Anda di halaman 1dari 4

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TANRALILI

NOMOR 125 /TU/PKM-TRL/I/2015

TENTANG

PENDELEGASIAN WEWENANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA PUSKESMAS TANRALILI

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka memberikan kepastian


penyelenggaraan pelayanan sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan, dan memberikan pelayanan kesehatan
secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di
wilayah kerjanya;
b. Bahwa jenis pelayanan yang ditetapkan diselenggarakan
di Puskesmas Tanralili sesuai dengan standar sarana
prasarana, tenaga, dan sumber daya lainnya untuk
memberikan pelayanan puskesmas kategori pedesaan;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dan b di atas perlu menetapkan
Keputusan Kepala Puskesmas Tanralili tentang
Pendelegasian Wewenang Lingkup Puskesmas Tanralili
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang
Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
3. Peraturan Daerah Kabupaten Maros Nomor 21 Tahun
2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas
Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Maros (Lembaran
Daerah Kabupaten Maros Tahun 2008 Nomor 22)
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan
Peraturan Daerah Kabupaten Maros Nomor 09 Tahun
2010 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah
Kabupaten Maros Nomor 21 Tahun 2008 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah
Kabupaten Maros (Lembaran Daerah Kabupaten Maros
Tahun 2010 Nomor 09)
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TANRALILI TENTANG


PENDELEGASIAN WEWENANG LINGKUP PUSKESMAS
TANRALILI
PERTAMA : Setiap upaya pelayanan yang diselenggarakan di Puskesmas
Tanralili wajib memenuhi standar akuntabilitas
berdasarkan rencana kegiatan yang disusun dan
pencapaian kinerja yang telah ditetapkan;
KEDUA : Sebagai wujud akuntabilitas, pimpinan dan/atau
penanggung jawab upaya Puskesmas wajib melakukan
pendelegasian wewenang kepada pelaksana kegiatan
apabila meninggalkan tugas;
KETIGA : Pendelegasian wewenang dilaksanakan sesuai kriteria yang
telah ditetapkan sebagaimana tercntum dalam lampiran
keputusan sebagai bagian tidak terpisahkan;
KEEMPAT Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Tanralili
Pada Tanggal 30 Januari 2015
KEPALA PUSKESMAS TANRALILI

dr. H.Hendra Saputra Hamka


Pangkat : Penata
NIP : 198305282011011006

Tembusan :
Yth. 1. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Maros
2. Pertinggal
LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TANRALILI
NOMOR : 125/TU/PKM-TRL/I/2015
TANGGAL : 30 JANUARI 2015
TENTANG : PENDELEGASIAN WEWENANG

KRITERIA PENDELEGASIAN WEWENANG

A. PENDELEGASIAN WEWENANG DOKTER KEPADA BIDAN

1. Pelimpahan wewenang dari dokter kepada bidan terjadi bila seorang


bidan melakukan tindakan yang bukan merupakan kompetensi di
pelayanan kesehatan.
2. Pelimpahan wewenang yang dijalankan bidan tidak boleh dilakukan
secara lisan oleh dokter, tetapi harus ada permintaan tertulis dari
dokter. Hal ini didasarkan pada Pasal 15 huruf d Kemenkes Nomor
1239 Tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktek Bidan
3. tanggung jawab utama tetap berada pada dokter yang memberikan
tugas
4. bidan mempunyai tanggung jawab pelaksana
5. Pelimpahan hanya dapat dilaksanakan setelah bidan tersebut
mendapat pendidikan dan kompetensi yang cukup untuk menerima
pelimpahan
6. Pelimpahan untuk jangka panjang atau terus menerus dapat diberikan
kepada bidan kesehatan dengan kemahiran khusus (bidan spesialis),
yang diatur dengan peraturan
tersendiri (standing order)
7. Bidan yang bertugas di puskesmas yang mempunyai tenaga kompeten
(dokter) hanya dapat melakukan tindakan medis/pengobatan atas
persetujuan dokter penanggung jawab
8. Pendelegasian wewenang/pemberian tugas limpah bagi bidan di
puskesmas disesuaikan dengan dua upaya pelayanan, yaitu upaya
kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM). .
Pendelegasian wewenang upaya kesehatan perorangan (UKP) diberikan
oleh dokter sebagai tenaga medis; dan pendelegasian wewenang upaya
kesehatan masyarakat (UKM) diberikan oleh kepala puskesmas sebagai
penanggung jawab institusi puskesmas
9. Pelimpahan wewenang/tugas juga dapat terjadi antar-bidan . Bidan
dalam melaksanakan fungsi dependent memiliki kompetensi delegasi,
yaitu mendelegasikan kemampuan dari bidan profesional kepada bidan
vokasional, dan kemampuan yang didelegasikan dari tenaga medis
kepada bidan , sesuai dengan kompetensi dan kemampuan bidan yang
menerima delegasi.
10. Pelimpahan wewenang dapat diberikan oleh Ners kepada bidan D3
berdasarkan kondisi darurat dan bila dilihat oleh Ners, bidan D3
mampu melakukannya
11. Apabila tidak terdapat bidan yang sesuai dengan jenjang jabatannya
untuk melaksanakan kegiatan kebidan an dimungkinkan bagi bidan
lain yang berada satu tingkat di atas atau satu tingkat di bawah jenjang
jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan
secara tertulis dari Kepala Puskesmas.
B. PENDELEGASIAN WEWENANG DOKTER KEPADA BIDAN

1. Pelimpahan wewenang dari dokter kepada bidan terjadi bila seorang


bidan melakukan tindakan yang bukan merupakan kompetensinya di
pelayanan kesehatan.
2. Pelimpahan wewenang yang dijalankan bidan tidak boleh dilakukan
secara lisan oleh dokter, tetapi harus ada permintaan tertulis dari dokter.
3. Tanggung jawab utama tetap berada pada dokter yang memberikan tugas
dan bidan mempunyai tanggung jawab pelaksana
4. Pelimpahan hanya dapat dilaksanakan setelah bidan tersebut mendapat
pendidikan dan kompetensi yang cukup untuk menerima pelimpahan
5. Pelimpahan untuk jangka panjang atau terus menerus dapat diberikan
kepada bidan kesehatan dengan kemahiran khusus
6. Bidan yang bertugas di puskesmas yang mempunyai tenaga kompeten
(dokter) hanya dapat melakukan tindakan medis/pengobatan atas
persetujuan dokter penanggung jawab
7. Pendelegasian wewenang/pemberian tugas limpah bagi bidan di
puskesmas disesuaikan dengan dua upaya pelayanan, yaitu upaya
kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM). .
Pendelegasian wewenang upaya kesehatan perorangan (UKP) diberikan
oleh dokter sebagai tenaga medis; dan pendelegasian wewenang upaya
kesehatan masyarakat (UKM) diberikan oleh kepala puskesmas sebagai
penanggung jawab institusi puskesmas
8. Apabila tidak terdapat bidan yang sesuai dengan jenjang jabatannya
untuk melaksanakan kegiatan kebidan an dimungkinkan bagi bidan
lain yang berada satu tingkat di atas atau satu tingkat di bawah jenjang
jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan
secara tertulis dari Kepala Puskesmas.

Kepala Puskesmas Tanralili

dr. H.Hendra Saputra Hamka


Pangkat : Penata
NIP : 198305282011011006