Anda di halaman 1dari 49

ANALISIS MIKRO, ANALISIS INDUSTRI, ANALISIS

MAKRO TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PT. MEDIA


NUSANTARA CITRA Tbk
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas matakuliah Analisis Laporan Keuangan

Dosen Pengampu :
Hari Sunarto, S.E., MBA., PhD.
Marwata, S.E., M.Si., Ak., CA., PhD

Kelompok 1 :
Tan, Margaretta Fransisca 232013001
Gracella Theotama 232013005
Tomy Haryanto 232013012
Agnes Yohanna Sunaryo 232013013
Fredi Kristiadi 232013022
Felita Vania Unardjo 232013026

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS


UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2016
PENDAHULUAN
Laporan keuangan merupakan informasi keuangan dari seuatu perusahaan yang
menunjukkan kinerja dari bisnis perusahaan selama periode tertentu, laporan keuangan
merupakan suatu bentuk pertanggung jawaban kepada stakeholder. Laporan keuangan
merupakan suatu hal yang sangat penting bagi para stakeholder seperti investor dan kreditur,
oleh karena itu maka laporan keuangan haruslah di analisis sehingga menghasilkan informasi
yang baik bagi investor dan kreditur dan tidak sebabkan kesalahan pengambilan keputusan.

Sebelum melakukan analisis lebih lanjut terkait laporan keuangan perusahaan terlebih
dahulu kita harus memahami oprasi bisnis dari PT Media Nusantara Citra tbk, agar analisis
dapat berjalan dengan baik dan hasilkan informasi yang akurat.

PROFIL BISNIS PERUSAHAAN

Deskripsi singkat perusahaan

PT Media Nusantara Citra tbk, adalah perusahaan go public , yang memiliki bisnis berupa
media, penyiaran dan periklanan, perusahaan ini berdiri sejak tahun 1997 dan mulai
meperjual belikan sahamnya di bursa efek pada tahun 2007 . saat ini perusahaan telah
memiliki 4 stasiun televisi Free to air ( RCTI, MNC TV, Global TV, dan Sindo TV) dengan
positioning yang berbeda-beda pada ke empat stasiun . antara lain:

RCTI ( serial drama )


MNC TV ( serial drama dan animasi anak-anak )
Global TV ( Film-film hollywood dan event anak-anak muda )

Struktur organisasi perusahaan

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 2


Sejarah prestasi dan perjalanan oprasi perusahaan

Tahun Penjelasan
1989 RCTI mulai beroperasi sebagai stasiun televisi swasta nasional pertama di
Indonesia. RCTI kemudian menjadi unit bisnis utama TV nasional FTA bagi
MNC setelah diakuisisi oleh MNC pada tahun 2004.
1991 MNCTV (d/h TPI) beroperasi sebagai stasiun TV swasta nasional ketiga di
Indonesia.
1997 MNC didirikan sebagai perusahaan induk media
2001 MNC mengakuisisi saham Global TV
2002 MNC meluncurkan Global TV dengan format baru melalui siaran eksklusif
program-program MTV Asia selama 24 jam. MNC mengakuisisi RCTI.
2004 MNC melakukan strategi untuk fokus membangun pustaka konten melalui
produksi sendiri (in-house) dan akuisisi program. MNC berkomitmen untuk
mengembangkan pustaka konten melalui investasi berkelanjutan.
2005 MNC meningkatkan kepemilikan sahamnya di Global TV menjadi 100%. PT

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 3


Media Nusantara Informasi (MNI) meluncurkan koran Seputar Indonesia. PT
MNC Networks diluncurkan dengan menyiarkan empat format radio yaitu
SINDO Radio (d/h Trijaya FM), Radio Dangdut Indonesia, V-Radio and Global
Radio. MNC mengakuisisi MNI Global, perusahaan yang menerbitkan tabloid
mingguan infotainment, Genie.
2006 MNC memulai usaha di bidang Jasa Nilai Tambah untuk pemirsa TV (SMS Call
TV). MNC mengakuisisi 75% saham TPI (berganti nama dan diluncurkan
kembali sebagai MNCTV di 2010). MNC,meluncurkan tabloid Mom&Kiddie.
MNC BV memberikan jaminan obligasi kepada investor internasional dengan
nilai nominal US$168 juta.
2007 MNC meluncurkan media online pertama di www.okezone.com, yang
merupakan situs khusus berita dan hiburan. MNC melaksanakan Penawaran
Umum Perdana dan mendaftarkan saham di Bursa Efek Indonesia.
2008 MNC The Indonesian Channel (sekarang disebut dengan MNC International)
diluncurkan yang di targetkan pada masyarakat Indonesia yang berada di luar
negeri RCTI menyelesaikan pinjaman obligasi sebesar Rp220 miliar. MNC
membagikan dividen sebesar Rp5 per saham, dengan total dividen sebesar
Rp68,75 miliar.
2009 Linktone Ltd dan MNC VAS mengumumkan kerjasama untuk jasa digital di
Indonesia.
2010 Mahkamah Agung menolak permohonan peninjauan kembali dari Crown Capital
Global Limited (CCGL). Keputusan tersebut menguatkan keputusan
Mahkamah Agung pada tanggal 15 Desember 2009 untuk membatalkan
keputusan pailit TPI (sekarang MNCTV) yang dikeluarkan oleh Pengadilan
Niaga. Permohonan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung merupakan upaya
hukum CCGL yang terakhir untuk mempailitkan TPI. TPI berubah nama
menjadi MNCTV pada tanggal 20 Oktober 2010. MNC Networks meluncurkan
V-Radio.

2011 Saban Capital Group, perusahaan swasta yang khusus berinvestasi di bidang
media, yang berkantor di Los Angeles, mengakuisisi 5% saham MNC dengan
opsi penambahan sebanyak 2,5% dalam kurun waktu 27 bulan. Perubahan nama
dan peluncuran stasiun lokal TV SunTV menjadi SINDOTV. Trijaya FM
yang dimiliki oleh MNC Networks diluncurkan kembali menjadi SINDO
Radio.

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 4


2012 MNC mendistribusikan dividen sebesar Rp35 per saham dengan nilai total
Rp488,16 miliar. MNC International Ltd. mengalihkan seluruh investasinya di
Linktone kepada Global Mediacom International Ltd.
2014 SINDOTV diluncurkan sebagai tv berjaringan nasional. MNC Channels
memperkenalkan MNC Home & Living dan MNC Health & Beauty.

Visi dan misi perusahaan

Visi :Menjadi media dan multimedia yang terintegrasi, dengan fokus pada penyiaran televisi
dan konten berkualitas yang disiarkan melalui teknologi yang tepat untuk memebuhi
kebutuhan pasar.

Misi :Memberikan konsep hiburan keluarga terlengkap dan menjadi sumber berita dan
informasi terpercaya di Indonesia .

Bisnis perusahaan

Bisnis utama Bisnis Pendukung


Free to AIR TVs (RCTI, MNC, Global Sindo media
Media cetak dan radio
TV, INEWS TV)
Pay TV
Konten (MNC picture, MNC
Okezone
animation, pustaka konten, MNC Wechat
chennel, star media nusantara, MNC shop

innoform media)

Jaringan/cabang perusahaan yang tersebar di seluruh wilayah indonesia

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 5


Saat ini perusahaan telah memiliki 46 stasiun / cabang perusahaan yang tersebar di seluruh
wilayah indonesia dari sabang sampai merauke, sehingga kualitas jaringan perseroan stabil di
berbagai daerah .

ANALISIS MAKRO

Sebagai perusahaan yang berdiri dan beroprasi di wilayah negara republik Indonesia ,PT
Media Nusantara Citra tbk , tentunya sangat dipengaruhi oleh kondisi makro dari negara
Indonesia, kondisi makro ini sangat berdampak bagi kinerja dari perusahaan, baik
berdampak positif maupun berdampak negatif bagi perusahaan, untuk itu kondisi makro dari
suatu negara sangat perlu di analisis untuk dapat melihat pengaruhnya bagi perusahaan dalam
beroprasi kedepannya.

Berikut adalah beberapa kondisi makro dari negara Indonesia yang di anggap dapat
mempengaruhi oprasi perusahaan ini:

Perubahan peraturan perudang-undangan


Pelanggaran peraturan undang-undang
Kebijakan kementrian Kominfo
Pertumbuhan perekonomian
Masalah perekonomian (Inflasi, perubahan kurs mata uang asing,)

1. Peraturan perundang-undangan yang berubah berdampak bagi oprasional


perusahaan PT Media Nusantara Citra tbk.

Selama tahun 2015 , terdapat isu isu revisi atau perubahan perundang-undangan yang
berdampak bagi perusahaan yaitu, isu KPI atau di sebut komisi penyiaran indonesia yang
meminta kepada DPR untuk melakukan revisi pada UU No. 32 tahun 2002 tentang
penyiaran, dimana perusahaan media yang di miliki oleh tokoh politik harus menjunjung
tinggi netralitas, seperti yang kita tahu bahwa salah satu pimpinan sekaligus pemilik saham
PT MNC tbk, Hari Tanoesudibjo, adalah tokoh politik dari partai Gerindra. Kondisi ini dapat

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 6


menimbul kan isu isu negatif bagi pemegang saham atau membuat perusahaan rentan sekali
terjerat kasus kenetralan. sehingga bisa saja membuat harga saham menurun sewaktu-waktu.

2. Pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan oleh perusahaan

Selama tahun 2015, PT MNC tbk, terjerat khasus netralitas informasi , dimana di atur
dalam peraturan perundang-undangan perusahaan pertelevisian haruslah memberikan
informasi yang bersifat netral, dalam khasus ini , PT MNC tbk, di laporkan oleh PT Cipta
Televisi Pendidikan Indonesia kepada KPI untuk kedua kalinya, saat ini karena menyiarkan
berita yang tidak netral dalam perkara sengketa saham TPI. MNC grup hanya memberitakan
pendapat-pendapat yang menguntungkan salah satu pihak yaitu PT Berkah yang kini berubah
menjadi MNC grup. Menyikapi hal ini, Wakil ketua KPI mengemukakan peringatan bahwa
akan mencabut perpanjangan atau menghentikan izin penyiaran dari PT MNC tbk. Apabila
pelanggaran serupa terus diulangi.

Khasus ini tentunya sangat berdampak pada going concern yaitu keberlangsungan hidup
perusahaan, dimana perusahaan kedepannya tidak dapat beroprasi apabila izin penyiarannya
di cabut oleh KPI, hal ini akan menyebabkan harga saham perusahaan menjadi anjlok karena
pemegang saham khawatir perusahaan tidak dapat beroprasi karena perizinannya di cabut
KPI.

3. Kebijakan Kementrian KOMINFO (Komunikasi dan Informatika )

Pada tahun 2013, Kementrian KOMINFO mengeluarkan kebijakan dimana perusahaan


penyiaran telivisi diwajibkan mengubah , teknologi televisi analog menjadi teknologi digital
pada tahun 2018, kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah dengan maksud meningkatkan
efisiensi dari penggunaan frekuensi , yang nantinya akan digunakan untuk hal-hal penting
lainnya. kebijakan mengubah menjadi teknologi digital di tahun 2018, tentunya akan
menyebabkan PT MNC tbk, mendapatkan biaya tambahan yang cukup besar dalam
pengoprasiannya menurut kepala teknik Global tv, diperlukan Rp 400 juta Rp 500 juta ,
setiap bulannya, yang akan berdampak pada laba perusahaan kedepannya.

4. Masalah perekonomian

a. Perubahan Kurs

tanggal Kurs jual Kurs tengah Kurs beli

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 7


30-06-2014 12.029 11.969 11.909

31-12-2014 12.502 12.440 12.378

30-06-2015 13.420 13.353 13.286

31-12-2015 13.864 13.795 13.726

28-01-2016 13.958 13.889 13.820

29-02-2016 13.462 13.395 13.328

24-03-2016 13.316 13.250 13.184


Sumber : www.bi.go.id

Dalam menjalankan oprasinya , PT MNC tbk memperoleh penghasilan terbesar dari sektor
periklanan dari sebuah produk dari perusahaan manufaktur, perusahaan manufaktur
cenderung ingin memasang iklan produknya pada perusahaan yang memiliki rata-rata pangsa
pemirsa televisi yang cukup tinggi, sehingga perusahaan pertelevisian salah satunya PT MNC
tbk, berlomba lomba untuk meningkatkan rata-rata pangsa pemirsa agar pendapatan
periklanan meningkat.

Untuk meningkatkan rata-rata pangsa pemirsa PT MNC tbk tentunya harus memberikan
program tayangan entertainment yang menarik pelanggan, baik program lokal, maupun
program asing. Penayangan program tayangan merupakan biaya bagi perusahaan, untuk
menayangkan program asing tentunya perusahaan mengeluarkan biaya dalam bentuk mata
uang asing, yang besar atau kecilnya biaya bergantung pada kurs mata uang.

Menurut laporan keuangan biaya pembelian program asing dari tahun ke tahun terus
meningkat yaitu sebesar, Rp375,20 miliar ( 2011 ), Rp530,08 miliar ( 2012 ), Rp551,183
miliar ( 2013 ), dan Rp680,21 miliar ( 2014 ). Hal ini selain disebabkan karna semakin
banyaknya program asing yang di beli tetapi juga di sebabkan karna kurs mata uang rupiah
yang menurut grafik cenderung menurun terhadap US dollar. Hal ini berdampak pada
menurunnya laba perusahaan karena beban langsungnya meningkat. Menurut prediksi Bank
Indonesia, meskipun saat ini rupiah menguat karna dana mengalir ke negara berkembang di
karnakan banyak negara maju (Jepang , Eropa) mengalami negative interest rate . nilai
rupiah masih berpotensi melemah hebat, karna The Fed berpotensi tingkatkan suku bunga,
sehingga terjadi capital flight yaitu dana asing di tarik besar-besaran berdampak pada
turunnya nilai rupiah. Keadaan ini sangat buruk bagi perusahaan kedepannya karna
menyebabkan biaya pembelian program asing membengkak.

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 8


b. Inflasi

Tahun Tingkat inflasi (%)


Juli 2011 4,61
Desember 2011 3,79
Juli 2012 4,56
Desember 2012 4,30
Juli 2013 8,61
Desember 2013 8,38
Juli 2014 4,53
Desember 2014 8,36
Juli 2015 7,26
Desember 2015 3,35
Februari 2016 4,2
Sumber: www.bi.go.id

Menurut Bank indonesia inflasi tahun 2016 diprediksi sebesar 4 persen plus minus 1
persen, yang tergolong dalam inflasi ringan (<10%). Hal ini tentu kabar baik bagi perusahaan
karena, jika inflasi yang terjadi tinggi akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan-
perusahaan manufaktur, dikarenakan apabila inflasi menigkat maka akan berpengaruh pada
biaya produksi perusahaan yang menimbulkan harga jual yang tinggi sehingga membuat
minat beli konsumen berkurang dikarenakan harga barang yang mahal. Oleh sebab itu bila
daya jual perusahan berkurang maka laba perusahaan akan menurun, sehingga daya
perusahaan untuk mengeluarkan biaya menjadi berkurang, Dimana salah satunya adalah
biaya iklan. Biaya iklan dari perusahaan perusahan merupakan sumber pendapatan terbesar
bagi perusahaan MNC.

Dari sisi PT. MNC prediksi inflasi yang cenderung menurun sangat menguntungkan
karena bila inflasi meningkat maka PT. MNC akan mengalama kerugian dalam hal piutang.
Mengingat bahwa MNC masih memiliki jumlah piutang yang sangat material sebesar
Rp.2,753,444,000,000 tahun 2014 bila ada perubahaan inflasi.

d. PDB

Indonesia cukup banyak memiliki lapangan usaha yang terbagi menjadi 9 lapangan usaha.
Kesembilan lapangan usaha tersebut mendukung pendapatan nasional atau pertumbuhan
ekonomi di Indonesia. Dapat diketahui informasi mengenai GDP atau Gross Domestic
Product atau PDB atau Produk Domestik Bruto dari tahun 2010 hingga 2014

Tabel 1.1

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 9


Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Miliar
Rupiah)
2010-2014

Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013* 2014**


1. PERTANIAN, 985 470,5 1 091 447,1 1 193 452,9 1 310 427,3 1 446 722,3
PETERNAKAN,
KEHUTANAN DAN
PERIKANAN
a. Tanaman Bahan 482 377,1 529 967,8 574 916,3 621 832,7 668 337,7
Makanan
b. Tanaman Perkebunan 136 048,5 153 709,3 162 542,6 174 638,4 192 921,5
c. Peternakan dan Hasil- 119 371,7 129 297,7 145 720,0 165 162,9 184 246,5
hasilnya
d. K e h u t a n a n 48 289,8 51 781,3 54 906,5 56 994,2 60 872,8
e. P e r i k a n a n 199 383,4 226 691,0 255 367,5 291 799,1 340 343,8

2. PERTAMBANGAN DAN 719 710,1 876 983,8 972 458,4 1 026 297,0 1 058 750,2
PENGGALIAN
a. Minyak dan gas bumi 290 467,3 370 222,9 386 560,2 401 139,1 413 105,2
b. Pertambangan tanpa 332 970,0 397 629,1 461 651,0 482 823,2 480 081,2
Migas.
c. Penggalian. 96 272,8 109 131,8 124 247,2 142 334,7 165 563,8

3. INDUSTRI 1 599 073,1 1 806 140,5 1 972 523,6 2 152 802,8 2 394 004,9
PENGOLAHAN
a. Industri M i g a s 214 432,7 253 078,6 254 556,7 267 003,5 290 286,4
1). Pengilangan Minyak 124 110,7 131 482,3 130 273,6 144 769,7 161 457,8
Bumi
2). Gas Alam Cair 90 322,0 121 596,3 124 283,1 122 233,8 128 828,6
b. Industri tanpa Migas 1 384 640,4 1 553 061,9 1 717 966,9 1 885 799,3 2 103 718,5
1). Makanan, Minuman 465 367,9 546 752,0 623 194,6 674 269,4 776 857,7
dan Tembakau
2). Tekstil, Brg. kulit & 124 204,2 143 385,2 156 634,1 172 422,5 186 355,1
Alas kaki
3). Brg. kayu & Hasil 80 541,6 84 481,4 85 495,4 94 651,1 106 839,6
hutan lainnya.
4). Kertas dan Barang 65 822,2 69 339,6 67 109,5 72 781,3 80 600,9
cetakan
5). Pupuk, Kimia & 176 212,4 189 700,0 216 863,8 230 236,1 242 599,1
Barang dari karet
6). Semen & Brg. Galian 45 514,5 50 790,5 57 996,3 63 973,8 67 933,8
bukan logam
7). Logam Dasar Besi & 26 853,9 31 101,1 33 212,7 35 746,1 38 615,3
Baja
8). Alat Angk., Mesin & 389 600,1 426 233,7 465 889,1 529 828,8 590 282,0
Peralatannya
9). Barang lainnya 10 523,6 11 278,4 11 571,4 11 890,2 13 635,0

4. LISTRIK, GAS, DAN AIR 49 119,0 55 882,3 62 271,6 70 339,6 81 131,0


BERSIH
a. L i s t r i k 30 450,3 35 443,1 39 377,6 46 521,5 54 730,7
b. Gas Kota 13 353,7 14 833,9 16 906,7 17 379,8 19 456,6
c. Air bersih 5 315,0 5 605,3 5 987,3 6 438,3 6 943,7

5. B A N G U N A N 660 890,5 753 554,6 844 090,9 907 267,0 1 014 540,8

6. PERDAGANGAN, 882 487,2 1 023 724,8 1 148 791,0 1 301 175,0 1 473 559,7
HOTEL DAN RESTORAN
a. Perdagangan Besar dan 703 565,8 827 456,5 929 746,1 1 052 709,3 1 191 231,4
Eceran
b. H o t e l 23 876,6 26 560,5 32 276,6 39 453,6 46 970,2

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 10


c. R e s t o r a n 155 044,8 169 707,8 186 768,3 209 012,1 235 358,1

7. PENGANGKUTAN DAN 423 172,2 491 287,0 549 105,4 635 302,9 745 648,2
KOMUNIKASI
a. P e n g a n g k u t a n 217 318,1 254 524,2 287 346,1 344 485,8 425 179,0
1). Angkutan Rel 2 260,2 2 367,1 2 478,3 2 687,2 3 626,4
2). Angkutan Jalan raya 121 863,0 140 603,6 152 548,2 184 216,1 220 916,9
3). Angkutan laut 16 929,8 18 589,9 19 661,8 21 656,3 25 419,5
4). Angk. Sungai, Danau 6 918,1 7 646,2 8 765,7 10 675,9 12 543,2
& Penyebr.
5). Angkutan Udara 34 781,0 46 701,8 62 153,3 79 038,2 111 231,8
6). Jasa Penunjang 34 566,0 38 615,6 41 738,8 46 212,1 51 441,2
Angkutan
b. K o m u n i k a s i 205 854,1 236 762,8 261 759,3 290 817,1 320 469,2

8. KEUANGAN, 466 563,8 535 152,9 598 433,3 682 973,2 771 961,5
PERSEWAAN & JASA
PERSH.
a. B a n k 146 914,5 166 489,8 191 095,0 224 972,7 252 216,3
b. Lembaga Keuangan 59 201,4 70 576,4 79 807,1 90 870,8 103 994,7
tanpa Bank
c. Jasa Penunjang 3 481,1 4 075,8 4 582,2 5 117,1 5 662,5
Keuangan
d. Sewa Bangunan 168 220,6 191 928,5 209 521,8 232 221,7 258 868,5
e. Jasa Perusahaan 88 746,2 102 082,4 113 427,2 129 790,9 151 219,5

9. JASA JASA 660 365,5 785 014,1 889 798,8 1 000 691,7 1 108 610,3
a. Pemerintahan Umum 359 840,9 433 370,9 486 315,2 541 191,3 579 981,2
1). Adm. Pemerintahan & 220 543,4 266 410,1 300 520,4 333 960,9 358 608,7
Pertahanan
2). Jasa Pemerintahan 139 297,5 166 960,8 185 794,8 207 230,4 221 372,5
lainnya
b. S w a s t a 300 524,6 351 643,2 403 483,6 459 500,4 528 629,1
1). Sosial 114 237,6 135 184,9 159 177,1 185 103,2 215 684,0
Kemasyarakatan
2). Hiburan dan Rekreasi 17 345,0 20 455,7 23 069,3 26 483,8 31 351,5
3). Perorangan dan 168 942,0 196 002,6 221 237,2 247 913,4 281 593,6
Rumah tangga

PRODUK DOMESTIK 6 446 851,9 7 419 187,1 8 230 925,9 9 087 276,5 10 094
BRUTO 928,9
PRODUK DOMESTIK 5 941 951,9 6 795 885,6 7 589 809,0 8 419 133,9 9 391 537,3
BRUTO TANPA MIGAS
Catatan:
* Angka Sementara
** Angka Sangat Sementara

Menurut data 4 tahun terakhir yaitu 2010 hingga 2014, PDB Indonesia terus mengalami
peningkatan, hal ini tentunya berdampak baik bagi perusahaan , karena pada saat PDB
meningkat maka jumlah barang dan jasa konsumsi yang dihasilkan oleh perusahaan-
perusahaan meningkat yang menyebabkan masyarakat bersikap konsumtif sehingga omset
pendapatan perusahaan-perusahaan akan meningkat, selain itu dengan begitu banyaknya
barang dan jasa yang dihasilkan tentunya membuat perusahaan harus bersaing, agar
produknya dapat lebih unggul, salah satu cara perusahaan agar produknya lebih dikenal
masyarakat adalah dengan melakukan promosi produk berupa iklan, yang merupakan sumber

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 11


pendapatan terbesar perusahaan. Sehingga pada saat PDB meningkat pendapatan PT MNC
tbk, juga cenderung akan meningkat terbukti dari peningkatan PDB selama 2010 hingga 2014
diikuti oleh peningkatan pendapatan PT MNC tbk yaitu tahun 2011 Rp.5.390.474 ; 2012 Rp.
6,265,260 ; 2013 Rp. 6,522,347 ; dan di tahun 2014 Rp. 6.665.978.

Untuk tahun 2016, menurut bank dunia pertumbuhan PDB Indonesia di perkirakan akan
meningkat sebesar 5,3 %, kondisi ini tentu membawa keuntungan bagi PT MNC tbk, karena
akan meningkatkan pendapatan usaha.

Analisis Industri - atau persaingan (five forces-Michail


Porter)
Perusahaan dalam industri saling bersaing dan saling mempengaruhi, Perusahaan melakukan
berbagai macam strategi dalam mengejar persaingan dan profitabilitas yang tinggi. Salah satu
cara bermanfaat untuk memahami pesaing dengan analisis industri. Dalam industri apapun,
persaingan menekankan tingkat pengembalian modal ( Capital Gain ) yang diinvestasikan ke
arah tingkat yang akan dinikmati. The Five Forces Model of Industry Competition dari
Michael Porter Michael Porter, seorang Profesor manajemen strategik dari Harvard
University menyatakan, terdapat lima kekuatan yang mempengaruhi Persaingan dalam
industry, yaitu:

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 12


1. Ancaman dari Peserta Bisnis Baru
Ancaman dari peserta bisnis baru dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti besar
kecilnya hambatan masuk ke dalam industri. Hambatan masuk kedalam industri itu
contohnya antara lain: besarnya biaya investasi yang dibutuhkan, perijinan ,akses terhadap
bahan mentah, akses terhadap saluran distribusi, ekuitas merek dan masih banyak lagi.
Biasanya semakin tinggi hambatan masuk , semakin rendah ancaman yg masuk dari
pendatang baru. PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) merupakan salah satu perusahaan
yang bergerak di bidang industri media (televisi) yang didirikan sejak tshun 1997. Bisnis
utama PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) berasal dari tiga televisi yaitu RCTI, Global
TV, dan MNC TV. Tetapi pada 26 Mei 2013 munculah peserta bisnis dalam industri media
yaitu Indika Group (NET.) yang menjadi salah satu permasalah bagi PT. Media Nusantara
Citra Tbk (MNC) karena ada pesaing baru yang dspst memarik perhatian masyarakat dengan
acara-acara yang berkualitas. Menurut Pearce and Robinsin (2008,p125) pendatang baru akan
membawa kapasitas baru, keinginan merebut pangsa pasar, dan sering kali sumber daya yang
substansial. Jika hambatan terhadap masuknnya pendatang baru cukup tinggi dan pendatang
baru mengharapkan adanya tindakan balasan yang tajam dari pesaing yang ada, maka
pendatang baru tersebut mungkin tidak akan membawa ancaman serius ketika masuk.
Dalam kasus PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) hambatan untuk masuk ke dalam
industri Media (per-televisian) tergolong tinggi karena industri ini membutuhkan biaya besar
untuk menarik perhatian masyarakat karena stasiun TV yang dimiliki PT. Media Nusantara
Citra Tbk (MNC) sudah mendapat hati masyarkaat, sehingga para pendatang baru cenderung
sulit untuk memasuki industri properti ini.

Beberapa sumber utama terhadap masuknya pendatang baru:


1. Skala ekonomi:
Para pendatang baru seperti Indika Group (NET.) tidak akan segan-segan untuk
mengeluarkan biaya untuk menjadi Stasiun TV yang sukses dan mendapat perhatian
masyarakat pastinya membutuhkan biaya yang sangat besar untuk dapat bersaing. Tetapi
untuk PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC), PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) tidak
perlu mengeluarkan biaya yang terlalu banyak karena sudah mendapat perhatian dari
masyarakat.
2. Diferensiasi jasa:
Tayangan yang diberikan Indika Group (NET.) sangat berbeda dengan stasiun TV lainnya

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 13


yang tidak dapat ditemukan di TV swasta lain sehingga memiliki diferensiasi yang tidak
dimiliki oleh stasiun TV seperti PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC). Hal ini merupakan
suatu ancaman bagi PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) karena kemungkinan masyarakat
beralih kepada Indika Group (NET.). Tetapi PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) juga
memiliki banyak acara yang tidak dimiliki NET. TV seperti sinetron atau film pendek dan
ajang pencarian bakat seperti Master Chef, X-factor, Indonesian Idol, The Voice, dan Rising
Star yang tidak dimiliki Indika Group (NET.) dan merupakan suatu diferensiasi yang dimiliki
PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC).
3. Persyaratan modal:
Untuk menjadi stasiun TV yang memiliki reputasi yang baik bagi masyarakat akan
membutuhkan biaya yang besar, seperti yang telah dilakukan oleh PT.MNC yang telah
mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memberikan acara-acara yang baik dan
berkualitas untuk tiga stasiun TV (RCTI, GLOBAL TV, dan MNC TV) dan dari pengeluaran
yang besar PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) juga mendapatkan pendapatan dari banyak
iklan-iklan. Sehingga, akan cukup sulit untuk pendatang baru seperti Indika Group (NET.).
Sedangkan, Indika Group (NET.) tergolong industry pertelevisian yang masih mudah,
sehingga dari sisi modal dapat dikatakan modal yang dimiliki PT. Media Nusantara Citra Tbk
(MNC) jauh lebih kuat karena sudah beroperasi selama 19 tahun sejak tahun 1997.
4. Kerugian biaya yang tidak dipengaruhi oleh ukuran perusshaan:
Dengan keunggulan biaya yang telah dimiliki PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC)
terhadap para pesaingnya dalam industry Per-televisian. PT. Media Nusantara Citra Tbk
(MNC) menjadi salah satu stasiun televisi sejak tahun 1997 saat masih belum banyak pesaing
dalam industry tersebut dan telah dikenal masyarakat sejak tahun 1997. Sehingga, bagi
pendatang baru seperti Indika Group (NET.) yang berdiri sejak tahun 2013, jika ingin dikenal
masyarakat maka Indika Group (NET.) akan mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk
menarik perhatian masyarakat.

Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa ancaman dari peserta bisnis
baru seperti Indika Group (NET.) bagi PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) tergolong
rendah. Karena umur PT.MNC yang jauh lebih matang yang telah dikenal masyrakat sejak
tahun 1997 dan program-program yang dimiliki PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC)
berbeda beda dengan program Indika Group (NET.). Kemudian, dalam sisi permodalan PT.
Media Nusantara Citra Tbk (MNC) jauh lebih matang disbanding Indika Group (NET.).
Umur PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) yang jauh lebih matang yang telah dikenal

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 14


masyrakat s ejak tahun 1997 dan acara-acara yang dimiliki PT. Media Nusantara Citra Tbk
(MNC) untuk tiga stasiun TV nya (RCTI, GLOBAL TV, dan MNC TV) memiliki acara-acara
unggulan yang sudah dikenal masyrakat cukup lama sehingga akan sulit digantikan oleh
peserta bisnis baru.

2. Kekuatan Posisi Tawar Pemasok (Bargaining power of supplier)


PT.MNC tergolong perusahaan jasa karena PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC)
tidak memproduksi suatu barang. Pada perusahaan jasa Supplier atau pemasok yang dimaksut
adalah yang bertujuan untuk membantu memperingan proses pekerjaa dari perusahaan guna
mencapai tujuan perusahaan, sehingga perusahaan dapat mencapai hasil yang maksimal.
Contoh pemasok peralatan utama yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan tiga stasiun
TV seperti kamera TV, lampu, peralatan pengontrol suara, microphone, audio recorder,
peralatan produksi, peralatan EFP (Electronic Field Production), Peralatan IT, perlengkapan,
dan lain lain.
Arti kekuatas posisi tawar menawar pemasok pada PT. Media Nusantara Citra Tbk
(MNC) adalah bagaimana kuatnya posisi penjual, di saat sebuah industry mempunyai
kemampuan mengendalikan pemasok maka posisi tawar menawar industry menjadi lemah.
Tetapi, jika disebuah industry terdapat beberapa pemasok dengan menjual sesuatu yang sama,
maka posisi tawar menawar pemasok akan rendah.
Kekuatan tawar menawar pemasok tinggi, apabila:
1. Jumlah pemasok utama, didominasi oleh beberapa perusahaan dibandingkan industry
dimana pada pemasok menjual produknya.
2. Ketersediaan subtitusi, pemasok tidak menghadapi produk pengganti lain untuk dijual
ke Perusahaan.
3. Produk kelompok pemasok terdiferensiasi.
4. Biaya beralih pemasok, biaya yang harus dikeluarkan untuk beralih ke pemasok
lainnya memerlukan biaya yang cukup tinggi.

Dapat disimpulkan, jika dilihat dari jenis peralatan yang dibutuhkan PT. Media
Nusantara Citra Tbk (MNC) seperti peralatan IT, peralatan produksi, kamera, dan lain lain.
PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) dengan para pemasok memiliki hubungan Posisi
Tawar Menawar terhadap pemasok yang tergolong rendah. Karena, Peralatan yang
dibutuhkan PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) sebagai Perusahaan Televisi tergolong
relatif mudah dicari, jika pemasok utama menaikan harganya secara besar-besaran maka PT.

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 15


Media Nusantara Citra Tbk (MNC) dapat beralih ke pemasok lainnya. Kemudian, peralatan
dibutuhkan dimana-dimana sehingga jika PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) berpindah
ke pemasok lain, maka peralatan yang didapat memiliki jenis yang sama karena peralatan
tidak memiliki Diferensiasi. Dan untuk beralih ke pemasok lain, PT. Media Nusantara Citra
Tbk (MNC) tidak memerlukan biaya yang besar karena hanya membutuhkan modal untuk
membeli peralatan. Sehingga, dapat disimpulkan dari ke-tiga alasan diatas maka dapat
disimpulkan bahwa posisi pemasok cukup lemah karena PT. Media Nusantara Citra Tbk
(MNC) memiliki kemampuan untuk mengendalikan pemasok sehingga kekuatan posisi
tawar-menawar pemasok tergolong rendah.

3. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli


Kekuatan tawar menawar pembeli merupakan analisis keadaan bagaimana
pembeli mendapatkan informasi dan penawaran yang beragam dari berbagai produsen dengan
tawaran yang begitu banyak di pasar. Dalam hal ini pembeli akan selalu berusaha
mendapatkan produk dengan kualitas yang baik dan harga murah.

Pihak pembeli akan memiliki kekuatan tawar yang besar (mampu mendikte perusahaan)
ketika :

1. Jumlah konsumen sedikit, tetapi barang/jasa yang tersedia banyak.


2. Pembeli akan mengkonsumsi dalam jumlah yang besar.
3. Produk produk tidak terdiferensiasi.
4. Biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak pembeli untuk beralih ke pihak kompetitor
adalah rendah.
5. Pihak pembeli sensitif terhadap harga.

Kekuatan tawar pembeli bisa diperkecil dengan menawarkan produk yang terdiferensiasi.

PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) sebagai perseroan yang bisnis utamanya
adalah di bidang media, pangsa pasar perusahaan ini bisa dikategorikan sangat luas dan
mencakup hampir seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai layanan dan produk yang
diberikan. Perusahaan MNC sampai pada akhir tahun 2015 sudah memiliki 3 TV Free - To -
Air (FTA) dari 10 Free To Air(FTA) Nasional di Indonesia yaitu RCTI, MNCTV dan
GlobalTV. Sumber pendapatan terbesar dari MNC berasal dari 3 media televisi nasional ini
dimana ketiga stasiun televisi tersebut menawarkan acara beragam untuk seluruh lapisan
masyarakat seperti acara olahraga, film film box office, pencarian bakat, acara musik,
berita, reality show, hiburan anak dan sebagainya.

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 16


Selain menjalankan bisnisnya di unit penyiaran ( pertelevisian ), MNC juga
menawarkan berbagai macam produk pada unit bisnis lainnya. Hingga saat ini 5 unit bisnis
sudah dicapai oleh MNC, yaitu Penyiaran (broadcasting), Media Cetak dan online (Print and
Online), Periklanan (Advertising Agency), Produksi Content (Content Production),
Management Artis dan lainnya (Talent Management and Others) dan disetiap unit bisnis ini
memiliki beberapa entitas anak didalamnya. Seperti tertera didalam laporan keuangan
terakhir MNC (Laporan Keuangan Kuartal 3 tahun 2015) menunjukan, untuk Unit Penyiaran
(broadcasting) terdiri dari 17 entitas anak, Media Cetak dan online (Print and Online) terdiri
dari 7 entitas anak, Periklanan (Advertising Agency ) terdiri dari 4 entitas anak, Produksi
Content (Content Production) terdiri dari 4 entitas anak, serta Management Artis dan lainnya
(Talent Management and Others) yang terdiri dari 2 entitas anak, dan entitas entitas anak
tersebut tersebar/berdomisili tidak hanya di Jakarta sebagai pusat Ibukota tetapi di beberapa
negara di Indonesia bahkan ada yang berdomisili di Luar Negeri, seperti MNC International
Middle East Limited (MIMEL) yang berdomisili di Dubai.

Disisi lain MNC selalu melakukan perkembangan terutama dalam melakukan


diferensiasi produk dengan melakukan beberapa perjanjian dengan pihak pihak yang
berhubungan dengan bisnisnya untuk menyajikan produk yang tidak bisa disajikan oleh
perusahaan lain dalam lini bisnis yang sama. Perjanjian tersebut antara lain :

a) Perjanjian yang dilakukan dengan United European Football Association untuk


UEFA 2012, UEFA EURO 2016, dan UEFA Womens EURO dimana perjanjian
ini dimulai sejak tanggal 14 Juli 2010 sampai 31 Desember dan ini berlaku setiap
tahunnya.
b) Perjanjian Lisensi dengan Twentieth Century Fox International Television, Inc
(FOX) atas lisensi tahun ke 7 atas broadcasting Licensed Pictures dan
broadcasting original theatrical Version (Titanic) or edited version. Perjanjian ini
berlaku sejak tanggal 1 Juni 2013.
c) Perjanjian Penyelenggaraaan Program dengan Miss World Limited. Berdasarkan
perjanjian penyelenggaraan Final Miss World 2015 ke 65 tanggal 18 Juni 2012
antara RCTI dengan Miss World Limited, RCTI akan bekerjasama untuk
menyelenggarakan dan menayangkan kegiatan dan Final Miss World 2015 di
Bali dan lokasi lainnya di Indonesia.
d) Dan masih banyak perjanjian lainnya.

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 17


Dari fakta ini maka dapat disimpulkan bahwa, jika melihat dari sisi pesaing MNC
dikatakan bahwa kekuatan tawar dari pembeli akan tinggi mengingat bahwa cukup banyak
perusahaan yang bergerak dibidang bisnis yang sama seperti PT. Surya Citra Media Tbk, PT
Trans Corporation, PT. Media Televisi Indonesia ( anak perusahaan dari Media Group), PT
Lativi Media Karya dan sebagainya. Namun, jika melihat dari track record MNC sejauh ini
maka kekuatan tawar dari pembeli (kekuatan pembeli untuk mendikte) akan rendah karena
MNC sudah memiliki 3 free-to-air dari 10 ditingkat nasional, ditambah lagi dengan
diferensiasi produk yang disajikan serta tidak hanya satu segmen pasar yang dijangkau MNC
sehingga banyak produk pilihan bagi pembeli.

4. Ancaman dari Produk Pengganti

Produk pengganti adalah produk lain yang mempunyai fungsi hampir sama dengan
produk atau jasa perusahaan yang bisa saling menggantikan. Ancaman dari produk pengganti
dalam industri media yang dimaksud disini misalnya produk utama perusahaan media adalah
berita yang biasanya disiarkan melalui media televisi, namun untuk memperoleh informasi
atau berita yang sama pemirsa beralih ke media radio, media cetak dan media online. Media
media pengganti inilah yang dimaksud sebagai produk pengganti Ancaman dari produk
pengganti akan tinggi apabila:

1. Terdapat banyak sekali produk pengganti


2. Pembeli atau konsumen dengan mudah dapat menemukan produk atau jasa yang kita
tawarkan dengan harga sama atau bahkan lebih murah.
3. Kualitas dari produk pesaing kita lebih baik.

PT Media Nusantara Citra Tbk sendiri tentu menghadapi ancaman dari produk pengganti ini,
namun bisa dikatakan bahwa ancaman yang dihadapi oleh MNC akan rendah atau sudah ditangani
dengan baik hingga saat ini. Ini terbukti, seperti sudah dijelaskan diatas, bahwa MNC tidak hanya
beroperasi di segmen pertelevisian tetapi juga segmen lain, salah satunya adalah Media Cetak dan
Online yang dianggap merupakan produk pengganti dari segmen pertelevisian.

2010 2011 2012 2013 2014

PT. Media PT. Media PT. Media PT. Media PT. Media
Nusantara Nusantara Nusantara Nusantara Nusantara
Informasi Informasi Informasi Informasi Informasi

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 18


UNIT PT. MNI PT. MNI Global PT. MNI PT. MNI PT. MNI
Media Global Global Global Global
Cetak PT Media PT Media PT Media PT Media
dan Nusantara Nusantara Nusantara Nusantara
Online Distribusi Distribusi Distribusi Distribusi
(Print
PT MNI PT MNI PT MNI PT MNI
and
Publishing Publishing Publishing Publishing
Online)
PT MNI PT MNI PT MNI PT MNI
Entertainment Entertainment Entertainment Entertainment

PT. Okezone PT. Okezone PT. Okezone PT. Okezone


Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia

Tabel diatas menunjukan daftar entitas anak dari unit Media Cetak dan Online PT
MNC, dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini untuk unit Media Cetak
dan Online mengalami perkembangan, dimana di tahun 2010 hanya memiliki 2 entitas anak,
sejak tahun 2011 MNC mendirikan entitas barunya bertambah menjadi 6 entitas anak
dengan proporsi kepemilikan masing masing, ini membuktikan bahwa MNC melakukan
perkembangan terus menerus agar ancaman dari produk pengganti yang disajikan juga
oleh perusahaan lain bisa diminimalirisir.

5. Ancaman dari Para Pesaing


Arti ancaman dari para pesaing di adalah Persaingan di antara pemain yang sudah ada.
bagaimana kuatnya persaingan diantara pemain yang sudah ada, apakah ada pemain yang
sangat dominan atau semuanya sama. Analisis ini ditujukan untuk mengetahui intensitas
persaingan dalam kemampulabaan dalam industri, serta mengetahui kekuatan yang paling
berpengaruh dalam perumusan strategi suatu industri (Porter, 1998). PT. Media Nusantara
Citra Tbk (MNC) bukan satu-satunya perusahaan insdustri televisi tetapi PT. Media
Nusantara Citra Tbk (MNC) memiliki beberapa perusahaan pesaing dalam industry televisi
seperti PT. Surya Citra Media Tbk (SCTV dan Indosiar), Visi Media Asia (ANTV, TVONE),
PT Media Televisi Indonesia (Metro TV), PT Trans Corporation (Trans7 dan Trans TV),
Indika Group (NET.), dan lain lain.
Persaingan di antara pemain yang sudah ada bergantung pada:

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 19


1. Struktur dari kompetisi, persaingan akan semakin hebat apabila terdapat banyak
inustri.
2. Struktur dari biaya di industry, industry yang memiliki pemimpin pasar maka
persaingan akan lebih sedikit.
3. Tingkat diferensiasi jasa, industry yang memiliki perbedaan dibanding industry
sejenis lainnya.
4. Tujuan strategis, jika competitor mengejar pertumbuhan dengan agresif maka
persaingan akan semakin ketat.
5. Ketika hambatan untuk meninggalkan industry semakin tinggi maka persaingan
semakin besar.

Ancaman antar para pesaing industry pertelevisian bagi PT. Media Nusantara
Citra Tbk (MNC) cukup kuat, walaupun PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) memiliki
tiga stasiun TV seperti RCTI yang berspesialis dalam menyiarkan sinetron dan program
hiburan. Tetapi, di sisi lain SCTV juga mengeluarkan sinetron yang cukup digemari oleh
masyarakat. Kemudian, saat RCTI memiliki tayang berita Seputar Indonesia dan Nuansa
pagi, diikuti dengan adanya pesaing baru untuk menyediakan tayangan berita seperti Metro
TV dengan acara berita selama 24 jam, kemudiam Kompas TV, TV One, dan lain-lain juga
ikut mengikuti. Sehingga, ketika tingkat diferensiasi jasa yang diberikan PT. Media
Nusantara Citra Tbk (MNC) sudah diberikan pula oleh stasiun TV lainnya maka dikatakan
persaingan industry cukup kuat. Lalu, ketika kompetitor memiliki tujuan strategis seperti
Indika Group (NET.) Yang melakukan pertumbuhan secara pesat karena acara-acara yang
cukup memiliki tingkat diferensiasi tinggi maka PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) akan
terkena dampaknya. Sehingga, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ancaman
para pesaing Stasiun TV lainnya bagi PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) cukup kuat,
karena sudah bermunculan bermacam-macam Stasiun TV sehingga program-program yang
dimiliki PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) juga sudah dimiliki oleh Perusahaan Televisi
lainnya.

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 20


ANALISIS MIKRO

Laporan Keuangan Komparatif


Tabel 2.2 menunjukkan laporan keuangan komparatif PT MNC dari tahun 2010
sampai 2014. Opini auditor atas laporan keuangan PT MNC selama 5 tahun tersebut adalah
wajar tanpa pengecualian.

Analisis dilakukan terhadap laporan keuangan komparatif karena laporan komparatif


posisi keuangan bisa menunjukkan dan mencerminkan banyak hal. Dalam neraca komparatif
pada tahun 2011 ke 2012 dapat dilihat bahwa kas mengalami penurunan namun persediaan
mengalami kenaikan, dan dapat diasumsikan bahwa manajemen sedang melakukan
peningkatan pelayanan pelanggan dan promosi dengan menurunkan harga penjualan sehingga
meskipun persediaan banyak, kas yang diterima menurun. Utang pajak pada tahun 2012
menurun dibanding tahun sebelumnya yaitu 224.208 sedangkan pada tahun 2011 281.748
dari hal tersebut dapat diasumsikan bahwa pajak tersebut merupakan pajak yang ditimbulkan
dari pembelian persediaan maka ketika persediaan yang dibeli sedikit maka hutang pajaknya
juga sedikit.

PT MEDIA NUSANTARA CITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 21


Laporan Neraca Komparatif tahun 2010-2014
(dalam jutaan rupiah)
2010 2011 2012 2013 2014
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1,080,409 837,230 528,415 574,761 1,132,001
Aset Keuangan Laninnya 781,117 1,471,521 2,311,521 1,431,579 1,887,191
Piutang usaha - setelah
dikurangi cadangan kerugian 1,985,624 2,309,019 2,435,960 2,712,218 2,994,261
penurunan nilai
Piutang lain-lain -neto 217,370 249,381 179,470 349,310 221,215
Persediaan 915,310 894,311 1,139,486 1,332,726 1,634,832
Uang muka program 58,056 157,103 84,072 249,013 436,706
Pajak dibayar di muka 6,489 18,460 6,843 26,965 39,983
Uang muka dan biaya dibayar di
156,728 81,587 81,032 135,256 323,986
muka
TOTAL ASET LANCAR 5,201,103 6,018,612 6,766,799 6,811,828 8,670,175
ASET TIDAK LANCAR
Piutang kepada pihak berelasi 558 319 1,762 1,275 7,200
Aset pajak tangguhan - bersih 33,830 30,649 31,744 37,872 49,411
Investasi pada entitas asosiasi 174 174 116,647 98,306 92,313
Uang muka investasi 860,173 243,889 222,916 278,341
Aset Keuangan Tidak Lancar
776,552 526,500 594,912 1,072,669
Laninnya
Aset tetap - setelah dikurangi
1,037,298 969,331 985,995 1,542,677 2,659,203
akumulasi penyusutan
Aset tetap kerjasama - setelah
2,867 2,442 0 0 0
dikurangi akumulasi penyusutan
Goodwill dan aset tak berwujud
863,843 880,390 249,112 249,112 249,112
lainnya neto
Aset lain-lain 196,697 119,761 38,494 56,382 530,609
TOTAL ASET TIDAK
2,995,440 2,779,618 2,194,143 2,803,452 4,938,858
LANCAR
TOTAL ASET 8,196,543 8,798,230 8,960,942 9,615,280 13,609,033
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Pinjaman bank jangka pendek 310,364 144,781 75,746 76,043 25,773
Utang usaha 423,833 481,935 447,304 631,009 403,174

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 22


Utang pajak 236,361 281,748 224,208 200,864 244,038
Pendapatan diterima di muka 43,682 20,502 11,762 29,482 12,355
Biaya masih harus dibayar 148,215 176,139 90,599 152,826 105,494
Utang lain-lain 160,339 23,179 28,304 165,008 71,766
Utang jangka panjang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun 1,281,871 99,080 372,302 351,259 29,676
TOTAL LIABILITAS
LANCAR 2,604,665 1,227,364 1,250,225 1,606,491 892,276
LIABILITAS TIDAK
LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan -
neto 36,089 33,410 2,267 0 371
Utang jangka panjang setelah
dikurangi bagian jatuh tempo
dalam satu tahun 18,057 600,535 279,367 107,335 3,143,900
Utang Obligasi - bersih
Utang pihak berelasi 2,013 1,423 2,000 2,004 2,612
Liabilitas imbalan pasca-
pensiun 84,638 99,843 128,062 153,544 175,596
Utang jangka panjang lainnya 14,965 1,152 1,859 2,332 1,065
TOTAL LIABILITAS TIDAK
LANCAR 155,762 736,363 413,555 265,215 3,323,544
TOTAL LIABILITAS 2,760,427 1,963,727 1,663,780 1,871,706 4,215,820
HAK MINORITAS 669,079
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 1,377,350
100 per saham Capital stock - 1,384,672 1,395,613 1,409,946 1,427,609
Rp 100 par value per share
Modal dasar - 5.700.000.000
saham Authorized -
5,700,000,000 series A shares
seri A dan 34.300.000.000
saham seri B and
34,300,000,000 series B shares
Modal ditempatkan dan disetor -
Issued and paid-up -
5,700,000,000
5.700.000.000 saham seri A
tahun 2010 series A shares in
2010 and 2009,
dan 2009, 8.073.504.500 saham
seri B and 8,073,504,500 series
B shares
tahun 2010 dan 8.050.000.000
saham in 2010 and
8,050,000,000 series B

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 23


seri B tahun 2009
Modal ditempatkan dan disetor
penuh -24.241.508.196 saham
yang terdiri dari 1 saham Seri A
Dwiwarna dan 24.241.508.195
saham Seri B
Tambahan modal disetor 2,089,028 2,399,605 2,495,078 2,328,014 2,678,606
Modal lain-lain- opsi saham
karyawan 2,536 13,192 10,167 24,769 3,500
selisih kurs penjabaran laporan
keuangan / komponen ekuitas
lainnya -54,431 -25,461 -344,884 0 0
Pendapatan Komprehensif
lainnya -10,983 -29,735 -62,226
Laba yang belum direalisasi dari
pemilikan efek Unrealized gain
on available for sale
tersedia untuk dijual 758
Saldo laba 1,482,241 2,345,128 3,514,054 4,089,503 5,354,711
Jumlah 4,897,482 6,117,136 7,059,045 7,822,497 9,402,200
Dikurangi biaya perolehan
saham diperoleh kembali -130,445 -8,491 0 -436,640 -495,427
Ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada Equity
attributable to the owners of
pemilik entitas induk 4,767,037 6,108,645 7,059,045 7,385,857 8,906,773

Kepentingan nonpengendali 0 725,858 238,117 357,717 486,440


JUMLAH EKUITAS 4,767,037 6,834,503 7,297,162 7,743,574 9,393,213
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 8,196,543 8,798,230 8,960,942 9,615,280 13,609,033
Tabel 2.2

Laporan laba rugi komparatif tahun 2010-2011, 2011-2012, 2012-2013, dan 2013-
2014 semuanya menunjukkan bahwa pendapatan mengalami peningkatan dan laba juga
mengalami peningkatan sehingga dapat diasumsikan bahwa pendapatan yang diterima
berpengaruh terhadap jumlah laba yang akan diperoleh oleh perusahaan. Jadi ketika
penghasilannya tinggi maka laba yang diperoleh juga akan tinggi.

PT MEDIA NUSANTARA CITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN


Laporan Laba-Rugi Komparatif tahun 2010-2014
(dalam jutaan rupiah)
2014 2013 2012 2011 2010

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 24


Pendapatan Netto 6,665,978 6,522,347 6,265,260 5,390,474 4,855,907
Beban Langsung 2,813,381 2,850,657 2,856,657 2,617,157 3,666,775
Laba Kotor/Laba
Usaha 3,852,597 3,671,690 3,408,603 2,773,317 1,189,132
Beban umum dan
administrasi -1,248,988 -1,111,426 -1,193,789 -1,191,747
Beban keuangan -58,229 -41,044 -42,533 -153,568 -217,357
Bagian rugi bersih
entitas asosiasi -6,175 -4,053 -1,051 0
Penghasilan bunga 86,421 30,692 27,593 43,591 33,720
Keuntungan / Kerugian
kurs mata uang asing -
bersih -77,244 -133,713 0 0 59,318
Amortisasi goodwill 0 0 0 0 -40,010
Keuntungan dan
kerugian lain-lain -4,603 -18,617 61,885 38,931 266
Laba Sebelum Beban
Pajak 2,543,779 2,393,529 2,260,708 1,510,524 1,025,069
Beban Pajak -660,347 -583,687 -497,689 -385,353 -280,850
Laba Bersih Tahun
Berjalan 1,883,432 1,809,842 1,763,019 1,125,171 744,219
Hak Minoritas -14,001
Laba Bersih 730,218
Pendapatan
Komprehensif
Lainnya
Kenaikan nilai efek
yang belum direalisasi 20,768 39,623
Selisih kurs penjabaran
mata uang asing -32,491 -18,752 -2,503 -11,411
Jumlah Laba
Komprehensif 1,850,941 1,791,090 1,781,284 1,153,383
Laba yang Dapat
Diatribusikan
Kepada:
Pemilik Entitas Induk 1,761,994 1,691,172 1,657,087 1,070,203
Kepentingan non
pengendali 121,438 118,670 105,932 54,968
Laba bersih tahun
berjalan 1,883,432 1,809,842 1,763,019 1,125,171
Jumlah laba
komprehensif yang
dapat diatribusikan
kepada:

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 25


Pemilik Entitas Induk 1,729,503 1,672,420 1,675,352 1,098,415
Kepentingan non
pengendali 121,438 118,670 105,932 54,968
Jumlah laba
komprehensif 1,850,941 1,791,090 1,781,284 1,153,383
Laba Per Saham
Dasar 125,76 120,73 119 80 54
Dilusian 125,76 120,36 119 79 54
Tabel 2.3

Pada Laporan arus kas pergerakannya sangat tidak stabil di 5 tahun yang kami
analisis, dari tahun 2010 sampai tahun 2012 pergerakan secara keseluruhan menurun
kemudian di tahun 2013 meranjak naik dan di tahun 2014 naik hampir 50 % dari tahun 2013.
Penyebab kenaikan arus kas di tahun 2014 adalah adanya pinjaman hutang bank besar Rp
3.046.458 (dalam jutaan rupiah) yang membuat saldo kas di tahun 2013 Rp 574.761 naik
menjadi Rp 1.132.001

Laporan arus kas dari aktivitas operasi setiap tahunnya mengalami pertumbuhan,
beranjak naik, dikarenakan penerimaan kas dari pelanggan setiap tahun meningkat.

Pada Laporan arus kas dari aktivitas investasi setiap tahunnya mengalami penurunan,
penurunan terbesar berada di tahun 2014 yaitu minus (Rp 2.735.742), hal ini bisa terjadi
karena adanya penempatan asset keuangan tidak lancar lainnya yang baru muncul pada tahun
2014, lalu melonjaknya angka hasil pelepasan investasi menyebabkan arus kas dari aktivitas
investasi menurun. Sebaliknya Laporan arus kas dari aktivitas investasi meningkat di tahun
2013 sebesar Rp 198.941

Pada Laporan arus kas dari aktivitas pendanaan memang terjadi peningkatan yang
cukup besar di tahun 2014 hampir 2 kali lipat dari tahun 2013 karena adanya penerimaan
utang bank jangka oanjang sebesar Rp 3.046.458 (dalam Jutaan rupiah)

PT MEDIA NUSANTARA CITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN


Laporan Arus Kas Komparatif tahun 2010-2014
(dalam jutaan rupiah)

2014 2013 2012 2011 2010


ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 6,567,687 6,262,820 6,209,874 5,002,709 5,084,932

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 26


pembayaran kas kepada pemasok -4,732,829 -4,154,778 -4,498,440 -3,621,692 -4,347,038
dan keryawan
kas dihasilkan dari operasi 1,834,858 2,108,042 1,711,434 1,381,017 737,894
pembayaran bunga -58,229 -41,423 -42,533 -184,305 -185,986
pembayaran pajak penghasilan -678,462 -626,612 -502,358 -328,488 -174,130
kas bersih diperoleh dari
1,098,167 1,440,007 1,166,543 868,224 377,778
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan Bunga 86,421 30,692 27,593 43,591 33,720
Pencairan investasi jangka
-470,253 879,626 -1,120,116 -631,099 24,428
pendek
Penempatan aset keuangan tidak -544,000
lancar lainnya
Penempatan uang muka investasi -55,425
perolehan (pembayaran) uang -53,500 47,589 149,265
muka investasi
Perolehan anak perusahaan -13,888 -319,467
Setoran modal non-pengendali 7,285 930 7,361
pada entitas anak
Perolehan aset tetap dan aset -1,288,686 -703,309 -269,720 -86,948 -174,346
tetap kerjasama
hasil pelepasan aset tetap 3,143 8,890 11,860 4,140 3,797
hasil pelepasan investasi -474,227 -17,888 81,267 89,938 -9,224
penambahan aset lain dan uang
2,000
muka
Hak pelepasan anak perusahaan 348,839
kas bersih digunakan untuk -2,735,742 198,941 -966,416 -546,677 -289,827
aktivitas investasi
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman jangka
-50,270 297 -69,035 -165,562 42,431
pendek
Penerimaan pinjaman jangka
668,775 13,448
panjang
Pembayaran pinjaman jangka
-436,335 -397,341 -43,705 -4,707
panjang
Penerimaan utang bank jangka
3,046,458 96,345
panjang
Pembayaran Utang obligasi -1,281,301
Saham diperoleh kembali -58,787 -436,640 37,178 402,292 -100,294
Setoran modal dari pelaksanaan
opsi saham karyawan dan 311,817 164,487 64,792 30,201 5,876
manajemen
Penerimaan (Pembayaran) -12,413 -12,896 -10,011 -7,108 6,516
hutang pembelian aset tetap
Pembayaran hutang obligasi

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 27


Pembayaran dividen -605,655 -1,006,854 -488,161 -207,316 -93,996
Kas bersih diperoleh dari
(digunakan untuk) aktivitas 2,194,815 -1,592,602 -508,942 -564,726 -126,019
pendanaan
PENURUNAN BERSIH KAS 557,240 46,346 -308,815 -243,179 -38,068
DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS
574,761 528,415 837,230 1,080,409 1,118,477
AWAL TAHUN
KAS DAN SETARA KAS
1,132,001 574,761 528,415 837,230 1,080,409
AKHIR TAHUN

Analisis Likuiditas
1. Rasio Lancar

2014 2013 2012 2011 2010


Aktiva Lancar 8,670,175 6,811,828 6,766,799 6,018,612 5,201,103
Kewajiban
Lancar 892,276 1,606,491 1,250,225 1,227,364 2,604,665
Rasio Lancar 9.72 4.24 5.41 4.90 2.00

Dari perhitungan rasio lancar di atas dapat dilihat besarnya rasio lancar PT
MNC pada tahun 2010-2014. Rasio lancar dari tahun 2010 hingga 2012 mengalami
kenaikan, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan aktiva lancar yang dimiliki

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 28


perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya semakin membaik. Kenaikan yang
terjadi dari tahun 2010 ke 2011 sebesar 2,90 sedangkan dari tahun 2011 ke 2012
kenaikannya sebesar 0,51. Meskipun kenaikan dari tahun 2011-2012 hanya sedikit,
namun dapat dikatakan bahwa penggunaan rasio lancarnya sudah baik. Disamping
kenaikan rasio lancar tahun 2010-2012, pada tahun 2012 ke tahun 2013 rasio lancar
PT MNC mengalami penurunan sebesar 1,17. Meskipun mengalami penurunan,
kreditur tidak perlu khawatir karena aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan
masih bisa menutup seluruh hutang lancar yang ada. Dapat dilihat juga pada tahun
2014, rasio lancar PT MNC mengalami peningkatan yang cukup tinggi sehingga dapat
dikatakan bahwa pada tahun 2014 kemampuan aktiva lancar yang dimiliki
perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya semaikin membaik karena
semaikin tinggi jumlah asset lancar terhadap kewajiban lancar maka makin besar
keyakinan bahwa kewajiban lancar tersebut dapat dibayar. Selain itu dari besarnya
rasio lancar sebesar 9,72 menunjukkan tingginya tingkat keamanan yang tersedia
untuk menutup penurunan asset sehingga risiko yang dihadapi perusahaan semakin
kecil karena besarnya penyangga kerugian.

Analisis Siklus Perdagangan Bersih

Kebutuhan modal kerja suatu perusahaan dipengaruhi oleh investasi dalam persediaan
dan hubungan antara perjanjian kredit dari pemasok dengan kredit yang diberikan kepada
pelanggan. Analisis siklus perdangan bersih ini merupalan analsis yang menunjukkan besaran
kebutuhan modal kerja dari suatu perusahaan. Dimana semakin panjang siklus perdangan
bersih maka semakin besar kebutuhan modal kerja.

2014 2013 2012 2011 2010


Piutang 2,994,261 2,712,218 2,435,960 2,309,019 1,985,624
Pendapatan 6,665,978 6,522,347 6,265,260 5,390,474 4,855,907
Hari 360 360 360 360 360

18,516.61 18,117.63 17,403.50 14,973.54 13,488.63

161.71 149.70 139.97 154.21 147.21

Dari perhitungan dengan menggunakan Analisis Siklus perdangan bersih menunjukkan hasil
dari analisis pada PT MNC. Dalam analisis tersebut terlihat bahwa dari tahun 2010-2011,

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 29


2012-2013, dan 2013-2014 siklus perdagangan bersih PT MNC semakin panjang, sehingga
daat dikatakan bahwa PT MNC masih belum bisa melakukan efisiensi karena siklus
perdagangan semakin kesini semakin panjang.

Sedangkan dari tahun 2011 ke tahun 2012 siklus perdagangan bersih PT MNC makin pendek,
hal ini mengindikasikan bahwa hanya pada tahun 2012 PT MNC berhasil melakukan efisiensi
dengan menghemat kebutuhan modal kerja.

Analisis Ukuran Likuiditas dengan Rasio Berbasis Kas


Rasio Kas Terhadap Aset Lancar

2014 2013 2012 2011 2010


Kas dan setara
1,132,001 574,761 528,415 837,230 1,080,409
Kas
Efek yg dpt
249,112 249,112 249,112 880,390 863,843
diperjualbelikan
Jumlah 1,381,113 823,873 777,527 1,717,620 1,944,252
Aktiva Lancar 8,670,175 6,811,828 6,766,799 6,018,612 5,201,103
0.16 0.12 0.11 0.29 0.37

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 30


Dari perhitungan rasio kas PT MNC terhadap asset lancar menunjukkan jumlah kas
lebih kecil dibandingkan dengan total aktiva lancar sehingga dapat dikatakan bahwa
asset lancar yang dimiliki oleh perusahaan kurang likuid karena rasio yang dihasilkan
kecil..

Rasio Kas Terhadap Kewajiban Lancar

2014 2013 2012 2011 2010


Kas dan setara Kas 1,132,001 574,761 528,415 837,230 1,080,409
Efek yg dpt
diperjualbelikan 249,112 249,112 249,112 880,390 863,843
Jumlah 1,381,113 823,873 777,527 1,717,620 1,944,252
Kewajiban Lancar 892,276 1,606,491 1,250,225 1,227,364 2,604,665
1.55 0.51 0.62 1.40 0.75

Rasio ini mengukur ketersediaan kas untuk membayar kewajiban lancarnya.


Dari perhitungan rasio kas terhadap kewajiban lancar pada PT MNC dapat dilihat
bahwa adanya ketidakstabilan antara jumlah kas dengan kewajiban lancarnya. Pada
tahun 2014 dan 2011 rasio kas terhadap kewajiban lancar cukup tinggi karena kas
yang dimiliki lebih besar dari kewajiban lancarnya sedangkan di tahun 2013,2012,
dan 2010 rasio kas terhadap kewajiban lancarnya kecil sehingga dapat menimbulkan
risiko bagi perusahaan yaitu tidak sanggup membayar utangnya meskipun asset non-
kasnya cukup besar namun kasnya rendah bahkan bias jadi perusahaan tidak dapat
menjalankan operasinya.

Analisis Ukuran Likuiditas Piutang Usaha

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 31


Analisis Jumlah Hari untuk Menagih Piutang

2014 2013 2012 2011 2010


Piutang 2,994,261 2,712,218 2,435,960 2,309,019 1,985,624
Pendapatan 6,665,978 6,522,347 6,265,260 5,390,474 4,855,907
Hari 360 360 360 360 360

18,516.61 18,117.63 17,403.50 14,973.54 13,488.63

161.71 149.70 139.97 154.21 147.21

Berdasarkan analisis jumlah hari untuk menagih piutang, pada tahun 2010 sampai 2014
jumlah hari yang dibutuhkan PT MNC untuk menagih piutang berdasarkan saldo akhir tahun
piutang mengalami kenaikan yang artinya jumlah hari yang dibutuhkan untuk menagih
semakin panjang. Hanya saja pada tahun 2012 mengalami penurunan namun pada tahun 2014
kembali mengalami kenaikan.

Analisis Ukuran Likuiditas lainnya


Rasio cepat
Rasio cepat digunakan untuk melihat seberapa besarkah aset yang cepat dikonversi
menjadi kas.

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 32


2014 2013 2012 2011 2010
Kas dan Setara Kas 1,132,001 574,761 528,415 837,230 1,080,409
Goodwill dan aset tak
249,112 249,112 249,112 880,390 863,843
berwujud
Piutang Usaha 2,994,261 2,712,218 2,435,960 2,309,019 1,985,624
Kewajiban Lancar 892,276 1,606,491 1,250,225 1,227,364 2,604,665
Kas+Setara Kas+ Goodwill
+ Piutang Usaha 4,375,374 3,536,091 3,213,487 4,026,639 3,929,876
Rasio Cepat 4.90 2.20 2.57 3.28 1.51

Berdasarkan perhitungan rasio cepat dapat dilihat bahwa jumlah aset paling
likuid pada aset PT MNC yaitu pada tahun 2011 dengan rasio cepat 3,28. Sedangkan
pada tahun 2012 sampai tahun 2014 mengalami penurunan jumlah aset yang paling
likuid.

Rasio Arus Kas

2014 2013 2012 2011 2010


Arus Kas Operasi 1,098,167 1,440,007 1,166,543 868,224 383,654
Kewajiban Lancar 892,276 1,606,491 1,250,225 1,227,364 2,604,665
Rasio Arus Kas 1.23 0.90 0.93 0.71 0.15

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 33


Dari perhitungan Rasio Arus Kas Operasi PT MNC dapat menunjukkan kemampuan arus kas
operasi dalam membayar kewajiban lancar. Berdasarkan perhitungan diatas, dapat dilihat
bahwa kemampuan PT MNC pada tahun 2010 hingga 2012 mengalami peningkatan
kemampuan membayar. Sedangkan pada tahun 2012 ke 2013 mengalami penurunan
kemampuan membayar. Namun pada tahun 2013-2014 kemampuan PT MNC untuk
membayar kembali mengalami peningkatan

Struktur Modal dan Solvabilitas

Analisis solvabilitas berbeda dengan analisis likuiditas. Analisis solvabilitas melibatkan


beberapa elemen kunci salah satunya analisis struktur modal. Dua hal yang perlu diperhatikan
dalam analisis solvabilitas adalah struktur modal dan laba. Perubahan struktur modal
perusahaan dapat diukur dengan berbagai analisis dan perbandingan. Dalam tabel. 3.1
merupakan perbandingan struktur modal selama lima tahun terakhir. Tampilan tabel 3.2
menyajikan analisis common-size atas struktur modal . Dan beberapa rasio disajikan pada
tabel 3.3.

2014 2013 2012 2011 2010


LIABILITAS JANGKA PANJANG
Total Liabilitas
Jangka Panjang 3,323,544 265,215 413,555 736,363 155,762
Total Liabilitas 1,250,2
Jangka Pendek 892,276 1,606,491 25 1,227,364 2,604,665

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 34


TOTAL
LIABILITAS 4,215,820 1,871,706 1,663,780 1,963,727 2,760,427
EKUITAS

TOTAL EKUITAS 9,393,213 7,743,574 7,297,162 6,834,503 4,767,037


TOTAL
LIABILITAS DAN
EKUITAS 13,609,033 9,615,280 8,960,942 8,798,230 8,196,543
Tabel 3.1

Analisis Struktur Modal

2014 2013 2012 2011 2010


LIABILITAS JANGKA PANJANG
Total Liabilitas
Jangka Panjang 24.42% 2.76% 4.62% 8.37% 1.90%
Total Liabilitas
Jangka Pendek 6.56% 16.71% 13.95% 13.95% 31.78%
TOTAL LIABILITAS 30.98% 19.47% 18.57% 22.32% 33.68%
EKUITAS
TOTAL EKUITAS 69.02% 80.53% 81.43% 77.68% 58.16%
TOTAL LIABILITAS
DAN EKUITAS 100% 100% 100% 100% 100%
Tabel 3.2
analisis common-size atas struktur modal

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 35


Dari hasil analisis struktur modal dapat diketahui bahwa dari tahun ke tahun sumber
pendanaan PT MNC didominasi atau berasal dari ekuitas.

Tabel 3.3
Analisis Solvabilitas

2014 2013 2012 2011 2010


Total debt to equity 0.31 0.19 0.19 0.22 0.34
Total debt ratio 0.45 0.24 0.23 0.29 0.58
Long-term debt to equity 0.35 0.03 0.06 0.11 0.03
equity to total debt 3.23 5.14 5.39 4.48 2.97

Dalam melakukan analisis solvabilitas, Total debt to equity (total utang terhadap ekuitas)
dihitung dengan membandingkan total hutang dengan modal ekuitas. Rasio ini menunjukkan
bahwa pada tahun 2014 total utang PT MNC 0,31 kali lebih kecil dari modal ekuitasnya.
Kemudian total debt ratio (Rasio total utang) dihitung dengan membandingkan total hutang
dengan total utang dan ekuitas. Pada tahun 2014 rasio total utang adalah sebesar 0.45 hal ini
bermakna bahwa struktur modal PT MNC 45% terdiri dari utang. Perubahan struktur modal
PT MNC juga tercemin dalam long-term debt to equity (utang jangka panjang terhadap
ekuitas) dan equity to total debt (ekuitas terhadap total utang), dimana pada tahun 2014 rasio
utang jangka panjang terhadap ekuitas lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Sedangkan rasio ekuitas terhadap total hutang lebih kecil dibanding tahun sebelumnya.

Pengembalian atas Investasi Modal

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 36


Dilihat dari tahun ke tahun tingkat pengembalian atas aktiva (ROA) selama 5 tahun
terakhir memiliki rasio yang cukup stabil, dari tahun 2010 sampai tahun 2012 terlihat
peningkatan nilai ROA dengan puncak peningkatan di tahun 2012 sebesar 0,198 kemudian
dari tahun 2012 sampai tahun 2014 ROA kembali menurun tetapi tidak drastis. Peningkatan
total aktiva di tahun 2013 dan 2014 yang menyebabkan ROA di tahun 2013 dan 2014
menurun, tetapi jika dilihat dari sisi laba, maka PT.MNC mempunyai angka laba yang
meningkat setiap tahunnya selama 5 tahun terkahir ini.
Hal yang sama juga terlihat di ROCE karena terjadi peningkatan di tahun 2010-2012
tetapi di tahun 2012-2014 terlihat penurunan tetapi tidak signifikan, ini di sebabkan oleh
peningkatan jumlah ekuitas setiap tahunnya.
Pengembalian utang jangka panjang dan ekuitas mempunyai kenaikan yang sangat signifikan
di tahun 2014 yaitu sebesar 0,3538 hal ini di sebabkan karena PT. MNC menerima modal
dalam bentuk utang jangka panjang di tahun 2014.
Rasio Leverage keuangan PT. MNC dari tahun 2010 sampai tahun 2012 cenderung
turun karena berkurangnya angka hutang jangka panjang (adanya pelunasan dari PT.MNC).
kemudian di tahun 2013 mengalami peningkatan kembali tetapi di tahun 2014 rasio Leverage
terjun bebas dari angka 43.324 menjadi 6.047 penyebabnya adalah jumlah aktiva di tahun
2014 yang meningkat serta hutang jangka panjang di tahun 2014 meningkat.

PT MEDIA NUSANTARA CITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN


Pengembalian atas Investasi Modal
(dalam Jutaan Rupiah)

2014 2013 2012 2011 2010


(1) Pengembalian atas aktiva 0.1360 0.1862 0.1987 0.1310 0.0849
(return on assets - ROA) 1 8 8 9 2
(2) Pengembalian atas ekuitas
biasa (return on common 0.1971 0.2313 0.2441 0.1688 0.1280
equity - ROCE)
(3) Pengembalian utang jangka 0.3538 0.0342 0.0567 0.1077 0.0287
panjang dan ekuitas
(4) Pemisahan ROCE
0.562 0.544 0.514 0.479
0.5779
Margin Laba yang disesuaikan 9 0 5 1
0.678 0.699 0.612 0.592
0.4898
Perputaran aktiva 3 2 7 4
Total Debt to Equity Ratio 0.4488 0.241 0.228 0.287 0.507

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 37


7 0 3 8
Total Debt To Total Capital 0.736 0.801 0.767 0.653
0.8813
Assets 0 3 8 6
Long Term Debt to Equity 0.034 0.056 0.107 0.028
0.3538
Ratio 2 7 7 7
Tangible Assets Debt 42.31 24.69 13.61 69.34
4.363
Coverage 2 1 5 4
43.32 25.77 14.77 70.53
6.047
Rasio Leverage keuangan 4 7 8 4
16.54 9.80 4.65 20.02
1.712
4 5 8 1

Rumus ROA = Laba bersih / Total Aktiva


Rumus ROE = Laba Bersih Setelah Pajak / Ekuitas
Gross Profit Margin = (Penjualan Bersih HPP) / Penjualan Bersih
TD Equity = (Hut. Lancar + Hut. Jangka Panjang)/Jumlah Modal Sendiri
TD Capital Assets = (Aktiva Lancar + Hutang Jangka Panjang) / Jml Aktiva
LTD Equity Ratio = Hutang Jangka Panjang / Modal Sendiri
TAD Coverage =( Jml Aktiva + Tangible + Hutang Lancar)/Hutang Jangka Panjang

Analisis Pemanfaatan Aktiva


PT MEDIA NUSANTARA CITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
Rasio pemanfaatan Aktiva
(dalam Jutaan Rupiah)

2014 2013 2012 2011 2010


5.888 11.347 11.856 6.438 4.494
Pendapatan terhadap kas dan setara kas 7 9 7 5 5
2.073 2.130 2.395 2.107 2.204
Pendapatan terhadap piutang 1 4 5 0 2
4.077 4.894 5.498 6.027 5.305
Pendapatan terhadap persediaan 5 0 3 5 2
0.709 0.842 0.858 0.788 0.893
Pendapatan terhadap modal kerja 7 3 6 7 3
2.506 4.227 6.354 5.547 4.668
Pendapatan terhadap aktiva tetap 8 9 3 1 4
12.562 115.681 162.759 45.010 24.687
Pendapatan terhadap aktiva lain-lain 9 4 4 3 2
0.489 0.678 0.699 0.612 0.592
Pendapatan terhadap total aktiva 8 3 2 7 4
Pendapatan terhadap kewajiban jangka 7.470 4.060 5.011 4.391 1.864
pendek 8 0 3 9 3

Dari tabel dapat diketahui bahwa PT. MNC memiliki kas dan setara kas yang kurang
stabil terjadi peningkatan yang signifikan di tahun 2012 dan tahun 2013 yaitu menembus

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 38


angka 11,8567. Tetapi angka pendapatan terhadap piutang, modal kerja dan total aktiva
cenderung stabil. Melihat rasio pemanfaatan aktiva dalam segi persediaan cenderung turun
dari tahun ke tahun di karenakan meningkatnya jumlah persediaan di tahun 2014.
Pendapatan terhadap aktiva tetap dari 5 tahun terakhir angkanya memunculkan angka
yang berfluktuasi setiap tahun
Meningkatnya angka kewajiban jangka pendek karena PT.MNC di tahun 2014 banyak
menandatangani surat hutang jangka pendek dengan beberapa pihak.

Analisis Kinerja dan Profitabilitas Operasi

PT MEDIA NUSANTARA CITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN


Analisis Rasio Margin Laba

2014 2013 2012 2011 2010


Margin laba kotor 58% 56% 54% 51% 48%
Margin laba operasi 52% 50% 45% 41% 31%
margin laba bersih 65% 68% 72% 66% 62%

Perhitungan rasio margin laba terdiri dari margin laba kotor, margin laba operasi dan margin
laba bersih. Dimana PT. MNC, pada margin laba kotor pada tahun 2010 hingga 2014
mengalami peningkatan. Pada margin laba operasi dari tahun 2010 hingga 2014 peningkatan,
peningkatan yang paling signifikan terlihat dari tahun 2010 ke tahun 2011 terjadi kenaikan 10
% penyebabnya adalah dari pendapatan operasi PT.MNC yang meningkat menyebabkan
margin dari laba operasi juga meningkat.
Pada margin laba bersih dari tahun 2010 sampai tahun 2012 terjadi peningkatan dengan
puncak peningkatan di tahun 2012 yaitu sebesar 72% tetapi dari tahun 2012 sampai tahun
2014 margin laba bersih mengalami penurunan yang di sebabkan oleh adanya kenaikan
beban-beban pokok.

PT MEDIA NUSANTARA CITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 39


Analisis Penyusutan

2014 2013 2012 2011 2010


Akumulasi penyusutan
sebagai presentase atas 28% 26% 25% 28% 27%
aktiva tetap kotor
Beban penyusutan
tahunan sebagai 3% 6% 6% 10% 6%
persentase atas aktiva
tetap kotor
beban penyusutan
tahunan sebagai 1% 1% 1% 2% 1%
persentase atas
pendapatan

Analisis penyusutan bertujuan untuk membuktikan bahwa kualitas laba tidak dipengaruhi
oleh penyusutan. Rasio beban penyusutan terhadap persentase aktiva tetap maupun penjualan
terlihat stabil. Hal ini menunjukkan bahwa beban penyusutan tidak memiliki pengaruh pada
kualitas laba.

Analisis mengenai pengeluaran perusahaan ditampilkan pada tabel berikut ini. Tabel dibawah
ini menunjukkan bahwa pengeluaran untuk semua kategori selain beban umum dan
administrasi mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa PT. MNC berhasil
memperketat pengendalian pengeluaran dan meningkatkan efisiensi.

Berada di era modern PT. MNC haruslah terus berinovasi, oleh karenanya dari tahun ke tahun
beban umum dan administrasi mengalami kenaikan.

PT MEDIA NUSANTARA CITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN


Analisis atas Pengeluaran Diskresionari
(dalam Jutaan Rupiah)

2014 2013 2012 2011 2010


6,665,9 6,522,34 6,265,26 5,390,47 4,855,90
Pendapatan Bersih 78 7 0 4 7
2,659,2 1,542,67 985,99 971,77 1,040,16
Aktiva tetap (besih) 03 7 5 3 5
1,248,9 1,111,42 1,193,78 1,191,74 1,137,43
88 6 9 7 4
Beban umun dan adm
58,2 41,04 42,53 153,56 217,35
Beban Keuangan 29 4 3 8 7

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 40


0.18 0.170 0.190 0.221 0.234
74 4 5 1 2
0.46 0.720 1.210 1.226 1.093
97 5 7 4 5
0.00 0.006 0.006 0.028 0.044
87 3 8 5 8

Analisis Prospektif
Prediksi Pendapatan dengan menggunakan metode Least Square

Tahun Pendapatan (Y) X XY X2


2010 4,855,907 -2 -9,711,814 4
2011 5,390,474 -1 -5,390,474 1
2012 6,265,260 0 0 0
2013 6,522,347 1 6,522,347 1
2014 6,665,978 2 13,331,956 4
Total 29,699,966 0 4,752,015 10

= 5,939,993.20

= 475,201.50

Y = a + b (x)

Y2015 = 5,939,993.20 + 475,201.50 (3)

= 5,939,993.20 + 1,425,604.50

= 7,365,597.70

Y2016 = 5,939,993.20 + 475,201.50 (4)

= 5,939,993.20 + 1,900,806.00

= 7,840,799.20

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 41


Dengan menggunakan data historis pendapatan tahunan maka dapat diketahui prediksi
pendapatan tahun 2015 dan 2016 dengan menggunakan metode least square. Hasil dari
perhitungan menunjukkan bahwa prediksi pendapatan untuk tahun 2015 sebesar Rp
7,365,597.70 sedangkan untuk tahun 2016 sebesar Rp 7,840,799.20. Dapat dilihat bahwa dari
tahun ke tahun pendapatan PT MNC selalu mengalami peningkatan berdasarkan trend
pendapatan tiap tahunnya.

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 42


KESIMPULAN

Kesimpulan analisis makro

Pelanggaran perundangan

Pelanggaran perundangan terkait netralitas penyiaran sebabkan perusahaan mendapat


peringatan oleh KPI terkait pencabutan perizinan penyiaran, hal ini dapat berdampak bagi
keberlangsungan oprasi perusahaan.

Kebijakan kementrian kominfo

Perubahan kebijakan dari TV analog ke TV digital oleh kementrian KOMINFO dapat


sebabkan biaya perusahaan meningkat hingga 400-500 juta rupiah setiap bulannya, tentunya
akan mempengaruhi laba dari perusahaan.

Perubahan kurs

Selama beberapa tahun yaitu 2011 hingga 2014 biaya langsung perusahaan Media Nusantara
Citra tbk, mengalami peningkatan karena nilai kurs rupiah terhasap dollar cenderung
melemah sehingga meningkatkan biaya langsung yang salah satu bagiannya adalah biaya
pembelian program asing, menurut BI untuk tahun-tahun kedepan nilai rupiah masih
mungkin mengalami penurunan, sehingga masih memungkinkan biaya langsung meningkat.

Inflasi

Dari sisi keadaan inflasi saat ini, menurut BI prediksi inflasi masih batas normal dan
diklasifikasikan sebagai inflasi ringan sehingga menguntungkan bagi perusahaan karena di
tahun 2014 piutang perusahaan masih cukup besar ( material ).

Apabila terjadi Kenaikan pada inflasi akan menyebabkan keugian pada PT. MNC karena
mengurangi pendapatan mereka sebab perusahaan perusahaan lain akan mengurangi biaya
mereka untuk menekan harga jual. Karena iklan termasuk dari salah satu biaya. Bila inflasi
menurun akan berdampak pada piutang karena piutang PT. MNC sangat material

PDB

Dari sisi keadaan PDB saat ini yang cederung meningkat setiap tahunnya sangat
menguntungkan bagi perusahaan karena, Bila PDB meningkat berarti omset perusahaan

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 43


sedang mengalami peningkatan, yang membuat pendapatan PT. MNC ikut meningkat yang
disebabkan pendapatan iklan yang diterima dari perusahaan peusahaan, dikarenakan
perusahaan akan lebih banyak mempromosikan produknya karena masyarakat bersikap
konsumtif.

Kesimpulan Analisis Industri

Ancaman dari Peserta Bisnis Baru

Berdasarkan analisis diatas maka dapat disimpulkan bahwa Ancaman dari peserta bisnis baru
tergolong rendah karena beberapa faktor. Dan salah satu faktornya adalah PT.MNC telah
berdiri sejak tahun 1997 sehingga telah memiliki tempat di hati masyarakat.

Kekuatan posisi tawar pemasok

Dari sisi kekuatan posisi tawar pemasok dapat disimpulkan bahwa PT.MNC memiliki
kekuatan posisi tawar pemasok yang rendah. Karena, peralatan yang dibutuhkan PT.MNC
dapat ditemukan di banyak pemasok, sehingga jika PT.MNC tidak cocok dengan harga yang
diberikan pemasok maka PT.MNC dapat berpindah ke pemasok lainnya.

Kekuatan Tawar Menawar Pembeli

Dari sisi kekuatan tawar menawar pembeli, PT. MNC termasuk rendah karena MNC sudah
memiliki 3 free to air dari 10 ditingkat nasional ditambah lagi dengan diferensiasi produk
yang disajikan serta tidak hanya satu segmen pasar yang dijangkau MNC.

Ancaman Dari Produk Pengganti

Dilihat dari sisi ancaman produk pengganti, maka ancaman yang diterima oleh PT. MNC bisa
digolongkan rendah karena produk produk yang dihasilkan oleh PT. MNC tidak hanya satu
yaitu pada segmen pertelevisian tetapi juga segmen lain seperti media cetak dan online.

Ancaman dari Pesaing

Berdasarkan analisis diatas maka dapat disimpulkan bahwa Ancaman dari pesaing oleh
PT.MNC tergolong cukup kuat karena jumlah pesaing dalam industri pertelevisian yang
cukup banyak dan program yang dimiliki PT.MNC juga dimiliki oleh program televisi
lainnya.

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 44


Kesimpulan analisis Mikro

Likuiditas Jangka Pendek


Dalam analisis yang dilakukan terhadap likuiditas jangka pendek di PT MNC
dihasilkan penilaian yang beragam. Dari hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa
likuiditas jangka pendek PT MNC sudah cukup baik namun likuiditas jangka pendek yang
cukup mengkhawatirkan terjadi pada tahun 2013 karena dari perhitungan rasio lancar, terjadi
penurunan pada tahun 2013.

Jika dilihat dari rasio lancar tren dari tahun 2010-2014, likuiditas PT MNC dalam
kondisi yang aman karena perhitungan rasio lancarnya cenderung menunjukkan peningkatan
dari tahun ke tahun.Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan aktiva lancar yang dimiliki PT
MNC dalam memenuhi kewajiban lancarnya semakin membaikkarena semaikin tinggi
jumlah asset lancar terhadap kewajiban lancar maka makin besar keyakinan bahwa kewajiban
lancar tersebut dapat dibayar. Selain itu juga menunjukkan tingginya tingkat keamanan yang
tersedia untuk menutup penurunan asset sehingga risiko yang dihadapi PT MNC ketika
menghadapi masalah atau keerugian semakin kecil karena besarnya penyangga kerugian.

Sedangkan jika dilihat dari perhitungan rasio kas PT MNC terhadap asset lancar
menunjukkan jumlah kas lebih kecil dibandingkan dengan total aktiva lancar sehingga dapat
dikatakan bahwa asset lancar yang dimiliki oleh perusahaan kurang likuid karena rasio yang
dihasilkan kecil..

Berbicara mengenai pemenuhan kewajiban lancar, rasio kas terhadap kewajiban


lancarnya menunjukkan adanya ketidakstabilan antara jumlah kas dengan kewajiban
lancarnya. Pada tahun 2014 dan 2011 rasio kas terhadap kewajiban lancar cukup tinggi
karena kas yang dimiliki lebih besar dari kewajiban lancarnya sedangkan di tahun 2013,2012,
dan 2010 rasio kas terhadap kewajiban lancarnya kecil sehingga dapat menimbulkan risiko
bagi perusahaan yaitu tidak sanggup membayar utangnya meskipun asset non-kasnya cukup
besar namun kasnya rendah bahkan bias jadi perusahaan tidak dapat menjalankan operasinya.

Struktur Modal dan Solvabilitas

Dari hasil analisis struktur modal dapat diketahui bahwa dari tahun 2010-2014 total utang PT
MNC lebih kecil dari modal ekuitasnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa sumber
pendanaan PT MNC didominasi atau berasal dari ekuitas. Hal ini terjadi karena di tahun
2011, penanaman modal yang dilakukan MNC tercatat sebesar Rp86,95 miliar dengan tujuan

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 45


untuk memperkuat aset MNC, sedangkan pada tahun 2014 PT MNC Kapital Indonesia Tbk
(BCAP) meningkatkan kepemilikan sahamnya, dengan kembali membeli 155 juta lembar
saham PT Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP), sehingga porsi kepemilikan saham BCAP di
BABP menjadi 35,08%. Bahkan PT MNC juga melakukan peningkatan modal sehingga
sumber pendanaan PT MNC cenderung didominasi oleh Ekuitas.

Pengembalian atas Investasi Modal


Dilihat dari 5 tahun belakangan, PT MNC yang bergerak di bidang Pertelevisian nasional di
Indonesia, pergerakan Investasi modal dari tahun ke tahun cukup stabil. Peningkatan total
aktiva di tahun 2013 dan 2014 yang menyebabkan ROA di tahun 2013 dan 2014 menurun,
tetapi jika dilihat dari sisi laba, maka PT.MNC mempunyai angka laba yang meningkat setiap
tahunnya selama 5 tahun terkahir ini.Selain itu sebagai akibat dari sejumlah pinjaman, rasio
leverage keuangan PT MNC mengalami kenaikan yang signifikan jika dibanding tahun 2013.

Tingkat pengembalian utang jangka panjang dan ekuitas mempunyai kenaikan yang sangat
signifikan di tahun 2014, hal ini di sebabkan karena PT. MNC menerima modal dalam bentuk
utang jangka panjang di tahun 2014 dan menerbitkan saham yang cukup banyak di pasar
modal. Jika di bandingkan secara keseluruhan dari tingkat pengembalian aktiva, tingkat
pengembalian ekuitas, dan tingkat pengembalian utang jangka panjang cenderung stabil dan
meningkat di tahun 2012.

Perputaran (pemanfaatan) aktiva


Perputaran aktiva kas dan setara kas terhadap pendapatan dari tahun 2010 sampai tahun 2013
terlihat mengalami peningkatan tetapi turun di tahun 2014.
Rasio Pendapatan terhadap piutang, modal kerja dan total aktiva cenderung stabil. Akan
tetapi jika dilihat dari rasio pendapatan terhadap persediaan setiap tahun semakin menurun.
Meningkatnya angka kewajiban jangka pendek karena PT.MNC di tahun 2014 banyak
menandatangani surat hutang jangka pendek dengan beberapa pihak .

Kinerja dan Profitabilitas Operasi


Melihat dari margin laba kotor, margin laba operasi, dari 5 tahun terakhir meningkat, Pada
margin laba bersih dari tahun 2010 sampai tahun 2012 terjadi peningkatan dengan puncak
peningkatan di tahun 2012 yaitu sebesar 72% tetapi dari tahun 2012 sampai tahun 2014
margin laba bersih mengalami penurunan yang di sebabkan oleh adanya kenaikan beban-
beban pokok.
Secara keseluruhan profitabilitas operasi PT MNC stabil dan walaupun mengalami sedikit
gejolak di tahun 2012 menuju tahun 2013.

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 46


Analisis Penyusutan
Dilihat secara global PT MNC berhasil memperketat pengendalian pengeluaran dan
meningkatkan efisiensi. Pengeluaran beban umum dan administrasi mengalami penurunan
serta beban penyusutan juga berhasil melakukan pengetatan pengeluaran biaya biaya yang
tidak efektif dan efisien.

Analisis prospektif
Berdasarkan hasil prediksi pendapatan menggunakan metode least square yang dilihat dari
trend pendapatan tiap tahunnya , pendapatan PT MNC tbk di prediksikan akan meningkat di
tahun-tahun kedepan yaitu 2015 dan 2016.

Kesimpulan secara Garis Besar


Berdasarkan beberapa analisis di atas, yaitu analisis makro, industri dan mikro, dapat
disimpulkan bahwa perusahaan secara garis besar perusahaan dikategorikan baik, di karnakan
berdasarkan analisis makro beberapa kondisi makro menguntungkan bagi perusahaan yaitu
PDB cenderung naik dan inflasi juga cenderung menurun. Selain itu dari analisis industri juga
ada beberapa aspek yang menguntungkan yaitu dari sisi ancaman dari peserta bisnis baru,
kekuatan posisi tawar pemasok, kekuatan tawar-menawar pembeli, dan ancaman dari produk
pengganti. Dan dari analisis mikro juga cenderung menguntungkan dari beberapa aspek yaitu
rasio lancar yang cenderung meningkat, rasio kas terhadap kewajiban lancar yang kurang
stabil tapi di tahun terakhir mulai membaik karena kas lebih besar dari kewajiban lancar,
struktur modal dan solvabilitas cenderung baik dari tahun ke tahun karena ekuaitas lebih
besar dari liabilitas, pengembalian atas investasi modal relatif stabil dan mencapai puncak
tertinggi di tahun 2013, kinerja dan profitabilitas oprasi baik, karena dapat mempertahankan
angka profitabilitas dari tahun ke tahun, dan untuk analisis penyusutan perusahaan berhasil
meminimalkan pengeluaran diskresionari kian tahunnya dan berdasarkan analisis prospektif
pendapatan perusahaan akan meningkat di tahun tahun kedepan.
Namun walaupun secara garis besar dapat dikategorikan baik, perusahaan juga
memiliki kekurangan-kekurangan atau masalah masalah yaitu, dari sisi analisis makro,
terdapat isu pancabutan izin penyiaran oleh KPI yang berdampak pada ketakutan investor
terkait going concern perusahaan , dan adanya perubahaan kebijakan oleh kementrian
KOMINFO yang dapat menimbulkan biaya baru bagi PT MNC tbk, kemudian dari sisi
analisis industri memiliki kekurangan yaitu dalam hal ancaman dari pesaing, karna jumlah

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 47


perusahaan media yang cukup banyak, dan dari sisi analisis mikro perusahaan kurang baik
pada rasio terhadap aset lancar karena jumlah kas kurang dari total aktiva lancar.

Kesimpulan berdasarkan user


Investor
Dari sisi investor perusahaan dapat dikatakan baik secara garis besar, yaitu
menguntungkan karena PDB meningkat dan inflasi menurun sehingga menguntungkan
perusahaan kedepannya, namun juga memiliki kekurangan yaitu adanya isu pencabutan izin
penyiaran oleh KPI, sehingga menimbulkan kekhawatiran para investor terkait going concern
perusahaan. Dan juga karena adanya perubahan kebijakan oleh kementrian KOMINFO,
timbulkan biaya yang cukup besar untuk jalankan TV digital.
Perusahaan juga dapat dikatakan baik secara garis besar karena PT.MNC tidak
terpengaruh dengan adanya pesaing baru yang muncul sehingga tetap memiliki prospek ke
depan. Di sisi lain walaupun ada ancaman produk pengganti seperti media cetak/online tetapi
PT.MNC tbk tetap dapat bertahan karena PT.MNC tbk juga memproduksi produk-produk
pengganti. Selain itu pengembalian atas investasi modal relatif stabil dan mencapai puncak
tertinggi di tahun 2013. Namun, PT MNC juga memiliki kekurangan sehingga para investor
perlu berhati hati karena PT. MNC memiliki jumlah pesaing yang cukup banyak dan
memiliki program program tertentu seperti sinetron yang juga dimiliki oleh stasiun tv
lainnya.

Kreditor
Kreditor tidak perlu khawatir untuk memberikan pinjaman kepada PT MNC karena
dari rasio-rasio likuiditasnya mencerminkan bahwa kemampuan aktiva lancar yang dimiliki
perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya semakin membaik dan terjadi peningkatan.
Meskipun ada sedikit penurunan pada tahun 2012 ke tahun 2013 kreditur tidak perlu khawatir
karena aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan masih bisa menutup seluruh hutang lancar
yang ada. Dapat dilihat juga pada tahun 2014, rasio lancar PT MNC mengalami peningkatan
yang cukup tinggi sehingga dapat dikatakan bahwa pada tahun 2014 kemampuan aktiva
lancar yang dimiliki perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya semaikin membaik
karena semaikin tinggi jumlah asset lancar terhadap kewajiban lancar maka makin besar
keyakinan bahwa kewajiban lancar tersebut dapat dibayar. Sedangkan jika dilihat dari

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 48


kemampuan kas untuk membayar kewajiban lancarnya juga membaik di tahun 2014 sehingga
kreditur bisa mempertimbangkan untuk tetap memberikan pinjaman kepada PT MNC.

Analisis Laporan Keuangan PT. MNC Page 49

Beri Nilai