Anda di halaman 1dari 6

PERJANJIAN KERJASAMA

_________________________
Dengan
________________________________________
Tentang
______________________
NOMOR :

Yang bertanda tangan di bawah ini :


1. Nama :
NIP :
Jabatan :
Alamat :

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ___________________, yang selanjutnya disebut
PIHAK PERTAMA.

2. Nama :
Pekerjaan :
Alamat :

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri yang selanjutnya disebut PIHAK
KEDUA.
Pada hari ___________________, Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah sepakat dan setuju
untuk mengikat diri pada perjanjian kerjasama ini dengan ketentuan sebagai berikut :
Pasal 1
DASAR PERJANJIAN

Para pihak bersepakat untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan yang terdapat dalam
PERMENKES RI Nomor 31 Tahun 2016 Tentang PERMENKES RI Nomor 889/MENKES/
PER/ V/ 2011 Tentang Registrasi, Izin Praktik, Dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian khususnya
dalam :
- Pasal 2 ayat (1) yang berbunyi: Setiap Tenaga Kefarmasian yang menjalankan
pekerjaan kefarmasian wajib memiliki Surat Tanda Registrasi .
- Pasal 17 ayat (1) Jo ayat (2) yang berbunyi : Setiap Tenaga Kefarmasian yang akan
menjalankan pekerjaan Kefarmasian wajib memilii surat izin . Ayat (2) yang
berbunyi : Izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dalam bentuk a. SIPA
bagi Apoteker; atau
b. SIPTTK bagi Tenaga Teknis Kefarmasian
Pasal 2
MAKSUD DAN TUJUAN

1. Perjanjian Kerja ini dibuat dengan maksud memberikan kepastian dan keterangan kerja
bagi kedua belah pihak dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat
timbul dalam hubungan kerja dikemudian hari.

2. Perjanjian kerja ini bertujuan memberikan pedoman yang jelas mengenai hak dan
kewajiban masing-masing pihak.

Pasal 3
RUANG LINGKUP

Pekerjaan yang diserahkan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua adalah untuk memberikan
____________________ kepada farmasi di __________________ yang membutuhkan
pelayanan dari ____________________

Pasal 4
TATA TERTIB

Dalam melaksanakan pekerjaan tersebut, Pihak Kedua harus tunduk pada tata tertib dan disiplin
kerja yang berlaku di _____________________

Pasal 5
HAK DAN KEWAJIBAN

1. Hak Pihak Pertama :


a. Mensupervisi proses Pengajaran, pelatihan dan Konseling yang telah dilakukan
Oleh Mentor Farmasi kepada Seluruh staff di Unit Farmasi
___________________ serta mengevaluasi pencapaian indikator keberhasilan
yang telah dicapai.
b. Memanggil atau meminta klarifikasi dari Pihak Kedua tentang masalah-masalah
yang timbul selama proses mentoring.
c. Memberikan peringatan lisan dan atau tertulis kepada Pihak Kedua bila terjadi
penyimpangan dalam pelaksanaan tugas.
d. Menjatuhkan sanksi atau membatalkan perjanjian kerja ini jika Pihak Kedua
melakukan perbuatan yang merugikan Pihak Pertama.
2. Kewajiban Pihak Pertama :
a. Menyediakan fasilitas mentoring atau penunjang mentoring termasuk standarisasi
mentoring yang dilakukan di __________________________
b. Memberikan honorarium jasa mentoring kepada Pihak Kedua sesuai dengan
sistem yang telah ditetapkan pada Pasal 6 perjanjian kerja ini.
c. Akan berupaya meningkatkan mutu serta sarana dan prasarana sesuai standarisasi
____________________

3. Hak_Pihak Kedua :

a. Menggunakan fasilitas medis maupun penunjang medis yang tersedia di


_________________ secara hati-hati dan bertanggung jawab dalam melayani
pasien.
b. Menerima honorarium sesuai dengan sistem yang telah ditetapkan oleh
_________________
c. Menyampaikan usul atau pendapat kepada Pihak Pertama untuk dipertimbangkan
demi kemajuan _____________________-

4. Kewajiban Pihak Kedua.

a. Dalam melaksanakan tugas di ______________________ senantiasa menghargai


dan memiliki Visi, Misi dan etika profesi yang searah serta mentaati dan
mematuhi peraturan baik mengenai tarif rumah sakit, peraturan internal
__________ ataupun peraturan lain yang berlaku di ________________
b. Bertanggung jawab terhadap semua akibat hukum dan atau kerugian
materiil/inmaterial dari setiap keputusan yang dilakukan selama memberikan jasa
mentoring di ________________-, yang diatur dalam peraturan tersendiri.
c. Memberikan jasa mentoring kepada farmasi dengan sebaik-baiknya, dan
menjunjung tinggi kode etik farmasi dan kode etik __________________ dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dengan
kesungguhan memberikan jasa mentoring kepada farmasi.
d. Mengikuti pertemuan yang diadakan oleh _________________________
berkaitan dengan proses mentoring farmasi yang telah dilakukan.
e. Dalam hal waktu kerja, di sesuaikan dengan kesepakatan antara Mentor dengan
Unit Farmasi ________________________
f. Turut serta menjaga nama baik __________________________
g. Menjaga kedisiplinan selama memberikan jasa mentoring dengan datang sesuai
dengan jadwal yang telah disepakati bersama.

Pasal 6
HONORARIUM JASA MENTORING

1. Honorarium yang diberikan oleh Pihak Pertama adalah tarif yang disepakati oleh kedua belah
pihak dengan tetap berpedoman kepada Organisasi Profesi dan standar honorarium yang
berlaku di _______________________-
2. Pihak Pertama akan memotong pendapatan mentor farmasi untuk penghasilan sesuai dengan
peraturan perpajakan yang berlaku di _________________________
3. Pembayaran honorarium Pihak Kedua dilakukan secara berkala oleh
_________________________
Pasal 7
WAKTU DAN JAM KERJA

1. Hari kerja normal adalah 5 (lima) hari kerja dari 7 (tujuh) hari kalender.
2. Jam kerja normal 8,5 (delapan setengah) jam kerja untuk 1 (satu) hari kerja dan 42,5 (empat
puluh dua setengah) jam kerja untuk 1 (satu) minggu dalam 5 (lima) hari kerja dalam 7 (tujuh)
hari kalender.

Pasal 8
JANGKA WAKTU PERJANJIAN

Perjanjian kerjasama ini berlaku selama _______________ mulai terhitung sejak tanggal
_________________ sampai dengan pada tanggal _________________, dan diperpanjang
selama ____________ mulai terhitung sejak tanggal _____________ dan berakhir tanggal
_________________

Pasal 9
PERPANJANGAN PERJANJIAN KERJA

1. Perjanjian Kerjasama ini dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama kedua belah pihak.
2. Apabila akan diperpanjang maka Pihak Kedua dapat mengajukan permohonan kepada Pihak
Pertama melalui bagian kepegawaian paling sedikit 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya masa
perjanjian kerjasama ini.
3. Permohonan perpanjangan perjanjian ini harus dilengkapi dengan hasil penilaian kerja Pihak
Kedua oleh ___________________

Pasal 10
PEMUTUSAN PERJANJIAN KERJA

1. Pemutusan Perjanjian Kerjasama ini dinyatakan apabila :


a. Pihak Kedua meninggal dunia
b. Pihak Kedua mengundurkan diri
c. Pihak Kedua telah diterima dan bekerja di tempat lain tanpa persetujuan dari Pihak
Pertama.
d. Keadaan fisik dan atau mental yang mengakibatkan Pihak Kedua tidak dapat
melaksanakan profesinya dengan baik.
e. Jika Surat Izin farmasi atas nama Pihak Kedua dan/atau Surat Izin penunjukan
telah berakhir jangka waktunya dan tidak diperpanjang.
f. Pihak Pertama dapat memutuskan perjanjian kerjasama ini secara sepihak tanpa
kewajiban membayar gaji kepada Pihak Kedua, jika Pihak Kedua terbukti secara
jelas tidak mematuhi peraturan yang berlaku di _______________ khususnya dan
________ pada umumnya, ataupun Pihak Kedua telah dijatuhi hukuman pidana
yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

2. Hubungan kerja antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua putus demi hukum dengan
berakhirnya masa perjanjian kerjasama ini, tanpa ada kewajiban dari Pihak Pertama untuk
membayar uang pesangon maupun uang pisah.

3. Apabila Pihak Kedua akan memutuskan perjanjian kerjasama ini sebelum masa kontrak
berakhir, maka Pihak Kedua harus memberitahukan kepada Pihak Pertama minimal 1(satu)
bulan sebelumnya secara tertulis.

4. Jika Pihak Kedua memutuskan perjanjian ini secara sepihak sebelum masa kerja yang
ditentukan dalam perjanjian kerjasama ini berakhir, maka sisa masa kerja yang tertinggal
tidak dibayar oleh Pihak Pertama.

Pasal 11
PERSELISIHAN

Pada prinsipnya kedua belah pihak berupaya menghindari terjadinya masalah sehubungan
dengan hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam perjanjian kerja ini. Namun apabila
musyawarah dan mufakat tidak tercapai maka kedua belah pihak memilih kedudukan hukum
yang tidak dapat diubah yaitu di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Malang.

Pasal 12
KEADAAN KAHAR

1. Yang dimaksud dengan keadaan kahar adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar
kemampuan kedua belah pihak untuk mengatasinya, antara lain : bencana alam (gempa bumi,
tanah longsor dan banjir), kebakaran, perang, huru hara, pemogokkan, pemberontakan,
epidemi atau peristiwa yang dianggap sebagai keadaan kahar oleh kedua belah pihak yang
secara keseluruhan berakibat langsung dengan pelaksanaan Perjanjian ini.

2. Dalam hal salah satu pihak tidak dapat melaksanakan kewajibannya karena suatu keadaan
kahar, maka hal tersebut tidak dapat dianggap sebagai suatu pelanggaran atas perjanjian ini,
dan hal tersebut harus diberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya dalam waktu 3 x 24
jam sejak terjadinya Keadaan Kahar.

3. PARA PIHAK dibebaskan dari tuntutan kerugian atau kompensasi atas kerusakan-kerusakan
yang terjadi karena keadaan Kahar.
Pasal 13
PENUTUP

Demikian perjanjian kerja ini dibuat oleh para pihak dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan
rohani serta tanpa paksaan dari pihak manapun juga dalam rangkap 2 (dua) yang masing-masing
mempunyai bunyi dan kekuatan hukum yang sama dan dengan diberi meterai yang cukup,
dimana salah satu rangkap akan menjadi pegangan/milik Pihak Kedua.

Ditandatangani di :
Pada tanggal :

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA