Anda di halaman 1dari 8

Fita Amalina Yusrina (1484202147)

Kelas 5 A2

Statistika

1. Perhatikan Tabel Berikut !


Nilai Frekuensi Nilai Mean dari data di samping adalah....
6 7 Pembahasan:
7 8
8 12 (6)(7) + (7)(8) + (8)(12) + (9)(8) + (10)(5)
=
9 8 7 + 8 + 12 + 8 + 5
10 5 42 + 56 + 96 + 72 + 50 316
= = = 7,9
40 40
Maka, rataan hitung / mean ( ) adalah 7,9.

2. Tentukan modus data dibawah ini !


Berat Badan Frekuensi Pembahasan:
(kg)
Dari data tersebut, tampak bahwa modus terletak pada kelas 41 46
35-40 5
dengan = 6 dan panjang klas = 6. Oleh karena itu, =
41-46 6
40,5 , 1 = 6 5 = 1, dan 2 = 6 5 = 1. Jadi modus data itu adalah
47-52 5
53-58 4
1 1
= + [ ] = 40,5 + 6 [ ] = 40,5 + 3 = 43,5
1 + 2 1+1

Maka, modus data ( ) adalah 43,5.

3. Tentukan kuartil bawah dari data berikut


Berat Pembahasan:
Frekuensi
Badan kumulatif Dari data tersebut, dapat ditentukan sebagai berikut. Kuartil
()
(kg) bawah (1 ) yang terletak pada kelas interval dengan frekuensi
1
31-35 7 7 kumulatif mencapai 2 dari 30, yaitu kelas 36-40. Oleh karena itu,
36-40 10 17 dapat ditentukan bahwa tepi bawah = 36 0,5 = 35,5 , tepi
41-45 5 22 = atas 40 + 0,5 = 40,5, panjang kelas = 5, frekuensi
kumulatif sebelum kelas median 2 = 7 dan frekuensi kelas
46-50 8 30
median = 10.

Jadi,
30
7
1 = 35,5 + 5 [ 2 ] = 35,5 + 4 = 39,5
10
Maka, kuartil bawah (1 ) adalah 39,5.
4. Tentukan simpangan rata-rata dari data berikut !
3, 4, 6, 7, 5, 3, 5, 8, 7
Pembahasan:
Diketahui data : 3, 4, 6, 7, 5, 3, 5, 8, 7. Data ini jika di urutkan dari terkecil ke terbesar, menjadi 3,
3, 4, 5, 5, 6, 7, 7, 8.
3 + 3 + 4 + 5 + 5 + 6 + 7 + 7 + 8 48
Rata-rata = = = 5,33
9 9
9

| | = |3 5,33| + |3 5,33| + |4 5,33| + |5 5,33| + |5 5,33| + |6 5,33|


=1
+|7 5,33| + |7 5,33| + |8 5,33|

= 2,33 + 2,33 + 1,33 + 0,33 + 0,33 + 1,33 + 2,33 + 2,33 + 3,33

=15,97

Maka, simpangan bakunya adalah 15,97.

5. Nilai rata-rata ulangan matematika dari suatu kelas adalah 6,9. Jika dua siswa baru yang nilainya 4
dan 6 digabungkan, maka nilai rata-rata kelas tersebut menjadi 6,8. Banyaknya siswa semula
adalah.....
Pembahasan:
x1 x2 xn
(1) 6,9
n
x x2 xn 4 6
(2) 1 6,8
n2

Nilai n = .... ?
Dari (1) dan (2) diperoleh:
6,9n 10 6,8(n 2)
0,1n 3,6
n 36
Maka, banyaknya siswa semula adalah 36.
Peluang

1. Pada sebuah lemari tersimpan 4 kemeja panjang dan 5 kemeja pendek. Jika diambil 2 kemeja secara
acak satu persatu berturut-turut tanpa pengembalian, maka peluang terambil pertama kemeja panjang
dan kedua kemeja pendek adalah...
Pembahasan :
4
Peluang terambilnya kemeja panjang pada pengambilan pertama P(A) = 9
5
Peluang terambilnya kemeja pendek pada pengambilan kedua P(B) = 8
Maka,
4 5 5
( ) = ()(|) = =
9 8 18
5
Jadi, peluangnya adalah 18

2. Sebuah kotak berisi 6 bola biru dan 5 bola merah. Dari dalam kotak itu diambil 3 bola sekaligus.
Tentukan peluang terambil bola ketiga-tiganya bukan merah.
Pembahasan :
Banyaknya cara pengambilan 3 bola merah adalah
5!
35 = = 10 cara
(5 2)! 2!
Banyak cara pengambilan 3 bola dari seluruh bola dalam kotak (11 bola) adalah
11!
311 = = 165 cara
(11 3)! 3!
Misalkan A adalah kejadian terambil ketiga-tiganya bola meah
10 2
() = =
165 33
Maka, peluang terambil ketiga-tiganya bukan merah adalah
2 31
( ) = 1 () = 1 =
33 33

3. Dua buah dadu dilempar bersama-sama satu kali. Peluang munculnya mata dadu berjumlah 8 atau 10
adalah. . .
Pembahasan :
( ) = () + () ()
() =
Jumlah sample = () = 6 6 = 36 ()
() () mata dadu berjumlah 10
() =
() () = {(4,6), (5,5). (6,4)} = 3
() mata dadu berjumlah 8 3
() =
() = {(2,6), (3,5), (4,4), (5,3), (6,2)} 36
=5 Maka peluang munculnya mata dadu
5 berjumlah 8 atau 10 adalah :
() = 5 3 8 2
36 ( ) = + = =
36 36 36 9
2
Peluangnya adalah 9
4. Banyaknya garis yang dapat dibuat dari 12 titik yang tersedia dengan tidak ada 3 titik yang segaris
adalah . . .
Pembahasan :
Menjawab soal di atas menggunakan kombinasi karena prinsip AB=BA, tidak memperhatikan urutan
ada karena satu garis memerlukan 2 titik maka hasil adalah hasil kombinasi dibagi 2 :

312
Banyaknya garis yang dapat dibuat =
2

12! 12.11.10
3! (12 3)! 220
= = 3.2.1 = = 110
2 2 2
Jadi, banyaknya garis yang dapat dibuat adalah 110.

5. Banyak bilangan antara 2000 dan 6000 yang dapat disusun dari angka 0,1,2,3,4,5,6,7 dan tidak ada
angka yang sama adalah . . .
Pembahasan :
Jumlah angka = 8 (0,1,2,3,4,5,6,7)
Akan terdiri dari 4 angka XXXX
Angka pertama = 4
Angka 0, 1, 6, dan 7 tidak ikut, kenapa ?
Bilangan di atas akan merupakan bilangan 2013 s/d 5987 dan tidak ada angka yang sama.
Angka 0,1,6,7 untuk angka pertama tidak masuk dalam range bilangan.

Angka kedua = 8-1 = 7 (angka berkurang 1)


Angka ketiga = 8 2 = 6 (angka berkurang 2)
Angka keempat = 8-3 = 5 (angka berkrang 3)

Angka berkurang karena tidak ada angka yang sama , maka banyaknya bilangan yang dapat disusun
:
4 7 6 5 = 840
Jadi, banyaknya bilangan yang dapat disusun adalah 840
Lingkaran

1. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik P(2,0) , Q(0,-2), dan R(4,-2) !
Pembahasan :
Bentuk umum persamaan lingkaran 2 + 2 + 2 + 2 + = 0
dengan pusat (, )
P(2,0) 4 + 0 + 2. 2 + 0 + = 0 . . . (1)
Q(0,-2) 0 + 4 + 0 + 2. (2) + = 0 . . . (2)
R(4,-2) 16 + 4 + 8 4 + = 0 . . . (3)
Eleminiasi (1) & (2) Eliminasi (1) & (3) dan subtitusikan =
4 + 4 + = 0 4 + 4 + = 0
4 4 + = 0 20 + 8 4 + = 0
4 + 4 = 0 16 4 + 4 = 0
= 4 4() = 16
8 = 16
=2
= 2
Subtitusikan = 2 , = 2 ke persamaan (1)

4 + 4 + = 0
48+ =0
=4

2 + 2 + 2 + 2 + = 0 2 + 2 + 2(2) + 2(2) + 4 = 0

2 + 2 4 + 4 + 4 = 0

Jadi, bentuk persamaanya adalah 2 + 2 4 + 4 + 4 = 0

2. Tentukan pusat dan jari-jari lingkaran dengan persamaan 2 + 2 6 18 + 89 = 0


Pembahasan :
1 1
Pusat = ( , ) 1 1
2 2 = 2 + 2
1 1 2 2
= ( (6), (18))
2 2
= (3,9) 1 1
= (6)2 + (18)2 89
2 2

1 1
= (36) + (324) 89
2 2
= 9 + 81 39
= 81
=9

Jadi, pusatnya (3,9) dan jari-jarinya 9


3. Tentukan persamaan garis singgung di titik yang memiliki absis pada satu lingkaran 2 + 2 = 10
Pembahasan :
2 + 2 = 10, = 1
Titik T (1 , 1 ) terletak pada 2 + 2 = 10
2 + 2 = 10
(1)2 + 2 = 10 Titik singgungnya (1,3) dan (1,-3)
2 = 9
= 3
Persamaan garis singgung melalui titik (1,3) pada 2 + 2 = 10 adalah
1 + 1 = 2
1 + 3 = 10
+ 3 = 10
Persamaan garis singgung melalui titik (1,-3) pada 2 + 2 = 10 adalah
1 + 1 = 2
1 + (3) = 10
3 = 10
4. Tentukan persamaan garis singgung lingkaran ( 2)2 + ( + 1)2 = 17 di titik potong garis = 3!
Pembahasan :
( 2)2 + ( + 1)2 = 17 Didapati titik singgungnya yakni (3,3) dan (3, 5)
(3 2)2 + ( + 1)2 = 17 (3,3) (1 2)( 2) + (1 + 1)( + 1) = 17
2 2 (3 2)( 2) + (3 + 1)( + 1) = 17
(1) + ( + 1) = 17
2 ( 2) + 4( + 1) = 17
( + 1) = 17 1
2 + 4 + 2 = 17
( + 1) = 16
+ 1 = 16 + 4 = 15
+ 1 = 4 (3, 5) (1 2)( 2) + (1 + 1)( + 1) = 17
(3 2)( 2) + (5 + 1)( + 1) = 17
+1=4 + 1 = 4 ( 2) 4( + 1) = 17
=3 = 5 4 6 = 17
4 = 23

Jadi, terdapat dua persamaan garis singgung yakni, + 4 = 15 dan 4 = 23

5. Tentukan persamaan lingkaran jika diketahui P(1,3) melalui titik (-2,-1) !


Pembahasan :
= (1 + 2)2 + (3 + 1)2 = 9 + 16 = 25 = 5
Persamaan=( 1)2 + ( 3)2 =52
Suku Banyak

1. Persamaan 2 3 2 + 7 2 = 0 mempunyai 2 akar yang saling berkebalikan,


tentukan nilai !
Pembahasan :
2 3 2 + 7 2 = 0
1
1 = 2 = 3 =


1 2 3 =

1 2
= ( )
2
= 1
persamaan suku banyak
2(1)3 (1)2 + 7(1) 2 = 0
2 + 7 2 = 0
= 7
= 7
2. Jika sukubanyak () dibagi ( 1) sisanya 3, sedangkan jika dibagi ( + 2) sisanya 6,
tentukan sisanya jika () dibagi ( 1)( + 2) !
Pembahasan :
(): ( 1) sisa = 3 (1) = 3
(): ( + 2) sisa = 6 (2) = 6
(): ( + 2)( 1)() + ( + )
Untuk = 1 (1) = 3 + =3
Untuk = 2 (2) = 3 2 + = 6
3 = 3
= 1
=4
Jadi, sisanya () = + = + 4
3. Tentukan hasil dan sisa pembagian () = 2 3 + 4 2 + 5 + 7 oleh ( 2) menggunakan
cara Horner.
Pembahasan :
2 3 + 4 2 + 5 + 7 =
=2 2 4 5 7
4 16 42
+
2 8 21 49 = sisa pembagian
Koefesien Hasil Bagi
Hasil yang diperoleh adalah () = 2 2 + 8 + 21 dengan () = 49 .
4. Tentukan hasil dan sisa pembagian dari () = 4 3 + 4 2 + 15 oleh (2 + 3)
Pembahasan:
3
Kita akan menggunakan cara Horner. Pembagi bernilai nol jika = 2
3
= 24 4 1 15

6 3 3
+
4 2 2 12

() 4 2 2+2
Jadi, diperoleh hasil bagi, = = 2 2 + 1
2 2

5. Tentukan hasil dan sisa pembagian 4 3 2 + 2 oleh 2 2 !


Jawab :
() = 4 3 2 + 2
() = 2 2
1 = ( 2), bernilai nol pada = 2
2 = ( + 1), bernilai nol pada = 1
Selanjutnya kita gunakan cara Horner berikut.
() = 4 + 0 3 + 3 2 + 2
=2 1 0 3 1 2
2 4 2 6 +
1 2 1 3 4 = 1
= 1 1 1 0 +
1 1 0 3 = 2

Jadi hasil pembagian 4 3 2 + 2 oleh 2 2 adalah () = 2 + , sedangkan


sisanya dapat dihitung dengan rumus () = 1 . 2 + 1.
() = ( 2). +4
= 3 6 + 4
= 3 2