Anda di halaman 1dari 2

RINGKASAN EKSEKUTIF

Informasi yang diperoleh dari pelaporan dan pencatatan rutin dianggap tidak dapat mengungkapkan
alas an bayi/ibu yang tidak mendapatkan pelayanan imunisasi. Oleh Karena itu perlu sebuah survei
cakupan imunisasi untuk mengetahui cakupan imunisasi yang sebenarnya sebagai pembanding data
dari laporan rutin.

Survei cakupan imunisasi bertujuan untuk menilai cakupan imunisasi rutin pada bayi, cakupan
perlindungan bayi terhadap TN pada saat lahir dan cakupan imunisasi TT pada ibu.

Metode survei cakupan imunisasi menggunakan metode sample klaster 2 tahap dengan 30 klaster.
Sampel terdiri dari 210 anak berumur 12-23 bulan untuk mengevaluasi cakupan imunisasi dasar pada
anak dan 210 anak berumur 0-11 bulan untuk mengetahui cakupan imunisasi TT pada ibu dan
mengetahui apakah anak mereka terlindungi dari Tetanus Neonatal pada saat dilahirkan.

Hasil survei cakupan imunisasi pada anak usia 12-23 bulan berdasarkan kartu maupun berdasarkan
kartu dan riwayat ternyata menunjukan masih dibawah target..Sebesar 60,5 % anak telah diberikan
imunisasi dasar lengkap berdasarkan kriteria lengkapnya imunisasi berdasarkan kartu maupun
berdasarkan riwayat. Berdasarkan kelengkapan dan kevalidan imunisasi dengan melihat interval
pemberian imunisasi ternyata diperoleh hanya 25,2% anak yang masuk dalam kriteria pemberian
imunisasi lengkap.

Tempat imunisasi yang paling banyak dikunjungi adalah Posyandu dan puskesmas. Alasan kegagalan
berdasarkan informasi paling besar disebabkan oleh takut akan efek samping (10,8%). Menurut
faktor motivasi responden sebagian besar memilih untuk menunda imunisasi di lain waktu (7,5%).
Hambatan terbesar dari pemberian imunisasi pada bayi adalah karena pada saat imunisasi anak sakit
dan tidak dibawa untuk diimunisasi (26,%). Sebagian besar informasi pentingnya lima imunisasi
dasar lengkap (LIL) diperoleh dari media audio visual (83,5%) sedangkan yang bersumber dari
petugas kesehatan sebesar 16,5%.

Cakupan imunisasi TT pada ibu berdasarkan kartu masih dibawah target yaitu T1 5,2% dari target
90% dan T2 11,0% dari target 80%. Sedangkan cakupan imunisasi TT berdasarkan kartu imunisasi dan
riwayat sudah melebihi dari target yaitu T1 94,8% dari target 90% dan T2 89,0% dari target 80%.
Tempat pelayanan imunisasi TT sebagian besar adalah di posyandu yaitu 22,2 % sedangkan terendah
adalah di RS swasta 0,5 %.

Cakupan bayi yang terlindungi TN sebesar 39,5% berdasarkan kartu dan berdasarkan kartu dan
riwayat sebesar 91,4%. Cakupan ibu yang memiliki kartu imunisasi sebesar 78,1%.

Dari hasil survei cepat cakupan imunisasi tersebut telah banyak diperoleh informasi mengenai
cakupan imunisasi sehingga survei cepat cakupan imunisasi perlu secara berkala dilakukan untuk
perbandingan dengan hasil pencatatan dan pelaporan rutin imunisasi. Upaya untuk menuju
perbaikan sistem dan dan format pencatatn pelaporan program imunisasi perlu terus dilakukan,
sosialisasi LIL (Lima Imunisasi dasar Lengkap) oleh petugas kesehatan perlu terus ditingkatkan,
penyuluhan ,advokasi dan komunikasi tentang efeksamping imunisasi dan pentingnya kartu imunisasi
perlu terus dilakukan dan ditingkatkan sehingga apa yang menjadi harapan bagi program imunisasi
dapat terwujud.
Iklan