Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH ETIKA PROFESI

Nama : Salwa
Firda
Sri
Ai Siti
Yulia
Sinta
Risma
Kelas : X Akuntansi 2

SMK MITRA BATIK TASIKMALAYA


Jl. RE Martadinata no 173 Tasikmalaya
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulis juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah membimbing penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Makalah ini juga diharapkan dapat
menambah pengetahuan kita, Untuk kesempurnaan dari makalah ini, maka diharapkan saran dan
kritik dari para pembaca agar dalam menyusun makalah berikutnya dapat lebih baik lagi.
Akhirnya dengan tersusunnya makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan kita
semua, terima kasih.
Tasikmalaya, 4 Agustus 2017
Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .......................................................................................................... i


Daftar Isi ................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1
I.1. Pengertian Sektor Industri Jasa ........................................................ 1
I.2. Pengertian Sektor Industri Jasa Keuangan ....................................... 1
I.3. Ciri-ciri enititas yang termasuk dalam SIJK .................................... 1
I.4. Entitas-entitas yang termasuk dalam SIJK ...................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ 3
II.1. Peraturan Pemerintah yang Mengatur SIJK .................................. 3
II.2. Profesi yang ada dalam Indusrti Jasa Keuangan ........................... 5
II.3. Etika ............................................................................................... 6
BAB VI PENUTUP ............................................................................................. 11
III.1.Kesimpulan ................................................................................... 11
III.2.Saran ............................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Pengertian Sektor Industri Jasa

Suatu perusahaan yang bidang usahanya di bidang pelayanan. Sektor ekonomi tersier (dikenal
sebagai sektor jasa atau industri jasa) adalah satu dari tiga sektor ekonomi, yang lainnya adalah
sektor sekunder (manufaktur) dan sektor primer (pertambangan, pertanian, dan perikanan).
Definisi umum sektor tersier adalah menghasilkan suatu jasa daripada produk akhir seperti
sektor sekunder. Kadang sebuah sektor tambahan, sektor kuartener diartikan sebagai berbagi
informasi (yang secara normal dimiliki oleh sektor tersier).

Bisnis sektor jasa yang semakin meningkat berfokus pada ide ekonomi pengetahuan dengan
memahami apa yang diinginkan konsumen dan bagaimana mengirimkannya dengan cepat dan
efisien. Satu contoh baik dari hal ini ialah industri perbankan yang telah mengalami perubahan
besar beberapa tahun belakangan ini. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, bank
dengan cepat mengurangi jumlah staf yang dibutuhkan. Banyak komunitas bank dan bangunan
telah bergabung untuk membentuk bisnis yang lebih ramping yang mampu menghasilkan lebih
banyak keuntungan dari basis pengguna luas. Kunci proses ini adalah memperoleh informasi
mengenai pengguna jasa dan memberikan mereka produk-produk baru

I.2 Pengertian Sektor Industri Jasa Keuangan

Jasa yang disediakan oleh industry jasa keuangan yang merujuk kepada organisasi yang mengani
pengolahan dana keuangan Menurut DFID (Department For International Development) sektor
keuangan adalah seluruh perusahaan besar atau kecil, lembaga formal atau informal di dalam
perekonomian yang memberikan pelayanan keuangan kepada konsumen, para pelaku bisnis dan
lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dalam pengertian yang lebih luas, meliputi segala hal
mengenai perbankan, bursa saham (stock exchanges), asuransi, credit unions, lembaga
keuangan mikro dan pemberi pinjaman (money lender).

I.3 Ciri-ciri enititas yang termasuk dalam SIJK

a. Aset utamanya adalah fianancial (uang)


b. Aktiva dineracanya mayoritas terdiri dari piutang, kas, dan aset tetap seperti gedung,
tanah, dan bangunan
c. Memiliki sumber permodalan yang mayoritas dari modal sendiri atau investasi yang
tidak memiliki bunga tinggi
d. Tidak memproduksi suatu barang
e. Tidak memiliki persediaan bahan baku
f. Mayoritas pengeluaran untuk membayar pegawai
g. Aktivitasnya lebih kearah investasi
I.4 Entitas-entitas yang termasuk dalam SIJK

NO Nama Entitas Bidang Usaha Kepemilikan

1. Bank BNI, Mandiri, BTN perbankan pemerintah


2. HSBC, ABN AMRO bank swasta
3. Prudential, AXA industri asuransi swasta
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Peraturan Pemerintah yang Mengatur SIJK

UU no 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berfungsi menyelenggarakan


system peraturan dan pengawasan yang terintgrasi terhadap keseluruhan kegiatan dalam SIJK

OJK adalah Lembaga yang independen(bebas) dari campur tangan pihak lain yang
mempunyai fungsi tugas dan wewenang

Tugasnya ialah mengatur, mengawasi dan memeriksa jugamenyidik semua aktivitas sector
industry jasa keuangan

Peraturan OJK:

Otoritas Jasa Keuangan, yang selanjutnya disingkat OJK, adalah Otoritas Jasa Keuangan
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas
Jasa Keuangan.
Pungutan adalah sejumlah uang yang wajib dibayar oleh Pihak yang melakukan kegiatan
di sektor jasa keuangan.
Pihak yang melakukan kegiatan di sektor jasa keuangan yang selanjutnya disebut Pihak
adalah Lembaga Jasa Keuangan dan/atau orang perseorangan atau badan yang
melakukan kegiatan di sektor jasa keuangan.
Sektor Jasa Keuangan adalah sektor Perbankan, Pasar Modal, Perasuransian, Dana
Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.

II.2 Profesi yang ada dalam Indusrti Jasa Keuangan

1. Akuntan

Akuntan adalah sebutan dan gelar professional yang diberikan kepada seorang sarjana yang telah
menempuh pendidikan di fakultas ekonomi jurusan akuntansi pada suatu universitas/ perguruan
tinggi dan telah lulus pendidikan pforesi akuntansi

Akuntan di Otoritas Jasa Keuangan adalah yang bertugas hanya memeriksa laporan keuangan
dari akuntan public, intern, pemerintah.

Ciri-ciri profesi akuntan:

Memiliki bidang ilmu yang ditekuninya yaitu yang merupakan pedoman dalam
melaksanakan keprofesiannya.
Memiliki kode etik sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku anggotanya dalam
profesi itu.
Berhimpun dalam suatu organisasi resmi yang diakui oleh masyarakat/pemerintah.
Bekerja bukan dengan motif komersil tetapi didasarkan kepada fungsinya sebagai
kepercayaan masyarakat.

Tanggung jawab profesi : bahwa akuntan di dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai


profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua
kegiatan yang dilakukannya.

2. Konsultan Hukum

Konsultan hukum yaitu seseorang yang tidak harus memiliki ijin praktek sebagai advocat atau
pengacara, tetapi ia harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang penyelesaian sengketa di
bidang hukum. Pengetahuan yang cukup tidak ada kriteria yang tegas tetapi paling tidak seorang
konsultan hukum harus mempunyai latar belakang pendidkan hukum dan pengalaman-
pengalaman menyelesaikan sengketa hukum terutama di luar pengadilan. Dalam penyelesaian
sengketa seorang konsultan hukum hanya memberi nasehat.

Konsultan Hukum di Otoritas Jasa Keuangan bertugas memeriksa perusahaan-perusahaan yang


diinvestasi oleh para investor, bisa di lihat mana yang asli & tidak, konsultan hokum melindungi
konsumen yang tertipu , dan konsultan hokum akan memnuntut perusahaan yang meipu tersebut
secara hukum.

3. Penilai

Penilai adalah pohak yang akan menentukan/ menilai perusahaan jasa keuangan/ asset-aset yang
ada di perusahaan tersebut. Untuk menjaga konsumen supaya tidak tertipu dan menyesuaikan
dengan keadaan yang sebenarnya

4. Notaris

Pihak yang mebikin surat-menyurat atau yang membkin akta-akta yang bersifat hukum

Tugas Notaris :

1. Membukukan surat-surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus


(waarmerking).

2. Membuat kopi dari asli surat dibawa tangan berupa salinan yang memuat uraian sebagaimana
ditulis dan digambarkan dalam surat yang bersangkutan.

3. Melakukan pengesahan kecocokan fotokopi dengan surat aslinya (legalisir).

4. Memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta.

5. Membuat akta yang berhubungan dengan pertanahan.

6. Membuat akta risalah lelang.


7. Membetulkan kesalahan tulis dan/atau kesalahan ketik yang terdapat pada minuta akta yang
telah di tanda tangan, dengan membuat berita acara (BA) dan memberikan catatan tentang hal
tersebut padaminuta akta asli yang menyebutkan tanggal dan nomor

II.3 ETIKA

Etika (Yunani Kuno: ethikos, berarti timbul dari kebiasaan) adalah sebuah sesuatu dimana
dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi
mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti
benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

1. Etika Umum

Berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana
manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang
menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau
buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang
membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.

2. Etika Khusus

Merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam
bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan
prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya
menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang
dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana
manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada
dibaliknya

Pengertian Etika Profesi dalam Bidang Akuntansi

Etika Profesi Akuntansi yaitu suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk
manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang
membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus sebagai Akuntan.

III.3 Cakupan Etika Profesi dalam Bidang Akuntansi

Etika Deskriptif Etika Normatif,

Etika secara umum :

1. Etika Umum

2. Etika Khusus

Etika Khusus dibagi lagi


a) Etika individual

b) Etika social

Etika sosial terbagi beberapa bagian :

a) Sikap terhadap sesama

b) Etika keluarga

c) Etika profesi

d) Etika politik

e) Etika lingkungan

f) Etika idiologi

Pengertian Profesi Akuntan

Profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang
akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada
perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan
sebagai pendidik.

Dalam arti sempit, profesi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan
sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak dan
konsultan manajemen.

Profesi Akuntan biasanya dianggap sebagai salah satu bidang profesi seperti organisasi lainnya,
misalnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Supaya dikatakan profesi ia harus memiliki beberapa
syarat sehingga masyarakat sebagai objek dan sebagai pihak yang memerlukan profesi,
mempercayai hasil kerjanya.

Adapun ciri profesi adalah sebagai berikut:

Memiliki bidang ilmu yang ditekuninya yaitu yang merupakan pedoman dalam
melaksanakan keprofesiannya.
Memiliki kode etik sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku anggotanya dalam
profesi itu.
Berhimpun dalam suatu organisasi resmi yang diakui oleh masyarakat/pemerintah.
Bekerja bukan dengan motif komersil tetapi didasarkan kepada fungsinya sebagai
kepercayaan masyarakat.
Pengertian Profesi Teknisi Akuntansi

Teknisi Akuntansi adalah adalah teknisi yang memiliki kompetensi untuk menjadi tenaga
pelaksana pembukuan pada dunia usaha, lembaga pemerintah dan lembaga lainnya

Seorang teknisi akuntansi, lebih sering disebut atau akuntansi petugas pembukuan, yang
dipekerjakan oleh perusahaan untuk mencatat memproses dan membuat laporan keuangan.

Teknisi Akuntansi yang professional adalah teknisi akuntansi yang yang sudah memenuhi
standar kopetensi yaitu: Pencapaian kompetensi profesional pada awalnya memerlukan standar
pendidikan umum yang tinggi, diikuti oleh pendidikan khusus, pelatihan dan ujian profesioanl
dalam subyek-subyek yang relevan, dan pengalaman kerja. Hal ini harus menjadi pola
pengembangan yang normal untuk anggota.Kompetensi harus dipelihara dan dijaga melalui
komitmen untuk belajar dan melakukan peningkatan profesional secara berkesinambungan
selama kehidupan profesional anggota. Pemeliharaan kompetensi profsional memerlukan
kesadaran untuk terus mengikuti perkembengan profesi akuntansi, termasuk diantaranya
pernyataan-pernyataan akuntansi, auditing dan peraturan lainnya, baik nasional maupun
internasional yang relevan. Seorang teknisi akuntansi harus menerapkan suatu program yang
dirancang untuk memastikan terdapatnya kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang
konsisten dengan standar nasional dan internasional.

Prinsip-prinsip Etika Profesi Untuk Ikatan Akuntan Indonesia

Prinsip pertama: Tanggung Jawab Profesi

Dalam prinsip tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota berkewajiban


menggunakan pertimbangan moral dan profesional setiap melakukan kegiatannya.

Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan
peranan tersebut, anggota memiliki tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional
mereka.

Prinsip Kedua: Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan


kepada publik, mengormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas
profesionalisme.

Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani
anggota secara keseluruhan.

Prinsip Ketiga: Integritas

Integritas adalah suatu satu kesatuan yang mendasari munculnya pengakuan profesional.
Integritas merupakan kualitas yang mendasari kepercayaan publik dan merupakan standar bagi
anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya.
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus menjaga tingkat
integritasnya dengan terus memaksimalkan kinerjanya serta mematuhi apa yang telah menjadi
tanggung jawabnya.

Prinsip Keempat: Objektivitas

Objektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota
berdasarkan apa yang telah pemberi nilai dapatkan. Prinsip objektivitas mengharuskan anggota
bersikap adil, tidak memihak, jujur, secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas
dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain

Prinsip Kelima: Kompetensi dan Kehati- hatian Profesional

Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota tidak diperkenankan


menggambarkan pengalaman kehandalan kompetensi atau pengalaman yang belum anggota
kuasai atau belum anggota alami

Pengertian, Peran dan Tujuan K3 dalam Produktivitas Kerja

a) Pengertian K3

Kesehatan, Keselamatan dan keamanan kerja biasa disingkat K3 adalah suatu upaya guna
memperkembangkan kerja sama, saling pengertian, dan partisipasi efektif dari pengusaha atau
pengurus dan tenaga kerja dalam tempat-tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban
bersama dibidang Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja dalam rangka melancarkan
usaha berproduksi. Melalui pelaksanaan Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja ini
diharapkan tercipta tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencermaran lingkungan sehingga
dapat mengurangi atau terbebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Jadi,
pelaksanaan Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja dapat meningkatkan efisiensi dan
produktivitas kerja.

b) Peran K3

1. Stiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya, dalam melakukan

pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.

2. Stiap orang yang berada di tempat kerja perlu terjamin keselamatannya

3. Setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien.

4. Untuk mengurangi biaya perusahaan jika terjadi kecelakaan kerja dan penyakit akibat

hubungan kerja, karena sebelumnya sudah ada tindakan antisipatif dari perusahaan.
c) Tujuan K3

Mencegah dan mengurangi kecelakaan


Mencegah, mengurangi dan memandamkan kebakaran
Mencegah dan mengurahi bahaya peledakan
Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau
kejadian- kejadian lain yang berbahaya
Memberi pertolongan pada kecelakaan
Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja
Mencegah dan mengendalikan timbul atau meyebarluasnya suhu, kelembapan, debu,
kotoran
Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik maupun psikis,
peracunan, infeksi, dan penularan.
Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai
Menyelenggarakan suhu dan kelembaban udara yang baik
Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup
Memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertipan
Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses
kerjanya.
Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang
Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan
Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya
Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya
kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.
BAB III

KESIMPULAN

III.1 Kesimpulan

Sektor ekonomi tersier (dikenal sebagai sektor jasa atau industri jasa) adalah satu dari
tiga sektor ekonomi, yang lainnya adalah sektor sekunder (manufaktur) dan sektor primer
(pertambangan, pertanian, dan perikanan). Definisi umum sektor tersier adalah menghasilkan
suatu jasa daripada produk akhir seperti sektor sekunder. Kadang sebuah sektor tambahan,
sektor kuartener diartikan sebagai berbagi informasi (yang secara normal dimiliki oleh sektor
tersier). Bisnis sektor jasa yang semakin meningkat berfokus pada ide ekonomi pengetahuan
dengan memahami apa yang diinginkan konsumen dan bagaimana mengirimkannya dengan
cepat dan efisien

III.2 Saran

Saran bagi OJK agar agar fungsi dan tujuannya berhasil yang pertama bagaimana mengawasi
industri keuangan secara integrasi. Kedua perlunya regulasi yang lebih harmonis antar sektor
dan bagaimana memperbaiki interkonektivitas layanan.
MAKALAH ETIKA PROFESI

Nama : Salwa
Firda
Sri
Ai Siti
Yulia
Sinta
Risma
Kelas : X Akuntansi 2

SMK MITRA BATIK TASIKMALAYA


Jl. RE Martadinata no 173 Tasikmalaya