Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 5, No.

1 (Maret 2016)

ADSORPSI -KAROTEN YANG TERKANDUNG DALAM MINYAK


KELAPA SAWIT (CRUDE PALM OIL) MENGGUNAKAN
KARBON AKTIF

Irvan, Olyvia Putri Wardhani*, Nurul Aini, Iriany


Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara,
Jl. Almamater Kampus USU, Medan 20155, Indonesia
*Email : olyviapewe@yahoo.co.id

Abstrak
Minyak kelapa sawit mentah (CPO) adalah sumber alami terkaya karotenoid, yang memberikan warna
oranye-merah pada minyak sawit mentah. Warna pada minyak kelapa sawit yang belum diolah tidak
disukai oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengadsorpsi karoten dari CPO menggunakan
karbon aktif, sehingga diperoleh data kinetika, isoterm adsorpsi dan termodinamika adsorpsi. Bahan
utama yang digunakan adalah CPO dan karbon aktif. Parameter yang diamati adalah konsentrasi akhir
dan jumlah karoten yang dijerap oleh karbon aktif. Proses adsorpsi dilakukan dengan mencampur
adsorben ke dalam CPO dengan variasi adsorben : CPO (w/w) = 1 : 3 ; 1 : 4; 1 : 5 dan 1 : 6 dengan
kecepatan pengaduk 120 rpm, dan variasi temperatur 40, 50 dan 60 oC. Campuran CPO dan karbon aktif
diambil pada selang interval waktu 2 menit hingga mencapai waktu setimbang. Konsentrasi akhir -
karoten dianalisa menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian memperlihatkan semakin
besar jumlah massa CPO maka persentase adsorpsi semakin menurun. Semakin besar temperatur adsorpsi
maka persentase adsorpsi semakin meningkat. Selain itu, diperoleh nilai persentase adsorpsi paling
maksimum adalah sebesar 95,108% pada perbandingan 1 : 3 dan T = 60 oC. Model kinetika adsorpsi
yang mewakili penjerapan -karoten yaitu model kinetika orde dua dengan nilai koefisien korelasi sebesar
0,998. Model isoterm adsorpsi yang mewakili dalam penjerapan -karoten yaitu model Langmuir dengan
nilai koefisien korelasi sebesar 0,959 pada T = 60 oC. Nilai energy bebas Gibbs (G) pada masing-masing
temperatur sebesar -24.482,484; -24.708,059 dan -24.933,634 J/mol. Nilai perubahan entropi (S)
sebesar 22,557 J/mol K dan nilai perubahan entalpi (H) sebesar -17.421,987 J/mol.

Kata kunci : adsorpsi , karoten, karbon aktif, kinetika, Langmuir.

Abstract
Crude palm oil (CPO) is the richest natural source of carotenoids which gives the reddish-orange color in
crude palm oil. The reddish color in unprocessed palm oil is disliked by consumer. This research is
aimed to adsorb the carotene from the CPO using activated carbon, then the kinetics, isotherm models
and thermodynamics data of the adsorption process were obtained. The main materials used in this
research were CPO and activated carbon. The observed parameters were final concentration and the
amounts of adsorbed carotene in activated carbon. The adsorption process was conducted by mixing
the adsorbent with CPO with the variation of adsorbent: CPO (w/w) ratio = 1 : 3; 1 : 4; 1 : 5 and 1 : 6 with
mixing speed 120 rpm and the temperature of 40, 50 and 60 oC. The sample of CPO and activated carbon
was analyzed at every 2 minutes until the equilibrium was achieved. The final concentration of the
unadsorbed carotene was analyzed using UV-Vis spectrophotometer. The results showed that the more
CPO used in the process, the lower the adsorption percentage. The higher the adsorption temperature, the
higher adsorption percentage. Moreover, the maximum adsorption percentage was 95.108% obtained at
ratio 1 : 3 and T = 60 oC. The adsorption isotherm model which fit with the carotene adsorption at T =
60 oC was Langmuir model with the correlation coefficient of 0.959. The adsorption kinetics model which
fit with the carotene adsorption was the second order kinetics model with the correlation coefficient of
0.998. The value of free energy Gibbs (G) = -24,482.484 ; -24,708.059 and -24,933.634 J/mol for each
temperature respectively, value of entropy changes (S) = 22.557 J/mol K, and value of enthalpy changes
(H) = -17,421.987 J/mol.

Keywords : adsorption, -carotene, activated carbon, kinetics, Langmuir

Pendahuluan Selain karotenoid, terdapat pula komponen minor


Minyak kelapa sawit mentah (CPO) dalam minyak sawit mentah yaitu tokoferol,
merupakan sumber karotenoid alami terkaya di tokotrienol, sterol, fosfolipid, squalen, dan
dunia dalam bentuk retinol (pro-vitamin A). tripterpenik dan hidrokarbon alifatik. Karotenoid
Karotenoid yang terkandung sekitar 15 sampai memberikan warna oranye-merah pada
300 kali lebih banyak dibanding yang terdapat karakteristik minyak mentah kelapa sawit. - dan
pada wortel dan sayuran berdaun hijau, yang -karoten, memiliki kadar vitamin A yang dapat
memiliki jumlah signifikan pro-vitamin A [18]. diubah menjadi vitamin A in vivo [15].

52
Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 5, No. 1 (Maret 2016)

Menurut Standar Malaysia, warna minyak Dalam 1 gram karbon aktif memiliki luas
sawit mentah harus terang, jelas dan oranye- permukaan lebih dari 500 m2. Karbon aktif dapat
merah [11]. Berbagai metode pengambilan dibuat dari bahan bersumber karbon seperti
karotenoid dari minyak kelapa telah dilakukan. tempurung kelapa, gambut, kayu, sabut, dan
Termasuk saponifikasi, proses adsorpsi, ekstraksi batubara [17]. Karbon aktif memiliki struktur
pelarut selektif, dan proses transesterifikasi yang amorf hidrofilik, dengan diameter pori rata rata
diikuti oleh distilasi [1]. Beberapa penelitian telah 1 4 nm, porositas partikel 40 85 %, luas
dilakukan untuk mengambil -karoten dari permukaan 300 2000 m2/gr, kemampuan
minyak kelapa sawit menggunakan bleaching adsorpsi 0,3 0,7 kg/kg kering [1,9]. Tabel 2
earth yang telah diaktivasi [19]. Penelitian yang menunjukkan sifat fisika dan sifat kimia karbon
mengkaji mekanisme penghilangan warna dari aktif.
minyak nabati dengan proses adsorpsi -karoten Tabel 2. Sifat Fisika dan Sifat Kimia
menggunakan asam sepiolit yang telah diaktivasi Karbon Aktif [13]
[7] dan penelitian yang mengkaji kinetika Sifat Fisika dan Sifat Kimia Karbon
penyerapan pigmen -karoten dari minyak sawit Aktif
menggunakan tanah liat alami yang dimodifikasi Bentuk Padatan
[6]. Penelitian ini bertujuan untuk mengambil - Ukuran Partikel <100 m
karoten dari minyak kelapa sawit dengan proses Titik Didih 4.000 oC
adsorpsi menggunakan karbon aktif, selain itu Titik Leleh 3.500 oC
untuk mendapatkan model kinetika, isotherm dan Berat Molekul 12,011 g/mol
termodinamika adsorpsi.
Metodologi Penelitian
Teori Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian
Buah kelapa sawit menghasilkan tiga jenis ini adalah minyak kelapa sawit (crude palm oil)
minyak dengan warna yang berbeda, yaitu dan karbon aktif. Peralatan yang digunakan
oranye-merah adalah minyak sawit mentah yang dalam penelitian ini adalah erlenmeyer, beaker
diekstrak dari mesocarp, warna kuning adalah glass, pipet tetes, kertas saring Whatman No.1,
minyak inti sawit mentah dan warna kecoklatan gelas ukur, corong gelas, neraca digital,
yang diekstrak dari biji (kernel). Minyak sawit termometer, hot plate, motor listrik, impeller
mentah adalah sumber alami terkaya karotenoid propeler, pengunci impeller, statif dan klem,
dan tokotrienol. Karotenoid (500-700 ppm) stopwatch.
memberikan warna oranye-merah pada
karakteristik minyak sawit mentah (CPO) [16]. Prosedur Penelitian.
Tabel 1 memperlihatkan sifat fisik -karoten. Prosedur Kinetika Adsorpsi
Sebagai langkah pertama, disiapkan karbon
Tabel 1. Sifat Fisik -Karoten [21,2] aktif dan minyak kelapa sawit dengan
perbandingan (w/w) 1:5 dalam beaker glass.
Spesifikasi
Kemudian campuran dipanaskan menggunakan
Berat Molekul 536,8 kg/kmol hot plate pada suhu 60 oC dan dihomogenkan
Densitas (20 oC) 1000,15 kg/m3 menggunakan motor listrik pada kecepatan
o
Tekanan Uap (70 C) 3 x 10-6 kPa konstan 120 rpm. Setelah itu, campuran diambil
Warna Oranye dengan interval waktu pengambilan 2 menit
hingga mencapai waktu setimbang. Terakhir,
Zat warna -karoten mempunyai rumus kimia sampel disaring dengan kertas saring Whatman
C40H56, yang membentuk persenyawaan simetris. No. 1.
Di bagian tengah senyawa tersebut merupakan
rantai atom C yang panjang dengan ikatanikatan Prosedur Adsorpsi -Karoten
rangkap yang dapat ditukar dengan ikatan tunggal. Proses adsorpsi dilakukan dalam beaker glass.
Pada kedua ujung rantai ini terdapat cincin segi dengan perbandingan (w/w) karbon aktif dan
enam [4]. Struktur -karoten disajikan pada minyak kelapa sawit 1:3. Lalu campuran
Gambar 1. dipanaskan menggunakan hot plate pada suhu 40
o
C dan dihomogenkan menggunakan motor listrik
pada kecepatan konstan 120 rpm selama 120
menit. Kemudian campuran disaring dengan
Gambar 1. Struktur -Karoten [10] kertas saring Whatman No. 1. Setelah disaring,
dimasukkan kedalam botol plastik untuk dianalisa.
Karbon aktif adalah bentuk karbon yang telah
diproses untuk dibuat sangat berpori sehingga
memiliki luas permukaan yang sangat besar.

53
Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 5, No. 1 (Maret 2016)

Analisis Produk Persamaan umum model kinetika difusi intra


Analisis terhadap -karoten yang dihasilkan partikel dapat diihat pada persamaan 5.
meliputi analisis konsentrasi akhir -karoten
dengan spektrofotometer UV-Vis dan analisa (5)
gugus -karoten dengan FTIR.
Persamaan 5 akan diintegrasi menjadi
Hasil dan Pembahasan persamaan 6.
Kinetika Adsorpsi
Pemodelan kinetika tidak hanya (6)
memungkinkan estimasi laju penjerapan tetapi
juga mengarah pada mekanisme karakteristik Dari persamaan 6, akan diplot kurva antara
reaksi yang sesuai [8]. Perhitungan dilakukan Log t Vs Log qt. Hasil plot dapat dilihat pada
menggunakan pendekatan kinetika adsorpsi yaitu, Gambar 4.
orde satu Lagergen, orde dua dan difusi intra
partikel. Persamaan umum model kinetika orde 45
satu Lagergen dapat dilihat pada persamaan 1. 40
35
(1) 30
25

t/qt
Kemudian persamaan tersebut diintegrasi 20
menjadi persamaan 2. 15 y = 0.323x + 1.0142
10 R = 0.9987
(2) 5
0
Dari persamaan 2, dibuat kurva t vs log (qe-qt). 0 20 40 60 80 100 120
Kurva hasil model kinetika orde satu Lagergen
dapat dilihat pada Gambar 2. t (menit)

Gambar 3. Kinetika Orde Dua


0.00
-0.20 0 20 40 60 80 100 120
0.6
-0.40
y = -0.0125x - 0.0676 0.5
log (qe-qt)

-0.60 R = 0.9869
-0.80 0.4
Log qt

-1.00 0.3 y = 0.0795x + 0.3159


0.2 R = 0.9569
-1.20
-1.40 0.1
t (menit) 0.0
0.0 1.0 2.0 3.0
Gambar 2. Kinetika Orde Satu Lagergen Log t (menit)
Untuk persamaan umum model kinetika orde Gambar 4. Kinetika Difusi Intra Partikel
dua ditunjukkan pada persamaan 3.
Penentuan model kinetika adsorpsi yang
sesuai dapat ditinjau dari nilai R2 yang
(3) mendekati nilai 1 dari pada persamaan kinetika
adsorpsi [12]. Dari grafik pada Gambar 2, 3 dan 4
Kemudian persamaan 3 diintegrasi menjadi dapat dilihat bahwa persamaan kinetika dengan
persamaan 4. nilai R2 mendekati 1 adalah pada persamaan
kinetika orde dua : y = 0,323x + 1,0142 dengan
nilai R2 sebesar 0,9987. Hal ini menunjukkan
(4)
bahwa model kinetika yang sesuai untuk proses
adsorpsi -karoten menggunakan karbon aktif
Dari persamaan 4, dibuat kurva t vs t/qt. Kurva adalah model kinetika reaksi orde dua.
untuk model kinetika orde dua disajikan pada
Gmabar 3.

54
Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 5, No. 1 (Maret 2016)

Studi Isoterm Adsorpsi 0.50


Model isoterm adsorpsi ditentukan untuk
mengetahui proses distribusi antara fase cair dan 0.40 40 C
fase adsorben padat yang merupakan ukuran dari 0.30

Log qe
posisi keseimbangan dalam proses adsorpsi dan 50 C
dapat dinyatakan dengan model isoterm Langmuir 0.20
dan Freundlich. 60 C
0.10
Isoterm Langmuir
Persamaan isoterm Langmuir yang digunakan 0.00
ditunjukkan pada Persamaan 7. 1.5 2 2.5
Log Ce
(7) Gambar 6. Kurva Isoterm Freundlich untuk
Adsorpsi -Karoten

Dimana qe (mg/kg) adalah jumlah adsorbat per Model isoterm Freundlich untuk penjerapan -
satuan massa adsorben, Ce (mg/kg) adalah karoten pada temperatur 60 oC menghasilkan
konsentrasi kesetimbangan adsorbat, qm (mg/kg), nilai R2 sebesar 0,8184. Pada temperatur yang
dan KL (mg/kg) adalah konstanta Langmuir yang sama, diperoleh kesesuaian data yang lebih baik
terkait dengan kapasitas adsorpsi dan tingkat untuk model isoterm Langmuir dengan nilai R2
adsorpsi. Diplot kurva Ce vs qe dari data-data yakni sebesai 0,9590. Nilai R2 yang paling
yang diperoleh dari hasil perhitungan. Kurva mendekati nilai 1 adalah model isoterm Langmuir.
isoterm Langmuir dapat dilihat pada Gambar 5. Proses adsorpsi yang mengikuti model isoterm
Langmuir melibatkan asumsi bahwa permukaan
60 adsorben adalah homogen [10], artinya pada
50 setiap molekul -karoten yang terjerap oleh
40 C karbon aktif memiliki entalpi dan energi aktivasi
40 yang sama pada setiap serapan (semua situs
C
Ce/qe

30 50 memiliki afinitas yang sama untuk adsorbat)


[5,14]. Model Langmuir juga didasarkan pada
20
60 C asumsi hanya terdapat satu lapisan permukaan
10 (monolayer) yang teradsorpsi oleh karbon aktif
[14].
0
Karakteristik dari isoterm Langmuir dapat
0 50 100 150
dinyatakan dengan parameter kesetimbangan (RL).
Ce (mg/kg) Persamaann untuk parameter kesetimbangan
Gambar 5. Kurva Isoterm Langmuir untuk disajikan pada Persamaan 9.
Adsorpsi -Karoten
RL (9)
Isoterm Freundlich
Persamaan yang digunakan untuk isoterm
Freundlich ditunjukkan pada Persamaaan 8. dimana KL adalah konstanta Langmuir dan Co
adalah konsentrasi -karoten yang terbesar (mg/l).
(8) Nilai RL menunjukkan karakteristik jenis isotherm,
yakni baik (0 < RL< 1), kurang baik (RL> 1),
liniar (RL = 1), dan ireversibel (RL = 0) [3]. Dari
qe (mg/kg) adalah jumlah adsorbat per satuan hasil diperoleh nilai RL sebesar 0,5566. Dengan
massa adsorben, Ce (mg/kg) adalah konsentrasi begitu dapat dinyatakan bahwa jenis isoterm
kesetimbangan adsorbat, dan KF termasuk dalam kategori baik.
((mg/kg).(mg/kg)-n) didefinisikan sebagai
kapasitas adsorpsi adsorben dan konstanta Termodinamika Adsorpsi
Freundlich. Diplot kurva Log Ce Vs Log qe, hasil Dalam setiap proses adsorpsi, pertimbangan
plot ditunjukkan pada Gambar 6. energi dan entropi harus diperhitungkan untuk
menentukan bahwa proses yang berlangsung
secara spontan. Nilai-nilai termodinamika adalah
parameter indikator sebenarnya untuk aplikasi
praktis dari proses [20]. Persamaan yang
digunakan untuk melakukan perhitungan sifat
Termodinamika adsorpsi -Karoten dapat dilihat
pada persamaan 10 dan 11.

55
Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 5, No. 1 (Maret 2016)

berbagai rasio massa karbon aktif : CPO terhadap


(10) persentase adsorpsi yang ditunjukkan pada
Gambar 8.
R adalah konstanta gas ideal (8,314 J/mol K), T Pada Gambar 8, dapat dilihat bahwa proses
(K) adalah temperatur, dan Kads adalah konstanta penjerapan meningkat ketika temperatur
dari isoterm Langmuir (KL). meningkat karena adanya peningkatan mobilitas
-karoten dalam larutan. Adsorpsi fisika biasanya
berlangsung pada temperatur yang lebih rendah
(11)
dari 100 C dan adsorpsi kimia untuk temperatur
yang lebih tinggi dari 100 C [9]. Meskipun
Plot kurva antara 1/T vs ln Kads diperlihatkan temperatur yang tinggi dapat meningkatkan
pada Gambar 7. proses penjerapan, namun suhu tidak boleh
dinaikkan tanpa batasan karena dapat merusak -
-3.4 karoten [5].
0.0029 0.003 0.0031 0.0032 0.0033
-3.5
-3.6 100 Rasio Massa
Karbon Aktif
ln Kads

-3.7 : CPO
40 50 60
-3.8 1:3

% Adsorpsi
90
-3.9 40 50 60
y = -2095.5x + 2.7132 1 :4
-4 R = 0.8549
-4.1 401 :550 60
1/T 80
Gambar 7. Termodinamika Adsorpsi 401:6 50 60

Untuk mencari G, H dan S menggunakan 70


Persamaan 10 dan 11, diperoleh nilai masing- 40 50 60
masing parameter yang ditunjukkan pada Tabel 3. T (C)
Tabel 3. Hasil Termodinamika Adsorpsi
Gambar 8. Pengaruh Temperatur Terhadap
T S
G (J/mol) H (J/mol) Persentase Adsorpsi
(K) (J/mol K)
Kesimpulan
313 -24.482,4845
22,5575 -17.421,9870 Semakin besar suhu adsorpsi maka persentase
323 -24.708,0595 adsorpsi semakin meningkat. Nilai persentase
333 -24.933,6345 adsorpsi maksimum sebesar 95,108% diperoleh
pada perbandingan CPO : karbon aktif (w/w) 1 : 3
Dari Tabel 3, G bernilai negatif. Ini dan T = 60 oC. Persamaan model isoterm yang
mengidentifikasikan bahwa proses adsorpsi - mewakili penjerapan -karoten adalah isoterm
karoten menggunakan karbon aktif adalah baik Langmuir dengan nilai R2 sebesar 0,959 pada T =
dan spontan. G semakin meningkat dengan 60 oC. Persamaan model kinetika yang mewakili
meningkatnya temperatur. Disamping itu, nilai penjerapan -karoten adalah kinetika orde dua
H yang bernilai negatif menunjukkan bahwa dengan nilai R2 sebesar 0,998. Data
proses adsorpsi berjalan secara eksotermis. Proses termodinamika adsorpsi yang diperoleh nilai-nilai
eksotermis mengidentifikasikan bahwa proses G pada masing-masing suhu 40, 50 dan 60 oC
yang terjadi dalam penjerapan -karoten adalah sebesar -24.482,484, -24.708,059 dan -24.933,634
adsorpsi fisika [4]. Nilai S yang positif J/mol. Nilai S sebesar 22,557 J/mol K dan nilai
mengidentifikasikan bahwa adsorben jika berada H sebesar -17.421,987 J/mol.
pada keadaan padat/cair selama proses adsorpsi,
maka tidak sempurna (cairan tidak terjerap secara Daftar Pustaka
sempurna). [1] A. Buekens, Adsorbents and Adsorption
Proceses for Poluution Control, Pollution
Control Technologies, Vol. 2, 2001.
Efek Temperatur [2] A.L, Ahmad, C.Y, Chan, S.R, Abd Shukor,
Temperatur sangat berpengaruh dalam proses Dan M. D, Mashitah , Adsorption Kinetics
adsorpsi. Dari termodinamika adsorpsi, telah and Thermodynamics of -Carotene on
diketahui bahwa proses adsorpsi ini berjalan Silica Based Adsorbent, Chemical
secara eksotermis. Pengaruh temperatur pada Engineering Journal, 148, 378-384, 2009.

56
Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 5, No. 1 (Maret 2016)

[3] Alok Mittal , Lisha Kurup, And Jyoti Mittal. dan Teknologi Nuklir Ptnbr Batan
Freundlich and Langmuir Adsorption Bandung, 3 Juni 2009.
Isotherms And Kinetics for The Removal of [15] Nwankwere E.T, Nwadiogbu, J.O, Yilleng,
Tartrazine From Aqueous Solutions Using M.T, and Eze, K.A, Kinetic Investigation
Hen Feathers. Elsevier Journal of of The Adsorptive Removal Of -Carotene,
Hazardous Materials 146, 243248, 2007. Advances In Applied Science Research, , 3
[4] Andhika, Akbar. Optimasi Ekstraksi Spent (2):1122-1125, 2012.
Bleaching Earth Dalam Recovery Minyak [16] Otu, Okogeri, Blessing, Okoro, Storage
Sawit, Skripsi, Program Sarjana Fakultas Stability And Sensory Attributes of Crude
Teknik UI, Depok, Hal 29-30, 2012. Palm Oil Adulterated With Red Dye,
[5] B.H. Hameed, A.T.M. Din, and A.L. Ahmad. European Journal of Agriculture And
Adsorption of Methylene Blue Onto Forestry Research, Vol.2, No.1, Pp.10-17,
Bamboo-Based Activated Carbon: Kinetics March 2014.
and Equilibrium Studies. Elsevier Journal [17] Pradhan, Subhashree. Production and
of Hazardous Materials 141, 819825, 2007. Characterization of Activated Carbon
[6] B. Nagendran, U.R, Unnithan,Y.M, Choo, Produced From A Suitable Industrial
and Kalyana, Sundram, Characteristics of Sludge. Department of Chemical
Red Palm Oil, A Carotene- and Vitamin E Engineering National Institute of
Rich Refined Oil For Food Uses, Food and Technology Rourkela, 2007.
Nutrition Bulletin, Vol. 21, No. 2, 2000. [18] R.A. Latip, B.S, Baharin, Y.B, Che Man,
[7] E. Sabah, M. Cinar, and M.S, Celik And R.A, Rahman, Effect of Adsorption
Decolorization of Vegetable Oils: And Solvent Extraction Process On The
Adsorption Mechanism of B-Carotene on Percentage of Carotene Extracted From
Acid-Activated Sepiolite, Food Chemistry, Crude Palm Oil, Department of Food
Vol. 100,1661-1668, 2007. Technology, Faculty of Food Science And
[8] Hui Qiu, Lu Lv, Bing-Cai Pan, Qing-Jian Biotechnology, Universiti Putra Malaysia,
Zhang, Wei-Ming Zhang, and Quan-Xing 2001.
Zhang. Critical Review In Adsorption [19] Simone M. Silva, Klicia A, Sampaio ,
Kinetic Models, Journal of Zhejiang Roberta, Ceriani , Roland, Verh , Christian,
University Science A, 10(5):716-724, 2009. Stevens , Wim De, Greyt ,and Antonio, J.A.
[9] Joshi, Sahira. Pokharel, Bhadra Prasad. Meirelles Adsorption of Carotenes and
Preparation and Characterization of Phosphorus From Palm Oil Onto Acid
Activated Carbon From Lapsi Activated Bleaching Earth : Equilibirium,
(Choerospondias Axillaris) Seed Stone By Kinetics And Themodynamic, Journal of
Chemical Activation With Potassium Food Engineering, Vol. 118, 341 349,
Hydroxide. Journal of The Institute of 2013.
Engineering, Vol. 9, No. 1, Pp. 7988. [20] S. M. Yakout And E. Elsherif. Batch
[10] K.Y. Foo, B.H. Hameed. Insights Into The Kinetics, Isotherm and Thermodynamic
Modeling of Adsorption Isotherm Systems. Studies of Adsorption of Strontium From
Elsevier Chemical Engineering Journal 156, Aqueous Solutions Onto Low Cost Rice-
210, 2010. Straw Based Carbons. Applied Science
[11] Malaysian Standard, Palm Oil Innovations Pvt. Ltd., India. 144 153, 2010.
Specification (Second Revision), [22] Siti, Hamidah Mohd Setapar, Asma,Khatoon,
Department of Standards Malaysia, 2007. Akil, Mohd, Azizi Che Yunus, Dan
[12] Maria Angela N S, Arenst Andreas, dan Muhammad Abbas Ahmad Zaini, Use of
Aditya Putranto, Sintesis Karbon Aktif Supercritical Co2 and R134a As Solvent For
Dari Kulit Salak Dengan Aktivasi H3PO4 Extraction of B-Carotene and A-
Sebagai Adsorben Larutan Zat Warna Tocopherols From Crude Palm Oil, Asian
Metilen Biru. Prosiding Seminar Nasional Journal of Chemistry; Vol. 26, No. 18,
Teknik Kimia Kejuangan. Issn 1693-4393 5911-5916, 2014.
Pengembangan Teknologi Kimia Untuk
Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia,
Yogyakarta, 18 Maret 2015.
[13] Merckmillipore.Material Safety Data Sheet
Arang Aktif, 2015.
[14] Murni Handayani, dan Eko Sulistiyono. Uji
Persamaan Langmuir dan Freundlich Pada
Penyerapan Limbah Chrom (Vi) Oleh
Zeolit. Prosiding Seminar Nasional Sains

57