Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Enzim adalah golongan protein yang disintesis oleh sel hidup dan mempunyai
fungsi penting sebagai katalisator dalam setiap reaksi metabolisme yang terjadi pada
organisasi hidup. Enzim juga merupakan biokatalisator yang menunjang berbagai
proses industri. Hal ini disebabkan enzim mempunyai efisiensi dan efektifitas yang
tinggi, reaksinya tidak menimbulkan produk samping, serta dapat digunakan
berulangkali dengan teknik amobilisasi (Lehninger, 1995).
Untuk memproduksi enzim dalam jumlah besar dan mempunyai aktivitas yang
tinggi, perlu diperhatikan faktor-faktor penting seperti kondisi pertumbuhan, cara
isolasi, serta jenis substrat yang digunakan. Kondisi pertumbuhan yang menunjang
produksi enzim secara maksimal adalah pH, suhu inkubasi, waktu inkubasi, dan
komposisi media pertumbuhan harus mengandung sumber energi, sumber karbon,
sumber nitrogen dan mineral (Wang, 1979).
Enzim sudah dikenal sejak dahulu. Para ahli biologi sudah mengenal sejenis
enzim yang diketahui mempercepat proses pencernaan daging dalam perut manusia
sekitar abad ke-18. Selanjutnya abad ke-19, Louis Pasteur mengenalinya pula saat ia
mengetahui bahwa gula dapat berubah menjadi alkohol.
Barulah pada 1877, William Kuhne menyatakan zat kimia yang mempercepat
proses pencernaan tersebut dengan nama enzim. Sedangkan, tahun 1907 Edouard
Buchner memperoleh penghargaan nobel untuk penelitiannya dalam menemukan
enzim pada fermentasi sukrose (sejenis zat gula)

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana mekanisme kerja hormon sekretin dan enzim lipase pankreas?

1
C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui mekanisme kerja hormon sekretin dan enzim lipase
pankreas.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PANKREAS
Pankreas tersusun atas bagian eksokrin dan endokrin. Bagian endokrin terdiri
atas pulau Langerhans, dan bagian eksokrin terdiri atas kelenjar asiner, maka disebut
bagian asini pankreas. Sel asiner pankreas merupakan sel serosa, dan memilki sifat
memsintesis protein. Setelah disintesis dalam bagian basal sel, maka proenzim
selajutnya meninggalkan retikulum endoplasma kasar dan masuk apparatus Golgi.
Proenzimproenzim tersebut dikumpulkan dalam vesikel-vesikel sekresi yang disebut
sebagai granula prozimogen. Granula sekresi yang matang (granula zimogen),
melekat pada membran dan terkumpul pada bagian apical (ujung) sel. Bagian
eksokrin pankreas manusia mensekresikan:
1. air
2. ion-ion: bikarbonat.
3. enzim: karboksipeptidase, ribonuklease, deoksiribonuklease, lipase, dan
amilase.
4. proenzim sebagai berikut: tripsinogen, kimotripsinogen.
Regulasi sekresi asini pankreas diatur oleh 2 hormon sekretin dankolesistokinin
(dahulu dinamakan pankreoenzim) yang dihasilkan oleh mukosa duodenum.
Perangsangan nervus vagus (saraf parasimpatis) juga akan meningkatkan sekresi
pankreas.
1. Sekretin bersifat merangsang sekresi cairan, sedikit protein (enzim) dan kaya
akan bikarbonat. Fungsinya terutama mempermudah transport air dan ion.
Hasil sekresi ini berperanan untuk menetralkan kimus yang asam m(makanan
yang baru dicernakan sebagian) sehingga enzim-enzim pancreas dapat dapat
berfungsi pada batas pH netral optimalnya.

3
2. Kolesistokinin (CCK) merangsang sekresi cairan (sedikit), banyak protein dan
enzim. Hormon ini bekerja terutama dalam proses pengeluaran granula-
granula zimogen. Kerja gabungan ke dua enzim tersebut menghasilkan sekresi
getah pankreas yang kaya akan enzim.

B. SEKRETIN DAN ENZIM LIPASE PANKREAS


Pada dasarnya sekretin ini adalah salah satu Hormon yang mengatur pencernaan
dimana Sekretin dihasilkan oleh usus halus yang dipicu oleh kehadiran asam pada
usus 12 jari. Hormon ini merangsang pankreas untuk menyekresikan enzim
pencernaan termasuk ion bikarbonat. Ion bikarbonat merupakan buffer dari tingkat
keasaman bubur makanan (chyme) yang memasuki usus halus dari lambung. Hormon
ini juga merangsang hati dan kantung empedu untuk mensekresikan empedu.
Cholecystokinin dihasilkan usus 12 jari, menstimulasi pelepasan empedu ke dalam
usus 12 jari dan produksi serta pelepasan enzim-enzim pankreas.
Lipase merupakan kelompok enzim yang secara umum berfungsi dalam
hidrolisis lemak, mono-, di-, dan trigliserida untuk menghasilkan asam lemak bebas
dan gliserol. Enzim ini juga digunakan untuk hidrolisis triasilgliserol menjadi
diasilgliserol dan asam lemak bebas. Diasilgliserol adalah ester gliserol digunakan
sebagai bahan pengemulsi dan penstabil produk makanan, kosmetika dan farmasetika.
(Seniwati Dali:2009).
Enzim lipase pada tubuh dihasilkan oleh kelenjar pancreas kemudian dialirkan ke
dalam usus dua belas jari (duodenum). Enzim lipase juga dihasilkan oleh lambung,
tetapi jumlahnya sangat sedikit. Cara kerja enzim lipase yaitu Lipid (seperti lemak
dan minyak) merupakan senyawa dengan molekul kompleks yang berukuran besar.
Molekul lipid tidak dapat diangkut oleh cairan getah bening, sehingga perlu dipecah
lebih dahulu menjadi molekul yang lebih kecil. Enzim lipase memecah molekul lipid
menjadi asam lemak dan gliserol yang memiliki molekul lebih sederhana dan lebih
kecil. Asam lemak dan gliserol tidak larut dalam air, maka pengangkutannya
dilakukan oleh cairan getah bening ( limfe ).

4
C. Mekanisme Kerja Sekretin dan Enzim Lipase Pankreas dalam Pencernaan
Bagi orang dewasa, pencernaan terutama dilakukan melalui enzim pepsin. Pepsin
memecah ikatan peptide antara asam amino yang membentuk protein. Rantai protein
yang terdiri dari asam amino dipecah menjadi fragmen yang lebih kecil yang disebut
peptide. Pepsin paling efektif di lingkungan yang sangat asam di perut (pH=2) dan
menjadi inakatif di lingkungan yang basa. Pepsin disekresikan menjadi bentuk
inakatif yang disebut pepsinogen, sehingga tidak dapat mencerna protein di sel-sel
zymogenic yang memproduksinya.
Pepsinogen tidak akan diubah menjadi pepsin aktif sampai ia melakukan kontak
dengan asam hidroklorik yang disekresikan oleh sel parietal. Kedua, sel-sel lambung
dilindungi oleh mukus basa, khususnya setelah pepsin diaktivasi. Mukus menutupi
mukosa untuk membentuk hambatan antara mukus dengan getah lambung. Enzim
lain dari lambung adalah lipase lambung.
Lipase lambung memecah trigliserida rantai pendek menjadi molekul lemak yang
ditemukan dalam susu. Enzim ini beroperasi dengan baik pada pH 5-6 dan memiliki
peranan terbatas pada lambung orang dewasa. Orang dewasa sangat bergantung pada
enzim yang disekresikan oleh pankreas (lipase pankreas) ke dalam usus halus untuk
mencerna lemak. Lambung juga mensekresikan renin yang penting dalam mencerna
susu.
Renin dan Ca bereaksi pada susu untuk memproduksi curd. Penggumpalan
mencegah terlalu seringnya lewatnya susu dari lambung menuju ke duodenum
(bagian pertama dari usus halus). Rennin tidak terdapat pada sekresi lambung pada
orang dewasa. Peregangan serta adanya jenis makanan tertentu dalam lambung
menimbulkan dikeluarkannya hormon gastrin dari bagian mukosa antrum.
Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang
merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum
melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus. Jika penuh,
duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan

5
makanan. Sekretin dikeluarkan dan usus halus terutama sebagai respons terhadap HCl
dalam makanan (kimus) yang masuk ke dalam usus halus dari lambung.
Sekretin merangsang sekresi usus serta pengeluaran bikarbonat oleh pankreas,
untuk menetralkan asam. Hal ini penting karena enzim-enzim yang diperlukan untuk
pencernaan di usus halus tidak dapat bekerja dalam lingkungan asam.
Cholecystokinin (CCK) dilepaskan dari usus halus terutama sebagai respons terhadap
lemak. CCK menyebabkan sekresi usus, kontraksi kandung empedu, dan pengeluaran
empedu. Empedu penting untuk pencernaan lemak. Duodenum menerima enzim
pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati. Cairan tersebut (yang masuk ke dalam
duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang
penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara
mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus. Beberapa senti
pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan,
tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili). Vili dan
mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga
menambah jumlah zat gizi yang diserap. Sisa dari usus halus, yang terletak dibawah
duodenum, terdiri dari jejunum dan ileum.
Bagian ini terutama bertanggungjawab atas penyerapan lemak dan zat gizi
lainnya. Penyerapan ini diperbesar oleh permukaannya yang luas karena terdiri dari
lipatan-lipatan, vili dan mikrovili. Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang
mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus
melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan
pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah
kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak. Kepadatan dari isi usus berubah
secara bertahap, seiring dengan perjalanannya melalui usus halus.

Di dalam duodenum, air dengan cepat dipompa ke dalam isi usus untuk
melarutkan keasaman lambung. Ketika melewati usus halus bagian bawah, isi usus

6
menjadi lebih cair karena mengandung air, lendir dan enzim-enzim pankreatik.

7
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sekretin menstimulasi sekresi dasar Intestinal, demikian juga dengan
Pankreas yg melepaskan Bikarbonat untuk menetralisir asam. Netrelasisasi asam
penting karena enzim yang diperlukan untuk pencernaan di dalam usus halus
tidak dapat bekerja dalam lingkungan yang asam. Sekretin juga memperlambat
pergerakan makanan dari lambung ke usus halus, memungkinkan waktu yang
cukup untuk mencerna makanan yang sudah berada di usus halus.
Lipase merupakan kelompok enzim yang secara umum berfungsi dalam
hidrolisis lemak, mono-, di-, dan trigliserida untuk menghasilkan asam lemak
bebas dan gliserol. Enzim ini juga digunakan untuk hidrolisis triasilgliserol
menjadi diasilgliserol dan asam lemak bebas. Diasilgliserol adalah ester gliserol
digunakan sebagai bahan pengemulsi dan penstabil produk makanan, kosmetika
dan farmasetika

8
DAFTAR PUSTAKA

Universitas Yogyakarta Sistem Pencernaan Alamat :


Staff.Uny.Ac.Id/Sites/Default/Files/Bb1-Digesti.Pdf Di Akses Tanggal 3 April
2016

Lehninger, A.L. 1995. Dasar-Dasar Biokimia Jakarta, Erlangga.

Anonim Enzim Lipase Alamat : http://dokumen.tips/documents/enzim-lipase.html


di akses tanggal 3 April 2016

Isnanto Universitas Padjajaran Homon Pankreas & Traktus Gastrointestinal


alamat : blogs.unpad.ac.id/isnanto/files/2010/04/HOMON-PANKREAS1.pdf di
akses tanggal 4 April 2016