Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,

karena dengan berkah, Rahmat, karunia serta hidayah-Nyalah saya dapat

menyalesaikan Makalah Tentang Koperasi.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Koperasi

yang kami sajikan berdasarkan dari berbagai sumber. Dengan penuh kesabaran dan

terutama pertolongan dari Tuhan yang pada akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada

pembaca. Penyusun menyadari makalah ini mempunyai banyak kekurangan. Oleh

karena itu, saya mohon kritik dan saran yang membangun agar saya dapat

menyusunnya kembali lebih baik dari sebelumnya.

Penulis

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hampir setiap orang mengenal Koperasi. Walaupun perdefinisi Koperasi


dipahami secara berbeda-beda, tetapi secara umum koperasi dikenal sebagai suatu
bentuk perusahaan yang unik. Beberapa pengertian Koperasi menyebutkan,
Koperasi adalah suatu perkumpulan orang, biasanya yang memiliki kemampuan
ekonomi terbatas, yang melalui suatu bentuk organisasi perusahaan yang diawasi
secara demokratis, masing-masing memberikan sumbangan yang setara terhadap
modal yang diperlukan, dan bersedia menanggung risiko serta menerima imbalan
yang sesuai dengan usaha yang mereka lakukan (ILO, 1966 dikutip dari Edilius
dan Sudarsono,1993). Pengertian lainya menyebutkan, Koperasi didirikan
sebagai persekutuan kaum yang lemah untuk membela keperluan hidupnyadengan
ongkos semurah-murahnya,itulah yang dituju. Pada koperasi didahulukan
keperluan bersama, bukan keuntungan (Hatta,1954).

Dari definisi-definisi tersebut bisa dilihat bahwa dalam Koperasi Setidak-


tidaknya terdapat dua unsur yang yang saling berkaitan satu sama lain. Unsur
pertama adalah unsur ekonomi, sedangkan unsure kedua adalah unsur sosial .
Sebagai suatu bentuk perusahaan, Koperasi berusaha memperjuangkan
pemenuhan kebutuhan ekonomi para anggotanya secara efisien. Sedangkan
sebagai perkumpulan Orang, Koperasi memiliki watak sosial. Keuntungan
bukanlah tujuan utama Koperasi. Sebagaimana dikemukakan oleh Bung Hatta
(1954), yang lebih diutamakan dalam koperasi adalah peningkatan kesejahteraan
ekonomi para anggotanya.

Dilihat dari yang telah diutarakan diatas, Koperasi tampak memiliki


hubungan dengan Ekonomi Kerakyatan yang saat ini sedang ramai dibicarakan

2
dan dijadikan slogan oleh para Capres.Isu ekonomi memang menjadi tema utama
saat ini. Ekonomi Kerakyatan biasa dikenal orang sebagai paham ekonomi yang
berpihak pada rakyat. Dalam hal ini yang dimaksut adalah rakyat miskin.
Tentunya Ekonomi kerakyatan sangat diminati oleh kalangan menengah kebawah
yang menganggap bahwa paham ini adalah paham yang tepat. Tampak jelas
koperasi berhubungan dengan ekonomi kerakyatan. Ekonomi Kerakyatan
berpihak pada rakyat miskin dan Koperasi memperjuangkan kebutuhan ekonomi
para anggotanya dan memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para
anggotanya.Lalu apakah peran koperasi dalam Ekonomi Kerakyatan yang paham
pro rakyat ini? Inilah yang akan dibahas dalam makalah ini.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini adalah :
Apakah peran Koperasi dalam Ekonomi Kerakyatan ?
Apakah koperasi memiliki peran penting dalam Ekonomi Kerakyatan?
Apa saja jenis-jenis koperasi di Indonesia ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui peran Koperasi
dalam Ekonomi Kerakyatan, apakah Koperasi memiliki peran penting dalam
Ekonomi Kerakyatan dan jenis-jenis koperasi yang ada di Indoenesia.
D. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penulisan diatas, makalah ini bermanfaat sebagai sarana
pemberian informasi yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk bahan pemikiran
tentang peran Koperasi. Sehingga dapat memacu pembaca untuk mengembangkan
koperasi menjadi lebih baik, dan bisa lebih memperhatikan Koperasi.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi kerakyatan, sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 33 UUD 1945,


adalah sebuah sistem perekonomian yang ditujukan untuk mewujudkan
kedaulatan rakyat dalam bidang ekonomi. Tiga prinsip dasar ekonomi kerakyatan
adalah sebagai berikut: (1) perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar
atas azas kekeluargaan; (2) cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan
yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara; dan (3) bumi, air,
dan segala kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Berdasarkan ketiga prinsip tersebut dapat disaksikan betapa sangat besarnya


peran negara dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebagaimana dilengkapi oleh
Pasal 27 ayat 2 dan Pasal 34, peran negara dalam sistem ekonomi kerakyatan
antara lain meliputi lima hal sebagai berikut: (1) mengembangkan koperasi (2)
mengembangkan BUMN; (3) memastikan pemanfaatan bumi, air, dan segala
kekayaan yang terkandung didalamnya bagi sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat; (4) memenuhi hak setiap warga negara untuk mendapatkan pekerjaan dan
penghidupan yang layak; (5) memelihara fakir miskin dan anak terlantar.

Lebih jelasnya Ekonomi Kerakyatan meliputi :

1. Menyusun perekonomian sebagai usaha bersama berdasar atas azas


kekeluargaan; mengembangkan koperasi (Pasal 33 ayat 1).

2. Menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang


menguasai hajat hidup orang banyak; mengembangkan BUMN (Pasal
33 ayat 2).

4
3. Menguasai dan memastikan pemanfaatan bumi, air, dan segala kekayaan
yang terkandung di dalamnya bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
(Pasal 33 ayat 3).

4. Mengelola anggaran negara untuk kesejahteraan rakyat; memberlakukan


pajak progresif dan memberikan subsidi.

5. Menjaga stabilitas moneter.

6. Memastikan setiap warga negara memperoleh haknya untuk


mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
(Pasal 27 ayat 2).

7. Memelihara fakir miskin dan anak terlantar (Pasal 34)

Ekonomi kerakyatan merupakan suatu sistem ekonomi yang memberikan


pemihakan kepada pelaku ekonomi lemah. Menurut Guru Besar, FE UGM (alm)
Prof. Dr. Mubyarto, sistem Ekonomi kerakyatan adalah system ekonomi yang
berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, dan menunjukkan pemihakan
sungguh sungguh pada ekonomi rakyat. Dalam Ekonomi kerakyatan produksi
dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau pemilikan anggota
anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang di utamakan bukan
kemakmuran orang seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha
bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Dapat dilihat bahwa sebenarnya Ekonomi Kerakyatan adalah susunan


perekonomian yang semenjak dulu hendak dibangun di Indonesia.

B. Koperasi

Dilihat dari asal katanya,Istilah koperasi berasal dari bahasa Inggris co-
operation yang berarti usaha bersama. Secara umum Koperasi dipahami sebagai
perkumpulan orang yang secara suka rela mempersatukan diri untuk

5
memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka, melalui
pembnetukan sebuah perusahaan yang dikelola secara demokratis. Aturan-aturan
pengoperasian koperasi yang kini menjadi Prinsip-prinsip Koperasi Rochdale
yang dijadikan dasar oleh dasar bagi Koperasi-koperasi di dunia adalah sebagai
berikut :

a. Keanggotaan yang bersifat terbuka (open memberships and voluntary)


b. Pengawasan secara demokratis (democratic control)
c. Bunga yang terbatas pada modal
d. Pembagian SHU yang sesuai dengan jasa anggota (proportional
distribution of surplus)
e. Penjualan dilakukan sesuai harga pasar yang berlaku dan secara tunai
(trading cash)
f. Tidak ada diskriminasi berdasarkan ras, suku, agama dan politik (political,
racial, religious neutrality)
g. Barang-barang yang dijual harus merupakan yang asli, tidak rusak atau
palsu
h. Pendidikan terhadap anggota secara berkesinambungan (promorion of
education)
Di Indonesia Prinsip Koperasi telah dicantumkan dalam UU no.12 tahun 1967
dan UU no.25 tahun 1992,prinsip koperasi dinyatakan sebagai berikut ;

a. Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela


b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan
besarnya jasa usahamasing-masing anggota
d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
e. Kemandirian
f. Pendidikan perkoperasian
g. Kerjasma antar koperasi

6
Penjelasan mengenai Koperasi lainya juga disebutkan dalam Penjelasan Pasal
33 UUD 1945,antara lain dikemukakan :

perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.


Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi.

Sedangkan menurut pasal 1 UU no 25/1992 Yang dimaksut koperasi di


Indoensia adalah :

badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukumKoperasi


dengan melandaskan kegiatanya berdasarkan prinsip Koperasisekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Landasan, Asas, dan Tujuan Koperasi Indonesia sebagaimana diatur dalam


UU 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, dijelaskan pada bab II dalam dua pasal.
Landasan dan asas koperasi dijelaskan dalam pasal 2, dan tujuan koperasi
dijelaskan dalam pasal 3. Berikut kutipan bunyi lengkap pasal dimaksud:

Pasal 2

Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 atas asas


kekeluargaan.

Pasal 3

Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan


masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perkeonomian nasional
dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur
berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

C. Peran Koperasi dalam Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi Kerakyatan adalah merupakan sebuah sistem perekonomian yang


ditujukan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. Ekonomi

7
Kerakyatan memiliki prinsip bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama
berdasar atas azas kekeluargaan,selain itu ekonomi kerakyatan juga menginginkan
kemakmuran rakyat.

Prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan itu seluruhnya terkandung dalam


Koperasi. Dalam konteks ekonomi kerakyatakan atau demokrasi ekonomi,
kegiatan produksi dan konsumsi dilakukan oleh semua warga masyarakat dan
untuk warga masyarakat, sedangkan pengelolaannya di bawah pimpinan dan
pengawasan anggota masyarakat sendiri (Mubyarto, 2002). Prinsip demokrasi
ekonomi tersebut hanya dapat diimplementasikan dalam wadah koperasi yang
berasaskan kekeluargaan. Hal ini menunjukan bahwa Koperasi memiliki peranan
dalam Ekonomi Keakyatan karena Koperasi merupakan bentuk perusahan, satu-
satunya bentuk perusahaan yang sesuai dengan Ekonomi Kerakyatan.

Peranan Koperasi dalam Ekonomi Kerakyatan bisa dilihat dari penjabaran


yang lebih terperinci mengenai Pengertian Koperasi di Indonesia ( lihat
Anonim,1989). Pengertianya adalah sebagai berikut :

1. Kopoerasi didirikan atas dasar adanya kesamaan kebutuhan diantara


para anggotanya, Kebutuhan yang sama ini lalu diusahakan
pemenuhnya melalui pembentukan perusahaan. Dengan adanya
perusahaan yang dimilki secara bersama-sama, maka diharapkan
kebutuhan itu dapat dipenuhi dengan cara yang lebih baik disbanding
dengan dilakukan oleh masing-masinganggota secara perorangan.

2. Koperasi didirikan atas dasar kesadaran mengenai keterbatasan


kemampuan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk menyatukan diri
demi keepentingan bersama yang lebih besar. Usaha itu dilandasi oleh
suatu cita-cita yang luhur untuk menolong diri sendiri atas dasar
keyakinan akan harga diri, kesadaran pribadi serta rasa setia kawan.

3. Koperasi didirikan atas dasra kesukarelaan dan keterbukaan. Tidak

8
boleh ada pakasaan.

D. Jenis-jenis Koperasi di Indonesia


1. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Undang-Undang ( UU )

Penjenisan koperasi diatur dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 25 Tahun


1992 tentang Perkoperasian yang mana menyebutkan bahwa jenis koperasi
didasarkan pada kesamaan kegiatan dan kepentingan ekonomi anggotanya.
Dengan demikian, sebelum kita mendirikan koperasi harus metentukan secara
jelas keanggotaan dan kegiatan usaha. Dasar untuk menentukan jenis koperasi
adalah kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan ekonomi anggotanya.

Ada dua jenis koperasi yang cukup dikenal luas oleh masyarakat, yakni KUD
dan KSP. KUD (Koperasi Unit Desa) tumbuh dan berkembang subur pada masa
pemerintahan orde baru.Sedangkan KSP (Koperasi Simpan Pinjam) tumbuh dan
berkembang dalam era globalisasi saat ini. KUD dan KSP hanyalah contoh dari
sekian jenis koperasi.

Sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 25/1992 tentang Perkoperasian,


bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau
badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasar prinsip
koperasi, sehingga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas
kekeluargaan. Sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas
kekeluargaan, koperasi memiliki tujuan untuk kepentingan anggotanya antara lain
meningkatkan kesejahteraan, menyediakan kebutuhan, membantu modal, dan
mengembangkan usaha.

Dalam praktiknya, usaha koperasi disesuaikan dengan kondisi organisasi dan


kepentingan anggotanya.

9
2. Jenis Koperasi Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan kondisi dan kepentingan muncul jenis-jenis koperasi sebagai


berikut, yaitu;

Koperasi berdasarkan fungsinya :

a) Koperasi Konsumsi
Koperasi yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan umum sehari-hari
para anggotanya. Yang pasti barang kebutuhan yang dijual di koperasi
harus lebih murah dibantingkan di tempat lain, karena koperasi bertujuan
untuk mensejahterakan anggotanya.
b) Koperasi Jasa
Fungsinya adalah untuk memberikan jasa keuangan dalam bentuk
pinjaman kepada para anggotanya. Tentu bunga yang dipatok harus lebih
rendah dari tempat meminjam uang yang lain.
c) Koperasi Produksi
Bidang usahanya adalah membantu penyediaan bahan baku, penyediaan
peralatan produksi, membantu memproduksi jenis barang tertentu serta
membantu menjual dan memasarkannya hasil produksi tersebut.
Sebaiknya anggotanya terdiri atas unit produksi yang sejenis.Semakin
banyak jumlah penyediaan barang maupun penjualan barang maka
semakin kuat daya tawar terhadap suplier dan pembeli.

10
3. Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya

Secara umum, berdasar jenis usaha, koperasi terdiri atas Koperasi Simpan
Pinjam (KSP), Koperasi Serba Usaha (KSU), Koperasi Konsumsi, dan Koperasi
Produksi.

a) Koperasi Simpan Pinjam (KSP)


KSP adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung
simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung
(menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam
dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan
melalui rapat anggota. Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat
dikatakan dari, oleh, dan untuk anggota.
b) Koperasi Serba Usaha (KSU)
KSU adalah koperasi yang bidang usahanya bermacam-macam.
Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani
kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit produksi, unit
wartel.
c) Koperasi Pasar (Koppas)
Koperasi pasar yang beranggotakan para pedagang pasar.
d) Koperasi Konsumsi
Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan
kebutuhan sehari-hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya
kebutuhan bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga.
e) Koperasi Produksi
Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat
barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama. Anggota
koperasi ini pada umumnya sudah memiliki usaha dan melalui koperasi
para anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.

11
4. Koperasi Berdasarkan Kenggotaanya
a. Koperasi Unit Desa (KUD)

Koperasi unit desa ini berdasar Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 4
Tahun 1973, adalah merupakan bentuk antara dari Badan Usaha Unit Desa (BUUD)
sebagau suatu lembaga ekonomi berbentuk koperasi, yang dalam perkembangannya
kemudian dilebur atau disatukan menjadi satu KUD. Dengan keluarnya Instruksi
Presiden RI No. 2 Tahun1978, KUD bukan lagi merupakan bentuk antara dari
BUUD tetapi telah menjadi organisasi ekonomi yang merupakan wadah bagi
pengembangan berbagai kegiatan masyarakat pedesaan itu sendiri serta memberikan
pelayanan dan masyarakat pedesaan.

Koperasi Unit Desa adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat


pedesaan.. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha ekonomi pedesaan, terutama
pertanian. Untuk itu, kegiatan yang dilakukan KUD antara lain menyediakan pupuk,
obat pemberantas hama tanaman, benih, alat pertanian, dan memberi penyuluhan
teknis pertanian.

b. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Sebelum KPRI, koperasi ini
bernama Koperasi Pegawai Negeri (KPN). KPRI bertujuan terutama meningkatkan
kesejateraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup
departemen atau instansi.

c. Koperasi Sekolah

Koperasi Sekolah memiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan,
dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan
warga sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain.
Keberadaan koperasi sekolah bukan semata-mata sebagai kegiatan ekonomi,

12
melainkan sebagai media pendidikan bagi siswa antara lain berorganisasi,
kepemimpinan, tanggung jawab, dan kejujuran.

5. Jenis Koperasi Berdasarkan Tingkat Dan Luas Daerah Kerja


a. Koperasi Primer

Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota


sebanyak 20 orang perseorangan.

b. Koperasi Sekunder

Koperasi sekunder adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan


koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan
koperasi primer. Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :

Koperasi pusat ialah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5


koperasi primer.
Gabungan koperasi ialah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi
pusat.
Induk koperasi ialah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3
gabungan koperasi.

6. Jenis koperasi menurut PP No. 60/1959


a. Koperasi Desa

Adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari penduduk desa yang


mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dalam koperasi dan menjalankan
aneka usaha dalam suatu lingkungan tertentu. Untuk suatu daerah kerja tingkat
desa, sebaiknya hanya ada satu koperasi desa yang tidak hanya menjalankan
kegiatan usaha bersifat single purpose , tetapi juga kegiatan usaha yang
bersifat multi purpose (serba usaha) untuk mencukupi kebutuhan para anggotanya
dalam satu lingkungan tertentu, misalnya : (a) Usaha pembelian alat-alat tani. (b)

13
Usaha pembelian dan penyeluran pupuk. (c) Usaha pembelian dan penjualan
kebutuhan hidup sehari-hari.

b. Koperasi Pertanian (Koperta)

Koperta adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari para petani pemilik
tanah, atau buruh tani dan orang yang berkepentingan serta bermata pencaharian
yang berhubungan dengan usaha-usaha pertanian.

c. Koperasi Peternakan
Koperasi yang anggotanya terdiri dari peternak, pengusaha peternakan yang
berkepentingan serta bermata pencaharian yang berhubungan dengan soal-soal
pertanian.

d. Koperasi Industri/kerajinan
Koperasi industri/kerajinan adalah anggotanya terdiri dari para pengusaha
kerajinan/industri dan buruh yang berkepentingan serta mata pencahariannya
langsung berhubungan denan kerajinan atau industri.

e. Koperasi Simpan Pinjam/Koperasi Kredit


Koperasi yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang mempunyai
kepentingan langsung dalam soal-soal dalam perkreditan atau simpan pinjam.

f. Koperasi Perikanan
Koperasi yang anggotanya terdiri dari para peternak ikan, pengusaha
perikanan dan sebaginya yang berkepentingan dengan mata pencaharian soal-soal
perikanan.

g. Koperasi Konsumsi

14
Koperasi yang anggotanya terdiri dari tiap-tiap orang yang mempunyai
kepentingan langsung dalam lapangan konsumsi. Koperasi jenis ini bisanya
menjalankan usaha untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari para anggotanya dan
masyarakat sekitarnya.

7. Jenis Koperasi Menurut Teori Klasik


a. Koperasi Pemakaian
b. Koperasi Penghasilan atau Produksi
c. Koperasi Simpan Pinjam

15
BAB III

KESIMPULAN

Sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 25/1992 tentang Perkoperasian,


bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan
hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasar prinsip koperasi,
sehingga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan, koperasi
memiliki tujuan untuk kepentingan anggotanya antara lain meningkatkan
kesejahteraan, menyediakan kebutuhan, membantu modal, dan mengembangkan
usaha.

Koperasi sangat berperan penting ditengah masyarakat Indonesia,terutama


dalam proses berlangsungnya perekonomian Indonesia ditengah masyarakat.
Hampir setiap orang mengenal Koperasi. Ekonomi Kerakyatan biasa dikenal orang
sebagai paham ekonomi yangberpihak pada rakyat. Dalam hal ini yang dimaksut
adalah rakyat miskin.Koperasi ditengah-tengah masyarakatdirasa sangatlah penting
untuk membantu masyarakat itu sendiri serta mengurangi beban pemerintah dalam
menjaga kestabilan perekonomian negara.

Jadi koperasi itu sangat lah menolong masyarakat, karena pelayanan yang
diberikan koperasi sangatlah banyak dan ikut membantu mensejahterakan
masyarakat dan para anggotanya , serta koperasi sangatlah membantu pemerintah
untuk membuka lapangan pekerjaan dan mensejahterakan masyarakat dan
anggotanya nya. Serta berperan besar untuk perubahan ekonomi pada masyarakat.

Penjenisan koperasi diatur dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 25 Tahun


1992 tentang Perkoperasian yang mana menyebutkan bahwa jenis koperasi

16
didasarkan pada kesamaan kegiatan dan kepentingan ekonomi anggotanya.
Yangmana didalamnya terdapat beberapa pembagian dan berbentuk-bentuk jenis
usaha yang berbeda satu sama yang lain, seperti dari segi;

Koperasi menurut fungsinya


Koperasi menurut jenis usaha
Koperasi menurut keanggotaannya
Koperasi menurut tingkat dan luas daerah kerja
Koperasi menurut PP No. 60/1959
Koperasi menurut teori klasik
Sehingga kami mengetahui lebih banyak jenis-jenis koperasi yang ada di
indonesia ini beserta pedoman yang ada di koperasi masing tersebut.

17
DAFTAR PUSTAKA

http://robbypras.blogspot.co.id/2016/12/peranan-koperasi-dalam-perekonomian.html

http://www.academia.edu/9685670/PERAN_KOPERASI_DALAM_EKONOMI_KE
RAKYATAN

http://luqmanhakim0493.blogspot.co.id/2015/05/koperasi-dan-jenis-jenisnya.html

18