Anda di halaman 1dari 67

LAPORAN INDIVIDU KELUARGA BINAAN

ASUHAN KEBIDANAN TN.R DENGAN HIPERTENSI DI RT 01 RW 10


KELURAHAN SRENGSENG SAWAH KECAMATAN JAGAKARSA
JAKARTA SELATAN

Disusun oleh :

WULAN AYUNINGRUM PRAMESWARI

NPM 07160100085

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
TAHUN 201
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Individu Keluarga Binaan Komunitas Mahasiswa Diploma IV Kebidanan


Di RT 01 RW 10 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa,
Kota Jakarta Selatan
Tahun 2017

Disusun oleh :

WULAN AYUNINGRUM PRAMESWARI


07160100085

Telah Disahkan di Jakarta


Pada Tanggal 09 Agustus 2017

Mengesahkan,
Ketua Program Studi D IV Kebidanan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju

Hidayani, Am.Keb.,SKM.,MKM
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan Individu Keluarga Binaan Komunitas Mahasiswa Diploma IV Kebidanan

Asuhan Kebidanan Pada Tn.R Usia 53 Tahun Di Kelurahan Srengseng Sawah

Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan

Disusun oleh :

WULAN AYUNINGRUM PRAMESWARI

NPM 07160100085

Telah Disetujui di Jakarta


Pada Tanggal 29 Juli 2017

Menyetujui,
Dosen Pamong RT 01 RW10

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Alloh SWT, karena berkat dan

RamhatNya, penulis Dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Asuhan

Keluarga Binaan Pada Tn. R Usia 53 Tahun dengan kasus Hipertensi Rt

01/Rw 10 Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Jakarta

Selatan.

Penulisan ini guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan

pendidikan Sarjana pada program studi DIV Kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan Indonesia Maju.Tentu dalam penulisan ini, penulis banyak sekali

memperoleh bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis

menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Drs. H Jakub Chatib selaku Ketua Yayasan Indonesia Maju Jakarta.

2. Dr. Dr. dr. Hafizurrachman, MPH selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan Indonesia Maju Jakarta (STIKIM).

3. Sobar Darmadja, S.Psi, MKM, selaku Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan Indonesia Maju Jakarta.

4. Hidayani, Am.Keb, SKM, MKM, selaku Ketua Program Studi DIV

Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju Jakarta.

5. Rita Ayu Yolandia, S, ST, selaku pembimbing penulisan laporan individu

pkl komunitas ini yang telah memberikan arahan, waktu dan bimbingan

kepada penulis.

6. Seluruh Dosen dan staff di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju

Jakarta.

ii
7. Kepada Keluarga tercinta kedua orang tuaku, serta kedua saudaraku yang

telah banyak memberikan dukungan kepada penulis dalam segala aspek

baik moril maupun materil sehingga penulis dapat menyelesaikan

penelitian ini dan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju

Jakarta dengan tepat waktu.

8. Kepada teman-teman seperjuangan mahasiswi DIV Kebidanan baik klinik

maupun pendidik, serta adik tingkat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan

Indonesia Maju Jakarta yang telah bersedia membantu, meluangkan waktu

dan mendukung sehingga penulis bisa melakukan pembinaan.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan tugas individu

pkl komunitas ini masih banyak kekurangan dan kelemahan, oleh karena

itu dengan segala kerendahan hati penulis sangat mengharapkan masukan

baik kritik maupun saran yang bersifat membangun.tugas individu ini

dapat memberikan manfaat yang berarti bagi semua pihak terkait,

khususnya bagi pembaca.

Jakarta, Juli2017

Penyusun

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ................................................................................................. vi
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... vii
BAB IPENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Tujuan Umum Dan Khusus ...................................................................... 5
1.2.1 Tujuan Umum .................................................................................... 5
1.2.2 Tujuan Khusus ................................................................................... 5
1.3 Manfaat ..................................................................................................... 5
1.3.1 Manfaaat bagi Klien .......................................................................... 5
1.3.2 Manfaat bagi Keluarga ...................................................................... 5
1.3.3 Manfaat bagi Penulis ......................................................................... 5
1.3.4 Manfaat bagi Tenaga Kesehatan........................................................ 6
1.3.5 Manfaat bagi Mahasiswa ................................................................... 6
1.3.6 Waktu dan tempat ............................ Error! Bookmark not defined.
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Lansia .......................................................................................... 7
2.2 Definisi Hipertensi .................................................................................... 8
2.3 Mengukur Tekanan Darah ........................................................................ 8
2.4 Tekanan Darah Normal ............................................................................. 9
2.5 Penyebab Hipertensi ............................................................................... 11
2.6 Tanda Dan Gejala Hipertensi .................................................................. 11
2.7 Etiologi .................................................................................................... 12
2.8 Manifestasi Klinis ................................................................................... 12
2.9 Patofisiologi ............................................................................................ 13
2.10 Faktor Resiko .......................................................................................... 14
2.11 Komplikasi .............................................................................................. 15

iv
2.12 Pencegahan Hipertensi............................................................................ 15
2.13 Pengobatan Hipertensi.............................................................................16
2.14 Tahap-Tahap Pelaksanaan Tindakan........................................................16
BAB III HASIL PENGUMPULAN DATA DAN TINJAUAN KASUS
3.1 Kunjungan I.............................................................................................24
3.2 Kunjungan II............................................................................................28
3.3 Kunjungan III.......................................................................................... 29
3.4 Kunjungan 1V..........................................................................................29
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Pembahasan............................................................................................. 30
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan..............................................................................................32
5.2 Saran...................................................................................................................................33
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DOKUMENTASI

v
DAFTAR TABEL

1.1 Tabel Waktu dan Temapat Kunjungan Keluarga Binaan.........................................6

vi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1Varney dan Soap

Lampiran 2 Surat pernyataan Keluarga Binaan

Lampiran 3 Leafleat

Lampiran 4Acara Pratikum

Lampiran 5Daftar Tilik

Lampiran 6Jobsheet

Dokumentasi

vii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun

sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial

dan ekonomi (uu.No 36 Tahun 2009 pasal 1 ayat 1).

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,

dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan

masyarakat yang setinggi-tingginya sebagai inventasi bagi pembangunan

sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis (UU No 36

tahun 2009 pasal 3).

Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) adalah mengkajian

kegiatan masyarakat dan swadaya dalam rangka menolong diri sendiri dalam

memecahkan masalah untuk memenuhi kebutuhannya di bidang kesehatan dan

bidan lain yang berkaitan, agar mampu mencapai sehat sejahtera.

Kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan profesional yang

ditunjukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko

tinggi, dengan upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal melelui

pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, menjamin keterjangkuan

pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan dilibatkan klien sebagai mitra

dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan kebidana

1
2

Keluarga merupakan unit terkecil dari

masyarakatdimanamasalahkesehatandapat timbul, berupamasalah KIA/KB,

Kesehatan Lingkungan, Tumbuh Kembang, Penyakit, KRR.

Menurut UU no 4 tahun 1945, Lansia adalah seseorang yang mencapai

umur 55 tahun, tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan

hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain.

Lansiaakanmemiliki status kesehatan yang buruksetelahhipertensidanberesiko

kematian, dimanadukungan sosial dipercaya memungkinkan lansia terdorong

menyesuaikan lebih efektif sehingga kualitas hidupnya optimal.

Dalam lingkungan masyarakat, kesehatan itu penting untuk dipelihara.

Peran tenaga medis juga penting untuk memberi pengetahuan tentang

kesehatan. Agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri juga

lingkungan. Seiring berjalannya zaman yang semakin modern dan

perlengkapan atau penanganan medis yang semakin canggih dan maju. Untuk

itu di perlukan beberapa peran penting bagi masyarakat mengenai

kesehatan..Pemeriksaan tanda vital adalah cara untuk mendeteksi perubahan

system yang ada di dalam tubuh. Tanda vital meliputi suhu tubuh, denyut nadi,

frekuensi pernapasan, dan tekanan darah. Perubahan tanda vital dapat terjadi

bila tubuh dalam keadaan sakit atau kelelahan. Perubahan tersebut merupakan

indikator adanya gangguan sistem tubuh. Pemeriksaan tanda vital yang

dilaksanakan oleh tenaga medis seperti dokter, bidan, dan perawat digunakan

untuk memantau perkembangan pasien. Tindakan ini bukan hanya merupakan

kegiatan rutin pada pasien, tetapi merupakan


3

tindakan pengawasan terhadap perubahan atau gangguan sistem tubuh.

Pelaksanaan pemeriksaan tanda vital pada pasien tentu berbeda dengan pasien

yang lainnya. Tingkat kegawattan dan penanganan pasien juga berbeda beda,

mulai dari yang keadaan kritisi hingga dalam keadaan pasien yang sakit

ringan. Prosedur pameriksaan tanda vital yang dilakukan pada pasien meliputi

pengukuran suhu, pemeriksaan denyut nadi, pemeriksaan pernapasan dan

pengukuran tekanan darah.

Tekanan Darah tinggi atau Hipertesi dan arterosclerosis (pengerasan arteri)

adalah dua kondisi pokok yang mendasari banyak bentuk penyakit

kardiovaskuler. Lebih jauh, tidak jarang tekanan darah tinggi juga

menyebabkan gangguan ginjal. Sampai saat ini, usaha-usaha baik untuk

mencegah maupun mengobati penyakit hipertensi belum berhasil sepenuhnya,

hal ini dikarenakan banyak faktor penghambat yang mempengaruhi seperti

kurang pengetahuan tentang hipertensi (pengertian, klasifikasi, tanda dan

gejala, sebab akibat, komplikasi) dan juga perawatannya.

Saat ini, angka kematian karena hipertensi di Indonesia sangat tinggi.

Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan

tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur

di Indonesia. Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang

menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal, yaitu 140/90 mmHg.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes tahun 2007

menunjukan prevalensi hipertensi secara nasional mencapai 31,7%

(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia).


4

Dari jumlah itu, 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke. Sedangkan

sisanya pada jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Sementara di dunia Barat,

hipertensi justru banyak menimbulkan gagal ginjal, oleh karena perlu

diadakan upaya-upaya untuk menekan angka peyakit hipertensi terlebih bagi

penderita hipertensi perlu diberikan perawatan dan pengobatan yang tepat agar

tidak menimbukan komplikasi yang semakin parah. Selain itu pentingnya

pemberian asuhan keperawatan pada pasien hipertensi juga sangat diperlukan

untuk melakukan implementasi yang benar pada pasien hipertensi. Diharapkan

dengan dibuatnya makalah tentang asuhan kebidanan klien dengan gangguan

hipertensi ini dapat memberi asuhan kebidanan yang tepat dan benar bagi

penderita hipertensi dan dapat mengurangi angka kesakitan serta kematian

karena hipertensi dalam masyarakat.

Dalam hal ini penulis mengambil kasus pada keluarga Tn. R pada RT

01/RW10 Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta

Selatan sebagai bukti pelaksanaan praktek kebidanan komunitas dan

melaksanakan implementasi sesuai dengan prioritas masalah.Diharapkan

keluarga lebih mengerti dan memahami tentang cara membina keluarga

terutama dalam menangani penyakit hipertensi yang kebanyakan dialami oleh

lansia.
5

1.2 Tujuan

1.2.1 TujuanUmum

Dengan diadakannya praktek belajar lapangan asuhan kebidanan

komunitas diharapkan mampu menerapkan teori di lapangan secara

nyata.

1.2.2 Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui definisi hipertensi pada Ny.M.

b. Untuk mengetahui cara mengukur tekanan darah pada Ny.M.

c. Untuk mengetahui penyebab hipertensi pada Ny.M.

d. Untuk mengetahui gejala yang di timbulkan pada Ny.M.

e. Untuk mengetahui akibat dari hipertensi pada Ny.M.

f. Untuk mengetahui pencegahan hipertensi pada Ny.M.

g. Untuk mengetahui pengobatan hipertensi pada Ny.M.

1.3 Manfaat

1.3.1 Manfaaat bagi Klien

Menambah pengetahuan tentang hiperetnsi, penanganan hipertensi,

dan pola makan bagi penderita hipertensi.

1.3.2 Manfaat bagi Keluarga

Menambah pengetahuan tentang hipertensi bagi keluarga dan untuk

saling memotivasi juga mengingatkan penanganan hipertensi.

1.3.3 Manfaat bagi Penulis

Menambah pengetahuan, wawasan terutama tentang hipertensi dan

bisa mengaplikasikan kembali di masyarakat


6

1.3.4 Manfaat bagi Tenaga Kesehatan

Meningkatkan dan memperhatikan kesehatan lansia terutama yang

hipertensi, tenaga kesehatan menciptakan program di masyarakat

dengan kegiatan rutin untuk pencegahan atau deneksi dini hipertensi

pada lansiaa

1.3.5 Manfaat bagi Mahasiswa

Meningkatkan lagi asuhan kebidanannya terutama asuhan keluarga

binaan pada lansia dengan hipertensi.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Lansia

Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses menua. Menurut

Bernice Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu

masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya. Sedangkan

menurut Prayitno dalam Aryo (2002) mengatakan bahwa setiap orang yang

berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang berusia 65 tahun ke atas,

tidak mempunyai penghasilan dan tidak berdaya mencari nafkah untuk

keperluan pokok bagi kehidupannya sehari-hari. Saparinah (1983)

berpendapat bahwa pada usia 55 sampai 65 tahun merupakan kelompok umur

yang mencapai tahap penisium, pada tahap ini akan mengalami berbagai

penurunan daya tahan tubuh atau kesehatan dan berbagai tekanan psikologi

Berdasarkan UU Kes. No. 23 1992 Bab V bagian kedua Pasal 13 ayat 1

menyebutkan bahwa manusia lanjut usia adalah seseorang yang karena

usianya mengalami perubahan biologis, fisik, dan sosial.

Badan Kesehatan DuniaWorld Health Organization (WHO) menetapkan

65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses penuaan yang berlangsung

secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. Lansia banyak

menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penangan segera dan

terintegrasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia

menjadi 4 yaitu :

7
8

a. Usia pertengahan (middle age) kelompok usia 45 59 tahun.

b. Lanjut usia (alderly) kelompok usia 60 74 tahun.

c. Lanjut usia tua (old) kelompok usia 75 90 tahun.

d. Usia sangat tua (very old) kelompok usia diatas 90 tahun

2.2 Definisi Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, adalah meningkatnya tekanan darah

atau kekuatan menekan darah pada dinding rongga di mana darah itu berada.

Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di

dalam arteri. (Hiper artinya berlebihan, Tensi artinya tekanan/tegangan jadi,

hipertensi adalah Gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan

kenaikan tekanan darah diatas nilai normal.

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi

dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah

daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana

akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika

beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda, paling tinggi di

waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

2.3 Mengukur Tekanan Darah

Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih

tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih

rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah

ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya


9

120/80 mmHg, dibaca seratus dua puluh per delapan puluh. Sejalan dengan

bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah,

tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik

terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara

perlahan atau bahkan menurun drastis.

Tekanan darah ditulis dengan dua angka, dalam bilangan satuan mmHg

(millimeter air raksa) pada alat tekanan darah/ tensi meter, yaitu sistolik dan

diastolik. Sistolik adalah angka yang tertinggi ialah tekanan darah pada waktu

jantung sedang menguncup atau sedang melakukan kontraksi. Diastolik

adalah angka yang terendah pada waktu jantung mengembang berada di

dalam akhir relaksasi.

Misalnya tekanan darah 120/ 80 mmHG artinya tekanan sistolik 120 dan

tekanan diastolik 80 mmHg.Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan

oleh : Kekuatan kuncup jantung yang mendesak isi bilik kiri untuk

memasukkan darah ke dalam batang pembuluh nadi, tahanan dalam pembuluh

nadi terhadap mengalirnya darah, dan saraf otonom yang terdiri dari sistem

simpatikus dan para simpatikus.

2.4 Tekanan Darah Normal

Tekanan darah setiap orang bervariasi setiap hari, tergantung pada keadaan

dan dipengaruhi oleh aktivitas seseorang, jadi tekanan darah normalpun

bervariasi.Orang dewasa bila tekanan darah menunjukkan angka 140/ 90 mmHg

ke atas dianggap tidak normal. Ada anggapan tekanan darah rendah kurang baik,

hal tersebut kurang tepat. Sebab data statistik menunjukkan


10

bahwa orang dengan tekanan darah rendah mempunyai umur yang sama

dengan yang disebut normal. Yang terbaik adalah menjaga tekanan darah agar

normal dan anggapan bahwa semakin bertambah usia tekanan darah lebih

tinggi tidak menjadi masalah, adalah anggapan yang perlu diluruskan, karena

berdasarkan data statistik orang tua yang tekanan darahnya berkisar di

normal, kecenderungan mendapat gangguan stroke rendah. Periksa tekanan

darah secara teratur minimal 6 bulan sekali atau setiap kali ke dokter/ fasilitas

kesehatan

Dikenal 2 klasifikasi hipertensi (berdasarkan penyebabnya) yaitu :

a. Hipertensi primer (hipertensi idiophatik), dimana penyebabnya tidak

diketahui dengan pasti. Dikatakan juga bahwa hipertensi ini adalah

dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan.

b. Hipertensi secundary, adalah hipertensi yang terjadi akibat dari penyakit

dari penyakit lain misalnya kelainan pada ginjal atau keruskanan dari

sistem hormon.

WHO mengklasifikasikan hipertensi berdasarkan ada tidaknya kelainan

pada organ tubuh lain, yaitu :

a. Hipertensi tanpa kelainan pada organ tubuh lain.

b. Hipertensi dengan pembesaran jantung.

c. Hipertensi dengan kelainan pada organ lain di samping jantung

Klasifikasi hipertensi berdasarkan tingginya tekanan darah

yaitu :

a. Hipertensi Borderline : tekanan darah antara 140/90 mmHg dan 160/95

mmHg.
11

b. Hipertensi Ringan : tekanan darah antara 160/95 mmHg dan 200/110

mmHg.

c. Hipertensi moderate : tekanan darah antara 200/110 mmHg dan 230/120

mmHg.

d. Hipertensi berat : tekanan darah antara 230/120 mmHg dan 280/140

mmHg.

2.5 Penyebab Hipertensi

Ada 2 macam hipertensi, yaitu esensial dan sekunder :

a. Hipertensi esensial adalah hipertensi yang sebagian besar tidak diketahui

penyebabnya. Ada 10-16% orang dewasa mengidap takanan darah tinggi.

b. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diketahui sebab-sebabnya.

Hipertesnsi jenis ini hanya sebagian kecil, yakni hanya sekitar 10%.

Beberapa penyebab hipertensi, antara lain :Keturunan, usia, garam,

kolesterol, obesitas/kegemukan, stres, rokok, kafein, alkohol, dan kurang

olahraga.

2.6 Tanda Dan Gejala Hipertensi

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala,

meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan

dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sebenarnya

tidak ada ).

Gejala-gejala hipertensi, antara lain :Sebagian besar tidak ada gejala, sakit

pada bagaian belakang kepala, leher terasa kaku, kelelahan, mual, sesak
12

nafas, gelisah, muntah, mudah tersinggung, sukar tidur, dan pandangan jadi

kabur karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.

Keluhan tersebut tidak selalu akan dialami oleh seorang penderita hipertensi.

Sering juga seseorang dengan keluhan sakit belakang kepala, mudah

tersinggung dan sukar tidur, ketika diukur tekanan darahnya menunjukkan

angka tekanan darah yang normal. Satu-satunya cara untuk mengetahui ada

tidaknya hipertensi hanya dengan mengukur tekanan darah.

2.7 Etiologi

a. Elastisitas dinding aorta menurun

b. Katub jantung menebal dan menjadi kaku.

c. Kehilangan elastisitas pembuluh darah dan penyempitan lumen pembuluh

darah.

d. Klasifikasi hipertensi menurut etiologinya:

e. Hipertensi Primer : Konsumsi Na terlalu tinggi, Genetik, Stres psikologis.

f. Hipertensi Renalis : keadaan iskemik pada ginjal.

g. Hipertensi hormonal.

h. Bentuk hipertensi lain : obat, cardiovascular dan neurogenik.

2.8 Manifestasi Klinis

Sebagian besar manifestasi klinis timbul setelah mengalami hipertensi

bertahun-tahun berupa :

a. Nyeri kepala saat terjaga, kadang-kadang disertai mual dan muntah.

b. Penglihatan kabur akibat kerusakan retina akibat hipertensi.

c. Ayunan langkah yang tidak mantap karena kerusakan susunan saraf pusat.
13

d. Nokturia karena peningkatan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerulus.

e. Edema dependen dan pembengkakan akibat peningkatan tekanan kapiler.

2.9 Patofisiologi

Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah

terletak di pusat vasomotor, pada medula di otak. Dari pusat vasomotor ini

bermula pada sistem saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda

spinalis dan keluar dari kolumna medula spinalis ke ganglia simpatis di

toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk

impuls yang bergerak ke bawah melalui sistem saraf simpatis ke ganglia

simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan

merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan

dilepaskannya norepinefrin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah.

Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi

respons pembuluh darah terhadap rangsangan vasokonstriktor. Individu

dengan hipertensi sangat sensitif terhadap norepinefrin, meskipun tidak

diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh

darah sebagai respons rangsang emosi. Kelenjar adrenal juga terangsang,

mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla adrenal

mensekresi epineprin, yang menyebabkan vasokonstriksi.Korteks adrenal

mensekresi kortisol dan streroid lainnya, yang dapat memperkuat respons

vasokonstriksi pembuluh darah. Vasokonstriksi yang mengakibatkan

penurunan aliran darah ke ginjal, menyebabkan pelepasan renin. Renin


14

merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi

angiotensin II, suatu vasokonstrikstriktor kuat. Yang pada gilirannya

merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. hormon ini

menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan

peningkatan volume intravaskuler. Semua faktor tersebut cenderung

mencetuskan keadaan hipertensi.

Pertimbangan gerontologis. Perubahan struktur dan fungsional pada sistem

perifer bertanggung jawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada

usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi arterosklerosis, hilangnya elastisistas

jaringan ikat, dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah,

yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang

pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan arteri besar berkurang

kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh

jantung (volume sekuncup), mengakibatkan penurunan curah jantung dan

peningkatan tahanan parifer.

2.10 Faktor Resiko

Riwayat keluarga dengan penyakit jantung dan hipertensi : Pria usia 35 55

tahun dan wanita > 50 tahun atau sesudah menopause, Kebanyakan

mengkonsumsi garam/natrium.

Sumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis) disebabkan oleh beberapa hal

seperti merokok, kadar lipid dan kolesterol serum meningkat, caffeine, DM,

dsb.Faktor emosional dan tingkat stress, gaya hidup yang monoton,


15

sensitive terhadap angiotensin, kegemukap, emakaian kontrasepsi oral,

seperti esterogen.

2.11 Komplikasi

Komplikasi dari hipertensi dapat menyebabkan :Kerusakan Otak, tekanan

darah yang terlalu tinggi , kerusakan Jantung, kerusakan Ginjal, kerusakan

Mata, kerusakan Paru-Paru, dan kerusakan Otak.

2.12 Pencegahan Hipertensi

Resiko seseorang untuk mendapatkan hipertensi (kecuali yang esensial),

dapat dikurangi dengan cara :

Memeriksa tekanan darah secara teratur, menjaga berat badan ideal,

mengurangi konsumsi garam, jangan merokok, berolahraga secara teratur,

hidup secara teratur, engurangi stress, jangan terburu-buru, menghindari

makanan berlemak.

Pencegahan Primer

Tidur yang cukup, antara 6-8 jam per hari, kurangi makanan berkolesterol

tinggi dan perbanyak aktifitas fisik untuk mengurangi berat badan,

kurangi konsumsi alkohol, konsumsi minyak ikan, suplai kalsium,

meskipun hanya menurunkan sedikit tekanan darah tapi kalsium juga

cukup membantu.

Pencegahan Sekunder

Pola makanam yamg sehat, mengurangi garam dan natrium di diet anda,

fisik aktif, mengurangi akohol intak, berhenti merokok.


16

Pencegahan Tersier

Pengontrolan darah secara rutin, olahraga dengan teratur dan di sesuaikan

dengan kondisi tubuh.

2.13 Pengobatan Hipertensi

Pengobatan hipertensi yang paling baik adalah :

Selalu mengontrol tekanan darah secara teratur dengan memeriksakan diri

ke dokter, selalu minum obat teratur meskipun tanpa keluhan, mengurangi

konsumsi garam, perbanyak konsumsi sayur dan buah, mematuhi nasihat

dokter

Selain obat-obatan yang diijinkan oleh dokter,ada cara lain yang tradisisonal

yaitu dengan :Dua buah belimbing diparut kemudian diperas airnya

sehingga menjadi satu gelas belimbing dan diminum setiap pagi, daun salam

4 lembar + 2 gelas air direbus sampai menjadi 1 gelas, minum 2 gelas/hari,

makan 2 buah ketimun / hari atau dibuat ju Cara membuat jus mentimun :

kg buah mentimun dicuci bersih, dikupas kulitnya kemudian diparut,

saring airnya menggunakan penyaring/kain bersih, dan diminum setiap hari

1 kg untuk 2 kali minum pagi dan sore hari

2.14 Tahap-Tahap Pelaksanaan Tindakan

Tahap memulai tindakkan dapat dimulai dari : Pengukuran suhu,

Pemeriksaan denyut nadi, Pemeriksaan pernafasan, Pemeriksaan tekanan

darah.
17

A. Pengukuran Suhu Secara Manual

1. Tujuan :

Pengukuran suhu tubuh untuk mengetahui rentang suhu tubuh tiap

waktu pengkajian.

2. Persiapan Alat :Thermometer air raksa ( aksila, oral dan rectal),

tissu kering, bengkok, vaselin (untuk pengkajian suhu rektal), botol

disinfektan, ada 3 jenis bahan :Berisi larutan lisol 2%, berisi larutan

sabun, dan berisi air bersih.

3. Prosedur pelaksanaan :

Pemeriksaan suhu melelui aksila

- Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan

- Cuci tangan.

- Gunakan sarung tangan (handscond).

- Mengatur posisi klien (duduk).

- Turunkan suhu pada thermometer sampai angka 35c.

- Letakkan thermometer pada daerah aksila kemudian suruh

pasien menjepit sampai 3-5 menit.

- Mencatat hasil.

- Bersihkan hermometer.

B. Pemeriksaan Denyut Nadi

Nilai denyut nadi merupakkan indicator untuk menilai system

kardiovaskuler, denyut nadi dapat diperiksa dengan mudah


18

menggunakan palpasi di atas arteri radialis ataupun nadi perifer yang

lain.Nilai normal nadi adalah : 60-80 x/menit

1. Tujuan

- Mengetahui denyut nadi (irama, frekuensi, dan kekuatan

pulsasi).

- Menilai kemampuan fungsi kardiovaskuler.

2. Alat dan bahan

Arloji/stop-watch

3. Prosedur pelaksanaan

- Menjelaskan prosedur pada klien.

- Cuci tangan.

- Atur posisi klien dengan tidur terlentang.

- Atur posisi tangan sejajar dengan tubuh dan posisi supinasi.

- Tentukkan posisi arteri radialis yang akan di palpasi.

- Hitung denyut nadi dengan mempalpasi arteri radialis dengan

mencocokkan denyut pertama dengan jarum panjang pada

arloji.

- Catat hasil pengukuran

C. Pemeriksaan Pernafasan

Nilai pemeriksaan pernafasan merupakan salah satu indicator untuk

mengetahui fungsi system pernafasan yang didalamnya ada siklus

pertukaran O2 dan CO2.


19

1. Tujuan

- Mengetahui frekuensi, irama, dan kedalaman pernafasan.

- Menilai kemampuan fungsi pernafasan

2. Alat dan bahan

Arloji /stop-watch

3. Proseduar pelaksanaan

- Menjelaskan prosedur pada klien.

- Cuci tangan.

- Atur posisi pasien dengan berbaring.

- Alihkan perhatian pasien dengan menatap ke atas.

- Hitung frekuensi pernafasan.

- Dan catat hasil

D. Pemeriksaan Tekanan Darah

1. Tujuan

Mengetahui nilai tekanan darah

2. Menilai Tekanan Darah

Nilai tekanan darah merupakan indicator untuk menilai system

kardiovaskuler bersamaan dengan pemeriksaan nadi. Dalam

pemeriksaan tekanan darah ada 2 metode yaitu: metode langsung

dan tak langsung.

1. Metode langsung yaitu :

Memasukkan kanula atau jarum langsung ke dalam pembuluh

darah yang dihubungkan ke manometer. Metode ini adalah


20

metode paling tepat dan akurat tetapi pasien tidak nyaman dan

memerlukan metode khusus.

2. Metode tidak langsung, yaitu :

Adalah metode yang menggunakan manset yang disambungkan

ke sfigmanometer. Mekanisme metode ini adalah dengan

mendengarkan bunyi koroktoff pada dinding arteri brakhialis

dengan menggunakan stetoskop. Bunyi koroktoff sendiri adalah

bunyi gelombang sel-sel darah yang dikontrasikan (saat sistolik)

oleh jantung dan mengenai dinding arteri maka timbul bunyi

dug..dug

2.15 Diet Bergizi Untuk Hipertensi

Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah diet yang

dirancang untuk mengobati atau mencegah hipertensi. Diet ini dilakukan

dengan mengurangi asupan garam dan menambah berbagai macam

makanan yang kaya akan nutrisi untuk menurunkan tekanan darah. Dengan

menerapkan diet DASH, penderita hipertensi akan dapat menurunkan

tekanan darahnya beberapa poin dalam waktu 2 minggu. Dan jika dilakukan

terus menerus, tekanan darah akan dapat turun 8 sampai 14 poin, yang akan

membuat perubahan yang berarti bagi kesehatan.

Selain untuk menurunkan tekanan darah, diet DASH juga memiliki

keuntungan lain, seperti mengurangi resiko osteoporosis, kanker, penyakit

jantung, stroke dan diabetes. Diet DASH juga dapat menurunkan berat
21

bedan karena memberikan arahan untuk bagaimana mengkonsumsi

makanan atau cemilan yang bergizi.

Tujuan utama dari diet DASH adalah mengurangi asupan garam, karena

natrium dapat meningkatkan tekanan darah secara dramatis pada orang yang

sensitif terhadapnya. Sebagai tambahan dari diet DASH, terdapat juga versi

diet rendah garam. Anda dapat memilih diet mana yang sesuai dengan

kesehatan Anda.Diet DASH Standar membatasi konsumsi natrium sampai

2.300 mg/hari, Diet DASH Rendah Garam membatasi konsumsi natrium

sampai 1.500 mg/hari.

Menurut penelitian, diet DASH Rendah Garam sangat berguna untuk

membantu menurunkan tekanan darah untuk orang dewasa yang berusia 50

tahun ke atas atau orang yang sudah terkena penyakit hipertensi.Berikut

adalah makanan yang baik untuk dikonsumi pada diet DASH.

Biji-bijian (6-8 Kali Konsumsi/hari), termasuk roti, sereal dan pasta.

Pilihlah gandum utuh karena mengandung lebih banyak serat dan nutrisi.

Misalnya, gunakan beras merah untuk mengganti beras putih, roti gandum

untuk pengganti roti biasa. Roti gandum biasanya rendah lemak, hindari

mengoleskan mentega atau krim, sayur-sayuran (4-5 Kali Konsumsi/hari),

konsumsi sayuran yang mengandung banyak serat, vitamin dan mineral

seperti kalium dan magnesium. Jangan hanya mengkonsumsi sayuran

sebagai lauk saja, tetapi konsumsi sayuran sebagai menu utama.

Buah- Buahan (4-5 Kali Konsumsi/hari), buah-buahan juga mengandung

banyak serat dan mineral yang diperlukan untuk tubuh, dan biasanya rendah
22

lemak kecuali alpukat dan kelapa. Tetapi ada beberapa macam buah-

buahan yang bersifat kontradiktif dengan beberapa obat, maka sebaiknya

konsultasikanlah kepada dokter atau ahli diet Anda buah-buahan apa yang

harus dihindari.

Produk Susu (2-3 Kali Konsumsi/hari), susu, yoghurt, keju adalah sumber

vitamin D, kalsium dan protein. Tetapi pilihlah produk olahan susu yang

rendah atau tanpa lemak. kurangi konsumsi daging, meskipun daging adalah

sumber protein, vitamin B dan zat besi, tetapi daging juga mengandung

banyak lemak dan kolesterol. Kurangi mengkonsumsi daging 1/3 atau 1/2

porsi dari biasanya. Buanglah lemak pada daging sebelum dimasak atau

memasak ayam tanpa kulitnya. Makan ikan yang banyak mengandung

Omega 3 seperti Salmon dan Tuna, ini akan membantu menurunkan

kolesterol Anda.

Kacang-kacangan, biji bunga matahari, almond, kacang merah, kacang

polong dan kacang-kacangan lain merupakan sumber dari magnesium,

kalium dan protein, serta mengandung banyak serat dan senyawa yang dapat

mencegah penyakit kanker dan jantung. Tetapi makanan ini harus

dikonsumsi dalam jumlah yang kecil karena kacang-kacangan mengandung

kalori yang tinggi. Makanan yang mengandung kedelai seperti tahu dan

tempe, dapat menjadi alternatif pengganti daging sebagai sumber protein.

a. Lemak

Lemak berguna untuk membantu tubuh menyerap vitamin esensial dan

membantu menjaga imunitas tubuh. Tetapi terlalu banyak lemak,


23

terutama lemak tak jenuh, dapat meningkatkan resiko penyakit jantung,

obesitas dan diabetes. Diet DASH berfokus pada lemak tak jenuh seperti

minyak zaitun, minyak kanola, minyak jagung. Namun minyak ini tidak

stabil pada suhu yang tinggi sehingga lebih baik digunakan sebagai

campuran salad atau untuk menumis.

b. Gula

Anda tidak perlu berpantang makan yang manis-manis dalam mengikuti

diet DASH. Bila ingin makan makanan yang manis, pilihlah makanan

yang rendah kalori seperti permen rendah kalori, es buah atau biskuit

rendah kalori.
24

BAB III

HASIL PENGUMPULAN DATA DAN TINJAUAN KASUS

3.1 Kunjungan I

Bina keluarga bertema tentang penyuluahan bahaya hipertensi dan cara

penanganannya pada tanggal Sabtu 22 juli 2017 pukul 10.00 WIB pemberi

asuhan wulan ayuningrum prameswari. Gambaran umum lokasi keluarga

binaan yaitu data geografinya : kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan

Jagakarsa Kabupaten Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta RT/RW 001/010.

Data Demografinya Jumlah KK 30 jumlah keluarga binaan 1 jumlah

anggota keluarga 1.

Pengkajian identitas keluarga binaan nama keluarga binaan Tn. R jenis

kelamin laki-laki umur 53 tahun agama islam pendidikan SMA alamat jalan

mangga Rt 01 Rw 10.

Data lingkungan bentuk rumah tembok, lantai rumah keramik,

ventilasi rumah jendela, sumber penerangan listrik, sumber air gali

terlindung, jenis jamban leher angsa, jaminan kesehatan BPJS. Identifikasi

masalah melakukan perencanaan kunjungan rumah pada tanggal 22 Juli

2017 s/d 25 Juli 2017 pukul 10.00 WIB, dan memberikan penyuluhan

tentang bahaya hipertensi, dan cara penanganannya, pelaksanaan melakukan

kunjungan rumah pada tanggal 22 Juli 2017 s/d 25 Juli 2017 pukul 10.00

WIB untuk meningkatkan pengetahuan bapak dan ibu tentang bahaya

hipertensi dan pengaruh buruknya terhadap kesehatan serta cara


25

penanganannya dengan baik dan benar, dan eavaluasinya kunjungan rumaha

telah dilakukan.

Pendokumentasian nya yaitu klien mengatakan bahwa dia sering

merasakan pusing pada bagian kepala yang sebelah kanan terkadang sebelah

kiri, sering merasakan tegangan pada leher, sering meraskan susah tidur

pada malam hari, dan sering mudah terbangun bila tidur pada malam

hari.Riwayat kesehatan klien sekarang yaitu tidak ada penyakit jantung,

tidak ada penyakit asama, tidak ada penyakit DM, tidak ada penyakit

Hepatitis, tidak ada penyakit epilepsi, tidak ada penyakit IMS, dan tidak ada

penyakit HIV/AIDS Lain-lain.

Pada riwayat kesehatan terdahulu klien tidak ada penyakit jantung,

tidak ada penyakit asama, tidak ada penyakit DM, tidak ada penyakit

Hepatitis, tidak ada penyakit epilepsi, tidak ada penyakit IMS, dan tidak ada

penyakit HIV/AIDS Lain-lain. Selalu beristirahat pada siang hari sekitar 1

jam lamanya dan pada malam hari sekitar 8 jam lamanya tetapi sering

mengeluh susah tidur. Klien melakukan personal hygine dengam mandi 3

kali setiap harinya juga berganti pakaian 2 kali setiap harinya.

Pada hasil pemeriksaan yang dilakukan pada klien didapatkan bahwa

keadaan umum ibu baik, kesadarannya compos mentis, TB : 160 cm, BB ;

70 Kg. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vitalnnya didapatkan TD :

0
150/90mmHg, R : 20 x/ menit, nadi 80x/ menit, suhunya 36,5 C. Pada hasil

pemeriksaan fisik bapak didapatkan kepala: rambut bersih, tidak rontok,

tidak ada ketombe, mata: simetris, konjungtiva tidak pucat, tidak ikterus,
26

muka : simetris, tidak odema, tampak kemerahan, hidung : simetris, tidak

ada polip, tidak ada secret, teling: simetris, tidak ada serumen, mulut/gigi

:mukosa bibir kering, tidak ada stomatitis, dan tidak ada cariespada gigi,

Leher : tidak ada pemesaran kelenjar tyroid dan pembesaran vena

jungularis, payudara : simestris, tidak ada benjolan, abdomen : tidak

terdapat luka bekas operasi, genetalia: tidak dilakukan,anus : tidak

dilakukandan ekstermitas : tangan dan kaki tidak terdapat oedema dan

varises, refleks patella positif, dan pemeriksaan penunjang tidak dilakukan.

Diagnosa kebidanannya yaitu Tn.R umur 53 tahun dengan hipertensi,

masalahny yaitu Hipertensi dan kebutuhan pada klien yaitu nutrisi, istirahat

yang cukup, juga pemeriksaan tanda-tanda vital secara rutin. Diagnosa

potensial pada klien tidak ada, tindakan segera yang dilakukan yaitu

melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan melakukan konseling

tentanghipertensi. Perencanaan yang dilakukan pada klien dengan

menginformasikan pada Tn.R tentang hasil pemeriksaan yang telah

dilakukan, mengingatkan kepada Tn.R untuk menjaga pola makannya,

memberitahu kepada Tn.R tentang akibat dari hipertensi, memberitahu

kepada Tn.R tentang pencegahan hipertensi, memberitahu Kepada Tn.R

tentang pengobatan hipertensi, ingatkan kembali Tn.R tentang pentingnya

pola hidup sehat, beritahu Tn.R tentang nutrisi bagi hipertensi, anjurkan

Tn.R untuk berobat ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan obat, dan

meberitahu kepada Tn.R bahwa akan dilakukan kunjungan kedua pada

tanggal 23 juli 2017.


27

Perencanaan yang dilakukan pada klien yaitu informasikan kepada Tn.R

tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, ingatkan kepada Tn.R

untuk menjaga pola makan, memberitahu kepada Tn.R tentang akibat dari

hipertensi, memberitahu kepada Tn.R tentang pencegahan hipertensi,

memberitahu Kepada Tn.R tentang pengobatan hipertensi, ingatkan

kembali Tn.R tentang pentingnya pola hidup sehat, beritahu Tn.R tentang

nutrisi bagi hipertensi, anjurkan Tn.R untuk berobat ke pelayanan

kesehatan untuk mendapatkan obat, dan memberitahu kepada Tn.R bahwa

akan dilakukan kunjungan kedua pada tanggal 23 juli 2017.

Pelaksanaan yang dilakukan yaitu menginformasikan kepada Tn.R tentang

hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, mengingatkan kepada Tn.R untuk

menjaga pola makan, memberitahukan kepada Tn.R tentang akibat dari

hipertensi, memberitahukan kepada Tn.R tentang pencegahan hipertensi,

memberitahukan Kepada Tn.R tentang pengobatan hipertensi,

mengingatkan kembali Tn.R tentang pentingnya pola hidup sehat,

memberitahukan Tn.R tentang nutrisi bagi hipertensi, menganjurkan Tn.R

untuk berobat ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan obat, dan

memberitahukan kepada Tn.R bahwa akan dilakukan kunjungan kedua

pada tanggal 23 juli 2017. Evaluasi yand dilakukan p;ada klien yaitu Tn.R

telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, Tn.R sudah

menjaga pola makan., Tn.R telah mengerti tentang akibat dari hipertensi,

pencegahan hipertensi, pengobatan hipertensi, pentingnya pola hidup


28

sehat, dan Tn.R sudah mengetahui akan dilakukan kunjungan kedua pada

tanggal 23 juli 2017.

3.2 Kunjungan II

Pada tanggal 23 Juli 2017 pukul 10.00 WIB Tn.R mengatakan bahwa dia

sudah menjaga pola makan dan sudah mendapatkan obat untuk menurunkan

tensi. Hasil pemeiksaan didapatkan Keadaan umum : baik, kesadaran :

composmentis, Keadaan emosional : stabil, Tinggi badan : 155 cm, Berat

badan : 55 kg, Pemeriksaan tanda-tanda vital : Tekanan Darah : 150/90

0
mmHg, Pernapasan : 22 x/m, Nadi : 80 x/m, Suhu : 36,0 C, dengan

diagnosa pada Tn.R umur 53 tahun dengan riwayat hipertensi. Planning

yang didapatkan yaitu menginformasikan kepada Tn.R tentang hasil

pemeriksaan yang telah dilakukan hasilnya Tn.R telah mengetahui hasil

pemeriksaan yang telah dilakukan, mengingatkan kepada Tn.R untuk

menjaga pola makan hasilnya Tn.R sudah menjaga pola makan,

memberitahukan Kepada Tn.R tentang pengobatan hipertensi hasilnya Tn.R

sudah mengerti, mengingatkan kembali Tn.R tentang pentingnya pola hidup

sehat hasilnya Tn.R sudah mengerti, memberitahukan kembali kepada Tn.R

tentang nutrisi bagi hipertensi hasilnya Tn.R sudah mengerti,

memberitahukan kepada Tn.R bahwa akan dilakukan kunjungan ketiga pada

tanggal 24 juli 2017 hasilnya Tn.R sudah mengerti.


29

3.3 Kunjungan III

Pada tanggal 24 Juli 2017 pukul 10.00 WIB Tn.R mengatakan bahwa dia

sudah menjaga pola makan dan sudah tidak sulit tidur lagi dan sudah

meminum obat penurun tensi. Hasil pemeriksaan Keadaan umum : baik,

kesadaran : composmentis, Keadaan emosional : stabil, Tinggi badan : 160

cm, Berat badan : 70 kg, Pemeriksaan tanda-tanda vital : Tekanan Darah :

0
160/100 mmHg, Pernapasan : 22 x/m, Nadi : 80 x/m, Suhu : 36,0 C dengan

diagnosa Tn.R umur 53 tahun dengan riwayat hipertensi. Hasil planning

yang didapatkan menginformasikan kepada Tn.R tentang hasil pemeriksaan

yang telah dilakukan hasilnya Tn.R telah mengetahui hasil pemeriksaan

yang telah dilakukan, mengingatkan kembali kepada Tn.R untuk tetap

menjaga pola makan hasilnya Tn.R sudah menjaga pola makan,

mengingatkan kembali Tn.R tentang pentingnya pola hidup sehat hasilnnya

Tn.R sudah mengerti, memberitahukan kembali kepada Tn.R tentang nutrisi

bagi hipertensi hasilnnya Tn.R sudah mengerti, dan memberitahukan kepada

Tn.R bahwa akan dilakukan kunjungan keempat pada tanggal 25 juli 2017

hasilnya Tn.R sudah mengerti.

3.4 Kunjungan 1V

Pada tanggal 24 Juli 2017 pukul 10.00 WIB Hasil evaluasi yang didapatkan

Tn.R telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan,Tn.R sudah

menjaga pola makan, Tn.R telah mengerti tentang akibat dari hipertensi,
30

pencegahan hipertensi dan pengobatan hipertensi, Tn.R mengetahui nutrisi

yang baik untuk hipertensi dan Tn.R mengetahui pentingnya pola hidup

sehat.
30

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Pembahasan

Pada bab pembahasan ini, kami membandingkan antara teori yang penulis

dapat dari pendidikan dengan keadaan nyata di komunitas, kami melakukan

asuhan kebidanan komunitas dengan Manajemen Varney dan

pendokumentasian dengan SOAP.

Survey dilakukan pada hari sabtu tanggal 22 Juli 2017 di RT 01/RW10

Kelurahan Srengseng Sawah dan yang kami ambil sebagai keluarga binaan

adalah lansia dengan riwayat hipertensi.

Pada tanggal 22 Juli 2017 dilakukan pengumpulan data dasar baik subyektif

maupun obyektif dan penulis tidak menemukan hambatan karena Tn.R

dapat berkomunikasi dengan baik. Setelah penulis melakukan pengumpulan

data maka masalah yang kami ambil yaitu lansia dengan riwayat hiperetensi.

Dari data yang penulis peroleh saat melakukan kunjungan rumah pada

tanggal22 Juli 2017, 23 Juli 2017, dan 24 Juli 2017 dengan hasil dari

pengumpulan data secara subyektif dan obyektif penulis menentukan

prioritas masalah yaitu Tn.R 53 tahun dengan riwayat hipertensi.

Tindakan perencanaan terdiri dari perumusan masalah dan penyusunan

secara tindakan yang dilaksanakan selama 2 hari saat berada di Kelurahan

Srengseng Sawah dengan melakukan intervensi dari masalah yang penulis

temukana dan lebih menekankan pada upaya promotif dan preventif dengan
31

cara memberikan penyuluhan kesehatan yang bertujuan untuk

meningkatkan pengetahuan kesehatan dalam rangka merubah hidup sehat.

Seluruh perencanaan telah dilaksanakan dan penyuluhan yang disampaikan

menggunakan media dan ceramah, tanya jawab serta diskusi antara lansia

dengan tenaga kesehatan.

Dari seluruh intervensi yang dilakukan sudah mulai terlihat perubahan yang

terjadi dalam keluarga Tn.R yaitu lansia yang telah dilakuakn pemeriksaan,

sudah memahami tentang hipertensi dan mengatur pola makan serta

mengetahui nutrisi yang baik.


32

BABV

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Setelah penulis melakukan Asuhan Kebidanan Komunitas pada keluarga


selama 3 x pertemuan di Keluarga Ny. M maka dapat disimpulkan bahwa
Ny. M menderita Hipertensi. keadaan ekonomi keluarga rendah,
pengetahuan keluarga terhadap kesehatan kurang kemudian keluarga kurang
mengetahui masalah kesehatan yang dihadapi sehingga keluarga tidak tahu
cara menyelesaikannya.
Selain itu penulis juga dapat mengenali masalah yang terdapat pada
keluarga Ny. M seperti masih kurangnya pengetahuan tentang hipertensi,
kurangnya pengetahuan tentang gizi dan pola makan yang baik dan benar,
serta lingkungan yang kurang sehat.
Setelah dilakukan pembinaan terhadap keluarga tersebut dan diberikan
penyuluhan mengenai masalah kesehatan yang mereka hadapi. Mereka
bersedia untuk berusaha untuk menjaga pola makan, mengubah perilaku
hidup mereka untuk lebih berperilaku sehat serta mau memeriksakan diri ke
puskesmas untuk mendapatkan perawatan hipertensi. Keluarga sudah tahu
cara penyelesaian kesehatan yang mereka hadapi sekarang. Dan tingkat
keberhasilan penulis dalam memberikan asuhan telah berperan dalam
mengubah status kesehatan keluarga tersebut.
33

5.2 Saran

5.2.1 Bagi Klien

Bagi Tn.R lebih menerapkan perilaku hidup bersih sehat, menjaga

pola makan untuk hipertensi dan tidak makan sembarangan.

5.2.2 Bagi Keluarga

Saling mengingatkan untuk berperilaku hidup bersih sehat,

terutama bagi Tn. R.

5.2.3 Bagi tenaga kesehatan

Sebagai Tenaga kesehatanmemberi contoh masyarakat untuk

menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan juga tidak

mengkonsumsi makanan sembarangan yang belum teruji

kesehatannya.

5.2.4 Bagi Mahasiswa

Sebagai mahasiswa menerapkan kepada masyarakat bagaimana

cara menangani penderita hipertensi dan memberikan penjelasan

untuk menjaga pola makannya.

.
DAFTAR PUSTAKA

Arif Mutttaqin. (2009). Asuhan Keperawatan Dengan Pasien Gangguan.


Departemen , k. (n.d.). Untuk tenaga kesehatan. Jakarta.
Direktorat Bina, G. M. (2003). Pedoman Tatalaksana Gizi Usia Lanjut.

orgArmilawaty, d. (2007). Anonym Tanpatahun. Penyakit Darah Tinggi (


Hipertensi ).

Rineka , C. D. (2010). Efidemiologi Penyakit Menular. Jakarta.


Salemba. (2010). Kardiovaskuler. Jakarta.
Sidenreng comSitus, S. (2009). Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi).
Sofyan Andy. (2012). Hipertensi. Kudus.
U. B. (2007). Hipertensi dan Faktor Resiko dalam Kajian Efidemiologi.
Makassar.
Wordpress comSurya, A. T. (n.d.). Tekanan Darah tinggi (hipertensi).
Asuhan Kebidanan Komunitas Pada Tn.R Dengan Kasus

Hipertensi Di RT 01/RW 10 Kelurahan Srengseng Sawah

Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan

Kunjungan I

Tempat : Jl. Mangga kelurahan Srengseng sawah

Pada Tanggal : Sabtu, 22 Juli 2017

Pukul : 10.00 WIB

Nama Pengkaji : Wulan ayuningrum prameswari

I. PENGUMPULAN DATA
A. DATA SUBYEKTIF

1. Identitas / Biodata
Nama Ibu : Tn.R
Umur : 53 tahun
Suku : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : wiraswasta
Alamat : Jl. Mangga, Ds.Srengseng Sawah RT/RW 01/010,
jakarta selatan
1. Keluhan Utama : bapak mengatakan bahwa dia merasa pusing,
leher tegang dan susah tidur malam
2. Riwayat Kesehatan
a. Keadaan Kesehatan Sekarang
Jantung : Tidak ada penyakit jantung
Asma/TBC Paru : Tidak ada penyakit asma
DM : Tidak ada penyakit DM
Hepatitis : Tidak ada penyakit Hepatitis
Epilepsi : Tidak ada penyakit epilepsi
IMS : Tidak ada penyakit IMS
HIV/AIDS : Tidak ada penyakit
HIV/AIDS Lain-lain : Tidak ada
b. Riwayat Kesehatan Dahulu
Jantung : Tidak ada penyakit jantung
Asma/TBC Paru : Tidak ada penyakit asma
DM : Tidak ada penyakit DM
Hepatitis : Tidak ada penyakit Hepatitis
Epilepsi : Tidak ada penyakit epilepsi
IMS : Tidak ada penyakit IMS
HIV/AIDS : Tidak ada penyakit
HIV/AIDS
Lain-lain : Tidak ada

c. Istirahat/Tidur

Siang : 1 jam

Malam : 8 jam

Keluhan : Susah tidur malam

d. Personal Hygine

Mandi : 3x sehari

Ganti Pakaian : 2x kali sehari

B. DATA OBYEKTIF

1. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : Baik

Kesadaran : Compos mentis

TB : 160 cm

BB :70 kg

Tanda-Tanda Vital :TD: 150/90mmHg RR :20 x/m


0
N :80 x/m S :36,0

2. Pemeriksaan Fisik

Kepala : Rambut bersih, tidak rontok, tidak ada ketombe

Mata : Simetris, konjungtiva tidak pucat, tidak ikterus

Muka : Simetris, tidak odema, tampak kemerahan

Hidung : Simetris, tidak ada polip, tidak ada secret

Telinga : Simetris, tidak ada serumen

Mulut/gigi :Mukosa bibir kering, tidak ada stomatitis, dan tidak

ada cariespada gigi

Leher :Tidak ada pemesaran kelenjar tyroid dan pembesaran vena

jungularis

Abdomen : Tidak terdapat luka bekas operasi

Genetalia : Tidak dilakukan

Anus : Tidak dilakukan

Ekstermitas :Tangan dan kaki tidak terdapat oedema dan varises,

refleks patella positif

3. Pemeriksaan Penunjang

Tidak dilakukan
II. INTERPRESTASI DATA
A. Diagnosa Kebidanan : Tn. R umur 53 tahun dengan hipertensi
B. Masalah : Hipertensi
C. Kebutuhan :
- Nutrisi
- Istirahat yang cukup
- Pemeriksaan tanda-tanda vital secara rutin

III. DIAGNOSA POTENSIAL


Tidak ada

IV. TINDAKAN SEGERA


Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan melakukan konseling
tentanghipertensi

V. PERENCANAAN
1. Informasikan kepada Tn.R tentang hasil pemeriksaan yang telah
dilakukan.
2. Ingatkan kepada Tn.R untuk menjaga pola makan.
3. Beritahu kepada Tn.R tentang akibat dari hipertensi.
4. Beritahu kepada Tn.R tentang pencegahan hipertensi.
5. Beritahu Kepada Tn.R tentang pengobatan hipertensi.
6. Ingatkan kembali Tn.R tentang pentingnya pola hidup sehat.
7. Beritahu Tn.R tentang nutrisi bagi hipertensi.
8. Anjurkan Tn.R untuk berobat ke pelayanan kesehatan untuk

mendapatkan obat.
9. Beritahu kepada Tn.R bahwa akan dilakukan kunjungan kedua pada

tanggal 23 juli 2017.

VI. PELAKSANAAN
1. Menginformasikan kepada Tn.R tentang hasil pemeriksaan yang telah

dilakukan.

2. Mengingatkan kepada Tn.R untuk menjaga pola makan.

3. Memberitahukan kepada Tn.R tentang akibat dari hipertensi.

4. Memberitahukan kepada Tn.R tentang pencegahan hipertensi.

5. Memberitahukan Kepada Tn.R tentang pengobatan hipertensi.

6. Mengingatkan kembali Tn.R tentang pentingnya pola hidup sehat.

7. Memberitahukan Tn.R tentang nutrisi bagi hipertensi.

8. Menganjurkan Tn.R untuk berobat ke pelayanan kesehatan untuk

mendapatkan obat.

9. Memberitahukan kepada Tn.R bahwa akan dilakukan kunjungan kedua

pada tanggal 23 juli 2017.

VII. EVALUASI
1. Tn.R telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.

2. Tn.R sudah menjaga pola makan.

3. Tn.R telah mengerti tentang akibat dari hipertensi, pencegahan

hipertensi, pengobatan hipertensi, pentingnya pola hidup sehat.

4. Tn.R sudah mengetahui akan dilakukan kunjungan kedua pada tanggal

23 juli 2017.
Kunjungan II

Pada Tanggal : 23 Juli 2017

Pukul : 10.00 WIB

SUBJEKTIF

Tn. R mengatakan bahwa dia sudah menjaga pola makan dan sudah mendapatkan

obat untuk menurunkan tensi.

OBJEKTIF

Keadaan umum : baik, kesadaran : composmentis, Keadaan emosional : stabil,

Tinggi badan : 160 cm, Berat badan : 70 kg, Pemeriksaan tanda-tanda vital :

Tekanan Darah : 150/90 mmHg, Pernapasan : 22 x/m, Nadi : 80 x/m, Suhu :


0
36,0 C

ASSASSMENT

Tn. R umur 53 tahun dengan riwayat hipertensi

PLANNING

1. Menginformasikan kepada Tn.R tentang hasil pemeriksaan yang telah

dilakukan.

Hasil : Tn.R telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.

2. Mengingatkan kepada Tn.R untuk menjaga pola makan.


Hasil : Tn.R sudah menjaga pola makan.

3. Memberitahukan Kepada Tn.R tentang pengobatan hipertensi.

Hasil : Tn.R sudah mengerti.

4. Mengingatkan kembali Tn.R tentang pentingnya pola hidup sehat.

Hasil : Tn.R sudah mengerti.

5. Memberitahukan kembali kepada Tn.R tentang nutrisi bagi hipertensi.

Hasil : Tn.R sudah mengerti.

6. Memberitahukan kepada Tn.R bahwa akan dilakukan kunjungan ketiga pada

tanggal 24 juli 2017.

Hasil : Tn.R sudah mengerti.

Kunjungan III

Pada Tanggal : 24 Juli 2017

Pukul : 10.00 WIB

SUBJEKTIF

Tn.R mengatakan bahwa dia sudah menjaga pola makan dan sudah tidak sulit

tidur lagi dan sudah meminum obat penurun tensi.

OBJEKTIF

Keadaan umum : baik, kesadaran : composmentis, Keadaan emosional : stabil,

Tinggi badan : 160 cm, Berat badan : 70 kg, Pemeriksaan tanda-tanda vital :
Tekanan Darah : 160/100 mmHg, Pernapasan : 22 x/m, Nadi : 80 x/m, Suhu :
0
36,0 C

ASSASSMENT

Tn. R umur 53 tahun dengan riwayat hipertensi

PLANNING

1. Menginformasikan kepada Tn.R tentang hasil pemeriksaan yang telah

dilakukan.

Hasil : Tn.R telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.

2. Mengingatkan kembali kepada Tn.R untuk tetap menjaga pola

makan. Hasil : Tn.R sudah menjaga pola makan.

3. Mengingatkan kembali Tn.R tentang pentingnya pola hidup sehat.

Hasil : Tn.R sudah mengerti.

4. Memberitahukan kembali kepada Tn.R tentang nutrisi bagi hipertensi.

Hasil : Tn.R sudah mengerti.

5. Memberitahukan kepada Tn.R bahwa akan dilakukan kunjungan keempat

pada tanggal 25 juli 2017.

Hasil : Tn.R sudah mengerti.


JOB SHEET
Mata kuliah : KOMUNITAS

Topik : Pemeriksaantanda-tanda vital

Keterampilan : Melakukanpemeriksaantanda-tanda vital

Waktu : 10menit

Objektifperilakusiswa:

Peserta didik mampu melakukan keterampilan pemeriksaan tanda-

tanda vital sesuai prosedur secara sistematis dan benar, setelah membaca

setiap langkah yang terdapat dalam job sheet dan dengan menggunakan

peralatan,bahan dan perlengkapan.

REFERENSI:

1. Adams. 1990. Diagnosis Fisik. 17 th ed. Jakarta : EGC


nd
2. Bates B. 1995. BukuSakuPemeriksaanFisikdanRiwayatKesehatan 2

ed. Jakarta : EGC

3. Snell S.R. 1991. AnatomiKlinikUntukMahasiswaKedokteranbagian 2.

Jakarta : EGC

4. Soeparman, W. Sarwono. 1990. IlmuPenyakitdalam. Jakarta : EGC

DASAR TEORI SINGKAT


Tanda vital merupakan tubuh yang terdiri dari tekanan darah, denyut

nadi, laju pernapasan, dan suhu tubuh.Disebut tanda vital karena penting

untuk menilai fungsi fisiologis organ vital tubuh.

a. TekananDarah

Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah adalah curah

jantung, tahanan pembuluh darah tepi, volume darah total, viskositas

darah, dan kelenturan dinding arteri.Sedangkan factor-faktor yang

berpengaruh pada interpretasi hasil yaitu :

Lingkungan : suasana bising, kurangnya privasi, suhu ruangan

terlalu panas

Peralatan : kalibrasi, tipe manometer dan stetoskop, ukuran cuff

(manset)

Pasien : obat, status emosional, irama jantung, merokok, kopi,

obesitas, olahraga

Teknik pemeriksaan :penempatan cuff, posisilengan, kecepatan

pengembangan dan pengempisan cuff, pakaian terlalutebal,

kesalahan membaca sfigmomanometer.

Parameter yang diukur pada pemeriksaan tekanan darah

yaitu tekanan maksimal pada dinding arteri selama kontraksi

ventrikel kiri, tekanan diastolic yaitu tekanan minimal selama

relaksasi, dan tekanan nadi yaitu selisih antara tekanan sistolik dan

diastolic (penting untuk menilai derajat syok).


Komponen suara jantung disebut suara korot koff yang

berasal dari suara vibrasi saat manset dikempiskan.Suara korot koff

sendiri terbagi menjadi 5 fase yaitu :

Fase I : Saat bunyi terdengar, dimana 2 suara terdengar pada

waktu bersamaan, disebut tekanan sistolik

Fase II : Bunyi berdesir akibat aliran darah meningkat, intensitas

lebih tinggi dari fase I

Fase III : Bunyi ketukan konstan tapi suara berdesir hilang,

lebih lemah dari fase I

Fase IV : ditandai bunyi yang tiba-tiba meredup/melemah

dan meniup

Fase V : Bunyi tidak terdengar sama sekali, disebut sebagai

tekanan diastolic

Interpretasi hasil pengukuran tekanan darah berdasarkan

Joint National Committee VII adalah sebagai berikut :

Klasifikasi tekanan darah pada usia 18 tahun :

Klasifikasi Tekanan Sistolik Tekanan Diastolik

(mmHg) (mmHg)

Normal 120 80

Pre hipertensi 120-139 80-89

Stadium I 140-159 90-99


Stadium II 160 100

b. DenyutNadi

Denyut nadi adalah gelombang darah yang dapat dirasakan

karena dipompa kedalam arteri oleh kontraksi ventrikel kiri jantung.

Denyut nadi diatur oleh system sarafotonom. Lokasi untuk merasakan

denyut nadi adalah :

Karotid : di bagian medial leher, dibawah angulus mandi

bularis, hindari pemeriksaan dua sisi sekaligus pada waktu

bersamaan

Brakial : diatas sikudan medial dari tendo bisep

Radial : bagian distal dan ventral dari pergelangan tangan

Femoral : disebelahin feromedial ligamentum inguinalis

Popliteal : dibelakang lutut, sedikit ke lateral dari garis tengah

Tibia posterior : dibelakang dan sedikit ke arah inferior dari

maleolus medialis

Hal-hal yang dinilai saat pemeriksaan denyut nadi adalah :

a) Kecepatan

Bradikardia : denyut jantung lambat(<60x/menit), didapatkan

pada atlet yang sedang istirahat, tekanan intracranial

meningkat, peningkatan tonus vagus,

hipotiroidisme, hipotermia, dan efek samping beberapa obat


Takikardia : denyut jantung cepat (>100x/menit), biasa

terjadi pada pasien dengan demam, feokromositoma, congestif

heart failure, syokhi povolemik, aritmiakordis, pecandu kopi

dan perokok

Normal : 60-100x/menit pada dewasa

b) Irama

Regular

Regularly irregular : dijumpai pola dalam irregularitasnya

Irregulary irregular : tidak dijumpa ipola dalam

irregularitasnya, terdapat pada fibrilasi atrium

c) Volume nadi

Volume nadi kecil : tahanan terlalu besar terhadap aliran

darah, darah yang dipompa jantung terlalu sedikit (padaefusi

pericardial, stenosis katup mitral, payah jantung, dehidrasi,

syok hemoragik)

Volume nadi yang berkurang secara local : peningkatan

tahanan setempat

Volume nadi besar : volume darah yang dipompakan terlalu

banyak, tahanan terlalu rendah (pada bradikardia, anemia,

hamil, hipertiroidisme)

c. Pernafasan
Proses fisiologis yang berperan pada proses pernafasan adalah

:ventilasi pulmonary, respirasi eksternal dan internal. Laju pernafasan

meningkat pada keadaan stress, kelainan metabolic, penyakit jantung

paru, dan peningkatan suhu tubuh. Pernafasan yang normal bila

kecepatannya 14-20x/menit pada bayi.

Kecepatan dan irama pernafasan serta usaha bernafas perlu

diperiksa untuk menilai adanya kelainan :

a) Kecepatan

Takipnea : pernafasan cepat dan dangkal

Bradipnea : pernafasan lambat

Hiperpnea / hiperventilasi : pernafasan dalam dan cepat

Hipoventilasi : bradipnea disertai pernafasan dangkal

b) Irama

Regular

Pernafasancheyne-stoke : periode apnea diselingi hiperpnea

PernafasanBiots (ataksia) : periode apnea yang tiba-tiba

diselingi periode pernafasan konstan dan dalam

c) Usaha bernafas

Adalah kontraksiotot-otot tambahan saat bernafas misalnya otot

interkostalis. Bila ada kontraksi otot-otot tersebut menunjukkan

adanya penurunan daya kembang paru.

d. Suhu
Suhu tubuh mencerminkan keseimbangan antara pembentukan

dan pengeluaran panas.Pusat pengaturan suhu terdapat di hipotalamus

yang menentukan suhu tertentu dan bila suhu tubuh melebihi suhu

yang ditentukan hipotalamus tersebut, maka pengeluaran panas

meningkat dan sebaliknya bila suhu tubuh lebih rendah.Suhu tubuh

dipengaruhi oleh irama sirkadian, usia, jenis kelamin, stress, suhu

lingkungan, hormone dan olahraga.

Suhu normal berkisarantara 36,5C 37,5C. lokasi pengukuran

suhu adalah oral (dibawah lidah), aksila, dan rectal. Pada pemeriksaan

suhu per rectal tingkat kesalahan lebih kecil dari pada oral atau

aksila.Peninggian semuater jadi setelah 15 menit, saat beraktivitas,

merokok dan minum minuman hangat, sedangkan pembacaan

semurendah terjadi bila pasien bernafas melalui mulut dan minum

minuman dingin.

PETUNJUK

1. Baca dan pelajari lembaran kerja yang tersedia

2. Siapkan alat dan bahan secara lengkap sebelum tindakan dimulai

3. Perhatikan dan ikutilah petunjuk instruktur

4. Tanyakan pada instruktur bila terdapat hal-hal yang kurang

dimengerti

KESELAMATAN KERJA

1. Pusatkan perhatian pada pemeriksaan dan keselamatan pasien


2. Letakkan peralatan pada tempat yang mudah dijangkau

3. Pakailah peralatan yang sesuai dengan fungsi dan urutan kerja

4. Perhatikan tekhnik pemeriksaan dan keadaanpasien

5. Terapkan sesuai job sheet atau daftar tilik

PEKERJAAN LABORATORIUM

PeralatandanBahan :1. Thermometer

2. Arloji dengan petunjuk detik

3. Tensimeter

4. Stetoskop

5. Buku catatan dan alat tulis

PROSEDUR KERJA

NO LANGKAH GAMBAR

A. PENGUKURAN TEKANAN DARAH

1. Pemeriksa berada di sebelah kanan pasien.

2. Memberi penjelasan mengenai pemeriksaan


3. Menempatkan penderita dalam keadaan
duduk/berbaring dengan lengan rileks, sedikit
menekuk pada siku dan bebas dari tekanan oleh
pakaian

4. Mengatur tensi meter agar siap pakai (untuk


tensimeter air raksa) yaitu menghubungkan pipa
tensimeter dengan pipa manset, menutup sekrup
balon manset, membuka kunci reservoir.

5. Mempersiapkan stetoskop dengan corongbel yang


terbuka

6. Memasang mansetse demikian rupa sehingga


melingkari lengan atas secarar api dan tidak terlalu
ketat, 2 cm di atas siku dan sejajar dengan jantung

7. Dapat meraba pulsasi a. brachialis di fossa cubiti


sebelah medial

8. Dengan tiga jari meraba pulsasi a. Brachialis


pompa manset dengan cepat sampai 30 mmHg di
atas hilangnya pulsasi
Menurunkan tekanan manset perlahan-lahan
sampai pulsasiar teriteraba kembali. Melaporkan
hasil sebagai tekanan sistolik palpatoir.
9. Mengambil stetoskop dan memasang corong
bel pada tempat perabaan pulsasi
10. Memompa kembaliman set sampai 30 mmHg
di atas tekanan sistolik palpatoir

Melanjutkan penurunan tekanan manset sampai


suara bising yang terakhir sehingga setelah itu
12.
tidakterdengar bisinglagi sebagai tekanan darah
diastolik

13. Dapat melaporkan hasil tekanan sistolikdandiastolik

14. Melepas mansetdan merapikannya.

B. PEMERIKSAAN NADI

15. Meletakkan lengan yang akan diperiksadalam keadaan rileks


16. Menggunakan jari telunjuk danjaritenga huntukmeraba a.

17. Menghitung frekuensi denyutnadi minimal 15 detik


18. Melaporkan hasilfrekuensi nadidalam satu menit
C. PEMERIKSAAN SUHU BADAN

19. Pastikan permukaan air raksa menunjuk di bawah 35,5C


Tempat kanujung termometer yang berisi air raksapada apex
20.
fossa aksillaris kiri dengan sendi bahu adduksi maksimal.

21. Tunggu sampai 3 5 menit, kemudian dilakukan pembacaan


D. PEMERIKSAAN FREKUENSI NAFAS

22. Memintapenderita melepas baju (duduk atau tidur)


Melakukan inspeksi atau melakukan palpasi dengan
23. keduatangan pada punggung/dada untuk menghitung
gerakan pernafasan minimal selama 15 detik
24. Melaporkan hasil frekuensi nafas per menit
EVALUASI:

1. Mahasiswa mendemonstrasikan pemeriksaantanda-tanda vital secara


individu,dengan kriteria:
a. Setiap langkah dilakukan secara sistematis dan memperhatikan
keamanan serta kenyamanan pasien.
b. Penempatan alat yang digunakan mudah dijangkau dan telah
diketahui fungsinya masing-masing
2. Memperhatikan kenyamanan pasien dalam setiap prosedur yang
dilakukan
3. Memperhatiakn prinsip pencegahan infeksi
4. Dosen menilai pemeriksaantanda-tanda vital yang dilakukan dengan
menggunakan daftartilik
Nama Peserta : Nevelin Gulo Tanggal : 25 Juli 2017

Nama Penguji : Wulan Ayu p Tempat : 01/10 Srengseng sawah

PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL

Nilailah setiap kinerja langkah yang diamati dengan menggunakan skala sbb:
1. Perlu perbaikan : Langkah atau tugas tidak dikerjakan dengan benar
atau dihilangkan.
2. Mampu : Langkah benar dan berurutan, tetapi kurang tepat/pelatih
perlu membantu/mengingatkan hal-hal kecil yang tidak terlalu berarti.
3. Mahir : Langkah dikerjakan dengan benar, tepat tanpa ragu-ragu atau
tanpa perlu bantuan dan sesuai dengan urutan.
T/S : Tindakan atau langka-langkah yang dilakukan tidak sesuai denhgan situasi
yang sedang dihadapi.

NO LANGKAH KASUS
1 2 3 4 5
A.PENGUKURAN TEKANAN DARAH
1 Pemeriksaan berada di sebelah kanan pasien.
2 Memberi penjelasan mengenai pemeriksaan
3 Menempatkkan penderita dalam keadaan duduk/berbaring
dengan lengan rileks, sedikit menekuk pada siku dan
bebas dari tekanan oleh pakaian
4 Menempatkkan tensimeter dengan membuka aliran air
raksa, mengecek saluran pipa dan meteran secara
vertikal
5 Mempersiapkan stetoskop dengan corong bel yang
terbuka
6 Memasang manset sedemikian rupa sehingga melingkari
lengan atas secara rapi dan tidak terlalu ketat, 2 cm diatas
siku dan sejajar dengan siku
7 Dapar meraba pulsasi a. Brachialisdi fossa cubiti sebelah
medial
8 Dengan tiga jari meraba pulsasi a. Brachialis pompa
manset pompa manset dengan cepat sampai 30mmHg
diatas hilangnya pulsasi
Menurunkan tekanan manset perlahan-lahan sampai
pulsasi arteri teraba kembali. Melaporkan hasil sebagai
tekanan sistolik palpatoir.
9 Mengambil stetoskop dan memasang corong bel pada
tempat perabaan pulsasi
10 Memompa kembali manset sampai 30mmHg di atas
tekanan sistolik palpatoir
11 Mendengrakan melalui stetoskop, sambil menurunkan
perlahan-lahan (3mmHg per detik)
12 Melanjutkan penurunan tekanan manset sampai suara
bising yang terakhir sehingga setelah itu tidak terdengar
bising lagi sebagai tekanan darah diastolik
13 Dapat melaporkan hasil tekanan sistolik dan diastolik
14 Melepas manset dan merapikannya.
B.PEMERIKSAAN NADI
15 Meletakkan lengan yang akan diperiksa dalam keadaan
rileks
16 Menggunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk meraba
a.Radialis
17 Menghitung frekuensi denyut nadi minimal 15 detik
18 Melaporkan hasil frekuensi nadi dalam satu menit
C.PEMERIKSAAN SUHU BADAN
19 Pastikan permukaan air raksa menunjuk dibawah 35,5C
20 Tempatkan ujung termometer yang berisi air raksa pada
apex fossa axsilaris kiri dengan sendi bahu adduksi
maksimal
21 Tunggu sampai 3-5 menit, kemudian dilakukan
pembacaan
D.PEMERIKSAAN FREKUENSI NAFAS
22 Meminta penderita melepas baju (duduk atau tidur)
23 Melakukan infeksi atau melaskukan palpasi dengan kedua
tangan pada punggung/dada untuk mengitung gerakkan
fernapasan minimal selama 15 detik
24 Melaporkan hasil frekuensi nafas per menit
SKOR NILAI = NILAI X 100%
72
TANGGAL
PARAF PEMBIMBING
Penguji

(Wulan AP)