Anda di halaman 1dari 4

TANGERANG - Tawuran pelajar yang melibatkan siswa dari SMK Kota Tangerang kembali pecah di

depan Taman Laksa, Jalan M Yasmin. Beruntung petugas keamanan setempat sigap dan berhasil
membubarkan tawuran tersebut sebelum jatuh korban jiwa.

Kasatpol PP Kota Tangerang Mumung mengatakan, sebelum jatuh korban jiwa petugas berhasil
membubarkan aksi tawuran pelajar tersebut.

"Aksi tersebut berhasil diredam oleh jajaran Satpol PP Kota Tangerang yang melintas di sekitar
lokasi," kata Mumung, kepada SINDOnews, Jumat (4/8/2017).

Ditambahkan Mumung, pihaknya juga mengamankan sejumlah pelajar yang terlibat dalam insiden
tersebut. Dari tangan mereka petugas menyita celurit.

"Ada 8 siswa yang dijaring aparat. Mereka dari SMK 4 Kota Tangerang. Saat itu kami sedang patroli
dan mengamankan para pelajar ini," jelasnya.

Kini, para pelajar itu telah dibawa ke Mapolsek Tangerang guna dimintai keterangan lebih lanjut.
Menurutnya, aksi ini bukan yang pertama kali.
KLATEN, KOMPAS.com - Seorang siswi SMP di Klaten nekat gantung diri usai dimarahi sang ibu.
Korban diduga sakit hati dimarahi karena nilai ujiannya jelek. BDH (15), warga Dukuh Tegalsono,
Kebondalem, Klaten ditemukan meninggal dunia di dapur runah pada hari Jumat (2/6/2017).

Korban ditemukan tergantung dengan menggunakan dua kain kerudung yang diikatkan ke kayu di
atas dapur.

"Dari informasi yanh diperoleh, korban sakit hati karena meski lulus dianggap nilainya jelek. Dan
nekat gantung diri," kata AKP Frans Minarso, Kapolsek Maniarenggo, Klaten, Jumat (2/6/2017).

Kejadian berawal saat ibunda korban, Nurhayati, pulang dari mengambil surat kelulusan di SMPN 2
Manisrenggo Klaten. Setibanya dirumah, Nurhayati memarahi korban karena nilai kelulusan korban
tidak memuaskan.
Bulan Juni 2013 lalu sempat marak berita memilukan tentang seorang bocah SMP yang tega
membunuh pacarnya yang sebaya di rumahnya sendiri. Alasannya sendiri diduga karena remaja
berusia 15 tahun itu kaget setelah sang kekasih mengatakan ia hamil. Kalap dan tak bisa menahan
amarah, bocah bernisial IF asal Tulungagung ini pun menghabisi FHM dengan cara menjeratnya
dengan tali pramuka.

- Maraknya aksi bullying di kalangan remaja, terjadi karena seusianya mereka mengalami pubertas,
rasa ingin tahunya sangatlah tinggi dan masih bingung untuk mencari siapa jati dirinya.
Aksi bullying masih banyak dijadikan sebagai tradisi, untuk menguatkan mental seseorang menjadi
kuat mentalnya adalah sesuatu hal yang menyesatkan dan ketinggalan zaman