Anda di halaman 1dari 4

AKUNTANSI MANAJEMEN

Chapter 15 Public Sector Management Accounting and Controls


Critical Review : The New Public Management inthe 1980s:
Variations on a Theme

Dosen Pengampu: Dra. Y Anni Aryani, M Prof Acc., Ph.D., Ak, CA

Disusun Oleh :
Mila Purani Sistiyan
S431402020

Program Studi Magister Akuntansi


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sebelas Maret
Surakarta
2014
Chapter 15 Public Sector Management Accounting and Controls

Sektor Publik vs Entitas Sektor Swasta. Sektor publik dan sektor swasta berbeda dalam:lebih
banyak pemangku kepentingan, ukuran dan komposisi, pajak dan pertimbangan hukum, dana
diperoleh melalui dana pemerintah, dan bukan mencari keuntungan.
New Public Management (NPM). NPM mencakup ide:1)sektor publik dan privat tidak berbeda dan
harus dikelola dengan dasar yang sama, 2)memfokuskan kembali pada akuntabilitas proses ke
akuntabilitas hasil, 3)membedakan aktivitas bisnis, 4)pemisahan kegiatan bisnis komersial dan non-
komersial, 5)penekanan pada peningkatan pelaporan keuangan, monitoring dan akuntabilitas,
6)peningkatan kontrak dari kegiatan bisnis dengan menggunakan kontrak yang spesifik untuk
pekerjaan jangka pendek, 7)meniru praktik manajemen sektor swasta seperti pengenalan rencana
perusahaan, pernyataan misi dan rencana strategis, 8)pergeseran dalam preferensi dari insentif non-
moneter ke insentif moneter, 9)penekanan pada pemotongan biaya, dan efisiensi.
Dua Tema Global dari Reformasi Sektor Publik di Seluruh Dunia
1. Sistem pengendalian manajemen dengan meningkatkan informasi yang diberikan oleh sistem
akuntansi, memperjelas peran dan tanggung jawab serta menciptakan akuntabilitas; dan
2. Hal tersebut memberikan penjelasan untuk menstabilkan perekonomian dengan mengekspos
sektor publik dalam berkompetisi
Implikasi Reformasi Sektor Publik pada Akuntansi. Akuntansi tradisional sektor publik
berfokus pada input dan pengendalian pengeluaran. Reformasi menghasilkan akuntabilitas dan
alokasi sumber daya yang efisien. Akuntansi berkonsentrasi pada output, pengukuran kinerja,
efisiensi, penghematan biaya, produktivitas, dan pengukuran kinerja. Teknologi akuntansi baru
dilakukan seperti penganggaran perencanaan program, akuntansi akrual, indikator kinerja dan
mekanisme pelaporan tahunan.
Akuntansi Berbasis Kas ke Akrual. Menawarkan manfaat perbaikan akuntabilitas dan
pengelolaan sumber daya. Meningkatkan pengambilan keputusan dengan memberikan informasi
mengenai biaya penuh operasi dan sumber daya. Memberi pemerintah kesempatan untuk
meminimalkan biaya melalui identifikasi biaya. Keterbatasan penerapan akuntansi akrual: dapat
menyebabkan misalokasi sumber daya dan pengungkapan yang tidak memadai dari ukuran aset dan
kewajiban, kemungkinan penundaan kewajiban seperti penundaan pelayanan jangka panjang untuk
periode yang akan datang, dan membutuhkan perubahan dalam teknik informasi yang ada
Planning Programming Budgeting Systems (PPBS) mencoba menghubungkan rencana, tujuan dan
lingkungan di mana organisasi bekerja dan memberikan umpan balik dari informasi pengendalian.
Tujuan utama PPBS adalah: 1) identifikasi dan pemeriksaan goal dan objective lebih hati-hati,
2)analisis output dari program yang diberikan dikaitkan dengan tujuannya, 3)engukuran total biaya
program spesifik untuk beberapa tahun bukan hanya setahun, 4)formulasi tujuan dan program lebih
dari satu tahun untuk menghubungkan anggaran tahunan dengan tujuan jangka panjang, 5)analisis
atas alternatif untuk menemukan jalan paling efisien untuk mencapai tujuan program dengan biaya
lebih sedikit, 6)penetapan prosedur analitis untuk proses review anggaran.
Zero Based Budgeting (ZBB) adalah teknik yang dibangun atas gagasan bahwa total biaya (dasar
ditambah kenaikan) dari setiap item yang termasuk dalam anggaran yang diusulkan harus
dibenarkan dan disetujui. Keuntungan dari ZBB adalah: mengalokasikan sumber daya sesuai
dengan prioritas, meningkatkan pengambilan keputusan karena alokasi anggaran terkait langsung
dengan tujuan,dan embuat manajer merencanakan ke depan dan mempertahankan anggaran mereka.
Keterbatasan ZBB adalah:memakan waktu untuk berlatih, tidak mungkin untuk menilai semua
kegiatan pada setiap tahunnya, masalah legislatif atau politik dalam implementasinya, dan
menghasilkan sekumpulan informasi yang tidak layak untuk asimilasi.
Budgetary Accounting terdiri dari jumlah anggaran dan aktualnya dalam sistem double entry.
Laporan anggaran untuk semua departemen disiapkan sebelum permulaan periode pelaporan.
Laporan yang dianggarkan dibandingkan dengan laporan aktual untuk periode, dan varians antara
keduanya ditetapkan.

Critical Review : The New Public Management inthe 1980s: Variations on a Theme
Christopher Hood. 1995. Accounting, Organizations and Society, Vol. 20, No. 2/3, pp 93-109

Setelah tahun 1980, terdapat pergerakan negara-negara OECD terhadap NPM.


Perkembangan ini diakui sebagai perubahan lebih luas dalam hal akuntabilitas publik dan
administrasi publik. Dasar NPM yaitu mengurangi atau menghapus perbedaan sektor privat dan
publik dan mengubah penekanan dari akuntabilitas proses kepada akuntabilitas dalam hal hasil.
Akuntansi menjadi elemen kunci dalam konsepsi akuntabilitas baru tersebut.
Themes. Elemen/dimensi NPM:
1. Perubahan terhadap pemisahan organisasi publik menuju pengelolaan unit korporasi terpisah
untuk masing-masing produk sektor publik (masing-masing diidentifikasi sebagai pusat biaya
terpisah, pengorrganisasian sendiri, delegasi keputusan lebih besar, perubahan menuju anggaran
one line, pernyataan misi, perencanaan bisnis, dan otonomi manajerial).
2. Perubahan kompetisi di antara sektor publik atau pun antara sektor publik dan sektor swasta.
3. Pergerakan lebih besar dalam kebiasaan manajemen sektor publik yang diperoleh dari korporasi
swasta dibandingkan PPA dalam melakukan bisnis.
4. Pergerakan penekanan lebih besar pada disiplin dan penghematan penggunaan sumber daya,
mengurangi biaya pelayanan publik.
5. Perubahan dalam hands on management
6. Perubahan standar kinerja yang lebih eksplisit dan terukur untuk organisasi sektor publik.
7. Usaha untuk mengendalikan organisasi publik lebih homeostatic terhadap pengukuran output
yang telah ditetapkan (khususnya pembayaran berdasarkan kinerja dibandingkan tingkat
pendidikan) dibandingkan gaya tradisional order of the day berdasar ad hoc dari atasan.
Variasi
1. English awfulness?Akan menjadi terlalu sederhana untuk mencirikan NPM pada English
awfulness saja. Misalnya Swedia, Denmark, Belanda, dan Perancis juga mempunyai nilai yang
tinggi atas penggunaan NPM.
2. Partai politik. Tidak ada metode yang pasti untuk membandingkan derajat "rightness" dan
"leftness" lintas negara. Penskoran digunakan untuk mengetahui apakah negara OECD diperintah
lebih condong pada ekstrem kiri, kanan, atau tengah sepanjang 1980an.
3. Ukuran pemerintah. Perampingan pemerintah yang paling banyak di OECD (Jepang dan Turki)
mempunyai tingkat NPM rendah selama 1980an. Tidak semua pemerintah yang kelebihan
ukuran di OECD menekankan NPM yang tinggi. Jika ukuran pemerintah hanya menjadi salah
satu pertimbangan dan bukannya penentu tunggal penekanan pada NPM.
4. Kinerja makroekonomi (respon terhadap tekanan fiskal dan kinerja makroekonomi yang lemah.
Kinerja makroekonomi saja tidak cukup untuk menjelaskan NPM.
Kontribusi pendahuluan
Peneliti berpendapat bahwa motif diperkirakan karena janji atau harapan penghematan sumber daya
dari adopsi pengukuran NPM, dan oleh karena itu diharapkan secara proporsional lebih tinggi untuk
konteks kelebihan ukuran pemerintahan dan/atau tekanan fiskal yang dikaitkan dengan kinerja
makroekonomi yang buruk dibandingkan konteks perampingan pemerintah dan/atau kinerja
ekonomi yang kuat.
Kesimpulan dari penelitian ini, adalah sebagai berikut:
Masih belum jelas bahwa model PPA lama atas akuntabilitas mulai ditinggalkan. Pandangan NPM
adalah mengurangi ukuran pemerintah atau merespon kegagalan makroekonomi, mencegah kasus
yang janggal yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Tidak ada hubungan yang sederhana antara
tingkatan kinerja makroekonomi dan tingkat penekanan pada NPM. Tidak ada hubungan yang
sederhana antara sikap politis pemerintah dan tingkat penekanan pada NPM.
Implikasi. Jika NPM diadopsi untuk alasan yang bertentangan dalam konteks yang berbeda, secara
ironis, menjadi contoh situasi umum pada politik di mana jauh lebih mudah menetapkan
pengukuran tertentu dari pada tujuan umum atau dasar. Hal tersebut menunjukkan bahwa peneliti
harus waspada tentang asumsi akuntansi sektor publik seperti memasuki era baru keseragaman.

Anda mungkin juga menyukai