Anda di halaman 1dari 10

Kista

Tujuan dibuat Makalah ini adalah Untuk Mengetahui dan Lebih memahami Apa itu
Penyakit Kista

Disusun Oleh :
Kavitha Rahmania
Andini Syafitri
Andhika Yudistira
Novia Amelinda Zahra

SMP Negeri 1 Depok


Jl.Pemuda No.53,Depok
2014 2015
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami ucapkan puji syukur kepada Allah SWT, yang mana
dengan rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan penulisan
makalah dengan judul KISTA Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas
mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebanyakbanyaknya kepada Bu


Eriyasti, S.Pd selaku Guru Ilmu Pengetahuan Alam kami dan kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, walaupun kami
sadar bahwa makalah ini mungkin jauh dari sempurna.

Untuk itu maka kami mengharapkan kritik dan saran sebagai tambahan
pengetahuan bagi Kami di dalam penyusunan makalah-makalah yang
selanjutnya.
Harapan Kami, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua,
Aaamiin.

Depok,06 September 2014

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
KATA PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
1.1 LATAR BELAKANG.......................................................................... 1
1.2 RUMUSAN MASALAH.................................................................... 1
1.3 TUJUAN PENULISAN...................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................... 2
2.1 PENGERTIAN KISTA........................................................................ 2
2.2 PENYEBAB KISTA............................................................................ 2
2.3 GEJALA PENYAKIT KISTA................................................................. 3
2.4 JENIS JENIS KISTA........................................................................ 3
2.5 CARA PENCEGAHAN...................................................................... 4
2.6 CARA PENGOBATAN....................................................................... 6
BAB III PENUTUP.......................................................................................... 6
3.1 KESIMPULAN................................................................................. 7
3.2 SARAN........................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 7
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi
menghasilkan ovum ( sel telur ).Tempat pematangan sel telur juga terjadi di
bagian ovarium.Ovarium mensekresikan hormon hormon penting seperti
estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan siklus
menstruasi.Wanita mempunyai sepasang ovarium berupa kelenjar berbentuk
biji buah kenari yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim), di bawah tuba
uterina dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum latum uteri.Sepasang
ovarium tersebut menghasilkan 300.000 sel telur.Sel telur yang dikelilingi oleh
lapisan sel epiteloid granulosa disebut folikel. Dari hasil penelitian diketahui
ada dua hormon yang penting untuk fungsi penuh ovarium yaitu FSH ( Follicle-
Stimulating Hormone) dan LH ( Luteinizing Hormone).
Suatu tumor jinak dapat mengenai indung telur, berupa kantong yang berisi cairan
berwarna coklat yang biasa disebut dengan kista indung telur.Kista indung
telur biasanya tidak bersifat kanker.Bila kista tersebut masih kecil, biasanya
tidak menimbulkan gejala apa-apa.Namun diperlukan penelitian lebih lanjut
untuk meyakinkan bahwa hal itu bukan kanker.Kista yang besar atau kista yang
berjumlah banyak dapat menyebabkan perut wanita membuncit.Selain itu, hal
itu juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada panggul, sakit pinggang
dan rasa sakit saat berhubungan seksual.
Secara umum kista indung telur disebabkan oleh gangguan pembentukan hormon
pada hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri.Kista indung telur
dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause,
bahkan selama masa kehamilan.

1.2 Rumusan Masalah


2.1 Apa yang dimaksud kista?
2.2 Apa yang menyebabkan kista?
2.3 Apa saja Tanda dan gejalanya?
2.4 Apa saja Jenis jenis kista?
2.5 Bagaimana Cara Pencegahannya?
2.6 Bagaimana cara Pengobatannya?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud Kista?
2. Untuk mengetahui apa yang Penyebab Kista?
3. Untuk mengetahui apa gejalanya?
4. Untuk mengetahui jenis jenis kista?
5. Untuk mengetahui Bagaimana cara pencegahannya?
6. Untuk mengetahui Bagaimana cara pengobatannya?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kista


Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi
menghasilkan ovum ( sel telur ). Tempat pematangan sel telur juga terjadi di
bagian ovarium.Ovarium mensekresikan hormon hormon penting seperti
estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan siklus
menstruasi.Wanita mempunyai sepasang ovarium berupa kelenjar berbentuk
biji buah kenari yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim), di bawah tuba
uterina dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum latum uteri.Sepasang
ovarium tersebut menghasilkan 300.000 sel telur.Sel telur yang dikelilingi oleh
lapisan sel epiteloid granulosa disebut folikel. Dari hasil penelitian diketahui
ada dua hormon yang penting untuk fungsi penuh ovarium yaitu FSH ( Follicle-
Stimulating Hormone) dan LH ( Luteinizing Hormone). Kista ovarium
merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau
ovarium.Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang
terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium.

2.2 Penyebab Kista


Kista ovarium terbentuk oleh bermacam sebab. Penyebab inilah yang nantinya
akan menentukan tipe dari kista. Diantara beberapa tipe kista ovarium, tipe
folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan. Kista jenis ini
terbentuk oleh karena pertumbuhan folikel ovarium yang tidak terkontrol.
Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. Pada
keadaan normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus menstruasi
untuk melepaskan sel telur. Namun pada beberapa kasus, folikel ini tidak terbuka
sehingga menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan menjadi kista.
Cairan yang mengisi kista sebagian besar berupa darah yang keluar akibat dari
perlukaan yang terjadi pada pembuluh darah kecil ovarium. Pada beberapa kasus,
kista dapat pula diisi oleh jaringan abnormal tubuh seperti rambut dan gigi. Kista
jenis ini disebut dengan Kista Dermoid.

2.3 Gejala Penyakit Kista


Sebagian besar wanita tidak menyadari bila dirinya menderita kista.Seandainya
menimbulkan gejala maka keluhan yang paling sering dirasakan adalah rasa
nyeri pada perut bagian bawah dan pinggul. Rasa nyeri ini timbul akibat dari
pecahnya dinding kista, pembesaran kista yang terlampau cepat sehingga
organ disekitarnya menjadi teregang, perdarahan yang terjadi di dalam kista
dan tangkai kista yang terpelintir

2.4 Jenis Jenis Kista


Kista folikel
Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus
menstruasi. Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan
gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala
terasa kaku dan sakit hebat di daerah perut bagian bawah seperti serangan
appendicitis (radang usus buntu) .
Kista lutein
Beberapa kista lutein sering terjadi saat kehamilan. Ada beberapa tipe kista lutein,
diantaranya adalah:
a. Kista granulosa lutein
Kista granulosa lutein terjadi dalam korpus luteum indung telur yang
fungsional.Kista ini bisa membesar, akibat dari penimbunan darah yang
berlebihan saat fase perdarahan dari siklus menstruasi dan bukan akibat dari
tumor.Kista ini timbul pada permulaan kehamilan dan diameternya bisa
mencapai 5-6 cm yang menyebabkan rasa tidak enak di daerah
panggul.Apabila pecah, terjadi pendarahan pada satu sisi rongga perut.
Pada wanita yang tidak hamil, kista ini akan membuat menstruasi terlambat yang
diikuti dengan perdarahan yang tidak teratur.
b. Kista theca lutein
Kista theca lutein berisi cairan bening dan berwarna seperti jerami.Timbulnya kista
theca lutein berkaitan dengan tumor indung telur dan terapi hormon.
Kista polisistik indung telur
Kista ini menyebabkan menurunnya siklus menstruasi dan terjadi ketidaksuburan
(infertilitas, yaitu ketidakmampuan memiliki anak setelah hubungan seksual
dengan teratur walaupun tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka
waktu paling tidak selama satu tahun).Penyakit polisistik indung telur juga
merupakan penyebab utama dari abnormalitas endokrin.
Pemeriksaan kista indung telur dilakukan berdasarkan gejala dan tanda-
tandanya.Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium
dapat membantu diagnosis dari beberapa tipe kista. Untuk mengkonfirmasi
tipe kista indung telur, dokter akan melihat indung telur melalui ultrasound,
laparoskopi atau melaui operasi.

2.5 Cara Pencegahan

Ada kista yang dapat dicegah dan ada pula yang tidak. Kista yang berasal dari sisa-
sisa sel embrional jelas tidak dapat dicegah karena sudah ada sejak lahir.
Namun, kemunculan kista jenis lain sebenarnya dapat dicegah, termasuk pada
orang yang secara keturunan (herediter) memiliki bakat kista, miom atau
adenomiosis. Caranya tak lain adalah dengan menjalani pola hidup sehat,
seperti pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur.

a. Perbanyak Sayur dan buah

Sayur dan buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh
di masa pemulihan setelah masa pengobatan berlangsung. Terutama untuk
meningkatkan stamina tubuh dan menetralisis dampak bahan kimia yang
masuk kedalam tubuh selama masa pengobatan
b. Mengatur asupan daging

Atur porsi asupan daging Anda. Bukan berarti membatasi asupan daging;
melainkan mengkonsumsinya lebih sering dalam porsi kecil. Hal lain yang
penting untuk diperhatikan adalah, makanlah menu daging secaa perlahan-
lahan. Aktivitas ini penting untuk menghindari proses pencernaan daging
dalam jumlah banyak secara cepat. Kondisi tersebut cenderung memicu
produksi hormone yang justru menghambat proses pemulihan.

c. Makanan ber-GI rendah

GI atau glycemic index, adalah takaran yang menunjukkan tinggi atau rendahnya
kadar glukosa di dalam makanan. Saat menjalani proses pengobatan kista,
Anda sangat disarankan mengonsumsi makanan berkadar glukosa rendah,
seperti; biji-bijian, dan kacang-kacangan. Pastikan Anda menambah porsi jenis
makanan ini dalam menu sehari-hari.

d. Minum air putih

Selain jenis makanan tersebut diatas, konsumsilah air putih secara rutin.
Minimalkan atau bakan hindari minuman berkafein dan beralkohol serta
batasi konsumsi makanan berkadar gula tinggi.

e. Tidur secara teratur

Tidak disangsikan lagi bahwa tidur secara teratur dan cukup memberi dampak
kesehatan yang memadai, sebab semua jenis saraf, kelancaran aliran darah
dan pertumbuhan sel serta hormone tubuh terkait dengan faktor bekerja dan
istirahatnya organ tubuh.

2.6 Cara Pengobatannya


Kista folikel
Kista ini tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu
60 hari. Tetapi harus tetap dikonsultasikan pada dokter.
Kista lutein
a. Kista granulosa lutein yang sering terjadi pada wanita hamil akan sembuh
secara perlahan-lahan pada masa kehamilan semester ketiga, sehingga jarang
dilakukan operasi.
b. Kista teka lutein akan menghilang secara spontan jika faktor penyebabnya telah
dihilangkan.
Kista polisistik indung telur
Untuk kista yang persisten, operasi harus dilakukan untuk mengangkat kista
tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan rasa sakit.Bagi wanita yang
menjalani operasi kista indung telur, sebaiknya tidak melakukan hubungan
seksual dalam masa penyembuhan.
Pengobatan secara tradisional juga bisa dilakukan dengan ramuan tanaman
berkhasiat obat.Berikut ini beberapa contoh resep/ramuan tumbuhan obat
yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kista ovarium/indung telur.
60 gram temu putih segar + 15 gram sambiloto kering atau 30 gram yang segar,
direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum dua
kali sehari, setiap kali minum 150 cc.
30 gram daun dewa segar + 50 gram temu mangga + 5 gram daging buah mahkota
dewa kering, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya
diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 200 cc.
60 gram benalu yang hidup di pohon teh + 30 gram rumput mutiara atau rumput
lidah ular kembang putih, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc,
disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 200 cc.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kista ovarium paling sering berupa kista folikel atau kista korpus luteum yang
dapat menyebabkan amonorea yaitu kondisi ketiadaan menstruasi atau periode
loncatan menstruasi. Kista ovarium merupakan perbesaran sederhana ovarium
normal, folikel de graf atau korpus luteum atau kista ovarium dapat timbul akibat
pertumbuhan dari epithelium ovarium.
Asuhan yang di berikan pada kista ovarium didahului dengan melakukan
pengkajian, untuk mendapatkan data dan merumuskan diagnosa yang muncul.
Kanker Indung Telur (Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada ovarium (indung
telur). Kanker ovarium paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70
tahun dan 1 dari 70 wanita menderita kanker ovarium. Kanker Indung Telur
(Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur). Kanker
ovarium paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun dan 1 dari
70 wanita menderita kanker ovarium. Faktor resiko tejadinya kanker ovarium yaitu
obat kesuburan, pernah menderita kanker payudara, riwayat keluarga yang
menderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium, riwayat keluarga yang
menderita kanker kolon, paru-paru, prostat dan rahim.

3.2 Saran
Berikan penjelasan yang jelas kepada pasien dan tentang penyakitnya.
Penatalaksanaan yang efektif dan efisien pada pasien untuk mendapatkan hasil
yang maksimal dan mencegah terjadinya komplikasi. Kepada mahasiswa atau
pembaca disarankan agar dapat mengambil pelajaran dari makalah ini sehingga
apabila terdapat tanda dan gejala penyakit kista ovarium, maka kita dapat
melakukan tindakan yang tepat agar penyakit tersebut tidak berlanjut ke arah
yang lebih buruk.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Kista
http://www.kistaovarium.com/Kista-mainmenu--ii.html
http://dongants.wordpress.com/2009/06/08/ Kista