Anda di halaman 1dari 19

MATA KULIAH KESEHATAN WISATA

LAPORAN KUNJUNGAN LAPANGAN


PURI AGUNG SAREN UBUD

OLEH :

WIDYA ARYATI (1592161007)

SUSILIA IDYAWATI (1592161008)

KETUT ADIJAYA SUTANA (1592161024)

PANDE PUTU AYU RISSA CEMPAKA (1592161030)

MARIA MAGDALENA ZULIAN PUJI ASTUTI (1592161033)

MARIA ULFAH (1592161037)

WIDYA DWIJAYANTI (1592161040)

BAIQ RIZKA HERLIANA (1592161041)

YESVI ZULFIANA (1592161042)

ISTIANA MARFIANTI (1592161050)

UNIVERSITAS UDAYANA
PASCASARJANA ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
DENPASAR
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Bali merupakan salah satu daerah pariwisata di Indonesia yang mejadi target kunjungan
oleh wisatawan asing maupun domestik. Keindahan obyek wisata di Bali ditambah dengan
kekayaan budaya dan adat istiadatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk
berkunjung ke Bali. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Bali, diketahui bahwa
wisatawan mancanegara yang datang ke Bali sebanyak 2.992.925 orang selama Januari-
September 2015 atau naik 7,63%, jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2014 hanya
2.780.741 orang (TRIBUN-BALI.com, 2015). Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali
yang terus meningkat setiap tahunnya membutuhkan perhatian yang cukup besar dari pemerintah
terhadap sektor pariwisata di Bali baik dari segi penyediaan akomodasi, infrastruktur, masalah
keamanan dan kesehatan sehingga para wisatawan merasa aman dan nyaman saat berlibur di
Bali. Sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang dan berkunjung ke Bali.
Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan pertumbuhan dan
perkembangan sektor pariwisata. Pengelolaan kesehatan yang baik di daerah pariwisata akan
memberikan dampak positif dalam kemajuan daerah wisata tersebut. Sebaliknya dampak negatif
akan timbul bila muncul suatu outbreak penyakit atau pengelolaan pelayanan kesehatan dan
sanitasi lingkungan tidak dilakukan dengan memadai. Kesehatan pariwisata dimulai sejak
berangkat dari rumah untuk melakukan wisata, selama perjalanan, sampai di tempat tujuan, dan
kembali dengan aman dan nyaman ke tempat asalnya. Adapun faktor pendukung kesehatan
pariwisata diantaranya adalah kondisi lingkungan tempat wisata, makanan dan minuman yang
tersedia di tempat wisata, serta upaya pencegahan, pendidikan dan promosi kesehatan
masyarakat.
Puri Saren Agung Ubud merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Bali berjarak 22
km dari kota Denpasar Bali yang dapat ditempuh dalam waktu 35 menit perjalanan. Puri Saren
Ubud (Ubud Palace) merupakan istana kerajaan Ubud Bali yang indah dengan rumah-rumah
tradisional sebagai tempat kediaman Raja Ubud. Jarak tempuh yang tidak cukup jauh dari kota
Denpasar dan lokasi Puri yang terletak strategis di tengah kota Ubud menjadikan obyek wisata
ini banyak diminati untuk dikunjungi oleh wisatawan khususnya wisatawan mancanegara.
Melihat cukup banyaknya wisatawan yang berkunjung menjadikan obyek wisata ini merupakan

1
salah satu tempat yang tepat untuk dilakukan peninjauan lapangan yang berkaitan dengan
kesehatan pariwisata. Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat aspek-aspek kesehatan yang
disediakan oleh penyelenggara pariwisata di Puri Saren Agung Ubud bagi para pengunjung yang
datang ke tempat ini.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan dilakukannya peninjauan lapangan ini adalah untuk mengetahui gambaran umum
tentang pariwisata Puri Saren Agung Ubud.

2. Tujuan Khusus
2.1 Mengetahui situasi dan kondisi lingkungan fisik serta sanitasi Puri Saren Agung Ubud
2.2 Mendapatkan informasi mengenai fasilitas-fasilitas kesehatan yang tersedia di Puri saren
Agung Ubud dalam memfasilitasi permasalahan kesehatan yang terjadi di lingkungannya
2.3 Mengetahui fasilitas keamanan yang disediakan untuk wisatawan di Puri Saren agung
Ubud
2.4 Mendapatkan informasi mengenai upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah
terjadinya permasalahan kesehatan di Puri Saren Agung Ubud

C. Manfaat

Manfaat dilakukannya peninjauan lapangan ini adalah memberikan informasi kepada


masyarakat dan para wisatawan mengenai aspek-aspek kesehatan yang ada di obyek
wisata Puri Saren Agung Ubud. Selain itu juga sebagai masukan bagi pihak
penyelenggara pariwisata dan pemerintah terhadap aspek kesehatan yang kurang/ belum
tersedia sehingga kedepannya dapat segera terpenuhi untuk menjamin keamanan dan
keselamatan wisatawan serta memajukan sektor pariwisata di Ubud.

2
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Identitas Lokasi Puri Saren Agung Ubud


Puri Saren Agung Ubud merupakan salah satu lokasi wisata yang berada di daerah Ubud,
Kabupaten Gianyar tepatnya di Jalan Utama Ubud. Puri Saren Ubud berjarak 22 km dari kota
Denpasar sehingga dapat ditempuh dalam waktu 35 menit perjalanan. Bangunan ini adalah Istana
Ubud kuno yang bersejarah, dibangun oleh Tjokorda Ida Putu Kandel. Di dekat Puri Saren
agung, ada pasar yang merupakan sentral kegiatan ekonomi masyarakat sementara istana adalah
pusat seni dan budaya

B. Profil Lokasi Puri Saren Agung Ubud


Puri Saren Agung Ubud terletak tepat di jantung kota Ubud. Merupakan pusat
pemerintahan Kerajaan Ubud pada zaman dahulu, serta sebagai pusat kegiatan seni budaya dan
adat, yang rutin diadakan di tepat di depan puri. Puri Ubud masih memiliki tata ruang dan
bangunan yang dipertahankan seperti aslinya. Bangunan yang didirikan pada tahun 18 SM
tersebut masih dijaga keasliannya, hanya beberapa bagian saja yang telah mengalami pemugaran.
Di halaman depan, setelah gapura utama, terdapat area yang disebut Ancak Saji. Disini setiap
sore hari selalu diadakan pertunjukan seni tari, bagi wisatawan. Dan juga dilaksanakan latihan
gamelan. Tidak heran pada area Ancak Saji ini disediakan lengkap alat musik gamelan khas Bali.

3
Semua aktivitas seni semakin mengentalkan suasana Ubud sebagai sebuah desa yang
berwawasan kesenian.
Sejatinya Puri Saren Agung Ubud merupakan tempat tinggal raja ubud pada zaman
dahulu, tetapi seiring perkembangannya tempat tinggal raja tersebut kini dijadikan suatu objek
wisata untuk mempromosikan ubud di kancah internasional. Di Puri Saren Agung Ubud ini
wisatawan dapat menikmati struktur bangunan khas Bali dengan sentuhan budaya yang sangat
kental, dari gapura dengan ukiran menawan, patung dengan bentuk yang luar biasa unik dan
bentuk bangunan lain yang sangat menarik untuk diabadikan dengan kamera. Tidak heran
meskipun merupakan tempat tinggal raja, tetapi banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi
Puri Saren Agung Ubud untuk sekedar melihat keindahan arsitekturya, menikmati budayanya
maupun mengabadikannya lewat kamera.

C. Peninjauan Lapangan Puri Saren Agung Ubud

Peninjauan Lapangan ke Puri Saren Agung Ubud dilakukan pada hari Senin tanggal 21
Maret 2016. Kelompok terdiri dari sepuluh orang , berangkat dari Denpasar sekitar pukul 11.00
wita. Metode pengumpulan data kesehatan wisata di Puri Saren Agung Ubud melalui berbagai
metode berikut, yaitu :
1. Observasi
Observasi merupakan cara pengumpulan data dengan mengamati perilaku, peristiwa, atau
mencatat karakteristik fisik dalam pengaturan yang ada. Dalam kunjungan lapangan ini
observasi dilakukan terhadap aktivitas yang terjadi di Puri Saren Agung Ubud khususnya
kebersihan area Puri, ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan wisata dan aktivitas
yang dilakukan oleh para wisatawan di Puri Saren Agung Ubud.
2. Wawancara
Wawancara terbatas hanya dilakukan dengan seorang petugas yang berada di Puri Saren
Agung Ubud. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai
kondisi di dalam Puri dan area sekitar lokasi Puri Saren Agung Ubud.
3. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan dengan megambil beberapa gambar menggunakan kamera di
area Puri Saren Agung Ubud sebagai penunjang dalam pengumpulan data dan analisis
yang akan dilakukan terkait dengan kesehatan wisata yang ada.

4
D. Hasil Kunjungan
1. Hasil Observasi
Bangunan Fisik
Bangunan fisik Puri Saren agung Ubud masih terlihat sangat baik. Bangunan Puri Saren
Agung Ubud terdiri dari dua area yaitu area 1 dan area 2.
Area 1 merupakan area pertama setelah pintu masuk berupa halaman yang cukup luas.

5
Area 2 merupakan area yang terdiri dari beberapa bangunan yang digunakan untuk
meletakkan alat-alat musik yang digunakan untuk pertunjukan tari di malam hari
Bangunan puri bergaya arsitek tradisional Bali, dimana letak bangunannya ditata dengan
rapi sesuai dengan fungsi pada setiap tingkatan halaman/mandala.

Setiap bangunan memiliki bentuk yang berbeda sesuai namanya dan pada setiap
bangunan/paviliun ada ukiran khas bali dan menggunakan furniture Eropa untuk
dekorasinya. Pada bagian depan terdapat gerbang batu kuno sebagai akses pintu masuk
utama bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Puri Saren Agung Ubud. Di
beberapa sudut terdapat berbagai patung yang memakai kain kotak-kotak seperti papan
catur.

6
Sanitasi & Fasilitas Pembuangan limbah
Dari hasil pengamatan yang dilakukan di area sekita Puri Saren Agung Ubud,
pembuangan limbah tidak berfunngsi dengan baik. Terlihat saluran pembuangan yang
tersumbat oleh sampah. Selain itu sanitasi juga tidak berjalan dengan baik, dapat dilihat
area pembuangan sampah yang terletak di samping Puri Saren Agung Ubud tidak tertutup
(terbuka) dan terlihat sampah berserakan dalam jumlah yang cukup banyak. Beberapa
tempat sampah yang diletakkan di beberapa sudut area juga beberapa tidak tertutup
sehingga memudahkan dalam penyebaran kuman dari tempat sampah dan sumber
pembuangan sampah ke makanan dan minuman yang dapat menyebabkan penyakit.

7
Sumber air bersih
Sumber air bersih di Puri Saren Agung Ubud menggunakan PDAM dan sumber air tanah

Fasilitas Kamar mandi/WC


Di area Puri Saren Agung Ubud tidak terdapat fasilitas kamar mandi / WC. Fasilitas
kamar mandi/ WC terdapat di kantor Lurah yang lokasinya berada di depan Puri Saren
Agung Ubud.

Klinik/ Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Klinik atau fasilitas pelayanan kesehatan juga hanya terdapat di kantor lurah yang berada
di depan Puri Saren Agung Ubud. Sehingga jika wisatawan membutuhkan pelayanan
kesehatan atau mengalami gangguan kesehatan dapat berkunjung ke klinik tersebut.
Klinik dan fasilitas lainya dikelola oleh LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) setempat.
Fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas berada di lokasi yang cukup jauh dari
Puri Saren agung Ubud berada.

Alat P3K
Tidak terdapat kotak P3K yang diletakkan di area Puri Saren Ubud. Hal ini dianggap
tidak perlu karena bila ada kecelakaan yang dialami oleh wisatawan di lokasi wisata
maka dapat segaera dibawa ke klinik yang ada di Kantor Lurah yang berada tepat di
depan Puri Saren Agung Ubud

8
Kebersihan area Puri Saren Agung Ubud
Berdasarkan pengamat yang dilakukan terhadap kebersihan di area Puri Saren Agung
Ubud dinilai cukup bersih, meskipun terdapat beberapa sampah berupa daun kering yang
jatuh dari pohon-pohon yang berada di area Puri Saren Agung Ubud. Tetapi di area
samping Puri Saren Ubud dinilai kurang bersih, terlihat beberapa sampah berserakan
seperti plastik, bungkus sisa makanan, bekas sisa makanan, beberapa puntung rokok, dan
ada bangunan yang masih dalam tahap renovasi dan kurang terawatt sehingga kondisinya
berdebu. Hal ini sangat menganggu pemandangan karena masih berada di area wisata
selain itu juga menjadi sumber penyakit yang dapat berbahaya bagi kesehatan wisata
yang datang dan berkunjung ke tempat tersebut. Kegiatan kebersihan dilakukan oleh
parekan /abdi raja. Parekan tersebut tidak mendapat gaji tetapi difasilitasi tempat tinggal,
makan dan dibiayai sekolah.

9
Peralatan emergency (life support)
Peralatan Emergency seperti APAR (Alat Pemadam Kebakaran) juga tidak tersedia di
area Puri Saren Agung Ubud.

Tata tertib pengunjung/Informasi Lainnya


Tidak terdapat tata tertib pengunjung yang dipasang di area lokasi Puri Saren Agung
Ubud seperti yang ada di area lokasi wisata lainnya. Hanya terdapat beberapa tulisan
dilarang masuk yang dipasang di beberapa tempat masuk bangunan yang memang tidak
diperuntukkan untuk masyarakat umum/ wisatawan dan hanya untuk keluarga Raja.
Selain itu juga tidak dipasang tarif biaya masuk bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke
Puri Saren Agung Ubud. Hanya diberlakukan tarif sebesar Rp. 80.00,- untuk menonton
pertunjukan seni tari yang diadakan di lokasi Puri Saren Agung Ubud pada malam
hari.Selain tidak ada tata tertib pengunjung, juga tidak terdapat papan infomasi bagi
wisatawan seperti jalur evakuasi darurat/titik berkumpul bila ada kejadian bencana seperti
gempa bumi atau tsunami. Hal penting lainnya juga tidak terdapat papan nama tempat
wisata sehingga pengunjung/wisatawan tidak mendapat informasi apa nama tempat
wisata yang dikunjungi jika tidak bertanya kepada petugas yang ada di sana.

10
2. Hasil Wawancara
Sejarah Berdirinya Puri Saren Agung Ubud

Hasil wawancara yang dilakukan dengan petugas yang berada di lokasi wisata
Puri Saren Agung Ubud tidak didapatkan infomasi secara lengkap dan jelas mengenai
sejarah berdirinya Puri Saren Agung Ubud.

Hal ini dikarenakan hanya keluarga kerajaan yang berhak memberikan informasi
secara mendetail tentang hal tersebut. Sedangkan untuk bertemu dengan keluarga
kerajaan merupakan hal yang cukup sulit. Sehingga sejarah mengenai berdirinya Puri
Saren Agung Ubud didapatkan dari media informasi internet. Bali sebagai daerah bekas
kerajaan meninggalkan banyak tempat-tempat peninggalan sejarah, kerajaan yang identik
dengan puri sebagai pusat dan tempat raja menjalankan pucuk pemerintahan, masih dapat
ditemukan dibeberapa tempat di Bali, salah satunya Puri Saren Ubud. Puri Saren Ubud
terletak di jalan Utama Ubud, gianyar, Propinsi Bali. Keberadaan puri ini menunjukkan
jiwa serta identitas dari desa Ubud tersebut. Saat ini Ubud Palace bertindak sebagai
repositori budaya tradisionl yaitu sebagai pelindung utama seni, tari musik dan sastra
Bali. Keberadaan Pura Saren Ubud di daerah yang beriklim sejuk sarat dengan benda-
benda berestetika tinggi, disamping bentuk bangunan traidisionalnya yang menawan dan
artisti, menjadikan pura ini mampu memberikan ketenangan bagi siapapun yang

11
mengunjunginya. Pura ini dilengkapi juga dengan auditorium/wantilan sebagai tempat
pertemuan.
Puri Saren Ubud atau Ubud Palace dibuat oleh Ida Tjokorda Putu Kandel yang
memerintah pada tahun 1800-1823 Masehi, dan tetap terjaga sampai saat ini.Pada saat
kerajaan Majapahit runtuh di abad ke 15., maka terjadi eksodus besar-besaran dari
bangsawan Jawa untuk migrasi ke pulau Bali. Bangsawan dari pulau Jawa inilah yang
mendirikan kerajaan Gelgel yang berada di Kabupaten Klungkung, kabupaten di bagian
tenggara pulau Bali. Kerajaan Gelgel inilah yang memberikan perlindungan kepada para
bangsawan dari Jawa yang migrasi ke pulau Bali. Bangsawan dari jawa yang membawa
system kasta di Bali. Pada abad ke 17 banyak beridir kerajaan baru di wilayah pulau Bali,
salah satunya di Ubud. Pada abad ke 17, banyak di bangun rumah para bangsawan di
Ubud yang diberi nama Puri. Pada periode ini banyak terjadi peperangan antar kerajaan
di Bali, yang memperebutkan kekuasaan akan perluasan daerah.
Seorang pangeran dari Kerajaan Gelgel Klungkung, dikirim ke daerah desa
sukawati untuk membangun sebuah istana kerajaan yang memiliki keindahan arsitektur
agar ditujukan untuk kekuasaan di wilayah Gianyar. Pada saat pembangunan istana
kerajaan di sukawati, banyak seniman Bali dari berbagai daerah di kirim ke daerah
Sukawati untuk membantu pembangunan istana. Setelah pembangunan istana di
Sukawati selesai, banyak dari seniman memilih untuk tinggal di Sukawati. Oleh karena
itu sampai saat ini, daerah Sukawati menjadi salah satu pusat seni baik seni tari, seni
lukis, seni patung ataupun seni music dan yang terkenal adalah pasar seni Sukawati.
Setelah berhasilnya di bangun istana di sukawati, para perajurit istana Sukawati pada
akhir abad 17 di kirim ke Ubud untuk mengamankan Ubud yang sering terjadi konflik.
Konflik yang terjadi diUbud pada akhir abad ke 17, antara dua orang sepupu, yang satu
berada di wilayah Padang Tegal Ubud dan yang satu lagi berada di wilayah Taman Ubud
yang berada di sebelah utara wilayah Padang Tegal Ubud. Peperangan antar kedua
sepupu ini membuat raja Sukawati menguttus kedua saudaranya untuk mengamankan
wilayah Ubud. Saudara dari Raja Sukawati tersebut adalah Tjokorde Ngurah Tabanan
yang dikirim ke wilayah Peliatan Ubud dan Tjokorde Tangkeban ke wilayah Sambahan
Ubud. Kedua saudara dari raja Sukawati kemudian membangun istana di daerah tujuan
mereka masing-masing dengan tujuan mengamankan wilayah Ubud. Maka Tjokorde

12
Ngurah Tabanan dengan dibantu oleh Raja Mengwi, memenuhi wilayah Ubud dengan
penduduk. Dengan bertambahnya jumlah penduduk di Ubud, maka perekonomian mulai
berkembang.
Pada abad ke 19, belanda mulai memasuki pulau Bali. Beberapa kerajaan seperti
kerajaan Mengwi merasa tidak senang akan kehadiran Belanda di daerah mereka.
Kecerdikan Belanda yang mampu memprovokasi musuh lama kerajaan Mengwi, untuk
membuat aliansi untuk menyerang kerajaan Mengwi. Karena di serang oleh banyak
musuh, maka kerajaan Mengwi mengalami kekalahan telak, yang membuat wilayah
mereka dibagi-bagi oleh kerajaan aliansi penyerang. Pemeritahan Belanda mulai ikut
campur dalam urusan politik di Bali pada awal abad ke 19, dengan menyerang kerajaan-
kerajaan di Badung, Kerajaan Buleleng dan kerajaan Klungkung. Peperangan besar pun
terjadi, perang ini di Bali lebih dikenal dengan nama Puputan. Pada awal abad 21 di
bawah pemerintahan Tjokorde Gede Raka Sukawati, wilayah Ubud menjadi wilayah
cabang dari sukawati. Pada tahun 1981 , maka di Ubud ditetapkan sebagai sebuah
kecamatan di wilayah Kabupaten Gianyar dengan mencakup wilayah desa Tegallalang,
Peliatan, Mas dan Kedewatan.
Tempat tinggal dari raja Ubud (Tjokorde Gede agung Sukawati) inilah yang
bernama Puri Saren Agung atau lebih dikenal dengan nama Puri Ubud. Lokasi dari Puri
Ubud berada di tengah-tengah Ubud. Saat ini puri Ubud telah menjadi salah sau obyek
wisata di Bali. Hampir setiap malam di puri Ubud diadakan pentas kesenian tari, seperti
Tari Barong Ubud.

Struktur organisasi
Tidak terdapat struktur organisasi resmi di tempat wisata Puri Saren Agung Ubud.
Berdasarkan wawancara dengan salah satu petugas keamanan yang berjaga di sana,
terdapat dua staff office dan empat security/ petugas keamanan. Selain itu terdapat
parekan/abdi raja yang bertugas menjaga kebersihan di area lokasi wisata Puri Saren
Agung Ubud.

13
Jaminan kesehatan
Tidak terdapat jaminan kesehatan bagi para karyawan dan wisatawan yang berkunjung ke
lokasi wisata Puri Saren Agung Ubud. Sehingga bila ada kecelakaan yang terjadi di
lokasi wisata maka tidak ada klaim asuransi bagi para wisatawan.

Masalah-masalah kesehatan yang pernah terjadi


Berdasarkan wawancara dengan petugas di lokasi wisata Puri Saren Agung Ubud selama
ini belum ada masalah-masalah kesehatan yang pernah terjadi di lokasi wisata tersebut.

3. Hasil dokumentasi
Hasil dokumentasi berupa gambar-gambar yang diambil di area Puri Saren Agung Ubud .

14
E. Pembahasan
Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang telah dilakukan di lokasi
wisata Puri Saren Agung Ubud dalam rangkaian penilaian terhadap kesehatan wisata yang ada di
suatu lokasi wisata di derah Bali diketahui bahwa Puri Saren agung Ubud merupakan puri tempat
tinggal bagi raja Ubud secara turun temurun. Puri Saren Agung Ubud dibangun oleh Tjokorda
Ida Putu Kandel pada awalnya dibangun hanya sebagai tempat tinggal bagi raja dan bangsawan
Ubud tetapi seiring berjalannya waktu kemudian dibuka sebagai obyek wisata bagi wisatawan
asing maupun domestik. Meskipun dibuka sebagai obyek wisata tetapi hanya terbatas dua area
yang dapat di lihat dan dikunjungi oleh wisatawan. Area lainnya khusus untuk tempat tinggal
bagi Raja dan keluarga istana. Untuk dapat menikmati keindahan Puri Saren Agung Ubud
wistawan tidak dikenakan biaya atau tarif masuk. Setiap malam mulai pukul 19.30 akan digelar
pertunjukan seni dan budaya Bali seperti seni tari Bali di area utama Puri Saren agung Ubud
dengan tariff Rp.80.000.- yang merupakan sumber pendapatan yang digunakan untuk
memelihara dan merawat Puri Saren Agung Ubud.
Jika dilihat dari segi kesehatan wisata, Puri Saren Agung Ubud belum memenuhi syarat
kemanan dan kesehatan sebagai sebuah lokasi wisata. Hal ini dapat dilihat di area lokasi wisata
Puri Saren Ubud tidak terdapat fasilitas kesehatan bagi para wisatawan seperti peralatan P3K,
APAR (Alat Pemadam kebakaran), tidak terdapat informasi mengenai keamanan dan
keselamatan pengunjung saat berkunjung di sebuah lokasi wisata seperti titik berkumpul bila ada
bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Fasilitas kesehatan seperti Klinik terdapat di
kantor Lurah yang berada di seberang jalan dari lokasi Puri Saren Agung Ubud. Begitu juga
fasilitas lainnya seperti toilet/kamar mandi, tempat cuci tangan juga disediakan di lokasi yang
sama tempat klinik berada. Dari segi kebersihan area, dikatakan kurang bersih , di beberapa area
sekitar lokasi wisata sampah berserakan di saluran pembuangan air dan tempat penampungan
sampah yang berada di belakang gedung tidak tertutup rapat. Beberapa sudut area lingkungan
Puri Saren Agung Ubud terdapat tumpukan bekas rokok, daun kering, dan sampah plastik sisa
makanan. Dari segi jaminan kesehatan dan keselamatan bagi para wisatawan yang berkunjung ke
lokasi ini seperti asuransi kecelakaan dan kesehatan juga tidak tersedia. Hal ini dikarenakan tidak
adanya tarif biaya masuk untuk mengunjungi lokasi wisata ini. Maslaah-masalah kesehatan yang
menimpa wisatawan yang berkunjung ke Puri Saren Agung Ubud juga belum pernah terjadi
sejak Puri ini dibuka sebagai obyek wisata. Secara umum Puri Saren Agung Ubud sebagai
sebuah obyek wisata masih memiliki banyak kekurangan dari segi fasilitas, sarana dan prasarana
yang menunjang kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan bagi para wisatawan yang datang dan
berkunjung ke sana.

15
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Puri Saren Agung Ubud merupakan obyek wisata yang terletak di jalam Utama Ubud
Kabupaen Gianyar. Puri Saren Agung Ubud dibangun oleh Ida Tjokorda Putu Kendal pada
mulanya sebagai tempat tinggal bagi keluarga kerajaan Ubud. Kemudian beberapa area dibuka
sebagai obyek wisata untuk wisatawan umum. Setiap malam digelar pertunjukan seni dan
budaya Bali bagi wisatawan yang berkunjung seperti seni tari bali. Dari segi fasilitas, sarana dan
prasarana kesehatan wisata, Puri Saren Agung Ubud masih memiliki banyak kekurangan
sehingga kedepannya perlu diperbaiki dan dilengkapi agar semakin meningkatkan daya tarik
bagi para wisatawan untuk datang dan berkunjung ke lokasi wisata ini sehingga berdampak
positif terhadap sumber pendapatan daerah dan sumber devisa negara.

B. Saran

Perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan kualitas obyek wisata Puri Saren Agung
Ubud dari segi kesehatan dan keamanan bagi wisatawan yang datang seperti :

Perlu perbaikan pada sanitasi dan pembuangan limbah/sampah yang ada. Saluran air
agar dibersihkan dari sampah yang berserakan agar tidak tersumbat dan menjadi
sarang penyakt atau bakteri uuntuk tumbuh dan berkembang biak. Sampah-sampah di
area dan sekitar area lokasi wisata juga agar tidak dibiarkan berserakan. Tempat
penampungan sampah yang ada di belakang area agar dibuat tertutup sehingga dapat
mencegah bakteri menular ke makanan dan minuman yang ada di area sekitar lokasi.
Tempat pembuangan sampah yang diletakkan di area lokasi wisata dipisah antara
sampah organik dan sampah non organik.
Disediakan fasilitas seperti kamar mandi dan tempat cuci tangan bagi para wisatawan.
Selain itu juga disediakan kotak peralatan P3K dan APAR sebagai antisipasi terhadap
kecelakaan yang terjadi di lokasi wisata

16
Dipasang Papan Nama Lokasi wisata, tata tertib pengunjung dan papan informasi
bagi wisatawan sehingga dapat meningkatkan keamanan bagi wisatawan yang
berkunjung.
Resiko kecelakaan di Puri Saren Agung Ubud memang kecil tapi tidak ada salahnya
wisatawan diberikan jaminan asuransi kesehatan dan kecelakaan bila saja terjadi
kecelakaan di lokasi wisata, seperti misalnya terjatuh dari tangga. Pengelola obyek
wisata dapat mengenakan tarif biaya masuk bagi wisatawan yang berkunjung

17
DAFTAR PUSTAKA

Http://bali.tribunnews.com/2015/10/31/jumlah-kunjungan-wisman-ke-bali-naik-76-persen-,
diakses 24 Maret 2016

Http://wisata-bali.com/puri-saren-ubud.html/, diakses 24 Maret 2016

Http://wisata.balitoursclub.com/puri-saren-ubud, diakses 24 Maret 2016

18