Anda di halaman 1dari 7

STUDI KASUS

OTITIS MEDIA ACUTE

Oleh

Annisa Dienda Amanda P.S

Pembimbing

dr. Kresna Hadiputra, Sp.THT

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok


Rumah Sakit Umum Daerah Subang
Fakultas Kedokteran
Universitas Yarsi
2016
STATUS PASIEN

KEPANITERAAN THT RSUD SUBANG

FK UNIVERSITAS YARSI

I. IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. R

Usia : 29 tahun

Jenis kelamin : Laki-laki

Tanggal lahir : Subang, 13 Juni 1987

Agama : Islam

Suku / bangsa : Sunda

Pendidikan : SMP

Pekerjaan : Buruh

Alamat : Genbor II RT 11/04 Kec. Pagaden Kab. Subang

Tanggal Pemeriksaan : 15 Juni 2016

II. ANAMNESA ( AUTOANAMNESIS )


Keluhan utama :
Berdengung pada telinga kanan

Keluhan Tambahan :
Pendengaran berkurang pada telinga kanan disertai nyeri menelan.
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang dengan keluhan berdengung pada telinga kanan. Keluhan ini dirasakan
oleh pasien sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Hal tersebut dirasakan
pasien setelah keramas dan kemasukan air pada telinga kanannya. Pasien juga sedang
pilek sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit dan belum berobat ke dokter. Selain itu,
pasien juga mengeluh pendengarannya menurun dan nyeri saat menelan makanan.
Pasien memiliki riwayat merokok.

Riwayat penyakit dahulu :


Riwayat penyakit dahulu dengan keluhan yang sama disangkal. Riwayat alergi obat
juga disangkal oleh pasien. Riwayat asma disangkal.

Riwayat penyakit keluarga :


Tidak terdapat riwayat penyakit dengan keluhan yang sama pada keluarga pasien,
hipertensi dan diabetes mellitus disangkal.

Riwayat Kebiasaan :
Pasien memiliki kebiasaan merokok dan dalam sehari dapat menghabiskan 1 bungkus
rokok (12batang)

III. PEMERIKSAAN FISIK


A. STATUS GENERALIS

Keadaan umum : Tampak sakit ringan


Kesadaran : Komposmentis
Tanda vital
- Suhu : Afebris
- Nadi : 83 x/menit
- Respirasi : 20 x/menit
- Tekanan darah : 110/70 mmHg
B. STATUS LOKALIS

1. TELINGA
TELINGA KANAN TELINGA KIRI

Daun telinga
Edema (-), hiperemis (-), massa (-) Edema (-), hiperemis (-), massa (-)
Liang Telinga
Serumen(-), hiperemis(-) Serumen(-), hiperemis (-)
Gendang Telinga
bulging, cone of light (-) Intak, cone of light (+)
Hiperemis (+)
Daerah Retro Aurikuler
Normal, Tidak terdapat massa Normal, Tidak terdapat massa

TEST PENALA
RINNE :
Tidak dilakukan Tidak dilakukan
WEBER :
Tidak dilakukan Tidak dilakukan
SCWABAH :
Tidak dilakukan Tidak dilakukan
TEST BERBISIK :
Tidak dilakukan Tidak dilakukan
AUDIOGRAM :
Tidak dilakukan Tidak dilakukan
2. HIDUNG

2.1. Rhinoskopi Anterior

Hidung Luar : Edema (-/-), hiperemis (-/-),


massa (-/-)
Vestibulum : Tenang (+/+), rambut (+/+)
Lubang Hidung : Mukosa hiperemis (-/-)
Rongga Hidung : Lapang, hiperemis (-/-)
Septum : Deviasi (-), edema (+)
Konka Inferior : Edema (-/-), Hiperemis (-/-),
hipertrofi (+/+)
Meatus Inferior : Sekret (+/+) berwarna kekuningan,
polip (-/-), bau (-)
Pasase Udara : +/+

2.2. Rhinoskopi Posterior : Tidak dilakukan

Koana :
Septum Bagian Belakang :
Sekret :
Konka :
Muara Tuba Eustachius :
Torus Tubarius :
Fossa Rosenmuller :
Adenoid :
3. FARING
Arkus faring : Hiperemis (+)
Uvula : Berada di tengah, udem (-)
Dinding Faring : Hiperemis (+)
Tonsil : T3-T3 kripta (+) detritus (+)
Palatum : Tenang
Post Nasal drip : (-)
Reflek Muntah : Positif
4. LARING
Laringoskopi Indirek: Tidak dilakukan

Epiglotis :
Plika Ariepiglotika :
Pita Suara Asli :
Pita Suara Palsu :
Aritenoid :
Rima Glotia :
Fossa Piriformis :
Trakhea :

5. MAKSILOFASIAL
Nyeri tekan pada daerah sinus maksila (-)
Paralisis nervus kranialis (-)
6. LEHER DAN KEPALA

KGB : Normal
Massa : (-)

IV. RESUME
Pasien datang ke Poliklinik THT RSUD Subang dalam keadaan sakit ringan dan status
generalis dalam batas normal. Keluhan yang paling dirasakan oleh pasien yaitu telinga
terasa berdengung disertai dengan penurunan pendengaran sejak 5 hari sebelum masuk
rumah sakit. Pada pemeriksaan telinga kanan membrane timpani bulging, hiperemis,
cone of light negatif. Pada pemeriksaan hidung, konka inferior dextra sinistra hipertropi
dan sekret berwarna kekuningan pada kedua hidung. Pada pemeriksaan arkus faring
hiperemis, dinding faring hiperemis, tonsil T3-T3 terdapat kripta dan detritus.

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Kultur bakteri
VI. DIAGNOSA KERJA
Otitis Media Acute Auricularis Dextra

VII. DIAGNOSA BANDING


-

VIII. PENATALAKSAAAN
Non mendikamentosa :
Edukasi :
Perbanyak minum air putih, hindari makanan dan minuman yang dapat memicu
reaksi radang (makanan berminyak, pedas serta dingin). Olahraga yang teratur.
Asupan gizi yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Mencegah infeksi
saluran napas atas.
Mendikamentosa :
- Antibiotik : Amoxicilin 3 x 500 mg
- Dekongestan : Pseudoefedrin 3 x 60 mg
- Mukolitik : Ambroxol 3 x 30 mg
- Anti Inflamasi : Methylprednisolone 3 x 4 mg
Miringotomi : merupakan terapi third-line pada pasien yang mengalami kegagalan
terhadap dua kali terapi antibiotic pada satu episode OMA.

X. KOMPLIKASI
Otitis Media Supuratif Kronik
Abses Sub-periosteal
Mastoiditis Akut

XI. PROGNOSA
Quo ad Vitam : ad bonam

Quo ad functionam : dubia ad bonam

Quo ad sanactionam : dubia ad bonam