Anda di halaman 1dari 39

WALIKOTA SURAKARTA

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA

TENTANG

PETUNJUK PELAKSANAAN PENGEMBANGAN KELURAHAN LAYAK ANAK


KOTA SURAKARTA

WALIKOTA SURAKARTA,

Menimbang : a. bahwa anak sebagai generasi penerus bangsa perlu


mendapatkan perlindungan, birnbingan, pendidikan dan
pelayanan kesehatan sesuai dengan hak-hak mereka
sebagai anak, ha1 tersebut perlu dilaksanakan di Kota
Surakarta dengan melibatkan semua komponen masyarakat
dan pemerintah;

b. bahwa untuk pemenuhan hak-hak anak perlu dikerr~bangkan


Program Kota Layak Anak, dan sebagai upaya ur~tuk
mencapai keberhasilan Kota Layak Anak di Kota Surakarta
maka dikembangkan pula Kecamatan dan Kelurahan Layak
anak sebagai sasaran program adalah keluarga;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud


pada huruf a dan huruf b, maka perlu ditetapkan Peraturan
WaIi kota Surakarta tentang Petunjuk Pelaksanaan
Pengembangan Kelurahan Layak Anak Kota Surakarta;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang


Pembentukan Daerahdaerah Kota Besar Dalam Lingkungan
Propinsi Jawa-Timur, Jawa Tenga h, Jawa Barat dan Daerah
Istimewa Yogya karta (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 1950 Nomor 45);

2. Undang-Undang Nonior 4 Tahun 1979 tentang


Kesejahteraan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1979 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nonior 3143);

3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan


Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk
Diskriminasi Terhadap Wanita (CEDAW) (Lembaran IVegara
Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 29, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomcr 3277);
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 Pengadilan Anak
(Lembaran Negara Rep~tblikIndonesia Tahun 1997 Nomor
3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3668);

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi


Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999
Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3886);

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengesahan


ILO Convention Concerning the Prohibition and Immediate
Action for the Elimination of the Worst Forms of Child
Labour (Konvensi ILO Nomor 182 Mengenai Pelanggaran
dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-bentuk
Pekerjaan Terburuk Untuk Anak) (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 30, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3941);

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan


Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republjk Indonesia
Tahun 2000 Nomor 2088, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4026);

Undang-Undang Nomor 23 Ta hun 2002 tentang


Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4235);

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang


Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4389);

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang


Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 95,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
44 19);

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang


Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4844);
12 Wndang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tah1.m 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4438);

13 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang


Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4578)

14 Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang


Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3952);

15 Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang


Pengesahan Convention on the Rights of the Child (Konvensi
Hak-hak Anak);

16 Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2002 tentang Rencana


Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial
Anak (RAN PESKA);

17 Keputusan Presiden Nomor 88 Tahun 2002 tentang


Rencana Aksi Negara Perdagangan (Trafiking) Perempuan
dan Anak;

18 Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 2004 tentang Rencana


Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 2004-2009;

19 Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2006


tentang Penanggulangan Eksploitasi Seksual Komersial
(Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2006 Nomor 13
Seri E);

20 Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2008


tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota
Surakarta (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008
Nomor 6);

Memperhatikan : Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan IVomor 02


Tahun 2009 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak.

MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN
KELURAHAN LAYAK ANAK KOTA SURAKARTA.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dali3m Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kota Surakarta;
2. Pemerintah Daerah adalah Walikota beserta perangkat daerah otonom yang lain
sebagai badan eksekutif daera h;
Walikota adalah Walikota Surakarta;
Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk
anak yang masih dalam kandungan
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri, atau
suami-istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya, atau
keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai derajat ketiga.
Masyarakat adalah perseorangan, keluarga, kelompok, organisasi sosial dan/ atau
organisasi kemasyarakatan di Kota Surakarta.
Hak anak adalah bagian dari Hak Asasi Manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan
dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara.
Orang Tua adalah ayah danlatau ibu kandung, atau ayah danlatau ibu tiri, atau
ayah danlatau ibu angkat.
Wali adalah orang atau badan yang dalam kenyataannya menjalankan kekuasaan
asuh sebagai orang tua terhadap anak
Layak adalah kondisi fisik dan non fisik suatu wilayah dimana aspek-aspek
kehidupannya memenuhi unsur-unsur yang diatur dalam Konvensi Hak Anak
danlatau Undang-Undang Perlindungan Anak;
Kebijakan Kota Layak Anak adalah pedoman penyelenggaraan pembangunan Kota
melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat, dan
dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk
memenuhi hak anak;
Kota Layak Anak adalah sistem pembangunan satu wilayah administrasi yang
mengintegrasikan komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia
usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam program dan
kegiatan pemenuhan hak anak.
Kecamatan Layak Anak adalah Kecamatan yang menjamin hak setiap anak
sebagai warga masyarakat.
Kelurahan Layak Anak adalah Kelurahan yang menjamin hak setiap anak sebagai
warga masyarakat.
Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak
dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara
optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat
perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Konvensi Hak Anak (KHA) adalah pejanjian yang mengikat secara yuridis dan
politis di antara berbagai negara yang mengatur hal-ha1 yang berhubungan dengan
Hak-hak Anak
Rencana Aksi Kelurahan Layak Anak (RA-KLA) adalah dokumen rencana yang
memuat programlkegiatan secara terintegrasi, dan terukur yang dilakukan oleh
SKPD, Lembaga, organisasi, masyarakat dalam jangka waktu tertentu, sebagai
instrumen dalam mewujudkan Kelurahan Layak Anak.
Taman Cerdas adalah ternpat untuk mendapatkan pendidikanlpengetahuan,
pengembangan bakatlkreasi se~ii/ketrampilan,perpustakaan, pengenalan tehnologi
informasi, dan sebagai tempat bermain, tempat rekreasi tempat memperkenalkan
dan beradaptasi dengan lingkungan.
19. Tempat bermain adalah tempat untuk bermain anak-anak dengan sarana dan
prasarana yang telah disediakan bisa berupa alat-alat bermain (bandulan,
trowongan, panjatan, plorotan, alat bermain edukatif, dan lain-lain)
20. Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Surakarta yang selanjutnya
disingkat PTPAS adalah gabungan dari beberapa institusi/lembaga/organisasi yang
mempunyai kepedulian terhadap persoalan perempuan dan anak yang berbentuk
konsorsium.

BAB I1
1 ASAS DAN TUJUAN
Pasal 2
I

I (1) Kelurahan Layak Anak dilaksanakan berdasarkan asas:


a. Penghormatan dan pengakuan atas hak asasi manusia/hak asasi anak dan
martabat kemanusiaan yang sama.
b. Pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak.
c. Non Diskriminasi

(2) Kelurahan Layak Anak dilaksanakan dengan tujuan Umum yaitu untuk membangun
inisiatif pemerintah Kelurahan yang mengarah kepada upaya transformasi Konvensi
PBB tentang Hak Anak dari kerangka hukuni ke dalam definisi, strategi, dan
intervensi pembangunan seperti kebijakan, kelernbagaan, program dan kegiatan
I yang peduli anak.

Kelurahan Layak Ana k dilaksanakan dengan tujuan khusus :


a. Mengembangkan kebijakan tentang lingkungan yang layak untuk anak.
b. Memobilisasi surr~berdayadan semua mitra kerja potensil di Kelurahan;
c. Menyusun dan memantau kerangka pemerintah kelurahan Layak Anak dengan
mekanisme berkelaojutan;
d. Menyusun strategi, program, kegiatan dan anggaran untuk mengembangkan
kemampuan kelurahan dalam mewujudkan Kelurahan Layak Anak.
e. Memperkuat peran Pemerintah Kelurahan dalam menyatukan tujuan
pembangunan daerah dalam bidang Perlindungan Anak;
f. Menyusun baseline data tentang situasi anak di tingkat kelurahan sebagai dasar
untuk merumuskan dan merencanakan prograni yang terbaik untuk anak;
g. Memperkuat kemampuan keluarga dalam mewujudkan kesejahteraan dan
perlindungan anak.

BAB I11
PRINSIP, STRATEGI DAN SASARAN
Pasal 3
( 1 Prinsip Kelurahan Layak Anak adalah :
a. Non Diskriminasi yaitu prinsip yang tidak membedakan suku, ras, agama, jenis
kelamin, status sosial, status ekononyi, asal daerah, kondisi fisik maupun psikis
anak;
b. Kepentingan terbaik untuk anak yaitu menjadikan kepentingan yang terbaik
bagi anak sebagai pertimbarlgan utama dalam setiap penganqbilan keputusan
yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan/atau Pemerintah Kota, Badan
Legislatif, Badan Yudikatif dan lembaga lainnya yang berhubungan langsung
maupun tidak langsung dengan anak;
c. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan yaitu melindungi hak
asasi anak sebagai hak yang paling mendasar dalam kehidupan anak yang
dilindungi oleh negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua;
d. Penghargaan terhadap pendapat anak yaitu penghormatan atas hak-hak anak
untuk berpartisipasi dan menyatakan pendapatnya dalam pengambilan
keputusan terutama jika menyangkut hal-ha1 yang mempengaruhi kehidupan
anak.

(2) Strategi Kelurahan Layak Anak adalah :


a. Menumbuhkan dan memaksimalkan peran kepemimpinan kelurahan;
b. Mengembangkan pendidikan, kesehatan dan kesadaran publik mengenai visi
tentang anak;
c. Melakukan analisis situasi anak secara berkelanjutan untuk advokasi,
perencanaan, monitoring dan evaluasi;
d. Membangun kemitraan dan memperluas aliansi untuk anak;
e. Memperkuat peraturan perundang-undangan dan pelaksanaan penegakan
h1.1 ~ LmI
f. Memperkuat jaringan untuk pemantauan pelaksanaan perlindungan anak dalam
situasi khusus.
g. Memberdayakan keluarga melalui kelembagaan dan program pernbaugunan
masyarakat.
h. Memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah yang berhasil
i. Membuat laporan tahunan Kelurahan tentang anak.

(3) Sasaran Kelurahan Layak Anak adalah semua anak usia sampai 18 tahun, termasuk
yang masih dalam kandungan, tanpa diskriminasi, dan yang berdomisili maupun
yang melakukan aktifitas di Kota Surakarta.

BAB IV
PROGRAM, RUANG LINGKUP DAN LOKASI
Pasal 4

( 1 Program Kelurahan Layak Anak mengacu pada Program Tingkat Kota Surakarta
yang mengangkat 4 (empat) bidang yaitu :
a. Bidang Kesehatan;
b. Bidang Pendidikan;
c. Bidang Perlindungan Anak;
d. Bidang Partisipasi anak.

(2) Ruang Lingkup Kelurahan Layak Anak mengacu pada ruang lingkup Kota Layak
Anak Kota Surakarta yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan
dengan implementasi hak anak, meliputi perr~bangunandi bidang :
a. Kesehatan;
b. Pendidikan;
c. Sosial;
d. Hak Sipil dan Partisipasi;
e. Perlindungan Hukum;
f. Perlindungan Ketenagakejaan;
g. Infrastruktur;
h. Lingk~~ngan hidup dan pariwisata;

(3) Lokasi Kelurahan Layak Anak adalah 51 (lima puluh satu) Kelurahan di 5 (lima)
Kecamatan se Kota Surakarta.
BAB V
KEBERHASILAN, TAHAP PELAKSANAAN, DAN KEPENGURUSAN
Pasal 5
( 1 Keberhasilan Kota Layak Anak di Kota Surakarta didukung oleh semua komponen
yang mempunyai kepedulian terhadap anak, termasuk harus dilakukan oleh 5
(lima) Kecamatan dan 51 (lima puluh satu) Kelurahan, dengan sasarannya adalah
keluarga. Diharapkan semua keluarga ramah anak, artinya bahwa keluarga harus
memperhatikan hak-hak anak yaitu hak untuk mendapatkan kehidupan, hak untuk
tumbuh dan berkembang, hak mendapatkan perlindungan dan hak untuk ikut
berpartisipasi dalam keluarga.

(2) Tahap pelaksanaan yang dilakukan di tingkat kelurahan adalah :


a. Sosialisasi Pengembangan Kota Layak anak;
b. Pelatihan Pendekatan Partisipatif (penunjukan fasilitator dan pembentukan
Gugus TugaslTim Kelurahan Layak Anak);
c. Musyawarah masyarakat (Identifikasi permasalahan anak di tingkat kelurahan) ;
d. Pendataanlbeseline data
e. Penyusunan dan penentuan fokus dan prioritas program kej a yang dituangkan
dalam Rencana Aksi Kelurahan Layak Anak;
f. Pelaksanaan program dalam Rencana Aksi Kelurahan Layak Anak;
g. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan.

(3) Kepengurusan dalam Gugus Tugas/ Tim Kel~~rahan


Layak Anak :
a. Penanggungjawab
b. Ketua
c. Sekretaris
d. Bendahara
e. Koordinator Bidang terdiri dari :
1) Bidang Kesehatan Anak;
2) Bidang Pendidikan Anak;
3) Bidang Perlindungan Anak;
4) Bidang Partisipasi Anak.
f. Fasilitator.

(4) Susunan anggota kepeng~~rusandibahas dan ditunjuk dalam musyawarah


kelurahan, bersifat sukarela dan mempunyai kepedulian serta komitmen yang sama
terhadap kelancaran jalannya pengembangan Kelurahan Layak Anak.

Pasal 6
Pananggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a, adalah Kepala
Kelurahan yang mempunyai tugas bertanggung jawab atas pelaksanaan dan
keberhasilan Kelurahan Layak anak.

Pasal 7
Ketua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b, adalah tokoh masyarakat yang
mempunyai tugas mengkoordinir anggotanya untuk pelaksanaan dan keberhasilan
Kelurahan Layak anak.
Pasal 8
Sekretaris sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c, adalah tokoh masyarakat dan
mempunyai tugas membantu Ketua dalam mengkoordinasikan tugas dan fungsi serta
administrasi, menyelenggarakan rapat-rapat, bertanggungjawab kepada Ketua dalam
rangka pelaksanaan dan keberhasilan Kelurahan Layak anak.

Pasal 9
Bendahara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf d, adalah tokoh masyarakat dan
mempunyai tugas membantu Ketua dalam ha1 mengatur keuangan dan administrasinya,
serta SI-rat pertanggungjawaban kepada Pemerintah Kota Surakarta dalam rangka
pelaksanaan dan keberhasilan Kelurahan Layak anak.

Pasal 10
Koordinator Bidang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf e, adalah tokoh
niasyarakat yang memp~~nyaitugas mengkoordinir anggota bidang kesehatan,
pendidikan, perlind~~ngananak, partisipasi anak dalam pelaksanaan dan keberhasilan
Kelurahan Layak anak, meliputi :
a. Bidang Kesehatan Anak sebagaimana dimaksud pasal 5 adaiah Aparat Pemerintah di
Puskesmas dan Tokoh masyarakat yang mempunyai tugas melaksanakan program
kesehatan anak dalam mencapai keberhasilan Kelurahan Layak anak;
b. Bidang Pendidikan Anak sebagaimana dimaksud pasal 5 adalah Tokoh Pendidikan
dan Tokoh masyarakat yang mempunyai tugas melaksanakan program pendidikan
anak dalam mencapai keberhasilan Kelurahan Layak anak;
c. Bidang Perlindungan Anak sebagaimana dimaksud pasal 5 adalah Aparat Penegak
Hukum di kelurahan dan Tokoh masyarakat yang mempunyai tugas melaksanakan
program Perlindungan anak dalam mencapai keberhasilan Kelurahan Layak anak;
d. Bidang Partisipasi Anak sebagaimana dimaksud pasal 5 adalah tokoh Anak dan
Tokoh masyarakatJTokoh Pemuda (sebagai Pendamping Anak) yang mempunyai
tugas melaksanakan program Partisipasi anak dalam mencapai keberhasilan
Kelurahan Layak anak;

Pasal 11
(1) Fasilitator sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf f, adalah seorang tokoh
masyarakat yang mampu menggerakkan masyarakat dan sebagai mediator antara
masyarakat dan pemerintah, serta mempunyai kepedulian terhadap anak.

(2) Fasilitator terdiri dari :


a. Ketua RW/RT
b. Petugas Kesehatan Puskesmas
c. Aparat Kelurahan
d. Tokoh Pendidikan
e. Tokoh Agama
f. Tokoh Masyarakat
g. Aparat Penegak Hukum di Kelurahan
h. Tokoh Anak
i. Tokoh Pemuda
j. Tokoh Perempuan

(3) Fasilitator bisa masuk menjadi anggota Gugus Tugasmm Kelurahan Layak Anak
BAB V I
INDIKATOR KELURAHAIV LAYAK ANAK
Pasal 12
(1) Indikator Dasar Kelurahan Layak Anak mengacu 4 (ernpat) Bidang yaitu Kesehatan,
Pendidikan, Perlindungan, Partisipasi dengan perincian sebagaimana tersebut
dalam Lampiran IPeraturan Walikota ini.

(2) Dalam rangka pengembangan indikator dan untuk meningkatkan peran masyarakat
dalam perlindungan anak maka perlu dibentuk Tim Pelayanan Terpadu
Perlindungan Perernpuan dan Anak, dan sebagai tempat pelayanan ada di
kelurahan dapat berbentuk Pos Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan
Anak Kelurahan, dengan perincian kepengurusan sebagaimana tersebut dalam
Lampiran 11Peraturan Walikota ini.

(3) Sebagai dasar kelancaran dalam melakukan pelayanan terpadu kepada


masyarakat, maka perlu disusun Standart Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan
Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak, sebagaimana tersebut dalam
Lampiran I11 Peraturan Walikota ini.

BAB VII

TANGGUNGJAWAB PEMERINTAH, ORANG TUA, KELUARGA


DAN MGYARAKAT

Bagian Kesatu
Tanggungjawab Pemerintah

Pasal 13
Tanggungjawab Pemerintah :
a. Berkewajiban dan bertanggungjawab menghormati dan menjamin hak asasi anak
tanpa diskriminasi
b. Memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan Kelurahan
Layak Ana k.
c. Menjamin perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan anak dengan
memperhatikan hak dan kewajiban orang tua, wali dan orang lain yang secara
hukum bertanggungjawab terhadap anak.

d. Memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan haknya dalam


mengeluarkan pendapat sesuai dengan usia dan kecerdasan anak.

Bagian Kedua
Tanggungjawab Orang Tua
Pasal 14
Tanggungjawab Orang Tua adalah :
a. Memenuhi hak-hak anak dalam mengasuh, rnernelihara, mendidik, dan melindungi
anak
b. Menumbuhkernbangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya
c. Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak.
Bagian Ketiga
Tanggungjawab Keluarga
Pasal 15
Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunyai Tanggungjawab dalam :
a. Meningkatkan peran serta keluarga sebagai wahana bagi anak untuk bersosialisasi
dan beradaptasi dengan lingkungannya.
b. Membimbing, memberikan pendidikan, arahan dan ruang partisipasi kepada anak-
anak.
c. Melakukan pengawasan terhadap anak
d. Mendorong dan mengarahkan anak

Bagian Keempat
Tanggungjawab Masyarakat
Pasal 16
Tanggungjawa b masyarakat adalah
a. Merrlberikan keserrlpatan kepada anak untuk menggunakan haknya dalam Menjamin
perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan anak dengan memperhatikan hak
dan kewajiban orang tua, wali dan orang lain yang secara hukum bertanggungjawab
terhadap anak.
b. Berkewajiban dan bertanggungjawab menghormati dan menjamin hak asasi anak
tanpa diskrirninasi
c. Menjamin perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan anak dengan
niemperhatikan hak dan kewajiban orang tua, wali dan orang lain yang secara
hukum bertanggungjawab terhadap anak

BAB VIII
PEMBIAYAAN
Pasal 17
Segala biaya untuk pelaksanaan Kelurahan Layak Anak dibiayai dari :
1. APBlV melalui SKPD terkait;
2. APBD Provinsi melalui SKPD terkait;
3. APBD Kota Surakarta melalui SKPD terkait;
4. APBD melalui Dana Pembangunan Kelurahan;
5. Swadaya murni masyarakat;
6. Sumber dana lain yang sah menurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

BAB I X
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 18
Ketentuan lebih lanjut sebagai pelaksanaan Peraturan Walikota ini diatur dengan
Keputusan Kepala Kelurahan.
~asal19
Peraturan Walikota ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota


ini dengan penernpatannya dalam Berita Daerah Kota Surakarta.

Ditetapkan di Surakarta
pada tanggal 11 JUfl I 2010

P A L I K O T A SURAKARTA,

*ws
Diundangkan di Surakarta

BERITA DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2010 NOMOR 21


LAMPIRAN I : PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA
NOMOR :
TANGGAL :

KERANGKA KERJA RENCANA AKSI PENGEMBANGAN KELURAHAN LAYAK ANAK


KOTA SURAKARTA

BIDANG KESEHATAN
/
- 1 z

NO INDIKATOR KEGIATAN TUJUAN WAKTU 1 SUMBERDANA


PENANGGUNG
JAWAB
PELAKSAN

1.
I
I Kelahiran bayi dengan
berat badan Lahir Normal
I
la. komunikasi, Informasi, edukasi
kesehatan pada ibu hamil
I
1 Meningkatkan
I
pengetahuan 1 2009-2015
kesehatan ibu hamil
/
,
APBD Kota
Surakarta
1 /
Dinas Kesehatan ~uskesmas,
PKK
pada tahun 2015 tercapai b. Pendekatan keluarga untuk ibun Meningkatkan kesadaran
100 % hamil dengan faktor resiko dan dan dukungan keluarga
resiko tinqgi
c, Pemberian Makanan Tambahan Meningkatkan status gizi
bagi ibu hamil dengan anemia

!
1 dan KEK

. komunikasi, Informasi, edukasi Dinas Kesehatan 1 Puskesmas,


p-

2. Angka kematian bayi Meningkatkan kesadaran 2009-2015 Swadaya


berkurang 50 OO/ dari tentang manfaat Posyandu keluarga untuk aktif Masyarakat Posyandu,
tahun sebelumnya mengikuti kegiatan i PKK
posyandu
b. komunikasi, Informasi, edukasi Meningkatkan cakupan 2009-2015
peningkatan pemberian AS1 pemberian AS1 eksklusif Surakarta
Eksklusif
c. Akomodasi rujukan ibu hamil
dengan faktor resiko dan resiko
Untuk mengetahui Deteksi 2009-2015
Dini kelainan bawaan pada
APBD Kota
Surakarta
1, Dinas Kesehatan
tinggi.
Bayi rnendapatkan . Pernberian Imunisasi di Meningkatkan cakupan APBD Kota Dinas Kesehatan Puskesmas,
imunisasi dasar lengkap Posyandu irnunisasi dasar lengkap Surakarta PKK,
pada tahun 2015 tercapai Toganomas
100 % . Pendekatan kepada tokoh Meningkatkan kesadaran
agama dan tokoh masyarakat kesehatan menurut
terkait dengan imunisasi bagi pendekatan agama
bayi.
--
Deteksi Dini tumbuh a. Deteksi Dini Turnbuh Kernbang Mengetahui sedini rnungkin APBD Kota Dinas Kesehatan Puskesmas,
kernbang anak sampai Balita kelainanlpenya kit Sura karta PKK,
tahun 2015 tercapai 100 Posyandu
Yo b. Akornodasi rujukan dengan Tertanganinya balita dengan
kelainan kalainan
p-

Bayi dan balita dengan a. Pernberian Makanan Tambahan Meningkatkan status gizi APBD Kota Dinas Kesehatan Puskesmas
gisi buruk tertangani 100 bagi bayi dan balita bayi dan balita Surakarta PKK
Yo Posyandu
b. komunikasi, Inforrnasi, edukasi Meningkatkan kesadaran,
tentang cara pernberian pengetahuan masyarakat
makanan dan AS1 Eksklusif
--
. Pendekatan kduarga yang Meningkatkan kesadaran
rnempunyai balita dengan gizi keluarga pentingnya status
buruk gizi yang baik
25 % ~ o s ~ a n dpads
u a. Pendekatan masyarakat untuk Meningkatkan swadaya APBD Kota Dinas Kesehatan Puskesmas,
tahun 2015 menjadi peduli pada Posyandu n~asyarakat Surakarta PKK,
Mandiri Dikpora,
b. Peningkatan peran pernbina Meningkatkan status strata Disperindag
Posyandu, yaitu DKK, Dikpora, posyandu
Disperindag, Dinas Pertanian,
Baperrnas P3AKBI PKK
-
-
c. Penarnbahan tenaga kesehatan Meningkatkan kapasitas
tenaga kesehatan
penekanan terhadap industri
rumah tangga untuk rl~mahtangga yang aman
menyediakan makanan sehat.

Rumah sehat pada tahun


2015 tercapai 100 O/O 1 Komunikasi.
kesehatan lingkungan masyarakat untuk hidup
APBD Kota
Surakarta
Dinas Kesehatan ~usikesGii,
Badan

I
T - G ~ ~
Pemetaan usulan perbaikan
sanitasi yang sehat
k a t k a n
yang terkait dengan sanitasi
~
Lingkungan
hidup,
Bidan

-
F ~ e i jkti~ a
lingkungan
---
Kasus HIV AIDS APBD Kota Dinas Kesehatan Puskesrnas,
tertangani 100 O/O HIVIAIDS dsn kesehatan anak mengenai HIVIAIDS Surakarta LSM,
reproduksi remaja dan kesehatan reproduksi KPAD

-- --
Peningkatan pemahaman
menghilangkan stigmatisasi

pr
tentang anak dengan AIDS.
--
Pemasangan
leaflet, dl1 stiker. spanduk. T G y a masyarakat
mengetahui informasi yang
terkait dengan HIV/AIDS

l(ll~*l_p~p~
d. penyediaan
untuk fasilitas/ruangan bermasalah
Untuk supayakesehatannya
anak yang

mendapatkan penanganan
I
e. peningkatan kapasitas tenaga Untuk meningkatkan
kesehatan ketrampilan tenaga
kesehatan dibidang
HIVIAIDS
-
Remaja dengan kasus a. Screening kesehatan pada anak Untuk deteksi dini APBD Kota Dinas ~ e s e h a t a " Puskesmas
(rokok, NAPZA, kekerasan s/d SLTA kesehatan pada anak Surakarta Dikpora,
seksual, ESKA, pergaulan Poltabes
bebas, anemia, dll) dapat b,,Penyediaan fasilitas layanan Untuk supaya anak yang LSM
tertangani secara medis, kesehatan (konseling, therapi, bermasalah kesehatannya
tercapai 100 O h di Tahwn dll) mendapatkan penanganan
2015 khusus
--
c. Peningkatan kapasitas tenaga Untuk meningkatkan
kesehatan ketrampilan tenaga
kesehatan khususnya
dalam penanganan anak
Yang bermasalah
kesehatannya
-ppp-pp--

d. kejasama dengan jejaring Menguatkan jejaring dalam


kerja yang terkait kasus mengatasi kasus

I
i
ppppp
---- -~ I
a. komunikasi, Informasi, edukasi Untuk menurunkan anqka APBD Kota Dinas K e s e h a t a ~ ~ ~ k e s m a s ,
mengenai diare kematian anak karena diare ( Dinas Pertanian,
diare sampai 0.003/~ 1 PKK
b~kom~~dasi anak yang
I
---
15. Bayi yang mendapatkan a. Sosialisasi 1nis1asiMenyusu Dini Untuk menjamin tumbuh
AS1 Eksklusif tercapai 50 (IMD) pada wanita usia Subur, kembang anak Posyandu
O/o Nakes dan keluarga
I
-1
- 7---
b. ~en~ediaanPojok menyusui di memberikan
tempat-tempat umum kemudahan bagi ibu
menyusui di tempa- umum.

16. Anemia pada anak (TK s/d a. komunikasi, ~nformasi,edukasi Meningkatkan pengetahuan ; 2009-2015 APBD Kota
SLTA) tertangani sampat mengenai gizi seimbang F yang
~ ~bergisi
r r tmakanan
a i DIKPORA

I loo I

,7
O'
b. Pemeriksaan HB Untuk mengetahui kadar HB

1 c. Pemberian tablet Fe Untuk meningkatkan kadar


HB anak II

Puskesmas pada a. Peningkatan sumber daya meningkatkan 2009-2015 APBD Kota 1 Dinas
tahun 2015 menjadi manusia pelayanan kepada anak, Surakarta 1
Puskesmas Ramah Anak b. Peningkatan Kapasitas tenaga sehingga anak-anak lebih i
kesehatan mudah tertangani masalah
c. penyediaan fasilitas
berkepentingan pada anak
(tempat bermain, gambar-
gambar yang disenangi anak,
dll)
d. Penyediaan sarana untuk anak
berkebutuhan khusus
e. membangun jejaring dengan
pihak-pihak yang konsen
L
- -dibidarigesehatan
- -- anak
- -- - -- - ---
18. Adanya Peningkatan a. Pendataan Ibu Haniil S'emua ibu hamil tertangani APBD Kota PKK Kader
Peran Gerakan Sayang b. Pengadaan Ambulance Desa sehingga ibu dan anak sehat Surakarta DAK Kesehatan
Ibu terlaksana 100 O/O c. Kelompok Donor Darah dan selamat Masyarakat,
d. Dana ~ehat: Posyandu,
e. Program Pelrencanaan RTJRW,
pertolongan persalinan LPMK
pencegaha~ikomplikasi
f. Rujukan persalinan ke tenaga
kesehatan

I
I
~ d a i Profil
a kesehatan
anak tersedia 100 C'/~ di
Lima Kelurahan
a. Pembuatan Profil Kesehatan
Anak
b. Meinbangun jejaring dengan
pihak-pihak yang konsen
dibidang kesehatan~anak.
-

kesehatan anak
--
Llntuk mengetahui
gambaran tentang situasi
I -
2(109-2015 APBD Kota
Surakarta
Dinas ~esehatanPuskesmas,
Perguruan
Tinggi,
Kelurahan,
PKK,
LSM
- ----- --
Melakukan monev terhadap Untuk mengetahui 2009-2015
terhadap kegiatan pelaksanaan Rencana Aksi perkembangan pelaksanaan Surakarta Kelurahan, BKI
Layak Anak dibidang R.encana Aksi Kelurahan
Kesehatan Layak Anak dibi~ang
K.esehatan
-- - ---
-- BIDANG PENDIDIKAN
- --

m m
( u a anaakuia 1-4 tahun
sekolah PAUD
-b KEGIATAN
1. Sosialisasi PAUD kepada orang
tua dan anak melalui RT, RW,
PKK
TUJUAN

masyarakat - tentan.g 1
PAUD, Pertama
sehingga orang tua dan anak tahun 2010
SUMBER DANA

APBD Kota
Surakarta
DPK
PKK, Oikpora (~k
Bapermas P3AKB
akan rnenyekdahkan di PAUD. PNPM Mandiri
2. Pendataan Anak usia 1-4 tahun APBD Kota Kelurahan, L P M ~
usia 1-4 tahun (usia PAUD) Sura karta PKK, Dikpora (PLS),
Bapermas P3AKB
PNPM Mandiri

i
3. Pendataan anak usia 1-4 tahun Untuk mengetahui jumlah Dikpora,
untuk anak yang tidak mampu usia 1-4 tahun (usia PAUD), Pertama Surakarta Kelurahan, LPMK,PK
sehingga dapat mengakses
dengan murah. Jateng
-
-
4. Inventarisasi kebutuhan sarana Untuk mencukupidan terdata Triwulan APBN Dikpora,
dan prasarana pengelolaan segala kebutuhan PAUD Pertama Swasta Kelurahan,LPMK, PK
PAUD tahun 20110 1 Swadaya
masyarakat
1 PNPM Mandiri
5. Diktat guru/~engelolaPAUD APBD Kota Dikpora,
dengan biaya murah Surakarta Kelurahan,LPMK, PK

PNPM Mandiri

Im
T
-

6. Pengenalan APE terhadap anak Untuk meningkatkan kreatifitas Triwulan APBD Kota Dikpora,
Pra TK anak melalui permainan APE Surakarta Kelurahan,LPMK, PK
tahun 20110 Swasta
PNPM Mandiri
z 5- . am mn,
-<mu 3
"3 % - "
Far,
3
WID D
3 3 3
5% "
W F F
3 c E.
eu "
5s
aaz
+

2 am
E F-
3-3 "
3

Z mE uZ S r+
e m m c
*-ah
P 3 m 3
:s?bD
mu, 3
s z 7 i w
c
3 se2.
-. g
Rx
U)

aJ 3
1.
7i.1
Ex
aazg
a a,,
2 8%3
%=' 3 z
L?' ar
E
3
=
Swasta
Swadaya
masyarakat
PNPM Mandiri

2. Penambahan SMK plus dan Pemerataan kesempatan %iwulan I APBN Dikpora,


pengadaan SMU Plus mengikuti pendidikan dan I1 APBD Provinsi Kelurahan,LPMK,Pt
SMU/SMK/MA tahun 2010 Jateng
APBD Kota
Surakarta
Swasta
Swadaya
Masyarakat
PNPM Mandiri
---~
Lingkungan aman, sehat I. Pembuatan masterplan yang Pengembangan lingkungan Triwu~an-I APBN BAPEDA
menyenangkan bagi anak jelas untuk setiap sekolah pendidikan yang menimbulkan dan I1 APBD Provinsi DPU
sekolah suasana pendidikan yang nyaman tahun 2010 APBD Kota DTK
dan aman Surakarta DIKPORA
Swasta Kelurahan,LMPK,Pt
Swadaya DISHUB
Masyarakat
PNPM Mandiri
-- - - -- ---

2. Penyediaan rambu-rambu lalu Memberikan rasa aman, nyaman Triwulan I V APBD Kota Kelurahan,LMPK,PI
lintas di lingkungan sekolah di bagi anak sekolah tahun 2010 Surakarta DISHUB
tingkat Kelurahan DPK
PNPM Mandiri
-
Anak putus sekolah (di bawah 1. Pendataan anak putus sekolah Untuk mengetahui jumlah anak Triwulan I APBD Kota Kelurahan,LMPK,PI
18 tahun) disalurkan ke putus sekolah, sehingga dapt Tahun 2010 Surakarta DISHUB
sekolah formal dan non disalurkan ke sekolah non formal DPK
formal. dan formal PNPM Mandiri
.- .-

-I-
2. Pengusulan bantuan pendidikan
I--
Agar anak putus sekolah dapat
bagi anak putus sekolah ke
sekolah kembali sampai tamat. Surakarta
~elurahan,~~%
DIKPORA

1 instansi Pemerintah,
swastamaupun perorangan
Swasta
Swadaya
Masyarakat
Bapermas P3AKB

PNPM Mandiri
Pengadaan pendidikan trampil
~ dan
~ I ~ u r a h a n , L M P
ketrampilan dengan melibatkan I1 tahun Swasta
BLK dan Lembaga Pendidikan mulai bekerja Swadaya
non formal lainnya Masyarakat
PNPM Mandiri
7. 1 Jam Wajib Belajar Anak
Monitoring Gerakan Wajib Jam belajar secara /
Pemberdayaan Tim atau saygas Untuk meingkatkan anak disiplin Tahun 2010
I APBD Kota
Surakarta,
Bapermas P3AKB,
Tim GWJB Kota,
1I Belajar periodik DPK, Tim GWJB ~elura
PNPM Mandiri

I-
---
Ada tempat bermain ariak Pemerataan Pembangunan Memberikan fasilitas bermain dan -0apermas P3AKE
yang rnurah dan mendidik Taman Cerdas dan Perpustakaan belajar anak yang murah dan -Kantor Arsip &
kampung berkualitas PNPM Mandiri Perpustakaan
daerah
-Kdurahan,LMPK,
--
tempat dan sarana Triwulan 111, APBD Kota
yang aman dan IV tahun Surakarta, -Kantor Arsip &
kreatif secara gratis 2010 DPK, Perpustakaan
Swasta, daerah
PNPM Mandiri -Kelurahan,LMPK,
- -
3. Pemanfaatan Tanah Negara ~ennyediakantempat dan sarana Tahun 2011 APBD Kota 1 BPN,
anak yang aman dan Surakarta, I DPU,
kreatif secara gratis DPK, DKP,
Swasta, DTK,
PNPM Mandiri BLH,
1
I 1 1-1 I , 1 Kelurahan
r
BIDANG PERLINDUNGAN
---
I 1
I
I
INDIKATOR KEGIATAN
--
TUJUAN WAKTU
-
a. Tersosialisasikannya akte Mengadakan Sosialisasi a. Memberikan 2009-2015- Swadaya Dispenduk Capil
kelahiran dan prosedur terkait akte kelahiran (bisa pemahaman akan masyarakat, Register di
kepemilikan akte kelahiran melalui pertemuan RT, PKK, pentingnya akta APBD Kota kelurahan
kepada masyarakat yang Posyandu, Dasawisma dll) kelahiran Sura karta
melibatkan stakeholder di b. Meningkatkan
kelurahan kesadaran masyarakat
tentang pentingnya
kepemilikan akte
kelahiran

F%Faninya kebutuhan Pemberian pelayanan akte Memberikan pengakuan 2009-2015 APBD Kota Kepala
masyarakat dalam kelahiran gratis bagi anak terhadap hak anak yang Surakarta Kelurahan
1 kepemilikan akte kelahiran sesuai dengan peraturan pertama dan utama Petugas
yang berlaku sebagai warga negara Register di
kelurahan
I --
A d a n y a p e l a y a n a n Terpadu a. Membentuk tim/ gugus a. Meningkatkan DPK
untuk anak di Tingkat kelurahan tugas Pelayanan Terpadu pelayanan yang sesuai APBD Kota dan KB Kota
untuk anak di tingkat dengan standart Surakarta Surakarta PTPAS
kelurahan pemenuhan hak anak.
b. Menyusun program kej a b. Meningkatkan keja
tim/ gugus tugas sama secara sinergis
Pelayanan Terpadu untuk antar stakeholder di
anak kelurahan
c. Memantapkan kinerja
tim/ gugus tugas
sehingga kegiatan
dapat berjalan secara
sistematis dan
prosedural
1
-

.Adanya data kasus ABH yang b. Pendataan kasus-kasus b. Mendokumentasikan


r a n dengan Restoratif kasus ABH yang
Justice/ diversi diselesaikan dengan
diversi
-- --
a. Menurunnya kasus A M a. penyuluhan hukum a. Mencegah terjadinya APBD Kota
(Anak yang Berkonflik kepada masyarakat pelanggaran hukum Surakarta Bagian Hukum
dengan Hukum) (anak dan orang tua) oleh anak Swadaya dan HAM
b Penyelesaian kasus ABH b. Sosialisasi Restoratif b. Meningkatkan Masyarakt
yang menggunakan Justice di tingkat pelayanan dan
Restoratif Justice kelurahan (kpd Tokoh perlindungan terhadap
masyarakat, Tokoh anak yang berkonflik
agama, Linmas, sekolah, dengan hukum
masyarakat)
c. Pelatihan Restorastif c. Meningkatkan
Justice pema haman
masyarakat tentang
Restoratif Justice

Adanya proses/ kegiatan 1,Mengadakan pelatihan 1. Memberikan IIPBOKO~.


Surakarta Bapermas, LSM ATMA,
rehabilitasi bagi anak yang keterampilan hidup (life ketrampilan hidup bagi Kelurahan PTPAS
berkonflik dengan hukum di skill) bagi ABH ABH Swadaya
tingkat kelurahan Masyarakat
2.Melakukan pendampingan 2. ABH mendapatkan
dalam proses rehabilitasi pendampingan sesuai
dan reintegrasi sosial hak anak
bagi ABH yang dilakukan
oleh masyarakat (yang
ditunjuk)

I1 --
Adanya data terpilah anak yang
diperkerjakan (BPTA/ Bentuk-
bentuk Pekerjaan Terburuk bagi
Anak) di tingkat kelurahan
Pemetaan BPTA di tingkat
kelurahan
Untuk mengetahui situasi
dan kondisi BPTA di
kelurahan
APBD Kota
Surakarta

I
Dinsosnakertrans Kepala
Kelurahan

25
10

'
/
1

11
a.Adanya sosialisasi secara
intensif untuk PBPTA
(Penghapusan bentuk-bentuk
Pekerjaan Terburuk bagi
Anak) di tingkat Kalurahan

b.Adanya program PBPTA di


tingkat kelurahan
a. Sosialisasi peningkatan
pemahaman dan
penyadaran masyarakat
tentang pemenuhan hak-
hak anak terutama
terkait Bentuk-bentuk
Pekerjaan Terburuk bagi
Ana k
b. Menyusun program untuk
Penghapusan Bentuk-
a.Melakukan koordinasi
dan kerjasama antar
stakeholder
b.Memberikan
perlindungan pada
korban BPTA
c. Mencegah terjadinya
BPTA
d.Merehabilitasi dan
reintegrasi terhadap
APBD Kota
Surakarta
Dinsosnakertrans Kelurahan,
Komite BPTA,
LSM SARI,
PTPAS,
PPAP SEROJA,
LSK Bina Bakat

bentuk Pekerjaan korban BPTA


c.Adanya pengawasan Terburuk bagi Anak di
terhadap sektor informal tingkat kelurahan (kerja
(industri rumah tangga, PRT sama dg
dll) yang ada kelurahan dinsosna kertrans)
c. Melakukan pengecekanl
pengawasan terhadap
sektor informal
(memperkejakan anak
atau tidak, termasuk
bentuk-bentuk pekerjaan
terburuk atau tidak)
11.
C ~ d a T dokumen
a data tentangAK ( tingkat
-
mendapatkan data APBD Kota Bapermas,PP,PA Kelurahan,
j situasi kekerasan, ESKA terbaru tentang situasi Surakarta dan KB Kota Disnaker,
(Eksploitasi Seksual Komersial kekerasan anak, ESKA dan Surakarta LSM KAWK,
Anak) dan perdagangan anak di perdagangan anak/ Gugus Tugas
/ tingkat kelurahan trafficking di kelurahan Penanggulanga
ESKA,
PTPAS
- --- ---
Adanya perencanaan dan a. Workshop untuk Mengurangi/ 2010 APBD Kota BAPERMAS, PP, PA PTPAS,
pelaksanaan program yang perencanaan program menghapuskan bentuk- (worshop) Surakarta dan KB Kota Tim PPT tk
diperuntukkan bagi plenghapusan kekerasan, bentuk kekerasan dan 2011-2015 Surakarta Kelurahan,
penghapusan kekerasan, perdagangan anak dan perdagangan anak serta (pelaksanaan)
perdagangan anak dan ESKA di ESKA ESKA di tingkat kelurahar
tingkat kelurahan b. Pelaksanaan program
penghapusan kekerasan,
perdagangan anak dan
ESKA
c. program Pembinaan bagi
korban dan pelaku ESKA
Adanya mekanisme penanganan Workshop penyusunan Memudahkan pemberian APBD Kota BAPERMAS, PP,PA LSM KAKAK,
perdagangan anak mekanisme penanganan pelayanan dan Surakarta dan KB Kota LSM SARI,
perdagangan anak penanganan perdaganga~ Surakarta dan Tim PPT
anak Keturahan Kelurahan,
Aparat Penec
Hukum

Adanya data terpilah dan Pendataan dan pemetaan Mengetahui situasi dan APBD Kota Dinsosnakertrans KELURAHAN
pemetaan anak jalanan di anak jalanan di tingkat kondisi anak jalanan di Surakarta Kota Surakarta LSK BINA
kelurahan kelurahan. kelurahan BAKAT,
Catatan : meskipun twkan PPAP SEROJ/
penduduk tetap didata Bapermas
- --
Adanya perencanaan dan a. Diskusi penyusunan a. Tersusunnya program Diskusi APBD Kota Dinsosnakertrans
pelaksanaan program ,yang program penanganan penanganan anak jalanar 2009/2010 Surakarta Kota Surakarta
diperuntukkan bagi anak anak jalanan di tingkat yang terencana dan tepa, Pelaksanaan dan Kelurahan
jalanan di tingkat kelurahan kelurahan b. Berkurangnya junilah 2011-2015
b. Pelaksanaan program anak jalanan di kelurahar
penanganan anak
jalanan
-
Adanya inventarisasi a. Pendataan kebutuhan a. Mengetahui kebutuhan 2009-2015 (UP APBD Kota Dinsosnakertrans Kelurahan,
kebutuhan anak difable yang anak difable di kelurahan anak difable date pertahun) Surakarta Bapermas,
ada di kelurahan b. untuk acuan program Panti Anak
dan pelayanan terhadap Cacat,
anak difable Y PAC

Adanya pelayanan yang Difable dapat mengakses


assesible bagi anak atau fasilitas publik
tua anak difable di tingkat anak difable di tingkat Bapermas
keturahan kelurahan (berbentuk
pelayanan dan fasilitas)

Adanya data pilah bagi anak Pendataan an& terlantar di Mengetahui data anak
terlantar tingkat kelurahan terlantar baik kuantitatif Update tiap th
maupun kualitatif

------ p~

am
*.- untuk a. Diskusi penyusunan Tersusunnya program KELURAHAP
/ penanganan anak terlantar program untuk anak penanganan untuk anak Surakarta Panti asuha
terlantar terlantar Surakarta dan
b. Pelaksanaan program Dinsosnekrtrans
untuk penanganan
anak terlantar

1 20. Adanya fasilitas yang memadai


dan ramah anak 1 Menyediakan fasilitas yang Tersedianya fasilitas yang
memadai dan ramah anak di memadai dan ramah anak
wilayah kelurahan (sanggar di wilayah kelurahan
anak, perpustakaan, taman
bermain dll)

1
-- -
pengawasan terhadap Melakukan monitoring a. Mengawasi I APBD Kota 1 Dinsosnaker I KELURAHAr
penyelenggaraan Panti Asuhan terhadap penyelenggaraan penyelenggaraan panti Surakam trans Kota Bapermas,
dan Tempat Penitipan Anak panti asuhan dan Tempat , asuhan dan Tempat Surakarta
1 yang ada di kelurahan Penitipan Anak yang ada di Penitipan Anak
kelurahan secara intensif b. Mencegah terjadinya
dan berkala penyimpangan dan
pelanggaran dalam
penyasuhan anak
terlantar

22. 1 Adanya monitoring terhadap a. Melakukan monitoring/ Melindungi anak-anak DPK, Diskominfo Kota KIPPAS
1media informasi dan media pengawasan yang
1permainan kontinyu terhadap media
di tingkat kelurahan
dari pengaruh negatif
media informasi dan alat
permainan
APBD Kota
Surakarta
Surakarta dan
Kelurahan
b. Melakukan monitoring
terhadap sarana
permainan yang

-4
berpengaruh negatif bagi
anak (dingdong,
permainan perjudian, PS
dll)
23 I Adanya tindakan preventif Menyusun kegiatan dan Melindungi anak-anak dari Kelurahan Poltabes
I
I
terhadap pengaruh negatif peraturan untuk mencegah pengaruh negatif media
/ media dan permainan merebaknya media dan informasi dan alat
permainan yang permainan
berpengaruh negatif bagi
anak
-*-
24 I Adanya pemahaman a.Menyelenggarakan
----
a. Memberi pemahaman KELURAHAN dan Tim
/ masyarakat tentang sosialisasi hak anak kepada masyarakat APBD Kota BAPERMAS, PP,PA PengembangL
I perlindungan hak-hak anak terutama anak yang tentang hak anak Surakarta dan KB Kota KIA
membutuhkan Surakarta
perlindungan khusus b. hlenghindari terjadinya
b.Menyelenggarakan pelanggaran hak anak
parenting school di keluarga dan
(sekolah/bimbingan) baik masyarakat
bagi orang tua rriaupun
calon orang tua
--
25. -I Adanya monotoring dan
- - --
KELURAHAN Bapermas
evaluasi terhadap kegiatan pelaksanaan Program perkembangan APBD Kota BAPERMAS P3AKB,
perlindungan anak di kelurahan Kelurahan Layak Anak pelaksanaan Program KIPPAS
bidang Perlindungan Kelurahan Layak Anak
Bidang Perlindungan
BIDANG PARTISIPASI ANAK
-- --

INDIKATOR KEGIATAN TUJUAN SUMBER DANA PELAKSANA


-
wadah/Forum a. Menumbuhkan APBD Kota KIPPASIFAS,
I
anak Tahun Surakarta, LPMK,
Kecamatan Kelurahan dan Kecamatan b. Pemenuhan Hak Anak 2010-2015 DPK, Kelurahan, Tokoh
Swadaya Kecamatan Masyarakat,
Kecamatan

Adanya payung hukum dan Penyusunan dan pengajuan a. terbentuknya Forum Triwulan I APBD Kota Kepala Kelurahan
anggarn untuk wadah/Forum Surat Keputusan tentang Anak di tingkat kelurahan Tahun Surakarta, Kelurahan
1 Anak Forum Anak ke Kelurahan b. Adanya legalitas 2010-2015 DPK,
wadahlforum anak Swadaya
I -
tingkat kelurahan

Pelatihan TOT a K k sebaya Untuk meningkatkan Triwulan I 1 APBD Kota Dispenduk FAS,
tentang Akte kelahiran partisipasi Anak-anak dalam Tahun Suraka rta, Capil, Forum anak
1 kelahiran memahami pentingnya akte 2010-2015 DPK, Kelurahan Kelurahan,
kelahiran sebagai status PNPM Mandiri RT, RW,PKK,
kewarganegaraan LPMK

Adanya kegiatan partisipasi Sosialisasi ttg partisipasi anak Untuk meningkatkan Triwulan I1 APBD Kota Dispenduk FAS,
anak dalam pemahaman dalam pemahaman partisipasi Anak-anak dalam Tahun Surakarta, Capil, Forum anak
1 pentingnya Kartu Keluarga (KK) pentingnya Kartu Kelurag memahami pentingnya 2010-2015 DPK, Kelurahan Kelurahan,
(Kt0 Kartu Keluarga (KK) PNPM Mandiri RT, RW,PKK,
LPMK

1
- -- \-

- k a k e t e r l i b a t a n anak dalam Keterlibatan anak dalam Sebagai pemenuhan hak Tahun Swadaya, Kelurahan, Keluarga, RT,
menyampaikan pengambilan keputllsan di anak dalam ikut 2009-2015 APBD Kota Bapeda RWI
pendapat/partisipasi tingkat keluarga, RT, RW dan berpartisipasi. dan mulai Surakarta, Bapermas
, Musrenbangkel sesuai juknis. Musrenbang DPK, P3AKB1
kel Tahun PNPM Mandiri KIPPAS, FAS
2010
raga, dll.
anak dalam
sanggar seni, sarana olah
Untuk me~iingkatkananak
dalam menyalurkan bakat
dan aspirasi anak.
Mulai th
2010-2015 APBD Kota
Surakarta,
ya"l:I
PNPM
--
Mandiri
Kelurahan,

I Keluarga, RT,

Bapermas
KirBl
KIPPAS, FAS -

4WALIKOTA SURAKARTA,

-
JOFOWIDODO
LAMPIRAN 11 ; PERATURAN WALIKOTASURAKARTA
NOMOR :
TANGGAL :

SUSUNAN ANGGOTA
Tim Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan anak
korban kekerasan, ESKA, Perdagangan, dan permasalahan
anak lainnya di Tingkat Kelurahan
Kota Surakarta

1 No / Kedudukan Dalam Tim I Unsur


1 1. 1 Penanggungjawab 1 Kepala Kelurahan
2 . Ketua Tokoh Masyarakat
3. Sekretaris Tokoh Masyarakat dan Aparat
Kelurahan
1 4. 1 Bendahara ( Tokoh Masyarakat
1 5. Bidang Pelayanan :

I I Mdis
/ Aparat
1 masyarakat
Puskesmas dan Tokoh

b. Hukum

c. Konseling
Aparat Penegak Hukum Kelurahan dan
Tokoh Masyarakat
1 Tokoh masyarakat
1
/ Bidang Dokumentasi dan Informasi
I I I

1I 6. ( Tokoh masyarakat I
I
1
II 7.
I
I
Bidang Pencegahan Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda,
Tokoh Anak

Gq+k
4WALIKOTA SURAKARTA,
JOKO
\

IDODO
LAMPIRAN I11 : PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA
NOMOR :
TANGGAL :

PEDOMAN STANbAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


PENANGANAN KEKERASAN, EKSPLOITASI SEKSUAL KOMERSIAL ANAK (ESKA) I PERDAGANGAN
TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK D I TINGKAT KELURAHAN KOTA SURAKARTA

PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS

TAHAPAN TUJUAN PIHAK KEAHLIAN LEMBAGA SARANA DAN DANA


KEGIATAN TERLIBAT PETUGAS RUJUKAN PRASARANA
PENDEKATAN - IDENTIFIKASI - KELUARGA, - MEMILIKI EMPATI RT, RW, PKK, ALAT TU LIS - SWADAYA
KEPADA KORBAN (LATAR LINGKUNGAN, - PEDULI TERHADAP LPMK, - DANA DARI
KORBAN BELAKANG KORBAN) TEMAN DEKAT KORBAN PSIKOLOG LEMBAGA-
- MEMBANGUN - PIHAK YANG - DAPAT DIPERCAYA LEMBAGA
RAPORT (HUBUNGAN TELAH OLEH KORBAN TERKAIT
YANGBA1K)DENGAN MENDAPAT
KORBAN PELATIHAN

MENGADAKAN - KORBAN DAPAT - KONSELOR : - MEMILIKI EMPATI - PUSKESMAS - RUANG - SWADAYA


KONSELING BERCERITA LEBIH IBU-IBU - MAMPU - RT, RW, PKK KONSELING - DANA DARI
TENANG DENGAN RT MENDENGARKAN - POLMAS, - ALAT LEMBAGA-
KONSELOR RW KORBAN - PTPAS TRANSPORTA LEMBAGA
- KONSELOR DAPAT TOGA - SABAR - YAYASAN SI TERKAIT
MENJAGA TOMAS - BISA MENJAGA KAKAK
KERAHASIAAN PIHAK YANG RAHASIA - LPMK
SEHINGGA KORBAN TELAH - MAMPU MEMBER1 - PSIKOLOG
MERASA TENANG MENDAPAT ALTERNATIF
PELATIHAN SOLUSI
- TIDAK MENGGURUI
/ MENGHAKIMI
- MAMPU
MEMANCING
KETERBUKAAN
KORBAN
--
PEMECAHAN MEMPEROLEH - KORBAN, - MAMPU MEMBER1 - PUSKESMAS - ALAT - SWADAYA
MASALAH / SOLUSI YANG KELUARGA, ALTERNATIF - RT, RW, PKK TRANSPORTA - DANA DARI
KASUS TERBAIK BAGI TEMAN DEKAT SOLUSI BAGI - POLMAS, SI LEMBAGA-
KORBAN - RT, RW, TOGA, KORBAN TANPA - PTPAS LEMBAGA
TOMAS YANG MENGHAKIMI - YAYASAN TERKAIT
TELAH KAKAK
MENDAPATKAN - LPMK
PELATIHAN - PSIKOLOG
r
-
--
PENDAMPINGAN HUKUM
- ------
1

TAHAPAN PIHAK KEAHLIAN LEMBAGA


KEGIATAN TERLIBAT PETUGAS RUJUKAN

MENERIMA
LAPORAN
TENTANG
TERJADINYA
KASUS
- AKAN TAHU
KRONOLOGIS
PERMASALAHAN
YANG DILAPORKAN
- MENDAPATKAN
- POLISI, LINMAS
- FKPM, BABINSA
- RT, RW
- TOGA, TOMAS
- MEMBUAT BERrrA

-
ACARA
PEMERIKSAAN
GELAR
PERMASALAHAN
- PSIKOLOGI
- DOKTER
(VISUM)
- LSM
- RS YANG
- PIRANTI

KHUSUS
- PIRANTI
t
LUNAK ( A X )
- RUANG i

PEKLINDUNGAN - MENDATANGI 'TKP / DITUNJUK KERAS (


HUKUM PENGAMANAN - RPK PPA MEDIS)
- MELANJUTKAN - PERTOLONGAN - PERNYATAAN
PERMASALAHAN KE KORBAN SURAT
PIHAK KEPOLISIAN - PENGAMANAN RUJUKAN
(PEMERKOSAAN, BARANG BUKTI
PEMBUNUHAN,
---NARKOBA)
1
3

m d t a
--

47 RUJUKAN 1 - MEMBERIKAN IK TMAMPU E


-TRA~P~RTAAPBD
IAYANAN / - MASYARAKAT MEIAKUKAN - BLANK0 PROPINSI
TINDAKAN LEBIH - PKK PENDAMPINGAN RUJUKAN DANA SEHAT
LANJUT SESUAI - PETUGAS SEIAMA PROSES (SWADAYA)
KASUS YANG PUSKESMAS SAMPAI SELESAI
DIAIAMI
- -
- -
PASCAKASUS

TUJUAN LEMBAGA SARANA DAN DANA


KEGIATAN RUJUKAN PRASARANA
MENERIMA - MENINDAKCANJUTI HASIL - LEMBAGA - KELURAHAN, SWADAYA, DPK,
HASIL PENANGANAN KASUS PERAN FUNGSI TERKAIT SEKOLAHAN, SKPD, PENGUSAH
PENANGANAN (PEMBINAAN, LEMBAGA POLSEK, POLRES,
KASUS UMUM PENCEGAHAN TERKAIT RUMAH SAKIT,
PENGULANGAN KASUS) GEREJA, MASJID
MEMONITOR - MENGETAHUI - SESUAI DENGAN - KELURAHAN, SWADAYA, DPK,
(PEMANTAUAN) PERKEMBANGAN TOMAS, PERAN SEKOLAHAN, SKPD, PENGUSAP
KASUS PERUBAHAN KE ARAH LEMBAGA POLSEK, POLRES,
PERBAIKAN TERKAIT RUMAH SAKIT,
- POLMAS GEREJA, MASJID
- TOGA
PEMBINAAN
LAN1UTAN
~ M E N C
KASUS YANG SAMA /
E G A

LEMBAGA
H T E

I
R ~ ~
PERAN FUNGSI
TUGASNYA
T ~ ~

- POLSEK
~
1T
- . R
KELURAHAN - SEKOLAHAN,
KELURAHANf
W

POLSEK, POLRES,
. ~ - A Y A DPK,
,
SKPD, PENGUSAF

TERKAIT - TOMAS RUMAH SAKIT,


- POLMAS GEREJA, MASJID
- TOGA
EVALUASI / I - DIHARAPKAN DITERIMA 1 - I I I- 1 -
PERMASALAHAN KEMBALI OLEH 1 1 I I
SELESAI -MASYARAKAT
----- __L__ --I,.
2

-0
F IDODO