Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL

TUGAS AKHIR

Oleh
AZIZ YANDAR WIRADHIKA
071.13.241

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN


FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI

UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA
2016
SQUEEZE CEMENTING PADA SUMUR X DI LAPANGAN Y

DENGAN RESERVOIR BERTEKANAN RENDAH

I. Latar Belakang Masalah

Penyemenan pada sumur adalah kegiatan memasukkan bubur semen

kedalam sumur melalui tubing atau pipa bor lalu mengalir lagi keatas melalui

annulus dibelakang casing, kemudian bubur semen ini akan mengeras dan

mengikat antara casing dengan dinding formasi. Banyak masalah yang timbul

pada saat penyemenan yang tidak bagus atau sempurna seperti casing dan

dinding formasi yang tidak mengikat sempurna dan menimbulkan runtuhnya

casing dan juga terjadinya kontaminasi antara zona produktif dengan zona air.

Jika penyemenan awal tidak sempurna, maka harus dilakukan

remedial cementing atau penyemenan ulang. Remedial cementing ini dapat

dilakukan dengan cara squeeze cementing. Hasil dari squeeze cementing bagus

atau tidaknya dapat dilihat dari data log CBL.

II. Maksud dan Tujuan

Kegiatan squeeze cementing bertujuan untuk

memperbaiki proses penyemenan awal, supaya tidak terjadinya kontaminasi


antara zona produktif dengan zona air. Semen yang baik adalah semen yang

memilik daya rekat yang kuat dan memiliki sifat impermeabel dan stabil, sehingga

fungsi dalam penyemenan dapat tercapai. Sesuai prosedurnya jika semen sudah

dikatakan baik maka proses perforasi dapat dilakukan untuk memproduksikan

fluida ke atas permukaan.

III. Metode yang Digunakan

Untuk melihat kualitas dari semen yang ada dapat menggunakan log

CBL (Cement Bond Log). Log ini dapat membaca interval dari hasil bonding

semen yang kurang bagus dan harus diperbaiki, sehingga dapat diketahui zona

yang akan diperbaiki dan volume semen yang dibutuhkan. Perhitungan

tekanan maksimum pemompaan pun akan dilakukan supaya tidak melibihi

dari tekanan rekah formasi yang ada. Dalam melakukan Squeeze Cementing

analisis yang dilakukan adalah sebagai berikut.

- Pembacaan log CBL.

- interval daerah yang akan di squeeze.

- kapasitas & volume semen.

- tekanan pompa maksimum squeeze.

- semen yang digunakan ( komposisi semen).

- squeeze cementing program.

- Membandingkan log CBL sebelum dan sesudah squeeze cementing.

IV. Rencana Pelaksanaan

Rencana pelaksanaan tugas akhir ini kurang lebih akan memakan waktu
selama delapan minggu (dua bulan). Dengan perincian sebagai berikut :

V. Perkiraan Hasil yang Didapat

Dari pelaksanaan analisis ini terdapat dua sumur yang mempunyai hasil

akhir yang berbeda, hal berikut dikarenakan metode squeeze yang digunakan,

banyaknya interval perforasi dalam squeeze cementing, besarnya channeling

dan buruknya bonding dalam dinding semen dan juga besarnya tekanan saat
dilakukan squeeze cementing sehingga berpengaruh pada hasil squeeze

cementing yang dilakukan.

VI. Manfaat Kajian

Manfaat yang didapat adalah memberikan pengetahuan mengenai

proses kegiatan squeeze cementing dan pentingnya kualitas semen serta

bounding cement yang ada pada sumur untuk kelancaran kegiatan yang akan

dilakukan selanjutnya.
SQUEEZE CEMENTING PADA SUMUR X DI LAPANGAN Y

DENGAN RESERVOIR BERTEKANAN RENDAH

OUTLINE TUGAS AKHIR

Oleh
AZIZ YANDAR WIRADHIKA
071.13.241

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN


FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2016
OUTLINE

ABSTRACT

KATA PENGANTAR

DAFRAT ISI

DAFTAR GAMBAR

DARTAR TABEL

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN UMUM LAPANGAN

2.1 Tinjauan Geologi Lapangan

2.2 Statigrafi Lapangan

BAB III TEORI DASAR

3.1 Pengertian Penyemenan

3.1.1 Primary Cementing

3.1.2 Secondary Cementing

3.2 Teknik Penyemenan

3.2.1 Penyemenan Liner

3.2.2 Teknik Squeeze Cementing

3.2.3 Peralatan Penyemenan

3.2.4 Semen Pencegah Migrasi Gas

3.3 Perencanaan Squeeze Cementing Untuk Memperbaiki


Bonding Semen

3.3.1 Cement Bond Log


3.3.2 Sifat Dasar Semen

3.3.3 Tekanan Squeeze Cementing

3.4 Tahapan Dalam Kegiatan Squeeze cementing

3.4.1 Pencampuran Semen

3.4.2 Pengetesan Bubur Semen

3.4.3 Tes Injeksi

3.4.4 Penempatan Semen

3.4.5 Pemompaan Tekanan Squeeze

3.4.6 Waktu Menunggu Semen Kering

3.4.7 Tag Top Of Cement

3.4.8 Squeeze Job Test

3.5 Perhitungan Volume Semen Dan Tekanan

Maksimum Squeeze

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN

4.1 Analisa Data Sumur

4.2 Evaluasi Primary Cementing pada Casing Liner 7

4.3 Perencanaan Squeeze Cementing pada Sumur dan Hasil

Perhitungannya

4.3.1 Analisa Log CBL Casing Liner 7 pada Sumur

4.3.2 Hasil Injectivity Test

4.3.3 Hasil Perhitungan Volume Squeeze Cementing

4.3.4 Hasil Perhitungan Tekanan Squeeze Cementing


4.3.4 Aditif yang Digunakan

4.4 Posedur Kerja

4.4 Perbandingan log CBL Sesudah dan Sebelum Squeeze Cementing


BAB V PEMBAHASAN

BAB VI KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR SIMBOL
ABSTRAK

Penyemenan sumur minyak atau gas adalah proses untuk menempatkan

semen di annulus, antara casing dan formasi. Tujuan utama dalam penyemenan

adalah untuk mengisolasi lubang sumur. Untuk mencapai tujuan ini sekat hidrolik

harus diletakkan di antara casing dan semen, dan semen dengan formasi. Di saat

yang bersamaan untuk mencegah fluid channel di dalam semen. Tanpa mengisolasi

zona di dalam sumur pengeboran, sumur tidak akan mencapai produksi yang

maksimal.

Untuk menyempurnakan dan menutup rongga-rongga yang masih ada

seteleh penyemenan awal (primary cementing), dapat dilakukan squeeze cementing.

Pekerjaan squeeze cementing ini dilakukan untuk memperbaiki semen yang terletak

pada zona produktif dan diharapkan sumur dapat mencapai produksi yang

maksimal. Log CBL adalah alat yang dapat membaca kualitas semen pada primary

cementing. Kualitas semen yang baik adalah hasil pembacaan logging menunjukkan

angka yang rendah ( 0-30 mV ), sedangkan kualitas semen yang kurang bagus hasil

loggingnya besar > 30 mV.

Dari proses squeeze cementing yang dilakukan hasilnya di tes lagi

menggunakan log CBL. Data yang ada dapat di bandingkan apakah squeeze

cementing berhasil ataukah tidak. Jika pembacaan log CBL bagus, maka kegiatan

perforasi sudah bisa dilakukan. Setelah sumur sudah berproduksi, data produksinya

pun dapat sebagai acuan apakah squeeze cementing sudah berhasil ataukah tidak.