Anda di halaman 1dari 15

BUKU PUTIH SANITASI

Kab. Tanjung Jabung Timur

BAB 2: GAMBARAN UMUM WILAYAH


Gambaran umum wilayah menjelaskan kondisi umum Kabupaten Tanjung Jabung Timur
yang mencakup: kondisi fisik, kependudukan, administratif, keuangan dan perekonomian daerah,
kebijakan penataan ruang, dan struktur organisasi serta tugas dan tanggung jawab setiap
perangkat daerah.

2.1 Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik


Kabupaten Tanjung Jabung Timur secara geografis terletak pada 053 - 141 LS dan 10323 -
10431 BT dengan luas 5.445 Km dengan ketinggian Ibukota-Ibukota Kecamatan dalam Kabupaten Tanjung
Jabung Timur berkisar antara 1-5 m dpl. Kabupaten Tanjung Jabung Timur mempunyai luas wilayah 5.445
Km, dengan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara : berbatasan dengan Laut Cina Selatan.
Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kab. Muaro Jambi dan Prov. Sumatera Selatan.
Sebelah Barat : berbatasan dengan Kab. Tanjung Jabung Barat dan Kab. Ma Jambi.
Sebelah Timur : berbatasan dengan Laut Cina Selatan.

Secara administratif Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan Ibukota Muaro Sabak terdiri dari 11
Kecamatan, 73 Desa dan 20 Kelurahan. Adapun nama-nama Kecamatan dalam Kabupaten Tanjung Jabung
Timur adalah sebagai berikut :
1. Kecamatan Muara Sabak Timur dengan Ibu Kota Muara Sabak Ilir
2. Kecamatan Muara Sabak barat dengan Ibu Kota Nibung Putih
3. Kecamatan Kuala Jambi dengan Ibu Kota Kampung Laut
4. Kecamatan Dendang dengan Ibu Kota Rantau Indah
5. Kecamatan Mendahara dengan Ibu Kota Mendahara Ilir
6. Kecamatan Mendahara Ulu dengan Ibu Kota Pematang Rahim
7. Kecamatan Geragai dengan Ibu Kota Pandan Jaya
8. Kecamatan Rantau Rasau dengan Ibu Kota Bandar Jaya
9. Kecamatan Berbak dengan Ibu Kota Simpang
10. Kecamatan Nipah Panjang dengan Ibu Kota Nipah Panjang II
11. Kecamatan Sadu dengan Ibu Kota Sungai Lokan.

Jarak dari Ibu Kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur ke beberapa Ibu Kota Kabupaten / Kota dalam Provinsi
Jambi:
Muara Sabak Jambi lewat Sengeti : 124 Km
Muara Sabak Kuala Tungkal lewat Simpang Tuan : 129 Km
Muara Sabak Muara Bulian lewat Bajubang Laut : 172 Km
Muara Sabak Sengeti lewat Simpang Tuan : 94 Km
Muara Sabak Muaro Bungo lewat Muaro Bulian : 347 Km
Muara Sabak Muaro Tebo lewat Muaro Bulian : 299 Km
Muara Sabak Sarolangun lewat Muaro Bulian : 290 Km
Muara Sabak Bangko lewat Sarolangun : 364 Km
Muara Sabak Sungai Penuh lewat Bangko : 534 Km
Muara Sabak Jambi lewat Zone V - Jembatan Batanghari II : 60 Km
Untuk Ibu Kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat ditempuh melalui 3 (tiga) Jalur / Ruas Jalan yaitu :
1. Jalur Timur, melalui Ruas Jalan Jambi Suak Kandis (134 Km)
2. Jalur Barat, melalui Ruas Jalan Jambi Sengeti Simpang Tuan (122 Km)
3. Jalur Tengah (dalam persiapan), melalui Ruas Jalan Jambi Jambi Kecil Rantau Karya / Zone V (37 Km)

Luas wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah 5445 km, terdiri dari 11 Kecamatan,
93 desa dan kelurahan. Wilayah terluas adalah Kecamatan Sadu seluas 1821,2 km dan terkecil
adalah Kecamatan Kuala Jambi dengan luas wilayah 120,52 km. Jarak ibukota Kabupaten
Tanjung Jabung Timur dari ibukota Provinsi Jambi adalah 60 Km jika melewati rute zone 5. Secara
topografi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan daerah perairan dengan 30 pulau kecil (11
diantaranya belum bernama), yang memiliki luas keseluruhan sekitar 13.102,25 km, disamping itu
memiliki panjang pantai sekitar 191 km atau 90,5 % dari panjang pantai propinsi jambi.
Wilayah di Kab Tanjung Jabung Timur sepanjang tahun 2011 mempunyai curah hujan tahunan
sekitar 2231 mm, dimana 4 bulan basah, 8 bulan kering. Rata-rata curah hujan bulan basah 179
279 mm dan bulan kering 71 103 mm. Curah hujan terbanyak di tahun 2011 yaitu pada bulan

15
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

desember 2011 sekitar 352 mm. Sebaliknya curah hujan terendah terjadi pada bulan mei yaitu
sektar 123 mm.
Dalam proses penyusunan Buku Putih ini dapat dilihat wilayah administrasi Kabupaten
Tanjung Jabung Timur dan wilayah kajian seperti pada peta berikut ;

Peta 2.1: Peta Administrasi Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Sumber ; RTRW Kabupaten Tanjung Jabung Timur 2012


Keterangan ; Peta Orientasi Kabupaten Tanjung Jabung Timur ukuran A3 terlampir

Peta 2.2: Peta Administrasi Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Sumber ; Kabupaten Tanjung Jabung Timur Dalam angka 2011


Keterangan ; Peta Orientasi Kabupaten Tanjung Jabung Timur ukuran A3 terlampir

Adapun nama, luas wilayah yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat dilihat pada tabel
berikut ;

Tabel 2.1: Nama kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur


Kecamatan
Jumlah Jumlah

16
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

Kelurahan Desa

(1) (2) (3)


1. Mendahara 1 8
2. Mendahara Ulu 1 6
3. Geragai 1 8
4. Dendang 1 6
5. Muara Sabak Barat 7 0
6. Muara Sabak Timur 2 10
7. Kuala Jambi 2 4
8. Rantau Rasau 1 10
9. Berbak 1 5
10. Nipah Panjang 2 8
11. Sadu 1 8
Jumlah / Total 2010 20 73

Sumber : Dinas SOSIAL NAKERTRANS Kabupaten Tanjung Jabung Timur

2.2 Aspek Demografis


2.2.1 Jumlah dan Sebaran Penduduk
Penduduk merupakan subjek atau sasaran dan sekaligus sebagai objek atau pelaku
kegiatan ekonomi yang melaksanakan proses pembangunan. Keberadaan peran ganda demikian
menempatkan penduduk pada posisi sentral dalam setiap langkah kebijakan dan strategi
pembangunan. Jumlah penduduk yang besar harus disertai dengan kualitas yang tinggi sehingga
keberadaannya dapat menjadi modal dasar proses pembangunan, bukan sebaliknya penduduk
justru dipandang sebagai beban pembangunan. Pemikiran demikan harus menjadi dasar pijakan
dalam perumusan kebijakan dibidang kependudukan dan peningkatan kualitas sumberdaya
manusia.
Jumlah penduduk Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tahun 2010 tercatat sebesar
205.272 jiwa terdiri atas 99.913 jiwa perempuan dan 105.359 jiwa laki-laki yang tersebar di 11
kecamatan. Total jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Muara Sabak Timur,
Mendahara dan Nipah Panjang, sementara jumlah penduduk paling sedikit ditemukan di
Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Proporsi penduduk laki-laki dan perempuan
pada setiap wilayah kecamatan relatif berimbang, namun pada sebagian besar kecamatan, jumlah
penduduk laki-laki sedikit melebihi jumlah penduduk perempuan. Kecenderungan ini berkatian
langsung dengan karakteristik angka harapan hidup kaum laki-laki yang umumnya lebih tingi
daripada kaum perempuan.

Tabel 2.2. Penduduk Kabupaten Tanjung Jabung Timur Dirinci Menurut Jenis Kelamin,
Tahun 2010
Menurut Jenis Kelamin Rasio Jenis
No Kecamatan Jumlah
Laki-laki Perempuan Kelamin
1 Mendahara 13,060 12,521 25,581 104
2 Mendahara Ulu 7,691 6,749 14,440 114
3 Geragai 11,172 9,747 20,919 115
4 Dendang 7,587 7,308 14,895 104
5 Muara Sabak Barat 7,848 7,385 15,233 106
6 Muara Sabak Timur 15,546 15,360 30,906 101
7 Kuala Jambi 7,101 6,902 14,003 103
8 Rantau Rasau 11,306 10,772 22,078 105
9 Berbak 5,021 4,784 9,805 105
10 Nipah Panjang 12,808 12,518 25,326 102
11 Sadu 6,219 5,867 12,086 106
Jumlah 105,359 99,913 205,272 105
Sumber : BPS Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 2011

17
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

Variasi jumlah penduduk pada setiap kecamatan dan variasi luas wilayahnya menyebabkan
terjadinya ketimpangan kepadatan penduduk antar kecamatan dengan kepadatan tertinggi
ditemukan di Kecamatan Kuala Jambi diikuti Kecamatan Nipah Panjang, sementara kecamatan
dengan kepadatan terendah adalah Kecamatan Sadu dan Kecamatan Mendahara. Secara rata-
rata tingkat kepadatan penduduk adalah sebesar 37,70 jiwa per Km persegi.

Tabel 2.3. Tingkat Kepadatan Penduduk Kabupaten Tanjung Jabung Timur Dirinci
Menurut Kecamatan, Tahun 2010
Kepadatan
No Kecamatan Jumlah Penduduk Luas (km2)
(Jiwa/km2)
1 Mendahara 25,581 911.15 28.08
2 Mendahara Ulu 14,440 381.30 37.87
3 Geragai 20,919 285.35 73.31
4 Dendang 14,895 478.17 31.15
5 Muara Sabak Barat 15,233 251.75 60.51
6 Muara Sabak Timur 30,906 410.28 75.33
7 Kuala Jambi 14,003 120.52 116.19
8 Rantau Rasau 22,078 356.12 62.00
9 Berbak 9,805 194.46 50.42
10 Nipah Panjang 25,326 234.70 107.88
11 Sadu 12,086 1,821.20 6.64
Jumlah 205,272 5,445.00 37.70
Sumber: Tanjung Jabung Timur dalam Angka 2010

2.2.2 Struktur Usia Penduduk


Struktur usia penduduk menunjukkan sebaran penduduk berdasarkan kelompok usianya
yang secara garis besarnya terbagi ke dalam tiga yaitu usia belum produktif, usia produktif dan
usia tidak produktif (usia lanjut). Kelompok usia belum produktif adalah penduduk berusia 0-14
tahun yang jumlahnya mencapai 60.143 jiwa atau sekitar 29,30 persen dari total jumlah penduduk.
Kelompok penduduk usia produktif adalah penduduk yang termasuk ke dalam usia kerja yaitu
berumur 15-64 tahun. Kelompok usia ini merupakan tulang punggung perekonomian yang secara
produktif melakukan aktivitas ekonomi untuk memperoleh pendapatan. Jumlah penduduk
kelompok usia ini mencapai 135.409 jiwa atau 65.98 persen dari total jumlah penduduk. Penduduk
yang termasuk ke dalam kelompok usia tidak produktif atau usia lanjut adalah penduduk yang
berusia 65 tahun ke atas.
Angka-angka di atas menunjukkan bahwa struktur umur penduduk Kabupaten Tanjung
Jabung Timur masih memberat pada usia muda. Proporsi penduduk usia sekolah (5-19 tahun)
mencapai 27,8 persen dari total jumlah penduduk. Bila ditambahkan dengan penduduk usia
pendidikan tinggi (20-24 tahun) jumlahnya mencapai 74.648 jiwa atau 36.37 persen dari total
jumlah penduduk. Hal ini berimplikasi pada perlunya penyediaan fasilitas pendidikan dan pelatihan
secara lebih memadai dengan kualitas yang relatif lebih baik untuk menjamin kualitas pendidikan
kelompok generasi muda.

Tabel. 2.4. Struktur Umur Penduduk Kabupaten Tanjung Jabung Timur Dirinci Menurut
Jenis Kelamin, Tahun 2010
Jumlah
Usia %
Laki - laki Perempuan Total
0-4 10,290 9,866 20,156 9.82
.5-9 10,224 10,036 20,260 9.87
10-14. 10,049 9,678 19,727 9.61
15-19 8,730 8,322 17,052 8.31
20-24 8,886 8,723 17,609 8.58
25-29 10,381 9,705 20,086 9.79
30-34 9,063 8,595 17,658 8.6
35-39 8,322 7,906 16,228 7.91

18
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

40-44 7,006 6,555 13,561 6.61


45-49 5,794 5,555 11,349 5.53
50-54 4,916 4,570 9,486 4.62
55-59 3,598 3,074 6,672 3.25
60-64 2,903 2,805 5,708 2.78
65-69 2,068 1,865 3,933 1.92
70-74 1,650 1,345 2,995 1.46
75+ 1,477 1,313 2,790 1.36
TT 2 0 2 0
Jumlah 105,359 99,913 205,272 100.02
Sumber : Badan Pusat Statistik Kab. Tanjung Jabung Timur, 2011

Proporsi kelompok usia produktif belum mencapai separuh dari jumlah penduduk.
Kelompok ini adalah bagian dari penduduk yang diharapkan dapat bekerja secara produktif untuk
mendorong aktivitas ekonomi dan menghasilkan pendapatan yang layak untuk membiayai
kehidupan seluruh penduduk. Konsekuensinya harus tersedia lapangan kerja yang mencukupi dan
sesuai dengan keahlian pekerja untuk memaksimalkan peluang kelompok penduduk usia produktif
bekerja dan menghasilkan tingkat pendapatan yang cukup memadai bagi kesejahteraan seluruh
penduduk.
Penduduk berusia tidak produktif masih relatif kecil, namun seiring dengan perjalanan
waktu jumlah kelompok penduduk ini akan terus meningkat dimasa yang akan datang sehingga
diperlukan langkah-langkah antisipatif dalam pelayanan bidang kesehatan dan jaminan hari tua.
Kelompok penduduk usia lanjut bersama kelompok penduduk usia 0-14 tahun merupakan
kelompok usia tidak produktif yang jumlah keseluruhannya mencapai 69.863 jiwa atau 34,04
persen. Kedua kelompok usia ini pada saat sekarang belum menjadi beban tanggungan kelompok
usia produktif. Bila dihitung rasionya terhadap kelompok usia produktif diperoleh Angka Beban
Ketergantungan sebesar 1.94 Angka ini menunjukkan bahwa setiap satu orang penduduk usia
produktif menanggung beban menghidupi dua orang penduduk usia tidak produktif.

2.3. Keuangan dan Perekonomian Daerah


2.3.1 Perekonomian Daerah
Pola pertumbuhan ekonomi seperti dikemukakan di atas berpengaruh langsung terhadap
perubahan struktur ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pertumbuhan sektor pertanian yang lebih
tinggi dibanding sektor industri menyebabkan pangsanya tidak mengalami perubahan yang berarti bahkan
meningkat pada tahun 2010. Angka-angka ini menunjukkan bahwa pola perubahan struktur ekonomi
Kabupaten Tanjung Jabung Timur tidak berlangsung seperti lazimnya yang terjadi pada perekonomian
wilayah maju yaitu bergesernya aktivitas ekonomi dari pertanian ke industri dan jasa-jasa.
Pada kasus perekonomian Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dominasi sektor pertambangan &
penggalian tergolong sangat tinggi, yakni mencapai 37,12 persen terhadap PDRB. Bila diamati lebih jauh,
sektor kedua yang menyumbang paling besar terhadap PDRB sektor yakni sektor pertanian sekitar 28,16
persen. sektor ini merupakan lapangan usaha utama yang menjadi sumber penghidupan masyarakat
Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Akan tetapi Sebagian besar dari komoditas-komoditas pertanian
tersebut belum mengalami prosesing lebih lanjut dalam aktivitas industri manufaktur.
Penyumbang terbesar ketiga adalah sektor perdagangan, hotel & restoran dan Industri
pengolahan dengan kontribusi terbesar berasal dari sub sektor perdagangan. Fakta ini menunjukkan
terbatasnya lapangan usaha yang menjadi penopang hidup masyarakat dengan aktivitas utama tanaman
bahan makanan dan perkebunan. Aktivitas perdagangan yang umumnya berupa perdagangan eceran
sebagian besar juga memperdagangkan komoditas pertanian disamping komoditas lainnya yang diimpor
dari daerah lain atau luar negeri, termasuk diantaranya produk pangan olahan. Berdasarkan fakta ini
pengembangan aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian khususnya aktivitas industri harus dikaitkan
langsung dengan aktivitas pertanian terutama tanaman bahan makanan dan perkebunan disamping
peternakan dan perikanan. Mengingat sempitnya pasar lokal, pengembangan industri pengolahan pangan
semestinya berorientasi ke luar yaitu pasar di daerah lain atau luar negeri. Melalui pengembangan industri
berbasis pertanian berskala kecil dengan melibatkan lebih banyak masyarakat akan mampu menciptakan
diversifikasi aktivitas ekonomi dan sumber penghidupan masyarakat perdesaan.
Gambaran kondisi seperti di atas menunjukan eksisnya beberapa persoalan dan
tantangan yang dihadapi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Persoalan mendasar dibidang
keuangan ini adalah relatif tingginya tingkat ketergantungan fiskal Kabupaten Tanjung
Jabung Timur terhadap transfer dana dari Pusat.

19
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

2.4. Tata Ruang Wilayah


Sejalan dengan upaya pembangunan daerah, berbagai kegiatan masyarakat dan
pemerintah selalu terjadi pada suatu ruang. Ketidaktepatan rencana dan ketidaktertiban
pemanfaatan ruang dapat mengurangi efisiensi kegiatan sosial-ekonomi dan dapat menyebabkan
penurunan kualitas dan daya dukung lingkungan. Hal tersebut dapat mengakibatkan menurunnya
kualitas kehidupan, produktivitas ekonomi daerah, pendapatan rakyat, dan mengancam
keberlanjutan pembangunan. Oleh karena itu, penataan ruang diperlukan sebagai instrumen
pembangunan untuk dapat mengarahkan pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh pemerintah dan
masyarakat. Penataan ruang itu perlu memperhatikan kaidah teknis, ekonomis, dan kepentingan
umum serta kepentingan antar generasi.

Hirarkhi dari masing-masing pusat-pusat pelayanan kegiatan dalam struktur ruang di Kabupaten
Tanjung Jabung Timur diwujudkan dalam 3 hirarkhi pusat pelayanan yaitu:

1. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yaitu pusat kegiatan pemerintahan, sosial, ekonomi dan
transportasi yaitu wilayah kabupaten/kota yang berdekatan/berbatasan. Pusat Kegiatan
Wilayah di Provinsi Jambi yang terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah
Muara Sabak sebagai PKWp. Muara Sabak dikembangkan sebagai daerah Pelabuhan
(pengumpul) utama Provinsi Jambi. Ujung Jabung dikembangkan sebagai pelabuhan
(outlet) utama Provinsi Jambi.
2. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dan PKLp yaitu Ibu Kota Kecamatan dan kota-kota yang
berfungsi sebagai pusat simpul jasa distribusi barang dalam satu wilayah kabupaten dan
mempunyai potensi untuk mendorong pusat-pusat kecamatan (daerah belakangnya).
3. Pusat Pelayanan Kawasan yang selanjutnya disebut PPK adalah kawasan perkotaan
yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa.
4. Pusat Pelayanan Lingkungan yang selanjutnya disebut PPL adalah kawasan perkotaan
yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa.

Tabel 2.5 Sistem Pusat Perkotaan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2011
2031

Kota/Pusat Hirarki
No Kegiatan Utama Keterangan
Kegiatan Pelayanan
1 Perkotaan Muara PKWp Pusat pemerintahan Kabupaten Ibukota
Sabak Barat Pusat Koleksi dan Distribusi Barang Kabupaten
Pusat Perdagangan dan Jasa Regional Tanjung
Pusat Industri Pengolahan Jabung Timur
Pusat Transportasi Laut
2 Perkotaan Nipah PKL Industri Perikanan
Panjang Perhubungan Laut
Sentra Perikanan/Minapolitan
Simpul Transportasi
3 Mendahara Ilir PKL Simpul Transportasi
Perdagangan dan Distribusi Barang
Lokal
Sentra Perikanan/Minapolitan
4 Perkotaan Pandan PKL Pusat Sumber Daya Energi
Jaya Industri Pertanian
Simpul Transportasi
Pusat Industri Pengolahan
Pariwisata

5 Perkotaan Bandar PKLp Industri Pertanian


Jaya Simpul Transportasi
Pusat Industri Pengolahan

20
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

Kota/Pusat Hirarki
No Kegiatan Utama Keterangan
Kegiatan Pelayanan
6 Perkotaan Muara PKLp Industri Perikanan
Sabak Timur Perhubungan Laut
Sentra Perikanan/Minapolitan
Simpul Transportasi
7 Perkotaan Pematang PPK Industri Pertanian
Rahim Simpul Transportasi
Pariwisata

8 Perkotaan Teluk PPK Industri Pertanian


Majelis Simpul Transportasi
Pusat Industri Pengolahan

9 Perkotaan Rantau PPK Industri Pertanian


Indah Simpul Transportasi
Pusat Industri Pengolahan

10 Perkotaan Sungai PPK Industri Perikanan


Lokan Perhubungan Laut
Sentra Perikanan/Minapolitan

11 Perkotaan Simpang PPK Simpul transportasi


Desa Sentra Pertanian
Pariwisata

12 Perdesaan PPL Simpul transportasi


Kota Terpadu Mandiri Sentra Pertanian
Pariwisata

Sumber : RTRW Kab. Tanjung jabung Timur 2011-2031

Pengembangan kawasan perkotaan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengikuti hirarki


fungsional yang ditetapkan dalam rencana struktur ruang dan system pusat permukiman.
Pengembangan PKWp diarahkan sebagai berikut:
Pelayanan transportasi, perdagangan, distribusi dan koleksi barang dan jasa;
Pengembangan wilayah ini dilaksanakan dengan intensitas yang lebih tinggi untuk memacu
pertumbuhan ekonomi wilayah;
Sebagai pintu gerbang utama distribusi barang ekspor kabupaten terhadap wilayah segitiga
pertumbuhan Singapura, Batam dan Johor;
Pemantapan keterkaitan antar wilayah dengan kota-kota utama di Provinsi Jambi, Sumatera
dan Jawa, baik melalui peningkatan sarana prasarana transportasi jalan, dan laut.
Penyediaan prasarana perkotaan sesuai dengan fungsi perkotaanya; dan
Peningkatan peranan swasta dalam pembangunan sarana-prasarana perkotaan.

Pengembangan PKL dan PKLp diarahkan sebagai berikut:


Pusat pertumbuhan wilayah sekitarnya;
Kegiatan pusat pemerintahan, perdagangan dan pengumpul serta untuk pengembangan
aktifitas sekunder dan tersier dengan skala pelayanan regional.
Pemantapan keterkaitan antar PKL dengan daerah sekitarnya melalui peningkatan sarana
prasarana transportasi jalan dan sungai;
Penyediaan prasarana permukiman sesuai dengan fungsinya;
Peningkatan peranan swasta dalam pembangunan sarana-prasarana permukiman.

Pengembangan PPK diarahkan sebagai berikut:


Pusat pertumbuhan wilayah sekitarnya;
Kegiatan pusat pemerintahan, perdagangan dan pengumpul serta untuk pengembangan
aktivitas sekunder dan tersier dengan skala pelayanan lokal.

21
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

Pemantapan keterkaitan antar PPK dengan daerah sekitarnya melalui peningkatan sarana
prasarana transportasi jalan dan sungai;
Penyediaan prasarana permukiman sesuai dengan fungsinya

Tabel 2.6 Sistem Pusat Perkotaan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur


Tahun 2011 2031

Kota/Pusat Hirarki
No Kegiatan Utama Keterangan
Kegiatan Pelayanan
1 Perkotaan Muara PKWp Pusat pemerintahan Kabupaten Ibukota
Sabak Barat Pusat Koleksi dan Distribusi Barang Kabupaten
Pusat Perdagangan dan Jasa Regional Tanjung Jabung
Pusat Industri Pengolahan Timur
Pusat Transportasi Laut
2 Perkotaan Nipah PKL Industri Perikanan
Panjang Perhubungan Laut
Sentra Perikanan/Minapolitan
Simpul Transportasi
Sentra Pertanian
3 Mendahara Ilir PKL Simpul Transportasi
Perdagangan dan Distribusi Barang
Lokal
Sentra Perikanan/Minapolitan
Sentra Perkebunan
4 Perkotaan Pandan PKL Pusat Sumber Daya Energi
Jaya Industri Pertanian
Simpul Transportasi
Pusat Industri Pengolahan
Pariwisata

5 Perkotaan Muara PKL Industri Perikanan dan Pertanian


Sabak Timur Perhubungan Laut
Sentra Perikanan/Minapolitan
Simpul Transportasi
Pendidikan, Olahraga & Pariwisata

6 Perkotaan Bandar PKLp Industri Pertanian


Jaya Simpul Transportasi
Pusat Industri Pengolahan
Pendidikan dan Olahraga

7 Perkotaan PPK Industri Pertanian


Pematang Rahim Simpul Transportasi
Pariwisata

8 Perkotaan PPK Industri Pertanian dan Perikanan


Kampung Laut Simpul Transportasi
Pusat Industri Pengolahan
Rekreasi dan Wisata

9 Perkotaan Rantau PPK Industri Pertanian


Indah Simpul Transportasi
Pusat Industri Pengolahan

10 Perkotaan Sungai PPK Industri Perikanan


Lokan Perhubungan Laut
Sentra Perikanan dan Pertanian
Rekreasi dan wisata

22
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

Kota/Pusat Hirarki
No Kegiatan Utama Keterangan
Kegiatan Pelayanan
11 Perkotaan PPK Simpul transportasi
Simpang Desa Sentra Pertanian dan Perikanan
Pariwisata

12 Perkotaan Lambur PPK Pusat pertanian


Luar Sentra perikanan / minapolitan

13 Perdesaan PPL Simpul transportasi


Kota Terpadu Pengolahan Hasil Pertanian
Mandiri Pariwisata

Sumber :Hasil Analisis 2010

Peta 2.3: Rencana pusat layanan Kabupaten/Kota

Sumber ; RTRW Kabupaten Tanjung Jabung Timur 2011


Keterangan; Peta rencana pusat layanan Tanjung Jabung Timur ukuran A3 terlampir

Peta 2.4: Rencana pola ruang Kabupaten/Kota

23
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

Sumber ; RTRW Kabupaten Tanjung Jabung Timur 2011


Keterangan; Peta rencana pusat layanan Tanjung Jabung Timur ukuran A3 terlampir
2.4. Sosial dan Budaya
Kondisi sosial budaya menggambarkan keadaan prasarana pendidikan, jumlah penduduk
miskin, serta kawasan kumuh yang terdapat di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

A. Pendidikan
Sampai dengan tahun 2011, sarana pendidikan formal yang tersedia di Kabupaten
Tanjung Jabung Timur sudah tersebar diseluruh kecamatan mulai tingkat SD sampai dengan
tingkat SMU/SMK, untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.7 : Jumlah Sarana Pendidikan Menurut Kecamatan Tahun 2011
di Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Jumlah Sarana Pendidikan


Nama Kecamatan
Umum Agama
TK SD SLTP SMA SMK MI MTs MA
Mendahara 5 19 4 1 - 7 9 2
Mendahara Ulu 3 7 3 - 1 3 1 2
Geragai 4 22 4 2 - 2 1 2
Dendang 3 18 4 1 1 1 1 1
Muara Sabak Barat 2 14 2 1 1 1 2 1
Muara Sabak Timur 6 26 6 3 1 1 7 3
Kuala Jambi 3 11 2 1 - 2 5 4
Rantau Rasau 2 30 3 1 1 2 2 2
Berbak 4 11 4 1 1 3 1 -
Nipah Panjang 3 28 7 1 1 1 1 1
Sadu 3 19 4 1 1 - 1 1
JUMLAH 38 207 43 13 8 22 31 19
Sumber : Diknas Kabupaten Tanjung Jabung Timur 2012

Secara umum ketersediaan sarana dan prasarana untuk kondisi eksisting jumlah siswa di
Kabupaten Tanjung Jabung Timur sudah relatif memadai. Namun demikian jika dilihat dari jumlah
keseluruhan dari penduduk usia sekolah (terutama untuk jenjang pendidikan SLTP dan SLTA)
jumlah sarana dan prasarana yang ada secara nyata belum mencukupi, dimana kondisi ideal
ratio murid dan guru di jenjang SLTP adalah 1 :15 dan di jenjang SLTA adalah 1:29, sementara itu
kondisi eksisting ratio murid dan guru di jenjang SLTP dan SLTP hanya sebesar 1 : 11. Hal ini
menjadi tantangan kedepan bagi Kabupaten Tanjung Jabung Timur dihadapkan dengan perkiraan
jumlah usia sekolah yang akan melanjutkan pendidikan.
Banyaknya anak-anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan disebabkan
jauhnya lokasi sekolah juga menjadi tantangan tersendiri bagi kebijakan pemerintah di Kabupaten
Tanjung Jabung Timur. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang telah
membebaskan biaya pendidikan mulai dari jenjang SD sampai dengan SLTA memberikan motivasi
kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan. Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Tanjung
Jabung Timur juga konsisten mengalokasikan anggaran pendidikan lebih dari 20% melalui APBD
2011-2013.

B. Kemiskinan
Kemiskinan masih merupakan masalah utama pembangunan di Kabupaten Tanjung
Jabung Timur, yang ditunjukkan dengan besarnya jumlah penduduk miskin. Menurut Tim Nasional
Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K RI) dalam publikasi Indikator Kesejahteraan
Daerah Propinsi Jambi (Edisi Pertama Maret 2011), tingkat kemiskinan di Kabupaten Tanjung
Jabung Timur Tahun 2010 mencapai 12,40%. Pada tahun 2011, tingkat kemiskinan di Kabupaten
Tanjung Jabung Timur menurun menjadi 11,60%. Potret kemiskinan ini terutama banyak dijumpai
pada petani dan nelayan yang merupakan 69,34% dari angkatan kerja. Kemiskinan pada petani

24
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

terutama dijumpai pada petani pangan, karena hanya menghasilkan panen satu kali dalam satu
tahun dengan produksi rata-rata 3,45 ton per hektar. Kelompok lain adalah masyarakat nelayan
yang acap terperangkap pada kondisi, ketidakmampuan menggerakkan dan memanfaatkan
sumber daya laut dan wilayah pesisir untuk kehidupan mereka. Kemiskinan dapat terjadi karena
kekurangan modal, rendahnya produktivitas, dan lemahnya penguasaan teknologi. Jumlah
penduduk miskin yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.8 : Jumlah Penduduk Miskin per Kecamatan Tahun 2011


Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Jumlah keluarga miskin


Kecamatan
(KK)
Mendahara 1.976
Mendahara Ulu 1.090
Geragai 865
Dendang 1.034
Muara Sabak Barat 724
Muara Sabak Timur 1.802
Kuala Jambi 773
Rantau Rasau 1.479
Berbak 1.080
Nipah Panjang 1.086
Sadu 892

JUMLAH 12.801

Sumber: BPS Kabupaten Tanjung Jabung Timur 2012

Peta 2.5 Kepadatan Penduduk Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Sumber ; RTRW Kabupaten Tanjung Jabung Timur 2011


Keterangan; Peta Permukiman Tanjung Jabung Timur ukuran A3 terlampir

25
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

Tabel 2.9: Jumlah Rumah Tangga per Kecamatan Tahun 2011


Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Kecamatan Jumlah Rumah Tangga

Mendahara 3.745
Mendahara Ulu 3.354
Geragai 3.529
Dendang 4.344
Muara Sabak Barat 2.691
Muara Sabak Timur 8.645
Kuala Jambi 2.453
Rantau Rasau 6.766
Berbak 3.016
Nipah Panjang 6.454
Sadu 3.470
Sumber: BPS Kabupaten Tanjung Jabung Timur 2011.

2.5. Kelembagaan Pemerintah Daerah

Kelembagaan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat dilihat dalam struktur
organisasi, sebagaimana tersebut dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur
tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah.

26
BUKU PUTIH SANITASI
Kab. Tanjung Jabung Timur

Gambar 2.6: Struktur organisasi pemerintah daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur
STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH
BUPATI

WAKIL BUPATI

SEKRETARIS DAERAH

ASISTEN ASISTEN ASISTEN

PEMERINTAHAN DAN PEREKONOMIAN DAN ADMINISTRASI UMUM


KESEJAHTERAAN RAKYAT PEMBANGUNAN

BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN


PEMERINTAHAN KESEJAHTERAAN
UMUM RAKYAT HUMAS PEMBANGUNAN SDA PEREKONOMIAN ORGANISASI HUKUM & PER UU UMUM

SUB BAGIAN
SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN
SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN
PEMERINTAHAN PEMUDA & OLAH PEMBERITAAN PENYUSUNAN PRODUKSI
KEHUTANAN,
DAERAH KELEMBAGAAN & PERATURAN TATA USAHA &
UMUM RAGA PROGRAM PERKEBUNAN,
PERTANIAN & TATALAKSANA PRUNDANG-
KETAHANAN PANGAN UNDANGAN KEUANGAN
SUB BAGIAN SUB BAGIAN BINA
SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN
OTONOMI MENTAL DAN
DAERAH AGAMA DOKUMENTASI PENGENDALIAN SARANA BANTUAN
PEMB. APARATUR & PENGADAAN &
LINGKUNGAN PEREKONOMIAN HUKUM
KEPEGAWAIAN PENDISTRIBUSIAN
HIDUP
SUB BAGIAN SUB BAGIAN 26
PEMBINAAN KESEJAHTERAAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN
SUB BAGIAN
PERTANAHAN RAKYAT PROTOKOL EVALUASI & PENGEMBANGAN
PELAPORAN PERTAMBANGAN BUMD & BUMDES ANFORJAB & DOKUMENTASI
RUMAH TANGGA
& ENERGI PERPUSTAKAAN HUKUM
BUKU PUTIH SANITASI
KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN 2013

Gambar 2.7. : SKPD yang tergabung dalam Pokja PPSP


STRUKTUR KELOMPOK KERJA PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI
PERMUKIMAN
KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

KETUA
Sekretaris Daerah Kabupaten
Tanjung Jabung Timur

SEKRETARIS
Kepala Bappeda Kabupaten
Tanjung Jabung Timur

TIM KOORDINASI/PENGARAH
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab. Tanjung Jabung Timur
Kepala Dinas Kesehatan Kab.Tanjung Jabung Timur
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Kab. Tanjung Jabung Timur
Kepala Dinas Tata Kota, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Tanjung
Jabung Timur
Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Tanjung Jabung Timur

BIDANG BIDANG BIDANG


KELEMBAGAAN BIDANG TEKNIS BIDANG PENYEHATAN & MONITORING DAN
DAN PENDANAAN KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN EVALUASI
MASYARAKAT
KETUA : KETUA : KETUA : KETUA : KETUA :
- Kepala Bagian - Kepala Bidang Kepala Bagian - Kepala Bidang - Kepala Kantor
Hukum Setda Infrastruktur Humas Setda Penanggulanga Pengendalian
Kab. Tanjung Wilayah Kab. Tanjung n Penyakit & Dampak
Jabung Timur Bappeda Kab. Jabung Timur Penyehatan Lingkungan
Tanjung Jabung ANGGOTA : Lingkungan Kab. Tanjung
ANGGOTA : Timur - Kepala Bidang Dinas Jabung Timur
- Kepala Bagian ANGGOTA : Pemberdayaan Kesehatan Kab. ANGGOTA :
Organisasi - Kepala Bidang Kesehatan Tanjab Timur - Kepala Bidang
Setda Kab. Cipta Karya Masyarakat ANGGOTA : Ekonomi
Tanjung Jabung Dinas PU Kab. Dinas - Kepala Bidang Bappeda Kab.
Timur Tanjung Jabung Kesehatan Kab. Sumber Daya Tanjung Jabung
- Kepala Seksi Timur Tanjung Jabung Pemukiman Timur
Pemantauan - Kepala Bidang Timur Desa/Kelurahan - Kasubbid Tata
dan Pemulihan Kebersihan & - Kepala Bidang BPMPDK Kab. Ruang dan
Kantor PDL Pertamanan Sosial Budaya Tanjab Timur Kerjasama
Kab. Tanjung Dinas Bappeda - Kepala Seksi Air Pembangunan
Jabung Timur Takobertam Kab.Tanjung Minum dan Bappeda Kab.
Kab. Tanjung Jabung Timur Sanitasi Dinas Tanjung Jabung
- Kepala Bidang - Kasubbid PU Kab. Tanjab Timur
Perencanaan Jabung Timur
- Kepala Seksi Perencanaan Timur - Kasubbid
Program & Program - Kasubbid Evaluasi
Evaluasi Penyehatan
Lingkungan & Bappeda Kab. Kesejahteraan Pembangunan
Pembangunan Tanjung Jabung Rakyat Bappeda Bappeda Kab.
Bappeda Kesehatan
Kerja Dinas Timur Kab. Tanjab Tanjung Jabung
Kab.Tanjab Timur Timur
Timur Kesehatan Kab.
Tanjung Jabung
Timur

26
BUKU PUTIH SANITASI
KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN 2013

27