Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/
MENKES / PER/III/2010, Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan
yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna
yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat..
Sedangkan pengertian rumah sakit menurut Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia No.1204/Menkes/SK/X/2004 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, dinyatakan bahwa : Rumah
sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang
sakit maupun orang sehat, atau dapat menjadi tempat penularan penyakit serta
memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.
Salah satu fungsi rumah sakit adalah menyelenggarakan pelayanan
dan asuhan keperawatan yang merupakan bagian dari system pelayanan
kesehatan dengan tujuan memelihara kesehatan masyarakat seoptimal
mungkin (Nursalam, 2008).
Manajemen keperawatan sangat diperlukan di rumah sakit sebab
Manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja melalui anggota staff
keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara profesional
(Nursalam, 2007) Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan
proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan di organisasi. Manajemen
mencakup kegiatan planning, organizing, actuating, controlling (POAC)
terhadap staf, sarana, dan prasarana dalam mencapai tujuan organisasi.
Kontribusi pelayanan keperawatan terhadap pelayanan kesehatan, yang
dilaksanakan di sarana kesehatan sangat tergantung pada manajemen
pelayanan perawatan. Keempat fungsi tersebut saling berhubungan dan
memerlukan keterampilan-keterampilan teknis, hubungan antar manusia,
konseptual yang mendukung asuhan keperawatan yang bermutu, berdaya guna
dan berhasil guna bagi masyarakat.

1
Hal ini menunjukkan bahwa manajemen keperawatan perlu mendapat
prioritas utama dalam pengembangan keperawatan di masa depan, karena
berkaitan dengan tuntutan profesi dan global bahwa setiap perkembangan
serta perubahan memerlukan pengelolaan secara professional dengan
memperhatikan setiap perubahan yang terjadi (Grant & Massey, 1999 dalam
Nursalam 2012).
Salah satu metode untuk mengaplikasikan pelayanan yang bermutu
adalah dengan SP2KP (Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan
Professional). SP2KP merupakan sistem pemberian pelayanan keperawatan
profesional yang merupakan pengembangan dari MPKP (Model Praktek
Keperawatan Profesional) dimana dalam SP2KP ini terjadi kerjasama
profesional antara Kepala Ruang (KaRu), Ketua Tim (Ka Tim) dan perawat
asosiet (PA) serta tenaga kesehatan lainnya.
RSUD Banyumas merupakan rumah sakit pendidikan tipe B yang di
miliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Menurut UU No.44
tahun 2009. RSUD Banyumas memiliki ruang rawat inap sekitar 20 unit, salah
satunya adalah ruangan baru paviliun wijayakusuma, yang terletak di barat
daya ruang melati. Ruangan ini mulai dipakai tanggal 01 april 2017, paviliun
wijayakusuma merupakan tipe VIP untuk segala usia dan permasalahan
penyakit dalam ataupun bedah. Ruangan ini memiliki 30 kamar perawatan ,
akan tetapi baru 16 kamar yang bisa dipakai. Diruangan baru paviliun
wijayakusuma pelayanan keperawatan yang dilakukan adalah sesuai dengan
kategori usia pasien dan permasalahan penyakit pasien, didalam ruangan baru
ini memiliki berbagai permasalahan seperti terkait dengan pelayanan
keperawatan belum maksimal seperti fasilitas sarana pendukung, kompetensi
perawat yang belum terstandar, belum optimalnya fungsi manajemen
pelayanan keperawatan, belum adanya indikator mutu pelayanan keperawatan,
dan tidak adanya metode yang jelas dalam pemberian pelayanan keperawatan
dirumah sakit. Keadaan tersebut mengakibatkan berbagai dampak bagi
keperawatan sehingga layanan keperawatan yang ada dirumah sakit masih
bersifat okupasi.

2
Praktik keperawatan profesional yang diterapkan di rumah sakit
diharapkan dapat memperbaiki dan memperbaharui asuhan keperawatan
menjadi lebih baik. Pelayanan keperawatan yang diberikan untuk pasien
dimana lebih diutamakan pelayanan yang bersifat interaksi antar individu.
Pernyataan ini sesuai dengan ciri-ciri dari pelayanan keperawatan profesional
yaitu memiliki otonomi, bertanggung jawab dan bertanggung gugat
(accountability), menggunakan metode ilmiah, berdasarkan standar praktik
dan kode etik profesi, dan mempunyai aspek legal.
Dalam mengembangkan praktik keperawatan yang professional
terdapat faktor-faktor pendukung salah satunya yaitu managemen penugasan
dalam pemberian asuhan keperawatan merupakan aspek penting dalam
menunjang praktik keperawatan yang professional, terdapat beberapa model
penugasan dalam pemberian asuhan keperawatan antara lain; Metode Tim,
Keperawatan primer, Managemen kasus, MPKP dll.
Dalam mempersiapkan tenaga keperawatan yang professional maka di
mulai sejak menjadi mahasiswa diharapkan dapat melakukan fungsi perawat
professional yang akan dipraktikan di Ruang Paviliun Wijayakusuma RSUD
Banyumas. Sehingga ketika terjun dalam dunia kerja keperawatan dapat
menjadi tenaga kesehatan yang professional dalam memberikan asuhan
keperawatan secara maksimal. Dalam melaksanakan praktik manajemen
keperawatan di ruang paviliun wijayakusuma RSUD Banyumas, menekankan
pada penerapan konsep-konsep dan prinsip kepemimpinan dan manajemen
keperawatan dalam tatanan pelayanan kesehatan nyata. Bentuk pengalaman
belajar dengan praktik klinik dan seminar serta mengintegrasikannya pada
keperawatan klinik dalam praktik profesi.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilaksanakan praktek profesi Ners stase manajemen
keperawatan, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan
manajerial yang handal selain itu dapat mengerti, memahami dan

3
mengaplikasikan manajemen keperawatan dan model pemberian asuhan
keperawatan profesional di ruang paviliun wijayakusuma.

2. Tujuan Khusus
Setelah melaksanakan praktek klinik manajemen keperawatan,
mahasiswa mampu:
a. Melaksanakan praktik manajemen dalam keperawatan di ruang rawat
inap yang meliputi:
a) Aspek pelayanan
Mengidentifikasi, menganalisa serta menetapkan masalah dan
prioritas masalah.
Merencanakan kegiatan berdasarkan prioritas masalah (POA)
b) Asuhan keperawatan
Mengorganisasikan kegiatan berdasarkan perencanaan yang
telah ditetapkan
Melakukan pengarahan dalam upaya pencapaian tujuan yang
telah ditetapkan.
Melakukan pengawasan, pengendalian, dan penilaian dalam
upaya pencapaian hasil prioritas masalah yang optimal.
Memberikan alternatif usulan dan saran sebagai upaya tindak
lanjut untuk perbaikan.
b. Melaksanakan kepemimpinan dalam keperawatan di ruang rawat inap
untuk dapat terselenggaranya pelayanan dan asuhan keperawatan serta
bimbingan praktik klinik keperawatan profesional.
1) Memilih dan menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan
situasi dan kondisi dengan role play (dokumentasi).
2) Memilih dan menerapkan gaya pendekatan dan strategi dalam
mempengaruhi orang lain dengan role play (dokumentasi).
3) Memperkenalkan perubahan yang bermanfaat bagi ruangan

4
C. Waktu danTempat Pelaksanaan
Praktek Ilmu Manajemen Keperawatan dilaksanakan pada tanggal 10
April 6 Mei 2017 di Ruang Paviliun wijayakusuma RSUD Banyumas.

D. Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
a. Mahasiswa dapat mengimplementasikan dan mengevaluasi masalah
terkait dengan manajemen ruangan.
b. Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan
mengenai managemen keperawatan dan meningkatkan kemampuan
profesional sebagai tenaga keperawatan
c. Mahasiswa memiliki pengalaman dalam pengelolaan suatu ruang
rawat sehingga dapat mengelola manajemen ruang dan asuhan
keperawatan pada pasien.
d. Mahasiswa dapat menganalisis masalah dengan metode SWOT dan
menyusun rencana di ruangan.
2. Bagi Perawat
a. Teridentifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan
SP2KP di Ruang Paviliun Wijayakusuma.
b. Tercapainya tingkat kepuasaan kerja yang optimal.
c. Terbinanya hubungan yang baik antara perawat dan perawat, perawat
dengan tim kesehatan lain, dan perawat dengan pasien serta keluarga.
d. Tercapainya penyelesaian masalah secara bersama-sama
3. Bagi Pasien dan Keluarga
a. Pasien dan keluarga mendapatkan pelayanan yang optimal dan
memuaskan.
4. Bagi Institusi Pendidikan
a. Sebagai bahan informasi atau referensi tambahan dalam
pengembangan teori yang sudah ada.
b. Sebagai bahan masukan dan gambaran tentang pengelolaan ruangan
dengan pelaksanaan model SP2KP di Ruang Paviliun Wijayakusuma.

5
E. Cara Pengumpulan Data
Cara pengumpulan data yang digunakan :
1. Wawancara
Wawancara dilakukan pada kepala ruang, ketua tim, perawat
pelaksana (PA), dan keluarga pasien untuk mengumpulkan data tentang
proses pelayanan pasien, dan proses pelayanan yang telah dilakukan.
2. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang kondisi
fisik ruangan, inventaris ruang, proses asuhan/tindakan keperawatan yang
dilakukan secara langsung perawat pada pasien.
3. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai
karakteristik pasien, ketenagaan dokumentasi proses keperawatan, struktur
organisasi, proses tata ruangan, inventaris ruangan dan instrumen ruangan.
4. Angket/ Kuesioner
Angket/ kuesioner digunakan untuk mendapatkan informasi terkait
karakteristik sumber daya manusia yang ada, kepuasan pasien terhadap
asuhan keperawatan di ruang Paviliun Wijayakusuma, dan penerapan
model MPKP di Ruang Paviliun Wijayakusuma RSUD Banyumas.

F. Peserta
1. Mahasiswa
Mahasiswa Praktek Ilmu Manajemen Keperawatan di Ruang
Perinatologi RSUD Banyumas adalah mahasiswa Profesi Ners Universitas
Muhammadiyah Purwokerto Angkatan Tahun 2016 dari Kelompok 6B.
Nama anggota kelompok praktek ilmu manajemen keperawatan di Ruang
Paviliun Wijayakusuma RSUD Banyumas adalah:
a. Puguh Dadi Dwi Pantara, S.Kep 1611040098
b. Prakosa Pamor Risdinata, S.Kep 1611040070
c. Puput aji trijayanto, S.Kep 1611040081

6
d. Sucipto Prasetyo, S.Kep 1611040115
e. Siti Nurhikmah, S.Kep 1611040046
f. Emi Suryani, S.Kep 1611040078
g. Aminatus Syarifah, S.Kep 1611040024

2. Pembimbing
Pembimbing terdiri dari pembimbing akademik dan pembimbing
klinik, antara lain :
a. Pembimbing Akademik
Kris Linggardini, S.Kep., M. Kep
b. Pembimbing Klinik
1) Yusrianti Rohmah, S.Kep. Ns
2) Dewi Natalia H, S.Kep. Ns
Dalam Praktek Ilmu Manajemen Keperawatan di Ruang Paviliun
Wijayakusuma RSUD Banyumas, kami bekerjasama dengan perawat
ruangan, pasien, keluarga pasien, Informasi Teknologi, Rekam medik, dan
diklat RSUD banyumas.

G. Kategori Penilaian
Kategori penilaian yang digunakan dalam pengumpulan data yang
melalui kuisoner dengan menggunakan kategori menurut Arikunto tahun
2006. Kategori penilaian dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Baik dengan criteria nilai: > 75 % - 100 %
2. Cukup dengan criteria nilai: 56 % - 74 %
3. Kurang dengan criteria nilai: < 56 %
Masalah akan diangkat dengan kategori penilaian sedang yaitu 75%
sedangkan pada kategori penilaian dengan nilai mutlak 100 % seperti
penilaian pada instrument Pasien Safety dan PPI akan diangkat menjadi
masalah walaupun nilainya 75 %.