Anda di halaman 1dari 94
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. menjelaskan sistem pernapasan pada manusia: 2. menjelaskan
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. menjelaskan sistem pernapasan pada manusia: 2. menjelaskan
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan sistem pernapasan pada manusia:
2. menjelaskan gangguan-gangguan pada sistem pernapasan;
3. menjelaskan sistem pernapasan pada hewan;
4. menggunakan mikroskop dengan benar.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik mampu:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap kompleksitas dan keteraturan mengenai mekanisme sistem pernapasan
yang telah diciptakan Tuhan;
2. memiliki sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu yang tinggi, cermat, dan teliti dalam setiap kegiatan.
Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan Sistem Pernapasan pada Manusia Sistem Pernapasan pada Hewan •
Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan
Sistem Pernapasan pada Manusia
Sistem Pernapasan pada Hewan
• Melakukan pengamatan organ-organ pernapasan
manusia melalui gambar.
• Melakukan diskusi mengenai sistem pernapasan
pada hewan.
• Melakukan pengamatan struktur jaringan
penyusun paru-paru.
• Melakukan percobaan
pengukuran volume udara
pernapasan pada belalang.
• Melakukan percobaan
untuk membuktikan udara
hasil pernapasan.
• Melakukan percobaan pengukuran kapasitas
paru-paru.
• Membuat makalah mengenai penyakit-penyakit
pada sistem pernapasan akibat kebiasaan
merokok dan pengaruh udara tercemar.
• Membuat poster mengenai pengaruh merokok
terhadap kesehatan pernapasan.
• Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap kompleksitas dan keteraturan
mengenai mekanisme sistem pernapasan yang telah diciptakan Tuhan.
• Memiliki sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu yang tinggi, cermat, dan teliti dalam
setiap kegiatan.
• Mampu menjelaskan organ-organ yang berperan dalam sistem pernapasan.
• Mampu menjelaskan struktur jaringan penyusun paru-paru.
• Mampu menjelaskan mengenai udara hasil pernapasan.
• Mampu menjelaskan mengenai pengukuran kapasitas paru-paru.
• Mampu menjelaskan mengenai penyakit-penyakit pada sistem pernapasan akibat
kebiasaan merokok dan pengaruh udara tercemar.
• Mampu menjelaskan pengaruh merokok terhadap kesehatan pernapasan.
• Mampu menjelaskan sistem pernapasan pada hewan.
• Mampu menjelaskan tentang pengukuran volume udara pernapasan pada belalang.
Biologi Kelas XI
1
A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: b Sistem pernapasan pada manusia meliputi berbagai organ pernapasan. Pada

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: b Sistem pernapasan pada manusia meliputi berbagai organ pernapasan. Pada saat melakukan inspirasi, udara masuk secara berurutan melalui rongga hidung (5) faring (3) trakea (2) bronkus (4) bronkiolus (6) alveolus (1).

2. Jawaban: d Pada saat menelan makanan, anak tekak menutup rongga hidung dan epiglotis menutup tenggorokan. Dengan demikian, makanan tidak masuk ke dalam tenggorokan melainkan masuk kerongkongan. Sementara pada waktu bernapas, epiglotis membuka sehingga udara masuk ke laring kemudian menuju tenggorokan.

3. Jawaban: e Keterangan gambar sebagai berikut.

1)

Faring, merupakan persimpangan antara

2)

rongga hidung ke tenggorokan (saluran per- napasan) dan rongga mulut ke kerongkongan (saluran pencernaan). Tenggorokan atau trakea, organ panjang

3)

berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm. Tenggorokan terdiri atas jaringan ikat, otot polos, cincin tulang rawan, dan epite- lium bersilia yang menghasilkan lendir. Bronkus, merupakan cabang batang teng-

4)

gorokan. Jumlahnya sepasang, satu cabang menuju paru-paru kanan dan cabang lainnya menuju paru-paru kiri. Bronkiolus, merupakan cabang dari bronkus.

5)

Bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus, kecil, dan berdinding tipis. Alveolus, merupakan saluran akhir dari alat pernapasan. Pada alveolus terjadi pertukaran oksigen dari udara bebas ke sel-sel darah dan karbon dioksida dari sel-sel darah ke udara.

4. Jawaban: c

Trakea terdiri atas tiga lapisan sebagai berikut.

1)

Lapisan paling luar terdiri atas jarigan ikat.

2)

Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan

3)

cincin tulang rawan. Bagian belakang cincin tulang rawan tidak tersambung dan menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk memper- tahankan trakea tetap terbuka. Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan banyak lendir yang berfungsi menangkap debu dan mikroorga- nisme yang masuk saat menghirup udara.

2
2

Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan

5. Jawaban: a Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan. Alveolus berdinding sangat tipis dan mengandung banyak kapiler darah. Alveolus berupa kantong-kantong kecil mirip anggur (alveoli). Ciri-ciri alveolus tersebut diseusaikan dengan fungsinya yaitu sebagai tempat pertukaran gas O 2 dan CO 2 . Sementara itu, rambut-rambut halus dan pendek terdapat dalam rongga hidung. Tersusun dari jaringan otot polos merupakan salah satu ciri dari trakea.

6. Jawaban: b Dalam pernapasan dada otot yang berperan adalah otot antartulang rusuk (interkostal). Mekanismenya sebagai berikut.

1)

Inspirasi

2)

Apabila otot antartulang rusuk luar ber- kontraksi, tulang rusuk terangkat sehingga volume dada membesar. Keadaan tersebut mengakibatkan tekanan udara dalam dada lebih kecil dari tekanan udara di luar. Akibat- nya, udara masuk ke paru-paru. Ekspirasi

Apabila otot antartulang rusuk luar berelaksasi, tulang rusuk turun sehingga volume rongga dada mengecil. Keadaan tersebut meng- akibatkan tekanan udara dalam rongga dada lebih besar daripada tekanan udara di luar tubuh. Akibatnya, udara keluar dari paru-paru.

7. Jawaban: a Gambar tersebut menunjukkan pertukaran gas di dalam alveolus, yaitu O 2 dari udara ke darah dan CO 2 dari darah ke udara. Pertukaran gas di dalam alveolus berlangsung secara difusi. Difusi adalah proses pergerakan acak partikel-partikel gas, cairan, dan larutan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Pada peristiwa pertukaran gas saat bernapas, konsentrasi oksigen di alveolus lebih tinggi dibandingkan di sel darah. Dengan demikian, terjadi aliran oksigen dari alveolus menuju ke sel darah. Sebaliknya, konsentrasi karbon dioksida di sel darah lebih tinggi dibandingkan di alveolus. Akibatnya, terjadi aliran karbon dioksida dari sel darah menuju alveolus. Transpor aktif adalah perpindahan molekul atau ion menggunakan energi. Osmosis adalah perpindahan molekul zat pelarut dari larutan berkonsentrasi rendah ke larutan berkonsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel. Endositosis yaitu proses masuknya senyawa melalui membran sel dengan pelekukan ke dalam membran sel. Eksositosis

yaitu proses pengeluaran zat dari dalam sel ke luar sel. Sekret terbungkus kantong membran yang selanjutnya melebar dan pecah.

8. Jawaban: d Proses pernapasan dada terjadi mekanisme seperti berikut.

1)

Inspirasi, terjadi apabila otot antartulang rusuk

2)

luar berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat. Keadaan tersebut mengakibatkan volume rongga dada membesar serta tekanan udaranya lebih kecil. Dengan demikian, udara akan masuk ke paru-paru. Ekspirasi, terjadi apabila otot antartulang rusuk dalam berkontraksi sehingga tulang rusuk turun. Keadaan tersebut mengakibatkan

volume rongga dada mengecil serta tekanan udaranya lebih besar. Dengan demikian, udara keluar dari paru-paru.

9. Jawaban: c Volume udara pernapasan adalah jumlah udara pernapasan yang keluar masuk melalui sistem

pernapasan. Volume tersebut dibedakan menjadi beberapa macam sebagai berikut. 1) Volume cadangan inspirasi yaitu udara komplementer, udara yang masih bisa dimasukkan secara maksimal setelah melakukan inspirasi biasa, besarnya kurang lebih 1.500 ml atau 1.500 cc. (Huruf A)

2)

Volume tidal yaitu volume udara pernapasan

3)

biasa, besarnya kurang lebih 500 cc catau 500 ml. (Huruf B) Volume cadangan ekspirasi (udara suple- menter) yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah ekspirasi biasa, besarnya kurang lebih

1.500

cc atau 1.500 ml. (Huruf C)

4)

Volume sisa/residu yaitu volume yang masih

tersisa di dalam paru-paru setelah ekspirasi maksimal, besarnya kurang lebih 1.000 cc/

1.000

ml. (Huruf D)

5)

Kapasitas vital yaitu volume udara yang dikeluarkan semaksimal mungkin setelah inspirasi maksimal, besarnya kurang lebih

3.500

cc atau 3.500 ml. (Huruf E)

6)

Volume total paru-paru yaitu volume udara yang dapat ditampung paru-paru, besarnya kurang lebih 4.500 cc atau 4.500 ml. (Huruf F)

10. Jawaban: d Kapasitas vital yaitu volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi maksimal. Kapasitas vital merupakan jumlah volume tidal ditambah volume cadangan inspirasi (udara komplementer) dan volume cadangan ekspirasi (udara suplementer).

Dengan demikian, dapat dihitung sebagai beirkut. Kapasitas vital = 500 cc + 1.500 cc + 1.500 cc = 3.500 cc

11. Jawaban: c Asma merupakan gangguan pada rongga saluran pernapasan yang diakibatkan oleh kontraksi otot polos pada bronkus sehingga mengakibatkan penderita sulit bernapas. Bronkus ditunjukkan oleh nomor 3. Sementara itu, nomor 1 yaitu rongga hidung, nomor 2 yaitu trakea, nomor 4 yaitu bronkiolus, dan nomor 5 yaitu alveolus.

12. Jawaban: c Pada pernapasan perut terjadi proses sebagai berikut. 1) Inspirasi terjadi apabila otot diafragma berkontraksi sehingga posisi diafragma akan mendatar. Keadaan tersebut mengakibatkan volume rongga dada membesar sehingga tekanan udara di dalamnya mengecil. Akibatnya, udara masuk ke paru-paru. 2) Ekspirasi terjadi apabila otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi sehingga isi rongga perut akan terdesak ke arah diafragma. Keadaan tersebut meng- akibatkan posisi diafragma akan cekung ke arah rongga dada. Akibatnya, rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat sehingga udara terdorong keluar dari paru-paru.

13. Jawaban: d Perhatikan gambar sistem pernapasan manusia berikut!

1 2 4 3 7 5
1
2 4
3
7
5

6

Sumber: Inquiry Into Life, S.S. Mader

Bagian-bagian yang menyusun organ pernapasan

Keterangan sebagai berikut.

1 =

rongga hidung

5 = bronkus

2 =

faring

6 = bronkiolus

3 =

laring

7 = alveolus

4 = trakea

Berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui bahwa organ pernapasan yang berada di dalam paru-paru yaitu bronkiolus dan alveolus.

Biologi Kelas XI

3
3

14. Jawaban: c

Nama

Penyakit

Penjelasan

a. Emfisema

Penyakit yang terjadi karena ketidaknormalan susunan dan fungsi alveolus.

Gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan atau gangguan penggunaan oksigen oleh jaringan.

b. Asfiksi

Penyakit pembengkakan pada kelenjar limfa di hidung sehingga mengakibatkan penyempitan atau penyumbatan saluran pernapasan.

c. Polip

Penyakit yang menyebabkan warna kulit dan membran mukosa kebiruan atau pucat karena kandungan oksigen dalam darah rendah.

d. Sianosis

Penyakit yang ditandai kadar asam karbonat dan bikarbonat dalam darah meningkat sehingga meng- ganggu pernapasan.

e. Asidosis

15. Jawaban: c Trakea terdiri atas tiga lapisan sebagai berikut.

B.

1)

2)

3)

Lapisan paling luar terdiri atas jarigan ikat. Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Bagian belakang cincin tulang rawan tidak tersambung dan menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk memper- tahankan trakea tetap terbuka. Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan banyak lendir yang berfungsi menangkap debu dan makroorga- nisme yang masuk saat menghirup udara.

Uraian

1. Bagian yang ditunjuk oleh huruf P adalah tulang dada, bagian yang ditunjuk oleh huruf Q adalah otot interkostal, bagian yang ditunjuk oleh huruf R adalah tulang belakang, dan bagian yang ditunjuk oleh huruf S adalah tulang rusuk. Bagian depan tulang rusuk menempel pada tulang dada dan bagian belakangnya menempel pada tulang belakang. Di antara tulang rusuk terdapat otot interkostal.

2. Apabila terjadi gangguan pengangkutan CO 2 dalam darah, kadar H 2 CO 3 akan meningkat sehingga kadar alkali darah turun. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan gangguan fisiologis yang disebut asidosis. Sebaliknya, apabila terjadi akumulasi garam basa, dapat mengakibatkan munculnya gejala alkalosis.

4
4

Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan

3. Kapasitas vital yaitu volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melaku- kan inspirasi maksimal. Kapasitas vital merupakan jumlah dari volume tidal ditambah volume cadangan inspirasi dan volume cadangan ekspirasi. Sementara itu, volume total paru-paru yaitu volume udara yang ditampung paru-paru semaksimal mungkin. Volume total paru-paru merupakan jumlah dari volume sisa ditambah kapasitas vital.

4. Medula oblongata mengandung sel-sel yang sangat peka terhadap konsentrasi karbon dioksida dalam darah. Apabila kandungan karbon dioksida

di dalam darah naik di atas batas normal, medula

oblongata akan merespons kondisi seperti ini. Medula oblongata menanggapinya dengan meningkatkan banyaknya laju impuls saraf yang mengontrol aksi otot interkostal dan diafragma. Akibatnya, terjadi peningkatan pertukaran udara dalam paru-paru yang akan mengembalikan konsentrasi karbon dioksida dalam alveolus dan darah ke konsentrasi normal kembali.

5. Karbon dioksida berdifusi dari kapiler darah menuju alveolus karena tekanan parsial karbon dioksida

di kapiler darah lebih tinggi daripada tekanan parsial

karbon dioksida dalam alveolus. Selanjutnya,

karbon dioksida dikeluarkan dari tubuh melalui

ekspirasi.

6. Hipoksia yaitu penyakit kekurangan oksigen di dalam jaringan.

a.

b.

Polip yaitu penyakit pembengkakan kelenjar limfa di hidung sehingga mengakibatkan penyempitan atau penyumbatan saluran pernapasan.

c.

Sianosis ditandai dengan warna kulit dan membran mukosa kebiruan atau pucat karena kandungan O 2 yang rendah dalam darah.

d.

Difteri yaitu penyakit yang menyerang saluran pernapasan anak bagian atas yang disebab- kan oleh Corynebacterium diphteriae.

e.

Pleuritis yaitu penyakit peradangan selaput pleura sehingga timbul rasa nyeri saat ber- napas.

7. Mekanisme pernapasan perut sebagai berikut.

a. Inspirasi Apabila otot diafragma berkontraksi, posisi diafragma akan mendatar. Keadaan tersebut mengakibatkan volume rongga dada mem- besar sehingga tekanan udara di dalamnya mengecil. Akibatnya, udara masuk ke paru- paru.

b. Ekspirasi Apabila otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi, isi rongga perut akan terdesak ke arah diafragma. Keadaan tersebut mengakibatkan posisi diafragma akan cekung ke arah rongga dada. Akibatnya, rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat sehingga udara terdorong keluar dari paru-paru.

8. Cara pengangkutan CO 2 dalam darah sebagai

berikut.

a. CO 2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat (HCO 3 ) oleh plasma darah, setelah asam karbonat yang terbentuk dalam darah terurai menjadi ion hidrogen (H + ) dan ion bikarbonat (HCO 3 ). Persamaan reaksinya sebagai berikut. H 2 O + CO 2 H 2 CO 3 H + + HCO 3

b. CO 2 diikat oleh hemoglobin membentuk karboksihemoglobin. Persamaan reaksinya sebagai berikut. CO 2 + Hb HbCO 2

c. CO 2 diangkut plasma darah dalam bentuk senyawa asam karbonat (H 2 CO 3 ).

9. Oksigen masuk ke tubuh melalui proses inspirasi

dari rongga hidung sampai alveolus. Di alveolus, oksigen mengalami difusi ke kapiler arteri pori-pori. Oksigen di kapiler arteri diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin sampai jenuh. Setelah itu, hemoglobin akan mengangkut oksigen ke jaringan tubuh yang kemudian akan berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses respirasi. Proses respirasi merupakan proses perombakan bahan makanan menggunakan oksigen sehingga diperoleh energi dan gas sisa pembakaran berupa karbon dioksida. Karbon dioksida ini akan dikeluarkan dari tubuh melalui proses ekspirasi. 10. Apabila dilihat dari volume paru-parunya, perempuan memiliki frekuensi pernapasan lebih tinggi daripada laki-laki. Keadaan tersebut dikarenakan perempuan memiliki volume paru-paru lebih kecil dari laki-laki. Namun, apabila dilihat dari banyaknya kegiatan frekuensi pernapasan laki-laki lebih tinggi daripada perempuan. Keadaan tersebut dikarenakan laki-laki lebih banyak melakukan aktivitas daripada perempuan.

lebih banyak melakukan aktivitas daripada perempuan. A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: e Gambar pada soal

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: e Gambar pada soal menunjukkan hewan cacing. Pernapasan cacing disebut pernapasan integu- menter karena dilakukan melalui permukaan tubuh- nya. Pada cacing, masuknya oksigen dan pengeluaran CO 2 terjadi secara difusi melalui permukaan tubuhnya. Permukaan tubuh cacing tanah selalu basah untuk mempermudah proses difusi. Hewan yang bernapas melalui paru-paru misalnya burung, proses pertukaran gasnya terjadi di dalam paru-paru. Pernapasan dengan labirin merupakan pernapasan yang membantu sejenis ikan yang berada pada kondisi kadar oksigennya rendah, misalnya ikan lele. Pernapasan melalui insang biasa dilakukan oleh kelompok hewan Pisces. Dalam insang terdapat sepasang filamen. Pada filamen mempunyai pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler darah sehingga memungkinkan oksigen berdifusi masuk dan karbon dioksida berdifusi keluar. Pernapasan melalui trakea, terdiri atas spirakel, pembuluh trakea, dan trakeolus. Pertukaran gas terjadi di trakeolus, sebagai contoh belalang dan capung.

2. Jawaban: d Cumi-cumi dan kerang bernapas menggunakan insang. Bekicot bernapas menggunakan paru-paru. Laba-laba dan kalajengking bernapas mengguna- kan paru-paru buku. Cacing bernapas mengguna- kan permukaan tubuhnya.

3. Jawaban: a Katak dapat bernapas menggunakan kulitnya karena kulit katak tipis, lembap, dan mengandung banyak kapiler darah. Oksigen yang masuk melalui kulit akan diangkut menuju vena kulit paru-paru (vena pulmo kutanea) dan ke jantung untuk diedar- kan ke seluruh tubuh. Adapun karbon dioksida dari jaringan akan dibawa ke jantung, kemudian dipompa ke kulit dan paru-paru melalui arteri kulit paru-paru (arteri pulmo kutanea).

4. Jawaban: a Gambar pada soal menunjukkan ikan lele. Ikan lele hidup di daerah lumpur (kandungan oksigen rendah). Dalam pernapasannya, ikan lele dibantu dengan labirin, yaitu perluasan dari rongga insang. Labirin berfungsi sebagai tempat penyimpanan oksigen cadangan sehingga ikan lele dapat hidup di lumpur yang kadar oksigennya rendah. Lamela merupakan lembaran insang terdiri atas sepasang

Biologi Kelas XI

5
5

filamen yang mengandung banyak lapisan tipis. Rigi-rigi insang adalah tapis insang berbentuk gerigi. Operkulum merupakan tutup insang. Lengkung insang merupakan tempat melekatnya lembaran insang yang terbentuk dari tulang rawan yang berbentuk sabit dan berwarna putih.

5. Jawaban: e Mekanisme pernapasan pada katak terjadi karena kontraksi dan relaksasi dari otot rahang bawah, otot sternohioideus, dan otot geniohioideus. Katak tidak memiliki tulang rusuk dan diafragma.

6. Jawaban: c Hewan yang bernapas dengan seluruh permukaan tubuhnya adalah Planaria, katak, dan cacing tanah. Sementara itu, laba-laba dan kalajengking meng- gunakan paru-paru buku.

7. Jawaban: a Reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Mekanisme inspirasi pada Reptilia sebagai berikut. Gas O 2 masuk melalui lubang hidung rongga mulut anak tekak trakea yang panjang bronkiolus dalam paru-paru masuk ke darah jaringan tubuh. Sementara itu, mekanisme ekspirasi pada Reptilia sebagai berikut. Dari jaringan tubuh, gas CO 2 diangkut darah menuju jantung untuk dikeluarkan melalui paru-paru bronkiolus trakea yang panjang anak tekak rongga mulut lubang hidung.

8. Jawaban: b Mekanisme inspirasi pada kumbang yang benar adalah otot abdominal dalam keadaan relaksasi (2), spirakel membuka (1), trakea akan mengem- bang (4), tekanan udara di trakea menurun (3), udara masuk ke trakea (6), dan udara akan menuju trakeolus kemudian ke seluruh tubuh (5).

9. Jawaban: c Mekanisme pernapasan burung saat tidak terbang sebagai berikut.

a. Inspirasi, otot antartulang rusuk luar ber- kontraksi sehingga rongga dada membesar. Selanjutnya, udara akan masuk ke paru-paru dan sebagian diteruskan ke kantong udara.

b. Ekspirasi, otot antartulang rusuk dalam ber- kontraksi sehingga rongga dada mengecil. Tekanan udara dalam paru-paru lebih besar daripada tekanan udara luar. Akibatnya, udara keluar dari paru-paru. Pada waktu mengecil- nya rongga dada, udara dari kantong udara masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler paru-paru. Dengan demikian, pengambilan oksigen pada burung dilakukan pada inspirasi dan ekspirasi.

6
6

Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan

10. Jawaban: d Pada larva serangga yang hidup di air, misal nimfa, terdapat insang trakea. Alat ini memiliki permukaan yang sangat halus untuk memperoleh oksigen di dalam air secara difusi. Organ tersebut akan mereduksi setelah dewasa dan berpindah ke darat. Spirakel adalah lubang pernapasan pada Insecta. Labirin adalah perluasan insang ke arah atas pada ikan yang habitatnya di tempat yang kekurangan O 2 supaya dapat memiliki udara pernapasan cadangan. Trakeolus adalah cabang-cabang halus dari trakea. Adapun sakus pneumatikus adalah kantong-kantong udara pada burung untuk mem- bantu pernapasan.

B.

Uraian

1.

Mollusca yang hidup di air bernapas menggunakan insang. Sebagai contoh, siput air, cumi-cumi, dan kerang. Sementara itu, Mollusca yang hidup di darat bernapas menggunakan paru-paru. Sebagai contoh bekicot.

2.

Pada saat larva, capung hidup di air. Larva capung bernapas menggunakan insang trakea, yaitu berupa insang yang sangat halus dan berfungsi mengikat oksigen yang terlarut di dalam air dengan cara difusi. Insang trakea hanya berfungsi saat larva, kemudian akan mereduksi dan hilang setelah capung pindah ke darat. Kemudian di darat capung bernapas seperti serangga lainnya yaitu dengan sistem trakea.

3.

Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, lubang hidung terbuka dan glotis tertutup. Oleh karena itu, udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut. Selaput rongga mulut memiliki banyak kapiler darah sehingga pada waktu udara masuk rongga mulut terjadi pengikatan oksigen oleh darah di

dalamnya.

4.

Ikan bernapas menggunakan insang. Insang pada ikan terdiri atas bagian-bagian lengkung insang, rigi-rigi insang, dan lembaran-lembaran insang. Lengkung insang dan rigi-rigi insang berupa tulang rawan, sedangkan lembaran insang tersusun dari filamen-filamen tipis yang membentuk lembaran insang dengan bentuk seperti sisir.

5.

a. Membantu pernapasan, pada waktu terbang.

b. Membantu mempertahankan suhu badan dengan mencegah hilangnya panas badan secara berlebihan.

c. Membantu memperkeras suara dengan memperbesar ruang siring.

d. Mengatur berat jenis tubuh pada saat burung terbang.

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: b Sistem respiratori (pernapasan) penting bagi tubuh karena merupakan sistem

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: b Sistem respiratori (pernapasan) penting bagi tubuh karena merupakan sistem yang mengatur cara mendapatkan oksigen bagi jaringan dan sel. Selain itu, pernapasan juga penting untuk mengatur pH darah dengan mengendalikan banyaknya karbon dioksida yang terlarut di dalam plasma. Banyaknya karbon dioksida yang terkandung dalam darah memengaruhi keasaman darah. Semakin tinggi kadar CO 2 dalam darah maka pH darah semakin rendah (semakin bersifat asam). Dalam keadaan tersebut sistem respiratori akan menanggapinya dengan cara memacu gerak otot-otot pernapasan sehingga meningkatkan laju respirasi. Dengan cara tersebut, sebagian besar CO 2 akan segera dikeluar- kan dari dalam tubuh sehingga pH darah kembali normal. Hormon yang mengendalikan detak jantung adalah adrenalin yang dihasilkan oleh kelenjar anak ginjal. Pengaturan kolesterol darah dan nutrien berhubungan dengan sistem pencernaan.

2. Jawaban: d Gambar pada soal menunjukkan gambar penampang alveolus. Bagian yang ditunjukkan anak panah yaitu dinding alveolus. Dinding alveo- lus sangat tipis sehingga gas-gas dapat berdifusi dengan mudah melewati membran alveolus. Al- veolus berupa kantong-kantong kecil mirip anggur (alveoli) sehingga dapat memperluas permukaan alveolus untuk pertukaran gas. Permukaan dalam alveolus dilapisi sel epitelium yang memungkinkan terjadinya difusi gas oksigen dan karbon dioksida. Permukaan luar alveolus terdapat jaringan kapiler darah yang dapat mempercepat terjadinya proses difusi dan pengangkutan gas-gas pernapasan.

3. Jawaban: e Fungsi selaput lendir dan rambut-rambut halus pada rongga hidung di antaranya mengenali adanya bau, menyaring debu dan kuman yang masuk bersama udara, menyesuaikan suhu udara dengan suhu badan, serta mengatur kelembapan udara yang masuk. Sementara itu, menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara merupakan fungsi dari lendir yang terdapat pada trakea. Mengatur pergantian perjalanan udara pernapasan dan makanan merupakan fungsi dari faring yang terletak di belakang rongga hidung.

4. Jawaban: a Gas CO (karbon monoksida) merupakan gas yang beracun apabila terhirup oleh manusia dalam konsentrasi tinggi. Gas CO yang masuk ke sistem peredaran darah akan berikatan dengan hemoglo- bin membentuk HbCO. Jika kadar CO dalam darah besar, Hb tidak dapat mengikat oksigen. Keadaan tersebut dikarenakan Hb lebih mudah berikatan dengan CO dibandingkan O 2 . Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen sehingga dapat mengakibat- kan kematian.

5. Jawaban: c Bersin merupakan reaksi saluran pernapasan untuk membuang partikel asing yang masuk. Bersin merupakan proses ekspirasi mendadak. Otot-otot perut mengalami kontraksi secara tiba-tiba sehingga isi perut mendorong diafragma ke atas. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada mengecil secara tiba-tiba dan tekanan dalam paru-paru menjadi tinggi sehingga udara dikeluarkan dengan cepat dari paru-paru.

6. Jawaban: b Bagian yang ditunjuk oleh huruf S yaitu epiglotis. Epligotis selalu dalam keadaan terbuka dan hanya akan menutup laring jika ada makanan yang masuk ke kerongkongan. Dengan demikian, epligotis berfungsi untuk mencegah makanan masuk ke tenggorokan (trakea). Sementara itu, mengatur suhu udara serta menyaring partikel dan debu merupakan fungsi dari rongga hidung. Tempat berlangsungnya pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi di alveolus. Mengatur pergantian perjalanan udara pernapasan dan makanan merupakan fungsi dari faring yang terletak di belakang rongga hidung.

7. Jawaban: d Alveolus merupakan tempat terjadinya pertukaran gas antara O 2 dan CO 2 . Alveolus berupa kantong- kantong mirip anggur (alveoli) yang berjumlah banyak. Alveoli yang berjumlah banyak berfungsi untuk memperluas permukaan yang digunakan untuk pertukaran gas. Sementara itu, mempercepat terjadinya proses difusi dan mengangkut gas-gas pernapasan merupakan fungsi dari jaringan kapiler darah. Mengatur suhu udara pernapasan merupa- kan fungsi dari rongga hidung.

Biologi Kelas XI

7
7

8.

Jawaban: d Pada pernapasan dada, saat otot antartulang rusuk berkontraksi rongga dada membesar. Akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi kecil. Keadaan tersebut mengakibatkan udara dari luar masuk ke paru-paru. Pada pernapasan perut saat otot diafragma berkontraksi maka diafragma akan mendatar. Akibatnya, rongga dada membesar sehingga tekanannya menjadi kecil. Keadaan tersebut mengakibatkan udara luar masuk ke paru- paru (inspirasi). Sementara itu, diafragma berelaksasi dan tulang rusuk bergerak ke bawah (turun) terjadi saat ekspirasi.

9.

Jawaban: d Kapasitas vital yaitu volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah

melakukan inspirasi maksimal. Kapasitas vital merupakan jumlah dari volume tidal ditambah volume cadangan inspirasi (udara komplementer) dan volume cadangan ekspirasi (udara suplementer). Dari soal dapat diperoleh data sebagai berikut.

1)

Volume udara normal (volume tidal) = 480 mL

2)

Volume udara komplementer = 980 mL

3)

Volume udara suplementer = 1.460 mL

4)

Volume sisa = 1.000 mL

Kapasitas vital = volume tidal + volume udara komplementer + volume udara suplementer

 

= 480 + 980 + 1.460

= 2.920 mL

10.

Jawaban: b

Cara pengangkutan CO 2 dalam darah sebagai berikut.

1)

CO 2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat (HCO 3 ) oleh plasma darah, setelah asam karbonat yang terbentuk dalam darah terurai menjadi ion hidrogen (H + ) dan ion bikarbonat (HCO 3 ). Persamaan reaksinya sebagai berikut. H 2 O + CO 2 H 2 CO 3 H + + HCO 3

2)

CO 2 diikat oleh hemoglobin membentuk

3)

karboksihemoglobin. Persamaan reaksinya sebagai berikut. CO 2 + Hb HbCO 2 CO 2 diangkut plasma darah dalam bentuk senyawa asam karbonat (H 2 CO 3 ).

11.

Jawaban: a Mekanisme pernapasan perut pada fase inspirasi sebagai berikut.

1. Otot diafragma berkontraksi.

2. Diafragma mendatar.

3. Volume rongga dada membesar.

4. Tekanan udara dalam rongga dada mengecil.

5. Udara masuk paru-paru.

8
8

Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan

Adapun otot diafragma berelaksasi, rongga dada mengecil, dan udara keluar dari paru-paru merupa- kan peristiwa dalam mekanisme pernapasan perut pada fase ekspirasi.

12. Jawaban: c Saat berolahraga otot-otot tubuh memerlukan lebih banyak energi dibandingkan saat istirahat. Oleh karena itu, tubuh lebih banyak memerlukan oksigen yang akan digunakan untuk respirasi sel, yaitu untuk mengoksidasi zat makanan (glukosa) sehingga akan menghasilkan energi, gas CO 2 , dan uap air. Energi ini akan digunakan oleh otot-otot saat melakukan olahraga. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan oksigen tersebut kita akan bernapas lebih dalam dan lebih cepat saat berolahraga.

13. Jawaban: a Pernapasan dalam merupakan pertukaran gas di dalam jaringan tubuh. Pada pernapasan dalam darah masuk ke jaringan tubuh. Oksigen meninggalkan hemoglobin dan berdifusi masuk ke cairan tubuh. Reaksi kimianya yaitu HbO 2 Hb + O 2 . Sementara itu, pernapasan luar merupakan pertukaran gas (O 2 dan CO 2 ) yang terjadi antara udara dan darah. Selama pernapasan luar, di dalam paru-paru terjadi pertukaran gas yaitu CO 2 meninggalkan darah dan O 2 masuk ke darah melalui difusi. Selanjutnya, sejenis protein dalam sel darah merah yang disebut hemoglobin (Hb) mengikat oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO 2 ). Reaksi kimianya yaitu Hb + O 2 HbO 2 .

14. Jawaban: b Pada pernapasan dada, saat otot antartulang rusuk berelaksasi rongga dada mengecil. Akibatnya, tekanan dalam rongga dada membesar. Hal ini meng- akibatkan udara dalam rongga dada keluar dari paru- paru (ekspirasi). Sementara itu, saat otot antar- tulang rusuk berkontraksi rongga dada membesar. Akibatnya, tekanan dalam rongga dada mengecil. Hal ini mengakibatkan udara dari luar masuk ke paru-paru (inspirasi).

15. Jawaban: a Asfiksi adalah kelainan atau gangguan dalam peng- angkutan oksigen ke jaringan atau gangguan peng- gunaan oksigen oleh jaringan. Asfiksi mengakibat- kan sel-sel penyusun jaringan tubuh kekurangan oksigen.

16. Jawaban: a Kanker paru-paru diakibatkan oleh adanya tumor ganas yang terbentuk di dalam epitel bronkiolus. Emfisema yaitu penyakit yang terjadi karena ketidaknormalan susunan dan fungsi alveolus.

Sianosis merupakan penyakit yang ditandai dengan warna kulit dan membran mukosa kebiruan atau pucat karena kandungan O 2 yang rendah dalam darah. Sementara itu, bronkitis merupakan infeksi pada bronkus. Difteri biasa menyerang saluran pernapasan anak bagian atas yang disebabkan oleh corynebacterium diphteriae. Pneumonia yaitu radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae.

17. Jawaban: c Organ yang ditunjuk oleh nomor 3 yaitu bronkus. Pada bronkus dapat terjadi suatu peradangan yang dinamakan bronkitis. Organ yang ditunjuk nomor 5 yaitu pleura. Pada pleura dapat mengalami penambahan cairan interpleura sehingga timbul rasa nyeri saat bernapas dinamakan pleuritis. Nomor 1 yaitu faring, nomor 2 yaitu trakea, dan nomor 4 yaitu bronkiolus.

18. Jawaban: c

Kantong udara Trakea Spirakel tempat
Kantong udara
Trakea
Spirakel tempat

udara masuk

Insecta bernapas menggunakan sistem trakea. Sistem trakea pada Insecta terdiri atas spirakel, pembuluh trakea, dan trakeolus. Udara keluar masuk melalui lubang spirakel yang terletak berpasangan di setiap segmen tubuh. Oksigen yang masuk lewat spirakel kemudian menuju pembuluh trakea. Pembuluh trakea bercabang-cabang lagi menjadi cabang halus (trakeolus) yang dapat mencapai seluruh jaringan tubuh. Di dalam trakeolus terjadi pertukaran gas dengan sel-sel tubuh. Oksigen akan berdifusi dari trakeolus ke sel-sel tubuh dan karbon dioksida akan berdifusi dari sel-sel tubuh ke trakeolus. Selanjutnya, karbon dioksida menuju trakea dan akan dikeluarkan melalui spirakel. Insang merupakan organ per- napasan pada ikan dan amfibi. Kantong udara merupakan bantu pernapasan pada burung.

19. Jawaban: e Pertukaran udara pernapasan ikan terjadi pada insang (nomor 5). Ketika mulut (nomor 1) membuka, terjadi aliran air ke dalam rongga mulut (nomor 3). Setelah air masuk ke rongga mulut, katup mulut (nomor 2) menutup diikuti membuka- nya celah insang. Air dalam mulut mengalir melalui celah-celah insang dan menyentuh lembaran- lembaran insang. Pada tempat inilah terjadi pertukaran udara pernapasan. Sementara itu, operkulum (nomor 4) merupakan penutup insang.

20. Jawaban: e Operkulum merupakan tutup insang. Lengkung insang merupakan tempat melekatnya lembaran insang yang terbentuk dari tulang rawan. Rigi-rigi insang merupakan tempat untuk menyaring agar kotoran tidak masuk ke lembaran insang. Labirin merupakan bagian perluasan insang yang bentuknya berlipat-lipat. Sementara itu, lamela adalah lapisan tipis yang terdapat pada filamen lembaran insang.

21. Jawaban: e Katak dapat bernapas dengan kulitnya yang tipis lembap, dan mengandung banyak kapiler darah. Oksigen yan masuk melalui kulit akan diangkut menuju vena kulit paru-paru (vena pulmo kutanea) dan ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Adapun karbon dioksida dari jaringan akan dibawa ke jantung, kemudian dipompa ke kulit dan paru- paru melalui arteri kulit paru-paru (arteri pulmo kutanea).

22. Jawaban: c Alat respirasi yang ditunjukkan oleh gambar adalah sistem trakea, yaitu alat pernapasan yang dimiliki oleh kelompok Insecta (serangga), contoh kecoak dan belalang. Alat pernapasan kadal, ular, ayam, burung ketilang, dan buaya adalah paru-paru. Adapun alat pernapasan ikan adalah insang. Katak pada stadium larva bernapas menggunakan insang. Katak pada stadium dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit.

23. Jawaban: e Salamander merupakan kelompok amfibi yang hidup di air dan memiliki insang luar yang tetap ada hingga stadium dewasanya. Katak bernapas dengan insang hanya pada fase berudu. Setelah dewasa katak bernapas dengan paru-paru dan kulit. Laba-laba bernapas dengan paru-paru buku. Ikan hiu bernapas dengan insang dalam. Adapun belalang bernapas menggunakan sistem trakea.

24. Jawaban: c Belalang bernapas menggunakan sistem trakea. Sistem ini terdiri atas spirakel, pembuluh trakea, dan trakeolus. Udara keluar masuk melalui spirakel, kemudian menuju pembuluh trakea. Selanjutnya, pembuluh trakea bercabang-cabang menjadi cabang halus (trakeolus). Di dalam trakeolus terjadi pertukaran gas dengan sel-sel tubuh. Oksigen akan berdifusi dari trakeolus ke sel-sel tubuh dan karbon dioksida akan berdifusi dari sel-sel tubuh ke trakeolus. Selanjutnya, karbon dioksida menuju trakea dan dikeluarkan melalui spirakel.

Biologi Kelas XI

9
9

25. Jawaban: c

Pernapasan hewan pada tabel sebagai berikut.

1)

Pernapasan burung, menggunakan paru-paru

2)

dan pada waktu terbang dibantu dengan pundi- pundi udara. Pernapasan lele, menggunakan insang dan

3)

dengan bantuan labirin. Pernapasan serangga, menggunakan sistem

4)

trakea yang terdiri atas spirakel, pembuluh trakea, dan trakeolus. Pernapasan katak, pada saat masih katak muda (berudu) menggunakan insang tetapi setelah dewasa menggunakan paru-paru dan kulit.

26. Jawaban: b Pernapasan inspirasi burung pada saat terbang terjadi pada waktu sayap diangkat ke atas, kantong udara di ketiak mengembang. Sementara itu, kantong udara di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen masuk ke paru-paru.

27. Jawaban: c Bagian yang ditunjuk anak panah yaitu pundi-pundi udara. Pundi-pundi udara berfungsi membantu pernapasan, terutama pada waktu terbang. Selain itu, pundi-pundi udara juga berfungsi untuk mem- perbesar suara, meringankan tubuh, mencegah hilangnya panas tubuh, dan melindungi organ dalam tubuh burung.

28. Jawaban: c Udang dan ketam merupakan Arthropoda yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Insang tumbuh dari dasar anggota tubuh dan dinding tubuh yang berdekatan yang menjulur ke atas dalam ruang bronkial. Sementara itu, laba-laba dan kalajengking merupakan hewan Arthropoda yang bernapas menggunakan paru-paru buku. Paru-paru ini merupakan invaginasi (pelekukan ke dalam) ab- domen.

29. Jawaban: a Cacing bernapas dengan permukaan tubuhnya. Kulit cacing mengandung kelenjar-kelenjar yang menghasilkan lendir yang menyebabkan kulitnya selalu basah. Melalui kulit basah, oksigen berdifusi ke dalam pembuluh darah kapiler. Oksigen kemudian diikat oleh hemoglobin dan diedarkan ke seluruh tubuh. Karbon dioksida sebagai sisa pernapasan dikeluarkan dari sel dan berdifusi ke dalam darah. Dari kapiler darah, CO 2 akan berdifusi keluar melalui kulit. Secara sederhana prosesnya sebagai berikut.

melalui kulit. Secara sederhana prosesnya sebagai berikut. ← → O 2 kulit ←

← →

O

2

kulit

← →

O

2

darah

← →

O

2

CO

2 CO

2 CO

2

sel tubuh

10
10

Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan

30. Jawaban: c Huruf X menunjukkan bagian paru-paru. Di dalam paru-paru terjadi proses pertukaran gas O 2 dengan CO 2 . Huruf V adalah trakea, huruf W merupakan kantong udara depan (anterior). Huruf Z merupakan kantong udara belakang (posterior). Sementara itu, huruf Y merupakan ekor.

B.

Uraian

1.

Pernapasan internal (dalam) merupakan pertukaran gas di dalam jaringan tubuh. Pada pernapasan dalam, darah yang mengandung banyak oksigen masuk ke jaringan tubuh. Selanjutnya, oksigen melepaskan ikatannya dengan hemoglobin dan berdifusi masuk ke cairan tubuh. Sementara itu, pernapasan eksternal (luar) merupakan pertukaran gas yang terjadi antara darah dan udara. Selama pernapasan luar, di paru-paru terjadi pertukaran gas yaitu CO 2 meninggalkan darah dan O 2 masuk ke darah secara difusi.

2.

Udara pernapasan yang masuk ke hidung akan mengalami tiga proses sebagai berikut.

a. Udara yang masuk melalui hidung akan disaring oleh rambut hidung dan selaput lendir.

b. Udara mengalami penyesuaian suhu. Jika udara dari luar dingin, dalam hidung udara meng- alami pemanasan sesuai dengan suhu badan.

c. Di dalam hidung udara diatur kelembapannya.

3.

a. Perbedaan volume cadangan inspirasi dan volume cadangan ekspirasi sebagai berikut. Volume cadangan inspirasi disebut juga dengan udara komplementer, yaitu udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah melakukan inspirasi biasa. Sementara itu, volume cadangan ekspirasi disebut juga udara suplementer, yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa.

b. Persamaan volume cadangan inspirasi dengan volume cadangan ekspirasi yaitu mempunyai besar volume yang sama yaitu kurang lebih 1.500 ml.

4.

Perhatikan daerah tanpa arsiran yang berada di bawah garis tebal! Dalam daerah tersebut terdapat 19 kotak. Setiap kotak mewakili 0,5 liter. Jadi kekurangan volume oksigen atlet tersebut yaitu

=

19 × 0,5 liter = 9,5 liter.

5.

Asma merupakan salah satu penyakit alergi pada saluran pernapasan. Penyakit asma ditandai dengan adanya batuk, sesak napas, banyak lendir

di saluran pernapasan, dan bunyi mengi. Penyakit

asma terjadi karena adanya pembengkakan pada saluran pernapasan sehingga terjadi penyempitan.

Akibat terjadi penyempitan, seseorang penderita asma mengalami kesulitan dalam bernapas sehingga untuk mengambil napas menimbulkan bunyi mengi.

6. Nomor 1 menunjukkan otot antartulang rusuk bagian luar, nomor 2 menunjukkan otot diafragma, dan nomor 3 menunjukkan rongga dada. Saat terjadi inspirasi, otot antartulang rusuk bagian luar dan otot diafragma berkontraksi. Berkontraksinya otot antartulang rusuk bagian luar mengakibatkan tulang rusuk terangkat sehingga rongga dada membesar. Berkontraksinya otot diafragma mengakibatkan diafragma mendatar sehingga rongga dada mem- besar. Membesarnya rongga dada mengakibatkan tekanan udara di dalamnya mengecil sehingga udara masuk ke paru-paru.

7. Nomor 1 menunjukkan otot antartulang rusuk bagian luar, nomor 2 menunjukkan otot diafragma, dan nomor 3 menunjukkan rongga dada. Saat terjadi inspirasi, otot antartulang rusuk bagian luar dan otot diafragma berkontraksi. Berkontraksinya otot antartulang rusuk bagian luar mengakibatkan tulang rusuk terangkat sehingga rongga dada membesar. Berkontraksinya otot diafragma mengakibatkan diafragma mendatar sehingga rongga dada membesar. Membesarnya rongga dada mengakibatkan tekanan udara di dalamnya mengecil sehingga udara masuk ke paru-paru.

8. Katak memiliki kemampuan mengikat O 2 untuk pernapasan melalui tiga cara berikut.

a. Oksigen diikat melalui paru-paru Udara pernapasan masuk melaui rongga mulut dipompakan ke paru-paru O 2 berdifusi masuk ke dalam pembuluh darah CO 2 dilepas keluar dari pembuluh darah.

b. Oksigen diikat melalui kulit Kulit katak selalu basah sehingga memudah- kan pembuluh darah kapiler pada kulit untuk mengikat O 2 .

c. Oksigen diikat melalui selaput rongga mulut Selaput rongga mulut memiliki banyak pem- buluh darah kapiler sehingga pada waktu udara masuk rongga mulut terjadi juga pengikatan O 2 oleh darah di dalamnya.

9.

a. Ekspirasi saat tidak terbang Rongga dada mengecil sehingga tekanan paru-paru lebih besar daripada tekanan udara luar. Akibatnya, udara keluar dari paru-paru. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada, udara dari pundi-pundi hawa masuk ke paru- paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler paru-paru. Jadi, pengambilan oksigen pada burung dilakukan pada tahap inspirasi maupun ekspirasi.

b. Ekspirasi saat terbang Pada waktu sayap diturunkan, kantong udara di ketiak terjepit. Sementara itu, kantong udara di tulang korakoid mengembang sehingga udara dikeluarkan dari paru-paru. Semakin tinggi burung terbang, semakin cepat burung mengepakkan sayapnya untuk mendapatkan oksigen yang cukup banyak.

10.

P adalah alveolus dan Q adalah filamen. Alveolus berfungsi sebagai tempat pertukaran gas CO 2 dan O 2 . Alveolus merupakan gelembung-gelembung udara yang bentuknya berupa kantong-kantong kecil seperti buah anggur. Bentuk alveolus yang berupa kantong-kantong kecil mengakibatkan permukaannya semakin luas. Selain itu, dinding alveolus sangat tipis tetapi elastis dan mengandung kapiler-kapiler darah. Struktur yang demikian memungkinkan gas O 2 dan CO 2 berdifusi melewati membran alveolus. Adapun insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Tiap lembaran insang terdiri atas sepasang filamen. Tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis yang disebut lamela. Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan oksigen berdifusi masuk dan karbon dioksida berdifusi keluar. Jadi, persamaan antara kedua organ tersebut adalah terdapat banyak pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memper- mudah difusi gas oksigen dan karbon dioksida.

Biologi Kelas XI

11
11
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. menjelaskan struktur dan fungsi organ-organ ekskresi manusia;
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. menjelaskan struktur dan fungsi organ-organ ekskresi manusia;
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan struktur dan fungsi organ-organ ekskresi manusia;
2. menjelaskan gangguan dan penyakit pada sistem ekskresi manusia;
3. menjelaskan sistem ekskresi pada hewan.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap sistem ekskresi ciptaan Tuhan;
2. memiliki pola pikir ilmiah dan rasa ingin tahu yang tinggi mengenai mekanisme sistem ekskresi;
3. memiliki sifat peka dan peduli serta bertanggung jawab terhadap lingkungan yang berkaitan dengan sistem ekskresi;
4. memiliki sikap jujur, cinta damai, tekun, kritis, ilmiah, serta mau bekerja sama dalam setiap kegiatan.

Sistem Ekskresi

mau bekerja sama dalam setiap kegiatan. Sistem Ekskresi Sistem Ekskresi pada Manusia Sistem Ekskresi pada Hewan
mau bekerja sama dalam setiap kegiatan. Sistem Ekskresi Sistem Ekskresi pada Manusia Sistem Ekskresi pada Hewan

Sistem Ekskresi

pada Manusia

kegiatan. Sistem Ekskresi Sistem Ekskresi pada Manusia Sistem Ekskresi pada Hewan • Mendiskusikan letak,

Sistem Ekskresi pada Hewan

Sistem Ekskresi pada Manusia Sistem Ekskresi pada Hewan • Mendiskusikan letak, struktur, dan mekanisme kerja

• Mendiskusikan letak, struktur, dan mekanisme kerja organ-organ ekskresi melalui pengamatan peta pikiran.

• Mencari informasi tentang organ ginjal dan mekanisme ekskresi yang terjadi di dalamnya.

• Mengidentifikasi perbedaan struktur ginjal sapi dengan ginjal manusia.

• Melakukan pengujian kandungan urine.

sel penyusun jaringan nefron,

• Mengidentifikasi struktur

alveolus, dan kulit.

• Membuat media pembelajaran mengenai organ- organ ekskresi.

• Mencari informasi tentang gangguan dan penyakit yang

menyerang organ-organ

ekskresi.

• Membuat kliping mengenai kasus cuci darah yang dilakukan penderita gagal ginjal.

• Mendiskusikan mekanisme ekskresi pada ikan.

• Menjelaskan mekanisme ekskresi pada Planaria.

• Mendiskusikan mekanisme ekskresi pada cacing tanah.

• Mendiskusikan mekanisme ekskresi pada serangga.

• Menjelaskan mekanisme ekskresi pada katak, kadal, dan burung.

mekanisme ekskresi pada katak, kadal, dan burung. • Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap

• Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap sistem ekskresi ciptaan Tuhan.

• Memiliki pola pikir ilmiah dan rasa ingin tahu yang tinggi mengenai mekanisme sistem ekskresi.

• Memiliki sifat peka dan peduli serta bertanggung jawab terhadap lingkungan berkaitan dengan sistem ekskresi.

• Memiliki sikap jujur, cinta damai, tekun, kritis, ilmiah, serta mau bekerja sama dalam setiap kegiatan.

• Menjelaskan letak, struktur, dan mekanisme kerja organ- organ ekskresi melalui pengamatan peta pikiran.

• Menjelaskan tentang organ ginjal dan mekanisme ekskresi yang terjadi di dalamnya.

• Menjelaskan kandungan urine.

• Menjelaskan struktur sel penyusun jaringan nefron, alveo- lus, dan kulit.

• Menjelaskan organ-organ ekskresi melalui pembuatan media pembelajaran.

• Menjelaskan tentang gangguan dan penyakit yang menyerang organ-organ ekskresi.

• Menjelaskan tentnag kasus cuci darah yang dilakukan penderita ginjal.

• Menjelaskan mekanisme ekskresi pada ikan.

• Menjelaskan mekanisme ekskresi pada Planaria.

• Menjelaskan mekanisme ekskresi pada cacing tanah.

• Menjelaskan mekanisme ekskresi pada serangga.

• Menjelaskan mekanisme ekskresi pada katak, kadal, dan burung.

12
12

Sistem Ekskresi

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: d Buang air besar merupakan aktivitas defekasi yaitu pembuangan sisa-sisa

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: d Buang air besar merupakan aktivitas defekasi yaitu pembuangan sisa-sisa pencernaan. Meludah dan meneteskan air mata bukan merupakan peristiwa ekskresi. Meludah adalah membuang air liur yang merupakan hasil sekresi dari kelenjar ludah. Meneteskan air mata juga merupakan peristiwa sekresi air mata oleh kelenjar air mata.

2. Jawaban: a

Alat ekskresi manusia meliputi organ-organ berikut.

1)

Ginjal mengekskresikan urine.

2)

Paru-paru mengekskresikan karbon dioksida

3)

dan uap air. Kulit mengekskresikan keringat.

4)

Hati mengekskresikan empedu.

Jantung merupakan alat peredaran darah dan pankreas merupakan organ dalam sistem endokrin dan pencernaan.

3. Jawaban: c Salah satu fungsi ginjal dalam sistem ekskresi adalah menjaga tekanan osmosis. Tekanan osmo- sis dijaga dengan cara mengatur ekskresi garam- garam, yaitu membuang garam yang berlebihan dan menahan garam apabila jumlahnya berkurang.

4. Jawaban: c Keterangan gambar:

Nomor 2 : proses reabsorpsi Huruf X : filtrat urine primer Proses pembentukan urine diawali dengan proses filtrasi, yaitu penyaringan zat-zat sisa dalam darah dan menghasilkan produk urine primer. Proses berikutnya adalah reabsorpsi, yaitu proses penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna dan menghasilkan produk urine sekunder. Proses terakhir adalah augmentasi, yaitu penambahan zat sisa yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh dan produk akhirnya yaitu urine sebenarnya.

5. Jawaban: a Bagian yang ditunjuk oleh huruf X adalah glomerulus. Fungsi utama glomerulus adalah sebagai penyaring/filtrasi darah dan menghasilkan produk berupa urine primer.

6. Jawaban: a Proses pembentukan urine melalui tiga tahap yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. Tahap filtrasi berlangsung di bagian glomerulus. Darah yang

masuk ke dalam glomerulus akan disaring dan komponen yang tersaring adalah protein dan sel darah. Dari tahap filtrasi ini akan dihasilkan urine primer. Selanjutnya, urine primer akan masuk ke tubulus proksimal dan mengalami tahap reabsorpsi. Zat-zat penting akan diserap kembali oleh tubuh misalnya asam amino, glukosa, dan NaCl. Dari tahap reabsorpsi akan dihasilkan urine sekunder. Urine sekunder akan memasuki tubulus distal dan mengalami tahap augmentasi yaitu penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh misalnya urea. Dari tahap augmentasi akan dihasilkan urine seungguhnya, Jadi, jika di dalam urine seseorang masih terkandung protein mengindikasikan terjadinya kerusakan pada glomerulus.

7. Jawaban: b

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada ginjal antara lain sebagai berikut.

1)

Batu ginjal, disebabkan oleh terbentuknya

2)

garam kalsium dan penimbunan asam urat sehingga membentuk CaCO 3 (kalsium karbonat) pada ginjal atau saluran urine. Diabetes melitus, disebabkan adanya glukosa

3)

pada urine yang dipicu karena kekurangan hormon insulin. Gejala lain dari penyakit ini di antaranya sering kencing, cepat haus, dan cepat lapar. Diabetes insipidus, produksi urine meningkat

4)

karena kelenjar hipofisis gagal mensekresikan hormon antidiuretik. Nefritis, berupa peradangan pada nefron

5)

karena infeksi bakteri Streptococcus. Akibatnya, protein yang masuk bersama urine primer tidak dapat disaring sehingga ikut keluar bersama urine. Albuminuria, terdapatnya albumin maupun

protein lain di dalam urine. Gangguan ini disebabkan terjadinya kerusakan pada alat filtrasi pada ginjal (glomerulus).

8. Jawaban: e Penyakit jaundice (kuning) merupakan gejala awal

yang menunjukkan adanya gangguan pada hati, penyumbatan saluran empedu, atau adanya gangguan pada metabolisme bilirubin.

9. Jawaban: b Hati berfungsi dalam sistem ekskresi dengan menghasilkan cairan empedu. Empedu berasal dari penghancuran hemoglobin yang telah tua. Hemoglobin ini akan diuraikan menjadi hemin, zat besi, dan globin. Sementara itu, fungsi hati dalam

Biologi Kelas XI

13
13

menyimpan energi adalah dengan mengubah glukosa menjadi glikogen. Mendetoksifikasi racun merupakan fungsi hati dalam detoksifikasi. Menghasilkan hormon glukagon serta menghasilkan albumin dan globulin merupakan fungsi hati dalam penghasil zat kimia tubuh.

10. Jawaban: e Sebagai pabrik kimia tubuh, hati menghasilkan beberapa protein penting yang dapat ditemukan

dalam darah. Beberapa protein tersebut sebagai berikut.

1)

Albumin, berfungsi membantu ketersediaan

2)

kalsium dan unsur-unsur penting lain dalam aliran darah. Globin, turut membentuk hemoglobin yang

3)

merupakan pembawa oksigen dalam sel darah merah. Globulin, berperan dalam sistem kekebalan tubuh yang bekerja sama dengan antibodi melawan mikroorganisme yang menyerang tubuh.

11. Jawaban: c Penyakit pada hati yang ditandai dengan perut kembung, nyeri pada ulu hati, perut mengeras, dan disertai demam, merupakan gejala penyakit sirosis hati atau pengerasan organ hati. Penyakit ini disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi obat- obatan atau minuman beralkohol. Selain itu, penyakit ini juga dapat diakibatkan oleh infeksi virus atau bakteri, adanya sel tumor, serta adanya penumpukan racun dalam tubuh yang berlebihan.

12. Jawaban: e Urea merupakan komponen hasil deaminasi asam

amino oleh hati. Urea ini difiltrasi oleh ginjal. Setelah berbentuk urine yang sesungguhnya, urine

ini sebelum dikeluarkan disimpan sementara di

kantong kemih.

13. Jawaban: d Organ ekskresi beserta ekskret sisa metabolisme yang dikeluarkan sebagai berikut.

1)

Hati mengekskresikan cairan empedu.

2)

Kulit mengekskresikan keringat (air dan garam-garam mineral).

3) Ginjal mengekskresikan urine yang

mengandung banyak urea. Paru-paru mengekskresikan uap air dan CO 2 .

14. Jawaban: a Sebagai alat ekskresi, kulit berfungsi

mengeluarkan keringat melalui pori-pori kulit. Keringat merupakan zat sisa metabolisme yang

di dalamnya terlarut berbagai garam, terutama

4)

14
14

Sistem Ekskresi

NaCl. Memproduksi pigmen kulit merupakan fungsi kulit sebagai penentu warna kulit. Menjaga suhu tubuh tetap konstan adalah fungsi kulit sebagai regulator suhu. Pembentukan vitamin D dari pro- vitamin D merupakan fungsi kulit dalam pembentukan vitamin D dengan bantuan sinar matahari. Adapun melindungi tubuh dari paparan sinar UV adalah fungsi kulit sebagai proteksi.

15. Jawaban: e Kelenjar keringat (glandula sudorifera) merupakan kelenjar penghasil keringat yang di dalamnya terlarut berbagai garam, terutama NaCl. Kelenjar ini terdapat di lapisan kulit bagian dermis. Dermis merupakan lapisan yang terletak di bawah epider- mis. Pada lapisan ini terdapat akar rambut, pembuluh darah, kelenjar, dan saraf. Selain kelenjar keringat (glandula sudorifera), di bagian dermis juga terdapat kelenjar minyak (glandula sebasea). Kelenjar ini menghasilkan minyak yang berfungsi meminyaki rambut agar tidak kering.

16. Jawaban: c Bagian yang ditunjuk oleh X adalah kelenjar keringat (sudorifera) dan Y merupakan kelenjar penghasil minyak untuk melumasi rambut.

17. Jawaban: c

Scabies merupakan penyakit yang diakibat- kan oleh reaksi alergi terhadap tungau. Penyakit ini ditandai dengan rasa gatal pada

malam hari dan tampak lepuh-lepuh kecil. 2) Lentigo ditandai adanya bercak-bercak

1)

3)

4)

5)

hiperpigmentasi pada kulit yang berwarna cokelat hitam. Lepra merupakan penyakit infeksi kronis pada kulit yang diakibatkan oleh bakteri Mycobac- terium leprae. Dermatitis atau eksim ditandai dengan kulit yang meradang dan mengalami iritasi. Der- matitis apabila dibiarkan dapat menimbulkan rasa gatal dan memicu terjadinya infeksi. Kanker kulit merupakan pertumbuhan sel-sel kulit yang bersifat ganas. Kanker ini dapat diakibatkan oleh menurunnya daya tahan kulit maupun berkurangnya melanosit.

kulit yang bersifat ganas. Kanker ini dapat diakibatkan oleh menurunnya daya tahan kulit maupun berkurangnya melanosit.
kulit yang bersifat ganas. Kanker ini dapat diakibatkan oleh menurunnya daya tahan kulit maupun berkurangnya melanosit.

18. Jawaban: e Sebagai organ tempat pertukaran gas dalam proses bernapas, paru-paru memfiksasi oksigen dan melepaskan karbon dioksida serta uap air. Proses pengeluaran karbon dioksida dan uap air ini merupakan bagian dari sistem ekskresi, karena karbon dioksida dan uap air merupakan produk sisa dari proses metabolisme tubuh.

19. Jawaban: d Pada proses pernapasan, oksigen yang dihirup digunakan untuk mengoksidasi zat makanan untuk menghasilkan energi. Pada tingkat jaringan, proses pembentukan energi ini dilakukan oleh mitokondria. Adapun gas CO 2 dan uap air merupakan zat sisa dari proses pembentukan energi tersebut. Zat sisa metabolisme dari sel dan jaringan ini akan dikeluarkan dari tubuh melalui paru-paru.

20. Jawaban: d Albuminuria yaitu terdapatnya albumin maupun protein lain di dalam urine. Gangguan ini disebabkan terjadinya kerusakan pada alat filtrasi pada ginjal (glomerulus). Kekurangan hormon in- sulin dapat mengakibatkan terjadinya penyakit dia- betes melitus. Hiposekresi antidiuretik mengakibatkan volume urine yang dihasilkan lebih banyak dan encer. Produksi hormon adrenalin tidak mengakibatkan terjadinya gangguan pada sistem ekskresi. Kerusakan tubulus kontortus akibat infeksi mengakibatkan terganggunya tahap reabsorpsi dan augmentasi pada proses pembentukan urine.

B.

Uraian

1.

Pori-pori kelenjar keringat Kelenjar minyak Keterangan:
Pori-pori
kelenjar
keringat
Kelenjar minyak
Keterangan:

V = pori-pori sebagai saluran pembuangan kelebihan air dan garam mineral dalam bentuk keringat.

W = kelenjar sudorifera atau kelenjar keringat, berfungsi menghasilkan keringat.

X = kelenjar minyak menghasilkan minyak yang berfungsi meminyaki rambut agar tidak kering.

2. A = glomerulus, berperan dalam proses filtrasi darah untuk menghasilkan filtrat glomerulus.

tubulus kontortus proksimal, berperan dalam reabsorpsi zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh.

C = tubulus kontortus distal, berperan dalam proses augmentasi, yaitu penambahan zat- zat sisa metabolisme tubuh untuk dibuang bersama urine sesungguhnya.

B =

D = tubulus kolektivus, berfungsi mengumpulkan urine sesungguhnya untuk disalurkan menuju medula ginjal.

3. Fungsi ginjal sebagai organ ekskresi sebagai

berikut.

a. Membuang sisa metabolisme, misal urea, asam urat, kreatinin, kreatin, obat-obatan, dan zat lain yang bersifat racun.

b. Menjaga keseimbangan air dalam tubuh dengan mengatur volume plasma darah dan volume air.

c. Mengatur kandungan elektrolit dengan menyaring zat-zat kimia yang masih berguna bagi tubuh (natrium, fosfor, dan kalium) dan mengembalikannya ke saluran peredaran darah.

d. Menjaga asam basa cairan darah dengan mengatur pH plasma darah dan cairan tubuh dengan mengekskresikan urine yang bersifat basa atau mengekskresikan urine yang bersifat asam.

e. Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur ekskresi garam-garam, yaitu membuang garam yang berlebihan dan menahan garam apabila jumlahnya berkurang.

4. Proses pembentukan urine sebagai berikut.

a. Filtrasi Proses filtrasi terjadi di glomerulus. Proses ini terjadi karena adanya tekanan darah akibat pengaruh dari mengembang dan mengerutnya arteri yang memanjang menuju dan meninggalkan glomerulus. Pada proses ini terjadi penyaringan darah. Zat berupa air, garam, asam amino, glukosa, dan urea mengalami penyaringan, kemudian masuk ke kapsula Bowman. Zat yang bermolekul seperti protein tetap berada dalam pembuluh darah. Hasil penyaringan itu disebut filtrat glomeru- lus (urine primer).

b. Reabsorpsi Proses reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal dan lengkung Henle. Proses yang terjadi pada tahap ini adalah penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna karena urine primer masih mengandung banyak zat yang diperlukan tubuh antara lain air, glukosa, asam amino, dan NaCl. Produk dari reabsorpsi ini berupa urine sekunder.

c. Augmentasi Proses augmentasi terjadi di tubulus kontortus distal. Proses yang terjadi pada tahap ini adalah penambahan zat sisa pada urine sekunder dan akan dihasilkan urine sebenarnya. Komponen urine yang dikeluarkan yaitu 96% air, 1,5% garam, 2,5% urea, dan sisa substansi lain seperti pigmen empedu yang berfungsi memberi warna pada urine.

Biologi Kelas XI

15
15

5. Organ ginjal meskipun berukuran kecil, memiliki peranan sangat vital. Beberapa fungsi ginjal antara lain menjaga keseimbangan air dalam tubuh dan sebagai tempat membersihkan darah dari berbagai zat sisa hasil metabolisme serta racun-racun dalam tubuh. Zat sisa dan racun tubuh tersebut kemudian dibuang menjadi urine. Selain itu, ginjal juga berfungsi mempertahankan volume dan tekanan darah, mengatur produksi sel darah merah, dan menghasilkan zat-zat yaitu eritropoetin (EPO), renin, dan vitamin D. Eritropoetin (EPO) berfungsi merangsang sumsum tulang membuat sel- sel darah merah (eritrosit), sedangkan vitamin D yang memiliki bentuk aktif kalsitriol berperan dalam penyerapan kalsium dan menjaga keseimbangan kimia dalam tubuh. Oleh karena banyaknya fungsi ginjal ini, maka apabila ada suatu kelainan pada ginjal dapat menimbulkan penyakit

lain. Misalnya jika seseorang menderita sakit ginjal,

tidak menutup kemungkinan orang itu juga akan menderita leukemia atau kekurangan sel darah

merah karena ginjal tidak mampu mengatur produksi sel darah merah.

6. Usia Semakin tua seseorang, semakin sedikit jumlah urine yang diproduksi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan ginjal dalam memproduksi urine yang semakin menurun.

a.

b.

Kondisi kesehatan Seseorang yang sakit bisa mengeluarkan urine lebih banyak ataupun lebih sedikit tergantung pada jenis penyakit yang dideritanya.

c.

Cuaca Apabila cuaca panas, cairan tubuh lebih banyak dikeluarkan dalam bentuk keringat. Jika cuaca dingin cairan tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk urine.

d.

Aktivitas dan gaya hidup Seseorang yang sering berolahraga urine yang terbentuk akan lebih sedikit dan lebih pekat. Hal ini karena cairan tubuh lebih banyak digunakan untuk membentuk energi. Oleh karena itu, cairan yang dikeluarkan lebih banyak dalam bentuk keringat.

e.

Jumlah air yang diminum Apabila mengonsumsi banyak air minum, konsentrasi protein dalam darah akan menurun. Kondisi ini dapat mengakibatkan menurunnya tekanan koloid protein sehingga tekanan filtrasi kurang efektif. Akibatnya, volume urine yang diproduksi akan meningkat.

16
16

Sistem Ekskresi

f. Psikologis Orang yang sedang cemas, aktivitas metabolismenya akan lebih cepat sehingga akan lebih sering mengeluarkan urine.

7. Macam-macam protein yang dihasilkan oleh hati sebagai berikut.

a. Albumin. Albumin berfungsi membantu ketersediaan kalsium dan unsur-unsur penting lain dalam aliran darah.

b. Globin. Globin berfungsi membentuk hemo- globin yang merupakan pembawa oksigen dalam sel darah merah.

c. Globulin. Globulin berperan dalam sistem kekebalan tubuh yang bekerja sama dengan antibodi melawan mikroorganisme yang menyerang tubuh.

d. Fibrinogen dan Protrombin. Fibrinogen dan protrombin membantu menyembuhkan luka dan membantu darah membentuk zat pembeku.

8. Epidermis terdiri atas beberapa lapis berikut.

a. Stratum korneum (lapisan tanduk) Stratum korneum merupakan lapisan kulit yang paling luar, tersusun dari sel-sel mati yang bersifat keras, tahan terhadap air, dan selalu mengelupas (deskuamasi). Lapisan ini akan mengalami pembaruan selama proses keratinisasi (pembentukan zat tanduk/kera- tin).

b. Stratum lusidum Stratum lusidum tersusun dari sel-sel yang tidak berinti dan berfungsi mengganti stratum korneum.

c. Stratum granulosum Stratum granulosum tersusun dari sel-sel yang berinti dan mengandung pigmen melanin.

d. Stratum germinativum Stratum germinativum tersusun dari sel-sel yang selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar.

9. Jawaban:

Hormon antidiuretik merupakan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar saraf hipofisis. Pengeluaran hormon ini ditentukan oleh reseptor khusus di dalam otak yang secara terus-menerus mengendalikan tekanan osmotik darah. Oleh karena itu, hormon ini akan memengaruhi proses reabsorpsi air pada tubulus kontortus distal sehingga permeabilitas sel terhadap air meningkat.

Pada saat tubuh kekurangan cairan, konsentrasi air dalam darah menurun. Akibatnya, sekresi ADH meningkat dan dialirkan oleh darah menuju ginjal. ADH meningkatkan permeabilitas sel terhadap air dan permeabilitas saluran pengumpul. Dengan demikian, air akan berdifusi keluar dari pipa pengumpul, kemudian masuk ke dalam darah. Keadaan tesebut dapat memulihkan konsentrasi air dalam darah. Akibatnya, urine yang dihasilkan lebih sedikit dan pekat.

10. Gangguan dan penyakit pada kulit sebagai berikut.

a. Xerosis. Xerosis merupakan keadaan kulit yang tampak kering dan kasar yang diakibatkan oleh kelembapan kulit yang rendah.

b. Lentigo. Lentigo ditandai adanya bercak- bercak hiperpigmentasi pada kulit, berwarna cokelat hitam.

c. Dermatitis atau eksim. Dermatitis ditandai dengan kulit yang meradang dan mengalami iritasi yang umumnya terjadi di bagian tangan dan kaki dan menimbulkan rasa gatal.

d. Scabies. Scabies merupakan penyakit yang diakibatkan oleh reaksi alergi terhadap tungau yang ditandai dengan timbulnya rasa gatal pada malam hari dan kulit tampak lepuh-lepuh.

e. Kusta atau lepra. Kusta merupakan penyakit infeksi kronis pada kulit yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf, anggota gerak, dan mata.

f. Jerawat. Jerawat diakibatkan produksi kelenjar minyak berlebih yang mengakibatkan terjadinya penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.

g. Panu dan kurap. Panu dan kurap merupakan gangguan kulit yang disebabkan oleh jamur. Gejala yang tampak pada gangguan kulit ini antara lain gatal-gatal, berwarna putih (panau), dan kemerahan (kurap).

gatal-gatal, berwarna putih (panau), dan kemerahan (kurap). A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: a Pembuluh Malpighi merupakan

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: a Pembuluh Malpighi merupakan organ ekskresi

pada Insecta. Nefridium merupakan alat ekskresi pada cacing tanah. Klitelum merupakan kelenjar kelamin pada cacing tanah dewasa. Sementara itu, mesonefros adalah ginjal sederhana pada

Pisces.

2. Jawaban: b Organ ekskresi cacing tanah berupa ginjal sederhana yang disebut nefridia. Nefridia terdapat di setiap segmen tubuh, kecuali pada tiga segmen pertama dan segmen terakhir. Di dalam nefridia terkandung zat sisa metabolisme maupun nutrien. Zat sisa metabolisme dan nutrien tersebut disaring oleh nefrostom. Nefrostom berbentuk corong yang dilengkapi dengan silia. Hasil saringan dari nefrostom diangkut menuju tubulus pengumpul melalui tubulus sederhana yang dikelilingi oleh kapiler-kapiler darah. Di sepanjang tubulus sederhana ini, terjadi proses reabsorpsi bahan- bahan yang penting seperti garam-garam dan

nutrien terlarut. Selanjutnya, air dan sisa buangan dikeluarkan melalui lubang ekskretori yang disebut

nefridiofor.

3. Jawaban: c Perhatikan gambar berikut! Inti sel Sitoplasma Rambut getar Pergerakan cairan tubuh Saluran
3.
Jawaban: c
Perhatikan gambar berikut!
Inti sel
Sitoplasma
Rambut getar
Pergerakan cairan tubuh
Saluran ekskresi
4.
Jawaban: b

Urutan proses ekskresi cacing tanah yang benar sebagai berikut.

1)

Zat sisa metabolisme di dalam nefridia disaring oleh nefrostom.

2)

Hasil saringan dari nefrostom diangkut menuju tubulus pengumpul melalui tubulus sederhana.

3) Pada tubulus sederhana terjadi proses

4)

reabsorpsi bahan-bahan yang masih dibutuhkan tubuh. Air dan zat-zat buangan dikumpulkan di tubu-

5)

lus pengumpul. Urine dikeluarkan melalui refridiofor yang

terletak di dinding tubuh.

Biologi Kelas XI

17
17

5. Jawaban: e Fungsi sistem trakea pada serangga untuk mengeluarkan karbon dioksida sebagai zat sisa hasil proses oksidasi. Adapun buluh Malpighi berperan sebagai alat ekskresi seperti pada ginjal Vertebrata, yaitu menyaring hemolimfe dan membuang zat sisa metabolisme tubuh.

6. Jawaban: b Ikan yang hidup di air laut memiliki cara adaptasi yang berbeda dengan ikan air tawar. Ikan air laut memiliki glomerulus berukuran kecil. Reabsorpsi pada tubulus terjadi dalam skala sangat kecil. Oleh karena itu, ikan air laut beradaptasi dengan banyak meminum air laut dan melakukan sedikit desalinasi (menghasilkan) sedikit urine. Urine yang dihasilkan akan dikeluarkan dari tubuh melalui lubang di dekat anus. Berbeda dengan ikan air tawar yang mengekskresikan amonia dan aktif menyerap ion anorganik melalui insang, ikan air laut justru sebaliknya. Ikan air laut mengekskresikan sampah nitrogen berupa trimetilamin oksida (TMO) yang memberi bau khas ikan laut, menghasilkan ion-ion dan mengekskresikan garam melalui insang. Hal ini terjadi karena ikan air laut sangat mudah mengalami dehidrasi karena air dalam tubuhnya cenderung mengalir keluar ke lingkungan sekitar melalui insang mengikuti perbedaan tekanan osmotik.

7. Jawaban: a Klitelum merupakan kelenjar kelamin pada cacing tanah dewasa. Nefrostom merupakan organ penyaring zat sisa metabolisme yang berbentuk corong dan dilengkapi dengan silia. Tubulus pengumpul merupakan tempat penampungan air dan zat-zat buangan sebelum dikeluarkan dalam bentuk urine. Tubulus sederhana merupakan saluran pengangkut zat hasil penyaringan nefrostom menuju tubulus pengumpul. Sementara itu, nefridiofor merupakan lubang pengeluaran yang terletak di dinding tubuh.

8. Jawaban: b Urutan proses ekskresi di buluh Malpighi pada serangga sebagai berikut.

1)

Air dan bahan-bahan yang penting masuk ke

2)

dalam pembuluh. Bahan yang masih berguna diserap kembali

3)

di rektum. Bahan yang mengandung nitrogen diendapkan

4)

sebagai kristal asam urat. Asam urat dikeluarkan bersama feses.

9. Jawaban: d Cairan tubuh akan dibawa masuk oleh nefrostom (2) ke nefridia dan mengalir dalam pembuluh. Dalam pembuluh (4), zat-zat yang masih berguna akan diserap kembali dan diedarkan oleh kapiler (3) ke

18
18

Sistem Ekskresi

seluruh tubuh. Zat-zat sisa yang tidak berguna bagi tubuh akan dikeluarkan melalui nefridiofor (1).

10. Jawaban: a Ikan air tawar memiliki kondisi lingkungan yang bersifat hipotonis. Lingkungan seperti ini membuat jaringan ikan sangat mudah mengalami kelebihan cairan. Oleh karena itu, ikan air tawar senantiasa menjaga jaringan tubuhnya agar tetap hipertonis dengan sedikit minum dan mengeluarkan urine dalam volume besar. Pada ikan air tawar juga berlangsung mekanisme filtrasi dan reabsorpsi. Mineral dan zat-zat makanan lebih banyak diabsorpsi, sedangkan air hanya sedikit diserap. Ikan air tawar mengekskresikan amonia dengan cara difusi melalui insangnya.

B. Uraian

1. Ikan air tawar dan ikan air laut memiliki cara ekskresi yang berbeda. Hal itu diakibatkan oleh bentuk ginjal yang berbeda, sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya. Pada ikan air tawar kondisi lingkungan sekitarnya bersifat hipotonis. Lingkungan seperti ini membuat jaringan ikan sangat mudah mengalami kelebihan cairan. Oleh karena itu, ikan air tawar senantiasa menjaga jaringan tubuhnya agar tetap hipertonik dengan sedikit minum dan mengeluarkan urine dalam volume besar. Ikan yang hidup di air laut memiliki cara ekskresi yang berbeda. Ikan air laut sangat mudah mengalami dehidrasi karena air dalam tubuhnya akan cenderung mengalir keluar ke lingkungan sekitar melalui insang, mengikuti perbedaan tekanan osmotik. Ikan air laut beradaptasi dengan banyak meminum air laut dan melakukan desalinasi (menghasilkan sedikit urine).

2. Organ ekskresi pada Planaria berupa sel api yang memiliki rambut getar. Cairan tubuh Planaria disaring di dalam sel api (flame cell) dan zat-zat sisa diserap, kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui lubang-lubang yang terdapat pada permukaan tubuh.

3. Organ ekskresi pada cacing tanah berupa ginjal sederhana yang disebut refridia. Di dalam nefridia terkandung zat sisa metabolisme maupun nutrien. Zat sisa metabolisme dan nutrien tersebut disaring oleh nefrostom yang berbentuk corong dan dilengkapi dengan silia. Hasil saringan dari nefrostom diangkut menuju tubulus pengumpul melalui tubulus sederhana yang dikelilingi oleh kapiler-kapiler darah. Di sepanjang tubulus sederhana ini, terjadi proses reabsorpsi bahan- bahan yang penting seperti garam-garam dan nutrien terlarut. Sementara itu, air dan zat-zat buangan dikumpulkan di tubulus pengumpul dan dikeluarkan melalui lubang ekskretori yang disebut nefridiofor.

4. Buluh Malpighi merupakan pembuluh-pembuluh halus berwarna putih kekuningan yang terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Proses ekskresi diawali oleh masuknya air dan bahan- bahan yang esensial ke dalam pembuluh. Bahan yang masih berguna diserap kembali di rektum, sedangkan bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai kristal asam urat, kemudian asam urat dikeluarkan bersama feses.

5. Hemolimfe adalah cairan tubuh serangga yang beredar ke pembuluh-pembuluh dalam tubuh serangga. Zat sisa metabolisme serangga diambil dari cairan hemolimfe ini. Cairan hemolimfe masuk ke tubulus proksimal menuju usus belakang untuk dikeluarkan bersama feses dalam bentuk kristal- kristal asam urat. Selain asam urat, sisa metabolisme lainnya adalah nitrogen. Nitrogen inilah yang akan digunakan kembali dalam pembuatan zat kitin. Zat kitin berguna dalam pembuatan rangka luar (eksoskeleton) dan sebagian akan dibuang dalam bentuk asam urat kering.

dan sebagian akan dibuang dalam bentuk asam urat kering. A. Pilihan Ganda 1. Paru-paru, ginjal, dan

A. Pilihan Ganda

1. Paru-paru, ginjal, dan hati merupakan organ ekskresi. Paru-paru merupakan organ ekskresi yang mengeluarkan CO 2 dan uap air dari tubuh. Ginjal mengeluarkan urea dari tubuh dalam bentuk urine. Adapun hati mengekskresikan getah empedu. Sementara itu, jantung dan limpa bukan merupakan organ ekskresi. Jantung berfungsi sebagai organ pemompa darah. Limpa berfungsi sebagai organ penyusun sistem imunitas tubuh.

2. Jawaban: b Pasangan organ ekskresi dan fungsinya sebagai berikut.

Organ

No.

Fungsi

L Kulit

1.

Mengekskresikan cairan em- pedu.

M Paru-paru

2.

Mengekskresikan cairan urine.

N Ginjal

3.

Mengekskresikan keringat.

O Hati

4.

Mengekskresikan CO 2 .

3. Jawaban: d Bagian yang ditunjukkan oleh huruf Q adalah tu- bulus kontortus proksimal. Di dalam tubulus tersebut terjadi proses reabsorpsi, yaitu penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna bagi tubuh untuk dikembalikan menuju darah. Hasil dari proses reabsorpsi adalah urine sekunder. Filtrasi terjadi di dalam glomerulus dan menghasilkan urine primer. Sementara itu, augmentasi terjadi di dalam tubulus kontortus distal. Proses augmentasi menghasilkan urine sesungguhnya.

4. Jawaban: a Bagian yang ditunjuk oleh huruf X adalah glomerulus. Fungsi utama glomerulus adalah sebagai filtrasi darah dan menghasilkan produk berupa urine primer. Tahap reabsorpsi berlangsung

di tubulus kontortus proksimal dan menghasilkan

urine sekunder. Tahap augmentasi berlangsung di tubulus kontortus distal dan menghasilkan urine sesungguhnya.

5. Jawaban: b Proses pembentukan urine diawali dengan proses filtrasi (X), yaitu penyaringan zat-zat sisa dalam darah di glomerulus dan menghasilkan produk berupa urine primer. Proses selanjutnya adalah reabsorpsi (Y), yaitu proses penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna dan terjadi di tubulus kontortus proksimal serta lengkung Henle. Proses ini menghasilkan produk berupa urine sekunder.

Proses terakhir adalah augmentasi (Z), yaitu proses penambahan zat sisa yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Pada proses ini dihasilkan produk urine sebenarnya. Jadi, pada skema pembentukan urine

di atas huruf X dan Z secara berurutan adalah filtrasi

dan augmentasi.

6. Jawaban: a Bagian yang ditunjukkan P adalah glomerulus dan simpai Bowman. Fungsi bagian tersebut untuk menyaring darah (filtrasi) sehingga dihasilkan filtrat glomerulus (urine primer). Reabsorpsi air, garam, dan asam amino dilakukan di bagian tubulus kontortus proksimal. Amonia tidak dihilangkan dari tubuh, tetapi diangkut keluar dari tubuh dalam bentuk urine. Konsentrasi urine tergantung konsentrasi zat-zat yang terlarut dalam urine.

7. Jawaban: e Sekresi tubular disebut juga augmentasi, yaitu proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh ke dalam tubulus kontortus distal (5). Sel-sel tubulus menyekresi ion hidrogen (H + ), ion kalium (K + ), amonium (NH 3 ), urea, kreatinin, dan racun ke dalam lumen tubulus melalui proses difusi.

Biologi Kelas XI

19
19
 

Ion-ion ini kemudian menyatu dengan urine sekunder dan dikumpulkan dalam tubulus pengumpul untuk disalurkan menuju medula ginjal. Adapun proses yang terjadi di dalam glomerulus (2) adalah proses filtrasi yang akan menghasilkan filtrat glomerulus. Filtrat glomerulus masuk ke tu- bulus kontortus proksimal (3) dan lengkung Henle (4) untuk mengalami proses reabsorpsi dan menghasilkan urine sekunder.

11. Jawaban: b Berdasarkan uji sampel urine tampak bahwa dalam urine individu I positif mengandung protein. Hal ini menunjukkan individu I positif mengalami gangguan albuminuria. Albuminuria terjadi karena glomerulus mengalami kerusakan sehingga protein tidak tersaring dalam proses filtrasi. Diabetes melitus diakibatkan oleh kurangnya produksi insulin dan ditandai dengan gejala poliuria

8.

Jawaban: c Nefritis adalah peradangan pada nefron karena bakteri Streptococcus yang masuk melalui saluran pernapasan. Akibat adanya peradangan, protein yang masuk bersama urine primer tidak dapat disaring sehingga akan keluar bersama urine. Nefritis kronis disertai dengan gejala tekanan darah tinggi, pengerarasan pembuluh darah pada ginjal, dan rusaknya glomerulus dan tubulus. Adanya pengendapan garam-garam mineral sehingga saluran urine tersumbat CaCO 3 merupakan indikasi terbentuknya batu ginjal. Kekurangan hormon antideuritik mengakibatkanya penyakit diabetes insipidus.

(meningkatnya volume pengeluaran urine). Oligouria terjadi akibat gangguan pada sekresi hormon ADH yang mengakibatkan jumlah produksi urine sedikit.

12. Jawaban: d Gagal ginjal yaitu keadaan ginjal yang mengalami kerusakan permanen sehingga ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya. Dalam beberapa kasus serius, seorang penderita gagal ginjal disarankan melakukan tindakan cuci darah (haemodialisis). Penanganan dan pengobatan gagal ginjal ini bertujuan untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi, dan memperlambat perkembangan penyakit.

13. Jawaban: e

9.

Jawaban : c Keberadaan asam amino dalam urine menunjukkan proses reabsorpsi zat-zat yang berlangsung di dalam tubulus kontortus proksimal tidak berjalan maksimal. Peristiwa ini menunjukkan bahwa bagian tubulus kontortus proksimal mengalami kerusakan. Jika bagian glomerulus yang mengalami kerusakan, zat-zat bermolekul besar seperti pro- tein tidak dapat disaring sehingga dalam urine terdapat protein. Kelainan pada simpai Bowman mengakibatkan gangguan pada proses pe- ngumpulan urine. Jika tubulus kontortus distal mengalami kelainan, akan mengakibatkan gang- guan pada proses pembentukan urine pada tahap augmentasi.

Fungsi hati sebagai berikut.

1)

Tempat menyimpan energi. Hati menyimpan energi dalam bentuk glikogen. Menyimpan vitamin-vitamin. Hati mengambil vitamin dari aliran darah yang diangkut oleh pembuluh porta hepatik. Vitamin yang disimpan di dalam hati adalah vitamin A, D, E, dan K. Sebagai pabrik kimia tubuh. Hati meng- hasilkan beberapa protein yang penting, antara lain albumin, globin, globulin, dan fibrinogen. Pembersih atau detoksifikasi. Hati memantu membersihkan zat-zat racun, seperti obat dan alkohol dari aliran darah. Memproduksi cairan empedu. Fungsi hati dalam

2)

3)

4)

5)

10.

Jawaban : d Diabetes insipidus merupakan penyakit yang berkaitan dengan produksi hormon ADH. Hormon ADH bekerja pada ginjal untuk memekatkan urine sehingga terjadi keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh. Jika terjadi gangguan pada produksi ADH, akan membuat produksi urine yang berlebihan sehingga bisa mengakibatkan dehidrasi dan membuat penderita merasa kehausan setiap saat. Penyakit ini dikenal dengan diabetes insipi- dus. Nefritis merupakan penyakit yang disebabkan adanya infeksi pada nefron. Albuminuria yaitu terdapatnya albumin maupun protein dalam urine. Kencing batu disebabkan tersumbatnya saluran urine oleh batu ginjal. Diabetes melitus disebabkan oleh kurangnya produksi hormon insulin.

sistem ekskresi yaitu mengekresikan cairan empedu secara terus-menerus. Cairan empedu mengandung air, asam empedu, kolesterol, zat warna empedu, serta beberapa ion.

14. Jawaban: c Sirosis hati merupakan penyakit yang ditandai oleh kerusakan pada sel hati yang disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi obat-obatan atau minuman beralkohol. Gejala sirosis hati sebagai berikut.

1)

Perut kembung dan banyak angin, nyeri pada daerah ulu hati. Perut mengeras dan membesar. Demam, meriang, dan tubuh sulit digerakkan.

2)

3)

Adapun mata dan kulit berwarna kuning merupakan ciri penyakit kuning (jaundice). Sementara itu, urine berwarna gelap merupakan ciri penyakit hepatitis C.

20
20

Sistem Ekskresi

15. Jawaban: b Cairan empedu berasal dari penghancuran hemo- globin dari eritrosit yang telah tua. Hemoglobin ini akan diuraikan menjadi hemin, zat besi, dan globin. Zat besi dan globin akan disimpan di dalam hati, kemudian dikirim ke sumsum tulang merah. Zat- zat tersebut digunakan dalam pembentukan antibodi atau hemoglobin baru. Sementara itu, hemin akan dirombak menjadi bilirubin dan biliver- din. Bilirubin dan biliverdin ini merupakan zat warna bagi empedu dan mengandung warna hijau biru. Zat warna tersebut di dalam usus akan mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urine menjadi kekuningan. Cairan empedu yang dihasilkan oleh hati memiliki komposisi berupa air, asam empedu, garam empedu, kolesterol, fosfolipid (lesitin), zat warna empedu (pigmen bilirubin, biliverdin), dan beberapa ion. Sementara itu, glukosa tidak terdapat di dalam getah empedu.

16. Jawaban: c Penyakit kuning (jaundice) memiliki gejala awal yang ditandai dengan warna kulit dan mata menjadi kuning. Penyakit ini terjadi akibat gangguan pada metabolisme bilirubin sehingga volume bilirubin dalam tubuh meningkat. Adapun infeksi virus hepa- titis menyebabkan penyakit hepatitis. Penumpukan racun dalam tubuh dan peradangan hati karena sering mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengakibatkan sirosis hati. Sementara itu, berkembangnya sel-sel kanker pada jaringan hati mengakibatkan penyakit kanker hati.

17. Jawaban: b Keterangan gambar:

1 =

glandula sebasea

2 =

lapisan epidermis

3 glandula sudorifera

4 = folikel rambut

5 = jaringan saraf

Glandula sudorifera atau kelenjar keringat ditunjukkan oleh angka 3. Sementara itu, 1 merupakan kelenjar minyak (glandula sebasea) untuk melumasi rambut agar tidak kering, 2 merupakan lapisan epidermis kulit yang melapisi permukaan terluar dari kulit, 4 merupakan folikel rambut, dan 5 merupakan bagian saraf yang berfungsi sebagai penerima rangsang.

=

18. Jawaban: e Lapisan Y merupakan lapisan dermis atau jangat

yang di dalamnya terdapat struktur sebagai berikut.

1)

Pembuluh darah.

2)

Folikel rambut.

3)

Glandula sebasea (kelenjar minyak).

4)

Glandula sudorifera (kelenjar keringat).

5)

Ujung-ujung saraf perasa.

Stratum lusidum dan stratum granulosum merupakan penyusun lapisan epidermis. Adapun jaringan adiposa merupakan bantalan lemak di bawah kulit.

19. Jawaban: c Keringat dihasilkan oleh kelenjar keringat (glandula sudorifera). Minyak dihasilkan oleh kelenjar minyak (glandula sebasea). Baik kelenjar keringat maupun kelenjar minyak berada pada lapisan dermis kulit. Stratum corneum yang sel-selnya telah mati akan mengalami pembaruan secara terus-menerus dan akan digantikan oleh stratum lusidium. Adapun yang berfungsi sebagai cadangan makanan dan menahan panas tubuh adalah hipodermis atau jaringan lemak yang berada di bawah dermis.

20. Jawaban: d Panau diakibatkan oleh jamur. Kurap adalah gangguan kulit akibat infeksi jamur, penderitanya menderita belang pada kulit yang terkena infeksi. Vitiligo adalah gangguan pigmentasi kulit berupa bercak-bercak putih. Adapun scabies adalah gangguan pada kulit akibat alergi tungau (caplak).

21. Jawaban: b Ketika suhu udara dingin, terjadi beberapa

mekanisme kompleks dari sistem ekskresi untuk mempertahankan suhu tubuh. Adapun mekanisme- nya seperti berikut.

Otot erektor berkontraksi sehingga terjadi vasokonstriksi (gemetar) sebagai upaya menimbulkan panas.

2) Sistem koordinasi akan memperlambat sirkulasi darah sehingga lubang poti-pori mengecil. Akibatnya, produksi keringat menurun untuk mengurangi hilangnya panas tubuh.

22. Jawaban: e Kulit memiliki fungsi protektif, yaitu melindungi or- gan tubuh dari kontak mekanis yang dapat mengakibatkan cedera. Selain itu, kulit juga melindungi tubuh dari kontak yang berupa sengatan panas matahari. Sel-sel melanosit yang terdapat pada kulit mempunyai fungsi penting dalam melindungi tubuh dari bahaya paparan sinar UV. Sementara itu, produksi keringat dan minyak pada kulit membuat lapisan kulit bersifat asam. Kondisi ini berfungsi melindungi tubuh dari infeksi jamur dan bakteri.

23. Jawaban: e Pada atlet lari 100 meter, saat melakukan banyak aktivitas suhu tubuh akan meningkat. Pada grafik, peningkatan metabolisme tubuh ditunjukkan dengan kenaikan kurva secara drastis sebelum mencapai huruf X. Meningkatnya suhu tubuh ini

1)

Biologi Kelas XI

21
21

mengakibatkan pembuluh darah yang berada di bawah kulit melebar sehingga tubuh melepaskan panas ke udara. Pelepasan panas ini mendorong kelenjar sudorifera mengeluarkan keringat. Keringat yang dikeluarkan membuat suhu tubuh menurun. Ketika mencapai garis finish, pelari mengurangi kecepatannya sehingga suhu tubuhnya menurun yang ditunjukkan oleh grafik X–Y.

24. Jawaban: e Zat sisa metabolisme pada serangga diambil dari cairan tubuh (hemolimfe) oleh saluran Malpighi di bagian ujung. Cairan hemolimfe kemudian masuk ke bagian proksimal lalu menuju usus belakang dan dikeluarkan bersama feses dalam bentuk kristal-kristal asam urat. Sementara itu, zat sisa metabolisme yang berupa nitrogen akan digunakan kembali dalam pembuatan zat kitin. Zat kitin digunakan untuk pembuatan rangka luar (eksoskeleton) dan sebagian akan dibuang dalam bentuk asam urat kering.

25. Jawaban: a Pada ikan air tawar kondisi lingkungan sekitarnya bersifat hipotonik. Lingkungan seperti ini membuat jaringan ikan sangat mudah mengalami kelebihan cairan. Oleh karena itu, ikan air tawar senantiasa menjaga cairan tubuhnya agar tetap hipertonik dengan sedikit minum dan mengeluarkan urine dalam volume besar. Pada ikan air tawar juga berlangsung mekanisme filtrasi dan reabsorpsi. Mineral dan zat-zat makanan lebih banyak diabsorpsi, sedangkan air hanya sedikit diserap. Ekskresi amonia dilakukan dengan cara difusi melalui insangnya.

26. Jawaban: c Kupu-kupu termasuk serangga, organ ekskresinya berupa buluh Malpighi. Organ ekskresi Planaria yaitu sel api. Organ ekskresi cacing tanah yaitu nefridia. Organ ekskresi Reptilia, misal cecak, adalah metanefros. Pada saat embrio Reptilia memiliki ginjal tipe pronefros, kemudian pada saat dewasa berubah menjadi mesonefros hingga metanefros. Organ ekskresi ikan mas berupa sepasang ginjal yang memanjang (opistonefros).

27. Jawaban: b Organisme yang memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan karbon dioksida sebagai zat sisa hasil proses oksidasi yaitu serangga, misalnya belalang. Serangga memiliki organ ekskresi yang berupa buluh Malpighi. Organ ekskresi cacing tanah berupa nefridia. Organ ekskresi ikan mujair berupa opistonefros. Organ ekskresi cecak

22
22

Sistem Ekskresi

(Reptilia) adalah metanefros. Sementara itu, organ ekskresi pada burung terdiri atas metanefros, paru-paru, dan kulit.

28. Jawaban: e Nefridia pada cacing tanah terdapat pada setiap segmen, kecuali pada tiga segmen pertama dan segmen terakhir.

29. Jawaban: c Saluran urogenital pada Pisces merupakan muara dari saluran ekskresi dan saluran reproduksi.

30. Jawaban: e Ginjal pada cacing tanah disebut nefridium. Ginjal pada cacing pipih berupa pembuluh-pembuluh yang memanjang sepanjang bagian kanan dan kiri tubuhnya, disebut protonefridium. Metanefros adalah ginjal yang sudah berkembang sejak embrio, terdapat pada burung dan reptil. Opistonefros terdapat pada ikan dan katak. Nefrostom adalah lubang terbuka dan bersilia pada nefridium.

B. Uraian

1.

a.

Keterangan gambar sebagai berikut.

 

1 = kapsula Bowman

2 = glomerulus

3 = tubulus kontortus proksimal

4 = lengkung Henle

5 = tubulus kontortus distal

6 = tubulus kontortus kolektivus

 

b.

Pada bagian nomor 3 terjadi proses reabsorpsi, yaitu penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Hasil dari proses reabsorpsi adalah urine sekunder.

c.

Urine sesungguhnya dihasilkan oleh bagian nomor 5, yaitu tubulus kontortus distal. Pada tubulus kontortus distal terjadi proses augmentasi yaitu proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh sehingga menghasilkan urine sesungguhya.

2.

Proses

Tempat

Proses yang

Produk

Terjadinya

Terjadi

a. Filtrasi

Glomerulus

Penyaringan

Urine primer

zat-zat

sisa

dalam darah

b. Reabsorpsi

Tubulus kontortus

Penyerapan

Urine

proksimal

dan

kembali zat-zat

sekunder

lengkung Henle

yang

masih

berguna

c. Augmentasi

Tubulus kontortus

Penambahan zat sisa yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh

Urine

distal

sebenarnya

3. Urine primer hasil filtrasi yang terjadi di glomeru- lus harus direabsorpsi karena urine primer masih mengandung banyak zat yang diperlukan tubuh, atnara lain glukosa, garam-garam, dan asam amino. Komposisi utama urine primer sebagai berikut.

4. Selain berperan dalam sistem pencernaan, hati juga termasuk organ ekskresi karena di dalam sistem ekskresi hati berfungsi mengekskresikan cairan empedu secara terus-menerus. Cairan empedu merupakan hasil perombakan hemoglobin dari eritrosit yang telah tua. Cairan empedu ini harus dikeluarkan dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan dari dalam tubuh dapat mengakibatkan sakit kuning (jaundice).

5. Cairan empedu merupakan hasil perombakan he- moglobin dari eritrosit yang telah tua. Cairan empedu harus dikeluarkan dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan dari dalam tubuh dapat mengakibatkan sakit kuning (jaundice).

6. Hati berperan dalam sistem ekskresi yaitu mengekskresikan cairan empedu secara terus- menerus. Setiap hari, hati mampu mengekskresikan cairan empedu 800–1.000 ml. Cairan empedu mengandung air, asam empedu, garam empedu, kolesterol, fosfolipid, zat warna empedu (pigmen bilirubin dan biliverdin), serta beberapa ion. Zat warna empedu tersebut yang akan memberi warna kekuningan pada feses dan urine.

7. Proteksi Kulit berfungsi melindungi organ tubuh dari kontak mekanis yang dapat mengakibatkan cedera. Selain itu, kulit juga melindungi tubuh dari kontak yang berupa sengatan panas matahari. Sel-sel melanosit yang terdapat pada kulit mempunyai fungsi penting dalam melindungi tubuh dari paparan sinar UV. Sementara itu, produksi keringat dan minyak pada kulit membuat lapisan kulit bersifat asam. Kondisi ini berfungsi melindungi tubuh dari infeksi jamur dan bakteri.

a.

b.

Absorpsi Kulit yang sehat memiliki kemampuan untuk menyerap larutan yang mudah menguap. Kulit memiliki fungsi penting dalam proses respirasi jaringan. Hal ini karena sifat permeabilitas kulit terhadap O 2 , CO 2 , dan uap air

c. Regulator suhu Kulit melakukan fungsi ini dengan cara memproduksi keringat dan mengkonstriksikan pembuluh darah dalam kulit.

d. Penentu warna kulit Warna kulit salah satunya ditentukan oleh kandungan melanosit pada kulit.

e. Pembentukan vitamin D Vitamin D dibentuk dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.

8. Jelaskan sistem ekskresi pada cacing Planaria! Jawaban:

Organ ekskresi yang paling sederhana dapat ditemukan pada cacing pipih atau Planaria. Organ tersebut bernama protonefridia, berupa jaringan

pipa yang bercabang-cabang di sepanjang tubuhnya. Jaringan pipa tersebut dinamakan nefridiofor. Ujung dari cabang nefridiofor disebut sel api (flame cell). Disebut demikian karena ujung sel tersebut terus bergerak menyerap dan menyaring sisa metabolisme pada sel-sel di sekitarnya. Selanjutnya, sisa metabolisme dialirkan melalui nefridiofor menuju pembuluh

ekskretori.

9. Jelaskan proses reabsorpsi pada ginjal katak hijau! Jawaban:

Reabsorpsi dipengaruhi oleh hormon diuretika sesuai dengan kondisi air di sekitarnya. Ketika berada dalam air dengan jangka waktu yang lama, katak mengeluarkan urine dalam volume yang besar. Air tersebut dapat diserap (reabsorpsi) oleh dinding kandung kemihnya sebagai air cadangan ketika katak berada di darat untuk waktu yang

lama.

10. Pada kulit Reptilia terdapat kelenjar penghasil asam urat yang berguna untuk mengusir musuh. Asam urat ini tidak terlalu toksik jika dibanding dengan amonia yang dihasilkan pada hewan Mammalia. Bagaimana asam urat pada Reptilia dapat diekskresikan? Jawaban:

Asam urat adalah hasil ekskresi pada Reptilia. Asam urat ini tidak terlalu toksik jika dibandingkan dengan amonia yang dihasilkan oleh Mammalia. Asam urat dapat juga diekskresikan tanpa disertai air dalam volume yang besar. Asam urat tersebut dapat diekskresikan dalam bentuk pasta berwarna

putih.

Biologi Kelas XI

23
23
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. menjelaskan sistem saraf manusia; 2. menjelaskan sistem
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. menjelaskan sistem saraf manusia; 2. menjelaskan sistem
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan sistem saraf manusia;
2.
menjelaskan sistem endokrin (hormon) manusia;
3.
menjelaskan sistem indra manusia;
4.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik: 1. 2. bersikap jujur, bertanggung jawab,
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1.
2.
bersikap jujur, bertanggung jawab, memiliki rasa ingin tahu, dan teliti.
bertanggung jawab, memiliki rasa ingin tahu, dan teliti. menjelaskan gangguan dan pengaruh NAPZA terhadap sistem
bertanggung jawab, memiliki rasa ingin tahu, dan teliti. menjelaskan gangguan dan pengaruh NAPZA terhadap sistem

menjelaskan gangguan dan pengaruh NAPZA terhadap sistem koordinasi manusia.

mensyukuri dan mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan;

Sistem Koordinasi Manusia

dan kompleksitas ciptaan Tuhan; Sistem Koordinasi Manusia Sistem Indra • Mendiskusikan berbagai jenis alat indra
Sistem Indra
Sistem Indra

• Mendiskusikan berbagai

jenis alat indra manusia.

• Melakukan

untuk menentukan letak bintik buta pada mata.

• Mengidentifikasi letak reseptor pengecap pada lidah.

demonstrasi

letak reseptor pengecap pada lidah. demonstrasi Sistem Saraf dan Sistem Endokrin (Hormon) •
letak reseptor pengecap pada lidah. demonstrasi Sistem Saraf dan Sistem Endokrin (Hormon) •

Sistem Saraf dan Sistem

Endokrin

(Hormon)

demonstrasi Sistem Saraf dan Sistem Endokrin (Hormon) • Mendiskusikan mekanisme kerja sistem koordinasi manusia.

• Mendiskusikan mekanisme kerja sistem koordinasi manusia.

• Mengidentifikasi struktur sel saraf.

• Melakukan

gerak biasa dan gerak

demonstrasi

refleks.

Gangguan dan Pengaruh NAPZA terhadap Sistem Koordinasi Manusia

dan Pengaruh NAPZA terhadap Sistem Koordinasi Manusia • Menganalisis hubungan NAPZA dengan sistem koordinasi

• Menganalisis hubungan NAPZA dengan sistem

koordinasi

• Membuat

poster anti-

manusia.

narkoba.

• Membuat poster anti- manusia. narkoba. • Mengagumi ciptaan Tuhan Yang Maha Esa tentang sistem

• Mengagumi ciptaan Tuhan Yang Maha Esa tentang sistem koordinasi manusia yang berperan dalam proses kehidupan sebagai manifestasi rasa syukur atas karunia-Nya

• Memiliki karakter jujur, bertanggung jawab, rasa ingin tahu yang tinggi, dan teliti dalam melakukan berbagai kegiatan praktikum.

• Mampu menjelaskan struktur dan fungsi sistem saraf.

• Mampu membedakan gerak biasa dan gerak refleks.

• Mampu menjelaskan struktur dan fungsi sistem endokrin.

• Mampu menjelaskan struktur dan fungsi sistem indra.

• Mampu menentukan letak bintik buta pada mata.

• Mampu menentukan letak reseptor pengecap pada lidah.

• Mampu menjelaskan gangguan dan pengaruh NAPZA pada sistem koordinasi manusia.

• Mampu menyajikan laporan hasil kegiatan praktikum.

• Mampu berperan aktif dalam mengkampanyekan bahaya narkoba menggunakan media informasi tertentu.

24
24

Sistem Koordinasi Manusia

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: e Ada tiga macam neuron berdasarkan fungsinya, yaitu neuron sensorik

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: e Ada tiga macam neuron berdasarkan fungsinya, yaitu neuron sensorik (neuron aferen), neuron motorik (neuron eferen), dan neuron asosiasi (neuron penghubung). Neuron sensorik berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. Reseptor adalah penerima rangsang. Neuron motorik berfungsi menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke efektor. Efektor berupa otot dan kelenjar. Neuron asosiasi berfungsi menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik. Neuron asosiasi terdapat dalam otak dan sumsum tulang belakang. Pada lengkung refleks lutut, neuron sensorik berfungsi untuk menyampai- kan impuls dari reseptor ke neuron asosiasi yang terdapat di sumsum tulang belakang.

2. Jawaban: e Sinapsis adalah titik temu antara ujung akson salah satu neuron dengan neuron lain. Sinapsis dibentuk oleh ujung akson yang membengkak. Apabila impuls telah sampai di membran prasinapsis vesikel- vesikal akan menuju membran prasinapsis karena pengaruh Ca 2+ yang masuk ke bonggol sinapsis. Selanjutnya, vesikel-vesikel tersebut akan melepas- kan zat neurotransmiter. Zat ini berfungsi menghantar- kan impuls ke ujung dendrit neuron berikutnya.

3. Jawaban: b Dendrit adalah tonjolan sitoplasma pada badan sel. Dendrit berfungsi meneruskan impuls dari reseptor ke badan sel. Selanjutnya, impuls dari badan sel dikirim ke neurit/akson. Impuls di akson kemudian menuju ujung akson (akson terminal). Impuls di ujung akson kemudian berpindah ke dendrit neuron yang lain.

4. Jawaban: d

1)

Pendengaran diatur oleh serebrum lobus

2)

temporalis. Keseimbangan diatur oleh serebelum.

3)

Koordinasi gerak diatur oleh serebelum.

4)

Penglihatan diatur oleh serebrum lobus

5)

oksipitalis. Pernapasan diatur oleh medula oblongata.

5. Jawaban: a Medula oblongata berfungsi mengatur denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, gerak alat pencernaan, bersin, bersendawa, batuk, muntah, dan gerak alat pernapasan. Mengatur pusat pendengaran dan penciuman merupakan fungsi serebrum lobus temporalis. Mengatur

temperatur tubuh dan homeostasis merupakan fungsi hipotalamus. Mengoordinasi gerakan otot merupakan fungsi serebelum. Mengekskresikan hormon merupakan fungsi kelenjar pituitari.

6. Jawaban: c

Fungsi saraf simpatetik sebagai berikut.

1)

Mempercepat denyut jantung.

2)

Mengerutkan limpa.

3)

Menghambat sekresi empedu.

4)

Melebarkan pupil.

5)

Memperlebar pembuluh darah.

Adapun meningkatkan sekresi empedu, memper- cepat proses pencernaan, dan meningkatkan sekresi getah pankreas merupakan fungsi sistem saraf parasimpatetik.

7. Jawaban: b Mesensefalon berfungsi mengatur refleks mata dan pendengaran. Apabila terjadi kerusakan pada mesensefalon, refleks mata dan pendengaran akan terganggu. Denyut jantung tidak teratur, terhambatnya sekresi kelenjar, dan adanya gangguan gerak alat pencernaan dapat terjadi apabila terjadi kerusakan pada sumsum lanjutan. Hilang keseimbangan dapat terjadi apabila terjadi kerusakan pada otak kecil.

8. Jawaban: a

No.

Nama Saraf

Jenis Saraf

I

Olfaktori

Sensorik

II

Optik

Sensorik

III

Okulomotor

Motorik

IV

Troklear

Motorik

V

Trigeminal

Sensorik - motorik

VI

Abdusen

Motorik

VII

Fasial

Sensorik - motorik

VIII

Auditori (vestibuloakustik)

Sensorik

IX

Glosofaringeal

Sensorik - motorik

X

Vagus

Sensorik - motorik

XI

Aksesori spinal

Motorik

XII

Hipoglosal

Motorik

9. Jawaban: c Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf simpatetik dan parasimpatetik. Pengaruh kedua sistem saraf ini terhadap kerja organ bersifat antagonis. Contoh aktivitas organ yang dipengaruhi oleh saraf parasimpatetik adalah peningkatan sekresi kelenjar ludah, peningkatan sekresi empedu, kontraksi dinding usus, dan pengecilan pupil. Adapun contoh aktivitas organ yang dipengaruhi oleh saraf simpatetik adalah pelebaran pembuluh darah, percepatan denyut jantung, dan pelebaran pupil.

Biologi Kelas XI

25
25

10. Jawaban: a Kelenjar adrenal atau anak ginjal menghasilkan beberapa jenis hormon, salah satunya adalah hormon adrenalin. Hormon adrenalin berpengaruh sangat cepat. Hormon ini menyebabkan meningkatnya denyut jantung, kecepatan pernapasan, dan tekanan darah. Selain itu, hormon adrenalin juga berfungsi mengubah glikogen dalam otot menjadi glukosa. Menurunkan kadar gula dalam darah merupakan fungsi hormon insulin. Mengontrol keseimbangan garam dan ion merupakan fungsi hormon parathormon. Merangsang pertumbuhan merupakan fungsi hormon somatotropin.

11. Jawaban: b Ciri-ciri sistem saraf antara lain pengaturan melalui serabut saraf, penerima pesan berupa efektor (otot atau kelenjar), berdampak pada lokasi yang terbatas, respons terhadap rangsang bersifat cepat, dan komunikasi dalam bentuk impuls saraf. Ciri-ciri sistem endokrin, antara lain pengaturan melalui sistem peredaran darah, organ sasaran sebagai penerima pesan, berdampak pada lokasi yang luas, respons terhadap rangsang lambat, dan komunikasi dalam bentuk pesan kimiawi.

12. Jawaban: b Meningkatkan penyerapan kembali Na + ke dalam tubuh dan ekskresi K + dalam ginjal merupakan fungsi mineralokortikoid. Merangsang proses metabolisme merupakan fungsi hormon tiroksin. Memacu pengendapan kalsium dalam tulang merupakan fungsi hormon kalsitonin. Memengaruhi warna kulit merupakan fungsi MSH (Melanocyte Stimulating Hormone).

13. Jawaban: c FSH (Follicle Stimulating Hormone) berfungsi merangsang produksi estrogen. Hormon yang ber- fungsi merangsang korpus luteum untuk menyekresi- kan progesteron adalah LH (Luteinizing Hormone). Hormon yang berfungsi merangsang kontraksi uterus adalah oksitosin. Hormon yang berfungsi memelihara pertumbuhan dan perkembangan kelenjar tiroid yaitu hormon TSH (Thyroid Stimulat- ing Hormone). Hormon yang berfungsi untuk menstimulasi produksi testosteron yaitu ICSH (In- terstitial Cell Stimulating Hormone). Hormon testosteron disekresikan oleh kelenjar gonad.

14. Jawaban: b ACTH (Adenocortico tropic Hormone), GH (Growth Hormone) atau hormon somatotropin, FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone), ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone), Prolaktin, dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone) merupakan hormon-hormon yang dihasilkan oleh hipofisis lobus anterior. MSH (Melanocyte

26
26

Sistem Koordinasi Manusia

Stimulating Hormone) adalah hormon yang dihasilkan oleh hipofisis lobus intermedia. Oksitosin dan ADH (Antidiuretic Hormone) atau vasopresin merupakan hormon yang dihasilkan oleh hipofisis lobus posterior.

15. Jawaban: a Dua macam hormon yang dihasilkan oleh kelenjar

pankreas dan berfungsi mengatur kadar gula darah sebagai berikut.

Insulin berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa.

2) Glukagon berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen. Dua macam hormon yang dihasilkan oleh

kelenjar adrenal dan berfungsi mengatur kadar gula darah sebagai berikut. 1) Adrenalin berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa.

Noradrenalin berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen.

1)

2)

B. Uraian

1. P = neuron sensorik

a.

 

Q = neuron asosiasi

R = neuron motorik

b.

Neuron sensorik berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor (penerima rangsang) ke sistem saraf pusat. Neuron motorik berfungsi

menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat

ke efektor (berupa otot atau kelenjar). Neuron

asosiasi berfungsi menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik.

2. Ciri-ciri neuron sensorik sebagai berikut.

a. Berhubungan dengan alat indra.

b. Menghantarkan impuls dari alat indra ke saraf pusat.

c. Memiliki dendrit yang tidak bercabang-cabang.

d. Memiliki akson yang pendek.

Ciri-ciri neuron motorik sebagai berikut.

a. Berhubungan dengan otot dan kelenjar.

b. Membawa impuls dari saraf pusat ke efektor.

c. Memiliki dendrit yang bercabang-cabang.

d. Memiliki akson yang panjang.

3. Aktivitas melebar dan menyempitnya pupil karena rangsang cahaya disebut sebagai gerak refleks otak atau lintasan refleks cranialis. Rangsang cahaya yang masuk ke mata dikirim oleh neuron sensorik menuju neuron penghubung pada otak. Rangsangan tersebut tidak diolah di dalam otak tetapi langsung menuju ke neuron motorik, kemudian rangsang dikirim ke pupil sehingga secara refleks pupil akan melebar apabila cahaya yang diterima sedikit atau menyempit apabila cahaya yang diterima cukup banyak.

4. Bagian-bagian otak sebagai berikut. Bagian yang ditunjuk oleh huruf A adalah serebrum. Bagian yang ditunjukkan oleh huruf B adalah talamus. Bagian yang ditunjuk oleh huruf C adalah kelenjar hipofisis (pituitari). Bagian yang ditunjuk oleh huruf D adalah medula oblongata. Bagian yang ditunjuk oleh huruf E adalah otak kecil. Serebrum memiliki beberapa fungsi antara lain pengendali gerak otot dan berpikir serta pengatur perubahan pada kulit dan otot. Talamus berfungsi mengatur perasaan dan gerakan. Kelenjar hipofisis berperan untuk menyekresikan bermacam-macam hormon yang mengatur bermacam-macam kegiatan dalam tubuh. Oleh karena itu, kelenjar hipofisis disebut sebagai kelenjar endokrin karena mampu menghasilkan hormon. Medula oblongata berfungsi mengendalikan refleks fisiologis seperti denyut jantung, gerak alat pernapasan, dan berkedip. Otak kecil yang berfungsi mengoordinasi- kan gerakan otot-otot dan mengatur keseimbangan posisi tubuh.

5. Perbedaan antara sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom sebagai berikut.

Sistem Saraf Somatik

Sistem Saraf Otonom

Mengatur gerakan yang disadari, contoh gerak kaki melangkah menuju ke suatu tempat dan gerakan tangan memasukkan makanan ke dalam mulut

Mengendalikan gerak organ-organ yang bekerja secara otomatis, contoh otot polos, jantung, lambung, usus, pembuluh darah, dan kelenjar

Saraf spinal berjumlah 31 pasang yang terdiri atas 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pinggang, 5 saraf pinggul, dan 1 pasang saraf ekor

Sistem saraf otonom terdiri atas saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik. Kedua macam saraf itu bekerja secara antagonis

6. Penghantaran impuls melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. Pada waktu sel saraf beristirahat, kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. Rangsang (stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat. Perubahan muatan pada membran neuron disebut impuls saraf. Perubahan potensial ini (depolarisasi) terjadi berurutan di sepanjang serabut saraf sehingga impuls saraf bergerak dari satu neuron ke neuron

yang lain. Proses tersebut terjadi dalam waktu singkat dan akan segera kembali dalam keadaan

terpolarisasi.

7.

a. Cairan serebrospinal adalah cairan yang terdapat di ruang subarachnoid yaitu ruang yang berada di antara ruang arachnoid dengan piameter.

b. Fungsi cairan serebrospinal yaitu sebagai

 

pelindung dari gesekan antara otak dengan tengkorak dan sumsum tulang belakang dengan ruas-ruas tulang belakang.

8.

Sebuah informasi dari lingkungan luar ditangkap oleh indra kita, misal mata. Apabila sebuah informasi ditangkap oleh mata, informasi tersebut diterima reseptor pada retina. Informasi ini kemudian diteruskan oleh neuron sensorik menuju otak dan ditanggapi. Tanggapan tersebut akan dihantarkan saraf motorik ke alat tubuh.

9.

a.

Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok.

b.

Kelenjer tiroid terletak di bagian leher dekat jakun.

c.

Apabila terjadi hipersekresi hormon tiroksin, akan mengakibatkan penyakit basedowi. Penderita basedowi mengalami gejala-gejala mengeluarkan banyak keringat, suhu tubuh cenderung tinggi, metabolisme dalam tubuh meningkat, dan tangan gemetar.

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar

10.

a.

Kelenjar yang ditunjuk oleh huruf X pada

b.

gambar adalah kelenjar adrenal/anak ginjal.

adrenal sebagai berikut.

1)

Epinephrin (adrenalin) dan norepinephrin

2)

(noradrenalin), berfungsi menaikkan kadar glukosa darah, meningkatkan aktivitas metabolisme, dan menyem- pitkan pembuluh darah tertentu. Glukokortikoid (kortisolin), berfungsi untuk

3)

menanggulangi kondisi stres yang berkepanjangan, menaikkan kadar glukosa darah, dan mengubah lemak serta protein menjadi glukosa. Mineral/kortikoid (aldosteron) berfungsi mendorong reabsorpsi Na + dan ekskresi K + di ginjal sehingga tekanan darah menjadi normal. Hiposekresi hormon aldosteron dapat mengakibatkan penyakit adison. Gejalanya antara lain tekanan darah rendah dan nafsu makan hilang.

Biologi Kelas XI

27
27
A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c Retina merupakan lapisan pada bola mata yang memiliki fotoreseptor

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: c Retina merupakan lapisan pada bola mata yang memiliki fotoreseptor berupa sel batang dan sel kerucut. Sel batang berfungsi untuk penglihatan pada kondisi cahaya remang dan sel kerucut berfungsi untuk penglihatan pada kondisi cahaya terang. Dalam retina juga terdapat bintik kuning yang mengandung banyak fotoreseptor berupa sel kerucut. Pada bagian ini bayangan benda dapat diinterpretasikan oleh otak sehingga kita dapat

melihat. Selain itu, juga ada bintik buta yang tidak mengandung reseptor. Jika bayangan benda jatuh

di sini, kita tidak dapat melihat. Adapun pupil

merupakan lubang tempat masuknya cahaya. Iris merupakan selaput yang terletak menggantung di antara lensa dan kornea. Iris mengandung pigmen

warna sehingga memberi warna pada mata. Kornea mengandung banyak serabut saraf dan berfungsi meneruskan cahaya ke lensa mata. Sklera adalah bagian bola mata yang berwarna keruh.

2. Jawaban: b

X adalah lensa yang berfungsi memfokuskan

jatuhnya bayangan. Y adalah pupil yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata.

3. Jawaban: e Mekanisme kerja indra penglihat sebagai berikut. Cahaya kornea aqueous humour pupil lensa vitreous humour retina saraf optik otak.

4. Jawaban: d Ciri-ciri sel kerucut sebagai berikut.

1)

Sensitif terhadap warna.

2)

Mengandung pigmen iodopsin.

3)

Ditemukan di fovea sentralis.

4)

Menimbulkan dampak penglihatan yang lebih

5)

bagus. Terdapat dalam jumlah sedikit di retina.

Adapun mengandung pigmen rodopsin dan menimbulkan dampak penglihatan yang kurang

bagus merupakan ciri-ciri sel batang.

5. Jawaban: b Berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui bahwa pada gambar A mata melihat benda berjarak dekat sehingga otot siliaris mata berkontraksi dan mengakibatkan lensa mata lebih tebal. Pada gambar B mata melihat benda berjarak jauh sehingga otot siliaris mengalami relaksasi dan mengakibatkan lensa mata menjadi lebih tipis.

28
28

Sistem Koordinasi Manusia

6. Jawaban: c Alat keseimbangan yang terdapat dalam telinga bagian dalam terdiri atas kanalis semisirkularis, sakulus, dan utrikulus. Tingkap jorong merupakan membran yang terdapat pada pangkal koklea. Tingkap jorong berfungsi menyalurkan getaran ke koklea. Skala vestibuli dan skala timpani merupakan bagian dari koklea. Dalam koklea terdapat organ korti yang terdiri atas sel-sel rambut sebagai reseptor yang peka terhadap getaran.

7. Jawaban: e Nomor 1 merupakan saluran setengah lingkaran, berfungsi sebagai alat keseimbangan. Nomor 2 merupakan koklea, dalam koklea terdapat organ korti yang terdiri atas sel-sel rambut sebagai reseptor getaran bunyi. Nomor 3 merupakan saluran Eustachius yang berfungsi menyeimbangkan tekanan antara telinga luar dan telinga tengah. Nomor 4 merupakan lubang telinga, bagian telinga yang meneruskan getaran bunyi menuju gendang telinga. Nomor 5 merupakan tulang maleus, ikut bergetarnya tulang maleus dapat memperkuat intensitas getaran bunyi.

8. Jawaban: c Bagian-bagian telinga mempunyai fungsi sebagai berikut.

Bagian Telinga

Fungsi

a. Lubang telinga

Mengumpulkan gelom- bang suara dan meng- arahkannya ke lubang telinga.

b. Saraf auditori

Meneruskan impuls suara dari koklea menuju otak untuk diterjemah- kan sebagai suara.

c. Koklea

Mengubah gelombang suara menjadi impuls suara.

d. Saluran Eustachius

Menyamakan tekanan di dalam dan di luar telinga.

e. Gendang telinga

Meneruskan gelombang suara menuju ke tulang- tulang pendengaran.

9. Jawaban: a Koklea (rumah siput) terdiri atas tiga bagian yaitu skala vestibuli di bagian dorsal, skala media di bagian tengah, dan skala timpani di bagian ventral. Di dalam skala media bagian tengah terdapat organ korti yang terdiri atas sel-sel rambut sebagai reseptor yang peka terhadap getaran. Kanalis semisirkularis, sakulus, dan utrikulus merupakan

alat keseimbangan pada telinga. Tingkap jorong merupakan membran yang terdapat pada pangkal koklea. Tingkap jorong berfungsi menyalurkan getaran ke koklea.

10. Jawaban: a Ujung saraf tanpa selaput merupakan reseptor

untuk merespons rasa nyeri atau sakit. Reseptor

ini terdapat di lapisan epidermis kulit. Adapun

3. Getaran suara yang ditangkap daun telinga akan masuk melalui saluran telinga menuju selaput gendang. Getaran suara tersebut kemudian diteruskan oleh tulang-tulang pendengaran ke tingkap jorong dan diteruskan ke rumah siput. Getaran tersebut akan diteruskan ke ujung-ujung saraf pendengar dan diteruskan ke otak. Otak akan mengolahnya sehingga kita dapat mendengarkan bunyi tersebut.

4. Nama struktur yang diberi nomor 1, 2, 3, 4, dan 5 sebagai berikut. Nomor 1 merupakan korpus Ruffini. Nomor 2 merupakan korpus Meissner. Nomor 3 merupakan reseptor dengan ujung saraf tanpa selaput. Nomor 4 merupakan korpus Krausse. Nomor 5 merupakan korpus Paccini.

a.

b.

Fungsi reseptor-reseptor pada kulit sebagai berikut.

1)

Korpus Ruffini, reseptor untuk merespons

2)

rangsang berupa panas. Korpus Meissner, reseptor untuk me-

3)

respons rangsang berupa sentuhan. Reseptor dengan ujung saraf tanpa

4)

selaput, reseptor untuk merespons rangsang berupa rasa sakit/nyeri. Korpus Krausse, reseptor untuk me- respons rangsang berupa rasa dingin.

5) Korpus Paccini, reseptor untuk me- respons rangsang berupa tekanan.

5. Lidah mampu merasakan cita rasa makanan karena lidah mempunyai reseptor yang peka terhadap zat kimia berbentuk cair (kemoreseptor). Oleh karena itu, permukaan lidah selalu lembap karena dilapisi oleh selaput lendir/membran mukosa. Sebagian besar kemoreseptor terdapat di permukaan lidah. Beberapa di antaranya ada yang terdapat di langit- langit pada rongga mulut belakang.

korpus Meissner, korpus Krausse, korpus Paccini,

dan korpus Ruffini merupakan reseptor yang terdapat di lapisan dermis kulit.

B. Uraian

1. Otot siliaris pada mata berfungsi untuk mengatur bentuk lensa mata agar dapat melihat benda dengan jelas. Apabila melihat benda pada jarak dekat, otot siliaris mata berkontraksi dan mengakibatkan lensa mata lebih tebal. Apabila melihat benda pada jarak jauh, otot siliaris mengalami relaksasi dan mengakibatkan lensa mata menjadi lebih tipis.

2. Pada saat berada di ruangan terang, sel kerucut bertugas menyampaikan bayangan benda ke otak. Sementara itu, pigmen-pigmen rodopsin dalam sel batang akan terurai sehingga sel batang tidak dapat berfungsi dengan baik. Apabila masuk ke dalam ruangan gelap, pigmen rodopsin yang sudah terurai akan terbentuk kembali dan sel batang mengambil alih fungsi sel kerucut dalam menyampaikan bayangan benda ke otak. Proses terbentuknya pigmen rodopsin berlangsung secara bertahap dan memerlukan waktu beberapa saat. Hal ini mengakibatkan seseorang tidak dapat melihat pada awal memasuki ruangan gelap. Lama waktu yang diperlukan untuk pembentukan rodopsin disebut waktu adaptasi rodopsin.

untuk pembentukan rodopsin disebut waktu adaptasi rodopsin. A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c Parkinson merupakan

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: c Parkinson merupakan gangguan produksi dopamin

di otak karena neuron mengalami degenerasi.

Kekurangan dopamin mengakibatkan asetilkolin tidak dapat bekerja secara normal. Gangguan koordinasi kerja otot ini mengakibatkan penderita mengalami tremor (melakukan gerak yang tidak terkendali).

2. Jawaban: c

Ataksia adalah penyakit degeneratif akibat mengecilnya otak kecil. Akibatnya, terjadi

1)

2)

3)

gangguan pada koordinasi gerak tubuh, contohnya tersedak saat minum, dan kesulitan melafalkan kata-kata. Epilepsi adalah penyakit saraf menahun berupa kelainan pada neuron-neuron di otak akibat kelainan metabolisme, infeksi, toksin, atau kecelakaan. Otot-otot rangka penderita epilepsi pada saat kambuh terus berkontraksi dan tidak terkontrol. Neuritis adalah peradangan pada neuron yang disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, keracunan, atau karena tekanan.

Neuritis adalah peradangan pada neuron yang disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, keracunan, atau karena tekanan.

Biologi Kelas XI

29
29

Alzheimer merupakan gangguan berupa ber-

kurangnya kemampuan mengingat akibat matinya sel-sel saraf otak. Penderita Alzheimer juga kehilangan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Alzheimer umumnya menyerang orang berusia di atas 65 tahun. 5) Meningitis merupakan radang selaput pelindung sistem saraf pusat (meninges). Radang ini disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitis atau virus.

3. Jawaban: b Kerusakan otak bagian tengah mengakibatkan hilangnya daya ingat. Gangguan ini disebut afasia. Kepala membesar dapat disebabkan adanya pe- numpukan cairan otak pada penderita hidrosefalus. Otot rangka berkontraksi dan tidak terkontrol terjadi pada penderita epilepsi. Kesulitan melafalkan kata- kata dan kesulitan mengontrol gerak tubuh dapat dikarenakan otak kecil menyusut. Hal ini dialami oleh penderita ataksia.

4. Jawaban: c Kelenjar tiroid menghasilkan tiroksin yang berfungsi memengaruhi metabolisme dan pertumbuhan fisik. Apabila tubuh kekurangan hormon tersebut sejak masa kecil dapat mengakibatkan kretinisme (tubuh kerdil). Apabila tubuh kekurangan hormon tiroksin pada masa dewasa, dapat mengakibatkan miksesema (pembengkakan di bawah kulit oleh cairan). Diabetes melitus terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin. Akromegali terjadi karena tubuh kelebihan somatotropin pada masa dewasa. Gigantisme terjadi karena tubuh kelebihan somatotropin pada masa kecil. Virilisme terjadi jika kelenjar adrenal mengalami kerusakan.

5. Jawaban: b Miopi atau rabun jauh adalah kelainan berupa gangguan mata saat melihat benda yang letaknya jauh. Miopi terjadi karena lensa mata terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. Penderita miopi dapat dibantu dengan lensa cekung. Lensa mata yang terlalu pipih dan bola mata terlalu pendek merupakan penyebab kelainan mata hipermetropi.

6. Jawaban: b Hipermetropi disebabkan oleh lensa mata terlalu pipih sehingga bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Kelainan ini dapat ditolong dengan lensa cembung (positif). Astigmatisme adalah kelainan pada mata berupa permukaan kornea tidak rata. Kelainan ini dapat ditolong dengan lensa silindris.

4)

30
30

Sistem Koordinasi Manusia

Buta warna merupakan penyakit menurun yang ditandai dengan ketidakmampuan membedakan warna. Presbiopi disebabkan oleh hilangnya daya elastisitas lensa yang biasanya diderita oleh lansia. Kelainan ini dapat ditolong dengan lensa ganda. Adapun miopi merupakan kelainan pada mata yang disebabkan oleh lensa mata yang terlalu cembung. Kelainan ini dapat ditolong dengan lensa cekung (negatif).

7. Jawaban: e Virilisme terjadi jika kelenjar adrenal mengalami kerusakan. Kelainan ini ditandai dengan muncul- nya kumis pada wanita. Diabetes melitus terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin. Gigantisme terjadi karena tubuh kelebihan hormon somatotropin pada masa kecil. Akromegali terjadi karena tubuh kelebihan hormon somatotropin pada masa dewasa. Kretinisme terjadi karena tubuh kekurangan hormon tiroksin.

8. Jawaban: e Hidrosefalus merupakan peradangan selaput otak sehingga cairan otak terkumpul di otak sehingga kepala membesar. Neuritis adalah iritasi pada neu- ron yang disebabkan oleh infeksi. Meningitis adalah peradangan di bagian selaput otak yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitis. Epilepsi adalah kelainan pada neuron akibat infeksi atau benturan. Afasia adalah kehilangan daya ingat karena kerusakan pada otak besar.

9. Jawaban: b Rabun senja merupakan kelainan pada mata yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Kemampuan melihat pada penderita rabun senja berkurang jika intensitas cahaya rendah. Keruh- nya lensa mata dapat mengakibatkan katarak. Lensa mata terlalu pipih dapat mengakibatkan hipermetropi. Tidak ratanya permukaan kornea dapat mengakibatkan astigmatisme. Tidak serasinya otot mata kanan dan kiri dapat mengakibatkan juling.

10. Jawaban: b Presbikusis merupakan gangguan pendengaran karena proses degenerasi, perubahan struktur koklea, saraf pendengaran, dan penurunan jumlah sel rambut. Faktor penyebabnya dapat berupa sering mendengar suara yang terlalu keras atau karena proses penuaan. Otosklerosis adalah penyakit pada pendengaran akibat pertumbuhan yang berlebihan dari tulang-tulang dalam telinga. Serumen merupakan cairan telinga yang diproduksi oleh kelenjar serumen. Otitis adalah peradangan, iritasi, atau infeksi pada saluran telinga. Tuli adalah gangguan pendengaran karena kerusakan saraf pendengar.

B. Uraian

1. Apabila tubuh kekurangan yodium, kelenjar gondok akan bekerja untuk menghasilkan hormon tiroksin. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya pembentukan hormon tirotropin (TSH) oleh kelenjar hipofisis. Kelebihan hormon tirotropin dapat mengakibatkan kelenjar gondok membengkak.

2. Pada saat seseorang pilek, rongga hidungnya terdapat lendir. Lendir ini akan menutupi permukaan sel-sel reseptor bau pada rongga atas hidung sehingga molekul-molekul bau sulit mencapai sel- sel reseptor bau tersebut karena terhalang oleh lendir.

3. Buta warna merupakan penyakit menurun. Mata orang normal memiliki tiga macam sel konus yaitu iodopsin merah, biru, dan hijau. Pada buta warna dikromatid hanya memiliki dua macam sel konus. Adapun pada buta warna monokromatid hanya memiliki satu macam sel konus. Penderita buta warna hanya mampu melihat warna hitam dan putih.

4. Psikotropika golongan depresan dapat meng- akibatkan depresi (menekan) aktivitas susunan

saraf pusat bagi pemakainya. Pemakai pada awalnya merasa tenang, kemudian apatis, mengantuk, dan tidak sadar diri. Semua gerak refleks menurun, mata menjadi sayu, daya peng- lihatan menurun, dan gangguan terhadap sistem kardiovaskuler. Psikotropika yang termasuk kelompok depresan adalah diazepam dan nitrazepam. Psikotropika golongan stimulan dapat merangsang fungsi tubuh. Pada awalnya, pemakai merasa segar, penuh percaya diri, kemudian berlanjut menjadi susah tidur, agresif, dan mudah tersinggung. Psikotropika yang termasuk kelompok stimulan adalah amfetamin dan kokain.

5. Lem kayu mengandung zat inhalansia, yaitu zat yang mudah menguap. Zat-zat yang terkandung dalam zat inhalansia berupa pelarut organik seperti eter, toluena, dan aseton. Apabila dihirup, zat inhalansia dapat menimbulkan perasaan enak, nyaman, dan ketagihan. Dalam dosis kecil, zat inhalansia menimbulkan efek euforia dan menyenangkan. Jika dihirup terus-menerus, zat tersebut menimbulkan efek halusinasi.

terus-menerus, zat tersebut menimbulkan efek halusinasi. A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: a Bagian yang berperan

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: a Bagian yang berperan sebagai efektor dalam tubuh kita adalah otot dan kelenjar. Adapun alat indra berfungsi sebagai reseptor yang menerima rangsang. Otak dan sumsum tulang belakang merupakan bagian dari sistem saraf yan berfungsi mengolah impuls yang diterima oleh alat indra.

2. Jawaban: d Sel saraf memiliki bagian berupa badan sel saraf, akson, dan dendrit. Akson dibungkus oleh selubung mielin yang berfungsi sebagai pelindung akson. Namun, tidak seluruh bagian akson terbungkus oleh selubung mielin. Bagian yang tidak terbungkus selubung mielin disebut nodus Ranvier. Fungsi nodus Ranvier untuk mempercepat jalannya impuls saraf. Selubung mielin tersebut dibentuk oleh sel Schwan yang membungkus akson sehingga membentuk lilitan yang menyelubungi akson.

3. Jawaban: e Bagian nomor 3 adalah neuron asosiasi yang menghubungkan neuron sensorik dan neuron motorik. Bagian yang merespons rangsang yang diterima adalah efektor. Bagian yang menerima rangsang dari lingkungan adalah reseptor. Bagian yang berfungsi menghantarkan impuls saraf ke otak

adalah neuron sensorik (nomor 1). Bagian yang berfungsi menghantarkan impuls saraf dari otak adalah neuron motorik (nomor 2).

4. Jawaban: d Sistem saraf manusia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak merupakan pusat saraf utama yang mengatur seluruh aktivitas tubuh. Otak terdiri atas otak besar, otak depan, otak tengah, otak kecil, jembatan varol, dan sumsum lanjutan. Sementara itu, sumsum tulang belakang berfungsi sebagai penghantar impuls dari dan ke otak serta mengendalikan gerak refleks. Saraf tepi berfungsi menghubungkan semua bagian tubuh dengan pusat saraf (otak dan tulang belakang).

5. Jawaban: b Serebelum mempunyai dua fungsi berikut.

1)

Mengkoordinasi gerakan otot-otot.

2)

Mengatur keseimbangan posisi tubuh.

Apabila terjadi kerusakan pada serebelum, koordinasi otot-otot dan keseimbangan posisi tubuh akan terganggu. Pendengaran diatur oleh serebrum lobus temporalis. Penglihatan diatur oleh serebrum lobus oksipitalis. Pernapasan diatur oleh medula oblongata.

Biologi Kelas XI

31
31

6. Jawaban: c

Nama Saraf

Asal Impuls

Optik

Retina mata Otot bola mata Gigi dan kulit wajah Selaput lendir hidung Otot bola mata Otot bola mata Jantung, lambung, dan paru-paru Wajah dan lidah bagian depan

Okulomotor

Trigeminal

Olfaktori

Abdusen

Troklear

Vagus

Fasial

7. Jawaban: b Bagian luar membran serabut saraf bermuatan listrik positif dan bagian dalam membran serabut saraf bermuatan listrik negatif menunjukkan kondisi sel saraf saat istirahat. Keadaan tersebut dinamakan polarisasi. Permukaan luar membran serabut saraf bermuatan negatif dan permukaan dalamnya bermuatan positif menunjukkan kondisi sel saraf saat menerima rangsang. Keadaan ini disebut depolarisasi.

8. Jawaban: b Lobus temporalis: pusat bicara dan pendengaran. Lobus oksipitalis: pusat penglihatan. Lobus parietalis: pusat bicara, pusat rasa dingin, panas, dan sakit. Lobus frontalis: mengendalikan kemampuan berpikir.

9. Jawaban: a Hipofisis lobus intermedia yaitu hormon perangsang melanosit atau melanocyt stimulating hormone (MSH). Apabila hormon ini banyak dihasilkan, mengakibatkan kulit menjadi hitam. Pembentukan sel kelamin dipengaruhi oleh follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) yang dihasilkan oleh hipofisis lobus anterior. Pembentuk- an urine dalam tubuh dipengaruhi oleh ADH yang dihasilkan oleh hipofisis lobus posterior. Kontraksi otot uterus saat melahirkan dipengaruhi oleh hormon oksitosin yang dihasilkan oleh hipofisis lobus posterior. Pertumbuhan seluruh jaringan tubuh dipengaruhi oleh hormon somatotropin yang dihasilkan oleh hipofisis lobus anterior.

10. Jawaban: b Sistem saraf manusia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat tersusun dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf pusat dilindungi oleh selaput meninges yang terdiri atas durameter, arachnoid, dan piameter. Otak dibagi menjadi enam bagian, yaitu otak besar, otak depan, otak tengah, otak kecil, jembatan varol, dan sumsum lanjutan. Sumsum tulang belakang (medula spinalis)

32
32

Sistem Koordinasi Manusia

merupakan lanjutan dari sumsum lanjutan. Fungsi sumsum tulang belakang yaitu menghantarkan impuls dari dan ke otak serta mengendalikan gerak refleks. Berdasarkan tempatnya, sistem saraf tepi terdiri atas saraf kranial dan saraf spinalis. Ber- dasarkan fungsinya, sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf somatik mengendalikan gerakan yang disadari. Sistem saraf otonom berfungsi mengendalikan gerak organ-organ yang bekerja secara otomatis.

11. Jawaban: b Bagian pada otak yang mengatur rasa lapar dan haus adalah hipotalamus. Hipotalamus ditunjuk- kan oleh nomor 2. Nomor 1 adalah serebrum. Serebrum berfungsi sebagai pusat pengaturan semua aktivitas. Nomor 3 adalah otak tengah. Otak tengah (mesensefalon) berfungsi mengatur gerak refleks mata. Nomor 4 adalah jembatan varol. Jembatan varol berfungsi menghantarkan impuls otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh. Nomor 5 adalah serebelum. Serebelum merupakan pusat keseimbangan gerak, koordinasi gerak otot, serta posisi tubuh.

12. Jawaban: a Seseorang pada gambar menderita suatu gang- guan karena terjadi suatu ketidakseimbangan hormon somatotropin (hormon pertumbuhan). Hormon somatotropin berfungsi merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak serta merangsang pertumbuhan tulang dan otak. Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan tubuh tumbuh kerdil (kretinisme). Kelebihan hormon ini dapat mengakibatkan tubuh tumbuh besar melebihi normal (gigantisme). Sementara itu, hormon insulin, adrenalin, dan glukagon berperan dalam pengaturan kadar gula darah. Hormon tiroksin berfungsi memengaruhi proses metabolisme, pertumbuhan fisik, dan menurunkan kadar kalsium dalam darah.

13. Jawaban: d

1)

Hormon insulin dihasilkan oleh kelenjar pulau-

2)

pulau langerhans, berfungsi untuk mengubah glukosa (gula) menjadi glikogen pada hati dan otot lurik. Kekurangan hormon ini akan mengakibatkan penyakit diabetes melitus. Sekretin, hormon yang dihasilkan dalam

3)

duodenum, berfungsi merangsang pankreas untuk memproduksi dan mengeluarkan getah pankreas. Adrenalin, dihasilkan oleh kelenjar adrenal, berfungsi meningkatkan (merangsang) denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, dan memperluas saluran pernapasan.

4)

Tiroksin dihasilkan oleh kelenjar tiroid, berfungsi

5)

mengatur metabolisme dan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Asetilkolin, merupakan zat pengantar impuls saraf pada celah a

14. Jawaban: c

Nama Hormon

Fungsi

a. Parathormon

Mengatur konsentrasi ion kalsium dan fosfor.

b. Tiroksin

Memengaruhi proses metabolisme.

c. Gonadotrop

Memengaruhi kerja kelenjar kelamin.

d. Prolaktin

Menstimulsi sekresi air susu.

e. Adenotrop

Merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan glukokortikoid.

15. Jawaban: b Peristiwa yang terjadi pada pasien tersebut merupakan peristiwa gerak refleks. Gerak refleks merupakan gerak yang tidak disadari. Pada gerak refleks tidak melalui pengolahan oleh pusat saraf. Neuron di otak hanya berperan sebagai konektor saja. Ada dua macam neuron konektor, yaitu neu- ron konektor di otak dan di sumsum tulang belakang. Contoh gerak refleks yang melalui neuron konektor otak yaitu pupil mata mengecil saat terkena cahaya yang terang. Adapun contoh gerak refleks melalui neuron konektor sumsum tulang belakang yaitu kaki terangkat saat lutut dipukul. Urutan jalannya impuls saraf tersebut sebagai berikut. Rangsang reseptor neuron sensorik konektor (sumsum tulang belakang) neuron motorik efektor.

16. Jawaban: d Menutupnya bola mata akibat terkena debu secara tiba-tiba merupakan gerak refleks melalui neuron konektor di otak. Urutan jalannya impuls pada peristiwa tersebut sebagai berikut. Debu (rangsang) reseptor neuron sensorik

konektor (interneuron di otak) neuron motorik

efektor.

17. Jawaban: a Parathormon dihasilkan oleh kelenjar paratiroid dan berfungsi untuk mengendalikan kadar kalsium dan fosfat dalam darah dan tulang. Menentukan ciri kelamin sekunder pria merupakan fungsi hormon testosteron yang dihasilkan oleh kelenjar kelamin pria. Menaikkan kadar glukosa darah merupakan fungsi hormon glukokortikoid yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dan hormon glukagon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Mencegah pembentukan urine merupakan fungsi ADH yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. Menurunkan tekanan darah merupakan fungsi hormon noradre- nalin yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal.

18. Jawaban: e

1)

FSH–merangsang spermatogenesis dan

2)

pematangan folikel. GH–memacu pertumbuhan semua jaringan

3)

tubuh. TSH–merangsang kelenjar tiroid dan me-

4)

nyekresi hormon tiroksin. ADH–mencegah pembentukan urine dalam

5)

jumlah banyak. ACTH–merangsang kelenjar adrenal untuk menyekresi glukokortikoid.

19. Jawaban: c Hormon somatotropin berfungsi merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak, serta merangsang pertumbuhan tulang dan otot. Hormon yang memengaruhi kelenjar susu adalah hormon prolaktin. Hormon yang meningkatkan denyut jantung adalah hormon adrenalin. Hormon yang mengubah gula menjadi glikogen adalah hormon insulin. Hormon yang berfungsi menguraikan glikogen menjadi glukosa adalah hormon glukagon dan adrenalin.

20. Jawaban: b Kekurangan hormon insulin dapat mengakibatkan penyakit diabetes melitus. Penderita diabetes melitus mengalami gejala-gejala kadar gula darah naik, berat badan menurun drastis, mudah merasa haus, serta kulit dan mulut terasa kering. Tumbuh benjolan pada tulang belakang dan hiperpigmentasi merupakan gejala-gejala yang dialami penderita coushing syndrome. Produksi keringat berlebihan merupakan gejala yang dialami penderita basedowi.

21. Jawaban: c Kelenjar adrenal atau anak ginjal menghasilkan beberapa jenis hormon, salah satunya hormon adrenalin. Hormon adrenalin berpengaruh sangat cepat. Hormon ini menyebabkan meningkatnya denyut jantung, kecepatan pernapasan, dan tekanan darah. Selain itu, hormon adrenalin juga berfungsi mengubah glikogen dalam otot menjadi glukosa. Hormon yang berfungsi untuk merangsang hati menyerap glukosa adalah hormon insulin. Hormon yang berfungsi membantu metabolisme garam dan kalium adalah parathormon. Hormon yang berfungsi memacu pengendapan kalium di tulang adalah kalsitonin. Hormon yang berfungsi meningkatkan reabsorbsi Na + di lengkung Henle adalah korteks mineral.

22. Jawaban: d Nomor 1 merupakan kornea, bagian mata yang meneruskan cahaya yang diterima. Nomor 2 merupakan pupil, bagian mata yang mengatur intensitas cahaya yang masuk ke dalam mata.

Biologi Kelas XI

33
33

Nomor 3 merupakan iris, bagian mata yang memengaruhi diameter pupil. Nomor 4 merupakan lensa, bagian mata yang memfokuskan cahaya sehingga tepat di fovea sentralis. Nomor 5 merupakan fovea sentralis, suatu lekukan pada bintik kuning yang terletak tepat pada sumbu penglihatan mata. Pada bagian ini terdapat sel kerucut paling banyak dibandingkan bagian lain.

23. Jawaban: b Bagian depan koroidea dan di belakang kornea terdapat iris. Iris mengandung pigmen warna sehingga mengakibatkan perbedaan warna pada mata. Lubang bulat di tengah iris disebut pupil. Pupil merupakan jalan masuknya cahaya. Pupil akan mengecil jika cahaya terang. Sebaliknya, pupil melebar jika cahaya redup. Hal ini bertujuan untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata. Sklera dan kornea merupakan lapisan luar mata. Sklera berwarna putih dan tidak tembus cahaya. Kornea mengandung banyak serabut saraf, tidak terdapat pembuluh darah, dan tembus cahaya. Kornea berfungsi meneruskan cahaya menuju ke lensa mata. Kornea dilindungi oleh selaput pelindung konjungtiva.

24. Jawaban: a X merupakan retina dan Y merupakan lensa. Cahaya yang masuk ke mata melalui pupil akan menembus empat media refraksi. Keempat media refraksi tersebut yaitu kornea, aqueous humour, lensa, dan vitreous humour. Selanjutnya, bayangan akan jatuh ke retina (X). Bayangan tersebut bersifat diperkecil, nyata, dan terbalik. Selanjutnya retina membentuk impuls yang akan diteruskan ke saraf otak II. Impuls tersebut diinterpretasikan sebagai penglihatan di otak sehingga bayangan benda seperti benda yang sebenarnya dengan posisi tegak.

25. Jawaban: e Astigmatisme adalah kelainan pada mata berupa permukaan kornea yang tidak rata. Penderita astigmatisme dapat melihat dengan jelas jika menggunakan lensa silindris. Miopi (rabun jauh) disebabkan oleh lensa mata yang terlalu cembung. Penderita miopi dapat melihat dengan jelas jika menggunakan lensa cekung. Juling adalah kelainan mata akibat tidak serasinya otot mata kanan dan otot mata kiri sehingga arah pandangan kedua bola mata tidak sama. Kelainan mata juling tidak dapat diperbaiki dengan penggunaan lensa jenis apa pun. Presbiopi disebabkan oleh hilangnya daya elastisitas lensa yang biasanya diderita oleh lansia. Penderita presbiopi dapat melihat dengan jelas jika menggunakan lensa ganda. Hipermetropi disebab- kan oleh lensa mata terlalu pipih. Penderita hipermetropi

34
34

Sistem Koordinasi Manusia

dapat melihat dengan jelas jika menggunakan lensa cembung.

26. Jawaban: c

Mekanisme kerja indra pendengaran sebagai berikut. Getaran suara daun telinga saluran telinga

gendang telinga (membran timpani) maleus

incus stapes rumah siput (koklea) sel-

sel rambut (reseptor getaran bunyi) dalam organ

korti sel saraf auditori otak.

27. Jawaban: a Perubahan intensitas cahaya memengaruhi diameter pupil mata. Hal ini bertujuan untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke mata agar tidak berlebihan. Diameter pupil lebih besar jika berada di tempat yang intensitas cahayanya lebih rendah dibandingkan jika berada di tempat yang ber- intensitas cahaya tinggi. Penebalan dan penipisan lensa mata dipengaruhi oleh jarak benda ke mata. Lensa mata lebih tebal jika melihat benda yang jaraknya lebih dekat. Kornea tidak mengalami perubahan ketebalan apabila terjadi perubahan intensitas cahaya atau perubahan jarak pandang.

28. Jawaban: c Telinga bagian dalam terdiri atas beberapa bagian yaitu alat keseimbangan, tingkap jorong, dan koklea. Alat keseimbangan yang terdiri atas kanalis semisirkularis, sakulus, dan utrikulus. Bagian-bagian tersebut berhubungan dengan saraf otak VIII. Koklea/rumah siput, saluran koklea berisi cairan limfe dan terdapat ujung saraf pendengaran yang menghubungkan koklea dengan otak.

29. Jawaban: d

Kemampuan mengecap pada lidah sebagai berikut.

1)

2) Tepi lidah bagian belakang (2) untuk

Pangkal lidah (1) untuk mengecap rasa pahit.

3)

mengecap rasa asam. Tepi lidah bagian depan (3) untuk mengecap

4)

rasa asin. Ujung lidah (4) untuk mengecap rasa manis.

30. Jawaban: d Nomor 1 merupakan korpus Ruffini, reseptor untuk merespons rangsang berupa panas. Nomor 2 merupakan korpus Meissner, reseptor untuk merespons rangsang berupa sentuhan. Nomor 3 merupakan reseptor dengan ujung saraf tanpa selaput, reseptor untuk merespons rangsang berupa rasa sakit/nyeri. Nomor 4 merupakan korpus Krausse, reseptor untuk merespons rangsang berupa rasa dingin. Nomor 5 merupakan korpus Paccini, reseptor untuk merespons rangsang berupa tekanan.

B. Uraian

1.

a. K = dendrit

L = selubung mielin

M = neurit

b. Dendrit berfungsi menerima impuls dari ujung saraf lain dan menghantarkannya ke badan sel. Selubung mielin berfungsi sebagai pelindung neurit dan pemberi nutrisi bagi neuron. Neurit berfungsi meneruskan impuls dari badan sel saraf ke sel saraf yang lain.

2.

a. Komunikasi dalam bentuk impuls saraf.

b. Impuls disalurkan oleh serabut saraf.

c. Penerima pesan (rangsang) adalah efektor (otot atau kelenjar).

d. Menghantarkan rangsang dalam waktu cepat.

e. Berdampak pada lokasi yang terbatas.

f. Bekerja secara cepat.

g. Respons hanya dalam waktu singkat.

h. Efeknya bersifat tidak permanen dan reversibel.

3.

a. P adalah bagian luar sumsum tulang belakang (berwana putih) yang disebut substansi alba. Substansi alba mengandung akson bermielin dan berfungsi menghantarkan impuls menuju otak dan dari otak ke efektor.

b. Q adalah bagian dalam (berwarna abu-abu dan berbentuk seperti kupu-kupu) yang disebut substansi grissea. Substansi grissea mengan- dung serat-serat saraf tidak bermielin dan sinapsis. Substansi grissea dibedakan men- jadi dua, yaitu akar dorsal dan akar ventral. Akar dorsal mengandung saraf sensori yang dendritnya berhubungan dengan reseptor. Akar ventral mengandung badan sel saraf motorik yang membawa impuls dari otak ke efektor.

c. Bagian R merupakan neuron aferen (neuron sensorik) yang berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. Sementara itu, bagian S merupakan neuron eferen (neuron motorik) yang berfungsi menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke efektor.

4.

a. Hormon epineprin dihasilkan oleh kelenjar adrenal atau kelenjar anak ginjal.

b. Hormon epineprin bekerja berlawanan dengan hormon insulin. Hormon epineprin berfungsi mengubah glikogen (gula dalam otot) menjadi glukosa (gula dalam darah). Apabila terjadi peningkatan produksi hormon epineprin, akan

terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah dan penurunan konsentrasi glikogen di dalam hati.

5. Proses pencernaan makanan yang mengandung tepung seperti nasi menghasilkan glukosa yang mengakibatkan peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah. Jika kadar glukosa dalam darah tinggi, pankreas akan mensekresikan hormon insulin. Hormon insulin merangsang hati untuk menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi glikogen. Dengan demikian, konsentrasi glukosa dalam darah akan kembali normal.

6. Diabetes melitus merupakan salah satu

a.

penyakit yang ditandai adanya kadar gula darah (glukosa) yang tinggi dalam tubuh. Hal ini disebabkan adanya gangguan hormonal, yaitu pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup untuk tubuh. Insulin ini berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen. Akibatnya, sebagian besar glukosa tidak dapat diubah menjadi glikogen dan glukosa ini menumpuk di dalam darah.

b.

Beberapa gejala yang dialami penderita diabetes melitus sebagai berikut.

1)

Kadar gula darah tinggi (200 mg/dL).

2)

Berat badan turun.

3)

Mudah merasa haus.

4)

Kulit dan mulut terasa kering.

7. Gambar nomor 1 adalah pupil. Gambar nomor 2 adalah iris. Gambar nomor 3 adalah sklera. Gambar nomor 4 adalah koroidea. Gambar nomor 5 adalah retina.

a.

b.

Pupil berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam bola mata.

c.

Iris berfungsi untuk untuk memberikan warna mata dan memperbesar atau memperkecil ukuran pupil.

8. Bintik kuning:

a. Bintik kuning merupakan bagian retina yang

mengandung reseptor cahaya.

b. Jika bayangan benda jatuh pada bintik kuning (fovea sentralis), kita dapat melihat benda.

Bintik buta:

a. Bintik buta merupakan bagian mata tempat serabut saraf yang berasal dari retina meninggalkan bola mata menuju ke otak dan tidak mengandung reseptor cahaya.

b. Jika bayangan benda jatuh di daerah ini, kita tidak dapat melihat benda tersebut.

Biologi Kelas XI

35
35

9. Pada saat intensitas cahaya rendah, pupil mata akan membesar. Hal ini bertujuan agar cahaya yang masuk ke dalam mata semakin banyak sehingga bayangan benda dapat terlihat. Sementara itu, pupil mata akan mengecil pada intensitas cahaya yang tinggi. Hal ini bertujuan untuk membatasi cahaya yang masuk ke dalam mata agar tidak berlebihan.

10. Hormon tiroksin berfungsi memengaruhi proses metabolisme dan oksidasi sel-sel tubuh.

36
36

Sistem Koordinasi Manusia

Kekurangan tiroksin pada anak-anak dapat mengakibatkan kretinisme yang ditandai dengan perubahan fisik dan mentalnya terhambat (kerdil). Apabila kelebihan tiroksin pada anak-anak dapat mengakibatkan gigantisme (pertumbuhan raksasa). Sementara itu, kekurangan tiroksin pada orang dewasa dapat mengakibatkan miksoedema (obesitas/kegemukan luar biasa) dan kelebihan tiroksin dapat mengakibatkan metabolisme berlebih. Keadaan ini disebut kelainan basedown.

A. Pilihlah jawaban yang tepat! 1. Jawaban: c Organ pernapasan yang terdiri atas susunan cincin

A. Pilihlah jawaban yang tepat!

1. Jawaban: c Organ pernapasan yang terdiri atas susunan cincin tulang rawan lentur tetapi kuat yaitu trakea. Trakea ditunjukkan oleh nomor 3. Sementara itu, nomor 1 yaitu rongga hidung tempat keluar masuknya udara pernapasan dan merupakan organ yang ber- hubungan langsung dengan udara luar. Nomor 2 yaitu faring, persilangan antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Nomor 4 yaitu bronkus, percabangan trakea menuju paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Nomor 5 yaitu bronkiolus, per- cabangan dari bronkus yang berukuran semakin kecil dan berdinding tipis.

2. Jawaban: e Organ pernapasan yang memiliki ciri-ciri seperti disebutkan pada soal menunjukkan organ alveo- lus. Alveolus ditunjukkan oleh nomor 5. Nomor 1 yaitu faring, merupakan persimpangan antara rongga hidung ke tenggorokan (saluran pernapasan) dan rongga mulut ke kerongkongan (saluran pencernaan). Nomor 2 yaitu trakea, trakea berbentuk seperti pipa dan bercabang membentuk bronkus. Nomor 3 yaitu bronkus (percabangan dari trakea yang berjumlah sepasang). Nomor 4 yaitu bronkiolus (bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran kecil halus, dan dindingnya tipis, serta tidak mempunyai tulang rawan).

3. Jawaban: a Apabila otot interkostal eksternal berelaksasi, tulang-tulang rusuk kembali ke posisi semula (ber- gerak turun) sehingga volume rongga dada mengecil. Keadaan tersebut mengakibatkan tekanan dalam rongga dada membesar dan udara keluar dari paru-paru (terjadi ekspirasi). Sementara itu, jika otot interkostal eksternal berkontraksi, vol- ume rongga dada membesar. Keadaan tersebut mengakibatkan tekanan dalam rongga dada mengecil dan udara masuk ke paru-paru (terjadi inspirasi).

4. Jawaban: a

Di dalam hidung terdapat rambut-rambut yang

berfungsi menyaring debu atau kotoran yang masuk bersama udara pernapasan.

5. Jawaban: d O 2 mengalir dari udara ke alveolus paru-paru, kemudian ke kapiler darah dan selanjutnya ke

jaringan tubuh. Aliran O 2 ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan parsial O 2 . Tekanan udara luar sebesar 760 mmHg, sedangkan tekanan parsial O 2 di paru-paru sebesar 160 mmHg. Tekanan parsial O 2 pada kapiler darah nadi 100 mmHg dan tekanan parsial O 2 dalam jaringan tubuh kurang dari 40 mmHg. Hal inilah yang memungkinkan O 2 berdifusi dari alveolus ke kapiler darah kemudian

ke jaringan. Sementara itu, tekanan parsial CO 2

dalam darah lebih tinggi daripada dalam alveolus. Oleh karena itu, CO 2 secara terus-menerus dikeluarkan dari tubuh.

6. Jawaban: c Saat menghirup napas (inspirasi) otot interkostal eksternal berkontraksi dan otot interkostal internal berelaksasi sehingga tulang rusuk terangkat. Selain itu, otot diafragma berkontraksi sehingga posisi diafragma mendatar. Akibatnya, volume rongga dada semakin besar sehingga tekanan udara di dalamnya berkurang. Dengan demikian, akan terjadi aliran udara dari luar tubuh masuk ke paru-paru.

7. Jawaban: c Volume tidal yaitu volume udara pernapasan yang dikeluarkan pada waktu bernapas normal. Volume tidal ditunjukkan oleh nomor III. Sementara itu, vol- ume sisa (nomor I) adalah volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi maksimal. Volume cadangan ekspirasi (nomor II) yaitu udara sebanyak 1.500 cc yang dapat diembuskan lagi setelah melakukan ekspirasi biasa dengan mengerutkan otot perut kuat-kuat. Volume cadangan inspirasi (nomor IV) yaitu udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah melakukan inspirasi biasa. Kapasitas vital (nomor V) yaitu volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi maksimal.

Biologi Kelas XI

37
37

8.

Jawaban: e

 

Keterangan gambar:

 

1 = faring

 

4 = bronkiolus

2 = trakea

5 = pleura

3 = bronkus

 

Pleuritis merupakan radang pada pleura (selaput paru-paru) karena pleura mengalami penambahan cairan interpleura. Akibatnya, timbul rasa nyeri saat bernapas.

9.

Jawaban:

 
 

Nama Penyakit

 

Penyebab

 

a. Asidosis

 

Terjadi peningkatan kadar asam karbonat dan bikarbonat dalam darah.

b. Difteri

Terjadi karena infeksi Coryne bacterium diphteriae.

c. Influenza

Terjadi radang pada selaput mukosa di saluran pernapasan.

d. Sianosis

Kandungan O 2 dalam darah rendah sehingga warna kulit dan membran mukosa kebiruan atau pucat.

e. Polip

Terjadi pembengkakan kelenjar limfa di hidung.

10.

Jawaban: c Emfisema merupakan penyakit yang terjadi karena ketidaknormalan susunan dan fungsi alveolus. Kanker paru-paru terjadi karena adanya tumor ganas dalam epitel bronkiolus. TBC disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus. Sementara itu, pneumonia disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae.

11.

Jawaban: a Katak dewasa menghabiskan lebih banyak hidupnya di darat. Oleh karena itu, kulitnya dijaga oleh kelenjar mukosa (kelenjar lendir) sehingga membuat permukaan kulitnya selalu basah. Lendir tersebut memudahkan oksigen dari udara berdifusi melalui kulit dan masuk ke pembuluh kapiler darah. Selain itu, proses difusi juga terjadi pada selaput kulit pada rongga mulutnya.

12.

Jawaban: c Gambar pada soal menunjukkan hewan laba-laba. Laba-laba melakukan pertukaran udara pernapasan menggunakan paru-paru buku. Adapun hewan yang bernapas dengan insang yaitu ikan. Hewan yang bernapas dengan labirin yaitu ikan seperti ikan lele, ikan gabus, dan ikan gurami. Hewan yang bernapas dengan seluruh permukaan tubuh yaitu cacing tanah.

38
38

Ulangan Tengah Semester

13. Jawaban: d

Nama Hewan

Alat Pernapasan

a. Cumi-cumi

Insang

b. Cecak

Paru-paru

c. Ikan gurami

Labirin dan insang