun penumpu. Bunga
tersusun dalam bunga majemuk yang simos, banci atau berkelamin tunggal,
seringkali dengan daun-daun peralihan atas yang steril sebagai selubung atau
mempunyai kelopak dan mahkota, hampirselalu berbilangan 5. Benang sari 5 -10,
tersusun dalam 1 atau 2 lingkaran. Bakal buah terdiri dari 2 sampai 5 daun buah,
menumpang atau setengah tenggelam, beruang 1 atau beruang banyak tidak
sempurna, mempunyai 2 sampai 5 tangkai putik atau mempunyai 1 tangkai putik
dengan 2-5 kepala putik. Bakal biji , anatrop atau tampilotrop denga tembuni
yang basah atau di sudut-sudut pusat. Buahnya buah kendaga atau buah buni. Biji
dengan perisperm dalam kendaga yang bengkok. Penyerbukan secara
entomogami, adakalanya autogami atau kleistogami. Suku ini meliputi 80 marga
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Diviso : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Caryophyllales
Familia : Caryophyllaceae
Genus : Dianthus

Subclassis APETALAE Page 22


Spesies : Dianthus plumarius

12. Bangsa Euphorbiales (Tricoccae)


Umumnya terna atau tumbuh-tumbuhan berkayu dengan daun tunggal atau
majemuk yang duduknya tersebar atau berhadapan, kebanyakan mempunyai daun
penumpu. Bunga tanpa hiasan bunga atau dengan hiasan bunga yang tunggal, jarang
terdapat kelopak dan mahkota, seringkali dalam bunga majemuk yang mempunyai
susunan yang khusus kebanyakan aktinomorf, hampir selalu berkelamin tunggal. Bakal
buah biasanya terdiri atas 3 daun buah (jarang sekali kurang atau lebih) yang berlekatan
membentuk 3 ruang, tiap ruang dengan 1-2 bakal biji. Ordo ini mencakup beberapa
famili diantaranya:
a) Suku (Familia) Euphorbiaceae
Tumbuhan berkayu, tetapi termasuk pula di dalamnya terna. Karena
adaptasi terhadap lingkungannya kadang-kadang mempunyai habitus seperti
Cactaceae, ada pula yang mempunyai filokladium. Daun tunggal atau majemuk,
duduknya tersebar atau berhadapan, dengan daun-daun penumpu yang seringkali
menyerupai kelenjar-kelenjar. Bunga hampir selalu berkelamin tunggal, berumah
1 atau 2, dengan bentuk dan susunan yang beraneka rupa, ada yang tanpa hiasan
bunga, dengan hiasan bunga rangkap atau tunggal, biasanya berangkai dalam
bunga majemuk yang berganda.

Bunga jantan dengan benang sari yang sama jumlahnya dengan daun-daun
hiasan bunga, dapat pula kurang atau lebih. Bunga betina dengan putik yang
berdiri atas 3 daun buah dengan 3 tangkai putik yang bebas atau berlekatan, bakal
buah menumpang, beruang 3. Buahnya biasanya buah kendaga yang kalau masak
pecah menjadi 3 bagian buah, ada 98 pula yang berupa buah buni atau buah batu.
Biji dengan endosperm yang besar, lembaga letaknya sentral.

Subclassis APETALAE Page 23


Hampir semua bagian tubuh tumbuhan dalam suku ini mengandung getah
yang terdapat dalam saluran-saluran getah yang dapat hanya berdiri atas 1 sel saja
(suatu senosit) yang panjang dan bercabang-cabang serta bersambungan satu
sama lain (anastomoseren), dapat pula merupakan fusi banyak sel )seperti buluh-
buluh pengangkutan).
b) Suku (Familia) Dichapetalaceae
Tumbuhan berkayu, kadang-kadang berupa liana, dengan rata, duduknya
tersebar, mempunyai daun penumpu. Bunga kecil tersusun sebagai bunga
majemuk yang terdapat dalam ketiak-ketiak daun, aktinomorf atau zigomorf,
banci atau berkelamin tunggal. Sumbu bunga dengan sisik-sisik atau cakram yang
berbentuk piala. Hiasan bunga rangkap, berbilangan 5. Benang sari 5, semuanya
fertil atau 2-4 bersifat staminodial, bebas atau berlekatan menjadi buluh,
berlekatan pula dengan mahkota. Putik 2-3 tangkai putik, bakal buah menumpang
atau setengah tenggelam, beruang 2-3, tiap ruang dengan 2 bakal biji yang epitrop
(bergantungan), masing-masing dengan 2 selaput bakal biji. Buahnya buah batu,
biji tanpa endosperm.

c) Suku (Familia) Buxaceaee


Umumnya berupa tumbuh-tumbuhan berkayu dengan daun-daun bertepi
rata yang duduknya tersebar atau berhadapan, tanpa daun-daun penumpu. Bunga
dalam ketiak daun, terpisah-pisah atau berupa bulir atau bongkol., berkelamin
tunggal, aktinomorf. Tenda bunga berwarna hijau berbilangan 4 atau lebih, pada
bunga jantan, tenda bunga seringkali tidak terdapat. Bunga jantan dengan 4
benang sari atau lebih, duduknya berhadapan dengan daun-daun tenda bunga.

Subclassis APETALAE Page 24


Bunga betina mempunyai putik dengan 2-4 tangkai putik, bakal buah yang
menumpang, beruang 2-4, biasanya 3, tiap ruang dengan 1-2 bakal biji. Buahnya
buah kendaga yang kalau masuk membuka dengan membelah ruang (loculicide)
atau buah batu. Biji dengan endosperm dan kebanyakan mempunyai karunkula.

d) Suku (Familia) Callitrichaceae


Biasanya terdiri ats terna yang tergolong dalam hidrofita, dengan daun-daun
tunggal yang duduknya berhadapan., tanpa daun penumpu. Bunga kecil,
berkelamin tunggal, berumah 1, telanjang, biasanya terdapat dalam ketiak-ketiak
daun. Bunga jantan dengan 1 benang sari, yang betina mempunyai putik dengan 2
tangkai putik, terdiri atas 2 100 daun buah, bakal buah beruang 2 masing-masing
dengan 2 bakal biji, tetapi kemudian dengan pembentukan sekat median menjadi
beruang 4. Buahnya kalau masak pecak menjadi 4 bagian buah yang masing-
masing menyerupai buah batu. Biji mempunyai endosperm.
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Diviso : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Euphorbiales
Familia : Callitrichaceae
Genus : Callistriche
Spesies : Callistriche heterophylla

Subclassis APETALAE Page 25


13. Bangsa Hamamelidae
Merupakan anak kelas yang terkecil dalam magnoliopsida. Muncul sekitar 100
juta tahun yang lalu pada periode kretasius bahwa yang ditandai oleh penyerbukan oleh
angin dan bagian-bagian bunga yang tereduksi, sering uniseksual. Kecuali beberapa
taksa dari bangsa urticales, kebanyakan bentuk hidupnya berupa tumbuhan berkayu,
dan sering suku-sukunya memounyai jenis-jenis yang jumlahnya relative sedikit. Pada
kelompok yang telah maju, bunganya tersusun dalam perbungaan spika. Perhiasan
bunga tidaka ada atau tidak terdeferensiasi, ovulnya tunggal. Dalam beberapa fase dari
evolusinya, hamamelidae mulai menggunakan tannin sebagai senyawa kimia untuk
pertahanan dari beberapa herbivore.
a) Hamamelidaceae (rasamala-rasemalaan)
Suku Hemamelidaceae merupakan bangsa Hamamelidales, anak kelas
Hamamelidae. Suku Hamamelidaceae berupa pohon atau perdu, umumnya
terdapat diderah subtropics dan daerah temperature hangat terutama di Asia
Timur.
Penyebaran dan habitat jenis ini menyebar mulai dari Himalaya menuju
wilayah lembab di Myanmar hingga Semenanjung Malaysia, ke Sumatera dan
Jawa. Di Jawa, jenis ini hanya tumbuh di wilayah barat dengan ketinggian 500-
1.500 m dpl, di hutan bukit dan pegunungan lembab. Di Sumatera, A. excelsa
tersebar di Bukit Barisan. Tumbuh alami terutama pada tapak lembab dengan
curah hujan lebih 100 mm per bulan dan tanah vulkanik. Jenis ini digunakan
untuk penanaman terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ditanam pada jarak
rapat, karena pohon muda cenderung bercabang jika mendapat banyak sinar
matahari (Muliawati, 1991).
Pohon selalu hijau, tinggi dapat mencapai 40-60 m dengan tinggi bebas
cabang 20-35 m, diameter hingga 80-150 cm. Kulit kayu halus, abu-abu, dan
kayunya merah. Pohon yang masih muda bertajuk rapat dan berbentuk piramid,
kemudian berangsur menjadi bulat setelah tua. Letak daun bergiliran, bentuknya
lonjong, panjangnya 6 - 12 cm, dan lebarnya 2,5-5,5 cm, dengan tepi daun
bergerigi halus. Bunga berkelamin satu. Bunga jantan dan betina terpisah pada
pohon yang sama. Malai betina terdiri dari 14-18 bunga, berkumpul menyerupai
kepala. Jenis ini berbunga dan berbuah sepanjang tahun, tetapi puncak
pembungaannya April-Mei. Puncak pembuahan dan saat terbaik untuk
pengumpulan benih adalah Agustus-Oktober. Vektor penyerbukan belum

Subclassis APETALAE Page 26


diketahui, tetapi diduga perantara penyerbukannya adalah angin, berdasarkan
tinjauan bahwa bunga tidak memiliki kelopak dan mahkota, benang sari sangat
berlimpah, dan kepala putiknya berupa papila. Buah berdiameter 1,2-2,5 cm,
berwarna coklat, seperti kapsul yang terdiri 4 ruang. Setiap ruang berisi 1-2 benih
yang telah dibuahi. Selain benih yang dibuahi, dalam setiap ruang tersebut juga
terdapat benih yang tidak dibuahi yang jumlahnya mencapai 35 butir. Benih pipih
dan dikelilingi sayap yang berbau aromatik. Setiap kg benih terdiri 177.000 butir
atau 75.000 benih/liter. Perkecambahannya epigeal.
Kegunaan; Kayunya sangat awet walaupun langsung bersentuhan dengan
tanah. Karena bebas cabangnya tinggi, maka kayunya cocok untuk kerangka
jembatan, tiang, konstruksi, tiang listrik dan telpon, serta penyangga rel kereta
api. Selain itu, kayunya dimanfaatkan untuk konstruksi berat, rangka kendaraan,
perahu dan kapal, lantai, rakit, finir, dan plywood. Daun yang masih muda
berwarna merah sering untuk sayur atau lalap. Di Jawa, daun yang telah ditumbuk
halus digunakan sebagai obat batuk. Getahnya berbau aromatik sebagai
pengharum

Subclassis APETALAE Page 27


Kesimpulan

Dikotil adalah daun lembaga dua. Tumbuhan-tumbuhan yang tergolong dalam anak
kelas dicotyledonae kebanyakan berupa pohon-pohon atau tumbuhan-tumbuhan yang
batangnya berkayu, bunga berkelamin tunggal dengan penyerbukan anemogami, hiasan
bunga tidak terdapat.
Ciri-ciri dari subclass Apetalae yaitu :
Kebanyakan berupa pohon ( batang berkayu )
Bunga berkelamin tunggal
Penyerbukan anemogami
Tidak terdapat hiasan bunga, atau kalau ada hanya tunggal ( mono ) kebanyakan
menyerupai kelopak
Hanya ada pada suku Caryophyllaceae terdapat hiasan bunga
Tumbuhan dikotil dibedakan lagi menjadi tiga subkelas berdasarkan ada tidaknya dain-
dain mahkota (petalae) yakni apetalae, dialypetalae, dan sympetalae. Apetalae adalah hiasan
bunga yang tubggal yang biasanya menyerupai kelopak, jarang menyerupai mahkota.
Apetalae terbagi kedalam beberapa ordo yakni Casuarinales, Fragales, Myricales,
Juglandales, Salicales, Urticales, Piperales, Proteales, Santalales, Polygonales,
Caryophyllales, Euphorbiales, dan Hammalidales

Subclassis APETALAE Page 28


Daftar Pustaka

Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Moertolo, Ali, dkk. 2004. Tumbuhan Berbiji Terbuka. Malang: Universitas Negeri

Malang

Stennis, van, C. G. G. J. 2005. Flora. Jakarta. PT. Pradaya Paramita

Sudarmi, Siti, dkk. 1986. Botani Umum 3. Bandung: Angkasa

Subclassis APETALAE Page 29