Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

HOMECARE
Cerebral Palsy spastic diplegi

Oleh :
Rima Naziria ( 201310490311003 )
Henda Sebastian ( 201310490311024 )
Maria Monica Aggi Mutiara Sari ( 201310490311061 )
Fahmi Al Hamid ( 201310490311085 )
Marisa Narantika ( 201310490311105 )
LAPORAN PRAKTIKUM
ASSESMEN DAN DIAGNOSA FISIOTERAPI
STATUS KLINIK

A. DATA-DATA MEDIS RUMAH SAKIT


a. Diagnosa medis : Cerebral Palsy Spastic Diplegi
b. Catatan Klinis :-
c. TerapiUmum :-

B. PEMERIKSAAN FISIOTERAPI
1. Anamnesis
a. Anamnesis Umum
Nama : Ellen
Umur : 11 Tahun
Alamat : Jl. Krajan, Gading Kulon , Kec. Dau Rt.16/ Rw. 02
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan :-
b. Anamnesis Khusus
Keluhan Utama : Orang tua pasien mengeluhkan kaku pada kedua kaki
anaknya dan mengalami gangguan perkembangan atau
pertumbuhan
Riwayat penyakit : Pasien lahir dalam keadaan prematur 6,5 bulan, setelah
3,5 tahun pernah mengalami kejaang sebanyak 2 kali.
Riwayat penyakit dahulu : -
Riwayat penyakit penyerta : -
c. Anamnesis Sistem
1) Musculoskeletal : Spastik pada ekstremitas bawah
2) Kardiovaskuler :-
3) Respirasi :-
4) Neuromuscular :-
2. Pemeriksaan Fisik
a. Vital Sign
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Denyut Nadi :70 x/menit
Pernapasan :20 x/menit
Temperatur : 36,7
b. Inspeksi
Statis : Lengan kedua tangan anak cenderung flexi pada
sisi elbow , kedua kaki cenderung flexi knee (
Kontraktur ) , anak sudah bisa duduk hanya ketika
kaki bersila dan ada penyangga dibelakang. Belum
mampu merangkak, berdiri dan berjalan, head
control belum bagus.
Dinamis :-
3. PemeriksaanSpesifik
a. MMT
b. Tes Tonus otot :
c. TesKeseimbangan
d. PengukuranNyeri
e. Tes Koordinasi
f. TesApresiasiReaksi :
g. Tessensorik :
h. Tes Reflek
i. Tes Rasa Posisi
j. Tes Transfer
k. TesADL
l. Gerakan Dasar :
a. Gerak Aktif : Kesulitan gerak aktif pada ekstremitas bawah, karna adanya
spastisitas.
b. Gerak Pasif : Kesulitan digerakkan secara full ROM pada ekstremitas bawah
karena terdapat adanya tahanan berupa spastisitas.
c. Gerak isometrik melawan tahanan : Kesulitran dilakukan gerakan isometrik
karena adanya tahanan lain yang berupa spastisitas.

4. Kognitif,intrapersonal, dan interpersonal


Kognitif : Baik
Intrapersonal : Baik
Interpersonal : Baik

C. DIAGNOSIS FISIOTERAPI : Cerebral palsy spastic diplegia

D. PROBLEMATIK FT : - Kontraktur
- Kelemahan otot pada Lower Limb
- Deformitas
- Gangguan Postur tubuh ( Skoliosis )
- Kekakuan/Spastik pada otot-otot Ekstremitas bawah
- Gemetaran ( Tremor )
- Head Controlnya belum bagus
- Kemampuan duduk, dan keseimbangan
E. PROGRAM RENCANA TINDAKAN FISIOTERAPI
1. Tujuanjangkapanjang : - Memperbaikin posisi duduk anak tanpa menggunakan
penyangga
- Memperbaiki kemampuan aktivitas fungsional
melalui peningkatan keseimbangan dan memperbaiki
postur tubuh.
2. Tujuanjangkapendek : - Mencegah terjadinya kontraktur, atrofi otot-otot dan
meningkatkan ROM sehingga mencegah deformitas.
- Menurunkan abnormalitas tonus (spastisitas)
- Memperbaiki kemampuan duduk tanpa penyangga
- Memperbaiki Head Control
F. INTERVENSI FISIOTERAPI
a. Stimulasi
Tujuan diberikannya stimulasi yaitu untuk merangsang propioceptif serta sebagai
persiapan untuk melakukan latihan.
b. Aktif dan Pasif ROM
Tujuannya yaitu untuk mengurangi kontraktur pada kedua tungkai dengan cara,
pertama fisioterapis yang menggerakkan tungkai dan kaki pasien, dan setelah itu pasien
disuruh melakukan sendiri (aktif) gerakan seperti yang diinstruksikan oleh fisioterapis
c. Latihan mobilisasi trunk
Tujuan dari latihan mobilitas trunk ini adalah untuk memperbaiki postur dan untuk
mencapai flexibilitas trunk. Cara yaitu mendudukkan pasien long sitting dan kedua tungkai
membuka lebar ( abduksi tanpa eksternal rotasi ). Fisioterapis dibelakang pasien, tangan
menempel bahu kemudian diberikan pressure tapping pada segmen lumbal, thorak atas dan
bawah.
d. Stretching
Stretching adalah suatu bentuk terapi yang di desain untuk mengulur struktur jaringan
lunak yang mengalami pemendekan secara patologis dan dengan dosis tertentu dapat
menambah range of motion. Passive stretching dilakukan ketika pasien dalam keadaan
rileks, menggunakan gaya dari luar, dilakukan secara manual atau dengan bantuan alat
untuk menambah panjang jaringan yang memendek
e. Latihan Keseimbangan
Tujuannya yaitu agar bisa bertahan dalam posisi duduk. Latihannya yaitu
menggunakan tepi tempat tidur untuk latihan duduk tanpa sandaran serta menggunakan
swissball.
G. PROGNOSIS
Quo ad vitam :
Quo ad sanam :
Quo ad fungsionam :
Quo ad cosmeticam :

H. EVALUASI
1) Evaluasi sesaat : setiap latihan pasien selalu bersemangat, sehingga ada
perkembangan yang dapat dilihat, seperti dapat menegakkan kepala meskipun hanya
sebentar.
2) Evaluasi berkala : setelah beberapa hari, perkembangan pasien yaitu :
- Tremor berkurang
- Sudah sedikit bisa mengontrol tonus otot
- Sudah berani duduk sendiri tanpa sandaran
- ROM pada knee bertambah, sehingga tungkai bisa diluruskan walaupun tidak
full ROM.
I. HASIL TERAPI AKHIR
- Dapat menegakkan kepala dalam beberapa menit
- Tremor berkurang
- Sudah sedikit bisa mengontrol tonus otot
- Sudah berani duduk sendiri tanpa sandaran
- ROM pada knee bertambah, sehingga tungkai bisa diluruskan walaupun tidak full
ROM.

J. HOME PROGRAM
Memberikan penjelasan kepada orang tua tentang kondisi anak dengan cerebral palsy spastik
diiplegi. Orang tua diajarkan tentang tahap-tahap latihan sehingga dapat dilakukan sendiri di
rumah secara berulangulang.
K. DOKUMENTASI
1 TERAPI KE-1

Gambar 1. Kondisi awal Gambar 2. Tes A I U E O

Gambar 3. Stimulasi
Gambar 4. Mobilisasi trunk Gambar 5. Cek posture

2 TERAPI KE-2

T1 = 120/80 mmHg

T2 = 100/70 mmHg

T3 = 100/70 mmHg

Gambar 1. Tensi
Gambar 2. Stimulasi Gambar 3. Pasif ROM

Gambar 4. Stretching Gambar 5. Mobilisasi Trunk


3 TERAPI KE-3

T1 = 120/90 mmHg

T2 = 110/70 mmHg

T3 = 100/70 mmHg

Gambar 1. Stimulasi

Gambar 2. Mobilisasi Tungkai


Gambar 3. Stretching

Gambar 4. Latihan menggunakan Bobath

Gambar 5. Latihan Keseimbangan


4 TERAPI KE-4

T1 = 120/80 mmHg

T2 = 100/70 mmHg

T3 = 100/70 mmHg

Gambar 1. Stimulasi

Gambar 2. Mobilisasi Tungkai Gambar 3. Stretching


Gambar 4. Mobilisasi Trunk

Gambar 5. Sepatu Koreksi


5 TERAPI KE-5

T1 = 120/80 mmHg

T2 = 120/80 mmHg

T3 = 100/80 mmHg

Gambar 1. Stimulasi

Gambar 2. Mobilisasi Tungkai


Gambar 3. Stretching

Gambar 4. Mobilisasi Trunk


Gambar 5. Sepatu Koreksi