Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Assalammualaikum wr.wb
Saya panjatkan puji syukur kepada kehadirat Allah swt. Yang senantiasa melimpahkan
rahmat dan hidayahNYA . Sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Siklus Kehidupan produk merupakan salah satu pembahasan yang ada di bidang ilmu
pemasaran. Yang dimana merupakan pembahasan tentang suatu produk. Dan untuk lebih
menjelaskan apa yang dimaksud siklus kehidupan produk. Saya menyadari bahwa tugas yang
saya kerjakan belum sepenuhnya sempurna. Saya mohon kritik dan saran kepada para
pembaca.
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya.
Dalam menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Wassalammualaikum wr.wb

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I PENDHULUAN 3
A. Latar Belakang 3
B. Rumusan Makalah 3
C. Tujuan Penulisan 3
BAB II PEMBAHASAN 4
A. Pengertian dan Tujuan Pengembangan Produk 4
B. Pengembangan Produk 4
C. Proses Pengembangan Produk Baru 5
D. Siklus Kehidupan Produk (Product Life Cycle) 8
BAB III PENUTUP 12
A. Kesimpulan 12
DAFTAR PUSTAKA 13

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam
bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan.
Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang
yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan
perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.
Untuk itu dalam suatu perusahaan harus mengetahui Siklus Kehidupan Produk, agar
dapat membuat suatu produk yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Dan
perushaannya berjalan lancar dan baik. Dan suatu perusahaan dapat menjalankan
perusahaannya dalam jangka waktu yang panjan , berkembang, dan memperoleh keuntungan.

B. Rumusan Masalah
Berikut rumusan masalah yang terkandung dalam makalah ini :
a. Apa Pengertian dan Tujuan Pengembangan Produk Baru ?
b. Bagaimana Proses Pengembangan Produk Baru ?
c. Apa itu Siklus Kehidupan Produk (PLC) ?

C. Tujuan Makalah
Berikut tujuan makalah ini di bentuk :
a. Untuk mengetahui apa Pengertian dan Tujuan Pengembangan Produk Baru ?
b. Untuk mengetahui bagaimana Proses Pengembangan Produk Baru ?
c. Untuk mengetahui apa itu Siklus Kehidupan Produk (PLC) ?

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Tujuan Pengembangan Produk

Pengembangan produk adalah serangkaian aktifitas yang dimulai dari analisis persepsi
dari peluang pasar kemudian diakhiri dengan tahap produksi, penjualan dan pengiriman
produk.

Tujuan dari pengembangan produk ialah menjelaskan suatu metode pengembangan


produk yang jelas dan terperinci yang di dalam tahapannya melibatkan fungsi-fungsi
pemasaran, perancangan dan manufaktur yang ada pada suatu perusahaan

B. Pengembangan Produk

Produk baru adalah barang dan jasa yang pada pokoknya berbeda dengan produk yang
telah dipasarkan oleh sebuah perusahaan.1

Pengembangan produk dapat ditujukan sebagai suatu proses berturut-turut yang


didasarkan pada informasi tertentu (informasi yang terbatas).

Beberapa kriteria produk baru adalah sebgai berikut:


1. Produk yang betul-betul baru, tidak ada produk substitusinya
2. Produk yang sama jenisnya, dengan model baru
3. Produk tiruan yang baru bagi perusahaan tetapi tidak baru bagi pasar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi berhasilnya pengembangan produk yaitu, faktor


keberuntungan, faktor keahlian, dan faktor penafsiran terhadap informasi yang ada.

Berikut tahap-tahap didalam siklus pengembangan produk baru:

1. Tahap penyaringan
Tahap ini dilakukan setelah berbagai macam ide tentang produk itu
tersedia. Jadi tahap ini merupakan pemilihan sejumlah ide dari berbagai

1
Drs. Basu Swastha DH., M.B.A. dan Drs. Irawan, M.B.A., Menejemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty
Yogyakarta,2003), hal.181.

4
sumber yaitu dari menejer perusahaan, pesaing, para ahli konsultan, para
penyalur, langganan, atau dari lembaga lain.
2. Tahap analisa bisnis
Masing-masing ide perlu dianalisa dari segi bisnis untuk mengetahui
sampai seberapa jauh kemampuan ide tersebut dalam menghasilkan laba.
3. Tahap pengembangan
Dari beberapa ide yang sudah dianalisa hanya ada sebagian yang perlu
dikembangkan yaitu ide yang dianggap lebih menguntngkan dibanding yang
lain.
4. Tahap pengujian
Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap pengembangan. Berikut
yang termasuk dalam tahap pengujian adalah :
a. Pengujian tentang konsep produk.
b. Pengujian terhadap kesukaan konsumen.
c. Penilaian laboratoris.
d. Tes penggunaanya.
e. Operasi pabrik percontohan (pilot plant).
5. Tahap komersialisasi
Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam rangkaian pengembangan
produk baru. Pada tahap ini semua fasilitas sudah disiapkan, baik fasilitas
produksi maupun pemasarannya.semua kegiatan harus dikoordinasikan
dengan baik. Dan hanya ada satu produk yang suskses secara komersial.
Pengelolaan kegiatan produk bukanlah merupakan tugas yang mudah
bagi perusahaan yang telah berhasil dengan produk barunya.Masalah-
maalah yang sering dihadapi banyak bersangkut-paut dengan tanggung
jawab, komunikasi,dan koordinasi hubungan kerja diantara berbagai
departemen dalam perusahaan.Agar pengembangan produk dapat lebih
efektif, maka kegiatan produksi,pemasaran dan penelitian harus saling
bekerja sama meskipun mempunyai tujuan yang berbeda.

C. Proses Pengembangan Produk Baru

Kotler dalam bukunya Marketing Management (2009) mengemukakan bahwa ada


delapan proses pengembangan produk baru yaitu mencakup: pemunculan gagasan (idea

5
generation), penyaringan gagasan (idea screening), pengembangan dan pengujian konsep
(concept development and testing), pengembangan strategi pemasaran (marketing strategy
development), analisis bisnis (business analysis), pengembangan produk (product
development), pengujian pasar (market testing), dan komersialisasi (commercialization).
Dalam setiap tahapan proses tersebut, manajemen akan mereview dan mengambil keputusan
apakah lanjut atau menghentikan proses pengembangan produk baru tersebut.

Gambar 1. Proses Pengembangan Produk Baru

Menurut Kotler dalam buku Marketing (1987), langkah-langkah penting dalam


pengembangan produk yang terlihat dalam gambar 2.4 dijelaskan di bawah ini:

1) Pemunculan gagasan (idea generation)

Pengembangan baru dimulai dengan penelitian terhadap berbagai gagasan


produk baru. Pemunculan gagasan baru harus sesuai dengan jenis usaha perusahaan dan
konsumen sebagai salah satu sumber yang paling logis untuk mencari gagasan-gagasan
produk baru.

2) Penyaringan gagasan (idea screening)

Tujuan penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan mencari


dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin.

6
3) Pengembangan dan pengujian konsep (concept development and testing)

Suatu ide atau gagasan yang lolos penyaringan selanjutnya dikembangkan


menjadi beberapa alternatif konsep produk. Dalam hal ini, konsep produk berbeda
dengan gagasan produk dan citra produk. Suatu gagasan produk adalah gagasan bagi
kemungkinan produk yang oleh perusahaan dianggap bisa ditawarkan ke pasar. Suatu
konsep produk adalah versi terinci dari ide yang diungkapkan dalam istilah konsumen
yang punya arti. Sedangkan suatu citra produk (image) adalah gambaran khusus yang
diperoleh dari produk nyata atau calon produk.

4) Pengembangan strategi pemasaran (marketing strategy development)

Pernyataan strategi pemasaran terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan


produk ke pasar. Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan tingkah laku pasar
sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian pasar, serta
sasaran keuntungan yang hendak dicari pada beberapa tahun pertama. Bagian kedua
dari pernyataan strategi pemasaran menguraikan harga produk yang direncanakan,
strategi distribusi, dan biaya pemasaran selama tahun pertama. Bagian ketiga
menjelaskan penjualan jangka panjang yang direncanakan, serta sasaran keuntungan
dan strategi bauran pemasaran selama ini.

5) Analisis usaha (business analysis)

Bila manajemen telah menentukan konsep produk dan strategi pemasaran,


perusahaan bisa mengevaluasi daya tarik usulan usaha itu. Manajemen harus menilai
penjualan, biaya, dan perkiraan laba untuk menentukan apakah mereka telah memenuhi
tujuan perusahaan. Jika telah memenuhi, produk bisa bergerak maju ke langkah
pengembangan produk.

6) Pengembangan produk (product development)

Bila konsep produk lolos dari uji analisis usaha, konsep itu lalu menuju riset
dan pengembangan dan/atau rekayasa untuk dikembangkan menjadi produk fisik.
Bagian riset dan pengembangan membuat satu atau beberapa versi bentuk fisik dari
konsep produk agar bisa menemukan sebuah prototipe yang memenuhi konsep produk
dan dapat diproduksi dengan biaya produksi yang telah dianggarkan.

7
7) Pengujian pasar (market testing)

Pengujian pasar ialah keadaan dimana produk dan program pemasaran


diperkenalkan kepada kalangan konsumen yang lebih otentik untuk mengetahui
bagaimana konsumen dan penyalur mengelola, memakai, dan membeli-ulang produk
itu dan seberapa luas pasarnya.

8) Komersialisasi

Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi


peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar. Dalam melemparkan suatu
produk, perusahaan harus memutuskan: kapan, dimana, pada siapa, dan bagaimana.

D. Siklus Kehidupan Produk (Product Life Cycle)


Produk memiliki umur yang terbatas, penjualan produk melalui berbagai tahap yang
berbedam laba naik dan turun pada berbagai tahap yang berbeda, produk memerlukan strategi
pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian, dan sumber daya manusia yang berbeda dalam
tiap siklus hidupnya.
Siklus Kehidupan produk (product life cycle) adalah konsep penting dalam pemasaran
yang memberikan pemahaman tentang dinamika suatu produk yang kompetitif. Pada saat yang
sama konsep itu terbukti, dapat menyesatkan bila tidak digunakan hati hati .

8
PLC merupakan konsep yang penting dalam pengembangan produk dan pemasaran
karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu poduk
hasil pengembangan.

Alasan perlu adanya PLC :

Produk memiliki umur yang terbatas


Penjualan produk melalui berbagai tahap yang berbeda, masing-masing memberikan
tantangan, peluang dan masalah yang berbeda bagi penjual
Laba naik dan turun pada berbagai tahap siklus hidup produk

Siklus hidup produk terdiri dari 5 tahap, yaitu:

1) Tahap penemuan dan pengembangan produksi (discovery and development)

Awal mula tahap yakni menemukan produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual,
lalu setelah terjadinya penemuan perusahaan mulai melakukan pengembangan produksi.

2) Tahap perkenalan (introduction)

Perkenalan (introduction); periode pertumbuhan penjualan yang lambat saat


produk itu diperkenalkan ke pasar. Tidak ada laba, karena besarnya biaya-biaya untuk
perkenalan produk. Tahap perkenalan ini menunjukan bahwa barang yang dipasarkan
benar-benar baru atau masyarakat belum tahu atau belum mengenalnya sehingga perlu
memperkenalkan barang tersebut pada masyarakat melalui penyampaian informasi dengan
kegiatan promosi yang gencar dan agresif menekankan merk penjualan, kelebihannya
dibandingkan dengan produk sejenis ataupun bagaimana kegunaanya bagi konsumen dan
lain-lain.
Tahap perkenalan ini biasanya memerlukan ongkos promosi yang sangat tinggi
sedangkan hasil penjualan masih berjumlah sedikit dalam memberikan tambahan
pendapatan produsen. Tujuan utama promosi adalah agar konsumen tahu dan mengenal
dengan baik produk perusahaan dan mulai menyukainya.

3) Tahap pertumbuhan (Growth)

Pertumbuhan (growth) dimana periode penerimaan pasar yang cepat dan


peningkatan laba yang besar. Tahap pertumbuhan ditunjukan dengan meningkatnya
volume penjualan dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar

9
yang sesuai. Usaha yang dilakukan dalam tahap ini adalah menurunkan kegiatan
promosinya untuk diganti dengan memperluas dan meningkatkan distribusi ke daerah-
daerah (lokasi-lokasi segmen pasar) yang belum dimasuki atau kegiatan promosi
digantikan dengan persaingan harga dengan perusahaan pesaing.
Pada tahap ini bermunculan perusahaan-perusahaan pesaing yang mencoba merebut
segmen pasar yang kita kuasai dengan menggunakan strategi-strategi yang dengan
perlahan dan pasti dapat menggeser kedudukan perusahaan yang lebih dulu masuk pasar.

4) Tahap kedewasaan (maturity)

Kedewasaan (maturity); periode penurunan pertumbuhan penjualan karena produk


itu telah diterima oleh sebagian besar pembeli potensial. Tahap kedewasaan merupakan
titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan
yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh
konsumen, sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau
menambah volume penjualan.
Tambahan volume penjualan sudah dilakukan sedangkan bagian pasar yang kita
kuasai sudah banyak yang dimasuki produk-produk pesaing yang sedikit demi sedikit
mulai mengikis segmen pasar kita, ditambah lagi dengan konsumen sudah mulai melirik
produk sejenis lainnya yang sekiranya mempunyai keunggulan lebih banyak atau dengan
kata lain konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang kita jual.

5) Tahap penurunan (decline)

Penurunan (decline); periode saat penjualan menunjukkan arah yang menurun dan
laba menipis. Akibat buruk perilaku konsumen tersebut menurunkan volume penjualan
perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat mengambil kebijaksanaan agar
perusahaan tidak bangkrut.

Adapun kebijaksanaan yang akan di ambil oleh perusahaan pada umumnya terdiri
dari 2, yaitu :
1. Menghentikan produk yang sudah tidak dapat bersaing dengan digantikan oleh
barang yang benar-benar baru dan lain dibandingkan dengan produk lama.

10
Kebijaksanaan ini dapat berjalan dengan lancar asalkan perusahaan mempunyai
tenaga yang punya kemampuan dalam membuat motivasi baru, kreasi, atau
menciptakan barang yang akan menggantikannya.
2. Tetap mempertahankan barang lama tetapi memperbaharui atribut-atribut
lamanya baik dari segi kemasan atau dapat juga menonjolkan kelebihan lain. Kalau
alternatif ini tidak dapat dilakukan perusahaan harus dapat membuat barang yang
benar-benar baru yang memerlukan penelitian dari awal baik dari segi mutu, merk
dagang, pembungkus, cara mendistribusikan dan lain-lain.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam sebuah perusahaan adanya tahap pemasaran dimana dalam sebuah pemasaran
adanya produk yang dibuat oleh suatu perusahaan dan dalam pmbuatan produk harus
diperhatikan produk apa yang dibuat dan bagaiman produk itu dapat memuaskan
konsumen.dalam sebuah produk adanya siklus kehidupan produk yang perlu di perhatikan
sebuah perusahaan. Produk memiliki umur yang terbatas, penjualan produk melalui berbagai
tahap yang berbedam laba naik dan turun pada berbagai tahap yang berbeda, produk
memerlukan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian, dan sumber daya manusia
yang berbeda dalam tiap siklus hidupnya. Adapun tahap dalam siklus kehidupan produk yaitu
tahap pengenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, tahap pemunduran. Adapun
strateginya Strategi peluncuran cepat, Strategi peluncuran lambat, Strategi penetrasi
cepat,Strategi penetrasi lambat.

12
DAFTAR PUSTAKA
http://mohanfelani.wordpress.com/2010/07/18/siklus-hidup-produk-dan-mengenali-
strategi-pemasaran-philip-kotler/
http://pungky-yulianto.blogspot.com/2011/11/daur-hidup-produk.html
Kotler, Philip. 1994. Marketing. Jakarta: Erlangga
Kotler, Philip. 1989. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, dan
Pengendalian. Jakarta: Erlangga

13