Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kata stres biasa digunakan untuk mengartikan reaksi seseorang dalam mengahadapi suatu
masalah. Stres bisa timbul akibat hal-hal sepele. Misalnya, terjebak keadaan macet. Kejadian lebih
serius dapat mengubah hidup seseorang, misalnya kematian orang terdekat atau orang tercinta. Stress
kerap kali disebut sebagai penyebab masalah kesehatan nomor satu. Walau stress itu sendiri tak dapat
menyebabkan kematian, pengaruhnya bisa membuat kematian. Banyak hal yang dapat menyebabkan
stress dalam kehidupan sehari-hari. Tanda-tanda stress dapat muncul di tubuh dengan berbagai
bentuk. Stress yang dialami tiap orang berbeda-beda.

Gejala-gejala stres mencakup mental, sosial dan fisik. Hal-hal ini meliputi kelelahan, kehilangan
atau meningkatnya napsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur dan tidur berlebihan.
Melepaskan diri dari alkohol, narkoba, atau perilaku kompulsif lainnya sering merupakan indikasi-
indikasi dari gelaja stres.
Perasaan was-was, frustrasi, atau kelesuan dapat muncul bersamaan dengan stres. Stres
sebenarnya positif bagi kita, asalkan dalam porsi sedang-sedang saja, karena bisa membangkitkan
sistem kekebalan dan mengasah otak. Sedangkan stres berat dapat menyebabkan kita rentan terkena
penyakit. Stres dapat memicu penyakit maag, darah tinggi, asma dan migren. Hasil penelitian terbaru
menunjukkan bahwa stres berat bisa memperburuk penyakit degeneratif kronis, yaitu penyakit yang
menyerang fungsi organ atau jaringan tubuh seperti penyakit rematik.
Sementara stres yang tersembunyi akan lebih berbahaya bagi kesehatan karena kita tidak
menyadari adanya masalah. Stress sebenarnya dapat membantu ingatan, terutama pada ingatan jangka
pendek dan tidak terlalu kompleks. Stress dapat menyebabkan peningkatan glukosa yang menuju
otak, yang memberikan energi lebih pada neuron. Hal ini, sebaliknya, meningkatkan pembentukan
dan pengembalian ingatan. Di sisi lain, jika stress terjadi secara terus-menerus, dapat menghambat
pengiriman glukosa dan mengganggu ingatan. Gejala stres yang berkaitan dengan perilaku meliputi
perubahan dalam tingkat produktivitas, kemangkiran, dan perputaran karyawan, selain juga
perubahan dalam kebiasaan makan, pola merokok, konsumsi alkohol, bicara yang gagap, serta
kegelisahan dan ketidakteraturan waktu tidur.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Tujuan umum pada penelitian tersebut terdiri atas;
a. Menerapkan pembuatan Sediaan Saturasi sebagai obat Daya Tahan Tubuh dan Antioksidan
b. Menjelaskan pengaruh Sediaan Saturasi sebagai obat Daya Tahan Tubuh dan Antioksidan

1.2.2 Tujuan khusus


Tujuan khusus penelitian tersebut terdiri atas;
a. Merancang formulasi bentuk Sediaan Saturasi sebagai obat Daya Tahan Tubuh dan
Antioksidan

1
2

b. Mengaplikasikan formulasi Sediaan Saturasi dengan zat aktif asam sitrat dan Na Bicarbonas
untuk penyakit
c. Mengevaluasi hasil akhir bentuk sediaan Saturasi sebagai obat Daya Tahan Tubuh dan
Antioksidan

1.3 Manfaat
1.3.1 Bagi peneliti
a. Dapat mengetahui formulasi sediaan saturasi sebagai obat Daya Tahan Tubuh dan
Antioksidan
b. Dapat mengetahui jenis-jenis sediaan saturasi sebagai obat Daya Tahan Tubuh dan
Antioksidan
c. Dapat mengetahui cara kerja sediaan saturasi sebagai obat Daya Tahan Tubuh dan
Antioksidan

1.3.2 Bagi masyarakat


a. Dapat membantu masyarakat memahami sediaan saturasi sebagai obat Daya Tahan Tubuh
dan Antioksidan
b. Masyarakat dapat menerapkan sediaan saturasi terhadap masing-masing individu

1.3.3 Bagi institusi Putra Indonesia Malang


a. Memiliki sediaan saturasi dengan kualitas yang baik
b. Dapat memasarkan sediaan saturasi secara luas
3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Tentang Penyakit


2.1.1 Definisi Stres
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan
ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas
menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk
ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang
di akibatkan karena stress, disebut strain.
2.1.2 Penyebab
Tuntutan menekan yang tercipta karena konflik tentang peran kita dalam beberapa situasi
hidup yaitu pekerjaan, pernikahan, hubungan dengan orang orang, dll.
Tuntutan menekan yang tercipta karena perubahan yang tidak diantisipasi dan tiba tiba dalam
kehidupan kita, seperti perubahan dan transfer pekerjaan, ketidakpastian kerja dan perubahan
radikal serupa yang menuntut penyesuaian besar.
Ketidakmampuan untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi hidup yang baru karena
perbedaan antara harapan dan realitas dalam kehidupan bisnis serta pribadi.
2.1.3 Gejala
Sulit Berkonsentrasi
Susah Tidur
Mudah Panik
Emosi tidak stabil
Tertawa tiba tiba
Sakit kepala tiba tiba
Nyeri Otot
Hilangnya nafsu makan
Gampang Sakit

2.1.4 Akibat
Stres berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan seperti flu, dan salesma, serta berbagai
gangguan pencernaan lainnya. Karenapencernaan sering diabaikan gangguan akibat stres bisa
menjadi lebih berat, seperti melemahnya kemampuan cerna, nyeri dada, diare, atau konstipasi. Dalam
kasus yang lebih berat dapat terjadi bisul di usus.

2.1.5 Diagnosis
Stres didefinisikan sebagai gangguan homeostasis normal. Selama paparan rangsangan
stres, tubuh merespons secara fisiologis dengan meningkatnya aktivitas sumbu hipotalamus-
hipofisis-adrenal (HPA) dan sistem sympathoadrenal (SAS). Stres juga menimbulkan sejumlah
respons perilaku karakteristik. Diagnosa stres, oleh karena itu, bergantung pada banyak faktor
dan kompleks.Berbagai pendekatan terhadap diagnosis stres telah digunakan, termasuk
penggunaan kuesioner, tindakan biokimia, dan teknik fisiologis. Sebagian besar metode ini
dikenai kesalahan eksperimental dan harus dilihat dengan hati-hati. Wawancara medis tatap
muka yang terfokus pada stres, saat ini merupakan cara yang paling praktis untuk mendiagnosis
4

stres dan pengaruhnya. Tetap untuk penelitian di masa depan untuk mengembangkan
metodologi yang lebih bersih untuk mendiagnosa entitas medis yang paling sulit dipahami ini.
2.1.6 Pencegahan
a) Pola Hidup Teratur
Alokasikan waktu untuk cukup istirahat dan rutin sekitar 6-8 jam.
Tidak bisa anda mengganti waktu tidur begitu saja. Katakanlah hari ini tidur 4 jam, lalu besokdi
bayar 12 jam. Penyebabnya tubuh tidak tahu kapan beristirahat, kapan harus bangun, dan kapan
hormone mesti siaga akibat pola tidur yang tidak teratur.
Makan seimbang . Di sarankan untuk mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dan kolesterol.
Olahraga dan rekreasi.
b) Memiliki sikap hidup positif
Berfikir rasional dan objektif dalam merencanakan kehidupan. Menerima keadaan yang tidak bisa
di ubah dan mengubah apa yang bisa di ubah. Halini memerlukan keterampilandan kebijaksanaan
dalam melakukannya.
c) Meluangkan waktu untuk diri sendiri
Berolah raga minimal 30 menit. Olahraga ini sama artinya dengan menyediakan waktu untuk diri
sendiri karena saat berolahraga Anda tidak memikirkan apa pun. Dan di saat bersamaan Anda pun
sedang menikmati gerakan. Di sinilah efek antistres yang sebenarnya.
Melakukan spa, berendam, pijat tradisional, termasuk cara meluangkan waktu bagi diri sendiri. Spa
dan creambath di salon memiliki efek relaksasi. Dengan melakukan hal tersebut berarti Anda
menyayangi diri sendiri.
d) Mengembangkan kehidupan spiritual
Dimulai dengan belajar memahami diri sendiri dengan caramemberi pujian, apresiasi, dan
memahami kesalahan yang di lakukan. Setalah bisa melakukan itu, Anda akan lebih mudah
memahami orang lain. Barulah kemudian Anda akan lebih mudah memahami Tuhan.

2.1.7 Pengobatan
1. Bangun pagi
2. Konsumsi Makanan Sehat
3. Mendegarkan Musik
4. Tidur
5. Berolahraga
6. Tertawa

2.2 Tinjauan Tentang Asam Citrat


2.2.1 Definisi Asam citrat
Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah
tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan
alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan.
Dalam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalam siklus asam sitrat yang
terjadi di dalam mitokondria, yang penting dalam metabolisme makhluk hidup. Zat ini juga
5

dapat digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai antioksidan.Asam
mefenamat 2-[(2,3-dimethylphenyl)amino]benzoic acid

C6H8O7, atau:
Rumus
kimia
CH2(COOH)COH(COOH)CH2(COOH)
Bobot
192,13 u
rumus
Nama lain asam 2-hidroksi-1,2,3-propanatrikarboksilat
Sifat perubahan fase
Titik lebur 426 K (153 C)
Temperatur
penguraian 448 K (175 C)
termal
Sifat asam-basa
pKa1 3,15
pKa2 4,77
pKa3 6,40
Sifat padatan
fH0 -1543,8 kJ/mol
S0 252,1 J/(molK)
Cp 226,5 J/(molK)
Densitas 1,665 103 kg/m3
Keamanan
Efek akut Menimbulkan iritasi kulit dan mata.
Efek kronik Tidak ada.
Informasi lebih lanjut
Sifat-sifat NIST WebBook
MSDS Hazardous Chemical Database
Satuan SI digunakan jika mungkin. Kecuali dinyatakan
lain, digunakan kondisi standar.

Natrium Bicarbonas
6

Natrium bikarbonat adalah senyawa kimia dengan rumus NaHCO3. Dalam penyebutannya
kerap disingkat menjadi bicnat. Senyawa ini termasuk kelompok garam dan telah digunakan sejak
lama.

Senyawa ini disebut juga baking soda (soda kue), Sodium bikarbonat, natrium hidrogen
karbonat, dan lain-lain. Senyawa ini merupakan kristal yang sering terdapat dalam bentuk serbuk.
Natrium bikarbonat larut dalam air. Senyawa ini digunakan dalam roti atau kue karena bereaksi
dengan bahan lain membentuk gas karbon dioksida, yang menyebabkan roti "mengembang".

Senyawa ini juga digunakan sebagai obat antasid (penyakit maag atau tukak lambung).
Karena bersifat alkaloid (basa), senyawa ini juga digunakan sebagai obat penetral asam bagi
penderita asidosis tubulus renalis (ATR) atau rhenal tubular acidosis (RTA). Selain itu, natrium
bikarbonat juga dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kadar asam urat.[1]

NaHCO3 umumnya diproduksi melalui proses Solvay, yang memerlukan reaksi natrium
klorida, amonia, dan karbon dioksida dalam air. NaHCO3 diproduksi sebanyak 100 000 ton/tahun
(2001).[2]

Soda kue juga diproduksi secara komesial dari soda abu (diperoleh melalui penambangan
bijih trona, yang dilarutkan dalam air lalu direaksikan dengan karbon dioksida. Lalu NaHCO3
mengendap sesuai persamaan berikut
Na2CO3 + CO2 + H2O 2 NaHCO3

2.2.2 Indikasi

Asam Citrat

Penggunaan utama asam sitrat saat ini adalah sebagai zat pemberi cita rasa dan pengawet
makanan dan minuman, terutama minuman ringan. Kode asam sitrat sebagai zat aditif makanan (E
number ) adalah E330. Garam sitrat dengan berbagai jenis logam digunakan untuk menyediakan
logam tersebut (sebagai bentuk biologis) dalam banyak suplemen makanan. Sifat sitrat sebagai
larutan penyangga digunakan sebagai pengendali pH dalam larutan pembersih dalam rumah tangga
dan obat-obatan.

Kemampuan asam sitrat untuk meng-kelat logam menjadikannya berguna sebagai bahan
sabun dan deterjen. Dengan meng-kelat logam pada air sadah, asam sitrat memungkinkan sabun dan
deterjen membentuk busa dan berfungsi dengan baik tanpa penambahan zat penghilang kesadahan.
Demikian pula, asam sitrat digunakan untuk memulihkan bahan penukar ion yang digunakan pada
alat penghilang kesadahan dengan menghilangkan ion-ion logam yang terakumulasi pada bahan
penukar ion tersebut sebagai kompleks sitrat.
7

Dalam resep makanan, asam sitrat dapat digunakan sebagai pengganti sari jeruk.

Natrium Carbonat

Merupakan golongan antasida yang digunakan untuk menetralisasi kadar asam lambung
yang berlebihan.

2.2.3 Efek Samping


Asam Citrat
Seperti halnya obat-obatan lainnya, asam mefenamat juga bisa mengakibatkan efek samping
tertentu. Sejumlah efek samping asam mefenamat yang biasanya muncul adalah kelelahan,
mengantuk, mual, muntah, penurunan nafsu makan, gangguan pencernaan. Pada beberapa orang asam
mefenamat dapat menyebabakan reaksi alergi berupa gatal, bintik-bintik pada kulit, dan bengkak pada
bibir atau mata.
Natrium Carbonat

2.2.4 Kontra Indikasi


a. Asam mefenamat harus diberikan secara hati-hati terhadap pasien, khususnya terhadap
seseorang yang mempunyai riwayat NSAID karena dapat menyebabkan iritasi lambung,
sehingga sebaiknya obat ini tidak diberikan kepada pasien yang mempunyai riwayat penyakit
lambung seperti tukak lambung atau maag kronis.
b. Orang dengan riwayat penyakit yang berhubungan dengan ginjal dan hati, karena
penggunaannya akan memperparah gangguan fungsi hati dan ginjal.
c. Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui, karena untuk wanita hamil pada trimester
ketiga akan meningkatkan resiko terjadinya cacat pada bayi serta zat aktif yang terkandung
dalam asam mefenamat dapat membahayakan bagi bayi yang tengah menyusu.
d. Anak usia dibawah 14 tahun tidak dianjurkan menggunakan asam mefenamat.
e. Tidak dianjurkan untuk pasien yang baru menjalani operasi jantung atau penyakit gagal
jantung berat.
f. Jangan diberikan pada pasien yang pernah meminum obat ini kemudian diare.
g. Jangan diberikan pada pasien yang memiliki penyakit radang usus seperti penyakit Crohn
(penyakit radang usus dan merupakan kondisi jangka panjang yang mana peradangan bisa
terjadi pada seluruh lapisan dinding sistem pencernana, mulai dari mulut sampai anus) dan
kolitis ulserativa ( penyakit peradangan kronis yang mempengaruhi usus besar atau kolon dan
rektum yang akan memicu timbulnya tukak pada usus besar dan menyebabkan keadaan diare
berdarah, nyeri perut dan demam).

2.2.5 Dosis Pemakaian


Dewasa dan anak-anak > 14 tahun
Dosis awal 500 mg, kemudian anjurkan 250 mg tiap 6 jam sesuai kebutuhan, diberikan pada
waktu makan. Sebaiknya tidak lebih dari tujuh hari.
8

2.2.6 Stabilitas Penyimpanan


Di simpan di tempat yang kering dan terlindung dari cahaya.

2.3 Tinjauan Tentang Saturatio


2.3.1 Definisi Saturasio
Netralisasi, Saturatio dan Potio Effervescent.
a. Netralisasi adalah obat minum yang dibuat dengan mencampurkan bagian asam dan bagian basa
sampai reaksi selesai dan larutan bersifat netral Contoh : Solutio Citratis Magnesici, Amygdalas
Ammonicus
Pembuatan : Seluruh bagian asam direaksikan dengan bagian basanya bila perlu reaksi dipercepat
dengan pemanasan.
b. Saturatio adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan basa tetapi gas yang
terjadi ditahan dalam wadah sehingga larutan jenuh dengan gas.
Pembuatan :
1. Komponen basa dilarutkan dalam 2/3 bagian air yang tersedia. Misalnya NaHCO3 digerus
tuang kemudian masuk botol.
2. Komponen asam dilarutkan dalam 1/3 bagian air yang tersedia.
3. 2/3 bagian asam masuk basa, gas dibuang seluruhnya. Sisa asam dituang hati-hati lewat tepi
botol, segera tutup dengan sampagne knop sehingga gas yang terjadi tertahan.

c. Potio Effervescent adalah saturatio yang CO2nya lewat jenuh.


Pembuatan :
Langkah 1 dan 2 sama dengan pada saturatio.
Langkah ke 3 Seluruh bagian asam dimasukkan kedalam basa dengan hati-
hati, segera tutup dengan sampagne knop.
Gas CO2 umumnya digunakan untuk pengobatan, menjaga stabilitas obat, dan kadang-
kadang dimaksudkan untuk menyegar-kan rasa minuman ( corrigensia).Hal yang harus
diperhatikan untuk sediaan saturatio dan potio effervescent adalah :
Diberikan dalam botol yang kuat , berisi kira-kira 9/10 bagian dan tertutup kedap
dengan tutup gabus atau karet yang rapat. Kemudian diikat dengan sampagne knop.
Tidak boleh mengandung bahan obat yang tidak larut , karena tidak boleh dikocok.
Pengocokan menyebabkan botol pecah karena botol berisi gas dalam jumlah besar.
Penambahan Bahan bahan.
Zat zat yang dilarutkan dalam bagian asam
a. Zat netral dalam jumlah kecil.
Bila jumlahnya banyak, sebagian dilarutkan dalam asam sebagian dilarutkan dalam basa,
berdasarkan perbandingan jumlah airnya.
b. Zat-zat mudah menguap.
c. Ekstrak dalam jumlah kecil dan alkaloid
d. Sirup
Zat- zat yang dilarutkan dalam bagian basa.
a. Garam dari asam yang sukar larut . misalnya natrii benzoas, natrii salisilas.
9

b. Bila saturasi mengandung asam tartrat maka garam-garam kalium dan ammonium harus
ditambahkan kedalam bagian basanya, bila tidak, akan terbentuk endapan kalium
atau ammonium dari asam tartrat.

Saturasi
Adalah larutan garam yang dibuat dengan mereaksikan asam dan basa. Larutan tersebut
dijenuhkan dengan gas CO2.
Tabel saturasi
Untuk 10 bagian Acidum Acidum Acidum Acidum
Acetikum Citrikum Salicyicum Tartancum
Ammonia 58,8 4,1 8,1 4,4
Kalli Carbonas 144,7 10,1 20,0 10,9
Natrii Carbonas 69,9 4,9 9,7 5,2
Natrium 119 8,3 16,4 8,9
Bicarbonas

Untuk 10 bagian Ammonia Kalium Natrium Natrium


Carbonas Bicarbonas Carbonas
Acidum Acetikum 1,7 0,7 0,84 1,43
Acidum Citricum 24 9,9 12,0 20,4
Acidum 12,3 5,0 6,1 10,4
Salicyicum
Acidum 22,7 9,2 11,2 19,1
Tartancum

Larutan
R/ Asam citrat 0,75
Asam tartat qs
Na. Bicarbonat 2
Syrup simplex 10 %
Aquades add 100
m.f. Saturasi
S dd 2 vic 1
Monografi
1. Asam Citrat (FI IV, hal 48)
o Nama latin : Acidum Citricum
o Pemerian : Hablur bening ; tidak berwarna / serbuk hablur granul sampai halus ; putih,
tidak berbau atau praktis tidak berbau ; rasa sangat asam.
o Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, mudah larut dalam etanol, agak sukar larut
dalam eter.
2. Asam Tartat (FI IV, hal 53)
o Nama latin : Acidum Tartanicum
10

o Pemerian : Hablur ; tidak berwarna atau bening atau serbuk hablur sampai granul,
warna putih ; tidak berbau ; rasa asam dan stabil di udara.
o Kelarutan : Sangat mudah larut dala air, mudah larut dalam etanol.
o Natrium Bicarbonat (FI IV, hal 60)
o Nama latin : Natrii Subcarbonas
o Pemerian : Serbuk hablur, putih stabil di udara kering, tetapi dalam udara lembab
secara perlahan-lahan, terurai larut segar dalam air dingin tanpa di kocok, bersifat basa
terhadap lakmus.
o Kelarutan : Larut dalam air, tidak larut dalam etanol.
o Syrup Simplex (FI III, hal 567)
o Nama lain : Sirup gula
o Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna.
o Cara pembuatan : Larutkan 65 bagian sukrosa dalam larutan metal paraben 0,25 % b/v qs
hingga diperoleh 100 bagian sirup. Terdiri dari 64 bagian gula dan 36 bagian air. (PH ned, hal
516)
Perhitungan Bahan
1. Asam citrat = 0,75 g = 750 mg
2. Asam tartat = qs (IMO, hal 119)
10 bagian Asam citrat = 12 bagian Na. bicarbonate
0,75 = x
x = 0,75 x 12 / 10 = 0,9 bagian Na. Bicarbonate
Natrium bicarbonat = 2 0,9 = 1,1 gram
10 bagian Na. bicarbonat = 8,9 bagian asam tartat
1,1 = x
x = 1,1 x 8,9 / 10 = 0,97 bagian asam tartat
3. Natrium Bicarbonat = 2 gram
4. Syrup simpelex = 10/100 x 100 = 10 gram

5. Aqua = 100 (0,75 + 0,97 + 2 + 10)


= 100 13,72 = 87
basa = 2/3 = 58 ml
Asam = 1/3 = 29 ml
Alat dan Bahan
Alat Bahan
Timbangan + anak timbangan Asam citrate
Besker glass Asam tartat
Batang pengaduk Na. Bicarbonat
Sendok tanduk + pinset Syrup simplex
Gelas ukur Aquades
Botol Perkamen
Serbet Tissue

Cara Pembuatan
11

1. Disiapkan alat dan bahan


2. Timbangan disetarakan
3. Dikalibrasi botol 100 ml
4. Ditimbang asam citrate 750 mg, dilarutkan dengan aquades dalam beaker glass
5. Ditimbang asam tartat 970 mg, dilarutkan dengan aquades, dimasukkan ke dalam larutan no. (4)
6. Ditimbang syrup simplex, dimasukkan ke dalam larutan no. (5), aduk add homogen.
7. Ditimbang natrium bicarbonat , dilarutkan dengan aquades sesuai dengan kelarutannya (2/3 aqua),
dengan gerus tuang.
8. Larutan natrium bicarbonat dimasukkan dalam botol saturasi
9. Di ukur larutan no. (6) kira-kira 2/3 nya (26 ml) hingga terbentuk gas CO2 dengan ditandai
terbentuknya gelembung, masukkan secara perlahan melalui tepi dinding botol.
10. Dimasukkan sisa larutan no. (6) ke dalam botol secara hati-hati.
11. Segera tutup botol dan diikat dengan cara di tali sampagne dan beri etiket.

Pembahasan
Pada saat praktikum saturasi didapatkan hasil yang kurang memuaskan karena pada sediaan
hanya menghasillkan gas sedikit. Hal itu terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti pada
saat menuangkannya kurang hati-hati sehingga menyebabkan sediaan tumpah saat akan
memasukkannya pada botol dan itu juga mempengaruhi volume larutan yang semula 100 ml menjadi
kurang dari 100 ml.

2.4 Pra atau Formulasi


2.4.1 Praformulasi
2.4.1.1 Definisi
Praformulasi merupakan langkah awal pengembangan bentuk suatu sediaan dari suatu
bahan obat secara rasional dengan memanfaatkan data-data fisikokimia, fisikomekanik dan
biofarmakokinetik dari obat sendiri maupun kombinasinya dengan bahan pembantu, data-data
ini dapat digunakan untuk mendisain suatu sediaan yang stabil, manjur, ketersediaan hayati
terpenuhi, tidak toksik, dan dapat diproduksi secara masal.
2.4.1.2 Tujuan
Tujuannya adalah
2.4.1.3 Karakteristik bahan
Monografi bahan
a. Zat aktif

Asam sitrat

Rumus kimia CH2(COOH)C(OH)(COOH)CH2COOH.H2O. Sinonim Acidum citricum.


Asam sitrat berbentuk anhidrat atau mengandung satu molekul air. Mengandung tidak
kurang dari 99,5 % dan tidak lebih dari 100,5 % C6H8O7, dihitung terhadap zat anhidrat.

Pemerian hablur bening tidak berwarna atau serbuk hablur granul sampai halus, putih,
tidak berbau atau praktis tidak berbau, rasa sangat asam, bentuk hidrat mekar dalam udara
kering. Kelarutan sangat mudah larut dalam air, mudah larut dalam etanol, sukar larut
dalam ester.
12

Kegunaan dalam bidang farmasi : Sequistering agent 0,3-2,0 %; larutan buffer 0,1-2,0 %;
penimbul rasa pada sediaan cair 0,3-2,0 %. Penyimpanan dalam wadah tertutup rapat.

Natrium bikarbonat

Rumus Kimia NaHCO3

Sinonim Natriihidrogencarbonas; Sodiumbicarbonate; baking soda ; monosodium


carbonate; sodium acid carbonate; natrii subcarbonas. Pemerian Serbuk hablur, putih,
stabil di udara kering, tetapi dalam udara lembab secara perlahan-lahan terurai. Larutan
segar dalam air dingin, tanpa dikocok, bersifat basa terhadap lakmus. Kebasaan bertambah
bila larutan dibiarkan, digoyang kuat atau dipanaskan.

Kegunaan dalam bidang farmasi : buffer dalam tablet 10-40 %, tablet effervescent 25-50
%, isotonik injeksi/infus 1,39 %. Kelarutan larut dalam air, tidak larut dalam etanol.
Penyimpanan dalam wadah tertutup baik.

Anda mungkin juga menyukai