Anda di halaman 1dari 5

AHMAD SYANJAYA

1113210019
BSNIS INTERNASIONAL

HUBUNGAN SOSIOKULTURAL DALAM BISNIS INTERNASIONAL


Kebudayaan adalah Keseluruhan kepercayaan, aturan, teknik, kelembagaan, dan barang-
barang perkakas buatan manusia yang mencirikan penduduk manusia. Apabila orang-orang
bekerja di dalam masyarakat dan budaya yang berbeda dari budaya mereka sendiri, masalah-
masalah yang mereka hadapi berhubungan dengan seperangkat budaya akan lebih diperumit oleh
sejumlah perangkat budaya yang mereka temukan dalam tiap-tiap pasar luar negerinya.
Sayangnya terlalu sering terjadi orang yang akrab hanya dengan satu pola budaya
mungkin percaya bahwa mereka mempunyai kesadaran terhadap perbedaan budaya di tempat
lain, padahal sebenarnya tidak demikian. Kecuali mereka memiliki kesempatan untuk melakukan
perbandingan-perbandingan dengan budaya-budaya lain, mereka barangkali bahkan tidak sadar
pentingnya ciri-ciri budayanya sendiri. Mereka juga mungkin tidak mengetahui kenyataan bahwa
banyak masyarakat menganggap budayanya sendiri lebih unggul daripada semua budaya lainnya
(etnosentrisitas).
E.T. Hall, seorang ahli antropologi terkenal, menyatakan bahwa untuk mempelajari
karakteristik budaya-budaya sehingga dapat beradaptasi dengannya dapat dicapai hanya dengan
dua cara: (1) menghabiskan seumur hidup di sebuah negara atau (2) menjalani suatu program
pelatihan yang sangat canggih dan ekstensif yang mencakup karakteristik-karakteristik utama
dari sebuah budaya, termasuk bahasa. Program dimaksud harus lebih dari sekedar penjelasan
singkat mengenai kebiasaan/adat istiadat sebuah negeri, tetapi hendaknya merupakan studi
mengenai apakah budaya itu dan apa yang dilakukannya, membedakan beberapa pengetahuan
dari berbagai cara di mana perilaku manusia telah dilembagakan dalam sebuah negeri.

Budaya Mempengaruhi Semua Fungsi Bisnis


Pemasaran. Dalam pemasaran misalnya, beraneka ragam sikap dan nilai menghambat
banyak perusahaan untuk menggunakan bauran pemasaran yang sama di semua pasar.
Manajemen sumber daya manusia. Budaya nasional juga merupakan kunci yang menentukan
untuk mengevaluasi para manajer. Di Amerika Serikat, umumnya keberhasilan merupakan
kriteria bagi pemilihan dan promosi para eksekutif, tetapi di Inggris, seorang manajer umum
(general manager) Amerika mengeluh karena orang-orang dipromosikan dengan
mempertimbangkan sekolah yang telah diselesaikannya dan latar belakang keluarga mereka
tetapi bukan karena keberhasilannya.

Produksi dan Keuangan.


Permasalahan yang dapat timbul pada bagian kepegawaian karena perbedaan sikap terhadap
penguasa, merupakan variabel sosiokultural yang lain. Orang-orang Amerika Latin secara
tradisional telah menganggap manajer sebagai patron (guru), tokoh otokratis yang bertanggung
jawab atas kesejahteraan mereka. Ketika para manajer Amerika yang terbiasa dengan gaya
kepemimpinan partisipatif dipindahkan ke Amerika Latin, mereka harus menjadi lebih otoriter,
jika tidak, karyawan-karyawannya akan menganggapnya lemah dan tidak mampu, lalu mereka
akan menghadapi kesulitan serius agar perintah-perintahnya dilaksanakan. Para manajer produksi
menemukan bahwa sikap terhadap perubahan dapat berpengaruh serius terhadap penerimaan
metode produksi baru; bahkan para bendaharawan mengetahui ampuhnya kekuatan sosiokultural.
Ketika mengadakan pendekatan kepada bank-bank lokal, dengan dibekali neraca lajur yang
bagus sekali, akhirnya mengetahui bahwa bank-bank itu lebih mementingkan siapa mereka
daripada berapa kuat perusahaan mereka. Salah satu alasan timbulnya permasalahan keuangan
Disney di Paris adalah sikap arogan dan tidak sensitif dari para eksekutif Disney terhadap budaya
bisnis Eropa.

Unsur-unsur Sosiokultural terdiri dari:

1. Estetika
Estetika berkaitan dengan rasa keindahan, budaya dan selera yang baik dan diungkapkan dalam
seni, drama, musik, cerita rakyat dan tari-tariannya.

2. Sikap dan Kepercayaan


Setiap budaya memiliki seperangkat sikap-sikap dan kepercayaan yang mempengaruhi hampir
seluruh perilaku manusia dan membantu membawa ketertiban kepada masyarakat dan individu-
individunya. Semakin banyak yang dapat dipelajari para manajer tentang sikap-sikap kunci
tertentu, semakin siap mereka untuk memahami mengapa orang-orang berperilaku seperti yang
mereka perbuat, utamanya ketika reaksi-reaksi mereka berbeda dari harapan seperti yang telah
dipelajari para manajer itu dalam berurusan dengan masyarakatnya sendiri.

3. Agama
Agama, sebuah unsur kebudayaan yang penting, bertanggung jawab atas berbagai sikap
kepercayaan yang mempengaruhi perilaku manusia. Suatu pengetahuan mengenai prinsip-prinsip
dasar beberapa agama besar akan memberikan pemahaman yang lebih baik mengapa sikap
orang-orang begitu jauh berbeda dari satu negara ke negara lain. Etika kerja Protestan dan
Konfusius adalah untuk memuliakan Tuhan dengan bekerja keras dan mempraktikkan prinsip-
prinsip.

4. Kebudayaan material
Kebudayaan material merujuk kepada semua obyek buatan manusia dan berhubungan dengan
bagaimana orang membuat benda-benda (teknologi) dan siapa membuat apa dan mengapa (ilmu
ekonomi).

Teknologi
Teknologi suatu masyarakat adalah bauran pengetahuan yang dapat digunakan yang
diterapkan masyarakat dan diarahkan kepada pencapaian tujuan-tujuan ekonomi dan budaya;
Ia ada dalam beberapa bentuk di setiap organisasi budaya.
Dualisme teknologi.
Adanya teknologi maju dan teknologi primitif dalam sistem produksi yang digunakan secara
berdampingan.
Teknologi tepat guna.
Teknologi (maju, menengah atau primitif) yang paling cocok dengan masyarakat yang
menggunakannya.
Efek bumerang.
Apabila teknologi yang dijual kepada perusahaan-perusahaan di negara lain digunakan untuk
memproduksi barang-barang yang menyaingi barang-barang dari penjual teknologi itu.

5. Pendidikan
Meskipun pendidikan dalam artian yang paling luas dapat dianggap sebagai bagian dari proses
belajar yang memperlengkapi seorang individu untuk mengambil tempatnya di dalam
masyarakat dewasa, hampir setiap orang di budaya Euramerican (orang Eropa dan Amerika)
menyamakan pendidikan dengan sekolah formal.

Brain drain. Perpindahan tenaga-tenaga profesional berpendidikan tinggi ke negara lain.


Reverse brain drain. Kembalinya tenaga-tenaga profesional berpendidikan tinggi ke negara
asalnya.

6. Bahasa
Barangkali perbedaan budaya yang paling kentara dipahami oleh pendatang baru dalam bisnis
internasional adalah dalam cara berkomunikasi.

Bahasa percakapan. Bahasa adalah kunci bagi kebudayaan, dan tanpa bahasa orang
menemukan dirinya terisolasi dari semua hal, kecuali lingkaran budaya.
Bahasa menggambarkan budaya. Bahasa-bahasa yang diucapkan memisahkan budaya persis
seperti hambatan-hambatan fisik.
Bahasa asing. Ketika banyak bahasa yang diucapkan terdapat dalam sebuah negara ( India
dan banyak bangsa-bangsa Afrika), bahasa asing biasanya berlaku sebagai kendaraan utama
untuk komunikasi lintas budaya.

7. Organisasi Kemasyarakatan
Setiap masyarakat memiliki suatu struktur atau organisasi yang pengaturan hubungan-
hubungannya yang terpola mendefinisikan dan mengatur cara anggota-anggotanya berhubungan
satu sama lain.

Pertalian keluarga. Keluarga adalah satuan dasar kelembagaan yang berdasarnya pertalian
keluarga. Tidak seperti keluarga Amerika, yang pada umumnya terdiri atas orang tua dan
anak-anak mereka, keluarga-keluarga di banyak negara - terutama di negara berkembang -
diperluas dengan memasukkan seluruh famili berdasarkan darah dan berdasarkan perkawinan.
Keluarga besar. Termasuk keluarga sedarah dan keluarga karena hubungan perkawinan.
Untuk perusahaan di luar negeri, keluarga besar (extended family) adalah sumber karyawan-
karyawan dan koneksi bisnis. Kepercayaan bahwa orang menempatkan famili-famili mereka,
walaupun jauh, bisa memotivasinya untuk membeli dari sebuah pemasok yang dimiliki oleh
keponakan dari keponakannya, meskipun harganya lebih tinggi.
Tanggung jawab anggota. Meskipun keluarga besar adalah luas, rasa tanggung jawab setiap
anggota terhadapnya adalah kuat. Inisiatif pribadi untuk bekerja berkurang ketika ia mungkin
diminta untuk membagi penerimaan pribadinya dengan anggota keluarga besar yang tidak
bekerja, tidak peduli apa pertalian keluarganya.
Asosiasi. Unit-unit sosial yang tidak berdasarkan hubungan keluarga, dikenal sebagai asosiasi
oleh para ahli antropologi, bisa dibentuk berdasarkan umur, jenis kelamin atau minat yang
sama.
Umur/usia. Para pabrikan barang-barang konsumen cukup sadar mengenai pentingnya
membuat segmentasi pasar berdasarkan kelompok umur, yang sering kali mengabaikan
budaya. Kenyataan ini telah memungkinkan para pemasar berhasil menjual produk-produk
seperti pakaian dan rekaman pasar muda-mudi baik di negara maju maupun berkembang.
Gender. Pada umumnya, negara-negara yang kurang maju kurang memiliki persamaan gender
dalam hal kesempatan kerja dan pendidikan. Meskipun dewasa ini, Cina menawarkan ucapan
selamat hanya atas kelahiran seorang anak; kelahiran anak perempuan mengakibatkan
perasaan duka.

ASPEK SOSIAL BUDAYA


Perbedaan struktur sosial budaya, yang mirip hasil produk budaya masyarakat maju,
merupakan kendala bagi perusahaan internasional. Suatu perusahaan asing secara sadar/ tidak,
membawa tata nilai budaya negara asalnya, yang berlainan dengan tata nilai masyarakat
setempat, sehingga memungkinkan terjadinya bentrokan sosial budaya antar kedua belah pihak.
Aspek sosial budaya ini dapat mempengaruhi fungsi-fugsi manajemen, pemasaran,
sumber daya manusia, produksi, dan strategi perusahaan. Banyak contoh bisa dikemukakan,
tetapi yang jelas perusahaan multinasional sebaiknya menyesuaikan strateginya dengan sistem
sosial budaya masyarakat lokal. Adaptasi sosial budaya dimaksudkan untuk mengurangi resiko
konflik atau pertentangan sosial budaya dengan masyarakat lokal.
Contoh:
Masuknya produk-produknya impor, hamburger, dan lain-lain telah merubah gaya hidup
masyarakat terutama yang ingin mengidentifikasikan diri sebagai masyarakat modern.
Norma budaya barat melakukan sikap ibyektif atas dasar analisis fakta, sedangkan budaya timur
mendasarkan pada hal yang pribadi, emosional, mistikal dan lain-lain.
Dalam budaya timur jauh, sikap sopansantun dianggap lebih bernilai daripada kebenaran.
Eksekutif jepang, misalnya, merasa tidak wajar untuk mengatakan tidak dalam situasi-situasi
tertentu. Penghargaan terhadap waktu dan lain-lain.

ASPEK EKONOMI
Lingkungan ekonomi beserta perubahannya, baik didalam maupun di luar negeri,
berpengaruh terhadap kegiatan perusahaan internasional. Pertumbuhan dan perubahan struktur
ekonomi, yang merupakan unsur penting, sering menjadi perhatian oleh perusahaan-perusahaan
multinasional dalam melakukan kegiatan bisnis internasionalnya. Unsur-unsur tersebut turut
menentukan tingkat penawaran dan pemasaran dalam kegiatan bisnis internasional. Menurunnya
tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat melemahkan tingkat konsumsi masyarakat,
sehingga mengurangi daya beli mereka.
Hal ini terutama karena kegiatan-kegiatan perusahaan internasional didorong oleh
motivasi ekonomi dan perusahaan patut memperhtungkan perkembangan lingkungan eknomi.
Seperti, salah satu pendorong perusahaan AS memasuki pasar internasional adalah untuk
mencari pangsa pasar di luar negeri, akibat melemahnya pemasaran di dalam negeri sehubungan
menurunya GNP