Anda di halaman 1dari 5

Panduan Fasilitator

TOT Resusitasi Neonatus


IDAI
Station: Team work& alur resusitasi
Panduan Fasilitator TOT Resusitasi Neonatus IDAI
Station: Team work& alur resusitasi

Tujuan:

Peserta memahamiperan dan cara kerja tim resusitasi untuk saling melengkapi dan
melakukannya secara simultan/ bersamaan

Objektif:

1. Mengetahui peran dalam tim resusitasi


2. Mengerti alur resusitasi
3. Memahami koordinasi antar penolong sehingga resusitasi dapat dijalankan secara
bersamaan dan optimal
4. Melatih komunikasi antar penolong

Metode pengajaran: Role play peserta sebagai tim resusitasi

Peserta: 8-9 orang

Waktu: 45 menit

Garis besar pelaksanaan:

10 menit

Tell:

- Penjelasan tentang alur resusitasi (lihat lampiran 1)


- Penjelasan tentang tim resusitasi (lihat lampiran 2)

Tim Resusitasi:
KIRI KANAN
1. Team Leader (Airway + Breathing)
2. Asisten (Circulation)
3. Asisten (Drugs + Equipment)
2 3

1
15 menit

Show:

1. Fasilitator dengan 2 orang dari peserta menjadi tim resusitasi untuk


menangani kasus 1
Kasus 1:
o Bayi laki-laki, usia gestasi 30 minggu, berat lahir 1400
gram, tampak sianosis, merintih dengan napas cuping
hidup, frekuensi napas 70x/menit. Lakukan tindakan
resusitasi!
2. Fasilitator berperan sebagai Team Leader
3. Setelah role play, fasilitator memberikan penjelasan singkat tentang
koordinasi dan komunikasi tim resusitasi

15 menit

Do:

1. 3 orang peserta lain menjadi tim resusitasi


2. Fasilitator memberikan kasus 2 kepada tim resusitasi
Kasus 2:
o Bayi cukup bulan (usia gestasi 38 minggu, berat lahir 3050
gr) lehir melalui SC atas indikasi perdarahan ante partum.
Bayi tidak menangis, pucat, denyut nadi 90x/menit.
Lakukan tindakan resusitasi!
3. Tim resusitasi melakukan resusitasi secara simultan dan saling
melengkapi kebutuhan
4. Fasilitator mengawasi jalannya resusitasi

5 menit

Feedback:

1. Peserta lain memberikan feedback mengenai jalan resusitasi oleh tim 2


2. Peserta dapat mengajukan pertanyaan seputar alur resusitasi dan cara
kerja tim resusitasi
3. Fasilitator dapat memberikan masukan ke peserta seputar tim resusitasi

Peralatan yang disediakan:

Boneka Anne 1
Boneka hidung bolong 1
Infant warmer 1
Balon dan sungkup 1
Katup PEEP 1
Pulse oksimeter 1
Kain-kain 2
Gantungan nama 6
Lampiran 2

1. Anggota resusitasi
o Terdiri dari minimal 3 orang yang menguasai pelatihan resusitasi
neonatus dasar
2. Pembagian tugas tim resusitasi
Orang pertama = team leader/ kapten/ pemimpin jalannya resusitasi.
o Posisi: di atas kepala bayi
o Memiliki pengetahuan dan kompetensi resusitasi yang paling
tinggi dan lengkap serta dapat menginstruksikan tugas kepada
anggota tim lainnya.
o Tanggung jawab utama: ventilasi (airway dan breathing).
Orang kedua = asisten sirkulasi
o Posisi: sisi kiri team leader
o Tanggung jawab: sirkulasi bayi
o Meliputi: mendengarkan denyut jantung bayi sebelum monitor
saturasi menunjukkan angka, mengatur kebutuhan PIP dan
FiO2, kompresi jantung, kateter umbilikal untuk resusitasi
cairan)
Orang ketiga = asisten peralatan dan obat
o Posisi: sisi kanan team leader
o Tanggung jawab: menyalakan tombol pencatat waktu,
memasang topi bayi, memasang monitor saturasi,monitor suhu,
menyiapkan peralatan suction, persiapan obat-obatan dan alat-
alat lainnya.

Ingat!

- Tim resusitasi harus bekerja secara simultan/ bersamaan


- Pastikan selama resusitasi menggunakan bahasa yang lazim
dan dimengerti oleh semua anggota tim
- Masing-masing anggota tim resusitasi memiliki peranan yang
berbeda, dipimpin oleh Team Leader
Ya
Bernapas atau menangis? Perawatan rutin:
Pastikan bayi tetap hangat
Tonus baik?
Keringkan bayi
Lanjutkan observasi

PADA SETIAP LANGKAH TANYAKAN: APAKAH ANDA MEMBUTUHKAN BANTUAN?


Tidak
pernapasan, laju denyut
30 detik

Langkah awal: (nyalakan pencatat waktu) jantung, dan tonus


Pastikan bayi tetap hangat
Atur posisi dan bersihkan jalan napas
Keterangan:
Keringkan dan stimulasi
Pada bayi dengan berat
Posisikan kembali
1500 gram, bayi langsung
dibungkus plastik bening tanpa
dikeringkan terlebih dahulu
Observasi usaha napas, laju denyut jantung (LDJ), dan tonus otot
kecuali wajahnya, kemudian
dipasang topi. Bayi tetap dapat
distimulasi walaupun dibungkus
Tidak bernapas/ megap- Bernapas spontan plastik
megap, dan atau
LDJ < 100x/ menit

Distres napas Sianosis sentral persisten


30 detik

(Takipnu, retraksi, atau Tanpa distres napas


merintih)
Ventilasi tekanan
positif (VTP) Pertimbangkan
Continuous positive airway suplementasi oksigen
Pemantauan SpO2 pressure (CPAP)
PEEP 5-8 cmH2O Pemantauan SpO2
Pemantauan SpO2

Keterangan:
Bila LDJ tetap
Apabila LDJ > 100 kali per menit dan
Gagal CPAP
< 100 kali/ menit target saturasi oksigen tercapai:
30 detik PEEP 8 cmH2O
FiO2 > 40% Tanpa alat Lanjutkan ke
Dengan distres napas perawatan observasi
Setiap 30 detik sekali nilai laju denyut jantung, usaha napas dan tonus

Dengan alat Lanjutkan ke


Pengembangan dada adekuat? Pertimbangkan intubasi perawatan paska-resusitasi

Ya Tidak
Waktu dari Target SpO2
Dada mengembang Bila dada tidak Lahir Preduktal
adekuat mengembang adekuat
namun LDJ < 60x/ menit Evaluasi: 1 menit 60-70%
Posisi kepala bayi
VTP (O2 100%) + Obstruksi jalan 2 menit 65-85%
kompresi dada napas 3 menit 70-90%
(3 kompresi tiap 1 napas) Kebocoran sungkup
Tekanan puncak 4 menit 75-90%
Pertimbangkan Intubasi inspirasi cukup atau
5 menit 80-90%
tidak
Observasi LDJ dan usaha
10 menit 85-90%
napas tiap 60 detik

Keterangan:
Intubasi endotrakea dapat
LDJ < 60/ menit?
dipertimbangkan pada langkah ini apabila VTP
tidak efektif atau telah dilakukan selama 2
menit
Pertimbangkan pemberian obat dan cairan intravena