Anda di halaman 1dari 6

Bleeding Time (BT)

No. Dokumen No. Revisi

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh :


Direktur RS Biomedika Mataram
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

dr. Stephanus Gunawan


Metode Ivy:
1. Pasang tensimeter pada bagian lengan atas pasien pada
lipatan atas lengan. Tekanan diatur 40 mmHg, dan tahan
supaya konstan.
2. Desinfeksi permukaan lengan kira-kira 5-7 cm di bawah
lipatan.
3. Kulit ditegangkan dengan menarik dari belakang lengan,
kemudian ditusuk dengan lancet dengan kedalaman 3
mm, bukan di atas jalur vena. Buat luka yang lain dengan
jarak 2 cm dari luka yang pertama, stopwatch
dihidupkan.
PROSEDUR
4. Selang 30 detik, darah dari luka tusukan ditempel dengan
pinggiran kertas saring tanpa menyentuh kulit.
5. Ulangi setiap 30 detik pada kertas saring mengelilingi
lingkaran.
6. Saat darah berhenti, stopwatch dihentikan dan waktu
dicatat.
7. Rata-rata dari kedua luka tusukan dilaporkan sebagai hasil
pemeriksaan.
Nilai normal: 1-6 menit.

22
Metode Duke :
1. Cuping telinga pasien didesinfeksi dengan alkohol 70%.
2. Cuping telinga dijepit kuat-kuat dengan ibu jari dan
telunjuk tangan kiri kemudian ditusuk dengan lancet yang
cukup dalam, segera stopwatch dinyalakan.
3. Darah yang ke luar ditempel dengan kertas saring pada
detik ke 30 (kertas saring tidak bpleh menempel pada
luka).
4. Ulangi setiap 30 detik pada daerah kertas saring yang
berbeda-beda mengelilingi tepian lingkaran kertas saring.
5. Pada saat darah tidak keluar lagi, matikan stopwatch,
catat waktunya.
Nilai Normal: 1-3 menit.

23
Clotting Time (CT)

No. Dokumen No. Revisi

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh :


Direktur RS Biomedika Mataram
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

dr. Stephanus Gunawan


1. Siapkan lancet dalam keadaan steril.
2. Tusuk ujung jari pasien yang sudah didesinfeksi dengan
alkohol.
3. Teteskan darah sebanyak 0,5 ml di atas objek glass.
4. Nyalakan stopwatch, setiap 30 detik darah dimiringkan
sampai terbentuk benang-benang fibrin.
5. Matikan stopwatch jika darah telah membeku.

Nilai Normal : 9-15 menit.

PROSEDUR

24
ACTIVATED PARTIAL THROMBOPLASTIN
TIME
(aPTT)

No. Dokumen No. Revisi

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh :


Direktur RS Biomedika Mataram
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

dr. Stephanus Gunawan


PREPARASI REAGENT PATHROMTIN SL, ACTIN FS/ FSL
1. Kocok dahulu lalu tuang ke dalam sampel cup conical
2. Siap digunakan (biarkan pada suhu kamar)

Pathromtin SL 2 25 0C : 8 jam
Actin FS/FSL 15 - 25 0C : 2 hari
On board : 24 jam
STABILITAS SETELAH DIBUKA

PREPARASI REAGEN CaCl 2


1. Masukkan incubator suhu 37 0C selama 10 menit

PROSEDUR 2. Siap digunakan


3. Setelah 15 menit diinkubator, keluarkan Reagen
CaCl2, disuhu ruang
4. Reagen siap digunakan kembali (maksimal di suhu
ruang selama 15 menit)
5. Jika reagen CaCl2, masih tersisa di sampel cup conical,
inkubasi kembali di incubator selama 10 menit
6. Siap digunakan
STABILITAS SETELAH DIBUKA
Sampel tanggal kadaluwarsa di vial
PROSEDUR PEMERIKSAAN

25
1. Masukkan 50 l sampel dalam reaction tube
2. Masukkan ke dalam well
3. Tekan Start
4. Hitung mundur selama 60 detik
5. Masukkan 50 l reagen aPTT
6. Hitung mundur 180/240 detik
Masukkan 50 l larutan CaCl2
Nilai Rujukkan Pemeriksaan aPTT adalah :

23.9 39.8 detik

26
PROTHROMBIN TIME
(PT)

No. Dokumen No. Revisi

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh :


Direktur RS Biomedika Mataram
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

dr. Stephanus Gunawan


PREPARASI REAGENT
1. Preparasi Reagent Thromborel S
2. Tambahkan 4 ml aquabidest dalam 1 vial reagen
3. Bila sudah tercampur rata, tuang ke sampel cup
4. Masukkan Inkubator suhu 37 0 C selama 30 menit
5. Siap digunakan

Suhu 37 0C : 8 jam
Suhu 15 25 0C : 2 hari
Suhu 2 8 0C : 5 hari
On board : 24 jam
PROSEDUR
STABILITAS SETELAH DIREKONSTITUSI

PROSEDUR PEMERIKSAAN
1. Masukkan 50 l sampel dalam reaction tube
2. Masukkan ke dalam well
3. Tekan Start
4. Hitung mundur selama 180 detik
5. Masukkan 100 l reagen Thromborel S
Nilai Rujukkan Pemeriksaan PT adalah :

9.7 13.1 detik

27