Anda di halaman 1dari 47

ANALISIS PENYEBAB MASALAH

A. UPAYA KESEHATAN WAJIB

1. Program Promosi Kesehatan

Masalah : 1. Tidak terlaksananya kegiatan penyuluhan baik melalui pameran maupun media tradisional

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
1. Petugas promosi kesehatan Keterbatasan Media promosi masih terbatas Media (pameran,media tradisional)
masih kurang anggaran untuk belum tersosialisasi dengan baik
melakukan kegiatan
promosi
2. Pengetahuan petugas masih Pelatihan promosi masih kurang
kurang

3. Koordinasi lintas program


masih kurang

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


1. Koordinasi lintas program masih kurang Meningkatkan koordinasi dengan Kegiatan promosi dapat melekat di semua program sehingga dapat
lintas program puskesmas terlaksana secara komprehensif

2. Pengetahuan petugas masih kurang Pelatihan petugas promkes / on the Meningkatkan pengetahuan dan etos kerja petugas promkes
job training
3. Petugas promosi kesehatan masih kurang Kegiatan promosi dapat berjalan dengan baik
Pembuatan jadwal promosi
kesehatan masing-masing posyandu
atau kelurahan
Pengusulan kegiatan pelatihan
Meningkatkan pengetahuan dan etos
4. Pelatihan promosi masih kurang petugas promkes / on the job
kerja petugas promkes
training
5. Keterbatasan anggaran untuk melakukan kegiatan Kegiatan dapat terlaksana tanpa terikat pada anggaran
promosi Kegiatan promosi dilakukan di
kegiatan pelayanan kesehatan luar
gedung misalnya posyandu
6. Media (pameran,media tradisional) belum Terlaksananya kegiatan pameran promosi kesehatan secara terpadu
tersosialisasi dengan baik Koordinasi kegiatan pameran
dengan dinas kesehatan untuk
promosi di pameran tingkat kota

Masalah : 2. Frekuensi penyuluhan NAPZA tidak mencapai target

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan

Minat masyarakat terhadap


Ketidaksiapan petugas Tidak adanya target jumlah Kesulitan mendapatkan tempat dan
penyuluhan kesehatan
melakukan penyuluhan penyuluhan dari DKK objek penyuluhan di masyarakat
rendah/kurang

Pelatihan promosi / penyuluh masih


kurang
Tidak semua petugas, mau dan
mampu melakukan penyuluhan
Koordinasi lintas program (VCT) Koordinasi lintas program (VCT)
masih kurang masih kurang

Inovasi dalam penggunaan media


penyuluhan masih kurang

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Koordinasi lintas program (VCT) masih kurang Meningkatkan koordinasi dengan Kegiatan promosi dapat melekat di semua program sehingga dapat
lintas program puskesmas terlaksana secara komprehensif

Tidak semua petugas, mau dan mampu melakukan Pengusulan pelatihan petugas Meningkatkan pengetahuan dan etos kerja petugas promkes
penyuluhan promkes
Ketidasiapan petugas melakukan penyuluhan Meningkatkan pengetahuan dan etos kerja petugas promkes
Pembuatan jadwal penyuluhan agar
masing-masing petugas siap
melakukan penyuluhan
Tidak adanya target jumlah penyuluhan dari DKK Tersedianya target jumlah penyuluhan sehingga dapat diperkiran
Pengusulan penetapan target jumlah jumlah penyuluhan NAPZA yang harus dilakukan
penyuluhan dari DKK

Pengusulan kegiatan pelatihan


Pelatihan promosi masih kurang Meningkatkan pengetahuan dan etos kerja petugas promkes
petugas promkes

Advokasi ke pihak terkait


Kesulitan mendapatkan tempat dan objek penyuluhan di (RT,kelurahn, sekolah) untuk Tersedianya tempat penyuluhan yang memadai untuk pelaksanaan
masyarakat mendukung pelaksanaan penyuluhan
penyuluhan
Inovasi dalam pembuatan media
Minat masyarakat terhadap penyuluhan kesehatan penyuluhan yang menarik, tidak
Meningkatkan minat masyarakat dalm mengikuti penyuluhan
rendah/kurang terbatas pada cara penyuluhan
konvensional
Inovasi dalam pemanfaatan media
Inovasi dalam penggunaan media penyuluhan masih
penyuluhan dengan menggunakan Meningkatkan frekuensi penyuluhan promkes
kurang
media lain, contohnya radio spot

Masalah : 5. Rendahnya nilai PHBS tatanan rumah tangga, hanya 25%

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Rendahnya pengetahuan
Kondisi daerah tempat tinggal
masyarakat akan perilaku hidup Kurangnya referensi teknologi
diatas laut (pesisir), tidak
bersih dan sehat pembuatan jamban sehat untuk
memungkinkan memiliki jamban
daerah pesisir
sehat

Rendahnya pengetahuan Hanya dilakukan pendataan, belum


masyarakat akan jamban sehat dilakukan evaluasi yang difokuskan
dan pentingnya jamban sehat pada sampel tertentu untuk menilai
keefektifan RTL dan peningkatan
pola PHBS masyarakat

Rendahnya pengetahun
masyarakat akan pentingnya
ASI ekslusif dan kurangnya
pengetahuan akan salusi
mengatasi masalah dalam
menyusui
Rendahnya perilaku masyarakat
akan pemberantasan jentik

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Kondisi daerah tempat tinggal diatas laut (pesisir), tidak Kerjasama lintas sektor, dalam Tersedianya jamban sehat bagi masyarakat daerah pesisir
memungkinkan memiliki jamban sehat upaya pembangunan jamban sehat
pesisir percontohan
Hanya dilakukan pendataan, belum dilakukan evaluasi Mengetahui keefektifan RTL yang dilakukan
yang difokuskan pada sampel tertentu untuk menilai Akan dilakukan survey evaluasi
keefektifan RTL dan peningkatan pola PHBS untuk mengukur keefektifan RTL
masyarakat
Rendahnya pengetahuan masyarakat akan perilaku Meningkatnya pengetahuan masyarakat dan merubah pola perilaku
hidup bersih dan sehat Penyebarluasan informasi mereka
kesehatan pola hidup bersih dan
sehat
Rendahnya pengetahuan masyarakat akan jamban Penyebarluasan informasi Meningkatnya pengetahuan masyarakat dan merubah pola perilaku
sehat dan pentingnya jamban sehat kesehatan mengenai jamban sehat mereka
dan pentingnya menggunakan
Rendahnya pengetahun masyarakat akan pentingnya Penyebarluasan
jamban sehat informasi Meningkatnya pengetahuan masyarakat dan merubah pola perilaku
ASI ekslusif dan kurangnya pengetahuan akan salusi kesehatan mengenai jamban sehat mereka
mengatasi masalah dalam menyusui dan pentingnya menggunakan
jamban sehat
Rendahnya perilaku masyarakat akan pemberantasan Penyebarluasan informasi Meningkatnya pengetahuan masyarakat dan merubah pola perilaku
jentik kesehatan mengenai jamban sehat mereka
dan pentingnya pemberantasan
jentik swcara rutin

Masalah : 7. Tidak terlaksananya kegiatan pendataan PHBS tatanan sarana ibadah, dan tempat-tempat umum

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Petugas merangkap tugas lain
Petugas belum dilatih
Kurangnya koordinasi lintas
program (kesling) Petunjuk teknis kegiatan belum ada
Kurangnya koordinasi lintas
sektor (TTU, sarana ibadah)

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Kurangnya koordinasi lintas program (kesling) Meningkatkan koordinasi dengan Terselenggaranya kegiatan pendataan PHBS secara lebih efektif dan
program lain khususnya kesehatan efisien
lingkungan

Kurangnya koordinasi lintas sektor (TTU, sarana ibadah) Meningkatkan koordinasi dengan Terselenggaranya kegiatan pendataan PHBS secara lebih efektif dan
lintas sektor terlibat (program efisien
kesling)
Petugas merangkap tugas lain Membuat kejelasan tupoksi petugas Terlaksananya kegiatan survey PHBS secara optimal
PHBS
Petunjuk teknis kegiatan belum ada Tersedianya juknis kegiatan, agar pendataan PHB tatanan tempat
Permintaan juknis kegiatan dari DKK umum dan tempat ibdah terlaksana
Petugas belum dilatih Pengusulan pelatihan bagi petugas Terlaksananya pelatihan bagi petugas agar, pendataan PHBS tatanan
tempat umum dan sarana ibadah dapat terlaksana dnegan baik

Masalah : 8. Posyandu Mandiri 0%

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Petugas pembina posyandu
(promkes)merangkap tugas lain Bergesernya budaya
Implementasi layanan luar gedung masyarakat ke budaya
belum optimal masyarakat perkotaan dimana
individualisme meningkat

Rendahnya cakupan kunjungan


Kurangnya pemahaman kader Posyandu yang merupakan indikator
Utilisasi bangunan posyandu rendah
tentang strata posyandu strata Posyandu
(KIA,KB,D/s,Imunisasi)

Kurangnya koordinasi lintas Cakupan dana sehat yang belum


sektoral mencapai target
Inovasi kader kurang dalam
mengembangkan program
tambahan

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Petugas pembina posyandu (Posyandu) merangkap reshedulling jadwal pembinaan Terselenggaranya kegiatan pembinaan Posyandu sehinggan dapat
tugas lain memicu peningkatan strata posyandu
Kurangnya pemahaman kader tentang strata posyandu Meningkatkan pembinaan kepada Meningkatnya pemahaman kader tentang strata posyandu sehinggan
kader dapat memicu peningkatan strata

Kurangnya koordinasi lintas sektor (PKK,Kelurahan) Meningkatkan koordinasi dengan Peningkatan strata posyandu
lintas sektor terlibat

Inovasi kader kurang dalam mengembangkan program Melakukan pembinaan dan pelatihan Peningkatan kapasitas dan inovasi kader
tambahan kader

Implementasi layanan luar gedung belum maksimal Sosialisasi layanan luar gedung ke terselenggaranya kegiatan luar gedung secara optimal yang dapat
mengungkit cakupan posyandu
petugas
Rendahnya cakupan Posyandu yang merupakan Pelatihan dan peningkatan kapasitas Meningkatnya pengetahuan dan kapasitas kader
indikator strata posyandu kader ; Peningkatan frekuensi
pembinaan kader posyandu

2. Program Kesehatan Lingkungan

Masalah : 1. Masih rendahnya persentasi jumlah rumah sehat (44,13%)

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Pengetahuan masyarakat Kurangnya kerjasama lintas sektor Klinik sanitasi dan konseling Letak rumah diatas laut (daerah
tentang pentingnya rumah sehat dengan pihak kelurahan lingkungan yang belum berjalan pasang surut) sehingga tidak
masih kurang optimal mempunyai halaman

Hanya dilakukan pendataan, belum Tidak adanya jaga sehat, jamban Sebagian adalah rumah
Pengetahuan masyarakat dilakukan evaluasi yang difokuskan yang digunakan hanya dengan kontrakan yang tidak ada
tentang defenisi rumah sehat pada sampel tertentu untuk menilai melubangi lantai papan rumah yag ventilasi
masih kurang keefektifan RTL dan peningkatan diatas pesisir
Kondisi sosial ekonomi cakupan rumah sehat Tidak adanya SPAL yang memadai, Penataan ruang tidak sesuai
masyarakat beberapa memilki SPAL namun dengan pedoman rumah sehat
buntu (kamar tidur, dapur dan ruang
keluarga menyatu)

Luas rumah dengan jumlah


penghuni tidak proporsional

Masih banyak rumah yang tidak


memenuhi kebutuhan fisiologis
(pencahayaan dan
penghawaan)

Tingkat kepadatan rumah tinggi,


kandang ternak dekat dengan
SAB

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Pengetahuan masyarakat tentang pentingnya rumah Meningkatkan frekuensi penyuluhan Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya rumah
sehat masih kurang tentang pentingnya rumah sehat sehat

Pengetahuan masyarakat tentang defenisi rumah sehat Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan rumah sehat
masih kurang Meningkatkan frekuensi penyuluhan
dan sosialisasi defenisi rumah sehat

Kurangnya kerjasama lintas sektor (kelurahan) dalam Peningkatan kerjasama pihak Meningkatkan pengetahun masyarakat tentang rumah sehat
sosialisasi rumah sehat kelurahan sehinggan dapat meningkatkan cakupan rumah sehat

Penyuluhan dan sosialisasi rumah Meningkatkan pengetahun masyarakat tentang rumah sehat
Kondisi rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan
sehat sehinggan dapat meningkatkan cakupan rumah sehat

Klinik sanitasi dan konseling lingkungan yang belum Terselenggaranya konseling kesehatan lingkungan yang
berjalan optimal Sosialisasi klinik sanitasi dan
komprehensif kepada masyarakat yang juga dapat meningkatkan
optimalisasi kinerjanya
pengetahuan mereka tentang rumah sehat
Tidak adanya jaga sehat, jamban yang digunakan hanya Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan rumah sehat
dengan melubangi lantai papan rumah yag diatas pesisir Penyuluhan dan sosialisasi rumah
sehat

Tidak adanya SPAL yang memadai, beberapa memilki Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan rumah sehat
SPAL namun buntu Penyuluhan dan sosialisasi rumah
sehat

Letak rumah diatas laut (daerah pasang surut) sehingga Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan rumah sehat
tidak mempunyai halaman Penyuluhan dan sosialisasi rumah
sehat

Sebagian adalah rumah kontrakan yang tidak ada Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan rumah sehat
ventilasi Penyuluhan dan sosialisasi rumah
sehat

Penataan ruang tidak sesuai dengan pedoman rumah Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan rumah sehat
sehat (kamar tidur, dapur dan ruang keluarga menyatu) Penyuluhan dan sosialisasi rumah
sehat

Luas rumah dengan jumlah penghuni tidak proporsional Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan rumah sehat
Penyuluhan dan sosialisasi rumah
sehat

Masih banyak rumah yang tidak memenuhi kebutuhan Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan rumah sehat
fisiologis (pencahayaan dan penghawaan) Penyuluhan dan sosialisasi rumah
sehat

Tingkat kepadatan rumah tinggi, kandang ternak dekat Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan rumah sehat
dengan SAB Penyuluhan dan sosialisasi rumah
sehat

Mengetahui keefektifan RTL yang dilakukan dan menilai peningkatan


Hanya dilakukan pendataan, belum dilakukan evaluasi cakupan rumah sehat
Akan dilakukan evaluasi untuk
yang difokuskan pada sampel tertentu untuk menilai
mengukur keefektifan RTL
keefektifan RTL dan peningkatan cakupan rumah sehat

2. Masih rendahnya angka keluarga pemakai JAGA sehat yaitu 47,77%

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Kurangnya pengetahuan dan Beberapa rumah hanya melubangi Letak rumah di daerah pesisir
Terbatasnya pengetahuan teknologi lantai kayu untuk dijadikan jamban
kesadaran masyarakat akan yang hampir 100% tidak
jamban wilayah pesisir
pentingnya JAGA sehat memiliki septic tank

Hanya dilakukan pendataan, belum


dilakukan evaluasi yang difokuskan Tinja masih terjangkau vektor
pada sampel tertentu untuk menilai penyakit
keefektifan RTL dan peningkatan
cakupan jaga sehat

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat Pembinaan oleh petugas Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya jaga sehat
akan pentingnya JAGA sehat Puskesmas

Letak rumah di daerah pesisir yang hampir 100% tidak Pengenalan teknologi septic tank Tersedianya jaga sehat bagi masyarakat daerah pesisir
memiliki septic tank untuk wilayah pesisir
Beberapa rumah hanya melubangi lantai kayu untuk Penyuluhan dan pembinaan Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya jaga sehat
dijadikan jamban kesehatan lingkungan wilayah
pesisir

Terbatasnya pengetahuan teknologi jamban wilayah Koordinasi/kemitraan lintas sektor


pesisir (planolog)
Tinja masih terjangkau vektor penyakit Penyuluhan dan pembinaan Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya jaga sehat
kesehatan lingkungan wilayah
pesisir

Hanya dilakukan pendataan, belum dilakukan evaluasi Mengetahui keefektifan RTL yang dilakukan dan menilai peningkatan
yang difokuskan pada sampel tertentu untuk menilai Akan dilakukan evaluasi untuk cakupan JAGA sehat
keefektifan RTL dan peningkatan cakupan jaga sehat mengukur keefektifan RTL

3. Masih rendahnya cakupan rumah dengan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) sehat (45,24%)

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Hampir semua rumah di wilayah
Hanya dilakukan pendataan, belum pesisir membuang limbah ke laut
Kurangnya pengetahuan dan dilakukan evaluasi yang difokuskan
kesadaran masyarakat akan pada sampel tertentu untuk menilai
pentingnya SPAL sehat keefektifan RTL dan peningkatan
cakupan jaga sehat

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat Pembinaan dan penyluhan oleh Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya SPAL sehat
akan pentingnya JAGA sehat petugas Puskesmas

Hampir semua rumah di wilayah pesisir membuang Penyuluhan dan pembinaan Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya SPAL sehat
limbah ke laut kesehatan lingkungan wilayah
pesisir

Hanya dilakukan pendataan, belum dilakukan evaluasi Mengetahui keefektifan RTL yang dilakukan dan menilai peningkatan
yang difokuskan pada sampel tertentu untuk menilai Akan dilakukan evaluasi untuk cakupan SPAL sehat
keefektifan RTL dan peningkatan cakupan jaga sehat mengukur keefektifan RTL

4. Program KIA

Masalah : 1. Cakupan K1 bumil tidak mencapai target, cakupan 90,65%

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Tingginya angka kehamilan Bumil K-1 yang dimasukkan dalam
pada usia muda (data klinik perhitungan adalah bumil K-1 murni
bersalin Puskesmas Gunung (trimester 1)
Lingkas, 12 % persalinan
remaja)

Ibu hamil banyak yang


memeriksakan diri ke dokter
praktek swasta, data bumil tidak
masuk dalam perhitungan
puskesmas

Bumil yang datang ke


puskesmas setelah usia
semester 1 (K1 akses)

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Tingginya angka kehamilan pada usia muda (data klinik Peningkatan penyuluhan kesehatan Meningkatknya pengetahuan remaja akan kesehatan reproduksi
bersalin Puskesmas Gunung Lingkas, 12 % persalinan reproduksi bagi remaja
remaja)

Ibu hamil banyak yang memeriksakan diri ke dokter Penghimpunan data dari seluruh Terhimpunnya seluruh data ibu hamil dari seluruh provider kesehatan
praktek swasta, data bumil tidak masuk dalam provider kesehatan dan penggalian
perhitungan puskesmas data pemeriksaan ibu hamil yang
tidak kontak dengan puskesmas
(metode pasif) serta melakukan
pendataan sweeping door to door
(metode aktif)

Bumil yang datang ke puskesmas setelah usia semester Maksimalisasi homecare (metode Terjaringnya seluruh ibu hamil sejak awal untuk mendapatkan
1 (K1 akses) aktif) cakupan K1 murni

Bumil K-1 yang dimasukkan dalam perhitungan adalah Maksimalisasi homecare (metode Terjaringnya seluruh ibu hamil sejak awal untuk mendapatkan
bumil K-1 murni (trimester 1) aktif) cakupan K1 murni

Masalah : 2. Cakupan ibu hamil K-4 tidak mencapai target, yaitu 86% dari target 87%
Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Ibu hamil banyak yang Diawali dengan rendahnya cakupan
memeriksakan diri ke dokter K1 bumil, ibu hamil dari K1 murni
praktek swasta, data bumil tidak tidak terjaring (belum ada program
masuk dalam perhitungan penjaringan K1 murni)
puskesmas

Bumil tidak koopertif pada ssaat


penjangkauan (homecare),
karena merasa sudah
mendapatkan pelayanan dari
dokter praktek swasta

Bumil keluar daerah / pulang


kampung/ masuk tambak

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Diawali dengan rendahnya cakupan K1 bumil, ibu hamil Mengatasi masalah pada K1, dan Meningkatkan cakupan K4 ibu hamil
dari K1 murni tidak terjaring (belum ada program penjagaan ketat pada ibu hamil yang
penjaringan K1 murni) sidah terdata dari K1

Bumil tidak koopertif pada ssaat penjangkauan Peningkatan penyuluhan dan KIE Meningkatkan cakupan K4 ibu hamil
(homecare), karena merasa sudah mendapatkan
pelayanan dari dokter praktek swasta
Ibu hamil banyak yang memeriksakan diri ke dokter Penghimpunan data dari seluruh Meningkatkan cakupan K4 ibu hamil
praktek swasta, data bumil tidak masuk dalam provider kesehatan dan penggalian
perhitungan puskesmas data pemeriksaan ibu hamil yang
tidak kontak dengan puskesmas
(metode pasif) serta melakukan
pendataan sweeping door to door
(metode aktif)

Bumil keluar daerah / pulang kampung/ masuk tambak Peningkatan penyuluhan dan KIE Meningkatkan cakupan K4 ibu hamil

Masalah : 3.. Rendahnya cakupan kunjungan bayi (50,87%)

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Masih banyak jumlah bayi yang Pelaksanaan sistem kohort bayi
masih dalam proses baru dilaksanakn sejak bulan April
pemantauan (pelayanan 2013
kunjungan bayi belum sampai
lengkap hingga imunisasi
campak pada akhir tahun 2013)

Banyak bayi yang tidak


mendapatkan pelayanan DDTK
sebagai salah satu item
pelayanan kunjungan bayi

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Masih banyak jumlah bayi yang masih dalam proses Pemantauan terhadap bayi-bayi Meningkatkan cakupan kunjungan bayi
pemantauan (pelayanan kunjungan bayi belum sampai yang masih dalam proses kohort
lengkap hingga imunisasi campak pada akhir tahun
2013)
Pelaksanaan sistem kohort bayi baru dilaksanakn sejak Pemantauan dan penerapan sistem Meningkatkan cakupan kunjungan bayi
bulan April 2013 kohort secara terus menerus

Banyak bayi yang tidak mendapatkan pelayanan DDTK Meningkatkan pelayanan DDTK bayi Meningkatkan cakupan kunjungan bayi
sebagai salah satu item pelayanan kunjungan bayi khusunya di luar gedung (posyandu)

Masalah : 4.. Rendahnya cakupan pelayanan anak balita (7,22%)

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Masih banyak jumlah balita yang Pelaksanaan sistem kohort balita
masih dalam proses baru dilaksanakn sejak bulan April
pemantauan (pelayanan anak 2013
balita belum sampai lengkap
pada akhir tahun 2013)

Banyak balita yang tidak


mendapatkan pelayanan DDTK
sebagai salah satu item
pelayanan kunjungan balita

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Masih banyak jumlah balita yang masih dalam proses Pemantauan terhadap balita yang Meningkatkan cakupan pelayanan anak balita
pemantauan (pelayanan anak balita belum sampai masih dalam proses kohort
lengkap pada akhir tahun 2013)

Pelaksanaan sistem kohort balita baru dilaksanakn sejak Pemantauan dan penerapan sistem Meningkatkan cakupan pelayanan anak balita
bulan April 2013 kohort secara terus menerus

Banyak balita yang tidak mendapatkan pelayanan DDTK Meningkatkan pelayanan DDTK Meningkatkan cakupan pelayanan anak balita
sebagai salah satu item pelayanan kunjungan balita balita khusunya di luar gedung
(posyandu, PAUD dan TK)

Masalah : 5.Cakupan DDTK bayi kontak pertama tidak mencapai target

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Banyaknya sasaran balita yang Tidak adanya pelayanan DDTK
tidak rutin ke posyandu, dalam gedung
menyulitkn akses untuk
dilakukan DDTK

Kurangnya kesadaran Belum optimalnya DDTK luar


masyarakat khususnya para ibu gedung (posyandu, PAUD, TK)
akan pentingnya pemantauan
perkembangan balita (DDTK)

Petugas DDTK yang dilatih Pelaksanaan sistem kohort balita


hanya 1 orang baru dilaksanakn sejak bulan April
2013

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Banyaknya sasaran balita yang tidak rutin ke posyandu, Peningkatan KIE dan penyuluhan Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan
menyulitkn akses untuk dilakukan DDTK kepada masyarakat pentingnya DDTK
Kurangnya kesadaran masyarakat khususnya para ibu Peningkatan KIE dan penyuluhan Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan
akan pentingnya pemantauan perkembangan balita kepada masyarakat pentingnya DDTK
(DDTK)
Tidak adanya pelayanan DDTK dalam gedung Pelayanan DDTK dalam gedung Meningkatnya cakupan DDTK K1 balita
dikompensasi dengan pelayanan
rutin DDTK di posyandu
Belum optimalnya DDTK luar gedung (posyandu, PAUD, Penjadwalan kegiatan rutin DDTK Meningkatnya cakupan DDTK K1 balita
TK) luar gedung

Pelaksanaan sistem kohort balita baru dilaksanakn sejak Pemantauan terhadap balita yang Meningkatnya cakupan DDTK K1 balita
bulan April 2013 masih dalam proses kohort

Petugas DDTK yang dilatih hanya 1 orang Pengusulan pelatihan DDTK bagi Meningkatnya kemampuan petugas dalm optimalisasi pelaksanaan
petugas lain DDTK

6. Rendahnya cakupan akseptor KB baru, hanya 13% dari 25% target

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Sebagian ibu tidak mau ber-KB Kurangnya penyuluhan KB

Keptusan ber-KB bukan saja


menjadi keptusan sendiri tapi
merupakan kelutusan keluarga
terutama suami

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Kurangnya penyuluhan KB Peningkatan penyuluhan KB Meningkatkan pengetahun masyarakat akan KB
Sebagian ibu tidak mau ber-KB Meningkatkan konseling KB kepada Meningkatkan pengetahun masyarakat akan KB
ibu dan keluarga

Keptusan ber-KB bukan saja menjadi keptusan sendiri Meningkatkan konseling KB kepada Meningkatkan pengetahun masyarakat akan KB
tapi merupakan kelutusan keluarga terutama suami ibu dan keluarga

5. Program Perbaikan Gizi Masyarakat

Masalah : 1. Vitamin A bayi tidak mencapai target

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Rendahnya pengetahuan ibu Penyuluhan gizi belum Sweeping yang tidak kontinyu Sweeping tidak maksimal
akan pentingnya vitamin A bayi maksimal dilakukan karena bayi pindah/masuk
Balita mendapat vitamin di sarana tambak
kesehatan lain

Sweeping tidak efektif karena balita


masuk tambak/ pindah

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Rendahnya pengetahuan ibu akan pentingnya vitamin A Penyuluhan aktif kepada Meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya vitamin A
bayi masyarakat akan pentingnya
pemberian vitamin A

Penyuluhan gizi belum maksimal Meningkatkan frekuensi penyuluhan Meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya vitamin A
gizi kerjasama lintas program
(posyandu)
Sweeping yang tidak kontinyu dilakukan Sweeping balita secara kontinyu Semua bai dan balita di wilayah kerja mendapatkan vitamin A

2. Rendahnya cakupan N/D2 balita 71,39 % dari 80% target

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Pengetahuan orang tua balita Frekuensi penyuluhan Meja ke lima( meja penyuluhan) di Media promosi (brosur, poster)
dalam menyediakan makanan gizi masih kurang Posyandu belum diaktifkan oleh tentang makanan bergizi seimbang
yang bergizi seimbang masih kader masih kurang Banyaknya jajanan luar yang
rendah tidak sesuai standar gizinya
yang dikonsumsi oleh anak
Nafsu makan anak kurang, lebih Faktor ekonomi Konseling gizi belum maksimal
suka jajan keluarga
Orang tua tidak memiliki
pengetahuan gizi yang baik
tentang cara pemberian makan
pada anak

Anak sering sakit

Kurangnya kompetensi kader


dalam meyelenggarakan meja
kelima di Posyandu

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Pengetahuan orang tua balita dalam menyediakan Maksimalisasi penyuluhan dan Meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya penyediaan
makanan yang bergizi seimbang masih rendah promosi gizi kepada masyarakat makanan bergizi seimbang

Meja ke lima( meja penyuluhan) di Posyandu belum Pengaktifan meja penyuluhan pada Penyuluhan gizi dapat berlangsung secara komprehensif dan
diaktifkan oleh kader setiap penyuluhan, refreshing kader maksimal
Media promosi (brosur, poster) tentang makanan bergizi Menganggarkan dana untuk Menyebarluaskan informasi tentang "makanan bergizi tidak mesti
seimbang masih kurang pengadaan media-media promosi mahal"

Konseling gizi belum maksimal Memaksimalkan konseling gizi di Masyarakat mendapatkan informasi yang lebih baik dan spesifik serta
Puskesmas lebih mengena tentang penanganan masalah gizi pada balita

Kurangnya kompetensi kader dalam meyelenggarakan Refreshing dan simulasi kader Meningkatkan kompetensi petugas dalam hal penyuluhan gizi
meja kelima di Posyandu

Frekuensi penyuluhan gizi masih kurang Peningkatan frekuensi penyuluhan


gizi Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi dan kesehatan
Nafsu makan anak kurang, lebih suka jajan Memaksimalkan konseling gizi di Memberikan informasi kepada orang tua tentang penanganan
Puskesmas masalah gizi anak
Orang tua tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang Memaksimalkan konseling gizi di Memberikan informasi kepada orang tua tentang penanganan
cara penanganan anak yang nafsu makannya kurang Puskesmas masalah gizi anak

Anak sering sakit Memaksimalkan konseling gizi di Memberikan informasi kepada orang tua tentang penanganan
Puskesmas masalah gizi anak

4. Masalah : Cakupan Fe 3 bumil tidak mencapai target

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Ibu hamil banyak yang Rendahnya cakupan Fe 3 , seiring
memeriksakan diri ke dokter dan sinkron dengan pencapaian
praktek swasta, data bumil tidak cakupan ibu hamil K4
masuk dalam perhitungan
puskesmas

Bumil tidak koopertif pada ssaat


penjangkauan (homecare),
karena merasa sudah
mendapatkan pelayanan dari
dokter praktek swasta
Bumil keluar daerah / pulang
kampung/ masuk tambak

Prioritas Penyebab Masalah :


Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan
Bumil keluar daerah / pulang kampung/ masuk tambak Peningkatan penyuluhan dan KIE Meningkatkan cakupan pelayanan F3 bumil

Ibu hamil banyak yang memeriksakan diri ke dokter Penghimpunan data dari seluruh Meningkatkan cakupan pelayanan F3 bumil
praktek swasta, data bumil tidak masuk dalam provider kesehatan dan penggalian
perhitungan puskesmas data pemeriksaan ibu hamil yang
tidak kontak dengan puskesmas
(metode pasif) serta melakukan
pendataan sweeping door to door
(metode aktif)

Bumil tidak koopertif pada ssaat penjangkauan Peningkatan penyuluhan dan KIE Meningkatkan cakupan pelayanan F3 bumil
(homecare), karena merasa sudah mendapatkan
pelayanan dari dokter praktek swasta

5. Masalah : Cakupan ASI ekslusif tidak mencapai target

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Rendahnya " kemampuan " ibu Kurangnya penyuluhan ASI ekslusif Tingginya harga sarana
dalam pemberian ASI ekslusif pemeliharaan ASI
(masalah pemberian ASI pada
ibu bekerja)

Kurangnya pengetahuan ibu


tentang masalah dan solusi
dalam pemberian ASI Info tentang penyimpanan ASI
ekslusif masih kurang

Prioritas Penyebab Masalah :


Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan
Rendahnya " kemampuan " ibu dalam pemberian ASI Peningkakan penyuluhan ASI Meningkatkan cakupan ASI ekslusif
ekslusif (masalah pemberian ASI pada ibu bekerja) ekslusif (penekanan pada cara
mengatasi masalah-masalah yang
sering dihadapai oleh ibu menyusui
bukan pada manfaat lagi, terutama
pada ibu bekerja)

Kurangnya pengetahuan ibu tentang masalah dan solusi Peningkatan penyuluhan dan KIE Meningkatkan cakupan ASI ekslusif
dalam pemberian ASI ASI ekslusif

Peningkatan penyuluhan dan KIE Meningkatkan cakupan ASI ekslusif


ASI ekslusif
Kurangnya penyuluhan ASI ekslusif
Peningkatan penyuluhan dan KIE Meningkatkan cakupan ASI ekslusif
Info tentang penyimpanan ASI ekslusif masih kurang ASI ekslusif

6. Program P2M

a. Imunisasi

Masalah : 1. Cakupan BIAS DT dan TT pada anak Sekolah Dasar tidak mecapai target

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan
Adanya orang tua siswa yang Metode rujukan yang digunakan
menolak untuk di imunisasi sekarang kurang efektif untuk
menjaring siswa yang tidak hadir /
sakit pada saat BIAS

Murid tidak datang/sakit pada


saat pelaksanaan BIAS
Murid yang di rujuk tidak datang
pada saat di rujuk ke
puskesmas

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Adanya orang tua siswa yang menolak untuk di Meningkatkan penyuluhan dan KIE Meningkatkan angka cakupan BIAS
imunisasi pada irang tua siswa
Murid tidak datang/sakit pada saat pelaksanaan BIAS Diberikan rujukan ke PKM Meningkatkan angka cakupan BIAS
Murid yang di rujuk tidak datang pada saat di rujuk ke Mencari metode yang lebih efektif Meningkatkan angka cakupan BIAS
puskesmas untuk menjaring siswa
Metode rujukan yang digunakan sekarang kurang Meningkatkan angka cakupan BIAS
Mencari metode yang lebih efektif
efektif untuk menjaring siswa yang tidak hadir / sakit untuk menjaring siswa
pada saat BIAS

b. Tuberculosis (TB) dan kusta

1. Target suspek TB tidak tercapai ,70,24% dari 100% target

Penyebab masalah :
Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan

Kurangnya penyebaran
Upaya penjaringan di poli sudah
informasi oleh petugas TB yang
maksimal dilakukan sesuai dengan Pemukiman padat / slum area
menyebabkan kurangnya Media penyuluhan dan promosi
pedoman yang ada, namun memudahkan penularan TB
pengetahuan masyarakat (brosur, poster) masih kurang
pencapaian masih belum mencapai dengan cepat
tentang TB meliputi gejala, dan
target
resiko tinggi TB

Promosi kesehatan aktif masih


Belum dilibatkannya peran aktif kurang dilakukan
masyarakat/ kader/ TOMA dalm
program TB
Belum terlaksananya kerjasama
lintas program dan sektoral
Penjaringan kasus hanya lewat PCF,
ACF tidak dilakukan

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang TB Peningkatan promosi dan Meningkatakan pengetahuan masyarakat tentang TB
meliputi gejala, dan resiko tinggi TB penyuluhan TB di masyarakat

Upaya penjaringan di poli sudah maksimal dilakukan Meningkatkan probabilitas terjaringnya suspek
sesuai dengan pedoman yang ada, namun pencapaian Melakukan anamnesa mendalam
masih belum mencapai target terhadap suspek TB untuk
mengetahui riwayat TB
Belum terlaksananya kerjasama lintas program dan Meningkatkan kerjasama lintas Meningkatkan probabilitas terjaringnya suspek
sektoral program dan sektoral ( VCT , panti,
pesantren, sekolah)

Promosi kesehatan aktif masih kurang dilakukan, Active Melakukan active case finding TB Meningkatkan probabilitas terjaringnya suspek
Case Finding tidak dilaksanakan pada masyarakat resiko tinggi

Media penyuluhan dan promosi (brosur, poster) masih Pengusulan media promosi di Dinas Meningkatkan probabilitas terjaringnya suspek
kurang Kesehatan ; Promosi TB melalui
media radio)

2. Masih rendahnya angka konversi TB, 70,83% dari 80% target

Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan


Seluruh pasien telah terpantau
dengan baik, namun masih ada
pasien tidak juga konversi dan
mengenai hal ini telah dilaporkan
kepatuga petugas wasor
Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Seluruh pasien telah terpantau dengan baik, namun memnatua perkembangan pasien
masih ada pasien tidak juga konversi dan mengenai hal dan tetap berkoordinasi dengan
Meningkatkan angka konversi
ini telah dilaporkan kepatuga petugas wasor petugas wasor

4. Angka kesembuhan penderita TB tidak mencapai target, 63,89% dari 85% target

Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan


Adanya pasien pindah tanpa Adapula pasien pindah dengan
melapor kepada petugas TB melapor kepada petugas TB
puskesmas puskesmas, namun tidak ada
feedback dari UPT yang dituju

Kurangnya pengetahuan pasien


TB tentang penyakit TB dan
bahaya penularan

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Adanya pasien pindah tanpa melapor kepada petugas Peningkatan KIE personal kepada Menekan terjadinya pasien DO pengobatan
TB puskesmas pasien TB dan keluarga
Adapula pasien pindah dengan melapor kepada petugas Berkoordinasi dengan wasor Menekan terjadinya pasien DO pengobatan
TB puskesmas, namun tidak ada feedback dari UPT kabupaten
yang dituju
Kurangnya pengetahuan pasien TB tentang penyakit TB Peningkatan KIE personal kepada Menekan terjadinya pasien DO pengobatan
dan bahaya penularan pasien TB dan keluarga

6. RFT kusta belum mencapai target, 75% dari target >90%

Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan


Terdapat 1 pasien DO dari total
4 pasien yang terdaftar

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Terdapat 1 pasien DO dari total 4 pasien yang terdaftar Peningkatan kembali motivasi Tercapai angka RFT 100%
kepada pasien dan keluarga akan
pengobatan kusta

c. DBD

Masalah: 1. Masih rendahnya persentasi Angka Bebas Jentik (ABJ) yaitu 61% dari target > 90% dan Tingginya Angka Kejadian DBD 289%

Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan


Kurangnya kesadaran Kurangnya dukungan lintas sektor PDAM belum menjangkau seluruh
masyarakat akan pentingnya (RT, Kelurahan) untuk pelaksanaan masyakat
pemberantasan jentik 3M massal Curah hujan di kota Tarakan
yang tidak menentu dan Tidak
terjaminnya pasokan air bersih
dari dari PDAM mengakibatkan
masyarakat harus menampung
air

Kurangnya kerjasama lintas sektor


(kelurahan) untuk pengaktifan RFS
Kebiasaan dan keterpaksaan
harus menampung air, tidak Banyaknya tempat penampungan air Lingkungan tempat tinggal
disertai dengan pemahanan yang sulit untuk dikuras dalam waktu masyarakat dan sekitarnya
yang memadai tentang sekurang-kurangnya 7 hari/1 minggu yang belum bersih dan sehat
pemberantasan jentik

Banyak masyarakat yang belum 5 tahun terakhir, trend masyarakat


meyadari bahwa tempat-tempat menggunakan dispenser bisa dilihat
tersembunyi dan kecil bisa dari setiap kunjungan rumah yang
menjadi tempat dilakukan pada saat melakukan
pengembangbiakan nyamuk Penyelidikan Epidemiologi. Tidak
Aedes Aegypti (seperti disertai dengan pengetahun
penampungan dispenser, memadai tentang pemberantasan
kulkas, ban bekas, dll) jentik

Kurangnya kesadaran
masyarakat untuk melakukan
Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN) Demam Berdarah
Dengue (DBD) dengan tidak
menguras tempat-tempat yang
dapat menampung air secara
berkala (minimal 7 hari/1
minggu)
Masih banyak masyarakat yang
tidak bersedia
menggunakan/menaburkan
bubuk larvasida/ikan pemakan
jentik di tempat-tempat
pemampungan air yang sulit
dijangkau dan dibersihkan

Masih ada masyarakat yang


kurang mengerti (kurangnya
pengetahuan orangtua
mengenai cara pencegahan
dan penanganan terhadap
gejala Demam Berdarah
Dengue ) dan peka terhadap
penyakit Demam Berdarah
Dengue.

Prioritas Penyebab Masalah;


Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan
Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Peningkatan frekuensi penyulahn Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya
pemberantasan jentik pemberantan jenisk, 3M plus serat pemantauan jentik
penyuluhan tenteng penyakit DBD

Kebiasaan dan keterpaksaan harus menampung air, Peningkatan frekuensi penyulahn Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya
tidak disertai dengan pemahanan yang memadai pemberantan jenisk, 3M plus serat pemantauan jentik
tentang pemberantasan jentik penyuluhan tenteng penyakit DBD

Banyak masyarakat yang belum meyadari bahwa Peningkatan frekuensi penyulahn Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya
tempat-tempat tersembunyi dan kecil bisa menjadi pemberantan jenisk, 3M plus serat pemantauan jentik
tempat pengembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti penyuluhan tenteng penyakit DBD
(seperti penampungan dispenser, kulkas, ban bekas, dll)

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan Peningkatan frekuensi penyulahn Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Demam pemberantan jenisk, 3M plus serat pemantauan jentik
Berdarah Dengue (DBD) dengan tidak menguras penyuluhan tenteng penyakit DBD
tempat-tempat yang dapat menampung air secara
berkala (minimal 7 hari/1 minggu)

Masih banyak masyarakat yang tidak bersedia Peningkatan frekuensi penyulahn Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya
menggunakan/menaburkan bubuk larvasida/ikan pemberantan jenisk, 3M plus serat pemantauan jentik
pemakan jentik di tempat-tempat pemampungan air penyuluhan tenteng penyakit DBD
yang sulit dijangkau dan dibersihkan

Masih ada masyarakat yang kurang mengerti Peningkatan frekuensi penyulahn Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya
(kurangnya pengetahuan orangtua mengenai cara pemberantan jenisk, 3M plus serat pemantauan jentik
pencegahan dan penanganan terhadap gejala Demam penyuluhan tenteng penyakit DBD
Berdarah Dengue) dan peka terhadap penyakit Demam
Berdarah Dengue.

Kurangnya dukungan lintas sektor (RT, Kelurahan) untuk


pelaksanaan 3M massal Menigkatkan ABJ sehingga dapat menekan angka kejadian penyakit
Meningkatkan kerjasama dengan DBD
lintas sektor
Banyaknya tempat penampungan air yang sulit untuk Peningkatan frekuensi penyulahn Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya
dikuras dalam waktu sekurang-kurangnya 7 hari/1 pemberantan jenisk, 3M plus serat pemantauan jentik
minggu penyuluhan tenteng penyakit DBD

5 tahun terakhir, trend masyarakat menggunakan Peningkatan frekuensi penyulahn Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya
dispenser bisa dilihat dari setiap kunjungan rumah yang pemberantan jenisk, 3M plus serat pemantauan jentik
dilakukan pada saat melakukan Penyelidikan penyuluhan tenteng penyakit DBD
Epidemiologi. Tidak disertai dengan pengetahun
memadai tentang pemberantasan jentik
Curah hujan di kota Tarakan yang tidak menentu dan Peningkatan frekuensi penyulahn Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya
Tidak terjaminnya pasokan air bersih dari dari PDAM pemberantan jenisk, 3M plus serat pemantauan jentik
mengakibatkan masyarakat harus menampung air penyuluhan tenteng penyakit DBD

Lingkungan tempat tinggal masyarakat dan sekitarnya Peningkatan frekuensi penyulahn Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya
yang belum bersih dan sehat pemberantan jenisk, 3M plus serat pemantauan jentik
penyuluhan tenteng penyakit DBD

PDAM belum menjangkau seluruh masyakat -


-

d. Diare

Masalah: 1. Cakupan penemuan kasus diare semua umur tidak mencapai target

Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan


- Petugas belum melakukan
kerjasama bersama dengan dokter
praktek swasta atau bidan yang ada
di wilayah kerja Puskesmas Gunung
Lingkas sehingga tidak ada laporan
mengenai kasus Diare
Adanya anggapan masyarakat
bahwa kasus Diare adalah
penyakit yang biasa dan bisa
ditangani sendiri di rumah
tangga sehingga masih ada
kasus Diare di masyarakat yang
tidak ditangani oleh tenaga
kesehatan dan tidak dilaporkan
oleh kader kesehatan.
- Kurangnya sosialisasi dari petugas
kepada masyarakat sehingga
masyarakat belum terlalu merasa
peduli mengenai pentingnya
penanganan diare secara baik dan
benar (khusunya untuk membawa
masyarakat yang terkena diare ke
pelayanan kesehatan terdekat.

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Adanya anggapan masyarakat bahwa kasus Diare Peningkatan penyuluhan disre di Meningkatkan cakupan penemuan kasus diare semua umur
adalah penyakit yang biasa dan bisa ditangani sendiri di masyarakat
rumah tangga sehingga masih ada kasus Diare di
masyarakat yang tidak ditangani oleh tenaga kesehatan
dan tidak dilaporkan oleh kader kesehatan.

- Petugas belum melakukan kerjasama bersama dengan Kerjasama lintas sektor dengan Meningkatkan cakupan penemuan kasus diare semua umur
dokter praktek swasta atau bidan yang ada di wilayah praktek swasta
kerja Puskesmas Gunung Lingkas sehingga tidak ada
laporan mengenai kasus Diare

- Kurangnya sosialisasi dari petugas kepada masyarakat Peningkatan penyuluhan disre di Meningkatkan cakupan penemuan kasus diare semua umur
sehingga masyarakat belum terlalu merasa peduli masyarakat
mengenai pentingnya penanganan diare secara baik
dan benar (khusunya untuk membawa masyarakat yang
terkena diare ke pelayanan kesehatan terdekat.

e. HIV AIDS

Masalah: 1. Capain layanan VCT tidak mencapai 100%

Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan


Adanya missing oetugas
penanggungjawab VCT pada
tahun 2013 (pindah, cuti hamil 3
bulan)

Prioritas Penyebab Masalah :


Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan
Adanya missing oetugas penanggungjawab VCT pada Beck-up petugas Tercapainya target layanan VCT
tahun 2013 (pindah, cuti hamil 3 bulan)

B. UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN

1. Upaya Kesehatan Indera

Masalah : 1. Cakupan penemuan katarak tidak mencapai target yaitu hanya 58%

Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan


Belum dilakukannya
penjadwalan skreening aktif
oleh petugas

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Belum dilakukannya penjadwalan skreening aktif oleh Penyusunan jadwal pelaksanaan tercapainya target penemuan katarak
petugas skreening aktif katarak

2. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

Masalah : 2. Cakupan penjaringan kesehatan gigi murid kelas 1 SD, tidak mencapai target

Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan

Tersisa 17 murid yang tidak


dilakukan penjaringan. Murid
tidak hadir (sakit) pada saat
penjaringan, dan pada saat
dilakukan screening ulang tidak
sebagian sudah pindah sekolah,
dan sebagian tidak hadir
kembali pada saat penjaringan
ulang.

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Tersisa 17 murid yang tidak dilakukan penjaringan. Edukasi kepada siswa dan orang tua Meningkatkan kesadaran siswa dan orang tua untuk melakukan
Murid tidak hadir (sakit) pada saat penjaringan, dan siswa pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut
pada saat dilakukan screening ulang tidak sebagian
sudah pindah sekolah, dan sebagian tidak hadir kembali
pada saat penjaringan ulang.

Masalah : 3. Cakupan murid mendapat perawatan , tidak mencapai target

Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan

Terjadi perubahan diagnosa dari


Kurangnya
fit fissure menjadi caries, bila
informasi/sosialisasi/penyuluhan
diagnosa caries dirujuk ke
kesehatan gigi di sekolah
puskesmas, pasien tidak datang
Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Kurangnya informasi/sosialisasi/penyuluhan kesehatan Penyebarluasan informasi Meningkatnya pengetahuan siswa
gigi di sekolah kesehatan gigi di sekolah
Terjadi perubahan diagnosa dari fit fissure menjadi Melakukan KIE yang lebih Semua murid yang perlu perawatan mendaptkan perawatan
caries, bila diagnosa caries dirujuk ke puskesmas, memotivasi agar siswa mau datang
pasien tidak datang untuk melakukan perawatn ke PKM

Masalah : 3. Proporsi penambalan dibanding pencabutan tidak mancapai 100%

Manusia(Man) Dana (Money) Metode (Method) Sarana& Prasarana Lingkungan


Pasien yang datang berobat ke Penarikan retribusi Kurangnya
poli gigi sudah dalam kondisi tambal gigi informasi/sosialisasi/penyuluhan
rusak parah, tidak memberatkan pasien kesehatan gigi di masyarakat Kondisi air kota Tarakan, yang
memungkinkan untuk dilakukan rendah flour
penambalan lagi

Prioritas Penyebab Masalah :

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Tujuan


Pasien yang datang berobat ke poli gigi sudah dalam Penyebarluasan informasi Meningkatnya pengetahuan masyarakat
kondisi rusak parah, tidak memungkinkan untuk kesehatan gigi dimasyarakat
dilakukan penambalan lagi

Kurangnya informasi/sosialisasi/penyuluhan kesehatan Penyebarluasan informasi Meningkatnya pengetahuan masyarakat


gigi di masyarakat kesehatan gigi dimasyarakat
Penarikan retribusi tambal gigi memberatkan pasien
NO INDIKATOR PROGRAM TARGET PENCAPAIAN CAKUPAN

1 Cakupan Desa / Kelurahan UCI 100% 50% 50.0

2 Cakupan Siswa SD yang Mendapat Imunisasi Campak 95% 83.80% 88.2

3 Cakupan Siswa SD yang Mendapat Imunisasi DT 95% 61.56% 64.8

4 Cakupan Siswa SD yang Mendapat Imunisasi Td 95% 78.80% 82.9


PROGRAM IMUNISASI
SUB PROGRAM : CAKUPAN UCI
Masalah : Target 100 % Cakupan Desa / Kelurahan UCI ( 50 % )

Penyebab Utama Penyebab Sekunder Penyebab Tertier

Petugas masih kurang aktif melakukan sweeping


Kualitas tenaga
Kader masih kurang aktif dalam menggerakkan masyarakat

Kesibukan Orang Tua Orang tua sibuk bekerja

Kurang pengetahuan orang tua akan pentingnya imunisasi

Masih ada orang tua yang menunda jadwal imunisasi anaknya karena efek
imunisasi sebelumnya

Masih ada bayi yang lahir di Dukun, sehingga tidak mendapatkan imunisasi HBO
Tingkat pengetahuan
Masyarakat tidak mau keluar rumah sebelum 40 hari
Man / Manusia
Masih ada orang tua yang tidak mau anaknya di imunisasi dikarenakan efek
imunisasi (Panas)

Sosialisasi tentang Imunisasi masih kurang oleh kader ataupun petugas kesehatan

Sering keluar masuk tambak

Mobilitas Penduduk Ada beberapa bayi yang pindah luar Tarakan

Sering berpindah tempat kontrakan,dan tidak pernah melapor ke RT

Masih ada RT yang tidak masuk dalam wilayah kerja posyandu


Letak Geografis
Letak rumah yang jauh dari posyandu sehingga tidak tau info / malas ke
posyandu/puskesmas
Money / Dana -

Material / Sarana -

Metode -
Vaksin yang digunakan ada yang mempunyai efek panas pada bayi dan balita
Mechine Vaksin pasca imunisasi
Market -
PENYEBAB RENDAHNYA CAKUPAN SISWA SD YANG MENDAPAT IMUNISASI CAMPAK

Penyebab Utama Penyebab Sekunder Penyebab Tertier

Kualitas Tenaga Petugas masih kurang aktif melakukan sweeping

Kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi


pada anak SD

Sosialisasi tentang Imunisasi di Sekolah masih kurang oleh petugas


Man / Manusia kesehatan
Tingkat Pengetahuan
Masih ada orang tua yang tidak mau anaknya di imunisasi
dikarenakan efek imunisasi (Panas)

Masih ada orang tua yang tidak mau anaknya di imunisasi dengan
alasan sudah lengkap imunisasi pada saat bayi

Money / Dana - -

Material / Sarana -

Metode Intensitas Komunikasi Penyuluhan imunisasi oleh petugas kesehatan masih kurang

Mechine -

Kurangnya sosialisasi imunisasi oleh petugas kesehatan pada orang


Market Sosialisasi tua siswa
PENYEBAB RENDAHNYA CAKUPAN SISWA SD YANG MENDAPAT IMUNISASI DT/Td

Penyebab Utama Penyebab Sekunder Penyebab Tertier

Kualitas Tenaga Petugas masih kurang aktif melakukan sweeping

Kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi


pada anak SD
Man / Manusia
Sosialisasi tentang Imunisasi di Sekolah masih kurang oleh petugas
Tingkat Pengetahuan kesehatan

Masih ada orang tua yang tidak mau anaknya di imunisasi dengan
alasan sudah lengkap imunisasi pada saat bayi

Money / Dana -

Material / Sarana -

Metode Intensitas Komunikasi Penyuluhan imunisasi oleh petugas kesehatan masih kurang

Ketersediaan vaksin yang kurang, sehingga tidak bisa dilakukan


Mechine Logistik imunisasi di semua Sekolah Dasar

Kurangnya sosialisasi imunisasi oleh petugas kesehatan pada orang


Market Sosialisasi tua siswa
PENENTUAN PRIORITAR PENYEBAB MASALAH DAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
PROGRAM : IMUNISASI

PENENTUAN PENYEBAB MASALAH (METODE FISHBONE) PENENTUAN PRIORITAS PENYEBAB

KRITERIA

C= A= R=
Penyebab Utama Penyebab Sekunder Penyebab Tersier
Mampu Mudah Kesiapan

Petugas masih kurang aktif melakukan sweeping 4 3 3


Kualitas tenaga

Kader masih kurang aktif dalam menggerakkan masyarakat 3 2 3

Kesibukan Orang Tua Orang tua sibuk bekerja 4 3 3

Kurangnya pengetahuan orang tua akan pentingnya imunisasi 3 3 4

Masih ada orang tua yang menunda jadwal imunisasi anaknya


karena efek imunisasi sebelumnya 3 3 3

Masih ada bayi yang lahir di Dukun, sehingga tidak mendapatkan


imunisasi HBO 2 3 3
Tingkat pengetahuan

Masyarakat tidak mau keluar rumah sebelum 40 hari 3 3 3

Masih ada orang tua yang tidak mau anaknya di imunisasi


dikarenakan efek imunisasi (Panas) 3 3 3

Man / Manusia
Man / Manusia
Sosialisasi tentang Imunisasi masih kurang oleh kader ataupun
petugas kesehatan 3 3 3

Kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi


pada anak SD 3 3 3

Sosialisasi tentang Imunisasi di Sekolah masih kurang oleh petugas


kesehatan 3 3 3

Masih ada orang tua yang tidak mau anaknya di imunisasi dengan
alasan sudah lengkap imunisasi pada saat bayi 3 3 3

Sering keluar masuk tambak 4 3 3

Mobilitas Penduduk Ada beberapa bayi yang pindah luar Tarakan 2 2 3

Sering berpindah tempat kontrakan, dan tidak pernah melapor ke


RT 2 2 3

Masih ada RT yang tidak masuk dalam wilayah kerja posyandu 3 2 3


Letak Geografis
Letak rumah yang jauh dari posyandu sehingga tidak tau info /
malas ke posyandu/puskesmas 4 3 3

Money / Dana -

Material / Sarana -

Metode - Penyuluhan imunisasi oleh petugas kesehatan masih kurang 3 3 3


Vaksin yang digunakan ada yang mempunyai efek panas pada bayi
Mechine Vaksin 3 3 3
dan balita pasca imunisasi

Kurangnya sosialisasi imunisasi oleh petugas kesehatan pada orang


Market - 3 3 3
tua siswa

Time -
AS PENYEBAB MASALAH (METODE CARL)

L = Daya TOTAL SKOR RANKING


Ungkit

5 180 1 -

4 72 6 -

5 180 1 -

4 144 2 -

5 135 3 -

5 90 5 -

5 135 3 -

5 135 3 -
4 108 4 -

4 108 4 -

4 108 4 -

4 108 4 -

5 180 1 -

5 60 7 -

5 60 7 -
4 72 6 -
5 180 1 -

0 -

4 108 4 -
5 135 3 -

4 108 4 -

0
PENENTUAN RENCANA KEGIATAN & PENENTUAN PRIORITAS KEGIATAN (METODE CARL)

KRITERIA

RENCANA KEGIATAN R= L=
C= A=
Kesiapa Daya
Mampu Mudah
n Ungkit

Penjadwalan kegiatan sweeping setiap bulan 4 3 3 5

Melakukan bimbingan kader dan kerjasama kader 3 2 3 4

Melakukan sweeping

Melakukan penyuluhan ttg imunisasi 4 3 3 4

Memberikan informasi ttg efek imunisasi setiap jenis vaksin 4 3 3 4

Melakukan kerjasama kader utk melapor bila ad bayi lahir dukun 3 2 3 4

Melakukan kerjasama dengan bidan VK utk memberikan imunisasi HB0 sebelum pul 4 3 3 5

Memberikan informasi ttg efek imunisasi setiap jenis vaksin dan pemberian therapy p 4 3 3 4
Melakukan penyuluhan ttg imunisasi saat pasien berkunjung ke poli imunisasi 4 3 3 4

Melakukan penyuluhan dengan guru dan ortu murid ttg pentingnya imunisasi di SD 4 3 3 4

Melakukan penyuluhan dengan guru dan ortu murid ttg pentingnya imunisasi di SD 4 3 3 4

Memeberikan informasi kepada otu pasien bahwa pentingnya imunisasi booster 4 3 3 4

Melakukan sweeping 4 3 3 5

Melakukan pencatatan / pendokumentasian yg tepat untuk menentukan sasaran bay 4 4 4 5

Selalu meminta / bertanya alamat sesuai tempat tinggal setiap berkunjung imunisasi 4 3 4 5

Melakukan kerjasa sama pada lintas sektor 4 3 3 4

Melakukan sweeping 4 3 3 5

Melakukan penyuluhan imunisasi 4 3 3 4


Pelaksanaan pelacakan dan tindak lanjut kasus KIPI 4 3 3 4

Melakukan kerjasama Lintas Sektor 4 3 3 4


RL)

TOTAL SKOR RANKING

180 3

72 5

144 4

144 4

72 5

180 3

144 4
144 4

144 4

144 4

144 4

180 3

320 1

240 2
144 4
180 3

144 4
144 4

144 4

0
RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK)
PROGRAM : IMUNISASI
PUSKESMAS KARANG REJO TAHUN 2017

KEBUTUHAN SUMBER
NO UPAYA KESEHATAN KEGIATAN TUJUAN SASARAN TARGET
DANA

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

a. Imunisasi

Pertemuan Lintas Sektor BIAS Konsumsi pertemuan


Melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk guru & kepala 14 SD
kelancaran dan keberhasilan kegiatan BIAS sekolah SD

Sosialisasi BIAS ke sekolah orang tua siswa Transport petugas


-Memberikan pemahaman kepada orang tua siswa akan 14 SD
pentingnya imunisasi

- Meminta persetujuan orang tua siswa untuk


mengimunisasi anaknya

Pelaksanaan BIAS Campak anak SD -


Meningkatkan kekebalan anak sekolah terhadap penyakit seluruh anak
campak kelas 1
kelas 1

Pelaksanaan BIAS di sekolah (BIAS DT/Td) anak SD


Meningkatkan kekebalan anak sekolah terhadap penyakit seluruh anak
difetri dan tetanus kelas 2,3
kelas 2, 3

Pelaksanaan Backlog Fighting Imunisasi Meningkatkan kekebalan anak terhadap penyakit yang batita -
dapat dicegah dengan imunisasi, khususnya kepada bayi
yang lewat bulan
KEBUTUHAN SUMBER
NO UPAYA KESEHATAN KEGIATAN TUJUAN SASARAN TARGET
DANA

Pelaksanaan pelacakan dan tindak lanjut kasus KIPI Mencegah kecatatan dan kematian pasien KIPI pasien KIPI -
seluruh pasien
KIPI

Pelaksanaan sweeping DOFU imunisasi sasaran DO Transport petugas


-Menjaring sasaran DO imunisasi, dalam rangka seluruh sasaran
meningkatkan imunitas bayi DO

- Meningkatkan cakupan program imunisasi

Penyuluhan Imunisasi -Memberikan pemahaman kepada masyarakat akan Masyarakat Masyarakat Transport petugas
pentingnya imunisasi
KEBUTUHAN SUMBER DAYA
INDIKATOR KEBERHASILAN SUMBER
(INDIKATOR OUTPUT) PEMBIAYAAN
ALAT TENAGA

- 2 org - Tercapainya target jumlah siswa SD / BOK


persentase siswa yg mendapat suntikan
campak, DT/ Td disekolah 95%

- 2 org - Tercapainya target jumlah siswa SD / BOK


persentase siswa yg mendapat suntikan
campak, DT/ Td disekolah 95%

Imunisasi kit 5 org - Tercapainya target jumlah siswa SD / BOK


persentase siswa yg mendapat suntikan
campak disekolah 95%

Imunisasi kit 5 org - Tercapainya target jumlah siswa SD / BOK


persentase siswa yg mendapat suntikan
DT / Td disekolah 95%

Imunisasi kit 2 org BOK


- Tercapainya target jumlah batita yang
mendapat imunisasi
KEBUTUHAN SUMBER DAYA
INDIKATOR KEBERHASILAN SUMBER
(INDIKATOR OUTPUT) PEMBIAYAAN
ALAT TENAGA

- 2 org BOK
- Tercapainya target 100% kasus KIPI
ditindaklanjuti

2 org BOK
- Tercapainya target cakupan Kelurahan
Bahan dan peralatan imunisasi UCI 100%

- Tercapainya target cakupan imunisasi


dasar lengkap pada bayi 95%

1 org - Tercapainya target cakupan Kelurahan BOK


UCI 100%

- Tercapainya target cakupan imunisasi


dasar lengkap pada bayi 95%
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN (RPK)
PROGRAM : IMUNISASI
TAHUN 2016

N VOLUME TOTAL
UPAYA KESEHATAN SASARAN TARGET RINCIAN PELAKSANAAN
O KEGIATAN ANGGARAN

5 Pengendalian Penyakit Menular


a. Imunisasi

guru & kepala


Pertemuan Lintas Sektor BIAS 14 SD
sekolah SD

- Konsumsi pertemuan (snack) 40 ktk x Rp 12,500 = Rp 500,000

orang tua
Sosialisasi BIAS ke sekolah 14 SD
siswa
- Transport petugas 2 org x 14 sklh x 1 hr x Rp 35,000 = Rp 980,000

anak SD kelas seluruh anak


Pelaksanaan BIAS Campak
1 kelas 1
- Transport petugas 4 org x 18 hr x Rp 35,000 = Rp 2,520,000

anak SD kelas seluruh anak


Pelaksanaan BIAS di sekolah (BIAS DT/Td)
2, 3 kelas 2,3
- Transport petugas 4 org x 34 hr x Rp 35,000 = Rp 4,760,000

Pelaksanaan Backlog Fighting Imunisasi bayi

- Transport petugas 2 org x 2 hr x 12 bln x Rp 35,000 = Rp 1,680,000

seluruh pasien
Pelaksanaan pelacakan dan tindak lanjut kasus KIPI pasien KIPI
KIPI
N VOLUME TOTAL
UPAYA KESEHATAN SASARAN TARGET RINCIAN PELAKSANAAN
O KEGIATAN ANGGARAN

- Transport petugas 2 org x 1 hr x 12 bln x Rp 35,000 = Rp 840,000

seluruh sasaran
Pelaksanaan sweeping DOFU imunisasi sasaran DO
DO
- Transport petugas 2 org x 8 hr x 12 bln x Rp 35,000 = Rp 6,720,000

Penyuluhan Imunisasi Masyarakat Masyarakat

- Transport petugas 1 org x 1 hr x 12 bln x Rp 35,000 = Rp 420,000


LOKASI PENANGGUNG
JAWAB
JADWAL BIAYA
PELAKSANAAN

petugas
Wilayah Kerja PKM Juli BOK
imunisasi

petugas
Wilayah Kerja PKM Juli
imunisasi

petugas
Wilayah Kerja PKM Agust
imunisasi

petugas
Wilayah Kerja PKM Nov
imunisasi

petugas
Wilayah Kerja PKM Jan-Des
imunisasi

petugas
Wilayah Kerja PKM Jan-Des
imunisasi
LOKASI PENANGGUNG
JAWAB
JADWAL BIAYA
PELAKSANAAN

petugas
Wilayah Kerja PKM Jan-Des
imunisasi

petugas
Wilayah Kerja PKM Jan-Des
imunisasi
BULAN
NO NAMA KEGIATAN
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP

1 Sweeping DOFU Imunisasi

2 Backlog Fighting Imunisasi

3 Penyuluhan Imunisasi

4 Pertemuan Lintas Sektor BIAS

5 Sosialisasi BIAS ke Sekolah

6 Pelaksanaan BIAS Campak

7 Pelaksanaan BIAS DT & Td

8 Pelaksanaan dan Pelacakan Kasus KIPI


KETERANGAN
OUTPUT SUMBER DAYA PJ (TERKAIT
PROGRAM LAIN)
OKT NOV DES
1. buat list capaian indiaktor
2. buat analisa fishbone setiap masalah
3. buat prioritas penyebab masalah dengan metode CARL
4. susun rencana tindak lanjut dari setiap penyebab masalah
5. buat prioritas pemecahan masalah dengan metode CARL
6. susun RUK sesuai format yang ada (RUK UNTUK KEGIATAN H+ 1, contoh untuk yg dibuat sekarang adalah RUK untuk 2017)
7. susun RPK sesuai format (RPK TAHUN BERJALAN)
8. buat RKT / POA sesuai format dalam bentuk gantt chart
7. Jangan lupa identifikasi kegiatan yang berhibungan dengan lintas sektor atau lintas program, sesuai dengan jadwal linsek atau linprog yang bersangkuntan