Anda di halaman 1dari 2

SPO PEMERIKSAAN LAB YANG BERESIKO

TINGGI
No. Kode : Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas Jetis
Terbitan :

No. Revisi :
Puskesmas SPO Tgl. Mulai Berlaku :
Jetis Dr. Ira Rachmasari
NIP:
Halaman : 1- 2

1. Pengertian Pemeriksaan laboratorium yang beresiko tinggi merupakan pemeriksaan pada


cairan tubuh yang infeksius, aerosol, yang mudah menular lewat udara.

2. Tujuan Menjadi pedoman petugas laboratorium didalam melakukan pemeriksaan


laboratorium yang beresiko tinggi
3. Kebijakan Penanganan pemeriksaan laboratorium yang beresiko tinggi

4. Referensi Panduan petugas LaboratoriumPemeriksaan Mikroskopis TBC Depkes RI 2007


cetakan 2
5. Prosedur Pemeriksaan BTA ( M. Tuberculosis)

1. Pembuatan sediaan sputum BTA dilakukan menggunakan APD lengkap


yakitu masker, sarung tangan, dan jas laboratorium.
2. AC ruangan laboratorium harus dimatikan saat membuat sediaan, dan
menghidupkan respirator selama membuat sediaan.

Pengolahan Limbah BTA

1. Buang aplikator bambu, lidi lancip bekas pakai , dan kaca sediaan yang
sudah tidak dipakai ke dalam ember yang telah dilapisi kantung plastik dan
diisi disinfektan
2. buka tutup pot dahak bekas , isi dengan desinfektan sama banyak dengan
sisa dahak, tutup kembali lalu masukkan ke dalam ember yang telah
dilapisi kantung plastik yang telah didisi desinfektan untuk dibuang
3. untuk limbah cair ( bekas pewarnaan ) ditampung dulu dalam wadah yang
diberi desinfektan sebelum dibuang
4. semua bahan pakai direndam dalam desinfektan selama minimal 12 jam ,
kemudian bakar di tempat pembakaran khusus atau kubur kantung plastik
dan isinya dalam lubang sedalam minimal 1,5 meter
5. apabila terjadi tumpahan dahak , bersihkan segera dengan desinfektan.
Preparasi sampel HIV (Pembuatan serum)
1. Pengambilan sampel HIV dikakukan menggunakan tabung vacutainer.
2. Sampel kemudian diputar dengan centrifuge selama 15 menit dengan
kecepatan 3000 rpm
3. Serum yang diperoleh kemudian dimasukan kedalam microtube tutup ulir
kemudian diberi label.
4. Sampel dimasukkan kedalam coolbox untuk segera dikirim ke PKM
Rujukan HIV.
5. Limbah tabung vacutainer dibuang ke dalam sampah medis.

6. Distribusi
7.