Anda di halaman 1dari 11

28

BUDI DAYA KEMIRI

Bertanam kemiri tidaklah sulit, sama seperti bertanam tanaman keras lainnya.
Lagi pula, karena bukan tanaman manja, tidak di rawat sekalipun kemiri masih dapat
tumbuh dan berbuah baik. Buktinya, rata-rata kemiri yang dijual di pasar adalah
hasil panen dari tanaman yang tumbuh dipinggir hutan atau ditempat-tempat yang
tidak dirawat khusus. Meskipun demikian, jika ingin mendapatkan produksi buah
yang maksimal, sebaiknya diperhatikan teknis budidaya yang tepat. Teknis budidaya
tersebut mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panennya.

A. Persiapan Lahan
1. Pembersihan
Sebelum bibit ditanam pada lokasi kebun, lahan harus disiapkan terlebih dahulu.
Mula-mula, tanah dibersihkan dan diolah, kemudian dibuat lubang tanam dan
mempersiapkan drainase. Langkah pengerjaannya sebagai berikut :

Sisa-sisa tanaman atau rumput liar


dibabat dan dibersihkan sampai ke
akar-akarnya.

Tunggul, sisa-sisa akar tanaman keras, atau


batu cadas yang cukup menganggu
didongkel dan dibuang ke luar lokasi.

Lahan yang dibersihkan di bajak atau


di cangkul dan digemburkan
tanahnya agar pertukaran udara dapat
leluasa terjadi di dalam tanah. Setelah
itu, barulah lokasi di tata menurut
topografinya.
29

2. Penataan Lahan
Penataan tanah yang datar lebih mudah dibandingkan dengan tanah miring atau
berbukit. Pada tanah berbukit, miring, atau bergelombang, pengerjaannya perlu
memperhatikan upaya pencegahan erosi serta pengawetan tanah dan air.
Pada tanah miring atau belerang pengolahan haruslah dilakukan menurut garis
kontur, yakni melintang terhadap lereng, dengan sistem teras. Dengan cara itu akan
terbentuk akar yang menghambat aliran permukaan, memungkinkan adanya
penyerapan air dan menghindarkan hilangnya humus tanah oleh aliran air. Setelah
dibuat teras, dibuat lubang tanam berukuran 80 x 80 x 80 cm. Karena tanahnya
miring, sebaiknya jarak antar lubang dibuat 8m x 10 m atau 10 x 10 m

Aturan penanaman
di lahan miring

Pada tanah datar atau landai , lubang tanam dibuat dengan ukuran yang sama
seperti di atas. Bila tanamannya kerdir, jarak lubang cukup 5 m x 5m, tetapi jika
tanamannya sedang dan lahan kurang subur dapat dibuat dengan jarak 7 mx 7 m
hingga 8mx 8m. Pada ladang alang-alang, jarak tanamnya dipersempit menjadi 4m
x 4m atau 4 m x 8m, agar pertumbuhan alang-alang cepat tertekan. Jarak tanam ini
berpengaruh pada produksi buah dan ketebalan batang kayu
Untuk lebih mengefisienkanlahan di tanah datar, pembuatan lubang tanam dapat
menggunakan kaidah segitiga sama sisi. Artinya lubang tanam dibuat pada titik-titik
segitiga tersebut. Jika ini dilakukan akan terdapat lebih banyak lubang tanam
dalam areal satu hektar dibandingkan dengan pembuatan lubang tanam
menggunakan kaidah bujur sangkar. Untuk jarak tanam 8m x 8m misalnuya, dengan
menggunakan kaidah segitiga sama sisi dapat dibuat sekitar 175 lubang/ hektar,
sedangkan dengan kaidah bujur sangkar hanya dapat dibuat 156 lubang / hektar .
30

Tat letak tanaman di lahan datar


yang dibuat berbentuk segitiga.
Cara ini menguntungkan sebab
populasi tanamnya lebih banyak.

3. Cara Pembuatan Lubang Tanaman


Lubang tanam sebaiknya dipersiapkan beberapa bulan sebelum bibit ditanam.
Cara melakukannya sebagai berikut.

Tanah digali di tempat yang telah


ditentukan dengan ukuran sesuai
rencana.

Pada saat penggalian, tanah bagian atas


dan bagian bawah dipisahkan. Lubang
tanam dibiarkan terbuka selama 2-3
minggu agar zat beracun hilang dan hama
penyakit dapat mati oleh sinar matahari
terik.

Campurkan tanah galian bagian atas


dengan pupuk kandang atau konmpos yang
telah matang sebanyak 20 kg / lubang
untuk memperbaiki sifat fisik tanah.
Setelah itu, kembalikan tanah ke dalam
lubang semula.
31

Pada bagian tengah lubang diberi ajir untuk


menandai bekas lubang tersebut. Lubang
tanam dibiarkan sampai tanahnya tidak
mengalami penurunan lagi.

Untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menekankan pertumbuhan gulma, tanah


yang telah diolah secepatnya ditanami tumbuhan penutup tanah (cover crop).
Tumbuhan penutup tanah yang dapat digunakan antara lain kacang ruji (Peuraria
Javanica), kacang asu (Callapogonium mucunoides), Centerosema pubescens, atau
psophorcarpus sp. Masing-masing sebanyak 25-30 kg/Ha. Selain memakai
tumbuhan penutup tanah, dapat pula dimanfaatkan untuk menanami palawija,
seperti jagung, kedelai, kacang hijau. Penanamannya dilakukan pada larikan-larikan
yang arahnya sesuai dengan kondisi tanah. Pemeliharaan tumbuhan penutup tanah
ini harus sesuai dengan kondisi tanah. Pemeliharaan tumbuhan penutup tanah ini
harus dilakukan secara intensif, terutama sebelum tumbuh merata menutupi
permukaan areal tanah.

B. Penanaman
1. Penanganan Bibit :
Sebelum penanaman, terlebih dulu harus diperhatikan kondisi bibit yang
tersedia. Bibit berumur sekitar 5-7 bulan telah siap dipandahkan ke kebun. Agar
bibit tumbuh baik, dipilih bibit yang sehat, tumbuh dengan baik, tidak mengalami
kerusakan atau cacat, dan perakarannya tidak banyak yang kering atau putus.
Untuk menghindari kerusakan bibit pada saat penanaman, pemindahan bibit
perlu dilakukan dengan hati-hati. Bibit yang ditanam di bedeng sapih memiliki
resiko paling besar dalam kerusakan akar. Oleh karena itu, perlu dialkukan hal-hal
sebagai berikut .

Bibit dicabut perlahan-lahan dengan cara


putara agar tidak banyak akar yang
32

terputus. Hal ini sebaiknya dilakukan


pada sore hari.

Bungkuslah bibit dengan pelepah pisang


dan diikat dengan tali. Tanah media harus
ikut terbawa agar bibit tidak stress. Setelah
itu bibit dapat dipindahkan ke lokasi tanam
yang telah disiapkan.

Pada saat bibit akan ditanam ,


sebagian daun dibuang untuk
mengurangi penguapan di lapangan.

Bibit yang berada di polibag atau keranjang dapat langsung dipindahkan k


e lokasi kebun yang disiapkan.

2. Penanganan
Apabila bibit telah dipindahkan ke lokasi kebun dan telah siap ditanam
dilakukan hal-hal sebagai berikut untuk penanamannya.

Langkah-langkap penanaman
Lubang tanam yang telah ditandai
dengan ajir dan telah ditutup ,
digali kembali di bagian tengahnya
dengan ukuran sesuai dengan
lingkungan akar bibit yang akan
ditanami.
33

Lepasakan pelepah pisang yang membungkus


akar tanaman , jika tanaman berasal dari
bedeng sapih. Untuk bibit di polibag atau
keranjang , guntinglah polibag atau keranjang
itu dari atas ke bawah , kemudian gunting
melingkar hingga sisi yang lain. Tanggalkan
polibag atau keranjang dengan hati-hati agar
tanah media tidak rusak.

Masukkan bibit beserta gumpalan


tanahnya yang melekat di akar ke
dalam lubang tanaman
kembalikan tanah galian tadi.
Usahkan agar leher akar bibit di
tanam rata dengan permukaan
tanah.

Pada setiap lubang, harus di pasang ajir untuk


menyangga batang bibit sehingga bibit dapat
berdiri tegak.

Ratakan tanah disekliling tanaman


dan singkirkan tumbuhan atau benda
lain yang mengganggu bibit.
34

Bibit yang baru di tanam sebaiknya diberi


peneduh untuk menghindari sinar matahari
langsung, terpaan angin,maupun siraman air
hujan. Peneduh ini dibutuhkan sampai tanaman
cukup kuat dan tumbuh dengan baik. Peneduh
disingkirkan setelah tanaman berumur 6 bulan
dengan tinggi tanaman sekitar 1,5 m karena
saat itu tanaman membutuhkan banyak sinar
matahari.
Beberapa hari sebelum dilakukan penanam, tanah dapat diberi pupuk NPK
sebanyak 100-250 g per lubang . dapat pula digunakan campuran Urea, TSP, dan
KCl dengan perbandingan 3 : 2 : 1 atau 4 : 3 : 2. campuan ini diberikan sebanyak
100-250 g per lubang.

C. Pemeliharaan
Secara tradisional tanaman kemiri tidak memerlukan perawatan khusus.
Namun dalam era pertanian modern seperti saat ini, dimana telah diketahui bahwa
teknis budidaya tanaman secaar baik cenderung memberikan hasil produksi yang
lebih baik bagi pemiliknya, maka pemeliharaan tanaman kemiri perlu diperhatikan.
Kegiatan pemeliharaan ini dijabarkan dalam bentuk penyulaman,
penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama. Penyakit. Kegiatan pengendalian
hama dan penyakit akan diuraikan dalam bab teresendiri.
1. Penyiraman
Kegiatan penyiraman perlu dilakukan untuk mencegah kekeringan tanaman
muda, dan mempermudah tanaman dalam mengambil zat-zat hara yang diperlukan.
Ini terutama dilakukan pada musim kemarau atau jika tidak ada hujan. Banyak
sedikitnya penyiraman dan frekuensi penyiraman tergantung kondisi setempat.
Namun sebaiknya dilakukan setiap hari pada waktu pagi atau sore hari.
2. Penyiangan
Penyiangan gulma atau rumput liar pada tanaman muda perlu dilakukan
karena dapat menyaingi tanman dalam pengembilan zat-zat hara yang diperlukan.
35

Selain itu gulma dan rumput liar dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dari luar
dan menjadi sarang hama dan penyakit yang bakal menyerang tanaman.
Penyiangan gulma dan rumput liar cukup dilakukan dis ekitar tanaman
karena laju pertumbuhan gulma dapat ditekan jika tanaman telah tumbuh besar.
Penyaiangan dilakukan secara intensif sampai tanaman bewumur 3 tahun. Pada
tahun pertama penyiangan dilakukan setiap 1-2 bulan sekali, dua tahun berikutnya
dilakukan setiap 6 bulan. Tahun-tahun selanjutnya masih perlu dilakukan
pembabatan semak belukar yang mungkin tumbuh di sekitar tanaman.
3. Penggemburan tanah
Biasanya tanah yang sering disiram akan semakin padat sehingga udara di
dalamnya semakin sedikit . hal ini mengakibatkan akar tanaman tidak leluasa
menyerap zat hara . Oleh karena itu tanah dis ekitar tanaman perlu digemburkan .
ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak memutuskan atau merusak akar tanaman.
4. Penyulaman
Sangat sering terjadi tanaman yang ditanam mati beberapa hari setelah
ditanam, atau tidak memperlihatkan pertumbuhan yang baik karena kurang sehat.
Tanaman seperti ini perlu disulam dengan bibit yang baru dansehat. Agar tanaman
dapat seragam, bibit yang dipakai untuk penyulaman harus berumur sama dengan
tanaman semula. Oleh karena itu kita perlu menyiapkan bibit cadangan untuk
persediaan penyulaman tersebut . Jumlah bibit cadangan sekitar 10 % dari jumlah
bibit yang ditanam. Penyuluhan dapat dilakukan setelah 1 bulan dari saat
penanaman.
5. Pemupukan
Pemupukan pada pertanaman kemiri memang tidak terlalu penting karena
hasil produksi belum tentu meningkat dan tanaman kemiri pun tidak menuntut jenis
tanah harus subur untuk pertumbuhannya. Namun untuk lebih mempercepat
pertumbuhannya dan menjaga kondisi tanaman sebaiknya dilakukan pemupukan .
pupuk yang digunakan berupa pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang
terutama pada masa pertumbuhannya. Pada masa pembungaan dan pembuahan
sebaiknya ditambah denagn pupuk anorganik terutama pupuk TSP dan KCL untuk
mencegah terjadinya kerontokan buah pada saat masih muda.
36

Pupuk kandang atau kompos dapat diberikan setiap 6 bulan atau 1 tahun
sekali dengan dosisi 10 kg/ pohon / tahun. Sedangkan pupuk TSP dan KCL
diberikan setelah tanah berumur 3 tahun dengan dosis 1-2 Kg TSP dan 0,5 1 KCL
per pohon per tahun.
Agar pupuk yang diberikan mudah diserap akar, maka pemberian pupuk
sebaiknya dilakukan menjelang atau pada saat musim hujan . Pemberiannya
dilakukan dengan pola lingkaran, tepat dibawah lingkaran luar tajuk tanam,an (lihat
gambar). Buatlah lubang pada garis pola lingkaran ini berguna agar pupuk dapat
dimanfaatkan oleh tanaman seefisien mungkin. Sebab di bagian lingkaran luar tajuk
tanaman biasanya banyak rambut-rambut akar yang berfungsi menyerap zat hara.

Pemupukan tanaman Kemiri,


dilakukan dengan pola
melingkar.

Apabila tanamn telah berproduksi, kulit dari buah kemiri dapat juga
dimanfaatkan sebagai pupuk hijau karena mengandung banyak nitrogen.
6. Penjarangan
Penajrangan tanaan kadang-kadang diperlukan apabila tanaman yangs
eharusnya berproduksi tinggi, ternyata hasilnya kurang memuaskan. Ini dapat juga
dilakukan terhadap kebun yang ditanami dengan jarak tanam rapat untuk menekan
37

pertumbuhan alang-alang . Penjarangan tanam mulai dilakukan setelah tanaman


berumur 5 tahun, atau melihat kondisi tanaman.

Tabel. 3.3.
Kesesuai Iklim dan Tanah Untuk Tanaman Kemiri

Jumlah Jumlah Tanah


Ketinggian Jenis Tanah Solu Drai
Kelas Curah Bulan Kering
Tempat (m m ner
Kesesuaian Hujan Per per tahun
dpt) (m)
tahun (mm) (<60mm)
Sesuai 100-250 4 6 600-1.500 Aluvial, regosol, >1 Baik
andosol, kombisol,
mediteran , latosol

Agak 100-250 <4 300-600 Grumusol, Baik


38

sesuai podsolik, brown 0,6-1


forest soil,
regosol/litosol

Tidak <100
>6 < 300 Komplek : Baik
Sesuai >250 > 600 mediteran, regosol, <0,6
gramusol, dan
litosol