Anda di halaman 1dari 28

54

BAB III
TOPOGRAFI, DIGITASI DAN SUMBERDAYA

3.1 DASAR TEORI


3.1.1 Quicksurf
Quicksurf adalah perangkat lunak plugin yang dibuat khusus
untuk AutoCAD versi 2000-2005. Di desain khusus untuk aplikasi
yang berhubungan dengan pembuatan kontur, Digital Terrain Model,
aplikasi teknik sipil. Pembuatnya adalah Schreiber Instruments, Inc.
Surface pada Quicksurf adalah bagian dari memori yang dibuat
oleh Quicksurf, berisi data-data yang diekstrak dari entitas gambar
pada AutoCAD, data-data ini dapat digambarkan langsung atau hanya
ditampilkan saja pada jendela gambar AutoCAD.
Quicksurf membuat dan memanipulasi surface tanpa harus
menampilkannya di layar. Surfaces pada Quicksurf adalah deskripsi
matematis dari semua data yang dimasukkan. Surfaces dapat terdiri
dari beberapa bagian seperti Point, Breakline, TIN (Triangulated
Irregular Networks), grids atau Triangulated Grids (TGRD).
Surfaces bukan bagian dari entitas dalam AutoCAD, penting
sekali untuk membedakan antara Quicksurf Surface dengan entitas
gambar dari AutoCAD.
3.1.1.1 Mengakses Quicksurf
Untuk mengakses perintah Quicksurf dapat dilakukan
dari :
1) Quicksurf Toolbar
2) Quicksurf Menu
3) Membuat Quicksurf Surface
Sebagian besar perintah pada Quicksurf akan
berhubungan dengan Surface oleh karena itu sebelum
kita memberikan perintah, terlebih dahulu kita harus
membuat Surface. Untuk membuat Surface pada

54
55

Quicksurf dapat dilakukan dengan beberapa cara antara


lain:
a. Mengimport data dari file berupa data x,y, z atau
b. Mengesktrak langsung dari entitas gambar pada
AutoCAD, seperti gambar topografi yang telah
didigitasi. Setiap kali kita membuat surface, secara
otomatis Quicksurf akan member nama surface
tersebut dengan nama titik<.>.
4) Menampilkan Surface
Ada dua cara dalam menampilkan surface pada
Quicksurf yaitu dengan show dan dengan Draw. Pada
pilihan show data hanya akan ditampilkan saja pada
layar gambar AutoCAD, sementara itu pada pilihan draw
data akan digambarkan dan menjadi entitas pada layar
gambar AutoCAD.
3.1.1.2 Topografi
Cara memunculkan peta kontur dari AutoCAD
Quicksurf dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Import Data dari File
Sebelum melakukan import data dari file, terlebih
dahulu kita harus memahami format dari file data yang
akan di-import.
a. Terdiri dari 3 kolom yang masing-masing kolom
mewakili data x,y dan z.
b. Tiap-tiap kolom dipisahkan oleh tanda koma (,)
oleh karena itulah maka file ini disebut dengan
comma delimited.
Sintaks perintah :
Menu : Quicksurf > import> read ASCII Point
2) Contour Interval
56

Contour interval berfungsi untuk memberikan


jarak/interval pada setiap garis kontur.
Menu : Quicksurf > Countor Interval
3) Contour
Contour berfungsi memunculkan topografi
Menu : Quicksurf>contour
Pada baris berikut :
Command :
Command : CONT
Surface <.> : (enter)
4) Memunculkan Gambar Topografi
Setelah langkah diatas peta topografi belum muncul,
oleh karena itu perlu dilakukan langkah berikut :
Command : (ketik) z (enter), lalu (ketik) e (enter)
5) Label kontur
Ada dua cara dalam pembuatan label kontur yaitu :
a. Secara manual, dengan klik pada garis kontur
yang ingin diberi label
Sintaks perintah :
Menu : Quicksurf > annotate > label Contours
b. Secara otomatis dengan membuat label sepanjang
garis Polyline.
Sintaks perintah :
Menu: Quicksurf>Annotate>AutoLabel Contours
Pada baris perintah akan terlihat
Command :
Label Interval <all> :
Text Height <5.000> :
Select guide Polyline : end of labels inserted
6) Memperhalus Kontur (Smooth Contours)
Sintaks perintah:
57

Menu : Quicksurf > Annotate > Smooth Contours


Catatan :
Jika akan di export ke Datamine sebaiknya jangan
lakukan smoothing contour.
7) Membuat Lubang Bor
Membuat lubang bor dengan menggunakan perintah
point :
Command : Point <enter>, atau melalui menu
Draw > Point.
Specify point :klik pada suatu tempat yang
diinginkan untuk mengganti simbol titik gunakan
menu Format > Point Style.
Command : Point (lubang bor klik dua kali)
>Properties > data x, y dan z.
8) Membuat Sayatan
Sebelum membuat sayatan kita harus menentukan
terlebih dahulu daerah yang akan disayat, bisa
dilakukan dengan line atau Polyline. Ada dua cara
membuat sayatan dengan Quicksurf, yaitu :
a. Cross Section
Sintaks perintah:
Menu: Quicksurf > Design tools > Cross Section
Pada baris perintah akan terlihat
Surface <.> :
Select sections :
Select objects : 1 found
Select objects :
Making models Please wait...
None / Show / Draw / Redraw <Show> ?
Lower left corner :
Upper right corner :
58

b. Flatten
Perintah Flatten sedikit berbeda dengan Cross
section, agar dapat menggunakan perintah ini
garis sayatan harus dalam bentuk 3D Polyline,
oleh karena itu sebelum perintah Flatten
digunakan harus didahului dengan perintah
Drape.
Sintaks perintah:
Menu : Quicksurf > Design tools > Drape
Setelah itu baru perintah Flatten
Sintaks perintah:
Menu : Quicksurf > Design tools > Flatten
Pada baris perintah akan terlihat
Command: Flatten
Select object : 1 found
Select objects :
Vertical multiplier <1> :
Text size for labeling <7.514121> :
Base elevation for grid / Auto <Auto> :
Draw a grid background <Yes> :
Vertical spacing<10> :
Vertical labeling <2> :
Horizontal spacing <20> :
Horizontal labeling interval <5> :
Select origin point :
2.1.2 Digitasi Peta
Digitasi digunakan untuk mendigitasi peta dari bentuk gambar
dengan file JPEG, GIV, dst menjadi bentuk file AutoCAD yang
nantinya dapat membuat file baru.
1. Meng- Insert gambar
Memunculkan gambar ke dalam layer AutoCAD.
59

Menu : Insert >pilih file gambar yang akan gambar dimunculkan


kemudian pilih Open kemudian klik Ok.
2. Memberikan skala peta
Skala pada AutoCAD dan pada gambar tidak sama, oleh karena itu
haruslah disamakan terlebih dahulu. Langkah pertama adalah
membaca skala yang ada pada gambar, kemudian ukur jarak skala
tersebut menggunakan menu Linear Dimensional setelah diketahui
jaraknya kemudian skala dibagi dengan jarak yang telah diukur
tersebut. Catat hasil pembagian tersebut agar tidak lupa. Misal :
skala peta 50 dan jarak layar 0,48 jadi 50/0,48 = 102,88.
3. MenYesuaikan koordinat
Koordinat pada layer AutoCAD belum sama dengan koordinat pada
peta, oleh karena itu harus disamakan terlebih dahulu. Langkah
pertama yang dilakukan adalah catat yang koordinat yang tertulis
pada peta agar tidak lupa. Kemudian buatlah dua garis bantu yang
dipotong antara koordinat x dan y.
4. Men digitasi
Kontur pada peta didigitasi menggunakan garis Polyline kemudian
beri elevasi tiap garis yang telah didigitasi sesuaikan elevasi yang
tertera pada peta. Agar mempermudah pekerjaan masukkan garis
kontur pada layer setelah dimasukkan pada menu layer matikan
lampu pada menu layer. Lakukan kembali pada garis lain yang
berbeda jenis. Misalnya kontur sungai masukkan pada layer sungai.

2.1.3 Perhitungan Sumberdaya Mineral


Sumber daya mineral (mineral resource) adalah endapan
mineral yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara nyata. sumber
daya mineral dengan keyakinan geologi tertentu dapat berubah
menjadi cadangan setelah dilakukan pengkajian kelayakan tambang
dan memenuhi kriteria layak tambang.
60

Perhitungan sumberdaya menggunakan langkah seperti di halaman


sebelumnya yaitu dengan membuat sayatan. Namun dalam hal ini
sayatan yang digunakan adalah tiga sayatan.
1. Menggambar garis sayatan antara lubang bor dengan
menggunakan Polyline. Untuk latihan ini buat tiga buah garis
sayatan dengan masing-masing garis sayatan terdiri dari tiga
lubang bor.
2. Menempatkan garis sayatan pada kontur dengan Drape.
Command: DRAPE (enter)
Surface <>: (enter)
Return to select all visisble or
Select objects : 1 found (pilih sayatan 1)
Select objects : 1 found, 2total (pilih sayatan 2)
Select objects : 1 found, 3 total (pilih sayatan 3)
Select objects : (enter)
3. Membuat penampang pada setiap sayatan yang telah di Drape
menggunakan Flatten
Command: FLATTEN (enter)
Selelct objects: 1 found (pilih sayatan 1)
Select objects: (enter)
Vertical multiplier <1>: (enter)
Text size for labeling <0.727537>: 4 (enter)
Base elevation for grid/Auto <Auto> 0 (enter)
Draw a grid background <Yes>: (enter)
Vertical spacing <5>: 10
Vertical labeling interval <2>: 2
Horizontal spacing <20>: 10 (enter)
Horizontal labeling interval <5>: 2 (enter)
Select origin point : (klik dimana penampang akan diletakkan)
4. Memplot log bor pada penampang ditiap titik bor dan
korelasikan.
61

5. Menentukan luas penampang pada endapan batubara, yaitu


dengan mendigitasi area penampang pada endapan serta dengan
Polyline dan berisi simbol litologi.
Command: AREA (enter)
Specify first corner point or [Object/Add/Substract]: 0 enter
Select object: (pilih objek hasil digitasi)
Area = 15000.55, Parameter = 634.2354
Telah diketahui luas penampang bahan galian pada salah satu
sayatan. Luasnya 15000.55 m2. Lakukan digitasi pada
penampang lainnya dan tentukan luasnya.
6. Pemberian symbol lithologi di masing-masing endapan bahan
galian pada penampang dengan perintah HATCH.
Command: h

3.2 Langkah Kerja Auto Cad


1. Buka aplikasi Auto cad 2002, kemudian setelah aplikasi terbuka, buat
lembar kerja baru.
Klik Quicksurf import data Read ASCII Point.

2. Kemudian akan muncul kotak Dialog Explorer, lalu cari data koordinat
yang telah tersedia dan klik open.
62

3. Untuk membuat Contour interval,


klik Quicksurf Contour interval, kemudian ketik angka 1 pada kolom
Comand lalu tekan enter seperti pada gambar dibawah.

4. Klik quicksurf Contour kemudian tekan enter lalu pada kolom Comand
ketik D lalu enter hingga muncul kembali perintah Comand.
63

klik top view pada toolbar, Untuk memunculkan gambar kontur

5. Untuk memperhalus tampilan garis kontur


Klik Quicksurf annotate Smooth Contours kemudian blok seluruh
gambar kontur lalu tekan enter.

6. Untuk membuat interval kontur, yaitu dengan cara :


a. Buat garis diagonal melintang peta kontur dengan menggunakan tools
polyline pada toolbar
64

b. Pada toolbar klik Quicksurf Annotate Auto Label Contour,

kemudian pada kolom Comand ketik :


Label interval <all>: 5
Text height <0.2>: 3
65

Saat muncul perintah select object maka pilih garis polyline yang telah
dibuat.

7. Untuk membuat garis sayatan A A dengan cara :


Klik Polyline pada toolbar, untuk membuat garis horizontal sepanjang
300 m tekan F8 untuk mengaktifkan mode Ortho
Pada kolom Comand isi angka 300 kemudian tekan enter.
66

8. Untuk membuat labeling A A pada garis sayatan dengan cara:


Klik multiline text pada toolbar kemudian letakkan di ujung garis dan
setelah muncul Dialog seperti gambar dibawah ganti font menggunakan
Times New Roman dengan Font size berukuran 8.
Selanjutnya klik OK.

9. Lakukan hal yang sama seperti langkah di atas untuk membuat label A
pada ujung garis bagian lainnya dan hasil akhir akan seperti pada gambar
dibawah ini.
67

10. Untuk membuat garis sayatan kedua B B dengan cara:


Klik Offset pada menu toolbars
Kemudian buat jarak antar sayatan sepanjang 40 m (Diketahui untuk
kelompok pit 2 = 40 + 2 angka NIM terakhir. Jadi 40 + 33 = 73). Pada
kolom Comand isi angka 73.
Selanjutnya tekan enter. Lalu pilih object garis sayatan pertama,
arahkan kursor dan klik kiri ke bagian sisi yang akan dibuat sayatan
kedua. Hasil akan terlihat seperti pada gambar.
68

11. Untuk membuat label nama B B pada garis sayatan kedua dengan cara
yang sama seperti pada langkah kerja ke-8.

Untuk menyamakan sayatan dengan garis kontur,


Klik Quicksurf-Design Tool-Drape, lalu tekan enter.

kemudian klik garis sayatan A-A dan B-B lalu enter. Maka akan muncul
tulisan Using a step size of 5.1552 pada kolom Command.
69

12. Untuk membuat penampang dari peta kontur yaitu dengan cara
Klik Quicksurf Design Tool Flatten,

kemudian select object lalu pilih dua garis sayatan yang telah dibuat
sebelumnya. Kemudian tekan Enter.
70

Pada kolom Comand isi data sebagai berikut :


Vertical multiplier <1>: 1
Text size for labeling <1>: 4
Base elevation for grid/Auto <Auto>:0
Draw a grid background <Yes>: y
Vertical spacing <5>: 5
Vertical labeling interval <2>: 10
Horizontal spacing <10>: 10
Horizontal labeling interval <5>: 5
Setelah data di atas diisi, akan muncul perintah select origin Point, maka
arahkan kursor ke samping kontur untuk meletakkan penampang yang
telah dibuat.
71

13. Untuk menghapus grid yang terdapat pada penampang


Klik pada garis grid yang akan kita hapus
Klik Delete,
Maka akan tersisa garis penampang, lalu berikan labeling pada setiap
penampang.
72

14. Untuk mengetahui besar luasan area dari penampang :


a. Membuat garis tambahan pada sisi kanan penampang
Klik pada sumbu Y kemudian tekan Ctrl+C untuk Copy lalu paste
menggunakan Ctrl+V. Letakkan pada sisi bagian kanan penampang.
(hendaknya ketika meletakkan, buat hingga muncul keterangan end
Point yang nantinya akan digunakan sebagai tanda apabila ujung
garis saling terhubung).
73

b. Menghapus garis garis yang berlebihan menggunakan Trim.


Pada kolom Command: (ketik) tr
TRIM
Select cutting edges ...(ketik tombol spasi)
Select objects: (pilih objek yang akan dihapus)
Tekan enter hingga kembali kepada perintah Comand. Jika masih ada
yang tersisa dapat dihapus menggunakan fitur delete yang ada pada
toolbar

c. Untuk menggabungkan keseluruhan garis agar semua garis terhubung


dengan menggunakan perintah PEDIT , dengan cara :
Pada kolom Command: (ketik) pedit
Select polyline or [Multiple]: m
Select objects: (pilih garis yang akan digabungkan)
Convert Lines and Arcs to polylines [Yes/No]? <Y> y
Enter an option [Close/Open/Join/Width/Fit/Spline/Decurve/Ltype
gen/Undo]: j
Tekan enter hingga muncul perintah Comand.
Semua garis berhasil terhubung jika salah satu garis di klik dan semua
garis akan ikut terseleksi.
74

d. Untuk mengetahui Luas area penampang A-A


Klik modify, kemudian pilih properties, maka akan muncul Dialog
pada sebelah kiri.
Lalu klik penampang A-A

Maka akan diketahui luas area Penampang A-A : 13327.8394 m2


75

e. Untuk mengetahui Luas area penampang B-B


Klik modify, kemudian pilih properties, maka akan muncul Dialog
pada sebelah kiri
Lalu klik penampang B-B.

Maka akan diketahui luas area Penampang B-B : 12130.1675 m2


15. Untuk perhitungan Hasil Volume :
( + )
V= x Jarak Penampang A dan B
2

( 13327.8394 + 12130.1675)
= x 73
2

= 9.292.172.518,5 m3
16. Untuk membuat bingkai pada peta kontur dengan menggunakan fitur
Rectangle yang ada pada toolbar yaitu dengan cara :
76

Klik Rectangle, kemudian tarik dari ujung pojok kiri atas ke pojok
kanan bawah sehingga membentuk bingkai, buat sebesar peta kontur. .

17. Untuk membuat titik titik koordinat pada peta yaitu dengan cara:
a. Buat garis pada ujung bingkai menggunakan fitur line dengan cara klik
pada garis ujung bingkai, kemudian tarik ke samping kiri dengan ketik
angka 5 pada kolom Comand lalu enter.
77

Kemudian buat garis serupa setiap jarak 100 m menggunakan fitur


offset:
Klik fitur offset pada toolbar
Pada kolom Comand ketik angka 100 lalu enter
Select object line kemudian arahkan kursor pada sisi yang akan
diletakkan line baru.
78

b. Untuk menambahkan nilai koordinat, yaitu dengan cara :


Pada menu bar klik Dimension Ordinate lalu arahkan kursor pada
setiap garis yang sudah dibuat pada langkah di atas hingga muncul
angka koordinat seperti pada gambar dibawah.

Untuk mengatur tata letak koordinat klik koordinat yang sudah


dibuat pada langkah di atas, kemudian klik fitur Explode pada
toolbar.

Kemudian klik kanan pada mouse, pilih rotate. Atur sesuai yang
diinginkan. Maka akan jadi seperti gambar di bawah ini.
79

18. Hasil Akhir.


80
81

3.4 Analisis dan Pembahasan

3.4.1 Analisis
Perhitungan hasil volume batubara dan sumberdaya batu granit :
- Berikut adalah perhitungan volume batubara :
Luas penampang A-A = 13327.8394
Luas Penampang B-B = 12130.1675
Jarak Penampang = 73

(13327.8394 + 12130.1675)
= 73
2
= 9.292.172.518,5 m3
- Berikut adalah perhitungan sumberdaya batubara :
Sumberdaya Batubara = 9.292.172.518,5 m3x 1,3ton/m = =
= 12.079.824.274,05 ton

3.4.2 Pembahasan
Dari analisis hasil perhitungan, di dapat bahwa luas penampang A-A
adalah 13327.8394 m2 dan Luas Penampang B-B adalah
12130.1675 m2, degan jarak antar sayatan/penampang71 m. Dengan
megunakan rumus perhitungan volume, di dapat nilai volume antar
sayatan yaitu adalah 9.292.172.518,5 m3. Dengan volume yang telah di
dapat maka sumber daya bisa di tentukan dengan mengkalikan volume
dengan densitas batuan, dan didapat sumber dayanya
yaitu12.079.824.274,05 ton. Jadi sumber daya yang di dapat dari
penampang A-A dan B-B adalah 12.079.824.274,05 ton batubara.